You are on page 1of 118

LAPORAN KEGIATAN

PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG III


DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) ISLAM BATU

LAPORAN

Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan


Penyelesaian Program Magang

Oleh
QORRI AINA
201310080311073

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN 2016-2017

ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, karunia, hidayah serta inayah-Nya kepada kami semua. Sehingga penulis
dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kegiatan Program Magang III di
Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Batu.
Laporan

ini

disusun

sebagai

pertanggungjawaban

penulis

untuk

melengkapi persyaratan penyelesaian program Magang III di Sekolah Menengah


Atas (SMA) Islam Batu. Proses laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. Bapak Musaffak, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Magang.
2. Bapak Drs. H. Robby Harmono selaku Kepala Sekolah SMA Islam
Batu.
3. Ibu Dra. Maftuhah Amini selaku Guru Pembimbing Magang.
4. Ayah dan Ibu yang telah mendoakan, mendukung, memotivasi saya.
5. Sahabat dan teman-teman yang telah mendukung dalam menuntaskan
laporan ini.
Penulis memohon maaf apabila terjadi kesalahan penulisan kata-kata
dalam penyusunan laporan ini. Penulis sadar bahwa laporan ini jauh dari
kesempurnaan. Maka dari itu, penulis mohon saran dan kritik yang membangun
untuk selanjutnya yang lebih baik. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita
semua. Amin

Batu, 18 Oktober 2016

Penulis

iii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...........................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kegiatan Magang ........................................................................... 1
B. Tujuan ...................................................................................................................... 1
C. Manfaat .................................................................................................................... 2
BAB II HASIL
A. Penyusunan RPP ...................................................................................................... 3
a. Deskripsi Penyusunan RPP ................................................................................ 3
b. Masalah atau Kendala dalam Menyusun RPP dengan Guru .............................. 7
c. Faktor Penghambat dan Pendukung Menyusun RPP dengan Guru ................... 9
B. Praktik Mengajar ..................................................................................................... 9
a. Deskripsi Praktik Mengajar ............................................................................... 10
b. Masalah atau Kendala dalam Praktik Mengajar ................................................ 11
c. Faktor Penghambat dan Pendukung Praktik Mengajar ..................................... 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................................. 14
B. Saran ....................................................................................................................... 15
Lampiran

iv

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program magang merupakan kegiatan yang memberikan pengalaman awal
untuk membangun jati diri pendidik, memantapkan kompetensi akademik
kependidikan dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon
guru, mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogis dalam
membangun bidang keahlian pendidikan. Magang merupakan kegiatan akademis
dan praktis yang lebih memfokuskan pada bidang manajerial dan pembelajaran di
sekolah. Selain ini, keberadaan program magang ini diharapkan dapat
mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam bidang akademik dan profesi.
Magang ini memiliki tiga tahapan yang harus dilalui dan dijalankan oleh
mahasiswa FKIP secara prosedur yang telah ada. Setelah mahasiswa
menyelesaikan tugas magang I dan magang II, dan sekarang mahasiswa
diharuskan mengikuti kegiatan magang III. Berbeda dengan tugas magang I dan
II, untuk tugas yang harus diselesaikan oleh peserta magang dalam melaksankaan
magang III ini yaitu sudah memasuki tahap yang kompleks. Peserta magang III
kali ini diharuskan terjun langsung dalam proses belajar mengajar.

B. Tujuan
Program magang III bertujuan memberikan pengalaman awal tambahan sesuai
dengan kewenangan tambahan yang akan diberikan kepada calon guru. Magang
III juga bertujuan menyiapkan kemampuan awal calon pendidik dengan
mengalami langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang
terbatas dengan menjadi asisten guru, misalnya: mencoba mengajar dengan
bimbingan melekat Guru Pembimbing Magang dan Dosen Pembimbing Magang,
dengan tujuan mengalami langsung proses pembelajaran, pemantapan jati diri
pendidik, dan bukan untuk keterampilan pembelajaran seperti yang terdapat pada
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

C. Manfaat
Manfaat dari magang III yaitu memperoleh pengalaman dan ketrampilan untuk
melaksanakan pembelajaran dan kegiatan manajerial di sekolah; memberi
kesempatan untuk dapat berperan sebagai motivator, fasilitator, dinamisator, dan
membantu pemikiran sebagai problem solver; memperoleh kesempatan untuk ikut
serta dalam menyiapkan calon guru yang berdedikasi dan profesional; dan
mendapatkan

bantuan

pemikiran,

tenaga,

ilmu,

dan

merencanakan serta melaksanakan pengembangan sekolah.

teknologi

dalam

BAB II
HASIL

A. Penyusunan RPP
a. Deskripsi Penyunan RPP
Sebagai calon pendidik, magang merupakan kesempatan yang tidak akan
disia-siakan untuk menggali dan mencari ilmu di dalam dunia pendidikan.
Mendidik merupakan kegiatan yang tidak pernah terlepas dari dunia
pendidikan. Di dalam dunia pendidikan banyak hal yang harus dipersiapkan
dan dijalankan agar pendidikan yang telah dirancang dapat berjalan sesuai
perkembangan zaman. Pendidik merupakan komponen yang tidak bisa
terlepas dari dunia pendidikan pula. Karena pendidikan akan berjalan jika ada
pendidik dan yang tidak terlepas lagi yaitu peserta didik. Sebagai pendidik
tidak serta merta langsung terjun ke dalam kelas untuk mengajar, melainkan
harus ada persiapan yang harus dilakukan agar pendidikan berjalan sesuai
harapan dan rencana. Adapun yang perlu dipersiapkan sebelum mengajar dan
perlu diketahui oleh calon pendidik adalah perangkat pembelajaran.
Penyusunan perangkat pembelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan
kemampuan setiap jenjang program pendidikan dalam penyelenggara
pendidikan. Perangkat pembelajaran terdiri dari, kurikulum, rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang
diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi
rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam suatu
periode jenjang pendidikan. Kurikulum yang digunakan pada pembelajaran di
SMA Islam Batu untuk kelas X, XI dan XII adalah KTSP (Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan).
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka

untuk satu pertemuan atau lebih. RPP

dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang
mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa
dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Silabus merupakan acuan

penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.


Dimana silabus memuat identitas mata pelajaran, identitas sekolah,
kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, pembelajaran, penilaian,
alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan berdasarkan
kompetensi inti dan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setiap pendidik pada satuan pendidikan
berkewajiban

menyusun

RPP

secara

lengkap

dan

sistematis

agar

pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,


menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu
kali pertemuan atau lebih.
Di dalam permendikbud no. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi merupakan
profil utuh mata pelajaran yang berisi latar belakang, karateristik mata
pelajaran, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran, desain
pembelajaran, model pembelajaran, penilaian, media dan sumber belajar, dan
peran guru sebagai pengembang budaya sekolah. Selain itu, menurut KTSP
inti dari kegiatan pembelajaran yaitu eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Tiga tahap tersebut harus tercapai dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh
karena itu komponen-komponen yang ada pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) berisi komponen-komponen yang sesuai standar nasional
yang telah ditetapkan, di antaranya permendikbud no. 22 tahun 2006 tentang
Standar Isi, permendikbud no. 23 tahun 2006 yaitu: Identitas sekolah yaitu
nama satuan pendidikan, identitas mata pelajaran atau tema/subtema,
kelas/semester, alokasi waktu, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar
(KD), indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode
pembelajaran, media, alat, sumber pembelajaran, langkah-langkah kegiatan
pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan ini eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi (EEK), dan kegiatan akhir dan penilaian hasil belajar yang
meliputi penilaian spiritual, sikap, pengetahun, dan keterampilan. RPP di
SMA Islam Batu harus dibuat sendiri oleh guru tiap mata pelajaran sesuai

dengan permendikbud no 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, permendikbud


no 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dimana dalam
pembuatannya mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan dalam
penyusunan dan penerapan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Komponen yang ada di dalam pembuatan RPP di SMA Islam Batu adalah:
1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan tertera di dalam RPP
yang diamati.
2. Identitas mata pelajaran, kelas, semester, alokasi waktu dan standar
kompetensi tertera secara jelas di dalam RPP.
3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan spesifik yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan
atau mata pelajaran sesuai dan terdapat di dalam RPP yang diamati
4. Perumusan indikator sesuai dengan KD, kata kerja operasional sesuai
dengan kompetensi yang diukur serta sesuai dengan aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Di dalam indikator telah mewakili
tujuan dari pembelajaran.
5. Pemilihan materi pembelajaran sesuai memuat fakta, konsep, prinsip
dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai
dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran
dibuat sesuai dengan karakteristik siswa dan sesuai dengan alokasi
waktunya.
6. Metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kurikulum KTSP
2006 yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pengamatan
pembelajaran.
7. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran menampilkan kegiatan awal,
kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan pembelajaran sesuai dengan
waktu yang sudah dialokasikan. Di dalam kegiatan inti, seperti
eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi tidak dicantumkan karena kegiatan
tersebut sudah tersirat dalam kegiatan inti yang mencakup prinsip siswa
harus berperan aktif.
8. Untuk penilaian sesuai dengan teknik dan bentuk penilaian autentik.
Penilaian sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi kunci

jawaban yang dibuat sesuai dengan soal yang dibuat. Pedoman


penskoran sesuai dengan soal. Aspek penilaian meliputi yang penilaian
spiritual, sikap, pengetahun, dan keterampilan sesuai dengan yang ada
di RPP. Sumber belajar diambil dari buku yang sesuai dengan
kurikulum KTSP 2006. Penilaian ini digunakan untuk hasil evaluasi
pembelajaran siswa.
9. Pemilihan media pembelajaran menggunakan media elektronik, Lembar
Kegiatan Kelompok (LKK), dan media pendukung pembelajaran
lainnya. Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran,
yaitu : laptop, LCD proyektor, papan tulis, alat tulis. Pemilihan sumber
belajar sesuai dengan buku berbasis kurikulum KTSP 2006 yaitu buku
Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga.
Contoh RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah

Kelas/Semester

Mata pelajaran

Alokasi Waktu

A. Standar Kompetensi
B. Kompetensi Dasar
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
D. Tujuan Pembelajaran
E. Materi Pembelajaran
F. Metode Pembelajaran
G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan inti
a. Eksplorasi
b. Elaborasi
c. Konfirmasi

Kegiatan Akhir
H. Penilaian Hasil Pembelajaran
a. Teknik penilaian dan bentuk instrumen
b. Contoh instrumen
Malang, 06 Oktober 2016
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang,

Guru Magang III,

Qorri Aina

Dra. Maftuhah Amini

NIP. 19680412 200801 2 025

NIM. 201310080311073

b. Masalah atau Kendala dalam Menyusun RPP dengan Guru


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran digunakan oleh guru sebagai acuan
dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP sebagai salah satu perangkat
pembelajaran yang mendukung proses kegiatan pembelajaran. Berdasarkan
pengalaman dalam menyususn RPP yang sesuai dengan kurikulum KTSP
2006, terdapat komponen yang mudah dan sulit dalam penulisan RPP. Salah
satu komponen yang sulit dalam kegiatan inti yaitu penerapan pembelajaran
dengan model discovery learning. Dalam kegiatan inti, siswa dituntut untuk
berperan aktif. Sedangkan guru hanya membimbing dan memfasilitasi selama
kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung. Diharapkan guru merancang
kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa dengan penerapan EEK
(Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi). Kesulitan dalam merancang kegiatan
inti tersebut, guru harus merancang sebaik mungkin kegiatan pembelajaran
agar siswa berperan aktif dan memahami konsep pembelajaran melalui
pendekatan discovery learning.
RPP merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran dan harus
dibuat oleh setiap guru. RPP memuat "skenario" yang dirancang sedemikian
rupa agar tercipta suatu pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan
menyenangkan bagi siswa. Menurut penulis pribadi, hal yang tersulit dalam

merancang RPP adalah menentukan pendekatan dan strategi yang tepat,


karena pendekatan dan strategi pembelajaran sangatlah berpengaruh dalam
suksesnya sebuah pembelajaran. Adapun untuk menentukan strategi maupun
pendekatan ini harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi siswa dan juga
materi yang akan disampaikan.
Hal lain dalam RPP yang sulit bagi penulis yaitu merancang bagian
motivasi. Menurut penulis, awal ketertarikan siswa dalam mempelajari
sesuatu terletak pada bagian motivasi ini. Setiap siswa mempunyai
kemampuan

kognitif

yang

berbeda-beda

dan

tidak

mudah

untuk

menyeragamkan kemampuan kognitif siswa, maka hal yang dapat penulis


lakukan adalah membuat

siswa

tertarik untuk mengikuti kegiatan

pembelajaran. Adapun membuat siswa tertarik merupakan hal yang tidak


mudah. Oleh sebab itu, penulis membuat siswa tertarik dengan menyajikan
media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Saat siswa sudah
tertarik, penulis akan lebih mudah untuk menggali pengetahuan siswa.
Berdasarkan pengalaman penulis pribadi, penulis mengalami beberapa
kesulitan dalam proses penyusunan RPP. Kesulitan utama yang penulis alami
di antaranya adalah menentukan pendekatan/metode/strategi yang sesuai
untuk pembelajaran yang akan dilaksanakan. Adapun dalam memilih
pendekatan/metode/strategi juga muncul kesulitan, yaitu menentukan
kegiatan yang sesuai dengan pendekatan/metode/strategi yang telah dipilih.
Misalnya dalam penerapan pendekatan discovery learning, tidak mudah untuk
menentukan kegiatan-kegiatan yang mampu mendukung langkah EEK
(Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi). Selain itu, penulis juga mengalami
kesulitan dalam menyajikan media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Penulis seringkali memerlukan waktu yang lama untuk menyiapkan media
pembelajaran yang menarik selama proses pembelajaran berlangsung.
Terlebih lagi jika mengingat adanya berbagai macam karakter siswa di dalam
kelas.
Penyusunan RPP berbasis Kurikulum KTSP 2006, penulis mengalami
kesulitan dalam menyusun kerangka penilaian yang termuat dalam aturan
kurikulum KTSP 2006, yaitu aspek penilaian yang meliputi penilaian

kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penilaian kognitif aspek yang dinilai


adalah

menyesuaikan

indikator

kompetensi

dasar

untuk

mengukur

kemampuan siswa. Penilaian afektif dilakukan setiap proses pembelajaran


berlangsung, karena penilaian menyangkut keaktifan siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran. Sedangkan penilaian psikomotorik hasil belajar
keterampilan dapat diukur melalui pengamatan langsung dan penilaian
tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tiga aspek
penilaian tersebut harus dilakukan sesuai dengan kriteria penilaiannya.

c. Faktor Penghambat dan Pendukung Menyusun RPP dengan Guru


1. Faktor Penghambat
Faktor penghambat yang pertama dalam menyusun RPP adalah penulis
sering mengalami kendala teknis dalam penyusunan RPP. Faktor itu
misalnya

terbatasnya

waktu dalam menyusun RPP,

kemampuan

memahami silabus, kemampuan mengembangkan indikator, merancang


metode pembelajaran (model-model pembelajaran), dan kemampuan
menyusun kerangka penilaian. Faktor penghambat yang kedua dalam
penyusunan RPP yaitu adanya unsur perbedaan dalam penyusunan RPP
yang dipelajari di kampus dengan di sekolah. Penyusunan RPP yang
diajarkan oleh dosen di kampus adalah RPP Kurikulum 2013 sedangkan di
sekolah SMA Islam Batu masih menggunakan RPP berbasis Kurikulum
KTSP 2006.
2. Faktor Pendukung
Faktor pendukung dalam menyusun RPP adalah :
a. Tersedianya contoh-contoh perangkat pembelajaran yang berlaku
untuk Kurikulum KTSP 2006.
b. Guru pembimbing mengarahkan segala kemampuannya untuk
membimbing mahasiswa magang dalam menerapkan model-model
pembelajaran dan cara memotivasi siswa agar belajar dengan serius
terutama siswa kelas X2 di SMA Islam Batu.

B. Praktik Mengajar
a. Deskripsi Praktik Mengajar
Dalam praktik mengajar sebagai asisten guru, penulis diberikan tugas oleh
guru untuk belajar mempraktikkan langsung pengajaran di dalam kelas.
Selain praktik mengajar langsung, sebagai asisten guru penulis juga diberi
tugas untuk mengawasi siswa kelas X ketika sedang melaksanakan ulangan
tengah semester.
Praktik pengajaran di dalam kelas disesuaikan dengan Rencana Pengajaran
Pembelajaran (RPP) yang telah penulis buat. Penulis diberi tugas mengajar
dengan materi yang sudah ditentukan oleh guru pembimbing magang, satu
kompetensi dasar untuk dua kali pertemuan. Kegiatan pengajaran sesuai
dengan RPP kurikulum KTSP 2006. Langkah-langkah pembelajaran dalam
kurikulum KTSP 2006 memuat EEK (eksplorasi, elaboras, dan konfirmasi) di
dalam kegiatan inti. Praktik mengajar penulis pada hari Rabu dan Jumat,
mulai dari tanggal 23 September sampai 15 Oktober 2016. Adapun kelas
yang penulis peroleh untuk praktik mengajar adalah kelas X2 yang diajar oleh
Guru Pembimbing Magang yaitu Ibu Dra. Maftuhah Amini. Sebelum penulis
memulai praktik mengajar, penulis mempersiapkan segala kebutuhan yang
diperlukan untuk mengajar, seperti RPP, bahan ajar, daftar hadir siswa,
jurnal, dan daftar nilai.
Pada kegiatan awal, penulis membuka pembelajaran dengan salam, berdoa
dan mengisi daftar hadir siswa, kemudian penulis menyampaikan kompetensi
dasar dan tujuan pembelajaran. Setelah itu, penulis menyampaikan apersepsi
mengenai materi tentang menulis paragraf deskriptif.
Langkah-langkah kegiatan inti yang berupa EEK (Eksplorasi, Elaborasi,
Konfirmasi) tidak dicantumkan dalam RPP dikarenakan sudah dijelaskan
secara rinci dalam kegiatan inti. Metode pembelajaran yang penulis gunakan
adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Pada kegiatan
pembelajaran inti, dimulai dengan menyampaikan materi tentang menulis
paragraf deskriptif, lalu memberikan contoh teks paragraf deskriptif dan
memberi kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan tanya jawab apabila
ada materi yang belum dimengerti. Penulis meminta siswa untuk membagi

10

kelompok. Penulis memberikan lembar kerja siswa agar siswa lebih


memahami materi tentang menulis paragraf deskriptif. Pada kegiatan
konfirmasi, penulis memberikan kesempatan kepada perwakilan dari setiap
kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan kelompok lain
menanggapi dengan santun.
Pada saat kegiatan akhir, penulis dan siswa bersama-sama melakukan
kegiatan refleksi dan meminta siswa untuk mempersiapkan diri untuk
pembelajaran di pertemuan berikutnya. Penilaian proses pembelajaran penulis
peroleh melalui keaktifan diskusi kelompok serta hasil tugas lembar kerja
siswa.
b. Masalah atau Kendala dalam Mengajar
Kegiatan Pembelajaran merupakan suatu proses memberikan pengetahuan
bagi siswa. Sebagai suatu proses, pembelajaran melibatkan sejumlah unsur
yang terkait dengan terlaksananya proses tersebut. Unsur yang berkaitan
dengan pelaksanaan pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, proses
pembelajaran (materi pelajaran, metode dan teknik mengajar, sumber belajar),
dan evaluasi proses dan hasil belajar siswa, serta pelaku pembelajaran (guru
dan siswa). Masing-masing unsur yang terkait dengan proses pembelajaran
dapat

menjadi

pembelajaran

sumber

dapat

permasalahan

timbul

dari

tujuan

pembelajaran.
pembelajaran,

Permasalahan
dari

materi

pembelajaran, dari proses pembelajaran, atau dari evaluasi pembelajarannya.


