You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Perseroan

Komanditer

yang

biasa

disingkat

CV

(Comanditaire

Vennootschap) ini adalah suatu bentuk badan usaha yang paling banyak digunakan
oleh para Pengusaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai bentuk identitas
organisasi Badan Usaha di Indonesia. Rancangan Undang-Undang (RUU) Usaha
Perseorangan dan Badan Usaha Bukan Badan Hukum juga mengatur persekutuan
komanditer, atau yang lazim dikenal dengan CV. Menurut Pasal 1 butir 5 RUU,
CV adalah badan usaha bukan badan hukum yang mempunyai satu atau lebih
sekutu komplementer dan sekutu komanditer. Sekutu komplementer berhak
bertindak untuk dan atas nama bersama semua sekutu serta bertanggung jawab
terhadap pihak ketiga secara tanggung renteng. Namun sekutu ini bertanggung
jawab sampai harta kekayaan pribadi. Hal ini terjadi jika harta CV tidak cukup
untuk membayar hutang saat CV bubar.
Jika CV bubar maka sekutu komplementer yang berwenang melakukan
likuidasi,

kecuali

ditentukan

lain

dalam

perjanjian

atau

rapat

sekutu

komplementer. Jika setelah dilikuidasi masih terdapat sisa harta CV, maka
dibagikan kepada semua sekutu sesuai dengan pemasukan masing-masing.
Sementara sekutu komanditer yang tidak boleh bertindak atas nama bersama
semua sekutu dan tidak bertanggungjawab terhadap pihak ketiga melebihi
pemasukannya. Jadi harta kekayaan pribadinya terpisah dari harta CV. Itulah
sebagian aturan baru dalam RUU menyangkut CV. Selama ini, yang banyak
dipakai sebagai rujukan adalah KUHD (Kitab Undang-undang Hukum Dagang).
Pengertian CV dijelaskan dalam Pasal 19 Kitab Undang-undang Hukum
Dagang (KUHD). Dalam pasal 19 ayat 1 disebutkan bahwa CV adalah
Persekutuan secara melepas uang yang dinamakan persekutuan komanditer,
didirikan antara satu orang atau beberapa sekutu yang tanggung menanggung
bertanggung jawab untuk seluruhnya pada pihak satu, dan satu orang atau lebih
sebagai pelepas uang pada pihak lain. Sedangkan pada pasal 19 ayat 2 berbunyi
‘Dengan demikian bisalah terjadi suatu persekutuan itu pada suatu ketika yang

1

Persero aktif adalah orang yang mempunyai tanggung jawab penuh untuk mengelola perusahaan dengan jabatan sebagai Direktur. Pada beberapa referensi lain. misalnya benda atau yang lainnya. yaitu pesero yang bertanggung jawab secara tanggung renteng (pesero aktif. dapat berbentuk selain uang. 2 . pesero komplementer) dan pesero yang memberikan pinjaman uang (pesero pasif.sama merupakan persekutuan firma terhadap sekutu firma di dalamnya dan merupakan persekutuan komanditer terhadap pelepas uang. Sedangkan Pesero Pasif . yaitu sebagai Pesero Komanditer. pesero komanditer). adalah orang yang mempunyai tanggung jawab sebatas modal yang ditempatkan dalam perusahaan. pemberian pinjaman modal atau biasa disebut inbreng. Dari ketentuan pasal itu terlihat bahwa di dalam CV terdapat dua alat kelengkapan.

