You are on page 1of 18

MAKALAH

PELAYANAN KESEHATAN PADA WANITA
SEPANJANG DAUR KEHIDUPAN

OLEH : KELOMPOK 8
SITI KHADIJA PRATIWI
SUCI AULIA TRIASTIN
SAFRIANI
RISK FISKALIA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES KENDARI
D IV KEBIDANAN
2016

Makalah ini menjelaskan pelayanan kesehatan pada wanita sepanjang daur kehidupan. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas sebagai syarat dalam proses pembelajaan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat. Kendari. kami menyadari makalah ini tentunya masih jauh dari sempurna. Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.KATA PENGANTAR Rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. oleh karena itu kami mengharap saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya makalah ini. Juni 2016 Penulis DAFTAR ISI .

...............................i DAFTAR ISI....................3 B............................ Rumusan Masalah....... Pelayanan ksehatan pada wanita sepanjang daur kehidupan............................. Kesimpulan.............ii BAB I PENDAHULUAN A. Saran.............................................2 BAB II TINJAUAN TEORI A..14 DAFTAR PUSTAKA BAB I .................................................5 C....14 B...KATA PENGANTAR....................................................................................................................................................1 C...................... Tujuan..................................................................................................................................................1 B.. Latar Belakang.............................. Kesehatan pada wanita sepanjang daur kehidupanya.............12 BAB III PENUTUP A........... Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan perempuan......................................................................................................

Akses untuk mendapatkan informasi yang benar dan bertanggung jawab mengenai alat-alat dan fungsi reproduksi juga tidak mudah didapatkan (Bambang. masa klimakterium dan masa senium. pra pubertas. Rumusan Masalah . menopause/klimakterium. 2005). masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan. Masing-masing masa itu mempunyai kekhususan. Masalah-masalah kesehatan reproduksi tersebut muncul dan terjadi akibat pengetahuan dan pemahaman serta tanggung jawab yang rendah. konsepsi. karena itu gangguan pada setiap masa tersebut juga dapat dikatakan khas karena merupakan penyimpanan dari faal yang khas pula dari masa yang bersangkutan. Setelah lahir kehidupan wanita dapat dibagi dalam beberapa masa yaitu masa bayi. serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut. yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan. yang bila tidak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya. pubertas. B. Dengan demikian. Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup Kesehatan Reproduksi adalah pendekatan siklus hidup. Latar Belakang Di Indonesia masih dijumpai masalah kesehatan reproduksi yang memerlukan perhatian semua pihak. reproduksi. 2002). pasca menopause dan senium/lansia (Manuaba.PENDAHULUAN A. masa pubertas. Secara garis besar periode daur kehidupan wanita melampaui beberapa tahap diantaranya pra konsepsi. masa reproduksi. pra kelahiran.

Tujuan 1. BAB II PEMBAHASAN .Dalam makalah ini kami akan menjelaskan mengenai wanita dalam daur kehidupannya (masa bayi. reproduksi. kanak-kanak. Mengetahui asuhan yang diberikan. Mahasiswi mampu mengetahui proses wanita dalam daur kehidupannya. mengetahui skrining pada wanita sepanjang daur kehidupannya. Mahasiswi mampu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan perempuan. pubertas. Mahasiswi mampu mengetahui asuhan yang diberikan pada wanita dalam daur kehidupannya. 3. C. 2. klimakterium dan menopouse).

Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin. Pendekatan pelayanan anternatal. Pelayanan antenatal. persalinan. kesakitan primer.A. persalinan aman dan nifas serta pelayanan bayi baru lahir c. masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan. pemberian makanan dengan gizi seimbang c. Dengan demikian. yang berarti memperhatikan kekhusususan kebutuhan penanganan system reproduksi pada setiap fase kehidupan. sunat perempuan. Bayi dan anak : a. yaitu : a. menyusui serta pemberian suplemen. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin. Imunisasi dan menejemen terpadu balita sakit d. Kesehatan Pada Wanita Sepanjang Daur Kehidupannya Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup Kesehatan Reproduksi adalah pendekatan siklus hidup. BBLR. Pencegahan dan penanggulangan kekerasan e. Pendidikan dan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan f. ASI Eksklusif . ASI Eksklusif dan penyapihan layak b. Perlakuan sama terhadap janin laki-laki/perempuan b. imunisasi. Tumbuh kembang anak. serta kesinambungan antar fasekehidupan tersebut. Dalam pendekatan siklus hidup ini. dll Asuhan yang diberikan: a. dikenal lima tahap. promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. kurang gizi (malnutrisi). Konsepsi : a. yang bila tidak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa depan kehidupan selanjutnya. postnatal. kurang gizi (malnutrisi) d. b. pelayanan antennal.

Pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan (KtP) e. Perkawinan pada usia wajar f. Tumbuh kembang anak dan pemberian makanan dengan gizi seimbang c. Pada usia ini tubuh wanita mengalami perubahan dramatis.b. Pendidikan. Secara tradisi. karena mulai memproduksi hormone-hormon seksual yang akan mempengaruhi pertumbuhn dan perkembangan system reproduksi. Remaja Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. a. Usia Subur Usia dewasa muda. Pencegahan kekerasan termasuk seksual d. Imunisasi dan menejemen terpadu balita sakit d. Pencegahan terhadap ketergantungan napza e. Inilah usia produktif dalam menapak karir yang penuh kesibukan di luar rumah. yaitu antara 18 sampai 40 tahun. menarche dianggap sebagai sebagai tanda kedewasaan. dan gadis yang mengalaminya dianggap sudah tiba waktunya untuk melakukan tugas-tugas sebagai wanita dewasa. peningkatan keterampilan g. karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Peningkatan penghargaan diri h. pelecehan seksual. Masalah yang ditemui meliputi : seks komersial. Di usia ini wanita harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima. penyalahgunaan obat d. Peristiwa terpenting yang terjadi pada gadis remaja adalah datangnya haid pertama yang dinamakan menarche. Informasi tentang kesehatan reproduksi c. Gizi seimbang b. dan siap dinikahkan. sehingga jika terjadi kehamilan dapat . sering dihubungkan dengan masa subur. Pendidikan dan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan c. Peningkatan pertahanan terhadap godaan dan ancaman i.

anemia. Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS e. Kehamilan dan persalinan yang aman b. komplikasi aborsi. imunisasi dan informasi-informasi. Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim h. Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi c. nyeri pinggul saat berhubungan seks. Pendekatan yang dapat dilakukan: pendidikan kesehatan. kram haid. Kanker. Masalah yang mungkin ditemui: kesakitan dan kematian ibu yang disebabkan berbagai kondisi. dan tuntutan karir. konseling. pelayanan antenatal. Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi . post partum pelayanan kebidanan darurat. dan bayi yang dilahirkan pun sehat. a. Pada periode ini masalah kesehatan berganti dengan gangguan kehamilan. depresi. Gangguan yang sering muncul pada usia ini.berjalan dengan lancar. tetapi ada juga yang tidak mengalami gejala apa-apa. kelelahan kronis akibat merawat anak. Penderita kadang mengalami nyeri hebat. Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas f. Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi c. Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi d. suplemen. Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi secara rasional g. kemandulan. malnutrisi. adalah endometritis yang ditandai dengan gejala nyeri haid. pengobatan KB. sakit saat buang air besar atau air kecil. dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti tubuhnya. persalinan. kegemukan. ISR/IMS/HIV/AIDS dan pengaturan kesuburan j. pelcehan/kekerasan seksual. Asuhan yang diberikan: a. Kehamilan dan persalinan yang aman b. pencegahan primer. pendidikan tentang perilaku seksual yang bertanggung jawab. Pencegahan dan managemen infertilitas i. pencegahan dan pengobatan IMS.

Prioritas utamanya adalah menjaga agar tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar.d. Inilah masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berat lainnya. kekerasan. dan minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Usia Lanjut Yang dianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. diagnosis. informasi dan pengobatan dini Asuhan apa yang diberikan: a. Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi secara rasional g. berkurangnya hormone estrogen dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatnya kadar kolesterol tidak baik (LDL) yang meningkatkan kejadian jantung koroner c. prolaps/osteoporosis. Perhatian pada penyakit utama degeneratif. a. Osteoporosis . Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS e. Pencegahan dan managemen infertilitas e. kanker saluran reproduksi. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual. mampu melindungi wanita dari penyakit jantung koroner. Deteksi dini kanker rahim d. Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya secara teratur. gangguan mobilitas dan osteoporosis c. termasuk rabun. Penyakit jantung koroner Kadar estrogen yang cukup. Perhatian pada problem menapouse b. Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas f. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini: penyakit sistem sirkulasi. kanker payudara. ISR/IMS/HIV/AIDS e. Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim h. Perhatian pada problem menapouse b. Pendekatan yang dapat dilakukan: dipengaruhi oleh pengalaman reproduksi sebelumnya.