Dalam kegiatan belajar mengajar seringkali terjadi masalah yang dapat
menghambat suksesnya proses belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa
belajar merupakan kegiatan yang dinamis, sehingga perlu secara terusmenerus mencermati perubahan-perubahan yang terjadi pada siswa.
Permasalahan pembelajaran baik dari segi internal maupun eksternal dapat
dikaji dari dimensi guru maupun dimensi siswa, sedangkan dikaji dari
tahapannya, masalah pembelajaran dapat terjadi pada waktu sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung, selama proses pembelajaran dan sesudahnya.
Sedangkan dari dimensi guru, masalah pembelajaran dapat terjadi sebelum
kegiatan pembelajaran berlangsung, selama proses belajar dan pada tahap
evaluasi hasil belajar.

11

Adapun Masalah yang sering penulis alami saat proses pembelajaran di


kelas X2 SMA Islam Batu adalah sebagai berikut :
1. Dapat dilihat dari kesediaan siswa di kelas X2 untuk mencatat pelajaran,
mempersiapkan buku, alat-alat tulis atau hal-hal yang diperlukan. Sebagian
siswa di kelas X2 tersebut cenderung mengabaikan kesiapan belajar.
2. Sikap siswa dalam proses belajar, siswa kelas X2 sebagian cenderung
kurang memperhatikan atau mengikuti kegiatan belajar, biasanya sebagian
siswa masih ada yang sibuk bermain handphone (HP) untuk keperluan
pribadi.
3. Di dalam aktivitas belajar, siswa umumnya kurang mampu untuk belajar
lebih lama, karena kurangnya kesungguhan dalam mengerjakan tugas dan
siswa seringkali cepat bosan berada di dalam kelas.
4. Kurangnya konsentrasi siswa.
5. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami bahan ajar serta sulit
memahami perintah dalam proses diskusi kelompok.
6. Penulis masih belum dapat memilih model/metode pembelajaran yang
tepat.
7. Di kelas X2 sebagian anak kurang tertarik dengan media pembelajan yang
disajikan oleh penulis.
8. Penulis kurang mampu memberikan motivasi yang membangun untuk
siswa di kelas X2.
9. Penulis masih merasakan adanya sedikit rasa kurang percaya diri dalam
menghadapi situasi serta kondisi kelas yang sebenarnya.

c. Faktor Penghambat dan Pendukung Praktik Mengajar


Faktor penghambat dan pendukung dalam 2 pertemuan:
1. Faktor penghambat
Penulis belum mengetahui secara pasti kemampuan siswa dalam
memahami materi pelajaran yang diberikan. Secara umum siswa masih
kurang memiliki konsep dasar terhadap materi pelajaran yang diberikan,
sehingga guru harus memberikan pemahaman yang lebih mendasar dalam
penyajian materi.

12

2. Faktor Pendukung
Guru pembimbing magang memberikan bimbingan secara intensif
kepada penulis dalam melaksanakan praktik mengajar di kelas dan selalu
mendampingi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Di akhir kegiatan
pembelajaran, guru pembimbing magang bersama penulis melakukan
diskusi

dan

pengkoreksian

tentang

dilaksanakan.

13

kegiatan

pembelajaran

yang

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Program magang merupakan kegiatan yang memberikan pengamalan awal
untuk membangun jati diri pendidik memantapkan kompetensi akademik
kependidikan dan bidang studi memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon
guru, mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pedagogik dalam
membangun bidang keahlian pendidikan. Progam Kegiatan Magang III juga
bertujuan menyiapkan kemampuan awal calon pendidik dengan mengalami
langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang terbatas
dengan menjadi asisten guru, misalnya: mencoba mengajar dengan bimbingan
melekat Guru Pembimbing Magang dan Dosen Pembimbing Magang. Sebagai
calon pendidik, Progam Kegiatan Magang III merupakan kesempatan yang tidak
boleh disia-siakan untuk menggali dan mencari ilmu di dalam dunia pendidikan.
Karena mendidik merupakan kegiatan yang tidak pernah terlepas dari dunia
pendidikan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan Program Kegiatan Magang III di SMA Islam
Batu, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :
1.

Persiapan
Dalam kegiatan persiapan pembelajaran ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan. Pertama, persiapan alokasi waktu. Kedua persiapan program
semester. Ketiga, persiapan program tahunan. Kelima, Rencana Pelakasanaan
Pembelajaran (RPP).

2.

Pelaksanaan
Dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran ada beberapa komponen yang
perlu diperhatikan untuk kelangsungan pembelajaran. Komponen-komponen
tersebut adalah metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan bahan ajar.

3.

Evaluasi
Sama halnya dengan persiapan dan pelaksanaan, evaluasi juga memiliki
hal-hal yang perlu diperhatikan, silabus, kisi-kisi soal, kunci jawaban dan
pedoman penskoran.

14

B. Saran
Sehubungan dengan kegiatan magang yang telah penulis lakukan dan
pengamatan selama kegiatan Magang III di SMA Islam Batu, maka penulis
menyarankan agar :
1. Kepada calon guru, sebelum mengajar harus belajar mempersiapkan
perangkat pembelajaran yang sesuai dan harus mengerti isi dari perangkat
pembelajaran tersebut. Meminta bantuan kepada guru pembimbing atau dosen
pembimbing untuk menyiapkan kematangan dari perangkat pembelajaran
agar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kepada pihak Falkutas, semoga diprogram magang III selanjutnya waktu
untuk peserta magang dikoordinasikan dan disesuaikan dengan waktu sekolah
tempat magang agar pengalaman yang didapatkan dari sekolah tempat
magang lebih banyak.
3. Kepada mahasiswa magang III selanjutnya harus lebih menguasai
penyusunan RPP Kurikulum 2013 maupun kurikulum KTSP 2006, dan
hendaknya selalu berkomunikasi kepada guru, murid dan staf di sekolah.
Agar bisa mendapatkan banyak informasi tentang kegiatan sekolah dan dapat
mempermudah dalam penyusunan laporan akhir.

15

PERANGKAT PEMBELAJARAN

16

17

18

PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU


TAHUN PELAJARAN 2016 - 2017

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
A. BANYAKNYA PEKAN
No.
Bulan
1
Juli 2016

Banyaknya Pekan
5

No
KD
1.1
3.1

2
3
4

Agustus 2016
September 2016
Oktober 2016

4
5
4

4.3
8.1
1.2

5
6

November 2016
Desember 2016

4
5

4.2
6.1

27

6.2
7.2

Jumlah

B. BANYAKNYA PEKAN TIDAK EFEKTIF


No.
Bulan
Banyaknya Pekan
1
Juli 2016
4
2
Agustus 2016
0
3
September 2016
0
4
Oktober 2016
0
5
November 2016
0
6
Desember 2016
2
Jumlah
6
C. BANYAKNYA PEKAN EFEKTIF
1
27 6 = 21 pekan
D. BANYAKNYA JAM EFEKTIF
1
21 x 4= 84 jam

2.3
4.1
5.1
5.2
2.1
2.2
7.1
8.2

Kelas / Semester

: X / GASAL

ALOKASI
WAKTU

Keterangan

Menanggapi informasi dari media elektronik ( berita dan nonberita )


Menemukan ide pokok teks nonsastra dengan teknik membaca cepat ( 250 kata/menit)

4
4

2 tm
2 tm

Menulis paragraf Eksposisi


Menulis puisi lama (Pantun,syair, dan Gurindam)
Mengidentifikasi unsur sastra (instrinsik dan Ekstrinsik ) suatu cerita
Ulangan Harian 1
Menulis Paragraf Deskripsi
Menemukan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan
diskusi
Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi
Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari
Ulangan Harian 2
Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat
Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif
Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yg disampaikan secara langsung/rekaman
Mengungkapkan isi puisi yang disampaikan secara langsung/rekaman
Ulangan Harian 3
Memperkenalkan diri dan orang lain dalam forum resmi
Mendiskusikan masalah ( dari berbagai berita ,artikel, atau buku)
Membacakan puisi dengan lafal,nada,tekanan,dan intonasi yang tepat
Menulis puisi baru
Ulangan Harian 4
Remidi dan Pengayaan
Ulangan Tengah Semester I
Ulangan Semester
Pembagian Rapot kenaikan kelas
Jumlah

4
4
4
2
4
4

2 tm
2 tm
2 tm

Kompetensi Dasar

4
4
2
4
4
4
4
2
4
4
4
4
2
2
2
2
2
84 JP

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu

Batu, 10 Oktober 2016


Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono


NIP.196006031992031008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

19

2 tm
2 tm
2 tm
2 tm
1 tm
2 tm
1 tm
2 tm
2 tm
1 tm
2 tm
2 tm
2 tm
2 tm
1 tm

PROGRAM TAHUNAN

Mata Pelajaran
Kelas
Tahun Pelajaran
SMT

Gasal

: Bahasa Indonesia
: X (Sepuluh)
: 2016 - 2017
KOMPETENSI DASAR

1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik


(berita dan nonberita).
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsik dan ekstrinsik)
suatu cerita yang disampaikan secara langsung/ melalui
rekaman.
2.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi
dengan intonasi yang tepat.
2.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai
berita, artikel, atau buku)
2.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata
dan ekspresi yang tepat.
3.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan
teknik membaca cepat (250 kata/menit).
3.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber
melalui teknik membaca ekstensif.
4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu
dan tempat dalam bentuk paragraf naratif
4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif.
4.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk
ragam paragraf ekspositif.
5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang
disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman.
5.2 Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara
langsung ataupun melalui rekaman.
6.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan
dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi.
6.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan
diskusi.
7.1 Membacakan puisi dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi
yang tepat.
7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan
kehidupan sehari-hari.
8.1 Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan
rima.
8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan
rima.
Ulangan Harian 4 X 2 JP
Ulangan Tengah Semester Gasal
Pengayaan dan Remidi
Ulangan Semester Gasal
Penerimaan Rapot
Jumlah Jam Pelajaran

20

ALOKASI
WAKTU

KETERANGAN

Perminggu 4 JP @
45 menit

4
4
4
4
4
4
4
4
4
4

4
4
4
4
4
4
4
8
2
2
2
2
84JP

9.1 Menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui


tuturan langsung.
9.2 Menyimpulkan isi informasi yang didengar melalui tuturan
tidak langsung (rekaman atau teks yang dibacakan).
10.1 Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak
dan atau elektrinik
10.2 Memberikan persetujuan/dukungan terhadap artikel yang
terdapat dalam media cetak dan atau elektronik.
11.1 Merangkum seluruh isi informasi teks buku ke dalam
beberapa kalimat dengan membaca memindai.
11.2 Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau
grafik ke dalam beberapa kalimat dengan membaca
memindai.

Genap

12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam


bentuk paragraf argumentatif.
12.2Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak
pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk
paragraf persuasif.
12.3 Menulis hasil wawancara ke dalam beberap paragraf
dengan menggunakan ejaan yang tepat.
12.4 Menyusun teks pidato.
13.1 Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita
rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalui
rekaman.
13.2 Menjelaskan hal-hal yang menarik tentang latar cerita
rakyat yang disampaikan secara langsung dan atau melalu
rekaman.
14.1Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran
penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui
diskusi.
14.2 Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial
budaya, dan masyarakat melalui diskusi
15.1 Mengidentifikasi karakteristik dan struktur unsur intrinsik
sastra Melayu Klasik
15.2 Menemukan nilai-nilai yang terkandung di dalam sastra
Melayu Klasik.
16.1 Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri
dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar).
16.2Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain
dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar).
Ulangan Harian 3 X 2 JP
Remidi dan Pengayaan
Ujian Tengah Semester Genap
Ujian Kenaikan Kelas
Penerimaan Rapot Semester Genap
Jumlah Jam Pelajaran

Perminggu 4 JP @
45 menit

4
4
4
4
6
4
4
4
4
2

4
2
4
2
4
2
6
4
2
2
2
88
Batu, 10 Oktober 2016
Guru Magang III,

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMA Islam Batu

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

Dra. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

21

PROGRAM SEMESTER
Tahun Pelajaran 2016-2017

Mata Pelajaran
Semester

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Kelas / Program : X

4.3
8.1
1.2
4.2
6.1
6.2
7.2
2.3
4.1
5.1
5.2
2.1
2.2
7.1
8.2

JULI
2 3 4

1
2
1
2

NOPEMBER
5 1 2 3 4

DESEMBER
2 3 4 5

4
4
2
2

1
1

BULAN / MINGGU KE:


SEPTEMBER
OKTOBER
1 2 3 4 5 1 2 3 4

1
1
2
1
2

5
4

AGUSTUS
1 2 3 4 5

L
I
B
U
R
H
A
R
I
R
A
Y
A

2
2

2
2

2
2

2
2

2
2

U
T
S

4
4
4
4
2
2

U
T
S

2
2

2
2

2
2

Batu, 10 Oktober 2016


Guru Magang III,

Kepala SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 196006031992031008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

22

LIBUR SEMESTER

3.1

Menanggapi informasi dari media elektronik ( berita dan


nonberita )
Menemukan ide pokok teks nonsastra dengan teknik membaca
cepat ( 250 kata/menit)
Menulis paragraf Eksposisi
Menulis puisi lama (Pantun,syair, dan Gurindam)
Mengidentifikasi unsur sastra (instrinsik dan Ekstrinsik ) suatu
cerita
Ulangan Harian 1
Menulis Paragraf Deskripsi
Menemukan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita
pendek melalui kegiatan diskusi
Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi
Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan
kehidupan sehari-hari
Ulangan Harian 2
Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan
ekspresi yang tepat
Menulis gagasan dalam bentuk paragraf naratif
Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yg disampaikan
secara langsung/rekaman
Mengungkapkan isi puisi yang disampaikan secara
langsung/rekaman
Ulangan Harian 3
Memperkenalkan diri dan orang lain dalam forum resmi
Mendiskusikan masalah ( dari berbagai berita ,artikel, atau buku)
Membacakan puisi dengan lafal,nada,tekanan,dan intonasi yang
tepat
Menulis puisi baru
Ulangan Harian 4
Remidi dan Pengayaan
Ulangan Tengah Semester I
Ulangan Semester
Pembagian Rapot Semester gasal

ALOKASI
WAKTU
TM
UH
2

ULANGAN SEMESTER GASAL


CLASS MEETING/ULANGAN SUSUSLAN

1.1

KOMPETENSI DASAR / INDIKATOR

LIBUR SEMESTER GENAP 2016 - 2017


LIBUR SEMESTER GENAP 2016 - 2017
LIBUR SEMESTER GENAP 2016 - 2017

No
KD

: Bahasa Indonesia
: 1 (GASAL)

23

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)


Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas / Semester
:X /1
Tahun Pelajaran
: 2016 - 2017
Sk/Kompetensi Dasar/Indikator

Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang
disampaikan secara langsung /tidak
langsung
1.1 Menanggapi siaran atau informasi
dari media elektronik (berita dan
nonberita)
Menuliskan pokok-pokok
informasi yang didengarkan
dari radio atau televisi
Mengemukakan tanggapan
terhadap informasi yang
didengarkan lewat radio
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra
(intrinsik dan ekstrinsik) suatu
cerita yang disampaikan secara
langsung/melalui rekaman
Mengidentifikasi unsur-unsur
instrinsik cerpen
Mengemukakan hal-hal yang
menarik dari cerpen
Menemukan nilai-nilai cerpen
Menganalisis keterkaitan
unsur intrinsik cerpen dengan
kehidupan sehari-hari
Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan,
dan informasi melalui kegiatan
berkenalan, berdiskusi, dan bercerita
2.1 Memperkenalkan diri dan orang
lain di dalam forum resmi dengan
intonasi yang tepat
Mngungkapkan kalimat
perkenalan dengan lancar dan
intonasi yang tepat
Mengkoreksi kekurangan
kalimat perkenalan yang
diucapkan teman
Memperbaiki pengucapan
yang kurang tepat
2.2 Mendiskusikan masalah (yang
ditemukan dari berbagai berita,
artikel, atau buku)
Menemukan topik teraktual
untuk didiskusikan
Menemukan masalah untuk
didiskusikan

Kriteria Penentuan KKM


Kompleksitas
Sarana
Intake
Pendukung
Siswa

KKM

75

75

70

80

75

75

70

80

75

75

75

75

80

70

75

75

80

70

75

75

80

70

75

75

80

70

75

74

70

65

75

70

70

65

75

70

70

65

75

70

70

75
75

80

73

75

75

80

73

75

24

Menyusun makalah untuk


dipresentasikan
Mempresentasikan makalah
dalam diskusi kelas dengan
mengikuti tata cara diskusi
Mampu berdiskusi sesuai
dengan etika diskusi

2.3 Menceritakan berbagai


pengalaman dengan pilihan kata
dan ekspresi yang tepat
Mengidentifikasi pengalaman
yang paling inspiratif
Menceritakan pengalaman
yang inspiratif dengan pilihan
kata dan ekspresi yang tepat

75

80

70

75

75

80

73

75

75

80

70

75

78

80

80

75

78

80

80

70

77

Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan
nonsastra dengan berbagai teknik
membaca
3.1 Menemukan ide pokok berbagai
teks nonsastra dengan teknik
membaca cepat (250 kata/menit)
Membaca dengan kecepatan
250 kata/menit
Menentukan ide pokok teks
Menentukan ide penjelas
Menjawaban pertanyaan
berdasarkan isi teks
3.2 Mengidentifikasi ide teks
nonsastra dari berbagai sumber
melalui teknik membaca ekstensif
Mengidentifikasi ide pokok
teks
Menyimpulkan isi teks yang
dibaca

74

74
75
75
75

75
75
75

72
72
72

74
74
74

75

75

72

74

74

75

75

72

74

75

75

72

74

Menulis
4

Mengungkapkan informasi dalam


berbagai bentuk paragraf (naratif,
deskriptif, ekspositif)
4.1 Menulis gagasan dengan
menggunakan pola urutan waktu
dan tempat dalam bentuk paragraf
naratif
Mengidentifikasi ciri paragraf
narasi
Menulis paragraf narasi
Menyunting paragraf narasi
4.2 Menulis hasil observasi dalam
bentuk paragraf deskriptif
Mengidentifikasi ciri paragraf
deskriptif
Menulis paragraf deskriptif
Menyunting paragraf

