You are on page 1of 34

“PERANCANGAN PRESS TOOL”

(Produk Plat Penggantung Papan Tulis)

OLEH :
MUHAMMAD ARSYAD SUYUTI, S.T., M.T.

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI

3

A. TEORI DASAR

4

1. Pendahuluan

4

2. Komponen –Komponen Press tool

4

3. Prinsip Proses Pemotongan

7

4. Progressive Tool

8

B. PERENCANAAN PRODUK

9

1. Dimensi Produk
9
2. Perhitungan Panjang dan Lebar Trim Stop

10

3. Perhitungan Panjang Garis Potong

11

4.

12

Perhitungan Gaya Pemotongan

5. Perhitungan Total Gaya Punch

14

6. Gaya Stripper
14
7. Gaya Total
15
8. Usaha Potong (Cutting Work)

15

9. Daya dan Tekanan Mesin Press

16

10. Perhitungan Titik Berat
26
Menentukan Bagian – Bagian Progressive Tool

2

21

1. Perhitungan Die (Matress)

21

2. Perhitungan Plat Atas dan Plat Bawah

22

3. Perhitungan Dimensi Shank

24

4. Perhitungan Clearence Punch dan Die

25

C. KESIMPULAN

29

D. DAFTAR PUSTAKA

31

E. LAMPIRAN

32

A. TEORI DASAR
I. Pendahuluan
Press Tool adalah alat Bantu pembentukan pemotongan produk dari bahan
dasar lembaran yang operasinya menggunakan mesin press. Press tool digunakan
atas beberapa pertimbangan baik itu secara teknis maupun ekonomis antara lain :
1. Secara teknis:
 Untuk menghasilkan produk dalam jumlah banyak (missal)
 Menjamin keseragaman ukuran dan bentuk produk
 Waktu pengerjaan yang singkat
 Peningkatan kualitas hasil
2. Secara ekonomis :

Penghematan biaya proses permesinan

Penghematan biaya operator yang terlibat

Menurunkan harga produk

Produktivitas tinggi

Terdapat beberapa pengklasifikasian dari press tool yaitu :
1. Pemotongan Tunggal (Single Cutting Tool)

3

Plat Stripper 9. mengingat alat press dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan. Guide Plat Dies 6. Punch Holder 8. Pemotongan Kombinasi (Compound Tool) 4.2. 4 .1 Konstruksi Tool Keterangan : 1. Namun. Shank Post 3. Plat Ganjal 4. Plat Atas 2. Plat Bawah 5. Punch 7. Pemotongan Majemmuk (Progresive Cutting Tool) 3. Komponen –Komponen Press tool Press tool terdiri dari beberapa komponen. Secara umum konstruksi press tool dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Konstruksi Tool Gambar 3. Press Tool untuk Pembentuk (Non – Cutting Tool) II. maka komponen-komponen yang dimiliki alat press dapat berbeda sehingga komponen yang ada pada suatu alat press belum tentu ditemukan pada alat press yang lain tergantung pada kegunaannya.

b. dan dibuat dari material yang dapat dikeraskan. Die Blok Die Blok: Adalah komponen aktif yang akan membentuk benda hasil pemotongan dan berfungsi sebagai pemotong bawah (Female). c. Shearing. b. Punch Blok Punch : adalah komponen aktif yang berfungsi sebagai pemotong atas (male). c. 2. dan dibuat dari material yang dapat dikeraskan. Nest Guide (Lokator) Pena lokator : adalah penepat posisi blank / komponen yang akan dipotong (proses pierce. Stripper Stripper : adalah pelat penahan / pelepas punch dari jepitan pelat strip setelah proses pemotongan. Komponen Utama a. Die Set Die Set : Adalah dudukan untuk merakit semua komponen tool sehingga membentuk alat pemotong. dengan bibir potong yang tajam.Komponen dari press tool terdiri dari komponen utama dan komponen pendukung yaitu : 1. Komponen Pendukung a. Notching. Parting) atau ditekuk 5 . Stopper Stopper : adalah komponen pembatas langkah laju pelat strip antara operasi pemotongan pertama / awal dengan operasi pemotongan berikutnya.

