You are on page 1of 12

Jelaskan hubungan usia 38 tahun dengan kondisi kehamilan sekarang serta berapa usia baik

untuk kehamilan dan berapa jarak kehamilan normal!
Usia reproduksi optimal bagi seorang wanita adalah antara umur 20-35 tahun, di
bawah dan di atas usia tersebut akan meningkatkan resiko kehamilan maupun persalinan,
karena perkembangan organ-organ reproduksinya belum optimal, kematangan emosi dan
kejiwaan kurang, serta fungsi fisiologis yang belum optimal, sehingga lebih sering terjadi
komplikasi yang tidak diinginkan dalam kehamilan. Sebaliknya usia ibu yang lebih tua telah
terjadi kemunduran fungsi fisiologis maupun reproduksi secara umum, sehingga lebih sering
terjadi akibat yang merugikan pada bayi (Setyowati dkk, 2005).
Penelitian dari pusat Perinatologi dan Perkembangan Manusia menunjukan bahwa
jarak kelahiran antara 27 sampai 32 bulan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih
tinggi di bandingkan jarak pendek antara 9-14 bulan. Interval kelahiran yang panjang lebih
menyehatkan bagi para ibu dan anak-anak mereka (BKKBN, 2009). Sedangkan menurut
WHO (2004), manfaat pengaturan jarak kelahiran yang optimal bagi anak adalah agar anak
mendapatkan ASI sampai berumur 2 tahun sebelum anak berikutnya lahir, agar anak pertama
mendapat stimulasi mental dan perhatian ibu secara optimal sehingga anak pertama tumbuh
dan berkembang secara optimal.
Jarak kelahiran juga berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih
efektif dibandingkan intervensi kesehatan lainya. Karena pengaturan jarak kelahiran akan
meningkatkan akses anak-anak mereka pada kecukupan sandang, pangan, papan, perumahan
dan kesempatan pendidikan yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat kehidupan anak
(Wilopo,2005). Jarak kelahiran yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh
kembang pada anak karena anak terlalu cepat disapih dari ASI (Air Susu Ibu), ibu tidak
sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus untuk anaknya dan perhatian serta kasih
sayang ibu juga akan berkurang karena ibu berkonsentrasi pada kehamilannya. Kecerdasan
anak juga akan lebih rendah sebab kurangnya stimulasi mental dari ibu ( Soejtiningsih,
2002). Berdasarkan catatan statistik penelitian Conde Agudelo (2005), disebutkan bahwa
jarak kelahiran yang aman antara satu dengan yang lainnya adalah 27-32 bulan. Satu
keuntungan pengaturan jarak kelahiran dilihat dari segi kesehatan adalah ibu lebih banyak
memiliki waktu untuk anak-anaknya, terutama selama tiga tahun pertama. Pasalnya pada
masamasa itu anak sangat membutuhkan bantuan ibu untuk lebih memaksimalkan aspek
kecerdasan.
Resiko interval konsepsi yang dekat (<9 bulan),setelah bayi lahir :

fungsi reproduksinya sudah menurun (otot uterus sudah kendor) sehingga bentuk fundus uterus tidak lagi lebih besar daripada bagi bawah uterus.sehingga terjadi presentasi kepala.hidrosefalus.dan kelainan bentuk uterus .seperti : .polihidramnion. Baru saja melahirkan.kaki menjungkit.atau kombinasi keduanya. Presentasi bokong terjadi jika terdapat faktor-faktor yang mengganggu penyesuaian fetus janin secara normal. Pada ibu yang berusia >35 tahun. Pada akhir kehamilan bentuk uterus menjadi lonjong dengan ukuran atas bawah lebih panjang dibanding dengan ukuran melintang serta ukuran fundus uteri lebih besar dibandingkan bawah uterus.akibatnya terjadi presentasi bokong.kaki. Proses akomodasi ini bergantung pada banyaknya air ketuban dan gerakan janin.prematuritas.anensefalus. disambung kehamilan lagi.plasenta previa. membuat ibu tak     memiliki cukup waktu untuk mengembalikan cadangan nutrisi Pertumbuhan janin terhambat (PJT) Kelahiran prematur Lelah saat persalinan Keguguran Bagaimana mekanisme presentasi bokong? Breech presentation atau presentasi bokong adalah janin letak memanjang dengan bagian terendahnya bokong. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus untuk anaknya dan perhatian serta kasih sayang ibu juga akan berkurang karena ibu berkonsentrasi pada kehamilannya.oligohidramnion Faktor uterus : uterus kendor (multipara). Kecerdasan anak juga akan lebih rendah sebab kurangnya stimulasi mental dari ibu  Stres pada ibu  Maternal depletion syndrome Rentan mengakibatkan maternal depletion syndrome. Karena bokong dan tungkai bawah lebih besar ukurannya dibanding dengan kepala maka bokong dan tungkai bawah akan menempati bagian yang lebih luas yaitu di fundus uteri.Faktor janin : - kembar. Gangguan tumbuh kembang pada anak gangguan tumbuh kembang pada anak karena anak terlalu cepat disapih dari ASI (Air Susu Ibu). yakni terjadinya pengikisan nutrisi ibu oleh janin. Kalau air ketuban banyak maka gerakan janin akan leluasa. Bentuk uterus yang lonjong dan bagian atas yang lebih luas ini akan mempengaruhi kedudukan janin untuk menyesuaikan diri dengan bentuk uterus.sehingga ukuran memanjang janin akan menempati ukuran memanjang uterus.