73

73

70

75

75

73

70
70

75
75

75
75

73
73

73
70

75

75

73

70

75

75

73

25

deskriptif
4.3 Menulis gagasan secara logis dan
sistematis dalam bentuk ragam
paragraf ekspositif
Mengidentifikasi ciri paragraf
ekspositif
Menulis paragraf ekspositif
Menyunting paragraf
ekspositif

70

75

75

73

70

75

75

73

70
70

75
75

75
75

73
73

Mendengarkan
5. Memahami puisi yang disampaikan
secara langsung/tidak langsung
5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur
bentuk suatu puisi yang
disampaikan secara langsung
ataupun melalui rekaman
Mengidentifikasi kemenarikan
puisi dilihat dari aspek bentuk
(persajakan, gaya bahasa,
diksi, imaji, bunyi, dan ritme)
Mengungkapkan isi puisi yang
diperdengarkan

5.2 Mengungkapkan isi suatu puisi


yang disampaikan secara
langsung ataupun melalui
rekaman
Menentukan tema puisi yang
dibacakan
Mengungkapkan pesan dalam
puisi yang dibacakan

73

74

72

70

75

72

72

70

75

72

72

75

75

80

70

75

75

80

70

75

Berbicara
6. Membahas cerita pendek melalui
kegiatan diskusi
6.1 Mengemukakan hal-hal yang
menarik atau mengesankan dari
cerita pendek melalui kegiatan
diskusi
Mengidentifikasi unsur-unsur
instrinsik cerpen melalui
kegiatan diskusi
Mengemukakan hal-hal yang
menarik dari cerita pendek
dalam kegiatan diskusi
6.2 Menemukan nilai-nilai cerita
pendek melalui kegiatan diskusi
Mengidentifikasi nilai-nilai
cerita pendek melalui kegiatan
diskusi
Menganalisis keterkaitan

75

75

75

80

70

75

75

80

70

75

75

75

26

80

70

75

cerpen dengan kehidupan


sehari-hari dalam kegiatan
diskusi

75

80

70

Membaca
7. Memahami wacana sastra melalui
kegiatan membaca puisi dan cerpen
7.1 membacakan puisi dengan lafal,
nada, tekanan, dan intonasi yang tepat
Menentukan makna puisi yang
dibacakan
Menerapkan tanda jeda pada
puisi yang hendak dibacakan
Membaca puisi dengan lafal,
nada, tekanan, dan intonasi
yang tepat

7.2 Menganalisis keterkaitan unsur


intrinsik suatu cerpen dengan
kehidupan sehari-hari
Mengungkapkan latar dan
penokohan dalam cerpen
dengan menunjukan kutipan
yang mendukung
Mangaitkan isi cerpen dengan
kehidupan sehari-hari

75

75
75

75

80

70

75

75

80

70

75

75

80

70

75

75

75

80

70

75

75

80

70

75

Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan
perasaan melalui kegiatan menulis
puisi
8.1 Menulis puisi lama dengan
memperhatikan bait, irama, dan
rima
Menunjukan perbedaan pantun,
syair, dan gurindam
Menulis pantun, syair, dan
gurindam dengan
memperhatikan bait, irama, dan
rima
Menyunting pantun, syair, dan
gurindam yang telah ditulis

8.2 Menulis puisi baru dengan


memperhatikan bait, irama, dan
rima
Menumukan atau menentukan
tema puisi yang akan ditulis
Mengembangkan ide ke dalam
bentuk puisi dengan
memperhatikan pilihan kata
dan majas yang sesuai
Menulis puisi secara utuh

73

72

70

75

70

72

70

75

70

72

70

70

70

72

74

70

80

70

74

70

80

70

74

70

80

70

73

27

KKM SEMESTER 1

75

Batu, 10 Oktober 2016

Mengetahui
Kepala SMA Islam Batu

Guru Magang,

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

Tri Wiji Wahyuni


NIM. 201310080311062

28

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

1.1 Menanggapi
siaran atau
informasi dari
media
elektronik
(berita dan
nonberita)

Siaran
(langsung)
dari radio/
televisi,
teks yang
dibacakan,
atau rekaman
berita/
nonberita
Pokok-pokok
isi berita
Menanggapi
isi berita

Bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab

Kepemimpinan

Mendengarkan berita Menuliskan isi siaran


tentang bencana
radio/televisi dalam
alam ( Misal:
beberapa kalimat
Gunung Merapi
dengan urutan yang
Yogyakarta, gempa
runtut dan mudah
dan tsunami Aceh)*
dipahami.
Menuliskan isi berita Menyampaikan secara
dalam beberapa
lisan isi berita yang
kalimat
telah ditulis secara
runtut dan jelas
Menyampaikan
secara lisan isi berita Mengajukan
pertanyaan/ tanggapan
Mendiskusikan isi
berdasarkan informasi
berita yang
yang didengar
disampaikan
(menyetujui, menolak,
menambahkan
pendapat)

Jenis Tagihan:
tugas individu
tugas kelompok
ulangan
Bentuk
Instrumen:
performansi
format
pengamatan
uraian bebas
pilihan ganda
isian singkat

Radio/ tape/
Televisi/
kaset
rekaman

1.2 Mengidentifikasi
unsur
sastra (intrinsik
dan ekstrinsik)

Rekaman cerita, Bersahabat/


komunikatif
tuturan langsung

Tanggung
(kaset, CD,
jawab
buku cerita)

Kepemimpinan

Mendengarkan cerita Menyampaikan


daerah tertentu
unsurunsur intrinsik (
(Misalnya: Si
tema, penokohan,
Kabayan, Roro
konflik, amanat, dll.)
Jonggrang, Malin
Menyampaikan unsur-

Jenis Tagihan:
tugas individu
ulangan
Bentuk
Instrumen: uraian

Kaset
rekaman
cerita
Buku cerita

29

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

suatu cerita
yang
disampaikan
secara
langsung/
melalui
rekaman

Unsur
intrinsic
(tema, alur,
konflik,
penokohan,
sudut
pandang,
amanat)
Unsur
ekstrinsik
(agama,
politik,
sejarah,
budaya)

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kundang)*
unsur ekstrinsik (nilai
moral,kebudayaan,
Mengidentifikasi
agama, dll.)
unsur intrinsic dan
ekstrinsik
Menanggapi (setuju
atau tidak setuju)
Menyampaikan
unsur-unsur intrinsik
unsur-unsur intrinsik
dan ekstrinsik yang
dan ekstrinsik
disampaikan teman
Diskusi dan Tanya
jawab

30

Penilaian
bebas
pilihan ganda
isian singkat

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita

Kompetensi
Dasar
2.1 Memperkenalkan
diri dan
orang lain di
dalam forum
resmi dengan
intonasi yang
tepat

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Contoh kalimat Bersahabat/


komunikatif
untuk
memperkenalka Tanggung
jawab
n diri
dan orang lain
di
dalam forum
resmi
Penggunaan
sapaan
Penggunaan
diksi
Penggunaan
struktur
kalimat

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kepemimpinan

Mengamati
moderator atau
pembawa acara
dalam diskusi atau
suatu kegiatan
langsung atau tak
langsung langsung
(dilakukan di
rumah,di kelas, atau
di luar kelas)
Berperan sebagai
moderator atau
pembawa acara atau
yang
memperkenalkan diri
sendiri dan
pembicara dalam
diskusi.
Menanggapi
kekurangan pada
pengucapan kalimat
perkenalan

Mengucapkan kalimat
perkenalan (misalnya,
sebagai moderator dan
atau pembawa acara)
dengan lancar dan
intonasi yang tidak
monoton
Menggunakan diksi
(pilihan kata) yang
tepat
Menanggapi
kekurangan yang
terdapat pada
pengucapan kalimat
perkenalan oleh teman
Memperbaiki
pengucapan kalimat
yang kurang pas

31

Penilaian
Jenis Tagihan:
tugas individu
Bentuk
Instrumen:
performansi
format
pengamatan

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Buku teks
yang terkait
Media cetak/
elektronik
Tuturan
langsung

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Mencari artikel, atau


buku tentang
lingkungan daerah
(misalnya,
AIDS/HIV, SARS,
atau bencana alam
yang terkait dengan
daerah setempat)*
Membaca berita,
artikel atau buku.
Mengidentifikasi
masalah dalam
Artikel
Mendiskusikan
masalah
Melaporkan hasil
diskusi
Secara bergiliran
siswa bercerita
pengalaman pribadi
(yang lucu,
menyenangkan, atau
mengharukan)*
dengan
menggunakan:
- pilihan kata dan
ekspresi secara
tepat.
- Menggunakan
kosakata sesuai
dengan situasi dan
konteks.

Mencatat masalah dari


berbagai sumber
Menanggapi masalah
dalam berita, artikel,
dan buku
Mengajukan saran dan
pemecahan masalah
terhadap masalah yang
disampaikan
Mendaftar kata-kata
sulit dalam teks bacaan
membahas maknanya

2.2 Mendiskusikan
masalah (yang
ditemukan dari
berbagai berita,
artikel, atau
buku)

Teks berita,
Bersahabat/
komunikatif
artikel,
Tanggung
buku yang
jawab
berisi
informasi aktual
(misalnya,
AIDS/HIV,
SARS,
bencana alam)
Masalah
dalam
berita
Daftar kata
sulit dan
maknanya

Kepemimpinan

2.3 Menceritakan
berbagai
pengalaman
dengan pilihan
kata dan
ekspresi yang
tepat

Cerita
Bersahabat/
komunikatif
pengalaman
Tanggung
(yang lucu,
jawab
menggembiraka
n,
mengharukan,
dsb.)
Penggunaan
diksi (pilihan
kata)
Penggunaan
intonasi, jeda,
dan ekspresi

Kepemimpinan

32

Menyampaikan secara
lisan pengalaman
pribadi (yang lucu,
menyenangkan,
mengharukan, dsb.)
dengan pilihan kata
dan ekspresi yang tepat
Menanggapi
pengalaman pribadi
yang disampaikan
teman

Penilaian
Jenis Tagihan:
praktik
tugas kelompok

Alokasi
Waktu
4

Media
massa/
koran/
majalah/
internet

Buku cerita
lucu/ kaset
cerita
pengalaman
langsung

Bentuk
Instrumen:
format
pengamatan

Jenis Tagihan:
praktik
tugas individu
Bentuk Instrumen:
performansi
format
pengamatan

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran
Membahas
pengalaman yang
diceritakan

33

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

3.1 Menemukan ide Membaca cepat Bersahabat/


komunikatif
pokok berbagai Teks
Tanggung
nonsastra
teks nonsastra
jawab
dengan teknik Teknik
membaca
membaca
cepat
cepat (250
Rumus
kata/menit)
membaca
cepat
Fungsi
membaca
cepat

Kepemimpinan

Membaca cepat teks


dengan kecepatan 250
kata/menit
Menemukan ide pokok
paragraf dalam teks
Membuat ringkasan isi
teks dalam beberapa
kalimat yang runtut

Jenis Tagihan:
tugas individu
ulangan

3.2 Mengidentifikasi Teks nonsastra Bersahabat/


komunikatif
ide pokok
dari berbagai

Tanggung
teks nonsastra
sumber
jawab
dari berbagai
Ide pokok tiap
paragraf
sumber melalui

Ide pokok dari


teknik

Kepemimpinan

Membaca cepat teks


tentang kesenian
daerah (lenong,
wayang golek,
ketoprak, dll)
Menemukan ide
pokok paragraf
dalam teks
Membuat ringkasan
isi teks dalam
beberapa kalimat.
Membahas ide
pokok dan ringkasan
isi

Membaca teks
berita/ artikel
(lenong, wayang
golek, ketoprak,
randai, dll)*
Mengidentifikasi ide
pokok tiap paragraf

Mengidentifikasi ide
pokok tiap paragraf
Menuliskan kembali isi
bacaan secara ringkas
dalam beberapa
kalimat
Mengidentifikasi fakta

Jenis Tagihan:
tugas kelompok
tugas individu
ulangan

34

Penilaian

Alokasi
Waktu
4

Media
massa/
koran/
majalah/
internet
Buku yang
berkaitan
dengan
budaya
setempat

Media
massa/
koran/
majalah/
internet

Bentuk Tagihan:
uraian bebas
pilihan ganda

Bentuk

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

membaca
ekstensif

berbagai
sumber
Fakta dan
opini
Ringkasan isi

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran
Menuliskan kembali
isi bacaan secara
ringkas
Mendiskusikan ide
pokok dan ringkasan
isi

Catatan :
jumlah jawaban yang benar x 100%
jumlah soal
jumlah kata yang dibaca x % pemahaman bacaan = jumlah kata per menit
waktu tempuh baca (detik)

35

Indikator Pencapaian
Kompetensi
dan pendapat

Penilaian
Instrumen:
uraian bebas
pilihan ganda

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Memilih paragraf
naratif.
Mengidentifikasi
struktur paragraf
naratif
Menulis paragraf
naratif
Menggunakan
kata ulang dalam
paragraf naratif
Menyunting
paragraf naratif
yang ditulis
teman
Mendiskusikan
paragraf naratif

Mendaftar topik-topik
yang dapat
dikembangkan menjadi
paragraf naratif
Menyusun kerangka
paragraf naratif
berdasarkan kronologi
waktu dan peristiwa
Mengembangkan
kerangka yang telah
dibuat menjadi
paragraf naratif
Menyunting paragraf
naratif yang ditulis
teman berdasarkan
kronologi, waktu,
peristiwa, dan EYD
Menggunakan kata
ulang dalam paragraf
naratif
Mendaftar topik- topik

4.1 Menulis
gagasan
dengan
menggunakan
pola urutan
waktu dan
tempat dalam
bentuk paragraf
naratif

Paragraf naratif
Bersahabat/
komunikatif
Contoh paragraph
Tanggung
naratif
jawab
Pola
pengembangan
paragraf naratif
(urutan waktu,
tempat)
Ciri/ karakteristik
paragraf naratif
Kerangka
paragraph naratif
penggunaan kata
ulang dalam
paragraf naratif

Kepemimpinan

4.2 Menulis hasil

Paragraf deskriptif

Bersahabat/

Kepemimpinan

Membaca

36

Penilaian
Jenis Tagihan:
Tugas Individu
Praktik
ulangan

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Argumentasi
dan Narasi
oleh Gorys
Keraf

Eksposisi

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Jenis Tagihan:

Kompetensi
Dasar
observasi
dalam bentuk
paragraf
deskriptif

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
komunikatif
Contoh paragraph
deskriptif
Tanggung
jawab
Pola
pengembangan
paragraf deskripsi
Ciri/ karakteristik
paragraf deskriptif
Kerangka
paragraph
deskriptif
Contoh
penggunaan frase
ajektif dalam
paragraf deskriptif
Materi
Pembelajaran

4.3 Menulis
Contoh paragraf
Bersahabat/
komunikatif
gagasan
ekspositif
Tanggung
secara logis
Pola
jawab
pengembangan
dan sistematis
paragraph
dalam bentuk
ekspositif
ragam paragraf
Contoh
ekspositif
penggunaan kata
berimbuhan dalam
paragraph
ekspositif

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran
paragraf deskripsi
Mengidentifikasi
karakteristik
paragraf
deskriptif
Menulis paragraf
deskriptif
Menggunakan
frase ajektif
dalam paragraf
deskriptif
Menyunting
paragraph
deskriptif yang
ditulis teman
Mendiskusikan
paragraph
deskriptif

Kepemimpinan

Membaca
paragraf
ekspositif
Mengidentifikasi
karekteristik
paragraf
ekspositif
Menulis paragraf
ekspositif
Mengidentifikasi
kata berimbuhan
dalam paragraph
ekspositif
Menyunting

37

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

yang dapat
dikembangkan menjadi
paragraf deskriptif
berdasarkan hasil
pengamatan
Menyusun kerangka
paragraf deskriptif
Mengembangkan
kerangka yang telah
disusun menjadi
paragraf deskriptif
Menggunakan frase
ajektif dalam paragraf
deskriptif
Menyunting paragraph
deskriptif yang ditulis
teman

Tugas Individu
Praktik
ulangan

Mendaftar topik- topik


yang dapat
dikembangkan menjadi
paragraf ekspositif
Menyusun kerangka
paragraf ekspositif
Mengembangkan
kerangka yang telah
disusun menjadi
paragraf ekspositif
Mengidentifikasi kata
berimbuhan dalam
paragraph ekspositif
Menyunting paragraph

Jenis Tagihan:
Tugas Individu
Praktik
ulangan

Alokasi
Waktu

dan
Deskripsi
oleh Gorys
keraf
Buku yang
terkait
dengan
deskripsi

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Sumber
Belajar

Eksposisi
dan
Deskripsi
oleh Gorys
keraf
Buku yang
terkait
dengan
deskripsi

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

paragraph
ekspositif yang
ditulis teman
Mendiskusikan
paragraph
eksposistif

ekspositif yang ditulis


teman

38

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Mendengarkan
5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung.

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

5.1 Mengidentifikasi
unsur-unsur
bentuk suatu
puisi yang
disampaikan
secara
langsung
ataupun melalui
rekaman
5.2 Mengungkapkan
isi suatu
puisi yang
disampaikan
secara
langsung
ataupun melalui
rekaman

Rekaman puisi
majas,
irama
kata-kata
konotasi
Kata-kata
bermakna
lambang

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
Bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab

Rekaman puisi Bersahabat/


komunikatif
yang
berjenis tertentu Tanggung
jawab
atau
yang dibacakan
Jenis puisi
Isi puisi
Tema
Maksud puisi

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif
Kepemimpinan

Kepemimpinan

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

Mendengarkan puisi Mengidentifikasi


(majas,rima, kata-kata
Mendiskusikan
berkonotasi dan
unsur-unsur bentuk
bermakna lambang)
puisi tersebut

Menanggapi unsur Melaporkan hasil


unsur puisi yang
diskusi
ditemukan

Jenis Tagihan:
tugas kelompok
laporan
ulangan

Mendengarkan puisi Menyebutkan tema


puisi yang didengar
Mengidentifikasi
jenis puisi
Menyebutkan jenis
puisi yang didengar
Mendiskusikan isi
(balada,elegi, roman,
puisi
ode, himne,satire, dll.)
Melaporkan hasil

Menjelaskan maksud
diskusi
puisi
Mengungkapkan isi
puisi dengan kata-kata
sendiri

Jenis Tagihan:
tugas kelompok
laporan
ulangan

39

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Rekaman
puisi/ tape
Puisi yang
dibacakan

Rekaman
puisi/ tape
Puisi yang
dibacakan

Bentuk Tagihan:
uraian bebas
pilihan ganda

Bentuk Tagihan:
uraian bebas
pilihan ganda

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Berbicara
6. Membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi.