III. biasanya dua atau tiga sisi pada tempat yang diinginkan. e. Prinsip Proses Pemotongan Menurut jenis operasinya. Semi Notching 3. piercing dan parting. Pegas Tekan Press Tool Pegas Tekan : Adalah komponen yang berfungsi untuk memberikan gaya tekan dan pendorong balik komponen stripper yang terkait pegas. Shaving 4.d. Blanking 5. Notching 7. 2. Notching Notching adalah proses pemotongan untuk menghilangkan pelat. proses pemotongan dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu : 1. Lanzing 2. Parting 6 . 3. hanya proses ini bertujuan mengambil hasil lubangnya. Rel Pengarah Rel Pengarah : Adalah komponen pendukung yang berfungsi sebagai pengarah samping laju pelat strip sehingga pelat dapat bergerak lurus. Berikut penjelasan mengenai proses pemotongan tersebut : 1. Parting 8. Piercing 6. Trimming Jika dikaitkan dengan operasi pembuatan plat penggantung papan tulis ini maka menggunakan proses pemotongan notching. Piercing Piercing adalah proses pemotongan yang sama dengan proses blanking.

Cara kerja dari progressive tools adalah langkah demi langkah. Dalam suatu alat dapat dibuat dengan bermacam macam proses operasi 7 . Produksi rata-rata relative tinggi dan kemungkinan dapat bekerja secara otomatis c. Proses parting biasanya dilakukuan pada langkah akhir pengerjaan produk. IV. Hal ini sangat bergantung pada bentuk dan batas proses yang dapat dilakukan pada alat tersebut. Terdapat beberapa keuntungan dan kerugian dari progressive tool yaitu : 1.dan progressive tool dapat dibuat untuk memproduksi komponen setengah jadi atau dari pelat strip menjadi komponen yang siap pakai. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan dalam tool gabungan yaitu gang tool. group tool. Untuk menggabungkan ketiga proses pemotongan diatas maka digunakan metode tool gabungan dimana dalam konsruksinya menggabungkan beberapa pemotong dalam satu konstruksi press tool. dapat berupa proses potong misalnya langkah pertama. pierching dan langkah kedua blanking atau proses potong dan bentuk (forming).dengan setiap jarak adalah sama. Progressive Tool Bila dua atau lebih langkah operasi pada suatu alat pada jalur yang sama dengan operasi yang berbeda tiap langkahnya maka alat tersebut dinamakan progressive tools.Parting adalah proses pemotongan untuk memisahkan pelat. Progressive tools pada setiap langkah penekanan pada die. keuntungan progressive tool b. Dalam pembuatan produk ini maka cara yang digunakan yaitu dengan progressive tool. dan progressive tool.

Dimensi Produk a. Kerugian/keterbatasan progressive tool a. Untuk perawatan lebih sulit dan mahal c. PERENCANAAN PRODUK 1.d. Bentuk Produk Produk yang direncanakan yaitu plat penggantung papan tulis dimana bahannya adalah St. Diperlukan ketelitian dalam pembuatan B. 37 dengan ketebalan plat 1 mm Untuk lebih lengkapnya lihat gambar dibawah : 8 . Ukuran alat akan lebih besar bila dibanding dengan bentuk lain dan kadang kadang diperlukan gaya penekanan yang besar b. Untuk produk produk yang mempunyai bentuk yang rumit dapat dibuat dengan cara membagi bagian yang dipotong atau dibentuk ditempat yang berbeda 2.

