You are on page 1of 12

ABORSI

1. PENGERTIAN
Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh Institute for Social,
Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai
penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam
rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.
Jadi, gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah terjadi keguguran
janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak
menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). Secara umum, istilah aborsi diartikan
sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu
secara sengaja maupun tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum
bulan ke empat masa kehamilan).
2. PENYEBAB ABORTUS
Secara garis besar ada 2 hal penyebab Abortus, yaitu :
Maternal
Penyebab secara umum
1. Infeksi akut
• virus, misalnya cacar, rubella, hepatitis
• Infeksi bakteri, misalnya streptokokus
• Parasit, misalnya malaria
2. Infeksi kronis

Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua.

Tuberkulosis paru aktif.

Keracunan, misalnya keracunan tembaga, timah, air raksa, dll

Janin
Penyebab paling sering terjadinya abortus dini adalah kelainan pertumbuhan hasil
konsepsi (pembuahan), baik dalam bentuk Zygote, embrio, janin maupun placenta.
Alasan Abortus Provokatus
Abortus Provokatus ialah tindakan memperbolehkan pengaborsian dengan syarat-syarat
sebagai berrikut:

Pada kasus seperti ini sebelum melakukan tindakan abortus harus berkonsultasi dengan psikiater.  Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis. 3. Abortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan perdarahan yang terus menerus. Dari cara terjadinya aborsi. meskipun ada laporan kedokteran yang menyatakan bahwa ada janin di bawah 500 gram yang dapat hidup. ABORSI DITINJAU DARI SUDUT MEDIS Menurut batasan atau definisi. aborsi spontan (abortus spontaneus) dan aborsi buatan (abortus provocatus). misalnya kanker serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti kanker payudara. disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. misalnya diabetes yang tidak terkontrol yang disertai komplikasi vaskuler. sklerosis yang luas dan berat. nephritis.  Mola Hidatidosa atau hidramnion akut.  Hiperemesis gravidarum yang berat. misalnya penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung.  Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir. aborsi adalah pengeluaran buah kehamilan dimana buah kehamilan itu tidak mempunyai kemungkinan hidup di luar kandungan. ada dua macam aborsi. Aborsi spontan terjadi sendiri tanpa .  Penyakit-penyakit metabolik. Sedangkan dunia kedokteran berpendapat bahwa janin yang lahir dengan berat badan yang sama atau kurang dari 500 gram tidak mungkin hidup di luar kandungan.  Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi. hipertiroid. Ada negara tertentu yang memakai batas 1000 gram sebagai aborsi. dan chorea gravidarum. dll. hipertensi.  Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung. kematian janin di bawah 1000 gram tidak perlu dilaporkan dan dapat dikuburkan di luar Tempat Pemakaman Umum. menurut Undang-Undang di Indonesia. toksemia gravidarum yang berat. atau jika janin telah meninggal (missed abortion).  Gangguan jiwa. maka kelahiran janin dibawah 20 minggu tersebut sebagai aborsi. Karena janin dengan berat badan 500 gram sama dengan usia kehamilan 20 minggu.  Telah berulang kali mengalami operasi caesar. tuberkulosis paru aktif.  Epilepsi.

paling banyak pada usia kehamilan 13 minggu. 1. Resiko terjadinya abortus meningkat dengan makin tingginya usia ibu serta makin banyaknya kehamilan.  Kelainan Pertumbuhan Zygote.  Faktor Ibu. serta aborsi ilegal yang dinyatakan sebagai abortus spontan. Penyakit pada ibu biasanya terjadi pada janin dengan kromosom yang normal. Sedangkan abortus pada usia yang lebih lanjut. Abortus yang terjadi pada usia kehamilan di bawah 12 minggu disebut abortus dini. Penyebab abortus spontan Lebih dari 80% abortus terjadi pada usia kehamilan 12 minggu. Setengah di antaranya disebabkan karena kelainan kromosom. Pada abortus dini. Penyebab paling sering terjadinya abortus dini adalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (pembuahan). pengeluaran janin/embrio biasanya didahului dengan kematian janin/embrio. yaitu kegagalan untuk menghitung abortus dini yang tidak terdeteksi. Abortus Spontaneus Insiden abortus spontan diperkirakan 10% dari seluruh kehamilan. janin maupun placenta. Beberapa macam infeksi bakteria atau virus dapat menyebabkan abortus. Ternyata 50% – 60% dari abortus ini berhubungan dengan kelainan kromosom.campur tangan manusia. Selain itu kemungkinan terjadinya abortus bertambah pada wanita yang hamil dalam waktu tiga bulan setelah melahirkan. Namun angka ini mempunyai dua kelemahan. karena sampai sekarang belum diterapkan kapan sebenarnya dimulainya kehamilan? Apakah penetrasi sperma kedalam sel telur sudah merupakan kehamilan? Apakah pembelahan sel telur yang telah dibuahi berarti mulainya kehamilan? Atau kehamilan dimulai setelah blastocyst membenamkan diri kedalam decidua? Atau setelah janin “bernyawa”? Dengan pemeriksaan tes yang dapat mendeteksi Human Chorionic Gonadotropin maka frekuensi abortus akan menjadi lebih tinggi (20% – 62%). embrio. Penyakit ibu yang kronis biasanya tidak . biasanya janin masih hidup sebelum dikeluarkan. Insiden abortus spontan sulit untuk ditentukan secara tepat. baik dalam bentuk Zygote. sedang aborsi buatan adalah hasil dari perbuatan manusia yang dengan sengaja melakukan perbuatan pengguguran.

