You are on page 1of 27

II.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Telaah Pustaka
1. Plak Gigi
Plak gigi adalah deposit mikroba yang terbentuk pada jaringan keras mulut
terdiri dari bakteri dan produknya bersamaan dengan senyawa dari saliva
(Samaranayake, 2002). Plak gigi merupakan akumulasi bakteri dan matriks
interselular yang membentuk biofilm melekat pada permukaan gigi dan struktur
rongga mulut lainnya. Hal tersebut dikarenakan kebersihan rongga mulut tidak
terjaga (Heasman, 2003). Permukaan gigi dilapisi oleh beberapa lapisan material
organik. Lapisan paling dalam adalah pelikel, merupakan lapisan organik berasal
dari saliva. Lapisan kedua adalah plak gigi, massa padat terdiri dari bakterial non
kalsifikasi melekat pada permukaan gigi. Lapisan paling luar adalah material alba,
merupakan lapisan tersusun dari sisa makanan yang tercerna saat pengunyahan.
Plak gigi yang terkalsifikasi berubah menjadi kalkulus (Willet dkk., 1991).
Plak gigi terklasifikasi menjadi dua yaitu plak supragingiva dan plak
subgingiva. Plak supragingiva merupakan plak yang terletak pada mahkota klinis
gigi atau diatas margin gingiva. Plak supragingiva tersusun sebagai komponen
lunak dan berupa lapisan putih kekuningan pada permukaan gigi. Plak subgingiva
terletak pada sulkus gingiva atau poket periodontal, dibawah gingiva margin. Plak
subgingiva tidak dapat dilihat langsung kecuali gingiva diretraksi (Heasman,
2003).
Mikroorganisme masuk ke dalam mulut berkontak pertama kali dengan
saliva, jaringan lunak, oral appliances, dan gigi. Mikroorganisme membentuk
suatu koloni di permukaan rongga mulut. Bakteri tertentu memiliki adesin yaitu

molekul pada permukaan bakteri untuk dapat menempel pada jaringan. Adesin
berperan sebagai surface binding protein (Willet dkk., 1991). Pembentukan plak
gigi merupakan proses yang kompleks, terdiri dari beberapa tahap : 1) Adsorpsi
host dan molekul bakteri membentuk pelikel saliva. Pelikel terbentuk sangat
cepat, hanya dalam hitungan menit. Bakteri awalnya melekat di pelikel dan tidak
langsung pada enamel; 2) Bakteri melekat pada permukaan gigi melalui aliran
saliva; 3) Adesi terbentuk oleh adesin permukaan sel mikroba dan reseptor pelikel;
4) Koagregasi mikroorganisme yang melekat mengakibatkan keragaman
mikroflora plak; 5) Multiplikasi dari organisme yang melekat menghasilkan
biofilm dan terjadi sintesis polimer ekstraseluler; 6) Sel lepas dari biofilm menuju
ke saliva. Saliva memfasilitasi sel membentuk kolonisasi baru di tempat lain
(Samaranayake, 2002).
Komposisi kimia plak supragingiva tersusun oleh 80% air dan 20% solid.
Komposisi solid plak supragingiva tersusun oleh protein, karbohidrat, lipid, dan
komponen inorganik. Protein merupakan komponen utama plak gigi. Protein plak
gigi berasal dari enzim bakteri, protein saliva, dan gingiva crevicular fluid.
Karbohidrat dalam bentuk polisakarida merupakan komponen pembentuk plak.
Glukan dan fruktan disintesis oleh bakteri plak sebagai polimer ekstraseluler dan
menyusun sebagian besar matriks plak. Fruktan sebagai bagian dari matriks plak
berfungsi sebagai nutrisi oleh oral streptococcus (Willet dkk., 1991).
Mikroorganisme plak memproduksi produk atau substansi penyimpanan
intraselular pada saat kelebihan karbohidrat disebut intracellular polysaccharide
(IPS). Intracellular polysaccharide berhubungan dengan pembentukan karies,
karena

kemungkinan

bakteri

memetabolisme

material

ini

ketika

tidak

Kontrol plak gigi perlu ditekankan sebelum dilakukan pemasangan alat ortodontik cekat. dan fluoride (Willet dkk. sehingga mengakibatkan produksi asam lebih banyak. yaitu deterjen. magnesium. Dinding sel streptococcus mengandung protein. Deterjen memiliki sifat abrasif membantu menghilangkan plak. Famili : Streptococcoceae. karbohidrat. Asupan sukrosa yang berkurang membantu menghambat plak. 2. Aplikasi fluoride diketahui mampu menghambat perkembangan plak dan menekan jumlah bakteri kariogenik (Willet dkk. Klasifikasi dan Karakteristik Streptococcus mutans Klasifikasi Streptococcus mutans. Produksi asam di rongga mulut dikurangi dengan cara diet asupan makanan yang mengandung sukrosa. 1991). Sikat gigi merupakan cara penghilangan plak secara mekanis. Genus : Streptococcus. Lipid berperan dalam mineralisasi plak (kalkulus) karena kemampuan lipid mengikat ion kalsium dan fosfat. yaitu Kingdom : Prokariot. Kontrol plak gigi dapat dilakukan dengan bahan profilaksis dan secara mekanis (Alves dkk. Ordo : Lactobacilles. 1991). Plak mengandung ion inorganik seperti fosfat.. 2008). Sub kingdom : Bakteri. kalsium. Pasta gigi digunakan saat menyikat gigi memiliki kandungan bahan aktif. Streptococcus mutans a. . dan peptidoglikan. karbonat. Streptococcus merupakan bakteri Gram positif berbentuk bulat yang membentuk formasi seperti rantai. 1999).. Spesies : Streptococcus mutans (Marsh dan Martin. Pengendalian plak dapat dilakukan dengan usaha baik mencegah pembentukan plak maupun menghilangkan plak yang telah terbentuk.mengonsumsi makanan dalam waktu cukup lama seperti saat puasa dan malam hari saat tidur.. Kelas : Bacilli. Divisi : Firmicutes.