Piercing Piercing Notching Notching Parting Gambar. 9 . Langkah Pengerjaan : Langkah pengerjaan produk dari produk ini terdiri dari beberapa langkah yaitu :  Langkah I Pada langkah ini terjadi proses notching dan piercing  Langkah II Pada langkah ini terjadi proses notching dan piercing  Langkah III Pada langkah ini terjadi proses parting Pada saat langkah 3 telah selesai . Tahapan Proses Lay-out 2. Perhitungan Panjang dan Lebar Trim Stop Trim stop berfungsi pada saat pemotongan berlangsung dalam satu hasil perancangan alat Bantu. plat terdorong oleh benda kerja dan terlepas dari die. Dengan terjatuhnya plat tersebut maka plat tersebut telah selesai dikerjakan.b.

Gambar.0 (nilai a terkecil) Oleh karena itu lebar plat strip adalah : W = Lebar bentangan plat + lebar trim stop W  25  2 W  27 mm 3.5 x1  1. Dimensi Trim Stop Panjang ls = Panjang Produk + Parting = 50 + 3 = 53 Karena panjang trim stop lebih dari 50 maka.5 xt  1.Dari hasil penjumlahan antara panjang produk total dengan ukuran trim stop dapat diketahui lebar plat strip yang dibutuhkan. Perhitungan Panjang Garis Potong  Panjang garis potong Notching I (L1) : 10 .5 mm a = 2. lebar trim stop adalah sebagai berikut : a  1.

π . R = 2 . Panjang garis potong notching 2  Panjang garis potong piercing 2 (L4) L2 = 2 . 2. R = 2 . Panjang garis potong piercing 1  Panjang garis potong Notching 2 (L3) : L3 = 11.5/2) = 27 + 10.5 = 15. 5.28.5 = 34.π. Panjang garis potong piercing 3  Panjang garis potong parting 1 (L6) 11 . 3.54 mm Gambar.99 mm Gambar.L1 =53+ 2 = 55 mm Gambar.31 + 3 + 8 = 22. π .14 .3.2)+7+(2. Panjang garis potong notching 1  Panjang garis potong piercing 1 (L2) L2 = 2 .99 = 37. 3.7 mm Gambar.14 .R/2) = 20 + 7 + (6. Panjang garis potong piercing 2  Panjang garis potong piercing 3 (L5) L5 = (10.31 mm (sebanyak 2 buah) Gambar.

54  1  370  12779.37.7 N F4  15. F p  0.8 Rm  p Maka : FP  U  t  p Diketahui tegangan potong plat St.8 N F3  22.7  1  370 12 N / mm 2 sehingga . panjang garis pemotongan dan tegangan potong pelat strip.37 adalah 370 diperoleh : F1  55  1  296  20350 N F2  34.31  1  370  18254. Perhitungan Gaya Pemotongan Untuk menghitung gaya potong yang sangat berpengaruh adalah tebal pelat strip.L6 = 9 + 9 = 18 Gambar. Panjang garis potong parting 1 4.8  Rm  U  t Dimana: Fp t U t =Gaya potong =Tegangan tarik Untuk St. =370 N/mm2 =Panjang keliling Pemotongan = tebal pelat (N) (N/mm)  mm   mm  Tegangan potong/tarik plat p  N / mm 2  0.

99  1  370  14056...8 N 6..7 + 15089 + 14056.F 3  F 4  F 5  F 6 = 20350 + 12779. 15089 N F5  37.13  L  t N Dimana : FS = Gaya stripper (N) L = Panjang total pemotongan (mm) t = Tebal plat (mm) Besarnya nilai panjang total pemotongan adalah : L  L1  L 2  L3  .  Ln Diketahui : L  L1  L 2  2. Gaya Stripper Besarnya gaya stripper dapat dihitung dengan rumus : FS  3500  L  t  lb  FS  24.  F1  F 2  2..3 + 3330 = 83859..L3  L 4  L5  L6 13 .. Perhitungan Total Gaya Punch Besarnya gaya total punch adalah : Fp total = Gaya potong total Dimana : F potongtot .3 N F6  9  1  370  3330 N 5..8 + 18254.