Kompetensi
Dasar
6.1 Mengemukakan
hal-hal
yang menarik
atau
mengesankan
dari cerita
pendek melalui
kegiatan
diskusi

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Naskah cerita
Bersahabat/
komunikatif
pendek

Tanggung
Isi cerpen
jawab
Hal yang
menarik
Unsur-unsur
intrinsik
(tema,
penokohan,al
ur, sudut
pandang, latar
, amanat)

Kepemimpinan

Bersahabat/
komunikatif

Kepemimpinan

6.2 Menemukan
Naskah cerita
nilai-nilai cerita pendek

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Membaca cerita
Menceritakan kembali
pendek
isi cerita pendek yang
dibaca dengan kata Menceritakan
kata sendiri
kembali isi cerita
pendek yang dibaca Mengungkapkan haldengan kata-kata
hal yang menarik atau
sendiri
mengesankan
Mengungkapkan hal- Mendiskusikan unsurhal yang menarik
unsur intrinsik (tema,
atau mengesankan
penokohan, alur, sudut
dari karya tersebut
pandang, latar ,amanat)
cerita pendek yang
Mendiskusikan
dibaca.
unsur-unsur intrinsik
(tema, penokohan,
alur, sudut pandang,
latar , amanat) cerita
pendek yang dibaca
Melaporkan hasil
diskusi
Membaca cerita
pendek

40

Penilaian
Jenis Tagihan:
praktik
tugas individu
tugas kelompok

Alokasi
Waktu
4

Buku
kumpulan
cerpen/
Media
massa/
internet

Buku
kumpulan

Bentuk Tagihan:
performansi
format
pengamatan
uraian bebas

Menemukan nilai-nilai Jenis Tagihan:


dalam cerpen
praktik

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

pendek melalui Nilai budaya


Nilai moral
kegiatan
Nilai agama
diskusi
Nilai politik

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
Tanggung
jawab

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Mendiskusikan nilai- Membandingkan nilainilai yang terdapat


nilai yang terdapat
dalam cerpen
dalam cerita pendek
dengan kehidupan
Melaporkan hasil
sehari-hari
diskusi
Mendiskusikan nilainilai yang terdapat
dalam cerpen

41

Penilaian
tugas individu
tugas kelompok
Bentuk Tagihan:
performansi
format
pengamatan
uraian bebas

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
cerpen/
Media
massa/
internet

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Membaca
7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen.

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Membacakan puisi
dengan
memperhatikan lafal,
tekanan, dan intonasi
yang sesuai dengan
isi puisi
Membahas
pembacaan puisi
berdasarkan lafal,
tekanan, dan intonasi
Memperbaiki
pembacaan puisi
yang kurang tepat

Membaca puisi dengan


memperhatikan lafal,
tekanan, dan intonasi
yang sesuai dengan isi
puisi
Membahas pembacaan
puisi berdasarkan lafal,
tekanan, dan intonasi
Memperbaiki
pembacaan puisi yang
kurang tepat

Jenis Tagihan:
praktik

Membaca cerpen
Mengidentifikasi
unsur-unsur (tema,
penokohan, dan
amanat) cerita
pendek yang telah
dibaca
Mengaitkan unsur

Mengidentifikasi
unsurunsur (tema,
penokohan, dan
amanat) cerita pendek
yang telah dibaca
Mengaitkan unsur
intrinsic (tema,
penokohan, dan

Jenis Tagihan:
praktik

7.1 Membacakan
puisi dengan
lafal, nada,
tekanan, dan
intonasi yang
tepat

Puisi
Lafal
Tekanan
Intonasi
jeda

Bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab

Kepemimpinan

7.2 Menganalisis
keterkaitan
unsur intrinsik
suatu cerpen
dengan
kehidupan
sehari-hari

Naskah cerpen Bersahabat/


komunikatif
Unsur
Tanggung
intrinsic
jawab
(tema,
enokohan, dan
amanat

Kepemimpinan

42

Penilaian

Alokasi
Waktu
4

Buku
kumpulan
cerpen/
Media
massa/
internet

Buku
kumpulan
cerpen/
Media
massa/
internet

Bentuk Tagihan:
performansi
format
pengamatan

Bentuk Tagihan:
performansi
format
pengamatan

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

intrinsic (tema,
penokohan, dan
amanat) dengan
kehidupan seharihari
Menuliskan isi cerita
pendek secara
ringkas

amanat) dengan
kehidupan sehari-hari

43

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi.

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
Bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab

8.1 Menulis puisi


lama dengan
memperhatikan
bait, irama, dan
rima

Contoh puisi
lama (pantun,
syair)
Bait
Irama
Rima
Perbedaan
pantun
dengan syair

8.2 Menulis puisi


baru dengan
memperhatikan
bait, irama, dan
rima

Contoh puisi
Bersahabat/
komunikatif
baru

Tanggung
Cirri-ciri puisi
jawab
baru
Bait
Rima
irama

Kewirausahaan/
Kegiatan Pembelajaran
Ekonomi Kreatif

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kepemimpinan Membaca puisi lama


(pantun,syair)
Mengidentifikasi puisi
lama (pantun, syair)
berdasarkan bait,
irama, dan rima
Menulis pantun/ syair
dengan
memperhatikan bait,
irama,dan rima
Menyunting puisi
lama (pantun/ syair)
yang dibuat teman

Mengidentifikasi puisi
lama (pantun, syair)
berdasarkan bait,
irama, dan rima
Membedakan bentuk
pantun dan syair
Menulis pantun/ syair
dengan memperhatikan
bait, irama, dan rima
Menyunting puisi lama
(pantun/syair) yang
dibuat teman

Jenis Tagihan:
tugas Individu
laporan

Kepemimpinan Membaca puisi baru


Mengidentifikasi puisi
baru berdasarkan bait,
Mengidentifikasi puisi
irama, dan rima
baru berdasarkan bait,
irama, dan rima
Menulis puisi baru
dengan memperhatikan
Menulis puisi baru
bait, irama, dan rima
dengan
memperhatikan bait,
Menyunting puisi baru
irama, dan rima
yang dibuat teman

Jenis Tagihan:
tugas Individu
laporan

44

Penilaian

Alokasi
Waktu
4

Buku
kumpulan
puisi lama
Internet/
media
massa

Buku
kumpulan
puisi lama
Internet/
media
massa

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Kegiatan Pembelajaran
Ekonomi Kreatif

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

Menyunting puisi baru


yang dibuat teman

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMA Islam Batu

Guru Magang III

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

45

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

PERANGKAT PEMBELAJARAN

46

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Nama Sekolah

: SMA Islam Batu

Kelas/Semester

: X/1

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu

: 4 x 45 menit

Standar Kompetensi :
Menulis : 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif,
ekspositif)
Kompetensi Dasar

4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif


Indikator :
Mampu mengidentifikasi ciri paragraf deskriptif
Mampu menyusun paragraf deskriptif
Mampu menyusun wacana deskriptif
Mampu menyunting wacana deskriptif yang ditulis teman

Tujuan Pembelajaran :
Selama kegiatan pembelajaran materi tentang paragraf deskriptif, melalui metode diskusi
siswa diharapakan dapat :
Mengidentifikasi ciri paragraf deskriptif dengan baik dan benar.
Menyusun paragraf deskriptif dengan baik dan benar.
Menyusun wacana deskriptif dengan baik dan benar.
Menyunting wacana deskriptif yang ditulis teman dengan baik dan benar.

47

Metode Pembelajaran :
Penugasan
Diskusi
Tanya jawab
Ceramah

Model Pembelajaran :
Discovery Learning

Materi Pembelajaran :
Contoh teks paragraf deskriptif
Ciri/karakteristik paragraf deskriptif
Langkah-langkah menyusun paragraf deskriptif
Contoh teks wacana deskriptif
Ciri/karakteristik wacana deskriptif
Langkah-langkah menyunting karangan

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran :


Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
Guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab terkait materi tentang paragraf
deskriptif.
Apa pengertian paragraf itu?
Apa yang dimaksud dengan paragraf deskriptif?
Apakah kalian pernah mendeskripsikan sesuatu?
Apa saja manfaat atau tujuan mendeskripsikan sesuatu?
Guru menyampaikan materi tentang paragraf deskriptif.
2. Kegiatan Inti
Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah menyusun paragraf
deskriptif.
Siswa membaca contoh teks paragraf deskriptif di buku cetak hal 42 dengan saksama.

48

Siswa membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 2-3 orang siswa.
Siswa diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mencari contoh paragaraf deskriptif dari
internet sebagai bahan untuk menyusun paragraf deskriptif.
Siswa bersama kelompok menyusun paragraf deskriptif dengan mendeskripsikan media
gambar yang dibagikan oleh guru.
Setelah diundi, perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil karangan
paragraf deskriptifnya.
Siswa menanggapi presentasi kelompok lain dengan santun.
Guru melakukan kegiatan penilaian
3. Kegiatan Akhir
Guru memberi penguatan terhadap hasil kerja siswa.
Guru dan siswa melakukan refleksi.
Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar lagi memahami materi tentang
paragraf deskriptif.
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memberikan pujian serta pesan agar
peserta didik selalu rajin belajar.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa untuk mengulas kembali pelajaran yang
telah dilakukan sebelumnya.
Apakah kalian masih ingat apa yang dimaksud dengan paragraf deskriptif?
Apakah kalian pernah membaca wacana deskriptif?
Apa saja ciri-ciri atau karakteristik wacana deskriptif yang kalian ketahui?
Guru menyampaikan sedikit materi tambahan tentang wacana deskriptif.
Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan.
Guru meminta siswa untuk menyusun wacana deskriptif.
Guru meminta siswa untuk menyunting wacana deskriptif yang ditulis teman.
2. Kegiatan Inti
Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah-langkah
menyunting karangan wacana deskriptif yang ditulis teman.
Siswa membaca contoh teks wacana deskriptif di buku cetak hal 46.

49

Siswa berbagi kelompok menjadi 4.


Siswa bersama kelompok mengerjakan tugas Kegiatan Kreatifdi buku hal 47.
Setiap kelompok menukarkan hasil karangan wacana deskriptif kepada kelompok lain
dan menyunting karangan wacana deskriptif yang ditulis oleh kelompok lain.
Guru melakukan kegiatan penilaian.
3. Kegiatan Akhir
Guru memberi evaluasi tentang hasil tugas Kegiatan Kreatif.
Guru dan siswa melakukan refleksi dan menanyakan apa yang telah dikuasai dan belum
dikuasai terkait dengan kompetensi menulis paragraf deskriptif serta kesan-kesan
selama pembelajaran berlangsung.
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang akan dilaksanakan pada pertemuan
berikutnya.
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memeberikan motivasi kepada siswa agar
mempersiapkan diri untuk pembelajaran dipertemuan berikutnya.

Sumber Belajar / Media Pembelajaran :


Sumber :
Bahasa dan Sastra Indonesia SMA. 2008. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Buku ajar bahasa Indonesia SMA kelas X terbitan Erlangga
Internet :
Kelas Indonesia. 2014. Pengertian dan Karakteristik Paragraf Deskriptif; (Online)
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-contoh-paragraf-deskripsi-dan-ciricirinya.html
Guru Gapak. 2016. Langkah-Langkah Menyusun Paragraf Deskriptif; (Online)
http://www.gurungapak.com/2016/01/langkah-langkah-membuat-karangan.html
Media Pembelajaran:
Gambar objek pemandangan, tokoh masyarakat, tempat wisata dan lain-lain.

50

Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Keterampilan
Jenis Tagihan

: Tugas Kelompok

Bentuk Tes

: Uraian

Contoh Instrumen

Identifikasilah ciri-ciri paragraf deskriptif di buku hal 42!


Deskripsikanlah gambar objek yang dibagikan minimal 3 paragraf!
Buatlah wacana deskriptif dengan gambar objek yang ada di buku hal 47!
Suntinglah wacana deskriptif yang ditulis kelompok lain dengan menggunakan
kriteria panduan di buku hal 48!

Pedoman Penskoran
Indikator
Mampu mengidentifikasi ciri
paragraf deskriptif

Mampu
deskriptif

Indikator
menyusun paragraf

Deskriptor
1. Siswa mampu mengidentifikasi ciri
paragraf deskriptif dengan baik dan benar.

Skor
10

2. Siswa kurang mampu mengidentifikasi ciri


paragraf deskriptif dengan baik dan benar.

3. Siswa tidak mampu megidentifikasi ciri


paragraf deskriptif dengan baik dan benar.

Skor Maksimum

15

Deskriptor
1. Siswa mampu menyusun paragraf
deskriptif dengan baik dan benar.

Skor
20

2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf


deskriptif dengan baik dan benar.

10

3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf


deskriptif dengan baik dan benar.

Skor Maksimum

30

51

Mampu
deskriptif

Indikator
menyusun

Deskriptor
1. Siswa
mampu
menyusun
wacana
deskriptif dengan baik dan benar.

Skor
15

2. Siswa kurang mampu menyusun wacana


deskriptif dengan baik dan benar.

10

3. Siswa tidak mampu mampu menyusun


wacana deskriptif dengan baik dan benar.

Skor Maksimum

25

wacana

Indikator
Deskriptor
Mampu menyunting wacana 1. Siswa mampu menentukan ketepatan jenis
deskriptif yang ditulis teman
wacana, organisasi wacana, keterpaduan
wacana, kesalahan struktur kalimat, dan
ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca
dengan baik dan benar.
2. Siswa kurang mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, dan ketepatan penulisan
ejaan dan tanda baca dengan baik dan
benar.
3. Siswa tidak mampu mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, dan ketepatan penulisan
ejaan dan tanda baca dengan baik dan
benar.
Skor Maksimum
Jumlah skor maksimum aspek menulis = 10+5+20+10+15+10+20+10 = 100
Perolehan skor
x skor ideal (100) =

Nilai akhir aspek menulis =


Skor maksimum (100)

52

Skor
20

10

30

2.

Format Penilaian Kemampuan Menyusun Paragraf / Wacana Deskriptif


No
1.

2.

3.

4.

5.

Aspek

Deskripsi

Ketepatan jenis
paragraf/wacana

1. Siswa mampu menyusun paragraf/wacana


deskriptif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf /wacana
deskriptif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf /wacana
deskriptif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
Karakteristik
1. Siswa mampu menyusun paragraf/wacana
paragraf/wacana
deskriptif dengan karakteristik yang mudah
deskriptif
dipahami.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf /wacana
deskriptif dengan karakteristik yang mudah
dipahami.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf /wacana
deskriptif dengan karakteristik yang mudah
dipahami.
Keterpaduan
1. Siswa mampu menyusun paragraf/ wacana satu
paragraf/wacana
dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh keterkaitan isi.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf/ wacana
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh keterkaitan isi.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf/ wacana
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh keterkaitan isi.
Kesalahan struktur 1. Siswa mampu menyusun paragraf/wacana
kalimat
deskriptif sesuai dengan struktur kalimat.
2. Siswa kurang mampu menyusun paragraf/wacana
deskriptif sesuai dengan struktur kalimat.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragraf/wacana
deskriptif sesuai dengan struktur kalimat.
Ketepatan
1. Siswa mampu menyusun paragaraf/wacana
penulisan ejaan dan
deskriptif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda
tanda baca
baca.
2. Siswa kurang mampu menyusun
paragaraf/wacana deskriptif sesuai dengan
penulisan ejaan dan tanda baca.
3. Siswa tidak mampu menyusun paragaraf/wacana
deskriptif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda
baca.
Skor Maksimum

53

Skor
20

10

10

15

0
15
5
0
10

100

3.

Penilaian Sikap
Jenis Tagihan

: Non Tes

Contoh Instrumen

:
Pedoman Penskoran

Bubuhkan tanda cek () pada kolom sesuai hasil lembar pengamatan


No

Nama

Nilai Aspek
Jujur
SB

B S K

Tanggung
Peduli
Kerja Sama
Jawab
SB B S K SB B S K SB B S K

Jumlah
Skor

1
2
3
4
5
Rubrik Penilaian Sikap
No
1

Kualitas
Kurang

Kriteria Penilaian
BT (Belum Tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas.

Sedang

MT (Mulai Tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguhsungguh dalam menyelesaikan tugas, tetapi masih sedikit dan belum
ajeg/konsisten

Baik

MB (Mulai Berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguhsungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai
ajeg/konsisten.

Sangat Baik

MK (Membudaya jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh


dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan konsisten.
Batu, 21 September 2016

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu,

Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono


NIP.19600603 199203 1 008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

54

Bahan Ajar
A. Pengertian Paragraf Deskriptif
Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan atau melukiskan sebuah
objek tertentu melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera sehingga pembaca
seolah-olah melihat atau merasakan sendiri benda objek yang dideskripsikan oleh penulis.
Aspek-aspek yang digambarkan dapat berupa karakterstik, keadaan, sifat atau perasaan yang
dimiliki oleh objek tersebut.
Tujuan paragraf deskripsi adalah memberi gambaran utuh kepada pembacanya agar
mereka mengetahui apa yang sedang dibicarakan dengan jelas baik dalam hal bentuk fisik
ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan lain-lain.
Paragraf deskripsi merupakan hasil observasi atau pengamatan, jadi informasi yang
digunakan untuk menggambarkan suatu benda atau objek harus jelas dan sesuai fakta dan
data yang ada pada objek tertentu.
B. Ciri-Ciri Paragraf Deskriptif
1. Menggambarkan atau melukiskan suatu objek seperti benda, tempat, atau suasana tertentu.
2. Melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan
perabaan).
3. Menjelaskan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan
kepribadian secara terperinci.
4. Banyak ditemukan kata-kata atau frase yang bermakna keadaan atau kata sifat.
C. Langkah-langkah dalam Menyusun Karangan Deskriptif
1. Menentukan tema atau topik karangan
Tema berfungsi sebagai dasar suatu karangan, dengan sebuah tema atau pokok
persoalan, permasalahan atau pokok pembicaraan, kita bisa menyusun karangan yang jelas
arahnya. Dalam membuat tema atau topik karanan penulis hendaknya menguasai materi
apa yang akan ditulisnya. Memang sulit bagi penulis awal menentukan suatu tema
karangan. Namun sebenarnya hal ini cukup mudah dilakukan yakni dengan mengangkat
atau mencari suatu topik yang sedang hangat (up to date). Dengan cara itu penulis akan
mudah menentukan tema apa yang cocok dalam memulai menulis suatu karangan.