1 – 1 mm. Sifat fisikokimia bakteri dan permukaan alat ortodontik yang solid menjadi mediator bakteri selama proses perlekatan. Perlekatan bakteri pada permukaan enamel gigi dan material ortodontik berefek merugikan gigi dan jaringan periodontal (Davies dkk. Sebagian besar streptococcus adalah fakultatif anaerob (Anonim. yaitu bracket. 2008. brackets. Asam organik yang diproduksi terutama oleh Streptococcus mutans menyebabkan demineralisasi enamel dan karies. Hasil penelitian menyebutkan bahwa streptococcus yang bersifat kariogenik dapat memicu pembentukan plak dan . 1991). 2008... Demineralisasi enamel setelah pemasangan alat ortodontik cekat terjadi hampir 50% pasien. b. 1991). Bracket mempengaruhi perubahan ekologi rongga mulut seperti peningkatan kolonisasi Streptococcus mutans dan penurunan pH. Biofilm plak yang sulit dihilangkan mengakibatkan dekalsifikasi enamel dan white spot lesion. sedangkan pada golongan streptococcus yang memiliki kapsul koloninya mukoid... dan resin yang digunakan untuk melekatkan bracket pada gigi membuat pasien kesulitan dalam menghilangkan biofilm plak sehingga meningkatkan resiko karies pada pasien ortodontik. 1997). dan asesori. Faltemeier dkk. Perubahan ekologi area bukal dengan adanya pemasangan bands. Willet dkk. Bracket memberikan titik perlekatan di mahkota gigi. archwire.Streptococcus tumbuh dalam media padat sebagai koloni diskoid dengan diameter 0. Bakteri streptococcus merupakan bakteri yang umum ditemukan pada masa awal kolonisasi plak gigi. (Alves dkk. Streptococcus mutans pada Pasien Ortodontik Alat ortodontik cekat mempunyai tiga komponen dasar.

(Foster. 1991). Pasien diberi instruksi bagaimana cara pembersihan gigi sehari – hari. Pemakaian pasta gigi yang mengandung fluor dianjurkan selama perawatan. Pasta gigi adalah substansi yang digunakan bersama . Kondisi gigi sebelum dimulai perawatan ortodontik harus dalam keadaan baik. 3. Kondisi rongga mulut yang baik akan membantu keberhasilan perawatan ortodontik. Dua aspek perawatan preventif selama perawatan ortodontik cekat.. Glukan merupakan tempat perlekatan bakteri pada permukaan enamel. Pasien selalu diedukasi dan diingatkan untuk menjaga kebersihan rongga mulut saat kunjungan kontrol.karies. 4. Aplikasi fluor memberi manfaat. Pemeriksaan atau kontrol ortodontik pada pasien selain untuk melihat perkembangan perawatan ortodontik juga untuk melihat kesehatan atau kebersihan rongga mulut. Pasta Gigi Pasta gigi menurut Storehagen dkk. 1993). terutama pada perawatan alat ortodontik jangka panjang. 1993). Glukan diproduksi oleh streptococcus (Streptococcus mutans dan peptostreptococcus). Plak mengandung deposit glukan. yaitu mempertahankan kesehatan rongga mulut dan aplikasi fluor secara periodik (Foster. hal tersebut menunjukkan hubungan kuat antara ditemukannya Streptococcus mutans dan karies pada enamel (Willet dkk. Kebersihan Rongga Mulut Pada Pasien Ortodontik Pencegahan penyakit gigi selama perawatan ortodontik merupakan salah satu aspek penting dalam pemeliharaan kesehatan rongga mulut pasien ortodontik. (2003) merupakan material semi aquos berfungsi menghilangkan deposit pada gigi dan digunakan secara simultan bersamaan dengan sikat gigi. Pemakaian oral appliance berupa alat ortodontik cekat berpotensi menimbulkan penyakit gigi dan periodontal.

Gliserin merupakan contoh dari agen pelembab yang sering digunakan. calcium carbonate. pasta gigi dengan fungsi kosmetik tidak mengandung zat terapeutik (obat). plak. Stereath-30. Kosmetik. b. pasta gigi ini befungsi menghilangkan plak gigi dan mencegah insidensi karies. dan deposit kalkulus. pelikel. dicalcium phosphate. pasta gigi ini berfungsi sebagai pembawa substansi terapeutik pada gigi dan jaringan di sekitarnya (saliva dan jaringan gingiva). yaitu : a. dan sodium bicarbonate. Deterjen (1 – 3 %) merupakan agen pembersih untuk menghilangkan debris dari permukaan gigi. dan nafas segar. Pasta gigi ini berfungsi menghilangkan material alba. Air (20 – 40 %). Kosmetik – terapeutik. mencegah penurunan kadar air akibat evaporasi. Agen abrasif yang sering digunakan dalam pasta gigi seperti calcium pyrophosphate. e. terdapat 3 fungsi pasta gigi. Humektan atau agen pelembab (20 – 35 %) digunakan untuk menstabilkan komposisi. d. Efek pasta gigi ini menimbulkan gigi yang bersih (secara kosmetik). Komposisi pasta gigi. dan memberikan tekstur creamy pada pasta gigi. serta masalah gingiva. stain. yaitu a. c. Agen . kalkulus. c. b. namun SLS memiliki efek iritatif pada mukosa. Menurut Volpe (1977). 1977). Agen abrasif (20 – 50 %) yang berfungsi untuk menghilangkan plak. cocamidopropyl betaine merupakan bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai deterjen. Terapeutik. hydrated silica. Pasta gigi membawa substansi obat yang akan memberikan efek terapeutik spesifik sehingga mampu mengurangi insidensi seperti plak dan kalkulus. Sodium lauryl sulfate (SLS) merupakan bahan yang sering digunakan. food debris. dan stain pada permukaan gigi. sodium lauryl sarcosinate.sikat gigi untuk membersihkan permukaan gigi sehingga menimbulkan efek secara kosmetik maupun terapuetik (Volpe.