7  37.9405 N 7.L  55  34. sehingga diperoleh : Ftot  F punchtot .85  1 FS  5111.54  2.13  211.8  5111.9405 Ftot  88971.23 L  211.13  L  t FS  24.62  167.31  15.22.7405 N 8. Usaha Potong (Cutting Work) Usaha potong punch diketahui berdasarkan persamaan : W  0.85 mm t  1 mm Sehingga gaya stripper adalah : FS  24.6  F  s Dimana : W = Usaha potong (Nmm) F = Gaya total (N) s = Tebal plat (mm) Maka usaha potong punch adalah : 14 . Gaya Total Gaya total adalah penjumlahan antara gaya total punch dengan gaya stripper.  Fstripper Ftot  83859.99  24 L  44.

0443 Nmm 9.6  88971.0443 P 0. Berarti untuk tiap satu kali gerakan membutuhkan waktu sebanyak 0. 15 .697  0. Sehingga daya mesin press adalah : 53383.7405  1 W  53383. Perhitungan Titik Berat Tujuan penentuan titik berat adalah sebagai tempat meletakkan shank yang meupakan titik pusat keseimbangan untuk semua proses kerja.W  0. Daya dan Tekanan Mesin Press Besarnya daya yang diperlukan oleh mesin press dapat diketahui dengan menggunakan persamaan : P P W t 750 (PK) W t  0.736 Kw 10.736 750 (Kw) Dimana : P = Daya mesin press (Kw) W = Usaha potong (Nm) t = Waktu potong tiap slah (detik) Mesin press pada umumnya mempunyai gerakan ram (pelantak) 160 kali permenit.375 750 P  139.375 detik.

x n L1  L2  .0 55...  Ln ..0 108..5 LY 106 2 Σ 2.536 mm : 55 Z 1   25.  Ln Dimana : x1.0 0 - 1.Y1  L2 . Y2...  Ln ....x 2  .x1  L2 .Y) Dengan menggunakan persamaan tersebut diatas..x Maka titik berat proses berada pada Z (X..964 mm 55 ....  Ln Dengan cara yang sama maka jarak titik berat dari sumbu x – x adalah : Y  L1 .....Yn L1  L2  . Proses Notching 1 No 1 L 53 X 26.0 - 0 1404.. dan Y3 adalah jarak titik pusat garis dari sumbu x . maka titik berat untuk masing-masing proses adalah :  Proses Notching 1 Gambar..0 X1  1404. x2. dan xn adalah jarak titik pusat garis dari sumbu Y – Y Y1.964   Proses piercing 1 16 Y1  108  1.......0 LX 1404..5  25.. Jarak titik berat dari sumbu Y-Y dapat dihitung dengan rumus : X  L1 ..536 : 1.5 Y 2.5 2.Penentuan titik berat dapat dihitung dengan memperhatikan gaya-gaya yang bekerja pada masing-masing bentuk proses....Y2  .

24 X1  161.5 0 28.24 77.Gambar.74 45.74  7.5 mm  Proses piercing 3 17 77.31 4 - 4 - 45.25 mm 22. Proses piercing 1 Z 2   5.31 . Proses notching 2 No 1 L 8 X 11 Y 4 LX 88 LY 32 2 3 9.462  mm  Proses piercing 2 Gambar.25 : 3.5 0 3 Σ 11.462 mm  Proses Notching 3 Z 4   7.5 mm  Proses Notching 2 Gambar.24 161.462 mm 22.5 : 2.31 : Y1  Z 3   7.31 22.24  3.5 : 5.25 : 3. Proses piercing 2 Z 5   2.