5. Tirah baring dengan miring ke satu sisi (kiri) 2. Tatalaksana awal di puskesmas/dokter umum sebelum dirujuk ke dokter kandungan! Untuk kasus ini. . atau (b) Infus Dekstrose 5% yang tiap 1 liternya diselingi Ringer laktat (60-120cc/jam) sebanyak 500cc 3. Apabila terdapat tanda edema paru. Obat Anti Kejang : Pilihan utama : magnesium sulfat - Loading dose : initial dose 4mg MgSO4 intravena (40% dalam 10cc) selama 15 menit.m. maka setelah kita mampu mengenali sign and symptom dan membuat diagnosis. - Maintenance dose: Diberikan infus 6 gr dalam larutan Ringer/6jam atau diberikan 4 atau 5 gram im. penurunan LDH. diberikan : (a) 5% Ringer Dekstrose atau cairan garam faali dengan jumlah tetesan 125cc/jam . tatalaksana untuk kasus preeklampsia dengan sindrom HELLP: a.v tiap 12 jamm dan dihentikan apabila pada perbaikan kadar trombosit. kita langsung rujuk ke Spesialis Obstetri dan Ginekologi untuk tindakan lebih lanjut. karena kompetensi dokter umum hanya sebatas 2. Monitoring input dan output cairan untuk pencegahan edema paru.Multipara uterus kendor janin tidak dapat menyesuaikan dengan bentuk uterus presentasi bokong. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdominam. Sikap terhadap penyakit: Pengobatan medika mentosa : 1. yaitu kehamilan diakhiri tanpa memandang umur kehamilan. Berdasarkan teori dan sumber yang ada. Pengobatan hipertensi Nifedipin dengan dosis 10-20mg/oral diulangi setelah 30 menit maksimum 120mg dalam 24 jam. Trombosit 100rb-150rb disertai hipertensi berat. Selanjutnya maintenance dose diberikan 4 gram i. Sikap terhadap kehamilan untuk preeclampsia dengan sindrom HELLP: Aktif. nyeri epigastrium : Dexametason 10mg i. serta perbaikan tanda dan gejala klinik b. tiap 4-6jam - Selain itu diberi antasida untuk menetralisisr asam lambung sehingga bila mendadak kejang dapat menurunkan aspirasi asam lambung yang sangan asam 4.

4. Segera masuk rumah sakit b. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan). 2) Janin a) Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) b) Adanya tanda IUGR 3) Laboratorium a) Adanya “HELLP syndrome” (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar.5) a. trombositopenia). Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. h. refleks patella setiap jam. 2) Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal. c.(3. Tirah baring miring ke satu sisi. Antihipertensi diberikan bila : 1) Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg.Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : a. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. Indikasi (salah satu atau lebih) 1) Ibu a) Usia kehamilan 37 minggu atau lebih b) Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia. Perawatan Aktif Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG). payah jantung kongestif atau edema anasarka. kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. f. lemak dan garam. Pengobatan Medisinal Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : a. . b. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat g. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. rendah karbohidrat. Diet cukup protein. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60125 cc/jam) 500 cc. d. Antasida e. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit.

Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. k. 4) MgSO4 dihentikan bila . b) Refleks patella positif kuat c) Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit.(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari.5 cc/kgBB/jam). Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung. Dapatb diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja. dapat diberikan obat-obat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). catapres injeksi. 4) Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. 3) Antibiotik diberikan atas indikasi. 2) Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38. mata. Lain-lain : 1) Konsul bagian penyakit dalam / jantung. maksimal 4-5 kali.7 cm. 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit. Pemberian Magnesium Sulfat Cara pemberian magnesium sulfat : 1) Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. 1997) i. selambatlambatnya 2 jam sebelum janin lahir. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3. d) Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. 4) Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam. (Syakib Bakri. 3) Syarat-syarat pemberian MgSO4 a) Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%.3) Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. j.(6) 2) Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari.