aborsi diperbolehkan apabila ibu menderita campak Jerman (German Measles) pada trimester pertama. serta beberapa penyakit kanker. Keadaan demikian biasanya tidak memerlukan pengobatan. Kebanyakan akan berakhir dengan pengeluaran buah kehamilan secara spontan dengan gejala yang sama dengan abortus yang lain.  Missed Abortion. dan pada keadaan dimana bayi yang dikandungnya mempunyai cacat fisik atau mental yang berat. kecuali tidak mendapat haid. Di beberapa negara.  Abortus Incompletus. Penderitanya biasanya tidak menderita gejala. termasuk dalam kategori ini adalah kehamilan akibat perkosaan atau insect. untuk pengobatan perlu dilakukan pengosongan rahim secepatnya.  Abortus Incipiens (inevitable abortion). Istilah ini dipakai untuk keadaan dimana hasil pembuahan yang telah mati tertahan dalam rahim selama 8 minggu atau lebih. Dalam hal demikian kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi. yaitu adanya gejala-gejala yang mengancam akan terjadi aborsi.menyebabkan abortus. yaitu pengeluaran keseluruhan buah kehamilan dari rahim. apabila sebagian dari buah kehamilan sudah keluar dan sisanya masih berada dalam rahim. meskipun dapat menyebabkan kematian janin pada usia yang lebih lanjut atau menyebabkan persalinan prematur. Di negara-negara Eropa. Kelainan pada uterus (rahim) dapat menyebabkan abortus spontan. 2. Keadaan kesehatan ibu yang membahayakan nyawa ibu dengan adanya kehamilan adalah penyakit jantung yang berat. Abortus Therapeuticus Abortus therapeuticus adalah pengakhiran kehamilan pada saat dimana janin belum dapat hidup demi kepentingan mempertahankan kesehatan ibu. Dalam hal demikian kadang-kadang kehamilan masih dapat diselamatkan. hypertensi berat. artinya terdapat gejala akan terjadinya aborsi. . Pembagian abortus spontan  Abortus Imminens (threatened abortion). Pendarahan yang terjadi biasanya cukup banyak namun tidak fatal. Menurut Undang-Undang di Indonesia tindakan ini dapat dibenarkan.  Abortus Completus. namun buah kehamilan masih berada di dalam rahim.

Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran yang menyatakan bahwa aborsi boleh dilakukan oleh umat Islam. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang . aborsi jenis inilah yang paling sering dilakukan. jelaslah bahwa ayat-ayat yang terkandung didalam Al-Quran mengajarkan semua umat tentang hukum yang mengendalikan perbuatan manusia. banyak sekali ayat-ayat yang menyatakan bahwa janin dalam kandungan sangat mulia. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.Elective Abortion Aborsi sukarela adalah pengakhiran kehamilan pada saat janin belum dapat hidup namun bukan karena alasan kesehatan ibu atau janin. Di Amerika Serikat. Salah satunya. Sebaliknya. AGAMA DAN ABORSI Kami akan membahas hal ini dari segi agama Islam (Al-Quran & Aborsi) serta agama Kristen (Alkitab & Aborsi) untuk menggambarkan pemahaman lebih lanjut mengenai aborsi dan agama. Banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Quran yang bersaksi akan hal ini. Pertama: Manusia – berapapun kecilnya – adalah ciptaan Allah yang mulia. Allah berfirman: “Kami menurunkan Al-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu. Al-Quran & Aborsi Umat Islam percaya bahwa Al-Quran adalah Undang-Undang paling utama bagi kehidupan manusia. setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain. terjadi satu aborsi sukarela untuk tiap 3 janin lahir hidup. Pada masa kini. Agama Islam sangat menjunjung tinggi kesucian kehidupan. memiliki dampak yang sangat besar.” (QS 16:89) Jadi. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan umat manusia. Eugenic Abortion: pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang cacat 4. Pertama-tama kami akan membahasnya dari segi agama Islam dan kemudian dari segi agama Kristen. Didalam agama Islam.”(QS 17:70) Kedua: Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Dan banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa hukuman bagi orang-orang yang membunuh sesama manusia adalah sangat mengerikan.