dan lain – lain. Agen perasa ( 0 – 2 %) berfungsi untuk menutupi rasa tidak enak yang ditimbulkan bahan lain dan memberikan sensasi segar rongga mulut.5 %) berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada pasta gigi. Agen terapeutik (0 – 2 %) berfungsi untuk mengatasi masalah spesifik pada rongga mulut. anti plak. Agen terapeutik dalam pasta gigi bekerja secara spesifik terhadap kondisi rongga mulut. Sodium benzoate. dan mencegah separasi komposisi dalam tube selama penyimpanan. wintergreen. 2003. Enzim akan mengalami denaturasi dan tidak bekerja dengan optimal apabila kondisi lingkungan tidak ideal bagi enzim tersebut. konsentrasi ion.05 – 0. 2008). Pemanis biasanya terdapat pada pasta gigi anak. g. dan cinnamon. anti karies. antara lain peppermint. Power dan Sakaguchi. Sodium monofluorophosphate merupakan contoh bahan yang sering dijadikan agen terapeutik sebagai anti karies. Abdurahman (2008) .. Bahan yang sering digunakan sebagai perasa pada pasta gigi.pengental atau pengikat (1 – 2 %) berfungsi untuk mengontrol viskositas. sodium saccharin. dan substrat (Aryulina dkk. antara lain sebagai agen anti kalkulus. Bahan pengawet (0. enzim glukose okidase. i. dan SLS. Bahan yang digunakan sebagi pemanis. f. Enzim merupakan protein yang mekanisme kerjanya membutuhkan kondisi lingkungan yang ideal meliputi suhu. methylparaben. Terdapat beberapa macam agen anti plak yang sering ditambahkan ke dalam pasta gigi seperti enzim amiloglukosidase. antara lain xylitol. 2006). h. dan ethylparaben merupakan contoh bahan pengawet (Storehagen dkk. sebagai pembawa zat aktif. dan sorbitol. Sodium alginate dan cellulose gum adalah bahan yang digunakan sebagai agen. pH. Pemanis (0 – 2 %) berfungsi memberikan rasa manis dan nyaman pada rongga mulut.

Anonim. kadar air yang rendah menyebabkan enzim menjadi tidak aktif dan tidak mampu bekerja dengan baik. SLS sering digunakan sebagai deterjen karena termasuk agen surfaktan keras. Mekanisme enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase mengurangi plak dengan mengaktifkan laktoperokisdase-tiosianat di saliva. Pasta gigi Fluocaril mengandung sodium monofluorophosphate yang merupakan agen anti karies dan berperan sebagai sumber fluoride dalam pasta gigi. 1990). Perbedaan Kandungan Pasta Gigi Ortodontik dengan Pasta Gigi Non Ortodontik . Metode penyimpanan suatu enzim juga mempengaruhi kestabilan dan kerja enzim. 2013). Hipotiosianat dapat menghambat pertumbuhan bakteri.. Penyimpanan pada suhu ruang dapat menyebabkan inaktivasi enzim serta terdegradasinya enzim (Chaplin dkk. Sodium monofluorophosphate melindungi enamel gigi dengan membentuk fluoroapatite yang lebih resisten terhadap suasana asam akibat bakteri (Storehagen dkk. Peroksida yang terlepas akan bereaksi dengan ion tiosianat di saliva kemudian berubah menjadi hipotiosianat. Enzim amilogukosidase dan glukose oksidase mampu mendegradasi glukosa menjadi hidrogen peroksida. SLS adalah bubuk putih dengan bau khas yang mampu menembus membran mikroorganisme serta menghambat enzim glucosyltransferase dan fructosyltransferase yang menjadi tempat perlekatan koloni Streptococcus mutans di pelikel. Idealnya enzim disimpan didalam lemari pendingin bersuhu 0 0 40 Celcius untuk meminimalisir hilangnya kemampuan kerja enzim. 5.mengatakan bahwa kerja enzim juga dipengaruhi oleh besarnya kadar air. 2003). (Storehagen dkk. 2003.

dan memiliki kandungan lemak rendah. 2012). lisosim. nutrisi untuk mencegah terkena infeksi (Barkvoll. Laktoferin menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dengan mengikat ion Fe3+. Lisosim bekerja dengan mekanisme perusakan lapisan peptidoglikan pada dinding sel bakteri (Amerongen. antiviral. Pasta gigi merek Fluocaril Orthodontic mengandung Cetylpyridinium chloride (CPC) dan xylitol (Anonim. CPC adalah senyawa surfaktan . 2006).Pasta gigi khusus ortodontik dikembangkan untuk membantu mengatasi masalah pada rongga mulut saat pemakaian alat ortodontik cekat. enzim. Laktoferin adalah salah satu protein pengikat besi (iron-binding) yang berfungsi sebagai antibakterial. Immunoglobulin A pada kolostrum sapi mampu menghambat perlekatan bakteri Streptococcus mutans. Kolostrum adalah susu yang dihasilkan pada hari pertama pasca melahirkan dan mengandung antibodi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kolostrum sapi digunakan sebagai obat kumur selama tiga hari dapat menurunkan proporsi bakteri Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan karies (Korhonen dkk. 1991). dan immunoglobulin (Rokka. dan lain – lain.. berwarna kekuningan. Kolostrum merupakan susu dengan konsistensi kental. Immunoglobulin bekerja dengan menghambat kerja glucosyltransferase sehingga glukan tidak terbentuk dan bakteri menjadi tidak aktif (Amerongen. antifungal. 2000). 2005). 2008). 1991). 2013). Komponen kolostrum sapi yang digunakan sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans antara lain laktoferin. Pasta gigi merek Enzim® Orthodontic memiliki kandungan kolostrum 10 kali lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya (Anonim. Laktoferin sapi sering kali penggunaanya dalam produk dikombinasi dengan lisosim (Wakabayashi dkk..