Pada kehamilan 32 . 2) Fase aktif : a) Amniotomi saja b) Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin). Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu Kala I 1) Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. 2) Seksio sesaria bila : a) Fetal assesment jelek b) Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin. Kala II Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. fungsi jantung terganggu. b) Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat 1) Hentikan pemberian magnesium sulfat 2) Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit. refleks fisiologis menurun. hipotensi. 4) Lakukan pernapasan buatan. c) 12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. Pengobatan Obstetrik Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu 1) Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung.a) Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. 3) Berikan oksigen. l. c) Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif). depresi SSP.

b) MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan. d) Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous. b. Perawatan Konservatif 1) Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tandatanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Penggunaan obat hipotensif pada pre eklampsia berat diperlukan karena dengan menurunkan tekanan darah kemungkinan kejang dan apopleksia serebri menjadi lebih kecil.minggu atau kurang. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid. sebaiknya penderita diberi glukosa 20 % secara . 2) Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. reflek patella positif. bila keadaan memungkinkan. Tambahan sulfas magnesikus hanya diberikan bila diuresis baik. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. dan dapat diulang 4 gram tiap 6 jam menurut keadaan. 3) Pengobatan obstetri : a) Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi. c) Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. dan kecepatan pernapasan lebih dari 16 kali per menit  klorpromazin 50 mg IM  diazepam 20 mg IM. Apabila terdapat oligouria. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. 4) Penderita dipulangkan bila : a. Sebagai pengobatan untuk mencegah timbulnya kejang-kejang dapat diberikan:  Larutan sulfas magnesikus 40 % (4 gram) disuntikan IM pada bokong kiri dan kanan sebagai dosis permulaan. selambat-lambatnya dalam 24 jam.

Bagaimana edukasi pada kasus ini? (sesuai gejalanya) Interpretasi dan mekanisme abnormal dari pemeriksaan fisik! Tekanan Darah Pada trimester pertama normal. pada kala II dilakukan ekstraksi dengan cunam atau ekstraktor vakum. dalam kala I. sehingga apabila syarat-syarat telah terpenuhi. hendaknya persalinan diakhiri dengan cunam atau vakum. sehingga rujukan yang dipakai ialah nilai dewasa normal. Obat diuretika tidak diberikan secara rutin. meningkatkan sensitivitas terhadap vasopresor (angiotensin II & norepinefrin). Untuk penderita pre eklampsia diperlukan anestesi dan sedativa lebih banyak dalam persalinan. dan kembali normal pada trimester ketiga. dilakukan segera seksio sesarea. bahaya perdarahan dalam otak lebih besar. pada penderita dengan hipertensi. mencegah vasopresor)  menghasilkan lebih sedikit nitrat oksida. Pada gawat janin. mensekresikan substansi yang memacu koagulasi.intravena. TD Sistol TD Diastol Klasifikasi TD< 90 - Hipotensi 90 ‒ 119 dan 120 ‒ 139 atau 140 ‒ 159 atau ≥ 160 atau < 80 80 ‒ 89 90 ‒ 99 ≥ 100 Normal Prehipertensi Hipertensi derajat Hipertensi derajat Mekanisme: Pada preeklamsia terjadi pembentukan faktor-faktor yang mengaktivasi sel endotel oleh plasenta  disekresikan ke sirkulasi maternal  aktivasi sel endotelial dan disfungsi endotel  perubahan sel endotel pada pembuluh2 darah di tubuh  vasospasme general Konstriksi vaskular  peningkatan tahanan pembuluh darah  hipertensi Kerusakan sel endotel (normalnya fungsi endotel menghasilkan nitrat oksida sebagai vasodilator. meningkatkan endotelin (ET 1) sebagai vasokonstriktor poten  hipertensi Nadi . Pada kala II. sedikit turun pada trimester kedua (5-10/10-15 mm hg). sifat antikoagulan.

Plasenta yang terletak di daerah kornu fundus uteri dapat pula menyebabkan letak sungsang karena plasenta mengurangi luas ruangan di daerah fundus. plasenta previa. <60 brakikardi. sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. letak sungsang. Respiratory Rate Normal : 14-20. Kadang-kadang letak sungsang disebabkan karena kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. > 20 takipneu. hamil kembar. janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala. sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relative berkurang. Pada kasus 22x /menit. Karena bokong dengan kedua tungkai yang terlipat lebih besar daripada kepala. maka bokong dipaksa menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri. jumlah air ketuban relative lebih banyak. <14 bradipneu. Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas. takipneu.Normal : 60 – 100. sedangkan pada kehamilan cukup bulan. ataupun letak lintang. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala. Faktor Risiko Faktor – faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya presentasi bokong di antarnya ialah :  Idiopatik  Multiparitas  Gemelli  Hidramnion  Oligohidramnion  Hidrosefalus . Pada kasus 92 x/menit. >100 takikardi. dan panggul sempit. normal. hidramnion. Dengan demikian dapat dimengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan. Etiologi dan faktor risiko! Presbo Etiologi Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan didalam uterus. hidrosefalus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu. frekuensi letak sungsang lebih tinggi.