maupun kegiatan usaha perusahaan. khususnya pasal 19 s/d 21 yang mengatur tentang Persekutuan Komanditer. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero kuasa atau persero pengurus. yang hanya menantikan hasil keuntungan dari yang dimasukan itu. Artinya. Tentu juga tidak lupa 3 . mereka hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan dan begitu juga apabila untung. dan tidak ikut campur dalam kepengurusan. 2. Jika perusahaan menderita rugi. Sekutu komanditer (silent partner) adalah sekutu yang hanya menyerahkan uang. dan tidak turut campur dalam pengurusan atau penguasaan persekutuan. barang.2 Pengaturan Persekutuan Komanditer (CV) Dasar hukum pendirian CV diatur dalam KUHD. uang mereka memperoleh terbatas tergantung modal yang mereka berikan. Sekutu ini sering juga disebut sebagai persero diam. Persekutuan komanditer mempunyai dua macam sekutu.BAB II PEMBAHASAN 2.  Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer. Tanggung jawabnya terbatas pada jumlah pemasukannya itu. semua kebijakan perusahaan dijalankan oleh sekutu aktif. yaitu:  Sekutu aktif atau sekutu Komplementer. pengusahaan. adalah sekutu yang menjalankan perusahaan dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga.1 Pengertian Persekutuan Komanditer (CV) Persekutuan komanditer (CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. adalah sekutu yang hanya menyertakan modal dalam persekutuan. Status Sekutu Komanditer dapat disamakan dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu perusahaan. atau tenaga sebagai pemasukan pada persekutuan. Dia hanya memperoleh keuntungan dari pemasukannya itu.

Pasal 20 Dengan tidak mengurangi kekecualian yang terdapat dalam pasal 30 alinea kedua. Dengan demikian. dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinjaman uang. 2. bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk seluruhnya terhadap semua utang dan perikatan perseroan itu. Pada umumnya pendirian persekutuan komanditer selalu dengan akta notaris. didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang persero yang bertanggung jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya. biar berdasarkan pemberian kuasa sekalipun. maka nama persero komanditer tidak boleh digunakan dalam firma. Persero ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut. Ia tidak ikut memikul kerugian lebih daripada jumlah uang yang telah dimasukkannya dalam perseroan atau yang harus dimasukkannya.KUHPerdata. sebagaimana konsep awalnya merupakan Persekutuan atas dasar Perjanjian. Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap persero-persero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap  pemberi pinjaman uang.  Pasal 19 Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer.3 Pendirian Persekutuan Komanditer (CV) Bentuk CV ini tidak diatur secara tersendiri dalam KUHD melainkan digabungkan bersama dengan peraturan-peraturan mengenai Persekutuan Firma. Untuk mendirikan CV sama dengan 4 . tanpa diwajibkan untuk mengembalikan keuntungan yang telah dinikmatinya.  Pasal 21 Persero komanditer yang melanggar ketentuan-ketentuan alinea pertama atau alinea kedua dari pasal yang lain. biasanya tata cara pendirian persekutuan komanditer ini tidak jauh berbeda dengan persekutuan firma.

Pasal 25 KUHD. 2.4 Dasar Hukum Persekutuan Komanditer (CV) CV diatur dalam Pasal 19 s. kewajiban. 6.Persekutuan Firma yaitu dibutuhkan minimaldua orang sebagai pendiri perusahaan yang juga sekaligus bertindak sebagai Pemilik perusahaan yang terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif. 5 . didirikan antara satu orang atau beberapa orang sekutu yang bertanggung jawab secara pribadi untuk seluruhnya. 3. Yang harus dilakukan pertama kali untuk mendirikan Perseroan Komanditer (CV) adalah menetepkan kerangka anggaran dasar perseroan sebagai acuan untuk dibuatkan akta Autentik sebagai Akte Pendirian oleh notaris yang berwenang. Setelah itu. dimana modal komanditernya berasal dari pemasukan para sekutu komanditer. Seperti halnya dengan persekutuan firma maka pada umumnya setiap pendirian CV harus dibuat dengan akta Autentik sebagai akta pendirian dan dilakukan oleh notaries yang berwenang diwilayah Republik Indonesia. ikhtisar akta pendirian persekutuan tersebut diumumkan dalam berita Negara republik Indonesia. dengan satu atau beberapa orang sebagai pelepas uang pada pihak lain. 5. 4.d. Pasal 19 ayat (1) KUHD menentukan persekutuan secara melepas uang dinamakan CV. dan Mulai dan berakhirnya persekutuan Pembagian keuntungan dan kerugian persekutuan Akta pendirian tersebut kemudian didaftarkan di kepaniteraan pengadilan Negeri dimana persekutuan komanditer tersebut berkedudukan. 7. sehingga CV mempunyai harta kekayaan yang terpisah. Didalam akta pendirian yang memuat anggaran antara lain dimuat dalam hal-hal sebagai berikut: 1. Sementara dalam Pasal 19 ayat (2) KUHD ditentukan bahwa yang dimaksud dengan CV adalah persekutuan firma dengan suatu keistimewaan yang dibentuk oleh satu atau beberapa orang sekutu komanditer. 2. tanggung jawab masing-masing sekutu . Nama persekutuan dan kedudukan hukumnya Maksud dan tujuan didirikan persekutuan Modal persekutuan Penunjukan siapa sekutu biasa dan sekutu komanditer Hak.