. CPC dengan konsentrasi 0. CPC bersifat kompatibel dengan bahan lain dalam larutannya namun tidak kompatibel dengan bahan jenis sabun dan agen afionik lainnya.7 %. 2000). CPC merupakan antiseptik yang membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya. Xylitol merupakan agen anti karies yang dapat menghambat metabolisme karbohidrat (glikolisis) bakteri. 2011). Hal tersebut menunjukkan bahwa CPC mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans sehingga mampu menghambat perkembangan plak gigi. 2003).1 % digunakan sebagai obat kumur selama 60 detik menunjukkan adanya penurunan kadar colony forming unit Streptococcus mutans sebanyak 22. B. Senyawa kationik mempunya ciri sebagai bakterisid pada bakteri Gram positif dan negatif. Landasan Teori Plak gigi adalah kumpulan mikroba yang melekat pada jaringan keras gigi. Senyawa ammonium kuaternari umumnya bekerja dengan absorbsi ke permukaan sel bakteri kemudian menghancurkan dinding dan membran sel bakteri.ammonium kationik sering terkandung dalam obat kumur. CPC memiliki efek antibakteri spektrum luas. Efek samping yang dimiliki CPC lebih sedikit jika dibandingkan dengan klorheksidin (Putri. dan produk lainnya. CPC dengan konsentrasi 0. Tingkat kerusakan sel tergantung pada waktu dan konsentrasi CPC (Cutter dkk.05 % terbukti efektif mengurangi bakteri pembentuk plak ketika digunakan bersamaan dengan pembersihan mekanis. pasta gigi. Xylitol sulit difermentasi oleh Streptoccocus mutans (Storehagen dkk. Mikroorganisme yang terdapat pada kolonisasi pertama salah satunya adalah Streptococccus mutans. Streptococcus mutans dapat mengakibatkan demineralisasi enamel yang dialami hampir sebagian besar pemakai alat .

agen perasa. dan asesori membatasi ruang gerak ketika menyikat gigi. Kolostrum yang ditambahkan ke dalam pasta gigi adalah kolostrum sapi. humektan.ortodontik cekat. Kolostrum merupakan susu yang dihasilkan pertama kali pasca melahirkan. deterjen. Rongga mulut yang tidak dapat dibersihkan secara sempurna akan mengakibatkan terjadinya penumpukan plak. archwire. Pasta gigi merek Enzim ® Mint Flavour tidak memiliki kandungan kolostrum sehingga pasta gigi merek Enzim ® Orthodontic memiliki komponen bakterisid lebih banyak dibandingkan pasta gigi merek Enzim® Mint Flavour. Pasien pengguna alat ortodontik cekat sering kesulitan ketika melakukan penyikatan gigi. dan menjaga kebersihan rongga mulut bersamaan dengan sikat gigi. Pasta gigi merek Enzim ® Orthodontic mengandung kolostrum 10 kali lebih banyak. Pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath mengandung SLS sebagai anti plak dan deterjen serta sodium monofluorophosphate sebagai agen anti karies. Pasta gigi non ortodontik biasanya mengandung agen abrasif. dan bahan pengawet. Kolostrum di pasta gigi bekerja sama dengan sistem imun alami saliva yang berperan menghambat perlekatan dan kolonisasi Streptococcus mutans. SLS sebagai anti plak menghambat enzim yang menjadi tempat perlekatan dari . pemanis. agen pengental. memiliki banyak komponen yang bermanfaaat bagi tubuh. air. Enzim tersebut menghambat bakteri dengan cara mengaktifkan sistem enzimatik di saliva. Plak gigi dapat dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi. Pasta gigi adalah zat yang digunakan untuk menghilangkan debris. Pasta gigi merek Enzim® memiliki kandungan enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase yang merupakan agen anti plak. plak. agen terapeutik. Hal tersebut dikarenakan komponen alat ortodontik cekat yang terdiri dari bracket.

2. mampu membunuh bakteri Gram positif dan negatif. Daya hambat pasta gigi ortodontik lebih besar dibandingkan dengan daya hambat pasta gigi non ortodontik pada merek yang sama terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pasta gigi merek Fluocaril Orthodontic memiliki kandungan cetylpyridinium chloride (CPC). Xylitol merupakan bahan yang sulit difermentasi oleh bakteri Streptococcus mutans dan mampu menghambat proses metabolisme bakteri. Sodium monofluorophosphate membentuk fluoroapatite yang membuat enamel gigi menjadi lebih resisten terhadap suasana asam.bakteri Strepococcus mutans. SLS merupakan agen surfaktan keras.05% mampu menurunkan kadar colony forming unit Streptococcus mutans. C. Kadar Streptococcus mutans yang menurun maka akan mengurangi pertumbuhan dan perkembangan plak gigi. Konsentrasi CPC menentukan tingkatan kerusakan sel bakteri. CPC merupakan senyawa surfaktan yang sering terdapat dalam produk oral seperti obat kumur dan pasta gigi. CPC memiliki efek antibakteri spektrum luas. Daya hambat pasta gigi ortodontik lebih besar dibandingkan dengan daya hambat pasta gigi non ortodontik pada perbandingan antar merek terhadap bakteri Streptococcus mutans. Hipotesis Berdasarkan tinjauan pustaka dan landasan teori diajukan hipotesis bahwa: 1. CPC dengan konsentrasi 0. CPC membunuh bakteri dengan cara menghancurkan membran sel. .

Variabel terkendali a. Variabel terpengaruh: Daya hambat pertumbuhan Streptococcus mutans 3. Jenis alat ukur dan tingkat ketelitian alat ukur f.Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris. Jumlah koloni bakteri C. Pasta gigi ortodontik adalah pasta gigi yang digunakan oleh para pengguna alat ortodontik cekat untuk menjaga kebersihan rongga mulut. Derajat konsentrasi bakteri Streptococcus mutans h. B. Variabel pengaruh: Jenis pasta gigi 2.Identifikasi Variabel 1.Definisi Operasional 1. Suhu inkubasi Streptococcus mutans b. Daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans adalah luas zona transparan yang terbentuk di sekitar area sumuran pasta gigi dimana tidak terdapat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. e. Besar diameter cawan petri g. luas zona trbentuk diukur dalam satuan millimeter (mm). Besar volume pasta gigi. Jenis media kultur d.III. METODE PENELITIAN A. Pasta gigi non ortodontik adalah pasta gigi yang digunakan oleh masyarakat umum untuk menjaga kebersihan rongga mulut. . Lama waktu inkubasi c. Besar diameter sumuran i. 2. Pasta gigi yang digunakan dalam penelitian terdiri dari pasta gigi ortodontik dan pasta gigi non ortodontik merek Enzim® dan Fluocaril.