5 - 3.Gambar.5 mm 18 Y1  : Z 7  1.965 248.99 13.5 : 4.5 2 Σ 9 18.0 0 - 4.5 mm 18 .5 mm 18 81  4.99 Z 6   6. Proses piercing 3 No 1 L 7 X 0 Y 3.99 X1  Y1  : 132. Proses parting No 1 L 9 X 3 Y 4.965  3.5 - 0 27 40.5 2 10 5 7 50 70 3 10 5 0 50 0 4 Σ 10.365 38.5 - 148.538 mm 37.5 81 X1  27  1.365  6.5 LX 27 LY 40.99 37.5 mm 37.5 LX 0 LY 24.465 132.365 248.538 : 3.5 mm  Proses parting 1 Gambar.

0714 5 15089 61.35 7 3330 159 14.75 6.5 7352693.1 3 18254. X n Fn Y  Fn .5 529470 48285 Σ 102114.5 14.964 519657.141 19 .536 1.75 22.Yn Fn No F (N) X (mm) Y (mm) FX (mm) FY (mm) 1 20350 25. titik berat untuk keseluruhan proses dapat ditentukan menurut persamaan berikut : X  Fn .5 927973.536 1893925.648 1225516. Berdasarkan lay-out produk pada gambar diatas.4 2 12779.5 218790.757 14.7 103.125 119312.7192 4 18254.5 329169.8 25.462 1893925.3086 185307.5 6 14056.6 39967.5 1258572.125 410037.3 89.7 103.Lay Out Produk.989 203816.538 14.

5 Y  1225516.Garis lengkung adalah W = 1.2 H .Garis lurus adalah W = 1.5 H 20 .004: 12.141  12.X  7352693.7405 x1 (N ) (kg) ( mm) = 44. H  3 Ft (mm) Dimana H = Tebal die (mm) Ft = Gaya total proses pengerjaan H  3 88971.Berdasarkan Dirjen Industri Kecil dan Jetro (1988.0014) mm Menentukan Bagian – Bagian Progressive Tool 1.648  72. h 19) untuk pemotongan bentuk lurus dan lengkung perluasannya adalah : .004 mm 102114 .0014 mm 102114 .64 mm Untuk lebih amannya maka tebal die dapat menjadi 45 mm Penentuan panjang dan lebar die tidak terlepas dari ukuran Lay – out di tambah perluasannya.5 Z = (72. maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus empiris sebagai berikut . Perhitungan Die (Matress) Untuk mendapatkan tebal die.

5 H = 1. Plat Bawah Untuk Panjang die = 294 mm = 12 inch . maka lihat lampiran 1 : 21 .5 + 27 mm = 162 mm 2.5 + 3 x 53 = 294mm Lebar die = 2 W + Lebar lay out = 2 x 67. Perhitungan Plat Atas dan Plat Bawah a.Karena proses pemotongan berbentuk lurus maka perluasan sebesar : W = 1.5 x 45 = 67.5 mm Dengan hasil tersebut maka panjang Lay dan Lebar sDie adalah sebagai berikut : Panjang Die = 2W + Panjang Lay Out = 2 x 67.

A = 12 ¹/3 inch C + F = 8 15 inci 16 22 (lihat tabel 1) . Penentuan ukuran-ukuran tersebut berdasarkan pada lampiran 1. Bedannya untuk plat atas tidak memakai pengikat seperti yang diperhitungkan pada plat bawah yang berfungsi sebagai tempat mengikat pada mesin press. yakni St 37. Pada perancangan ini bahan yang penulis gunakan untuk pelat atas sama dengan bahan yang digunakan untuk plat bawah. maka lihat lampiran 1 : C + F = 7¼ + 1¹¹/16 inch = 8 15 inci 16 b.A = 12 inch S = 17 inch Untuk lebar die = 162 mm = 6 ½ inch. Pelat Atas Pada prinsipnya pemilihan plat atas sama dengan cara yang dilakukan untuk pemilihan pelat bawah.

