You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit polio merupakan penyakit infeksi paralisis yang disebabkan oleh virus. Agen
pembawa penyakit ini merupakan virus yang dinamakan poliovirus (PV) dan masuk ke tubuh
melalui mulut dan menginfeksi usus.Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke
sistem saraf pusat yang menyebabkan melemahnya otot dan terkadang kelumpuhan (Chin, 2006 :
482). Polio termasuk penyakit menular melalui kontak antar menusia, dapat menyebar luas secara
diam-diam karena sebagian penderita yang terinfeksi polio virus tidak memiliki gelajah sehinga
tidak tahu kalau meraka sendiri sedang terjangkit (Cahyono, 2010).
Penyakit polio pertama kali terjadi di Eropa pada abad ke18 dan menyebar ke Amerika
Serikat beberapa tahun kemudian. Penyakit polio juga menyebar ke negara maju belahan bumi
utara yang bermusim panas. Kejadian terjangkit penyakit polio terus meninngkat dengan jumlah
kematian yang juga meningkat akibat penyakit ini. Penyakit polio terus menyebar luas di Amerika
Serikat pada tahun 1952 dengan penderita 20.000 orang (Miller N.Z, 2004). Sampai tahun 1988,
rata-rata 8-10 kasus yang terkait dengan virus polio dilaporkan setiap tahun. Empat kasus vaksin
berasal dari polio virus diindentifikasi pada kalangan anak-anak di sebuah masyarakat Amish
yang tidak bervaksin di Minnessota. Semenjak tahun 2004, hanya ada 5 negara dimana transmisi
virus polio tidak pernah putus, diantaranya adalah India, Mesir, Pakistan, Nigeria dan afganistan.
Meskipun kemajuan signifikan telah dibuat dalam pemberantas penyakit infeksi ini di negaranegara tersebut, peningkatan jumlah kasus pada tahun 2006 tetap ada dan terlapor (L.Heymann,
2004).
Sejak tahun 1923-1953, vaksin polio teah diperkenalkan dan diberikan tetapai angka kematian
penyakit polio di Amerika Serikat dan Inggris masih tinggi,, sekitar 47 % sampai 55 %.
Sedangkan pada data statistik, kejadian yang berbeda terjai di Eropa yang menunjukkan
penurunan angka kematian. Ketika vaksin polio trsedia di Eropa, banyak orang bertanya tentang
manfaat dan efektifitas vaksin polio karena banyak warga Eropa yang menggunakan vaksin polio
namun masih terserag polio (L.Heymann, 2004).
Di tahun 1995 Indonesia melancakan kampaye besar-besaran lewat Pekan Imunisasi Nasional
(PIN) untuk memerangi penyakit infeksi virus ini. Setelah 10 tahun, Indonesia dinyatakan bebas
polio, namun pada awal tahun 2005 di Indonesia kembali timbul epidemi polio dengan 15 kasus
di Sukabumi, Jawa Barat, sehingga DepKes menganggap perlu untuk di bulan Agustus 2006
melakukan vaksinasi masal dengan vaksin polio oral (OPV,Sabin). Dalam rangka membebaskan
Indoneia dari virus polio, imunisasi terpadu terus digalakkan. Sejak tahun 2005 sudah 5 kali
dilaksanakan PIN danterakhir di tahun 2006 dengan target Indonesia harus bebas polio di tahun
2008. Virus polio yang timbul kembali di Indonesia pada tahun 2005 diperkirakan berasal dari
negara Afrika-Asia dimana penyakit ini masih endemik, seperti Sudan, Nigeria, Pakistan, India
dan Afganistan.
Penyakit polio dapat menyerang semua kelompok umur, namun kelompok umur yang paling
rentan adalah 1-5 tahun dari semua kasus polio (Surya, 2007). Penelitian Soemiatno dan
Apriyatmoko (1999) menyebutkan bahwa 33,3 % dari kasus polio adalah anak-anak dibawah 5
tahun. Infeksi oleh golongan enterovirus lebih banyak terjadi pada laki-laki dari pada wanita
dengan perbandingan 1,5-2,5 : 1. Resiko kelumpuhan meningkat pada usia yang lebih tinggi,
terutama bila menyerang individu lebih dari 15 tahun (Sardjito, 1997). WHO memperkirakan
adanya140.000 kasus baru dari kelumpuhan yang diakibatkan oleh poliomyelitis sejak tahun 1992
dengan jumlah keseluruhan penderita anak yang menderita lumpuh akibat polio diperkikan 10
sampai 20 juta orang.
Masalah keperawatan yang muncul meliputi nyeri, nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh,
ansietas serta gangguan mobilitas fisik, dimana hal tersebut menjadi perhatian utama dalam
penanganan dan pencegahan penyakit polio. Pencegahan paling efektif menanggulangi polio
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya adlah pemberian vaksin. Pada saat ini terdapat dua jenis
vaksin polio, yaitu OVP (Oral Polio Vaccine) dan IPV (Inactivted Polio Vaccine). Namun
kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksin inilah yang menjadikan penyakit
polio menjadi penyakit endemik di beberapa negara.