” (QS 5:32) Ketiga: Umat Islam dilarang melakukan aborsi dengan alasan tidak memiliki uang yang cukup atau takut akan kekurangan uang. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih. Membunuh berarti melawan terhadap perintah Allah. Kemudian kami keluarkan kamu dari rahim ibumu sebagai bayi. Jenis aborsi yang dilakukan dengan tujuan menghentikan kehidupan bayi dalam kandungan tanpa alasan medis dikenal dengan istilah “abortus provokatus kriminalis” yang merupakan tindakan kriminal – tindakan yang melawan Allah. maka seolaholah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya. Ayat Al-Quran mengingatkan akan firman Allah yang bunyinya: “Dan janganlah kamu membunuh anakanakmu karena takut melarat.” (QS 5:36) Kelima: Sejak kita masih berupa janin. Keenam: Tidak ada kehamilan yang merupakan “kecelakaan” atau kebetulan. bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash. atau diasingkan dari masyarakatnya. Alangkah salah pemikirannya. sejak mulai diciptakaNya unsur tanah dan sejak kamu masih dalam kandungan ibumu. Setiap janin yang terbentuk adalah merupakan rencana Allah. Allah sudah mengenal kita. Al-Quran menyatakan:”Dia lebih mengetahui keadaanmu. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga.” (QS 22:5) . dan janin yang dikenal Allah itulah yang dibunuh dalam proses aborsi. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar. atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang. Allah sudah mengenal kita. Sejak kita masih sangat kecil dalam kandungan ibu. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati.” (QS 17:31) Keempat: Aborsi adalah membunuh. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. setiap janin telah dikenal Allah. atau bukan karena kerusuhan di muka bumi. Al-Quran mencatat firman Allah: “Selanjutnya Kami dudukan janin itu dalam rahim menurut kehendak Kami selama umur kandungan. Semua ini tidak terjadi secara kebetulan.manusia. kemudian menjadi segumpal darah dan menjadi janin. atau disalib. kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. Membunuh berarti melakukan tindakan kriminal. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia.”(QS: 53:32) Jadi. Allah menciptakan manusia dari tanah. Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai.

aku telah hamil. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW – seperti dikisahkan dalam Kitab AlHudud – tidak memerintahkan seorang wanita yang hamil diluar nikah untuk menggugurkan kandungannya: Datanglah kepadanya (Nabi yang suci) seorang wanita dari Ghamid dan berkata.”Utusan Allah. Dia (Nabi yang suci) menampiknya.”Baiklah jika kamu bersikeras. Tidak ada ayat yang mengatakan untuk mengeluarkan janin sebelum umur kandungan apalagi membunuh janin secara paksa! Ketujuh: Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganjurkan aborsi. Hamil diluar nikah berarti hasil perbuatan zinah. 5. Hukum Islam sangat tegas terhadap para pelaku zinah.”Inilah anak yang kulahirkan.” Ketika wanita itu melahirkan datang bersama anaknya (terbungkus) kain buruk dan berkata.”Utusan Allah. hadis ini menceritakan bahwa walaupun kehamilan itu terjadi karena zina (diluar nikah) tetap janin itu harus dipertahankan sampai waktunya tiba.” Nabi berkata. Bahkan dalam kasus hamil diluar nikah sekalipun. sucikanlah aku.Dalam ayat ini malah ditekankan akan pentingnya janin dibiarkan hidup “selama umur kandungan”. EFEK DAN RESIKO ABORSI EFEK ABORSI 1. aku telah berzina. Efek Jangka Panjang . Demi Allah. Nabi sangat menjunjung tinggi kehidupan. Efek Jangka Pendek  Rasa sakit yang intens  Terjadi kebocoran uterus  Pendarahan yang banyak  Infeksi  Bagian bayi yang tertinggal di dalam  Shock/Koma  Merusak organ tubuh lain  Kematian 2. mengapa engkau menampikku? Mungkin engkau menampikku seperti engkau menampik Ma’is. maka pergilah sampai anak itu lahir.” Jadi.”. Esok harinya dia berkata. Bukan dibunuh secara keji.

 Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).  Kanker leher rahim (Cervical Cancer).  Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).  Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.  Rahim yang sobek (Uterine Perforation).  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).  Kanker hati (Liver Cancer). tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat . Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.  Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah .  Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.  Kelainan pada ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. Tidak dapat hamil kembali  Keguguran Kandungan  Kehamilan Tubal  Kelahiran Prematur  Gejala peradangan di bagian pelvis  Hysterectom RESIKO ABORSI Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita.  Kematian mendadak karena pendarahan hebat.  Kanker indung telur (Ovarian Cancer).

bidan atau juru obat. dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan. atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan. yang dikenal dengan istilah “ Abortus Provocatus Criminalis ” Yang menerima hukuman adalah: 1. Pasal 342 . 2.hukum yang berlaku di Indonesia. dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi 3. dalam menjalani pencarian maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu. HUKUM ABORSI MENURUT UUD Menurut hukum . Pasal 314 Seorang ibu yang. Ibu yang melakukan aborsi 2. pidananya dapat ditambah sepertiga. 6. Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar.terhadap keadaan mental seorang wanita. bahwa karenapengobatan itu hamilnya dapat digugurkan. Jika yang bersalah. Jika yang bersalah. aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. karena takut akan ketahuan melahirkan anak. diancam. berbuat demikian untuk mencari keuntungan. 3. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian.orang yang mendukung terlaksananya aborsi Beberapa pasal yang terkait adalah: Pasal 229 1. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Orang . karena membunuh anak sendiri. melakukan kejahatan tersebut. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati. dengan sengaja merampas nyawa anaknya. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. atau jika dia seorang tabib.

untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348.Seorang ibu yang. Pasal 347 1. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. 2. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Pasal 343 Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang. bagi orang lain yang turut serta melakukan. Pasal 349 Jika seorang tabib. Pasal 348 1. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. . diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. diancam. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. 2. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya. sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana.

SOLUSI Memang kasus aborsi tidak dapat kita hentikan. maka kita harus menanggung resiko untuk mempunyai anak. Janin di dalam kandungan merupakan anugrah yang diberikan Allah kepada kita. bahkan sampai remaja pun telah melakukan tindakan aborsi. Menurut data. Apabila kita melakukan aborsi lalu kita meninggal sebelum melakukan pertobatan. Allah Bapa sangatlah baik. Tetapi kita dapat mencegah meningkatnya kasus aborsi dengan cara kita sadar akan tindakan aborsi tersebut tidaklah baik. Walaupun banyak Negara telah menyerukan program KB dan banyak Negara telah menyarankan untuk memakai kondom sebagai pilihan alternative program KB. Solusi saya agar kita sadar bahwa aborsi itu dosa ialah beriman yang diwujudkan dengan: . Dalam pengertian saya ini. Tetapi tindakan aborsi tidak diperkenankan apabila seorang wanita malu menanggung resiko mempunyai anak diluar nikah ataupun di dalam situasi perkawinan dimana seorang ibu yang hamil dan mempunyai banyak anak. sampai saat ini ternyata kasus mengenai aborsi masih sangat tinggi. maka ibu tersebut tidak boleh melakukan tindakan aborsi. jika mereka telah melakukan pertobatan kepada Allah. Tujuan dan maksud tersebut memang boleh dilakukannya tindakan aborsi.PENUTUP TANGGAPAN Setelah saya membaca kasus-kasus yang terlampir pada lampiran. Kita tidak boleh lepas begitu saja untuk menggugurkan janin tersebut. Kita seharusnya menghargai sebuah kehidupan. Jika kita akan melakukan hubungan sex terhadap pasangan kita (di dalam maupun diluar perkawinan). kasus aborsi sampai saat ini sangatlah serius dan membahayakan bagi umat manusia. Saya menanggapi bahwa perbuatan aborsi dengan tujuan dan maksud tertentu memang ada yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan. tetapi hasilnya di dunia ini masih tinggi akan kasus aborsi. hal ini akan dipertanyakan oleh Allah pada hari penantian. apabila dalam situasi janin akan mati bersama ibunya apabila tidak dilaksanakan pengguguran dan situasi dimana ibu akan meninggal bila janin tidak digugurkan. Dia masih memaafkan orang yang melakukan tindakan aborsi dan yang membantu lancarnya jalannya aborsi. bukan berarti kita seenaknya melakukan tindakan aborsi lalu bertobat. tetapi ibu tersebut tidak menginginkan kehadiran anaknya didalam kehamilanya. Kita tidak boleh merampas hak dari janin tersebut untuk hidup.

Saya berharap agar kita semua menjadi sadar dan tidak melakukan tindakan aborsi. Saya berharap. dengan solusi yang telah saya berikan berguna bagi kita semua. Sikap hormat terhadap kehidupan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang ”serupa dengan citra Allah” (Berdasarkan Kej 1:26)  Taat kepada perintah Allah khususnya perintah cinta / hukum cinta yaitu Cinta Kepada Tuhan dan sesama.  Taati perintah ke -5 : ”Jangan Membunuh”  Setia kepada ajaran Gereja yang melarang keras Aborsi (humanae Ultae).  Pembinaan kaum muda: Memberi Katekese (pelajaran) mengenai seks dan seksualitas. .  Kursus persiapan perkawinan.