Adalah berkurangnya kepadatan tulang pada wanita akibat penurunan kadar hormone estrogen sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah d. gelisah. 2008 ) Skrining: usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan yang secara klinis belum jelas. Skirining a. (Kamus Dorland ed. ( Rochjati P. Deteksi dini kanker rahim B. depresi sampai pada kepikunan tipe Alzeimer dapat terjadi bilamana kekurangan estrogen sudah berlangsung cukup lama dan berat. Skrining: pengenalan dini secara pro-aktif pada ibu hamil untuk menemukan adanya masalah atau faktor risiko. selanjutnya diproses melalui diagnosis dan pengobatan. Kepikunan Kekurangan hormone estrogen juga mempengaruhi susunan saraf pusat dan otak. atau benar – benar sehat tapi sesungguhnya menderita kelainan. Gangguan mata Mata terasa kering dan kadang terasa gatal karena produksi air mata berkurang e. sukar tidur. Definisi Skrining (screening): pemeriksaan sekelompok orang untuk memisahkan orang yang sehat dari orang yang mempunyai keadaan patologis yang tidak terdiagnosis atau mempunyai risiko tinggi. pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat untuk membedakan orang yang terlihat sehat. dengan menggunakan tes. Pelayanan Kesehatan Pada Wanita Sepanjang Daur Kehidupannya 1. 25 : 974 ). . Penyaringan atau screening adalah upaya mendeteksi/ mencari penderita dengan penyakit tertentu dalam masyarakat dengan melaksanakan pemisahan berdasarkan gejala yang ada atau pemeriksaan laboratorium untuk memisahkan yang sehat dan yang kemungkinan sakit. Penurunan hormone estrogen menyebabkan kesulitan berkonsentrasi. yang dipengaruhi factor keturunan f.

Suatu Alat Ukur Suatu alat (test) scereening yang baik adalah yang mempunyai tingkat validitas dan reabilitas yang tinggi yaitu mendekati 100%.  Diagnosis menyangkut konfirmasi mengenai ada atau tidaknya suatu penyakit pada individu yang dicurigai atau menderita suatu penyakit tertentu. Penemuan Penyakit Dengan ‘Screening’  Screening: Penemuan penyakit secara aktif pada orang-orang yang tampak sehat dan tidak menunjukkan adanya gejala. Kriteria Menilai. akan tetapi seringkali digunakan sebagai tes diagnosis. Sedangkan reliabilitas menggambarkan tentang keterandalan atau konsistensi suatu alat ukur d. Validitas merupakan petunjuk tentang kemampuan suatu alat ukur (test) dapat mengukur secara benar dan tepat apa yang akan diukur.b. Bentuk Pelaksanaan Screening  Mass screening adalah screening secara masal pada masyarakat tertentu . untuk peneliti dan klinisi e. Orang-orang dengan tanda positif atau dicurigai menderita penyakit seharusnya diberi perawatan/ pengobatan setelah diagnosa dipastikan hasilnya.  Uji screening tidak dimaksudkan sebagai diagnostik. Tujuan Screening  Mengetahui diagnosis sedini mungkin agar cepat terapi nya  Mencegah meluasnya penyakit  Mendidik masyarakat melakukan general check up  Memberi gambaran kepada tenaga kesehatan tentang suatu penyakit (waspada mulai dini)  Memperoleh data epidemiologis. c.