yaitu : genetic. Beberapa wanita dengan Preeklampsia mempunyai kompleks imun dalam serum. Teori yang dewasa ini dapat dikemukakan sebagai penyebab preeklampsia ialah iskemia plasenta. Beberapa study yang mendapati aktivasi komplemen dan system imun humoral pada Preeklampsia. Plasenta previa  Panggul sempit  Anomali uterus  Tumor pelvis  Implantasi plasenta di daerah kornu-fundus uteri Pre-eklamsia Etiologi Penyebab preeklampsia sampai sekarang belum diketahui pasti. gizi dan infeksi serta infeksi antara factor-faktor tersebut. yaitu pembuluh darah yang mengalami dilatasi hanya arteri spirales di decidua. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut sehingga kelainan ini sering dikenal dengan “The disease of theory” adapun teoriteori tersebut antara lain 1. Peran prostasiklin dan tromboksan S pada Preeklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin (PGI-2) yang pada kehamilan normal meningkat. Hipotesa factor-faktor etiologi Preeklampsia bisa diklasifikasikan menjadi 4 kelompok. Aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonin sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel. Peran faktor imunologis Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama. aktivasi penggumpalan dan fibrinolisis. 2. 3. Pada preeklamsi invasi selsel thropoblast ini tidak terjadi sehingga tonus pembuluh darah tetap tinggi dan seolah-olah terjadi vasokonstriksi. sedangkan pembuluh darah di miometrium yaitu arteri spirales dan arteria basalis tidak melebar. hal ini dihubungkan dengan pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta yang tidak sempurna. Terdapat kecenderungan meningkatnya frekuensi Preeklampsia pada anak-anak dari . imunologik. Peran faktor genetik / familial Beberapa bukti yang mendukung factor genetik pada Preeklampsia antara lain: a. Preeklampsia hanya terjadi pada manusia b.

Diabetes Melitus.Pemaparan terbatas Preeklampsia pada terhadap sperma kehamilan sebelumnya -Primipaternity Kondisi medis khusus : DM. dan nefropati. trombofilia Stress Antibody antifosfolipid syndrom Konseling KB! Kehamilan dan kelahiran yang terbaik. - Penyakit Ginjal. Fase Fase menunda menjarangkan kehamilan kehamilan Fase tidak hamil lagi . c. adalah antara 20-35 tahun sedangkan persalinan pertama dan kedua paling rendah risikonya bila jarak antara dua kelahiran adalah 2-4 tahun.Usia > 35 tahun atau .Partner lelaki yang - - - - - Mola hidatidosa Hidrops fetalis Kehamilan ganda Donor oosit atau inseminasi donor Anomali struktur kongenital ISK - <20 tahun pernah menikahi Ras kulit hitam . Kecenderungan meningkatnya frekuensi Preeklampsia pada anak-anak cucu ibu hamil dengan riwayat Preeklampsia dan bukan ipar mereka. antifosfolipid antibody syndrome. Obesitas. d. kelainan vaskuler dan jaringan ikat). artinya risikonya paling rendah untuk ibu dan anak.wanita yang kemudian Riwayat Preeklampsia hamil dan mengalami pada keluarga preeklampsia Nullipara . HT Kronik.ibu yang menderita Preeklampsia. Faktor Resiko Preeklampsia Faktor yang berhubungan Faktor yang berhubungan Faktor yang berhubungan dengan kehamilan Abnormalitas kromosom dengan kondisi maternal dengan pasangan . Faktor Resiko Faktor Risiko Preeklampsia meliputi kondisi-kondisi medis yang berpotensi menyebabkan penyakit mikrovaskuler (missal. Peran Renin-Angiotensin-Aldosteron-System (RAAS). Hipertensi kronik.

Kontrasepsi suntikan (depo provera) Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau intra uterine device (IUD) Kontrasepsi mantap pada perempuan (sterilisasi) Sterilisasi pada laki-laki (vasektomi) .Pil kontrasepsi .2–4 pil IUD IUD steril IUD suntikan suntikan IUD sederhana minipil minipil implan suntikan pil pil suntikan implan implan implan sederhana sederhana sederhana steril pil 20 35 Jenis-jenis kontrasepsi non-hormonal .Kontrasepsi tanpa menggunakan alat/obat .Kontrasepsi sederhana untuk perempuan Jenis-jenis kontrasepsi hormonal .Kontrasepsi sederhana untuk laki-laki .