11. Besar diameter cawan petri adalah ukuran diameter dari cawan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri. 9. 4. Besar volume pasta gigi adalah banyaknya pasta gigi yang diinjeksikan ke dalam sumuran. Diameter sumuran sebesar 6 mm.3. 7. Media kultur yang digunakan adalah Brain Heart Agar. Derajat konsentrasi bakteri Streptococcus mutans adalah 108 CFU/mL. Jumlah koloni bakteri Streptococcus mutans yang terbentuk setelah inkubasi pada tiap cawan petri diharapkan sama jika berasal dari konsentrasi yang sama. Lama waktu inkubasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk terjadi suatu pertumbuhan bakteri. Subjek Penelitian . Suhu inkubasi bakteri Streptococcus mutans adalah suhu yang digunakan untuk pertumbuhan suatu bakteri pada cawan petri yang telah diberi perlakuan. 5. Jumlah koloni bakteri adalah jumlah kumpulan bakteri dengan jenis yang sama di media yang sama setelah inkubasi. Suhu inkubasi bakteri Streptococcus mutans pada temperatur 37oC. Jenis alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jangka sorong merek “Tricle Brand” dengan ketelitian 0. 6. 8. 10. Volume pasta gigi yang digunakan sebanyak 0. D.01 mm. Waktu inkubasi selama 24 jam. Cawan petri yang digunakan adalah cawan petri dengan diameter 150 mm. Derajat konsentrasi bakteri adalah derajat kekeruhan suatu bakteri dalam suspensi cair.1 mL. Besar diameter sumuran adalah diameter media agar yang dilubangi oleh pelubang agar sebagai tempat perlakuan. Jenis media kultur adalah media yang digunakan untuk memelihara dan memaksimalkan pertumbuhan suatu bakteri pada suatu penelitian di laboratorium. Jenis alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar diameter zona daya hambat yang terbentuk.Subjek Penelitian 1.

sodium fluoride. titanium dioxide. sodium hexametaphosphate. flavor. Ltd. glycerin. Komposisi pasta gigi yang digunakan sebagai sampel penelitian Kelompok Pasta Gigi Enzim® Orthodontic Enzim® Mint Flavour Fluocaril Orthodontic Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath Komposisi Aqua. Tabel I. sorbitol. Aloe barbadensis leaf extract. hydrated silica. ethoxylate stearyl faty acid. aroma. sodium saccharine Aqua. sodium fluoride. panthenol.fress mint. Water. CI 17200 Water. sodium benzoate.Subjek penelitian menggunakan pasta gigi merek Enzim ® Orthodontic 100 ml dan Enzim® Mint Flavour 100 ml (PT. glycerin. Enzym Bioteknologi Internusa. xylitol. lysozime. sorbitol. enzim amiloglukosidase. Centella asiatica leaf extract. sodium benzoate. disodium phosphate. hydrated silica. laktoferin. sodium saccharine. titanium dioxide. glycerin. sodium monofluorophosphate. enzim glukose oksidase. steareth-30. laktoferin. kolostrum. Thailand lisensi The Procter&Gamble. potassium thiocyanate. USA). cellulose gum. potassium acesulfame. hydrated silica. sorbitol. lysozime. citric acid. hydrated silica. sodium lauryl . sodium saccharine. Carragenan. sorbitol. disodium phosphate. citric acid. Carragenan. cocamidopropyl betaine. disodium phosphate. sodium fluoride. laktoeproksidase. methylparaben. enzim amiloglukosidase. Inonesia) serta Fluocaril Orthodontic toothpaste 125 g dan Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath toothpaste 160 g (IDS Manufacturing. potassium thiocyanate. laktoperoksidase. sodium benzoate.. cocamidopropyl betaine. cetylpyridinium chloride (CPC). enzim glukose oksidasae.

E. Cawan petri d.1) ( n . Brain Heart Agar f. titanium dioxide. Tabung reaksi dan rak tabung b. Inkubator k. 2000 sit. Alat tulis 2. Lampu spiritus c. Biakan murni bakteri Streptococcus mutans b. Swab steril f. sodium hexametaphosphate.Alat dan Bahan Penelitian 1. sodium fluoride. Alat : a.sulfate (SLS). Vortex l.01 mm h. disodium phosphate. sodium monofluorophosphate. methylparaben. Pelubang agar diameter 6 mm i. Brain Heart Infusion cair (BHI) . Spuit injeksi tuberculin steril 1 mL g. sodium benzoate.1) > 15 Keterangan: t : kelompok perlakuan n : jumlah subjek kelompok perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 kelompok maka jumlah sampel subjek minimal yang digunakan sebanyak 6 buah lubang sumuran. Jangka sorong merek “Tricle Brand” ketelitian 0. Pasta gigi non ortodontik d. cellulose gum. Alkohol e. Pasta gigi ortodontik c. Penelitian ini akan menggunakan 10 lubang sumuran pada tiap kelompok. 2013): (t . Jumlah Sampel Subjek Jumlah sampel subjek dalam penelitian ditentukan menggunakan rumus Federer (Supranto. 2. Pipet e. Suyatno. Pinset j. sodium saccharine. flavor. Bahan : a.