Kriteria Program Penyaringan  Penyakit yang dipilih merupakan masalah kesehatan prioritas  Tersedia obat potensial untuk terapi nya  Tersedia fasilitas dan biaya untuk diagnosis dan terapinya nya  Penyakit lama dan dapat dideteksi dengan test khusus  Screeningnya memenuhi syarat sensitivitas dan spesivisitas  Teknik dan cara screening harus dapat diterima oleh masyarakat  Sifat perjalanan penyakit dapat diketahui dengan pasti  Ada SOP tentang penyakit tersebut  Biaya screening harus seimbang (lebih rendah) dengan resiko biaya bila tanpa screening  Penemuan kasus terus menerus g. Contoh Screening  Mammografi untuk mendeteksi ca mammae  Pap smear untuk mendeteksi ca cervix  Pemeriksaan Tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi  Pemeriksaan reduksi untuk mendeteksi deabetes mellitus  Pemeriksaan urine untuk mendeteksi kehamilan  Pemeriksaan EKG untuk mendeteksi Penyakit Jantung Koroner h. Apa Itu Validitas . pemeriksaan ca servik pada wanita yang sudah menikah  Single disease screening adalah screening yang dilakukan untuk satu jenis penyakit  Multiphasic screening adalah screening yang dilakukan untuk lebih dari satu jenis penyakit contoh pemeriksaan IMS. Selective screening adalah screening secara selektif berdasarkan kriteria tertentu. contoh pemeriksaan ca paru pada perokok. penyakit sesak nafas f.

Tujuan Deteksi Dini Deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit pada stadium yang lebih awal atau dengan kata lain menemukan adanya kelainan sejak dini. Deteksi pada ibu hamil mengandung makna :  Deteksi dini pada ibu hamil yang berisiko. Deteksi dini a. benarbenar sehat. dan yang tampak sehat tetapi sesungguhnya menderita kelainan. 2. akan dapat menurunkan angka kematian ibu. Pengertian Deteksi dini ialah usaha untuk mengidentifikasi/mengenali penyakit atau kelainan yang secara klinis belum jelas. Validitas adalah kemampuan dari test penyaringan untuk memisahkan mereka yang benar sakit terhadap yang sehat  Besarnya kemungkinan untuk mendapatkan setiap individu dalam keadaan yang sebenarnya (sehat atau sakit)  Validitas berguna karena biaya screening lebih murah daripada test diagnostic i. Komponen Validitas  Sensitivitas adalah kemampuan dari test secara benar menempatkan mereka yang positif betul-betul sakit  Spesivicitas adalah kemampuan dari test secara benar menempatkan mereka yang negatif betul-betul tidak sakit. atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat untuk membedakan orang-orang yang kelihatannya sehat. c. dengan menggunakan tes (uji). . b. pemeriksaan.

riwayat obstetri buruk. tetapi perlu perawatan dini yang khusus agar ibu dan janin sehat. Pubertas  Gangguan pada masa puberitas sering kali diakibatkan oleh pola hidup remaja.  Bentu-bentuk komplikasi yang terjadi dalam kehamilan. Bayi dan Balita Pada bayi dan balita deteksi dini dapat dilakukan dengan menggunakan DDST (denver devolopmental screening test). janin besar. penyakit kronis pada ibu. . terdapat udema diwajah. tekanan darah ibu di atas 130/90 mmHg. prematur. bimbingan pada remaja putri dalam konteks kesehatan reproduksi.  Bidan dapat melakukan penyuluhan-penyuluhan. preeklamsi dan eklamsia. tanpa pengawasan hal yang bersifat fisiologis dapat menjadi patologis. d. akan mendapatkan tubuh yang sehat rohani dan jasmani. Ada 3 jenis deteksi dini tumbuh kembang pada bayi :  Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui atau menemukan status gizi kurang atau buruk. gameli. Kadar hemoglobin ibu kurang dari 8 gr%. e. ketuban pecah dini. Kehamilan merupakan hal yang bersifat fisiologis. sepsis. perdarahan pervaginam.  Gangguan menstruasi yang dialami pada remaja putri dapat merupakan indikasi adanya gangguan pada organ reproduksi wanita.gangguan daya lihat. sungsang pada primigravida.gangguan daya dengar  Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional. autism dan gangguan pemusatan perhatian.  Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan bayi dan balita(keterlambatan). dengan pola hidup yang sehat. letak lintang pada umur kehamilan lebih dari 32 minggu.