55

2. Menetapkan tujuan
Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai. Dengan tujuan sebuah karangan
menjadi terkonsep secara jelas dan mengarahkannya ke topik pembahasan. Jadi tujuan
merupakan hal penting supaya karangan yang kita buat memiliki kualitas yang baik.
Jangan sampai kita menulis sebuah karangan, tetapi kita tidak tahu tujuan kita menulisnya
untuk apa.
3. Mengumpulkan informasi atau bahan
Informasi dan bahan merupakan bekal bagi seorang penulis dalam membuat sebuah
karangan. Tanpa adanya bahan dan informasi sebuah karangan tidak akan terkonsep dan
pastinya isi karangan juga tidak jelas. Pengumpulan informasi bisa dilakukan dengan
mengamati, mengobservasi, atau bertanya kepada sumber yang dipercaya. Setiap penulis
mempungai cara tersendiri dalam mengumpulkan informasi dan bahan.
4. Menyeleksi informasi dan bahan
Setiap informasi dan bahan yang telah diperoleh tidak semerta-merta saja kita jadikan
sumber. Namun, ada proses penyeleksian informasi dan bahan, dimana penyeleksian ini
merupakan pengumpulan informasi yang benar-benar akurat dan benar terhadap suatu
tema yang akan kita jadikan karangan.
5. Membuat kerangka karangan
Kerangka karangan dapat memudahkan penulisan sebuah karangan. Kerangka
karangan menguraikan setiap pokok masalah menjadi bahasan yang lebih fokus dan
terukur. Kerangka berisi garis besar mengenai hal-hal yang akan kita jabarkan. Karangan
yang telah disusun kerangkanya akan mudah untuk proses penulisan. Menjabarkan
kerangka karangan hendaknya dilakukan satu persatu dari kerangka yang telah kita tulis,
penjabaran kerangka karangan ini yang akan menjadikan sebuah karangan menjadi
karangan yang utuh, terkonsep, dan pastinya dapat dinikmati oleh para pembacanya.
D. Contoh Paragraf Deskriptif

Candi Borobudur dikelilingi oleh halaman yang


cukup luas. Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki
candi, badan candi, dan puncak candi. Kaki candi
Borobudur yang asli tidak kelihatan. Kaki itu ditutup
kaki tambahan dari batu sebanyak 11.600 m3 . Oleh
sebab itu, relief pada kaki candi yang asli tertutup. Mengapa kaki candi yang asli ditutup,
sampai sekarang belum diketahui sebab-sebabnya.
56

Relief kaki candi itu namanya karmawibangga. Jumlahnya sebanyak 160 buah
bingkai relief yang menggambarkan hukum sebab akibat. Di bagian sudut tenggara, ada
beberapa bingkai karmawibangga yang sengaja dibuka setelah pemugaran. Di atas salah satu
relief itu ada tulisan Jawa Kuno berbunyi wirupa artinya si buruk rupa. Bagian kakai candi
dan halaman tambahan sebagai lantai pertama candi dinamakan kamadhatu. Arti kamadhatu
adalah alam kehidupan yang masih dikuasai oleh nafsu rendah, manusia belum dapat
melepaskan nafsu jahat dan buruk.

A. Pengertian Wacana Deskriptif


Wacana deskripsi adalah jenis wacana yang ditujukan kepada penerima pesan agar dapat
membentuk suatu citra (imajinasi) tentang suatu hal. Karangan ini berisi gambaran mengenai
suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal
tersebut.
B. Ciri-ciri Wacana Deskriptif :
1. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
2. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
3. Ditandai dengan penggunaan kata-kata atau ungkapan detail atau terperinci.
4. Digunakannya kata-kata yang bersifat evaluatif yang terlalu abstrak.
5. Umumnya menggunakan kata-kata yang bersifat objektif dan menggambarkan sesuatu.

C. Langkah-Langkah Menyunting Karangan atau Tulisan


1. Bacalah kalimat per kalimat untuk menemukan kesalahan penggunaan ejaan, diksi, pola
kalimatnya.
2. Catatlah atau beri tanda pada kalimat atau kata yang akan disunting.
3. Betulkanlah/ perbaikilah/ suntinglah kalimat, kata, ejaan, atau apa yang telah dicatat
sebelumnya.
4. Menyunting kalimat dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu, menambah kata,
mengganti kata, pemakaian kata-kata baku, dan mengurangi kata. Hal itu dilakukan agar
kalimatnya menjadi lebih efektif namun tidak mengubah isi kalimat.
5. Memeriksa keterpaduan antar paragraf untuk memastikan paragraf tersebut padu.
6. Memperhatikan kesalahan dalam paragraf dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu
membuang kalimat yang tidak padu, mengganti kalimat yang tidak padu dengan kalimat

57

padu (selama isi kalimat sama), dan menambah kalimat agar paragraf tersebut menjadi
padu.
7. Memperbaiki keruntutan paragraf yang satu dengan paragraf yang lain. hal itu dapat
dilakuakan dengan cara membaca keseluruhan paragraf, membuang paragraf yang tidak
padu, menambah paragraf agar menjadi padu, dan menemparkan urutan paragraf agar
paragraf menjadi padu.
D. Contoh Wacana Deskriptif
Candi Borobudur: Bentuk Bangunan dan Maknanya
Candi Borobudur dikelilingi oleh halaman yang
cukup luas. Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki
candi, badan candi, dan puncak candi. Kaki candi
Borobudur yang asli tidak kelihatan. Kaki itu ditutup
kaki tambahan dari batu sebanyak 11.600 m 3 . Oleh
sebab itu, relief pada kaki candi yang asli tertutup. Mengapa kaki candi yang asli ditutup,
sampai sekarang belum diketahui sebab-sebabnya.
Relief kaki candi itu namanya karmawibangga. Jumlahnya sebanyak 160 buah
bingkai relief yang menggambarkan hukum sebab akibat. Di bagian sudut tenggara, ada
beberapa bingkai karmawibangga yang sengaja dibuka setelah pemugaran. Di atas salah satu
relief itu ada tulisan Jawa Kuno berbunyi wirupa artinya si buruk rupa. Bagian kakai candi
dan halaman tambahan sebagai lantai pertama candi dinamakan kamadhatu. Arti kamadhatu
adalah alam kehidupan yang masih dikuasai oleh nafsu rendah, manusia belum dapat
melepaskan nafsu jahat dan buruk.
Bagian badan Candi Borobudur berupa lorong-lorong mengelilingi candi. Lorong
candi dibatasi oleh pagar langkan. Di atas pagar langkan terdapat relung-relung yang berisi
patung budha. Semuanya ada empat lorong. Di kanan kiri lorong, terpahat pada pada dinding
candi dan pagar langkan, adalah relief yang indah sekali. Relief itu menghiasi seluruh dinding
candi dan pagar langkan. Keadaan sekarang beberapa bagian sudah runtuh. Terutama yang
ada di dinding pagar langkan. Yang ada pada dinding candi masih utuh dan berupa rangkaian
cerita. Bagian badan candi itu dinamakan Rupadhatu. Artinya bagian kehidupan manusia
yang sudah meninggalkan nafsu rendah dan jahat. Manusia sudah menggunakan keinginan
luhur, namun tetap dengan sifat kemanusiaannya.

58

Puncak candi Borobudur merupakan rangkaian stupa-stupa dengan stupa besar di


tengah sebagai puncak. Bagian puncak ini dinamakan Arupadhatu. Artinya bagian kehidupan
yang sudah meninggalkan sifat keduniaan. Alam di sini alam batin atau alam spriritual. Tak
ada lagi nafsu dan bentuk. Di sini tidak lagi terdapat relief atau hiasan pada dinding dan
bagian stupa. Pada bagian Arupadhatu terdapat tingkat peralihan. Bentuknya dataran yang
luas sebagai bujur sangkar. Dinding berikut, sebagai badan puncak candi, bentuknya bulat.
Bentuk lingkaran ini mempunyai arti tak bermula tak berakhir.

59

LEMBAR KERJA SISWA


Tugas Kelompok!
1. Bentuklah kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 2-3 orang!
2. Deskripsikanlah gambar objek yang dibagikan minimal 3 paragraf!
3. Presentasikanlah hasil kerja kelompok!
4. Kelompok lain memberikan tanggapan!
5. Berbagilah menjadi 4 kelompok!
6. Tiap kelompok, kerjakan tugas berikut !
Kelompok I :
a. Pilihlah salah seorang dari anggota kelompokmu!
b. Deskripsikan secara rinci, kondisi fisik dan kepribadian temanmu itu dengan
terleih dahulu mengamati secara saksama: bentuk wajahnya, warna rambutnya,
bentuk hidungnya, bentuk matanya, bentuk bibirnya, warna kulitnya, tinggi dan
berat badannya, kepribadiannya (sabar, kasar, lembut, dan lain-lain) !
Kelompok II :
a. Pilihlah salah satu ruang di sekolahmu!
b. Deskripsikan ciri fisiknya, misalnya: luasnya, bentuknya, warna temboknya,
benda-benda yang ada di dalamnya, kondisinya (terawat, tidak terawat), dan
lain-lain!
Kelompok III :
a. Pilihlah salah satu bunga atau tumbuhan yang ada di halaman sekolahmu!
b. Deskripsikan ciri fisik bunga tersebut, misalnya: warna daunnya, baunya, tempat
tumbuhnya, dan lain-lain!
Kelompok IV :
a. Pilihlah salah satu peninggalan sejarah yang ada di sekitar tempat tinggalmu!
b. Deskripsikan apa namanya, letaknya, bagaimana bentuknya, ukurannya, kondisi
fisiknya, dan lain-lain1
7. Tukarkan hasil kerja kelompok dengan kelompok yang lain!
8. Suntinglah wacana deskriptif yang telah ditulis kelompok lain dengan menggunakan
kriteria panduan yang ada di dalam buku cetak halaman 48!

60

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA


Indikator Soal
1. Deskripsikanlah
gambar objek yang
dibagikan minimal 3
paragraf!

Kunci Jawaban
Sesuai jawaban siswa! (pedoman kunci jawaban cukup deskripsi
singkat!)
Deskripsi Tokoh Masyarakat :

Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi (lahir di


Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 umur 53 tahun) adalah
Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober
2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla
dalam Pemilu Presiden 2014.
Jokowi pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak
15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014 didampingi Basuki
Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur, dan Wali Kota
Surakarta (Solo) sejak 28 Juli 2005 sampai 1 Oktober 2012
didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.[4] Dua
tahun sementara menjalani periode keduanya di Solo, Jokowi
ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) untuk memasuki pemilihan Gubernur DKI Jakarta
bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Deskripsi Tempat Wisata :

Jawa Timur Park 1, merupakan tempat wisata yang


memadukan wahana rekreasi keluarga dan taman belajar yang
bisa dinikmati bersama. Jatim Park 1 berada di Kota Batu, sekitar
20 km dari kota Malang, Jawa Timur. Masuk ke lokasi wisata ini
kita akan dibawa melalui jalur yang sudah disetting sedemikian
rupa, sehingga pengunjung akan melewati lorong-lorong yang
menyajikan beragam galeri pendidikan.
Wahana Permainan yang jumlahnya lebih dari 50 buah
(infonya) ditempatkan setelahnya. Dengan wahana permainan
sebanyak itu rasanya tidak akan selesai dinikmati dalam satu kali
kunjungan, terlebih masih ada wahana air berupa kolam renang
raksasa dengan beragam fasilitasnya. Bagi anda yang berniat
berkunjung ke Jatim Park 1, ada baiknya pandai-pandai membagi
waktunya jika ingin menikmati semua fasilitas dan wahana yang
tersedia.

61

Skor
35

Deskripsi Makanan :

2. a. Deskripsikan
secara rinci, kondisi
fisik dan
kepribadian
temanmu!
b. Deskripsikan ciri
fisik salah satu
ruangan di
sekolahmu!
c. Deskripsikan ciri
fisik salah satu
bunga atau
tumbuhan yang ada
di sekolahmu!
d. Deskripsikan
salah satu
peninggalan sejarah
yang ada di tempat
tinggalmu!

Cilok (singkatan dari Aci dicolok) adalah sebuah makanan


rakyat khas Jawa Barat yang berasal dari Indonesia yang terbuat
dati tepung Kanji (aci dalam bahasa sunda) yang kenyal dengan
di tambahkan bumbu pelengkap seperti sambal kacang,
Kecap,dan Saus. Cilok bentuknya bulat-bulat seperti bakso,
hanya saja berbeda bahan dasarnya. Terdapat Telur atau cincang
daging di dalamnya, karena terbuat dari bahan dasar tepung kanji
maka cilok jika dimakan rasanya kenyal. Tak hanya disukai oleh
anak-anak, pada zaman modern ini ternyata hapir semua orang
menyukai cilok, seperti para mahasiswa dan orang tua.
Tak hanya menjadikan sebagai makanan ringan yang enak,
Cilok juga dapat menjadi sebuah peluang usaha. Rata-rata
pedagang cilok adalah pedagang kaki lima yang sering
berpindah-pindah dan rata-rata berjualan di daerah strategis
seperti Sekolah, Kampus, dan Pabrik-pabrik. Untuk memulai
usaha ini sebenarnya tidaklah rumit. Anda tinggal menyiapkan
bahan baku, antara lain: tepung kanji, bumbu bawang dan temantemannya, lalu campur dengan daging ayam atau sapi;
pencampuran tentunya menggunakan air, selanjutnya direbus dan
dibentuk bulat-bulat kecil seperti pentol bakso.
Sesuai jawaban siswa!
a. Deskripsi Kel I :
Arin Hardianti Santoso merupakan siswi kelas X di SMA
Negeri 01 Jakarta. Nama Arin memiliki arti, yaitu pencerahan,
Hardianti dalam bahasa kawi dan bahasa jawa berarti indah dan
terang. Sedangkan Santoso diambil dari nama Ayahnya. Untuk
nama panggilan, dia biasa dipanggil Arin atau Cici Arin. Temanteman di sekolahnya memanggil dia cici karena matanya yang
sipit. Panggilan cici biasanya digunakan Suku Tionghoa untuk
menyebut kakak perempuan. Secara fisik memang Arin terlihat
seperti orang keturunan Tionghoa, warna kulit putih dan mata
sipit. Akan tetapi, Arin sendiri sebenarnya bukanlah orang
keturunan Tionghoa. Ayah dan Ibunya merupakan orang
keturunan jawa asli. Ayahnya berasal dari Pacitan, Jawa Timur,
dan Ibunya berasal dari Purbalingga, Jawa tengah.
Mengenai ciri-ciri fisik, selain mata sipit dan kulit putih Arin
juga mimiliki warna rambut hitam, bentuk wajah oval, hidung
dan bibir yang proposional dengan bentuk wajah. Tinggi badan
168 cm , berat badan 42 Kg. Yang menjadi ciri khas Arin, yaitu
tahi lalat di pipi sebelah kanan dekat dengan hidung. Setiap
harinya Arin selalu menggunakan kacamata sebagai alat bantu
penglihatannya. Arin menderita cacat mata miopi sejak 7 tahun
yang lalu, cacat matanya cukup parah. Mata bagian kiri dan
kanan minus 3,75 dan silinder 0,5. Membicarakan soal sifat dan

62

35

watak, setiap manusia memiliki perbedaan sifat dan watak antara


satu dengan yang lainnya. Arin merupakan anak yang rajin,
memiliki jiwa penasaran yang sangat tinggi, ramah, akan tetapi
terkadang dia sangat emosional.
b. Deskripsi Kel II :
Ruangan kelas 12 ipa 1 sekolahku terletak di lantai dua. Kelas
ini bersebelahan dengan Laboraturium Bahasa. Ketika masuk
kelas itu terlihat kursi- kursi dan meja-meja yang terususun rapi.
Kelas yang berisi empat puluh murid itu cukup terang, karena
terdapat beberapa lampu neon di atasnya. Ada jendela-jendela
kecil yang diletakkan di samping kanan dan kiri ruangan yang
juga membuat ruangan itu terlihat cukup penerangannya.
Ruangan ini cukup luas untuk ruangan yang berisi empat puluh
siswa dan satu orang guru. Di dalamnya terdapat dua buah
pendingin ruangan yang membuat ruangan kelas ini sejuk
walaupun berisi banyak orang. Kelas ini juga wangi karena salah
satu siswanya menggantungkan pengharum ruangan di bawah
pendingin itu.
Di sudut depan kanan ruangan itu terdapat sebuah lemari
kayu. Lemari itu berisi buku-buku, beberapa tumpuk kertas, dan
ada juga mukena milik siswa. Lemari itu terlihat sudah tidak
cukup kuat. Di depan lemari kayu itu ada kursi yang nyaman dan
meja guru. Di atas meja guru itu terdapat taplak batik. Di atasnya
juga diletakkan sebuah vas yang berisi beberapa bunga. Selain
ada beberapa lampu neon, di langit langit ruangan itu juga
menggantung sebuah proyektor berwarna putih yang menghadap
ke arah papan tulis. Ada bekas coret-coretan di papan tulis itu,
para siswa di kelas ini tidak menghapusnya setelah papan tulis
itu digunakan. Di samping papan tulis terlihat sebuah papan
kecil yang juga menempel pada dinding yang berisi jadwal
pelajaran dan tugas-tugas yang diberikan guru.
c. Deskripsi Kel III :
Sekolahku sangat sejuk karena memiliki banyak sekali pohon
pohon hijau yang rimbun dan tanaman hias bunga anggrek di
dalamnya. Berbagai macam tumbuhan yang sangat banyak
tersebut membuat udara di sekolahku terasa sangat sejuk dan
segar. Bunga Anggrek adalah salah satu bunga kebanggaan dan
merupakan ciri khas daerah Indonesia. Bunga ini hampir dikenal
oleh semua kalangan masyarakat Indonesia, apakah itu karena
keindahan, daya tahannya atau mungkin juga karena harganya
barangkali. Bunga Anggrek yang tumbuh di pertanaman
sekolahku sekitar 1 sampai 15 kuncup bunga. Berdasakan letak
tumbuhnya terdiri dari dua jenis secara umum, yang pertama
tumbuh disekitar ketiak daun pada lateral atau sisi-sisi batang,
jenis ini dinamakan pleuranthe (ex. Vanda, dendrobium) dan
yang kedua tumbuh dari ujung tanaman atau dinamakan dengan
acranthe (ex. Cattleya, Oncidium).
Bunga Anggrek itu sendiri terdiri dari lima bagian utama,
yaitu sepal (daun kelopak), Petal (daun mahkota), Stamen
(benang sari), Pistil (putik), dan ovari (bakal buah). Sepal adalah

63

3. Suntinglah wacana
deskriptif yang telah
ditulis kelompok
lain dengan
menggunakan
kriteria panduan
yang ada di dalam
buku cetak halaman
48!

mahkota bunga yang terletak dibelakang sedangkan petal yang di


depannya. Sepalnya berjumlah tiga, yang diatas bernama sepal
dorsal dan dua yang disamping menjorok bawah dinamakan
sepal lateral. Pada beberapa jenis anggrek tertentu terdapat sepal
lateral yang menjadi satu contohnya adalah Slipper orchid.
Petalnya juga berjumlah tiga, dua petal diapit sepal dorsal dan
sepal lateral dan membentuk sudut sekitar 1200, sedangkan yang
dibawah termodifikasi menjadi petal bibir atau labelum (di alam
berguna sebagai tempat hinggap serangga dalam proses
reproduksi tanaman). Pada labelum terdapat gumpalan yang
berisi protein, zat wangi dan minyak sebagai penarik serangga.
d. Deskripsi Kel IV :
Pura Tirta Empul merupakan salah satu situs peninggalan
sejarah yang sampai saat ini masih sering dikunjungi oleh
wisatawan. Pura Tirta Empul terkenal! Karena terdapat sumber
air yang hingga kini dijadikan air suci untuk melukat oleh
masyarakat dari seluruh pelosok Bali, tak jarang wisatawan yang
berkunjung pun tertarik untuk ikut melukat. Pura Tirta Empul
terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring,
Kabupaten Gianyar yang memiliki keindahan alam dan
kesejukannya. Keunikan dari pura ini pada Jaba Tengah terdapat
33 buah aliran pancoran namun sekarang tinggal hanya 31
pancuran, yang berderet menghadap ke barat sejumlah 7 buah
tetapi tinggal 5 buah yang dialiri air suci yang mana peruntukan
pancuran ini adalah untuk meningkatkan aura Kundalini yang
ada pada tubuh kita.
Sebelum kita menceburkan diri ke kolam kita harus
menghaturkan sajen lebih dulu di tempat sajen yang telah
ditentukan dengan maksud untuk permisi, bahwa kita akan
memulai ritual pembersihan diri. Mengunjungi tempat ini, hati
menjadi tenteram oleh suasana lingkungan yang nyaman dan
sangat terasa kesejukkannya. Angin yang bertiup semilir begitu
menenteramkan jiwa. Hal itulah yang membuat para wisatawan
yang berkunjung ke Pura Tirta Empul merasa mendapat
kepuasan tersendiri untuk menikmati keajaiban dan keindahan
alam.
Sesuai jawaban siswa!
Contoh Wacana Deskripsi:
SMA Negeri 1 Kota Sukabumi merupakan SMA tertua di
Kota Sukabumi. SMA Negeri 1 Kota Sukabumi lahir pada bulan
Oktober 1961. SMA Negeri 1 mempunyai jumlah murid kurang
lebih 1.500 siswa dan mempunyai 4 lapangan, yaitu lapangan
basket, lapangan volly, lapangan sepak bola, dan lapangan
badminton. Luas Smansa kurang lebih 3 hektar dan memiliki 37
kelas serta 71 guru mata pelajaran.
Smansa juga memiliki kantin yang begitu banyak. Ketika bel
istirahat berbunyi, kantin di Smansa sangatlah ramai hingga
siswa-siswi pun harus berdesak-desakan untuk membeli
makanan. Kantin Smansa menjual bermacam-macam makanan
seperti gorengan, mie ayam, bas juice, dan masih banyak lagi.