w  .5 Untuk menentukan posisi shank pada pelat atas dapat dihitung dengan cara : 23 .962 1161.d 2 4.7405 3.8 d  17.5 mm Berdasarkan standar pada lampiran 2 maka diperoleh shank yang berukuran M20 x1.14  370 d  355886. t Dimana : t = Tegangan tarik  N / mm 2  W = Gaya total (N) d = Diameter minor (mm) Karena bahan yang digunakan untuk shank adalah st. Perhitungan Dimensi Shank Dimensi shank diperoleh berdasarkan standar PMS. 37 dengan tegangan tari 370 N / mm 2 maka : d  4  88971.berlaku rumus: t  d W W  A   / 4 . Untuk sekrup atau baut yang mengalami pembebanan aksial murni .C = 7¼ inch 3.

5  67.004  Jarak B = Y  67.5014 mm 2 4.5  79.0014  67.001 inci Sehingga : Sehingga : 24 . Untuk punch yang berbentuk bulat diijinkan 0.5  67.1  0.Jarak A = X  W1  W 2 2 Jarak A = 72. Untuk punch yang tidak bulat diijinkan 0.002 inci b.504 mm 2 W1  W 2 2 Jarak B = 12.t Dimana : C = Clear persisi (mm) a = clear yang diijinkan dari bahan (%) untuk baja lunak diambil clear 6% t = Tebal plat (mm) Sehingga diperoleh : C 6 .0254 mm = 0.0508 mm – 0.06 mm 100 Penambahan clear terhadap punch adalah : a. Clearence untuk tiap sisi dapat ditentukan dengan rumus : C= a. Perhitungan Clearence Punch dan Die Clearance atau jarak bebas antara punch dan die itu sangat berpengaruh dalam suatu perencanaan press tool sehingga perlu dipertimbangkan terhadap jenis plat yang akan digunakan.5  139.

976  2.0.976 = 0.06  2.096 – 52.12  11.0692 25 .976  2.9492  0.9492 mm Dd 2  10.0.096 – 1.12 D p1b  2  0.06  53.0254  52.C (punch bulat) Dimana: D = Diameter punch (mm)  Clearance Proses Notching I D p1a  53  0.  Diameter punch yang dijinkan D p1  D  0.096 Clearence sisi b = 2.0508  10.0.9492  2.12  Clearance Proses Piercing I D p 2  D  0.976 Dd 1b  1.0508 D p 2  11  0.976 = 0.0508 (punch bulat) Diameter die yang diijinkan D d 1  D p1  2.C (punch tidak bulat) D d 2  D p 2  2.976 Dd 1a  52.096 Clearance sisi a = 53.06 Dd 2  10.0254  1.0254 (punch tidak bulat) D p 2  D  0.

096 Clearence sisi b = 3.0254  7.096 – 2.976 = 0.12  Clearance Proses piercing 2 D p  D  0.12  Clearance Proses Notching 3 Clearance sisi a = 11.976 Dd 3c  7.976 = 0.0.9492 = 0.976 Dd 3b  2.976 = 0.2846 – 11.0254  2.096 – 7.0254  11.0.976 = 0.0692 – 10.2846 – 11.12 D p 3b  3  0.4046 = 0.976  2.4046 = 0.06  3.4046 Clearance sisi a = 11.12 Clearence sisi b = 3.06  11.Clearance Proses Piercing 1 = 11.12  Clearance Proses Notching 2 D p 3a  11.2846 Dd 3a  11.12 Clearence sisi c = 8.096 – 7.976  2.096 Clearence sisi c = 8.0.2846  2.12 D p 3c  8  0.096 – 2.06  8.0508 26 .31  0.