budaya dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat di mana mereka menetap. Kemiskinan Diperkirakan sekitar 40% penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan sejak terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan. Kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat Kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat ditentukan oleh banyak hal. Hal ini menghambat akses terhadap pelayanan kesehatan yang pada akhirnya dapat berakibat kesakitan. misalnya dalam ber. C. hipertensi dan lain-lain. menopause. Perempuan seringkali terpaksa menikah pada usia muda karena tekanan ekonomi atau orang tua mendorong untuk cepat menikah agar terlepas dari beban ekonomi.f. misalnya keadaan sosial ekonomi. Salah satunya penyakit kangker serviks atau mulut rahim biasanya terjadi pada masa ini.  Untuk melakukan deteksi dini pada masa ini salah satu program pemerintah yaitu posyandu lansia dapat merupakan solusinya. dan senium. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Perempuan 1. kerja dan kedudukan b. Pap smear merupakan salah satu cara untuk mendeteksi adanya kangker mulut rahim. c. misalnya dalam pemberian sehari-hari. Keterbatasan perempuan dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan dirinya. Perempuan di nomorduakan dalam segala aspek kehidupan. Klimakterium. kecacatan dan kematian.KB.  Gangguan yang sering dialami pada masa ini adalah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Dewasa ini masih banyak ditemukan diskriminasi terhadap perempuan. antara lain : a. namun bukan berarti terbebas dari resiko gangguan reproduksi. Pada masa ini seorang wanita secara reproduksi sudah tidak dapat berperan. dalam memilih bidan sebagai penolong persalinan atau dalam mendapat pertolongan segera di RS ketika di . kesempatan memperoleh pendidikan. 2.

wawasan dan kemauan untuk mengambil keputusan yang baik bagi diri dan keluarga. Tradisi yang menghambat pemanfaatan tenaga dan fasilitas kesehatan 4. Kebijakan dan program kesehatan masih belum mempertimbangkan perbedaan sosial . Kualitas pelayanan kesehatan reproduksi yang kurang memadai. disamping kurangnya kesempatan mengendalikan penghasilan keluarga d. Kurangnya informasi tentang kemampuan fasilitas kesehatan c. Jarak ke fasilitas kesehatan yang cukup jauh dan sulit dicapai b. Menonjolnya perilaku seksual resiko tinggi c. Sikap negative terhadap perempuan dan anak perempuan e. tanggung jawab tidak proporsional sehingga kesehatan anak perempuan dan perempuan semakin buruk 6. Tingkat pendidikan perempuan yang belum merata dan masih rendah menyebabkan informasi yang diterima tentang kesehatan reproduksi sangat terbatas. Keterbatasan biaya d. termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi 3. Rendahnya kemampuan dalam pengendalian kehidupan seksual pada reproduksi 7. Diskriminasi sosial d. Akses ke fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan a. Kemampuan fasilitas kesehatan yang kurang memadai 5. Pengetahuan tentang seksualitas dan informasi mengenai hak reproduksi masih rendah b. Seperti diketahui.perlukan. tingkat pendidikan yang meningkat dapat meningkatkan rasa percaya diri. Beban ganda. Akses pelayanan kespro rendah karena : a. Pelayanan kesehatan yang kurang memperhatikan kebutuhan klien b. Kurangnya penanganan kespro dan seksual pada laki-laki dan perempuan usia lanjut 8. antara lain karena : a.

klimakterium. reproduksi. Kehidupan wanita akan sangat berpengaruh dan mempengaruhi tahapan-tahapan kehidupan selanjutnya. Saran Semoga makalah ini bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai pelayanan kesehatan pada wanita sepanjang daur kehidupan. Serta bermanfaat bagi institusi/bidan sebagai bahan pertimbangan untuk perbandingan dalam meningkatkan pelayanan asuhan kebidanan. setiap tahapnya harus diperhatikan dengan benar karena pada setiap tahap itu pula akan terdapat beberapa perubahan dan gangguan yang jika tidak ditangani maka akan berakibat yang tidak baik bagi dirinya dan kehidupan selanjutnya bahkan hingga pada keturunannya. masa kanak-kanak. B. . pubertas. Wanita mempunyai tahapan masa yaitu masa bayi. menopause dan senium.BAB III PENUTUP A. Oleh karena itu. Kesimpulan Siklus kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya dan perubahan yang terjadi pada setiap saat.

Jakarta . Kontradiksi Dalam Kesehatan Reproduksi.DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Mohamad.1998. Pustaka Sinar Harapan. 1999.Jakarta. EGC. Memahami Kesehatan reproduksi wanita. Bunga rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial. Kartono.