64

30

Ketika kantin ini ramai, suasaana pun menjadi sangat panas,


berisik dan kotor. Kantin di Smansa sungguh sempit sedangkan
muridnya sangatlah banyak, sehingga kantin ini pun menjadi
hiruk-pikuk.
Kriteria Panduan Menyunting :
No
1

Aspek Penilaian
Ketepatan jenis
wacana

Organisasi wacana

Keterpaduan
wacana

Kesalahan struktur
kalimat

Ketepatan
penulisan ejaan dan
tanda baca

65

Deskripsi
Apakah berupa wacana
deskriptif, yaitu wacana
yang bertujuan
mendeskripsikan sesuatu
seolah pembaca melihat,
meraba atau merasakan?
Apakah wacana disusun
dengan urutan lokal yang
mudah dipahami?
Apakah antara paragraf
satu dengan paragraf
berikutnya berkaitan dan
ditandai oleh keterkaitan
isi?
Apakah tidak ada
kesalahan struktur
kalimat?
Apakah tidak ada
kesalahan dalam
penulisan ejaan dan
tanda baca?

Ya

Tidak

LAMPIRAN MEDIA

66

67

68

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Nama Sekolah

: SMA Islam Batu

Kelas/Semester

: X/1

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu

: 4 x 45 menit

Standar Kompetensi :
Menulis : 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif,
ekspositif)
Kompetensi Dasar

4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk
paragraf naratif
Indikator :
Mampu menemukan ciri paragraf narasi
Mampu menulis paragraf narasi
Mampu menulis wacana narasi
Mampu menyunting paragraf atau wacana narasi yang ditulis

Tujuan Pembelajaran :
Selama kegiatan pembelajaran materi tentang paragraf naratif, melalui metode pembelajaran
diskusi siswa diharapakan dapat :
Menemukan ciri-ciri paragraf narasi dengan baik dan benar.
Menulis paragraf narasi dengan baik dan benar.
Menulis wacana narasi dengan baik dan benar.
Menyunting paragraf atau narasi yang ditulis dengan baik dan benar.

69

Metode Pembelajaran :
Tanya jawab
Penugasan
Ceramah
Diskusi

Model Pembelajaran :
Discovery Learning

Materi Pembelajaran :
Contoh teks paragraf narasi
Ciri-ciri paragraf narasi
Jenis paragraf narasi
Langkah-langkah menulis paragraf narasi
Contoh teks wacana narasi

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran :


Pertemuan Pertama
4. Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.
Guru dan siswa melakukan kegiatan tanya jawab terkait materi tentang paragraf narasi.
Apa yang kalian ketahui tentang paragraf narasi?
Pernakah kalian membuat karangan berupa paragraf narasi?
Coba sebutkan topik apa saja yang kalian ketahui dalam menulis sebuah karangan
narasi?
Guru menyampaikan materi tentang paragraf narasi dengan media power point.
5. Kegiatan Inti
Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah-langkah menulis
paragraf narasi.
Siswa membaca contoh teks paragraf narasi yang dibagikan guru dengan saksama.
Siswa mengidentifikasi perbedaan jenis paragraf narasi.
Siswa secara individual mengerjakan tugas Kegiatan Kreatif di buku cetak hal 83.

70

Siswa membacakan karangan paragraf naratifnya satu-persatu dengan instruksi yang


diberikan oleh guru,
Siswa yang lain menanggapi hasil kerja temannya dengan santun
Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja setiap siswa.
Guru melakukan kegiatan penilaian.
6. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa secara bersama-sama membuat simpulan hasil kerja siswa
Guru dan siswa melakukan kegiatan refleksi.
Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar lagi di rumah terkait materi
tentang paragraf narasi.
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memeberikan motivasi kepada siswa agar
mempersiapkan diri untuk pembelajaran dipertemuan berikutnya.

Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam dan presensi kehadiran siswa.
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa untuk mengulas kembali pelajaran
yang telah dilakukan sebelumnya.
Apakah kalian masih ingat apa yang dimaksud dengan paragraf narasi?
Setelah membuat sebuah paragraf narasi, apakah kalian pernah membaca wacana
narasi?
Apa yang menjadi karakteristik wacana narasi?
Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa.
2. Kegiatan Inti
Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan teliti tentang langkah-langkah
menyunting karangan wacana naratif yang ditulis.
Siswa membaca contoh teks wacana naratif yang dibagikan oleh guru.
Siswa berbagi kelompok menjadi 4 kelompok.
Siswa bersama kelompok menulis wacana naratif dengan menceritakan media gambar
yang dibagikan oleh guru.
Setelah menulis wacana naratif, siswa bersama kelompok menyunting karangan wacana
naratif yang ditulis dengan menggunakan kriteria panduan dibuku hal 86.
Guru melakukan kegiatan penilaian.

71

3. Kegiatan Akhir
Guru memberi evaluasi tentang hasil tugas siswa.
Guru dan siswa melakukan refleksi dan menanyakan apa yang telah dikuasai dan belum
dikuasai terkait dengan materi menulis paragraf naratif serta kesan-kesan selama
pembelajaran berlangsung.
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan memeberikan motivasi kepada siswa agar
selalu rajin belajar.

Sumber Belajar / Media Pembelajaran :


Sumber :
Bahasa dan Sastra Indonesia SMA. 2008. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Buku Ajar Bahasa Indonesia SMA kelas X terbitan Erlangga
Internet :
Ilmu

Sekolah.

2013.

Jenis

dan

Karakteristik

Paragraf

Naratif;

(Online)

lmusekolahgratis.blogspot.co.id/2013/06/pengertian-ciri-dan-contoh-paragraf.html
Guru

Gapak.

2016.

Langkah-Langkah

Menulis

Paragraf

Naratif;

http://www.gurungapak.com/2016/01/langkah-langkah-membuat-karangan.html

Media Pembelajaran :
Power Point materi paragraf naratif
Gambar berseri peristiwa, fabel dan lain-lain.

72

(Online)

Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Keterampilan
Jenis Tagihan

: Tugas Individu, Tugas Kelompok

Bentuk Tes

: Uraian

Contoh Instrumen

Identifikasilah ciri-ciri paragraf narasi!


Tulislah paragraf narasi yang menceritakan peristiwa atau terjadi di balik foto
kenangan yang kalian bawa!
Tulislah wacana naratif dari gambar yang dibagikan!
Suntinglah wacana naratif yang ditulis dengan menggunakan kriteria penulisan
wacana!

Pedoman Penskoran
Indikator
Mampu menemukan ciriciri paragraf naratif

Indikator
Mampu menulis paragraf
naratif

Deskriptor
4. Siswa mampu menemukan ciri-ciri paragraf
naratif dengan baik dan benar.

Skor
10

5. Siswa kurang mampu menemukan ciri-ciri


paragraf naratif dengan baik dan benar.

6. Siswa tidak mampu menemukan ciri-ciri


paragraf naratif dengan baik dan benar.

Skor Maksimum

15

Deskriptor
4. Siswa mampu menulis paragraf naratif
dengan baik dan benar.

Skor
20

5. Siswa kurang mampu menulis paragraf


naratif dengan baik dan benar.

10

6. Siswa tidak mampu menulis paragraf naratif


dengan baik dan benar.

Skor Maksimum

30

73

Indikator
Mampu menulis wacana
deskriptif

Deskriptor
4. Siswa mampu menulis wacana naratif dengan
baik dan benar.

Skor
15

5. Siswa kurang mampu menulis wacana naratif


dengan baik dan benar.

10

6. Siswa tidak mampu mampu menulis wacana


naratif dengan baik dan benar.

Skor Maksimum

25

Indikator
Deskriptor
Mampu menyunting wacana 4. Siswa mampu menentukan ketepatan jenis
naratif yang ditulis
wacana, organisasi wacana, keterpaduan
wacana, kesalahan struktur kalimat,
ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca
dengan baik dan benar.
5. Siswa kurang mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, ketepatan penulisan ejaan
dan tanda baca dengan baik dan benar.
6. Siswa tidak mampu mampu menentukan
ketepatan jenis wacana, organisasi
wacana, keterpaduan wacana, kesalahan
struktur kalimat, ketepatan penulisan ejaan
dan tanda baca dengan baik dan benar.
Skor Maksimum

Skor
20

Jumlah skor maksimum aspek menulis = 10+5+20+10+15+10+20+10 = 100


Perolehan skor
x skor ideal (100) =

Nilai akhir aspek menulis =


Skor maksimum (100)

74

10

30

2. Format Penilaian Kemampuan Menulis Paragraf / Wacana Naratif


No
1.

2.

3.

4.

5.

Aspek

Deskripsi

Ketepatan jenis
paragraf/wacana

4. Siswa mampu menulis paragraf/wacana naratif


sesuai dengan ketepatan jenis paragraf/wacana.
5. Siswa kurang mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
6. Siswa tidak mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan ketepatan jenis
paragraf/wacana.
Karakteristik
4. Siswa mampu menulis paragraf/wacana naratif
paragraf/wacana
sesuai dengan pola urutan waktu dan tempat.
deskriptif
5. Siswa kurang mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan pola urutan waktu dan
tempat.
6. Siswa tidak mampu menulis paragraf /wacana
naratif sesuai dengan pola urutan waktu dan
tempat.
Keterpaduan
4. Siswa mampu menulis paragraf/ wacana satu
paragraf/wacana
dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh adanya urutan kronologis.
5. Siswa kurang mampu menyusun paragraf/ wacana
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh adanya urutan kronologis.
6. Siswa tidak mampu menyusun paragraf/ wacana
satu dengan paragraf/wacana berikutnya berkaitan
dengan ditandai oleh adanya urutan kronologis.
Kesalahan struktur 4. Siswa mampu menulis paragraf/wacana naratif
kalimat
sesuai dengan struktur kalimat.
5. Siswa kurang mampu menulis paragraf/wacana
naratif sesuai dengan struktur kalimat.
6. Siswa tidak mampu menulis paragraf/wacana
naratif sesuai dengan struktur kalimat.
Ketepatan
4. Siswa mampu menulis paragaraf/wacana naratif
penulisan ejaan dan
sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda baca.
tanda baca
5. Siswa kurang mampu menulis paragaraf/wacana
naratif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda
baca.
6. Siswa tidak mampu menulis paragaraf/wacana
naratif sesuai dengan penulisan ejaan dan tanda
baca.
Skor Maksimum

75

Skor
20

10

0
10

0
15

0
15
5
0
10

0
100

3. Penilaian Sikap
Jenis Tagihan

: Non Tes

Contoh Instrumen

:
Pedoman Penskoran

Bubuhkan tanda cek () pada kolom sesuai hasil lembar pengamatan


No

Nama

Nilai Aspek
Jujur
SB

B S K

Tanggung
Peduli
Kerja Sama
Jawab
SB B S K SB B S K SB B S K

Jumlah
Skor

1
2
3
4
5
Rubrik Penilaian Sikap
No
1

Kualitas
Kurang

Kriteria Penilaian
BT (Belum Tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas.

Sedang

MT (Mulai Tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguhsungguh dalam menyelesaikan tugas, tetapi masih sedikit dan belum
ajeg/konsisten

Baik

MB (Mulai Berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguhsungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai
ajeg/konsisten.

Sangat Baik

MK (Membudaya jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh


dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan konsisten.
Batu, 10 Oktober 2016

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu,

Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono


NIP.19600603 199203 1 008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

76

Bahan Ajar
A. Pengertian Paragraf Naratif
Paragraf narasi adalah karangan yang bertujuan untuk menceritakan suatu pokok
persoalan/peristiwa. Persoalan atau peristiwa tersebut di dalam narasi, biasanya disampaikan
secara kronologis dan mengandung satu rangkaian cerita. Pada jenis paragraf ini, terdapat
tokoh yang diceritakan, baik manusia maupun binatang.
B. Jenis Paragraf Naratif
1.

Paragraf Narasi Ekspositoris


Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan secara informatif

dengan tujuan memberi pengetahuan. Paragraf jenis ini menceritakan peristiwa yang benarbenar terjadi alias cerita nonfiksi seperti dalam bentuk biografi dan autobiografi. Setiap
tahapan dalam narasi ekspositoris disampaikan dengan bahasa yang informatif dengan titik
berat pada penggunaan kata yang memiliki makna denotatif dan mementingkan rasio atau
logika.
Contoh Paragraf Narasi Ekspositoris:
Pada hari jum'at, 6 Februari 2004, terjadi gempa tektonik yang mengguncang wilayah
Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Guncangan yang susul-menyusul hingga enam kali itu
terjadi selama dua jam. Gempa berkekuatan 6,91 Skala Rickter itu menyebabkan sedikitnya
26 orang tewas, 34 orang luka berat, dan 66 orang lainnya luka ringan. Guncangan keras ini
menyebabkan tanah longsor dan meretakkan landasan pacu bandara setempat.
2.

Paragraf Narasi Sugestif


Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan sedemikian rupa

dengan tujuan merangsang daya khayal/imajinasi pembaca, seperti dalam bentuk cerpen dan
novel. Jenis paragraf ini biasanya banyak menggunakan bahasa kiasan dengan menggunakan
kata kata yang konotatif.
Contoh Paragraf Narasi Sugestif:
Tiba-tiba ia tertegun. Di sana, sayup-sayup dari jauh, di arah seberang kali sebelah timur,
terdengar suara jeritan orang. Tetapi selintas saja, jeritan diputuskan oleh sebuah letusan yang
sangat hebat kemudian hening seketika. Desingan yang banyak mulai reda, tinggal satusatu letusan di sana sini. Warsinah menegakkan kepala, matanya mulai liar, badannya
dihadapkan ke timur, ke arah jeritan datang, kemudian membalik menghadap ke barat, tegak
bertolak pinggang, lalu lari, lari menurutkan jalan rel, lari kencang sambil berkomatkamit......
77

C. Ciri-ciri Paragraf Narasi


1.

Adanya unsur perbuatan atau tindakan.

2.

Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.

3.

Adanya sudut pandang penulis.

4.

Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.

5.

Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang
jelas.

6.

Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.

7.

Mempunyai alur atau plot.

D. Langkah-Langkah Menulis Paragraf Narasi


1.

Tentukan pokok permasalahan (tema) yang akan dijadikan inti cerita.

2.

Tentukanlah pelaku atau tokohnya.

3.

Susun alur/bagian-bagian cerita secara urut.

4.

Rangkailah menjadi suatu cerita yang padu berdasarkan urutan tempat, ruang, dan waktu.

5.

Susunlah kerangka karangan.

6.

Kembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh.

E. Pengertian Wacana Narasi


Wacana Narasi adalah salah satu jenis wacana yang menceritakan / mengisahkan sesuatu
peristiwa secara berurutan berdasarkan urutan kejadiannya. Dengan demikian wacana jenis
ini tidak bermaksud untuk mempengaruhi seseorang melainkan hanya menceritakan sesuatu
kejadian yang telah disaksikan, dialamin dan didengar oleh pengarang (penulisnya). Narasi
dapat bersifat fakta atau fiksi (cerita rekaan). Narasi yang bersifat fakta, antara lain biografi
dan autobiografi, sedangkan yang berupa fiksi diantaranya cerpen dan novel.
Contoh Wacana Narasi
Kegiatan disekolahku demikian padatnya. Setiap hari, aku masuk pukul 07.00. Agar
tidak terlambat, aku selalu bangun pukul 04.30. Setelah mandi, akupun shalat subuh.
Kemudian, aku segera mengenakan seragam sekolah. Tak lupa aku lihat-lihat lagi buku yang
harus aku bawa. Yah, sekedar mengecek apakah buku-buku yang aku bawa sudah sesuai
dengan jadwal pelajaran hari itu. Selanjutnya, aku makan pagi. Lalu, kira-kira pukul 06.00,
aku berangkat ke sekolah. Seperti biasanya, aku ke sekolah naik angkutan umum. Jarak
78

rumah dengan sekolahku tidak jauh, sekitar enam kilometer. Aku memang membiasakan
berangkat pagi-pagi. Maklum, angkutan kota sering berhenti lama untuk mencari penumpang.
Jika aku berangkat agak siang, wah, bisa terlambat sampai di sekolah.
Di sekolah, aku belajar selama kurang lebih enam jam. Jam pelajaran berakhir pukul
12.45. Itu untuk hari-hari biasa. Hari Rabu, aku pulang pukul 14.30, karena mengikuti
kegiatan ekstrakulikuler dulu. Khusus hari Jumat, aku bisa pulang lebih awal, yaitu pukul
11.00.
Paragraf narasi diatas berisi sebuah fakta. Apbila dicermati, paragraf tersebut berisi
urutan peristiwa berikut : bangun pukul 04.30, mandi, shalat subuh, berpakaian, mengecek
buku, makan pagi, berangkat sekolah, belajar di sekolah, pulang sekolah. Rangkaian
peristiwa tersebut dialami oleh tokoh aku. Aku mengalami konflik dengan dirinya sendiri,
yaitu kebiasaannya setiap hari.