3.2 Tujuan 1.8 Bagaimana prognosis polio ? 2.6 Bagaimana pelaksanaan dari polio ? 2.1.7 Apa komplikasi dari polio ? 2.1.1.2 Tujuan Khusus 1.2.4 Apa menifestasi klinik dari polio ? 2.1 Rumusan Masalah 2.2 .3.2.1 1.11 Bagaimana cara dan waktu pemberian imunisasi polio ? 2.1 Tujuan Umum 1.13 Bagaimana asuhan keperawatan pada klien dengan polio ? 2. kontra indikasi dan efek samping dari imunisasi polio ? 2.1.1.1.3.5 Bagaimana pemeriksaan diagnostik dari polio ? 2.1.9 Bagaimana WOC dari polio ? 2.1.1 Apa definisi dari polio ? 2.10 Apa definisi imunisasi polio ? 2.3 Bagaimana patofisiologi penyakit polio ? 2.1.2 Apa etiologi dari penykit polio ? 2.1.3.1.1.12 Apa indikasi.1.3.

viru dapat bertahan hidup sampai dua bulan. Virus polio memiliki tiga tipe. fenol dan gliserin. Di dalam usus manusi. terutama bila menyerang individu lebih dari 15 tahun (Sardjito. Dapat tahan terhadap banayk bahan kimia termasuk sulfonnamida. walaupun virus juga terdapat pada samapah atau lalat.3 % dari kasus polio adalah anak-anak dibawah 5 tahun. Virus i ni dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke system saraf pusat menyebabkan mmelemahnya otot dan kadang kelumpuhan (QQ_Scarlet. Polio menular melalui kontak antar manusia. Infeksi dapat terjadi oleh satu atau lebih tipe tersebut. penanganan dan pengiriman sp 2.1. Virus polio dapat bertahan selama 48 jam pada musim kemarau dan dua minggu pada musim hujan.5 : 1). Virus ini dapat hidup dalam air untuk berbulan-bulan dan bertahun-tahun dalam deep freeze. 2006 : 482). Virus ini dapat dimusnakan dengan cara pengeringan atau dengan pemberian zat oksidator yang kuat seperti peroksid atau kalium permanganat. eter. Resiko kelumpuhan meningkat pada usia yang lebih tinggi. 2011). WHO memperkirakan adanya140. Virus polio merupakan virus yang termasuk kedalam genus enterovirus. klorin. antibiotika (streptomisin. 2008). Virus polio tahan terhadap sabun. eter dan kloroform. Ketiga viru tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan. tipe 2 (Lansig).BABA II TINJAUAN PUSTAKA 2. Masa inkubasi biasanya antara 7-10 hari. Infeksi virus polio terjadi di dalam saluran pencernaaan yang menyebar ke kelenjar limfe regional sebagian kecil menyebar ke system syaraf (Chin. Polio adalah penyakit menular yang dikategorikan sebagai penyakit peradaban. lima puluh persen kasus terjadi pada nak usia antara 3 hingga 5 tahun. detergen.1 Definisi Penyakit polio adalah penyakit infeksi paralisis yang disebabkan oleh virus.2 Etiologi Polio ini disebabkan oleh virus polio. 2007). tetapi virus ini akan mati dengan pemberian formaldelhida 0. Penelitian Soemiatno dan Apriyatmoko (1999) menyebutkan bahwa 33. 2007). Polio menyerang tanpa mengenal usia. Polio dapat menyebar luas diam-diam karena sebagai besar .1. Hal yang berhubungan dengan specimen tinja surveilans AFP antara lain ketepatan waktu pengambilan stempel yang optimal yaitu tidak lebih dari 14 hari terjadi paralysis. kloromisetin). 2 dan 3. menginfeksi saluran usus. Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbda dan amat menular. Infeksi oleh golongan enterovirus lebih banyak terjadi pada laki-laki dari pada wanita dengan perbandingan (1. Di alam bebas. Virus akan menyerang sisten syaraf da kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. yaitu dapat dibuktikan dengan ditemukannya 3 macam zat anti dalam serum seorang penderita. sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV). Epidemi yang luas an ganas biasannya disebabkan olleh virus tipe 1. namun kelompok umur yang paling rentan adalah 1-5 tahun dari semua kasus polio (Surya. tipe 3 (Leon). Agen pembawa penyakit ini. pemanasan dan sinar ultraviolet (Widoyono. 1997). Dapat diidolasi 3 strain virus tersebut yaitu tipe 1 (Brunhilde). epidemi yang ringan oleh tipe 3 sedangkan tipe 2 kadang-kadang menyebabkan kasus yang sporadik (Ngastiyah. penisislin. Penyakit polio dapat menyerang semua kelompok umur. Resrvoir alamiah satu-satunya ialah manusia. tetapi kadang-kadanag terdapat kasus engan inkubasi anntara 3-35 hari (Ngastiyah. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari.1 POLIO 2.000 kasus baru dari kelumpuhan yang diakibatkan oleh poliomyelitis sejak tahun 1992 dengan jumlah keseluruhan penderita anak yang menderita lumpuh akibat polio diperkikan 10 sampai 20 juta orang (Bioferma. yaitu tipe 1. alkohol. Virus poliomyelitis tergolong dalam enterovirus yang filtrabel. 1997).5-2. jumlah specimen yang diambil dengan jumlah yang cukup sebanyak 2 kali.3 %. menggunakan wadah khusus untuk diuji di laboratorium. Pemenuhan kriteria telah ditetapkan WHO dan berhubungan dengan persyaratan specimen tinja untuk di uji di laboratorium. dengan selang waktu 24 jam. 1997). masuk ke tubuh melalui mulut.