Permukaan luar cawan petri dibuat 2 garis tegak lurus melalui pusat lubang sumuran menggunakan penggaris dan spidol. Pembacaan Hasil Media yang telah diinkubasi selama 24 jam terlihat adanya zona hambat bakteri. Suspensi Streptococcus mutans dari biakan Brain Heart Infusion cair dihomogenkan menggunakan vortex. pembuatan lubang sumuran. Zona hambat yang terbentuk di sekitar sumuran dihitung diameternya menggunakan jangka sorong ketelitian 0. Pengukuran dilakukan dengan mengukur batas luar sumuran sampai ke zona yang terdapat pertumbuhan bakteri. Brain Heart Agar dibuat sumuran dengan diameter 6 mm menggunakan pelubang agar steril. Media diinkubasi pada inkubator selama 24 jam pada suhu 37 oC.1 mL menggunakan spuit injeksi tuberculin steril. Ujung tabung suspensi bakteri yang telah homogen disterilkan dengan cara dilewatkan api lampu spiritus untuk mencegah kontaminasi. Masker dan sarung tangan digunakan oleh operator selama uji kepekaan bakteri berlangsung. Suspensi bakteri diinokulasi menggunakan swab steril dan dioleskan pada permukaan Brain Heart Agar secara merata. suatu area transparan dimana tidak terdapat pertumbuhan bakteri.Jalannya Penelitian 1. Uji Kepekaan Bakteri Operator melakukan penelitian dengan teknik asepsis untuk mencegah kontaminasi. 1 garis . Proses swab bakteri. Kelompok sampel pasta gigi ortodontik dan pasta gigi non ortodontik diinjeksikan ke dalam sumuran sebanyak 0.F. 2. dan penyuntikn sampel pasta gigi dilakukan dekat lampu spiritus.01 mm.

Zona daya hambat pasta gigi ortodontik dan pasta gigi non ortodontik terhadap Streptococcus mutans dihitung dengan: B a f A b e Media yang telah diswab bakteri S.diagonal terletak diantara kedua garis tegak lurus tersebut dan membentuk sudut 45o .mutans C c d Zona daya hambat D Lubang sumuran berisi pasta gigi F E (AD . dan diagonal sumuran. dan diagonal tepi area yang terdapat pertumbuhan bakteri kemudian dikurangi jarak vertikal.ad) + (BE – be) + (CF – cf) 3 Keterangan : . horizontal. Hasil pengukuran merupakan rata – rata dari ketiga pengukuran tersebut. horizontal. Pengukuran diameter dilakukan dengan mengukur jarak vertikal.

Analisis Data Analisis data hasil penelitian dilakukan uji homogenitas sampel menggunakan Levene’s test dan uji normalitas menggunakan uji Shapiro – Wilk. . selanjutnya diuji menggunakan uji ANOVA satu jalur dan uji LSD0.AD BE CF ad be cf : Jarak horizontal zona daya hambat : Jarak vertikal zona daya hambat : Jarak diagonal zona daya hambat : Jarak horizontal lubang sumuran : Jarak vertikal lubang sumuran : Jarak diagonal lubang sumuran Gambar 1. Metode Pengukuran Diameter Zona Hambat G.05.

1 mL Sampel pasta gigi Fluocaril Orthodontic diinjeksikan ke sumuran sebanyak 0. Alur Penelitian Bakteri Streptococcus mutans hasil biakan murni Inokulasi bakteri Streptococcus mutans ke Brain Heart Agar Inokulasi bakteri Streptococcus mutans ke Brain Heart Agar Inokulasi bakteri Streptococcus mutans ke Brain Heart Agar Inokulasi bakteri Streptococcus mutans ke Brain Heart Agar Brain Heart Agar dibuat lubang sumuran diameter 6 mm Brain Heart Agar dibuat lubang sumuran diameter 6 mm Brain Heart Agar dibuat lubang sumuran diameter 6 mm Brain Heart Agar dibuat lubang sumuran diameter 6 mm Sampel pasta gigi Enzim® Orthodontic diinjeksikan ke sumuran sebanyak 0.1 mL Media Brain Heart Agar diinkubasi selama 24 jam suhu 37o C Media Brain Heart Agar diinkubasi selama 24 jam suhu 37o C Media Brain Heart Agar diinkubasi selama 24 jam suhu 37o C Media Brain Heart Agar diinkubasi selama 24 jam suhu 37o C Pengukuran zona hambat pada media Analisis data .1 mL Sampel pasta gigi Enzim® Mint Flavour diinjeksikan ke sumuran sebanyak 0.H.1 mL Sampel pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath diinjeksikan ke sumuran sebanyak 0.

Data hasil penelitian selanjutnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Rerata dan simpangan baku luas zona daya hambat pasta gigi ortodontik dan pasta gigi non ortodontik merek Enzim® dan merek Fluocaril setelah inkubasi selama 24 jam.IV.81327 23. sedangkan pasta gigi Enzim® Mint Flavour memiliki rerata paling rendah (8.98760 mm) dibandingkan pasta gigi lainnya.81327 mm). . Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi data hasil penelitian normal. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk karena jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini kurang dari 50 sampel.6700 ± 0. Hasil yang didapat kemudian diuji menggunakan uji ANOVA satu jalur dan uji LSD 0.4170 ± 0. Hasil uji normalitas menunjukkan keempat kelompok pasta gigi memiliki nilai signifikansi p > 0. Tabel II menunjukkan bahwa pengukuran luas zona daya hambat kelompok pasta gigi Fluocaril Orthodontic memliki rerata tertinggi (23. Kelompok Pasta Gigi Enzim® Orthodontic Pasta Gigi Enzim® Mint Flavour Fluocaril Orthodontic toothpaste Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath Jumlah Sampel Rerata ± SB (mm) 10 10 10 10 10.05 untuk mengetahui efektivitas keempat pasta gigi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.76746 Hasil Tabel II menunjukkan bahwa terjadi kecenderungan peningkatan luas zona hambat pada pasta gigi jenis ortodontik pada kedua merek terhadap bakteri Streptococcus mutans.4170 ± 0. Hasil Penelitian Penelitian mengenai perbandingan daya hambat pasta gigi ortodontik dengan pasta gigi non ortodontik terhadap bakteri Streptococcus mutans telah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 sampel yang dibagi dalam empat kelompok pasta gigi.1330 ± 0. masing – masing kelompok terdapat 10 sampel.98760 12.05 yang berarti data terdistribusi normal (Tabel III).1330 ± 0.80817 8. Tabel II.1330 ± 1.