79

LEMBAR KERJA SISWA


Tugas Individu!
1. Kerjakan tugas ini secara individual!
2. Pilihlah salah satu foto kenanganmu yang di dalamnya memuat cerita atau kisah!
3. Tulislah kisah yang menceritakan peristiwa yang terjadi di balik fotomu itu dalam
satu paragraf saja!
4. Presentasikanlah hasil kerja kalian!
Tugas Kelompok!
1. Berbagilah menjadi empat kelompok!
2. Tiap kelompok menulis satu wacana narasi yang memuat: satu paragraf pembuka,
satu paragraf isi, dan satu paragraf penutup yang semuanya menceritakan sesuatu
sesuai dengan gambar berseri yang dibagikan!
3. Tiap kelompok kerjakan tugas berikut!
Kelompok I :
Buatlah cerita berdasarkan gambar berikut!

Kelompok II :
Tulislah Laporan Perjalanan!

Kelompok III :
Amati peristiwa di gambar berikut, tulislah berita yang berkaitan dengan gambar
berikut!

Kelompok IV
Buatlah cerita rakyat sesuai dengan gambar berikut!

4. Suntinglah wacana narasi yang kalian tulis dengan menggunakan kriteria panduan
di buku hal 86!

80

KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA


Indikator Soal
1. a. Pilihlah salah
satu foto
kenanganmu
yang di dalamnya
memuat cerita
atau kisah
b. Tulislah kisah
yang
menceritakan
peristiwa yang
terjadi di balik
fotomu itu dalam
satu paragraf
saja!

2. Tiap kelompok
menulis satu
wacana narasi
yang memuat:
satu paragraf
pembuka, satu
paragraf isi, dan
satu paragraf
penutup yang
semuanya
menceritakan
sesuatu sesuai
dengan gambar
berseri yang
dibagikan!

Kunci Jawaban
Sesuai jawaban siswa!
Cerita di balik foto kenangan:

Masa-masa SMP memanglah masa yang singkat, namun


dibalik itu banyak sekali kenangan yang tersimpan
didalamnya. Mulai dari kenangan manis, sedih, tertekan,
sampai pahit pun ada disana, mulai dari kisah seru-seruan
bareng teman sampai kisah bareng-bareng dihukum oleh guru,
bahkan kisah kasih disekolah pun ada semua tersimpan rapih
dalam kenangan. Disini aku punya 3 orang sahabat laki laki
dan seorang sahabat perempuan, kami sangat dekat bahkan
setiap harinya hampir mustahil kami tidak saling mencari jika
tidak melihat salah satu diantara kami, kedekatan kami boleh
dikatakan sangat dekat. Foto ini diambil saat kami duduk di
kelas tiga SMP waktu istirahat kami memang sering berfotofoto untuk dijadikan kenangan. Karena saat itu kami akan
segera lulus.
Sesuai jawaban siswa!
Kelompok I :

Termangu aku melihatnya, hijau dimana-mana pohon


rindang yang memberi kesejukan dan kesegaran, kicau burung
kepondang, jeritan si Elang Jawa menambah kesan yang
semakin menawan. Tapi ketika aku ke sini setelah tujuh tahun
yang lalu. Sekarang hanya tanah gersang dan pepohonan
kurus kering yang menjadi pemandangan. Setiap aku
berkunjung ke rumah nenek akhir-akhir ini, hawa panas, tanah
yang rengkah, yang aku rasakan karena musim kemarau yang
lama.
Nenek bercerita hal ini sudah berlangsung hampir lima
tahun, dulu kampung ini sejuk dan hijau. Tetapi kemudian
berubah, karena banyak para penduduk yang menebang pohon
di hutan kampung kayunya diambil, kemudian dijual. Karena
banyaknya akhirnya jadi seperti ini, hutan menjadi tandus,
sungai mengering dan menjadi malapetaka kampung menjadi
gersang. Dimana-mana hanya terlihat hamparan tanah tandus
dan kering kerontang.

81

Skor

Sangat ironis sekali, ketika musim hujan datang terjadi


banjir dimana-mana, tetapi ketika musim kemarau datang
sumber air menjadi kering. Semua akibat penebangan pohon
secara sembarangan. Hutan sekarang menjadi gundul tidak
ada vegetasi di atasnya, terbentuklah lahan kristis.
Kelompok II :

Pada suatu hari, tepatnya pukul 08.30 pagi, aku dan


keluargaku berlibur ke Pantai. Sebelum kami berangkat ke
pantai, Ibu mempersiapkan makanan dan minuman untuk
kami nikmati di sana. Sedangkan Ayahku mempersiapkan
kendaraan yang akan kami pakai. Setelah semuanya siap,
kami langsung berangkat menuju pantai.
Selama di perjalanan, aku sangat kagum dengan keindahan
alamnya. Jalannya yang berkelok-kelok seperti gelombang,
sawahnya yang berjejer dengan rapih, dan suasana
pegunungan yang sangat indah. Ternyata begitu besar Karunia
yang telah Allah berikan untuk kita semua.
Sesampainya di pantai, kami langsung mencari tempat
yang teduhdi bawah pohon kelapa. Kebetulan hari itu
cuacanya cukup panas jadi kami harus mencari tempat yang
nyaman untuk beristirahat. Setelah mendapatkan tempat yang
cocok, kami menikmati makanan dan minuman yang telah
kami persiapkan dari rumah sambil menikmati keindahan
pemandangan di pantai. Aku dan adikku juga bermain pasirpasiran di sana. Liburan kali ini memberikan kenangan
tersendiri bagiku.
Kelompok III :

Pada suatu hari, ada seorang anak sekolah sedang berada


di seberang jalan. Tampaknya dia baru pulang dari sekolah.
Dia sedang menunggu untuk menyebrang, akan tetapi saat itu
siang hari waktu orang-orang maupun sekolah pulang.
Otomatis jalan raya ramai sekali.
Anak sekolah itu hendak menyebrang, tapi ia urungkan
niatnya. Karena jalanan saat itu tak kunjung sepi, malah
semakin ramai. Ia mencoba sabar dan menunggu hingga
jalanan sepi agar dia bisa menyebrang. Karena tempat ia
menyebrang tidak ada lampu lalu lintansya. Sehingga
kendaraan lalu lalang tanpa henti.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya jalanan mulai
sepi. Sangking senangnya anak itu langsung menyebrang.

82

Tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia menyebrang dengan


berjalan santai. Hingga akhirnya, dari arah yang berlawanan
sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Anak sekolah
itu sangat kaget. Belum sempat ia berlari mobil itu sudah
menghantam tubunya. Ia mengalami kecelakaan parah. Para
warga di sekitar tempat itu sangat panik dan menolog anak
tersebut serta memanggilkan ambulan untuknya. Akhirnya dia
di bawa ke rumah sakit dengan ambulan. Oleh sebab itulah,
jika ingin menyebrang berhati-hatilah agar tidak terjadi
kecelakaan seperti anak tersebut.
Kelompok IV:

Pada zaman dahulu kala, terdengarlah kisah dari salah satu


putri di jawa berat bernama Dayang Sumbi mmempunyai
anak bernama sangkuriang,pada suatu hari sangkuriang pergi
berburu di temani oleh seekor anjing bernama Tumang,tetapi
Sangkuriang tidak tahu bahwa anjing itu adalah titisan dewa
dan juga sekaligus Bapaknya. Pada suatu hari setelah pulang
dari berburu, Sangkuriang memberikan hati didapatkanya dari
berburu kepada Ibunya untuk di masak. Saat memakanya
Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan menanyakannya
pada Sangkuriang, Sangkuriang menjawab dengan wajah
ketakutan "Tumang mati". Dayang Sumbi marah bukan dan
memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi dan
mengusirnya dari rumah.
Setelah kejadian itu Dayang Sumbi sangat menyesalinya,
ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa hinga suatu hari
sang dewata meberikan anugerah kepada Dayang Sumbi yaitu
berupa kecantikan abadi dan tidak pernah tua. Setelah di usir
Ibunya Sangkuriang berkelana ke berbagai tempat, akhirnya
Sangkuriang kembali lagi ketempat Dayang Sumbi kemudian
kedua orang tersebut pun bertemu. Sangkuriang akhirnya
jatuh hati kepada Dayang Sumbi, Sangkuriang pun melamar
Dayang Sumbi dan Dayang Sumbi menerimanya. Pada saat
sedang berduan Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala
Sangkuriang dan ingat bahwa saat itu ia sedang bersama
anaknya. Dayang Sumbi kaget dan memberi tahu sangkuriang
bahwa dia adalah Ibunya namun sangkuriang tidak percaya
dan tetap berniat menikahinya.
Dayang Sumbi mengajukan permintaan dia minta di
buatkan perahu layar dalam sehari tidak buloh lebih,
Sangkuriang menyanggupinya dan Sangkuriang membendung
sungai Citarum untuk tempat perahunya dalam pembuatanya
Sangkuriang mendapatkan bantuan dari jin hasil taklukanya
dalam perantauanya, karena bantuan dari jin perahu itupun
hampir selesai Dayang Sumbi memohon kepada Dewa.
Dayang Sumbi membuat ayam jago berkokok lebih awal, dan
83

3. Suntinglah
wacana narasi
yang kalian tulis
dengan
menggunakan
kriteria panduan
di buku hal 86!

akhirnya berhasil jin yang membantu sangkuriang lari


ketakutan dan meninggalkan sangkuriang sendirian. Karena
kesal perahu itu di tendangnya dan terjatuh diatas gunung dan
menyatu dengan gunung dan bernama Gunung Tangupan
Perahu, Sangkuriang akhirnya meninggal karena terjatuh
kedalam sungai Citarum.
Sesuai dengan jawaban siswa!
Contoh wacana narasi :
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama
sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku
dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk
mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur
ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan
menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan.
Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu
riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut.
Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan
senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi
favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak
kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke
mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan.
Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena
kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku
saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah
ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana.
Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali
pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai.
Dalam benakku, aku kan kembali esok.
Kriteria Panduan Menyunting :
No
1

4
5

Aspek Penilaian
Ketepatan jenis
wacana

Organisasi wacana

Keterpaduan
wacana

Kesalahan struktur
kalimat
Ketepatan penulisan
ejaan dan tanda baca

84

Deskripsi
Apakah berupa wacana
deskriptif, yaitu wacana yang
bertujuan menceritakan suatu
peristiwa?
Apakah wacana memuat satu
paragraf pendahuluan?
Apakah wacana memuat
beberapa paragraf isi? Apakah
wacana dilengkapi dengan satu
paragraf penutup? Yang
semuanya menceritakan
sesuatu?
Apakah antara paragraf satu
dengan paragraf berikutnya
berkaitan dan ditandai oleh
urutan kronologis (waktu atau
peristiwa)?
Apakah tidak ada kesalahan
struktur kalimat?
Apakah tidak ada kesalahan
dalam penulisan ejaan dan
tanda baca?

Ya

Tidak

85

86

LAMPIRAN MEDIA

87

JURNAL PEMBELAJARAN KELAS SEMESTER GASAL


TAHUN PELAJARAN 2016-2017

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas

: X-2

No.
1
2
3
4

Hari/Tanggal
Jumat, 23 September 2016
Jumat, 07 Oktober 2016
Rabu, 12 Oktober 2016
Jumat, 14 Oktober 2016

Jam
Jam ke V-VI (09.55 - 11.15)
Jam ke V-VI (09.55 - 11.15)
Jam ke VII-VIII (12.15 - 13.35)

Jam ke V-VI (09.55 - 11.15)

Materi Pelajaran
Menulis Paragraf Deskriptif
Menulis Wacana Deskriptif
Menulis Paragaraf Naratif
Menulis Wacana Naratif
Batu, 10 Oktober 2016

Menyetujui,
Guru Pembimbing Magang,

Guru Magang III,

Dra. Maftuhah Amini


NIP. 19680412 200801 2 025

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

88

DAFTAR HADIR SISWA SMA ISLAM BATU


KELAS X-2
No

Nama

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

AHMAD ALDI GUNAWAN


ANSAR ALFARIH HAFIF
ARDIMAS YOVI SAPUTRA
AYU SADIYA FITRIANTI
DEVI YURIKE
DIMAS ARYA RESTU
DINA AYU KURNIAWATI
DINDA PANCA INDRAWATI
DWI AJENG ANGGRAENI
KHOLID MARWADI A
MARIO RISKY R
MUHAMMAD NABIL RAMADHAN
MUHAMMAD NURIL YASIN
NANANG DWI ANDIKA
RAHMAT DANI ARYA
RISKI MANILA
M. ROSULI
SILVIA NATALIA
SISKA DEWI LESTARI
SRI WULAN LARASATI
SURIANTI
YOGA PUTRA PRATAMA
YUDHA PRASETYO
YULIANTI RAHAYU

Jumat
23/09/16
5
6

Rabu
28/09/16

Persiapan

U
T
S

Jumat
07/10/16
5
6

A
A

S
S

S
S

A
A
S
S

Rabu
12/10/16
7
8

A
A
A
A

I
I

A
A

Jumat
14/10/16
5
6

A
A
A
A

A
A
A
A

A
A

A
A

Batu, 10 Oktober 2016


Guru Magang III,

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

89

AKUMULASI NILAI PEMBELAJARAN SISWA KELAS X MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA


Kelas X-2

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Nama
AHMAD ALDI GUNAWAN
ANSAR ALFARIH HAFIF
ARDIMAS YOVI SAPUTRA
AYU SADIYA FITRIANTI
DEVI YURIKE
DIMAS ARYA RESTU
DINA AYU KURNIAWATI
DINDA PANCA INDRAWATI
DWI AJENG ANGGRAENI
KHOLID MARWADI A
MARIO RISKY R
MUHAMMAD NABIL RAMADHAN
MUHAMMAD NURIL YASIN
NANANG DWI ANDIKA
RAHMAT DANI ARYA
RISKI MANILA
M. ROSULI
SILVIA NATALIA
SISKA DEWI LESTARI
SRI WULAN LARASATI
SURIANTI
YOGA PUTRA PRATAMA
YUDHA PRASETYO
YULIANTI RAHAYU

Kompetensi Dasar
4.1
4.2
75
63*
75
86
88
80
86
88
83
75
75
81
80
75
80
75
60*
88
75
80
84
75
79
83

76
63*
80
85
75
79
80
75
85
83
77
79
79
77
77
80
60*
75
83
84
85
77
79
81

Keterangan
4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan
pola urutan waktu dan tempat dalam
bentuk paragraf naratif
4.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk
paragraf deskriptif

Catatan:
Tanda (*) remidi

Menyetujui
Guru Pembimbing Magang,

Guru Magang III,

Dra. Maftuhah Amini


NIP. 19680412 200801 2 025

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

90

PERANGKAT PEMBELAJARAN

91

SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
4.1 Menulis
Paragraf naratif
Bersahabat/
gagasan
komunikatif
Contoh paragraph
dengan
naratif
Tanggung
menggunakan Pola
jawab
pola urutan
pengembangan
waktu dan
paragraf naratif
tempat dalam
(urutan waktu,
bentuk paragraf
tempat)
naratif
Ciri/ karakteristik
paragraf naratif
Kerangka
paragraph naratif
penggunaan kata
ulang dalam
paragraf naratif
Kompetensi
Dasar

4.2 Menulis hasil

Materi
Pembelajaran

Paragraf deskriptif

Bersahabat/

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kepemimpinan

Memilih paragraf
naratif.
Mengidentifikasi
struktur paragraf
naratif
Menulis paragraf
naratif
Menggunakan
kata ulang dalam
paragraf naratif
Menyunting
paragraf naratif
yang ditulis
teman
Mendiskusikan
paragraf naratif

Mendaftar topik-topik
yang dapat
dikembangkan menjadi
paragraf naratif
Menyusun kerangka
paragraf naratif
berdasarkan kronologi
waktu dan peristiwa
Mengembangkan
kerangka yang telah
dibuat menjadi
paragraf naratif
Menyunting paragraf
naratif yang ditulis
teman berdasarkan
kronologi, waktu,
peristiwa, dan EYD
Menggunakan kata
ulang dalam paragraf
naratif

Jenis Tagihan:
Tugas Individu
Praktik
ulangan

Membaca

Mendaftar topik- topik

Jenis Tagihan:

Kepemimpinan

92

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Argumentasi
dan Narasi
oleh Gorys
Keraf

Eksposisi

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Kompetensi
Dasar
observasi
dalam bentuk
paragraf
deskriptif

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
komunikatif
Contoh paragraph
deskriptif
Tanggung
jawab
Pola
pengembangan
paragraf deskripsi
Ciri/ karakteristik
paragraf deskriptif
Kerangka
paragraph
deskriptif
Contoh
penggunaan frase
ajektif dalam
paragraf deskriptif
Materi
Pembelajaran

4.3 Menulis
Contoh paragraf
Bersahabat/
gagasan
ekspositif
komunikatif
secara logis
Pola
Tanggung
dan sistematis
pengembangan
jawab
dalam bentuk
paragraph
ragam paragraf
ekspositif
ekspositif
Contoh
penggunaan kata
berimbuhan dalam
paragraph
ekspositif

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran
paragraf deskripsi
Mengidentifikasi
karakteristik
paragraf
deskriptif
Menulis paragraf
deskriptif
Menggunakan
frase ajektif
dalam paragraf
deskriptif
Menyunting
paragraph
deskriptif yang
ditulis teman
Mendiskusikan
paragraph
deskriptif

Kepemimpinan

Membaca
paragraf
ekspositif
Mengidentifikasi
karekteristik
paragraf
ekspositif
Menulis paragraf
ekspositif
Mengidentifikasi
kata berimbuhan
dalam paragraph
ekspositif
Menyunting

93

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

yang dapat
dikembangkan menjadi
paragraf deskriptif
berdasarkan hasil
pengamatan
Menyusun kerangka
paragraf deskriptif
Mengembangkan
kerangka yang telah
disusun menjadi
paragraf deskriptif
Menggunakan frase
ajektif dalam paragraf
deskriptif
Menyunting paragraph
deskriptif yang ditulis
teman

Tugas Individu
Praktik
ulangan

Mendaftar topik- topik


yang dapat
dikembangkan menjadi
paragraf ekspositif
Menyusun kerangka
paragraf ekspositif
Mengembangkan
kerangka yang telah
disusun menjadi
paragraf ekspositif
Mengidentifikasi kata
berimbuhan dalam
paragraph ekspositif
Menyunting paragraph

Jenis Tagihan:
Tugas Individu
Praktik
ulangan

Alokasi
Waktu

dan
Deskripsi
oleh Gorys
keraf
Buku yang
terkait
dengan
deskripsi

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Sumber
Belajar

Eksposisi
dan
Deskripsi
oleh Gorys
keraf
Buku yang
terkait
dengan
deskripsi

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

paragraph
ekspositif yang
ditulis teman
Mendiskusikan
paragraph
eksposistif

ekspositif yang ditulis


teman

94

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

SILABUS PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Mendengarkan
5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung.