5 Pemeriksaan Diagnostik 2. Vaksin polio pada sebagian orang dapat menimbulkan gelaja pusing. Virus polio diklasifikasiakn menjadi tia golongan berdasarkan sifat antigenik dari struktur protein penyusunnya. Demam b. maka orang terebut sebaikknya mendapat vaksin karena anak tersebut beresiko lebih besar mengalami resiko paralisis akibat vaksin (Wiliam Scwartz. dan berbentuk ekosahedral.2.5 Indikasi Adapun indikasi dari pemberian imunisasi polio (dr.3 Patofisiologi 2. Kontraindikasi pada pemberian OPV DAN IPV yaitu (Suharjo dkk.8 Prognosis 2. 2120 : 80) 2. Virus ini menyebar melalui kontaminasi tinja pada makanan ataupun pasokan air. Reseptor untuk pengikatan virus ini terletak pada epitelium usus manusia. Virus polio adalah virus yang termasuk damalam famili picornaviridae dan merupakan penyebab penyakit poliomielitis.2. Diare . dan VP4. Setelah seseorang terkena infksi. genom virus akan masuk ke dalam el inang melalui endositosis sementara partikel virus lainnya dibuang.2. Virion (partikel penyusun) virus polio terdiri dari empat protein kapsid yang berbeda. pada keluarganya yang salah satu anggota keluarganya belum divaksin.4 Menifestsi Klinis 2.6 Kontraindikasi Terjadi dua jenis vaksin polio yaitu OVP (Oral Polio Vaccine) dan IPV (Inactivted Polio Vaccine). diare ringan dan nyeri otot. Apabila virus ini berhasil menginfeksi usus maka terjdi kerusakan jaringan dan mengakibatkan diare.2. Genom (materi genetik) dari virus polio terdiri dari RNA utas tunggal positif (+) yang berukuran 744 nukleotida.penderita yang terinfeksi poliovirus tiak memiliki gejala sehingga tidak tahu kalau mereka sendiri sedang terjangkit.4 Efek Samping Poliomielitis pernah dilaporkan sebagai dampak setelah diberikan vakin polio. 2010) : 1. Orang tua yang anaknya di imunisasi polio Untuk imunisasi terhadap polio. 2. virus akan keluar melalui feses selama beberapa minggu dan saat itupun dapat terjadi penularan virus. tahan pada keadan asam (Ph 3 atau lebih rendah). Untuk bayi yang dirawat di rumah sakit disarankan pemberian IPV (Suharjo dkk.9 Web Of Caution (WOC) 2.2 Waktu Pemberian 2. Untuk bereplikasi. VP2.1.B. Remaja dan dewasa yang belum pernah imunisasi polio 3.1. Muntah c.2.6 Penatalaksaan 2.1. vaksin inaktif diindikasikan jika orang yang akan divaksin atau salah orang serumah mengalami imunodefisiensi.1 Definisi 2. 2.1.2 IMUNISASI POLIO 2.7 Komplikasi 2. 2010 : 80) yaitu : a.1.2.1. Imunisasi rutin 2.3 Cara Pemberian 2. Suharjo. disebut VP1. Virus masuk ke dalam tubu melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. J. sehingga bisa membahayakan bayi lain. Virus ini memeiliki diameter 30 nm. VP3.1. 2010 : 79). Selain itu OPV tidak diberikan pada bayi yang masih dirumah sakit karena OPV dari virus polio yang dilemahkan dan vaksin jenis ini bisa disekresiakn (dibuang) melalui tinja selama 6 minggu.

Pada saat keadaan ini harus diberikan IPV. . HIV g. Keganasan f. Alergi Menurut Schwartz (2004) pemberianOPV tidak dapat diibrikan pada pasien dengan imunosupresan atau pasien yang memiliki anggota keluarga penderita imunodefisiensi. Pengguna obat imunosupresif e.d.