096 – 6.0946 – 2.12 E.06  11.06  7.9492 = 0.0254  9.9492  0.0946 – 9.0692 – 4.0.06 Dd 5  4.12 Clearence sisi c = 7.10.9392 = 0.12 D p 6b  7  0.976  2.12  5.9746 = 0.096 – 6.0.9492  2.976 Dd 6b  6.12  Clearance Proses piercing 3 D p 6 a  10  0.9746 = 0.0254  6.12  Clearance Proses parting 1 D p 7  3  0.0.0254  2.9392 mm Dd 6 d  10.0508  4.06  10.9492 mm Dd 5  4.0592 .0.06  3.976 = 0.0946 Clearance sisi a = 10.D p 5  5  0. Panjang dan Lebar Trim Stop  Panjang Trim Stop = 53 27 .9746 Dd 7  2.9746 Dd 6 a  9.12 D p 6 d  10.0692 Clearance Proses Piercing 2 = 5.9392  2.0.0946 Clearance Proses parting 1 = 3.0592 Clearence sisi d = 11.9746  2. KESIMPULAN 3.99  0.0508  10.976 = 0.9746  2.096 Clearence sisi b = 7.

7 mm  Panjang garis potong piercing 3 (L5) : 37.31 mm (sebanyak 2 buah)  Panjang garis potong piercing 2 (L4) : 15.5 : 2.462  mm  Proses piercing 2 : Z 5   2.99 mm  Panjang garis potong parting 1 (L6) : 18 mm L  211.25 : 3. daya mesin press = 150.5 6.2643 Nmm 10. lebar trim stop = 2. Gaya Punch 7. Gaya Total =96135.54 mm  Panjang garis potong Notching 2 (L3) : 22. Perhitungan Titik Berat Titik berat untuk masing-masing proses adalah :  Proses Notching 1 : Z 1   25.536 : 1.25 : 3.5 mm  Proses Notching 2 : Z 3   7. Panjang Garis Potong  Panjang garis potong Notching I (L1) : 55 mm  Panjang garis potong piercing 1 (L2) : 34.5 : 5.4405 N 9.9455 Kw 11.5 mm 28 .964   Proses piercing 1 : Z 2   5.5 5. Gaya Stripper = 5111.0 (nilai a terkecil)  lebar plat strip = 26. Gaya Pemotongan total  91023.462  mm  Proses Notching 3 : Z 4   7.9405 N 8.85 mm Panjang garis potong total :  91023. Usaha Potong = 57681.5 mm 4.

12 inci X 8 15 16 inci 15 inch 16 5.12 mm DAFTAR PUSTAKA 29 . Plat Atas berukuran .5014 mm 6.64 mm  Panjang Die = 294 mm  Lebar die = 162 mm 4. Maka diperoleh shank yang berukuran M20 x 15 Posisi shank pada pelat atas adalah : Jarak A = 139.5 mm . Perhitungan Dimensi Shank Diameter Shank : d = 17.0014) mm Bagian – Bagian Progresive Tool 3.538 : 3.5 mm  Proses parting 1 : Z 7  1. Proses piercing 3 : Z 6   6.5 mm Titik berat untuk keseluruhan proses adalah : Z = (72.5 : 4.504 mm Jarak B = 79. Plat Bawah berukuran 17 inci X 8 b. Perhitungan Plat Atas dan Plat Bawah a. Perhitungan Die (Matress)  Tebal die = 44.004 : 12. Clearence Clearance pada setiap proses pemotongan yaitu = 0.

Makassar. Arsyad. Tool Design. New Delhi : TMH Edition Sayuti. Bahan Ajar Perancangan Alat dan Perkakas Bantu Produksi. Bandung Donalson. 2009. 1989. Seminar Pekerjaan Press dan Die Untuk Proses Tarik Dingin. Legain. Muh. 1976.Dirjen Industri Kecil. Politeknik Negeri Ujung Pandang 30 . Teknik mesin.

LAMPIRAN 1 31 .

DIMENSI BAGIAN-BAGIAN PRESS TOOL 32 .LAMPIRAN 1 .

LAMPIRAN 2 33 .

34 .