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

5.1 Mengidentifikasi
unsur-unsur
bentuk suatu
puisi yang
disampaikan
secara
langsung
ataupun melalui
rekaman
5.2 Mengungkapkan
isi suatu
puisi yang
disampaikan
secara
langsung
ataupun melalui
rekaman

Rekaman puisi
majas,
irama
kata-kata
konotasi
Kata-kata
bermakna
lambang

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
Bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab

Rekaman puisi Bersahabat/


yang
komunikatif
berjenis tertentu Tanggung
atau
jawab
yang dibacakan
Jenis puisi
Isi puisi
Tema
Maksud puisi

Kewirausahaan/
Ekonomi Kreatif
Kepemimpinan

Kepemimpinan

Kegiatan
Pembelajaran

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

Mendengarkan puisi Mengidentifikasi


(majas,rima, kata-kata
Mendiskusikan
berkonotasi dan
unsur-unsur bentuk
bermakna lambang)
puisi tersebut

Menanggapi unsur Melaporkan hasil


unsur puisi yang
diskusi
ditemukan

Jenis Tagihan:
tugas kelompok
laporan
ulangan

Mendengarkan puisi Menyebutkan tema


puisi yang didengar
Mengidentifikasi
jenis puisi
Menyebutkan jenis
puisi yang didengar
Mendiskusikan isi
(balada,elegi, roman,
puisi
ode, himne,satire, dll.)
Melaporkan hasil
Menjelaskan maksud
diskusi
puisi
Mengungkapkan isi
puisi dengan kata-kata
sendiri

Jenis Tagihan:
tugas kelompok
laporan
ulangan

95

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Rekaman
puisi/ tape
Puisi yang
dibacakan

Rekaman
puisi/ tape
Puisi yang
dibacakan

Bentuk Tagihan:
uraian bebas
pilihan ganda

Bentuk Tagihan:
uraian bebas
pilihan ganda

SILABUS PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Islam Batu


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
:X
Semester
:1
Standar Kompetensi
: Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi.

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa
Bersahabat/
komunikatif
Tanggung
jawab

8.1 Menulis puisi


lama dengan
memperhatikan
bait, irama, dan
rima

Contoh puisi
lama (pantun,
syair)
Bait
Irama
Rima
Perbedaan
pantun
dengan syair

8.2 Menulis puisi


baru dengan
memperhatikan
bait, irama, dan
rima

Contoh puisi
Bersahabat/
baru
komunikatif
Cirri-ciri puisi Tanggung
baru
jawab
Bait
Rima
irama

Kewirausahaan/
Kegiatan Pembelajaran
Ekonomi Kreatif

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Kepemimpinan Membaca puisi lama


(pantun,syair)
Mengidentifikasi puisi
lama (pantun, syair)
berdasarkan bait,
irama, dan rima
Menulis pantun/ syair
dengan
memperhatikan bait,
irama,dan rima
Menyunting puisi
lama (pantun/ syair)
yang dibuat teman

Mengidentifikasi puisi
lama (pantun, syair)
berdasarkan bait,
irama, dan rima
Membedakan bentuk
pantun dan syair
Menulis pantun/ syair
dengan memperhatikan
bait, irama, dan rima
Menyunting puisi lama
(pantun/syair) yang
dibuat teman

Jenis Tagihan:
tugas Individu
laporan

Kepemimpinan Membaca puisi baru


Mengidentifikasi puisi
baru berdasarkan bait,
Mengidentifikasi puisi
irama, dan rima
baru berdasarkan bait,
irama, dan rima
Menulis puisi baru
dengan memperhatikan
Menulis puisi baru
bait, irama, dan rima
dengan
memperhatikan bait,
Menyunting puisi baru
irama, dan rima
yang dibuat teman

Jenis Tagihan:
tugas Individu
laporan

96

Penilaian

Alokasi
Waktu
4

Buku
kumpulan
puisi lama
Internet/
media
massa

Buku
kumpulan
puisi lama
Internet/
media
massa

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Bentuk Tagihan:
uraian bebas

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi
Pembelajaran

Nilai Budaya
Dan Karakter
Bangsa

Kewirausahaan/
Kegiatan Pembelajaran
Ekonomi Kreatif

Indikator Pencapaian
Kompetensi

Penilaian

Menyunting puisi baru


yang dibuat teman

Mengetahui,
Kepala Sekolah SMA Islam Batu

Guru Magang III

Drs. H. Robby Harmono


NIP. 19600603 199203 1 008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

97

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

KISI KISI SOAL


ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL
TAHUN PELAJARAN 2016 2017
Nama Sekolah : SMA Islam Batu
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas
: X-2
No.

1.

2.

3.

4.

Alokasi Waktu : 60 menit


Jumlah Soal
: 10 soal
Penyusun
: Qorri Aina

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendengarkan
5. Memahami puisi
yang disampaikan
secara langsung/ tidak
langsung.

5.1 Mengidentifikasi
unsur-unsur bentuk
suatu puisi yang
disampaikan secara
langsung ataupun
melalui rekaman.

Menulis
4. Mengungkapkan
informasi dalam
berbagai bentuk
paragraf (naratif,
deskriptif, ekspositif).

4.2 Menulis hasil


observasi dalam
bentuk paragraf
deskriptif.

Menulis
4. Mengungkapkan
informasi dalam
berbagai bentuk
paragraf (naratif,
deskriptif, ekspositif).

4.1 Menulis gagasan


dengan menggunakan
pola urutan waktu dan
tempat dalam bentuk
paragraf naratif.

Mendengarkan
5. Memahami puisi
yang disampaikan

5.1 Mengidentifikasi
unsur-unsur bentuk
suatu puisi yang

Materi
Unsur-Unsur
Bentuk Puisi :
Rima
Pencitraan
Diksi
Majas
Persajakan dll
Menulis paragraf
deskriptif.

Menulis paragraf
naratif.

Unsur-Unsur
Bentuk Puisi :
Rima

Kelas/
Semester

X/1

X/1

X/1

X/1

98

Indikator Soal

Disajikan kutipan puisi,


diharapkan siswa mampu :
Mengidentifikasi suasana
dalam kutipan puisi yang
disajikan.

Disajikan kutipan paragraf


deskriptif, diharapkan
siswa mampu :
Menentukan jenis paragraf
yang disajikan.

Disajikan kutipan paragraf


naratif, diharapkan siswa
mampu :
Mengidentifikasi urutan
pola waktu dari paragraf
yang disajikan.

Disajikan kutipan puisi,


diharapkan siswa mampu :
Mengidentifikasi tema

Jenis
Soal

No.
Soal

Aspek

Tingkat
Kesukaran

Pilihan
Ganda

C4

Sedang

Pilihan
Ganda

C4

Sedang

Pilihan
Ganda

C4

Mudah

Pilihan
Ganda

C4

Sedang

secara langsung/ tidak


langsung.

5.

6.

7.

8.

Mendengarkan
5. Memahami puisi
yang disampaikan
secara langsung/ tidak
langsung.

disampaikan secara
langsung ataupun
melalui rekaman.

Pencitraan
Diksi
Majas
Persajakan dll

5.1 Mengidentifikasi
unsur-unsur bentuk
suatu puisi yang
disampaikan secara
langsung ataupun
melalui rekaman.

Unsur-Unsur
Bentuk Puisi :
Rima
Pencitraan
Diksi
Majas
Persajakan dll

Mendengarkan
5. Memahami puisi
yang disampaikan
secara langsung/ tidak
langsung.

5.1 Mengidentifikasi
unsur-unsur bentuk
suatu puisi yang
disampaikan secara
langsung ataupun
melalui rekaman.

Menulis
4. Mengungkapkan
informasi dalam
berbagai bentuk
paragraf (naratif,
deskriptif, ekspositif).

4.1 Menulis gagasan


dengan menggunakan
pola urutan waktu dan
tempat dalam bentuk
paragraf naratif.

Menulis
4. Mengungkapkan
informasi dalam
berbagai bentuk
paragraf (naratif,
deskriptif, ekspositif).

4.2 Menulis hasil


observasi dalam
bentuk paragraf
deskriptif.

Unsur-Unsur
Bentuk Puisi :
Rima
Pencitraan
Diksi
Majas
Persajakan dll

Menulis
naratif.

paragraf

Menulis paragraf
deskriptif.

dalam kutipan puisi yang


disajikan.

X/1

Disajikan kutipan puisi,


diharapkan siswa mampu :
Mengidentifikasi amanat
dalam kutipan puisi yang
disajikan.

Pilihan
Ganda

X/1

Disajikan kutipan puisi,


diharapkan siswa mampu :
Mengidentifikasi unsur
bentuk puisi dalam kutipan
puisi yang disajikan.

X/1

X/1

99

C4

Sedang

Pilihan
Ganda

C4

Sulit

Disajikan kutipan paragraf


naratif, diharapkan siswa
mampu :
Menentukan jenis paragraf
yang disajikan.

Pilihan
Ganda

C4

Mudah

Disajikan kutipan paragraf


deskriptif, diharapkan
siswa mampu :
Menentukan jenis paragraf
yang disajikan.

Pilihan
Ganda

C4

Sedang

9.

10.

Menulis
8. Mengungkapkan
pikiran, dan perasaan
melalui kegiatan
menulis puisi.

Menulis
8. Mengungkapkan
pikiran, dan perasaan
melalui kegiatan
menulis puisi.

8.2 Menulis puisi baru


dengan
memperhatikan bait,
irama, dan rima.

8.2 Menulis puisi baru


dengan
memperhatikan bait,
irama, dan rima.

Menulis puisi baru.

Menulis puisi baru.

X/1

X/1

Disajikan kutipan puisi


yang rumpang, diharapkan
siswa mampu :
Memilih diksi untuk bagian
puisi yang rumpang dari
kutipan puisi yang
disajikan.
Disajikan kutipan puisi
yang rumpang, diharapkan
siswa mampu :
Memilih kata bermajas
untuk bagian puisi yang
rumpang dari kutipan puisi
yang disajikan.

Pilihan
Ganda

C4

Sulit

Pilihan
Ganda

10

C4

Sulit

Batu, 15 Oktober 2016


Mengetahui,
Kepala SMA Islam Batu,

Guru Magang III,

Drs. H. Robby Harmono


NIP.19600603 199203 1 008

Qorri Aina
NIM. 201310080311073

100

SOAL ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL


TAHUN PELAJARAN 2016-2017
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Alokasi Waktu : 60 menit

Kelas

Jumlah Soal

: X-2

: 10 soal

PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!


1. Bacalah kutipan puisi puisi berikut dengan saksama!
Hujan Bulan Juni
Sapardi Joko Damono
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan

Diserap akar pohon bunga itu

Suasana dalam puisi di atas adalah . . . .


A.
B.
C.
D.
E.

bimbang
rindu
takut
kecewa
bahagia

101

2. Bacalah kutipan paragraf berikut ini dengan saksama!


Kamar itu kecil saja, pas betul sepanjang tempat tidur itu. Dan setentang
bantal ada sebuah meja. Juga kecil, kakiknya terbikin dari kayu yang
kelihatan masih muda dan keempat kaki itu dihubungkan satu sama lain
dengan pijakan yang terbikin dari bambu. Meja itu mempunyai taplak
tetapi begitu kecil sehingga tidak seluruh oermukaan meja itu tertutupi. Di
bagian yang terbuka, kayunya menyeringai berwarna kotor oleh bencah
yang mengering. Di atas taplak yang juga kotor, ada pot bunga yang
kembangnya sudah layu. Benang sarinya merunduk dan bertebaran di
seputarnya. Kelopak yang paling bawah hampir mencapai taplak . . . .

Paragraf di atas merupakan jenis paragraf . . . .


A. narasi
B. eksposisi
C. deskripsi subjektif

D. deskripsi
E. deskripsi objektif

3. Bacalah kutipan paragraf berikut ini dengan saksama!


Selama perjalanan dari kota Brussel menuju Pairi Daiza, saya
melewati perkampungan desa, hutan, hamparan tanah pertanian diselimuti
salju. Sungguh indah nan menawan. Perjalanan itu ditempuh selama 1 jam
45 menit dengan kendaraan pribadi. Matahari cerah menyambut hangat
kedatangan saya di Pura Agung Santi Bhuwana. Bersyukur tidak ada
rintangan dalam perjalanan walaupun jalanan licin menghantui perasaan
berjam-jam.
Di sebelah kiri area pura berdiri menjulang the Flower temple,
bangunan ini bermakna simbolik tentang bunga dan air menjadi sumber
kehidupan. Dari ketinggian ini saya melihat panorama utuh keindahan
pura berselimut salju. Wah, sangat menakjubkan!
Dikutip dengan pengubahan dari
Travel.kompas.com

Paragraf narasi di atas diceritakan menggunakan urutan waktu . . . .


A. waktu
B. suasana
C. tempat

D. tokoh
E. masalah

Puisi untuk soal nomor 4 dan 5.


Kerendahan Hati
Taufik Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

102

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,


Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya.
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan
tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu.
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

4. Tema puisi di atas adalah . . . .


A. perjuangan hidup
B. kepasrahan pada nasib
C. ketaatan pada tuhan
D. kekuatan mimpi
E. keyakinan pada Tuhan
5. Amanat yang tidak terdapat pada puisi di atas adalah . . . .
A. Tekun, menjadi diri sendiri, dan tidak rendah diri.
B. Bermanfaat dan tidak merugikan orang-orang di sekitar.
C. Berjuang sesuai kemampuan diri sendiri untuk meraih cita-cita.
D. Taat menjalankan perintah dan menjahui larangan Tuhan.
E. Tidak memaksakan dan menuntut diri untuk bisa menjadi sperti orang lain.
6. Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan saksama!
...
dan kakekkakek
bangun
menemukan diri
tertawa
terkekehkekeh
...
(Kakekkakek & Bocahbocah, Sutardji Calzoum Bachri)

Kutipan puisi di atas menunjukkan bahwa penyair sangat mementingkan keindahan puisi
melalui unsur puisi yang berupa . . . .
A. diksi
B. rima
C. gaya bahasa

D. pengimajian
E. tipografi

103

7. Bacalah contoh paragraf berikut dengan saksama!


Sudah lama akau tidak melukis. Bukan hanya beberapa bulan,
tetapi sudah bertahun lamanya. Ya, sudah bertahun-tahun
hingga sekarang sejak aku mengoleskan cat terakhir di atas
kain. Selama tahun ini hilang dayaku melukis. Mula-mula
keengganan itu kukira hanya lantaran keletihan atau hanyalah
hal-hal yang biasa terjadi. Pun sebelumna aku pernah setahun
genap tak melukis apapun, tetapi setelah setahun aku pun
melukis kembali dantahun berikutnya adalah merupakan
tahun paling subur dalam hidupku sebagai seorang pelukis.
(Sebuah Lukisan Telah Terjual, Ajip Rosidi )

Jenis karangan di atas adalah . . . .


A. deskripsi
B. narasi
C. eksposisi

D. argumentasi
E. persuasi

8. Bacalah kutipan paragraf berikut dengan saksama!


Pekarangan rumah itu sangat luas,tapi nampak tak begitu
terurus. Ada tanaman kembang api liar seolah-olah tak
terpelihara. Dari jalan raya hingga ke tangganya yang sudah
gompal-gompal, ada sebuah jalanan kecil yang barangkali
dulunya diapit oleh taman bunga. Di jalanan itu sendiri sudah
bertumbuhan rumput teki, dari sela-sela batu yang menjadi
alas jalanan.
(Rumah Tua, Ajip Rosidi)

9. Cermatilah puisi berikut!


Kehidupan
Dialah sang sutradara
Dan kita semua para . . .
Maka persoalan yang utama
Bagaimana memainkan peran kita
Karena kita tak bisa memilih
Mari bermain dalam bimbingan-Nya

Diksi yang tepat untuk melengkapi larik kedua pada puisi di atas adalah . . . .
A. penontonnya
B. aktornya
C. artisnya

D. oratornya
E. penerusnya

104

10. Cermatilah puisi berikut ini!


Bunga yang indah
...
Akan sia-sia belaka
Di vas yang salah

Bungaku tak pernah layu


Merekah sepanjang waktu
Malah selalu

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi di atas adalah . . . .


A.
B.
C.
D.
E.

kumbang hinggap disana


memiliki duri menusuk
merebak aroma
tumbuh di halaman
berwarna-warna indah

105

PEDOMAN PENSKORAN
ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL
No.

Kunci Jawaban Ulangan Harian Kelas X-2

Skor

Jawaban (B) rindu

10

Jawaban (E) deskripsi objektif

Jawaban (B) suasana

Jawaban (A) perjuangan hidup

15

Jawaban (D) Taat menjalankan perintah dan menjahui larangan Tuhan.

10

Jawaban (B) rima

15

Jawaban (B) narasi

Jawaban (B) deskriptif subjektif

Jawaban (B) aktornya

15

10

Jawaban (C) merebak aroma

15

106

LEMBAR LAPORAN

107

108

109

110

111

LEMBAR KONSULTASI
PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Petunjuk Pengisian :
1. Lembar ini sebagai konsultasi peserta magang terhadap DPM.
2. Konsultasi penyusunan laporan magang kepada DPM minimal 2x.
3. Apabila lembar ini kurang maka bisa difotocopy.
No.

Hari / Tanggal

Hasil Konsultasi

112

LEMBAR KONSULTASI
PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Petunjuk Pengisian :
1. Lembar ini sebagai konsultasi peserta magang terhadap GPM.
2. Konsultasi penyusunan laporan magang kepada GPM minimal 2x.
3. Apabila lembar ini kurang maka bisa difotocopy.
No.
1.

Hari / Tanggal
Senin, 19 September

Hasil Konsultasi
Pembagian KD untuk mengajar

2016
2.

Rabu, 21 September

Konsultasi untuk pembuatan RPP

2016
3.

Senin, 26 September

Konsultasi untuk pembuatan RPP

2016
4.

Rabu, 28 September

Konsultasi untuk pembetulan RPP

2016
5.

Jumat, 14 Oktober 2016

Konsultasi untuk pembuatan laporan

6.

Selasa, 18 Oktober 2016

Konsultasi untuk pembetulan laporan

7.

Rabu, 19 Oktober 2016

Konsultasi untuk pembetulan laporan

113

CATATAN TEGURAN / PERINGATAN


PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Petunjuk Pengisian :
1. Lembar ini sebagai catatan teguran dan peringatan yang diisi oleh TIM Kerja Program
Magang / dosen pembimbing magang / sekolah.
2. Mengubah, merusak atau menghilangkan lembar ini dikenai sanksi pelanggaran berat.
3. Apabila lembar ini kurang maka bisa difotocopy.
No.

Hari / Tanggal

Catatan Teguran / Peringatan

114