910 1332.983 0. 604.101 Uji homogenitas menggunakan Levene’s Test diperoleh data hasil penelitian yang homogen. Uji ANOVA satu jalur dilakukan untuk mengetahui perbedaan daya hambat pasta gigi ortodontik dengan pasta gigi non ortodontik merek Enzim ® dan Fluocaril terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.662 Fluocaril Orthodontic toothpaste 0. Tabel IV.170 Derajat Bebas (db) 3 36 39 Rata – rata Kuadrat 435.000* Keterangan: (*) : terdapat perbedaaan yang bermakna (p < 0. Hasil uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk luas zona daya hambat pasta gigi ortodontik dan pasta gigi non ortodontik merek Enzim® dan merek Fluocaril.135 Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath 0.05) Hasil perhitungan uji ANOVA satu jalur pada pasta gigi merek Enzim ® dan merek Fluocaril didapatkan nilai p < 0. Hasil penelitian dilanjutkan menggunakan uji Post Hoc Least . Kelompok Shapiro-Wilk Statistik df Sig. dengan nilai statistik 0. maka data memenuhi syarat untuk dilakukan uji parametrik ANOVA satu jalur.Tabel III.05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan luas zona daya hambat yang bermakna antara pasta gigi ortodontik dan pasta gigi non ortodontik merek Enzim® dan merek Fluocaril.870 10 0.881 10 0. Uji normalitas dan uji homogenitas merupakan syarat mutlak untuk melakukan uji parametrik menggunakan ANOVA satu jalur.633 dan nilai signifikansi 0.420 0.949 10 0.05.598 (Lampiran IV).720 F Sig.427 Pasta Gigi Enzim® Mint Flavour 0.260 25. Data hasil penelitian dikatakan homogen jika hasil uji homogenitas memiliki nilai p > 0.928 10 0. Pasta Gigi Enzim® Orthodontic 0. Hasil uji ANOVA satu jalur perbandingan daya hambat pasta gigi ortodontik dengan pasta gigi non ortodontik terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Jumlah Kuadrat 1306. Data hasil penelitian dinyatakan normal dan homogen.

Enzim® Mint Flavour.00000* 10.05 data hasil perbandingan daya hambat pasta gigi ortodontik dengan pasta gigi non ortodontik terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans Perbedaan Rerata Kelompok Fluocaril Orthodontic Enzim® Mint Flavour Enzim® Orthodontic Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath Fluocaril Orthodontic Enzim® Mint Flavour Enzim® Orthodontic Fluocaril Freeze Cool FreshBreath - 14.Significant Difference (LSD 0. Hasil uji Post Hoc LSD 0.53700* - - - - Keterangan: (*) : terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0.05). Pembahasan Penelitian menggunakan empat kelompok pasta gigi. Hasil uji Post Hoc LSD 0. Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath.46300* - - 1. yaitu Enzim ® Orthodontic. Setiap .71600* 4. Tabel V. Pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath memiliki luas zona daya hambat lebih besar dibandingkan dengan pasta gigi Enzim® Mint Flavour.05). B. namun lebih kecil jika dibandingkan dengan pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath. Pasta gigi Enzim® Orthodontic memiliki luas zona daya hambat lebih luas terhadap Streptococcus mutans dibandingkan dengan pasta gigi Enzim® Mint Flavour. dan Fluocaril Orthodontic. Pasta gigi non ortodontik dari kedua merek memiliki zona daya hambat lebih kecil dibandingkan dengan pasta gigi ortodontik.71600* 13.05 menunjukkan terdapat perbedaan luas zona daya hambat yang bermakna antar tiap kelompok pasta gigi terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans (Tabel V). Berdasarkan uji yang dilakukan diketahui bahwa pasta gigi Fluocaril Orthodontic memiliki luas zona daya hambat paling besar terhadap pertumbuhan Streptcoccus mutans dibandingkan dengan kelompok pasta gigi lainnya.05) Berdasarkan uji LSD0.25300* - - - 2.05 pada tabel V menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari luas daya hambat antar seluruh kelompok perlakuan (p < 0.

Meningkatnya luas zona daya hambat pada kedua merek pasta gigi ortodontik dikarenakan adanya komposisi tambahan yang bersifat antibakteri. 2002). Laktoferin menghambat Streptococcus mutans dengan cara mengikat ion Fe3+ yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri. Kombinasi kolostrum dengan . 2008). Hasil uji LSD0. 1991).5 % . laktoferin dan immunoglobulin (Rokka. Mekanisme kerja dari antibakteri antara lain adalah merusak dinding sel. serta mencegah multiplikasi bakteri. menghambat aktivitas metabolisme. Kolostrum mampu memberikan efek antibakteri pada konsentrasi 0. Kedua pasta gigi tersebut mengandung enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase sebagai agen antiplak yang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dengan membentuk ion hipotiosianat (Storehagen dkk. Immunoglobulin merupakan agen antimikroba utama pada kolostrum sapi yang berperan dalam mencegah adhesi Streptococcus mutans ke permukaan gigi (Rokka. Hasil penelitian menyatakan bahwa luas zona daya hambat pada pasta gigi Enzim ® Orthodontic lebih besar dibandingkan dengan Enzim® Mint Flavour. 1991). antibakteri pada pasta gigi berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan bakteri rongga mulut. 2008). 2012).05 (Tabel V) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan luas zona daya hambat yang bermakna antar keempat kelompok pasta gigi. Menurut Prasanth (2011). 2003). Laktoferin akan bekerja lebih efektif bila dikombinasi dengan lisosim (Amerogen.25 % (Lee. Pasta gigi Enzim® Orthodontic menghasilkan luas zona daya hambat yang lebih besar karena mengandung satu komponen tambahan yaitu kolostrum sapi (Anonim. Hasil pada penelitian ini sesuai dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa pada merek yang sama daya hambat pasta gigi ortodontik lebih besar dibandingkan dengan daya hambat pasta gigi non ortodontik terhadap bakteri Streptococcus mutans. Kolostrum sapi memiliki komponen berupa lisosim. Lisosim berperan menghidrolisis dinding sel bakteri Streptococcus mutans yang akan menimbulkan kebocoran dinding sel dan keluarnya elektrolit serta molekul penting seperti DNA dan nikotinamida (Amerongen.pasta gigi memiliki kandungan antibakteri (Tabel VI).

Hasil penelitian menyatakan pula bahwa pasta gigi Fluocaril Orthodontic memiliki luas daya hambat yang lebih besar dibandingkan pasta gigi Enzim® Mint Flavour. Xylitol merupakan agen antikaries dan pemanis pada pasta gigi.1 % memberikan efek antibakteri. dengan mekanisme kerja mengabsorbsi ke permukaan bakteri dan menghancurkan dinding sel bakteri Streptococcus mutans (Cutter dkk. Sodium monofluorophosphate merupakan agen anti karies dan sumber fluoride pada pasta gigi. xylitol. sedangkan Enzim® Mint Flavour hanya mengandung enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase saja.05% dan xylitol. Manson dan Eley. Fluoride akan meningkatkan remineralisasi enamel dan membentuk fluoroapatite. 2000.05 – 0.. 2009). Hasil penelitian sesuai dengan pernyataan Moran dan Addy (1991) bahwa CPC dengan konsentrasi 0.enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase pada pasta gigi Enzim ® Orthodontic memberikan efek antibakteri yang lebih besar. Hal ini disebabkan adanya perbedaan komposisi antibakteri pada kedua pasta gigi. Senyawa ammonium kuarternari seperti CPC memiliki daya antiplak yang baik. Besarnya konsentrasi kolostrum pada penelitian ini tidak diketahui. 2004). 2003. Manson dan Eley. Hasil penelitian menunjukkan pasta gigi Fluocaril Orthodontic memiliki luas zona hambat lebih besar dibandingkan Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath. Fithrony dkk. CPC dan xylitol berperan sebagai penghambat pertumbuhan Streptococcus mutans (Storehagen dkk. 2003. Xylitol mampu mengurangi plak dan karies karena xylitol akan menghambat metabolisme bakteri dan tidak dapat difermentasi oleh Streptococcus mutans (Storehagen dkk. sebab peneliti tidak menemukan jumlah berat (dalam mg) ataupun persentase dari tiap – tiap komposisi pada pasta gigi yang merupakan rahasia perusahaan produsen pasta gigi tersebut. Hal ini disebabkan adanya dua komposisi tambahan pada Fluocaril Orthodontic yaitu CPC 0. Pasta gigi Fluocaril Orthodontic mengandung CPC. dan sodium monofluorophosphate. 2004). sehingga enamel akan lebih resisten terhadap asam. .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas zona daya hambat Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath lebih besar dibandingkan Enzim® Mint Flavour. sehingga menyebabkan kerja enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase pada pasta gigi Enzim ® tidak optimal. Sodium monofluorophospate sebagai agen antikaries menambah daya antibakteri pada pasta gigi. SLS merupakan surfaktan keras serta mampu menghambat enzim glucosyltransferase dan fructosyltransferase yang menjadi tempat perlekatan Streptococcus mutans (Storehagen dkk. Menurut Lee (2002). Enzim® Mint Flavour mengandung enzim amiloglukosidase dan glukose oksidase. yang diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan membentuk ion hipotiosianat (Storehagen dkk. Lebih banyaknya jumlah bahan antibakteri dan ditambah adanya SLS menyebabkan pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath mampu menghambat Streptococcus mutans lebih besar. 2003). sebab saliva berperan besar sebagai pensuplai kandungan air dalam penggunaan pasta gigi yang mengandung enzim.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath memiliki luas zona daya hambat lebih besar dibandingkan Enzim® Orthodontic Hal ini disebabkan lebih banyaknya komposisi antibakteri pada pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath berupa SLS dan sodium monofluorophospate.. Penelitian ini tidak menggunakan saliva. rendahnya kadar air akan menyebabkan enzim menjadi tidak aktif dan tidak mampu bekerja dengan . besarnya konsentrasi kolostrum berpengaruh dalam memberikan efek antibakteri. Keberadaan saliva berpengaruh terhadap kestabilan kerja enzim. Hal ini dikarenakan pada pasta gigi Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath terdapat surfaktan keras berupa SLS yang dapat menghambat adhesi bakteri pada permukaan gigi. Abdurahman (2008) mengatakan bahwa kerja enzim sangat dipengaruhi kadar air. Amerogen (1991) mengatakan bahwa pembentukan ion hipotiosianat memerlukan laktoperoksidase dan ion tiosianat dari saliva. Pasta gigi Enzim® Orthodontic memiliki komponen antibakteri tambahan berupa kolostrum. 2003). namun besarnya konsentrasi kolostrum dalam pasta gigi Enzim ® Orthodontic tidak diketahui pasti.

Hal ini dikarenakan efektivitas pasta gigi dalam menghambat Streptococcus mutans ditentukan dari kandungan antibakteri yang terdapat dalam pasta gigi tersebut. Pasta gigi dengan label “Orthodontic” tidak berpengaruh dengan besar kecilnya luas zona daya hambat yang dihasilkan terhadap bakteri Streptococcus mutans. Faktor tidak digunakannya saliva menyebabkan kurang optimalnya kerja dari enzim pada pasta gigi Enzim® Orthodontic. Semakin banyak dan semakin kuat kandungan antibakteri dalam pasta gigi akan meningkatkan efektivitas pasta gigi dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans .produk pasta gigi pada umumnya memiliki bermacam-macam kandungan antibakteri. Faktor yang sama berupa tidak digunakannya saliva dalam penelitian dan tidak diketahuinya besar konsentrasi kolostrum juga menyebabkan hasil penelitian luas zona daya hambat pada pasta gigi Enzim® Orthodontic lebih kecil dibandingkan dengan pasta gigi Fluocaril Orthodontic. 2011). Produk . Faktor lain yang mendukung adalah adanya CPC pasta gigi Fluocaril Orthodontic yang dapat berefek optimal karena bersifat bakteriostatik dan bakterisid serta berspektrum luas (Putri. dan Enzim® Mint Flavour. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa secara berurutan luas zona daya hambat terbesar terhadap Streptococcus mutans adalah Fluocaril Orthodontic. Enzim® Orthodontic. Faktor-faktor ini yang menyebabkan pasta gigi Enzim ® kurang efektif dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Fluocaril Freeze Cool Fresh Breath.baik.