1. Dalam mendirikan Persekutuan Komanditer harus berdasarkan Akta Notaris. didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara R. Praktik perusahaan yang berbentuk CV di Indonesia membuktikan hal bahwa pada CV tidak ada pemisahan antara kekayaan CV dengan kekayaan pribadi para Sekutu Komplementer karena CV adalah Firma. Seperti halnya Firma. Hubungan hukum antara Sekutu Komplementer dan Sekutu Komanditer tunduk pada ketentuan Pasal 1623 sampai dengan Pasal 1641 KUH Perdata. Pemasukan modal diatur dalam Pasal 1625 KUH Perdata sementara dalam hal pembagian keuntungan dan kerugian diatur dalam Pasal 1634 KUH Perdata.4. syarat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM tidak diperlukan karena CV bukanlah badan hukum. pada CV juga terdapat hubungan hukum ke dalam (internal) antara sesama sekutu dan hubungan hukum ke luar (eksternal) antara sekutu dengan pihak ketiga. Persekutuan Komanditer bisa didirikan secara lisan (perjanjian konsensuil) atau membuat akta pendirian di hadapan Notaris yang dijadikan sebagai alat bukti (Pasal 22 KUH D).Berdasarkan ketentuan tersebut. Hubungan hukum ke dalam Hubungan hukum antara sesama Sekutu Komplementer sama seperti pada Firma. Pasal-pasal ini berlaku apabila dalam AD tidak diatur. CV merupakan Persekutuan Firma dengan bentuk khusus yaitu adanya Sekutu Komanditer yang hanya menyerahkan uang. Praktik perusahaan yang berbentuk CV di Indonesia membuktikan hal bahwa pada CV tidak ada pemisahan antara kekayaan CV dengan kekayaan pribadi para Sekutu Komplementer karena CV adalah Firma. 6 . syarat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM tidak diperlukan karena CV bukanlah badan hukum.I. barang atau tenaga sebagai pemasukan bagi CV dan tidak ikut campur dalam pengurusan maupun penguasaan dalam persekutuan. maka tanggung jawab Sekutu Komplementer secara pribadi untuk keseluruhan. 2. Sama halnya dengan Firma. maka tanggung jawab Sekutu Komplementer secara pribadi untuk keseluruhan.1 Hubungan Hukum dan Tanggung Jawab Sama halnya dengan Firma.

2. Sekutu Komanditer tidak boleh dituntut supaya menambah pemasukannya guna menutupi kerugian dan tidak dapat diminta supaya mengembalikan keuntungan yang telah diterimanya. Untuk menjalankannya. Hal ini dibolehkan berdasarkan rumusan Pasal 33 KUHD mengenai pemberesan Firma. Sekutu Komanditer hanya boleh mengawasi CV jika ditentukan dalam AD CV tersebut. Sedangkan yang bertanggung jawab kepada pihak ketiga hanya Sekutu Komplementer. Berkaitan dengan dalam soal pengurusan CV. Jika CV menderita kerugian. Kekayaan terpisah ini dapat diperjanjikan dalam AD walaupun bukan badan hukum. kekayaannya pun ikut menjadi jaminan seluruh kerugian persekutuan. Sekutu Komanditer mendapat keuntungan sebanding dengan jumlah pemasukannya. Pasal 1131 dan Pasal 1132 KUH Perdata.Menurut ketentuan Pasal 1633 KUH Perdata. Jika dalam AD tidak ditentukan. Apabila ketentuan ini dilanggar. hal ini ditegaskan dalam Pasal 18 KUHD. Bagi Sekutu Komplementer beban kerugian tidak terbatas. Sekutu Komanditer hanya bertanggung jawab kepada Sekutu Komplementer dengan menyerahkan sejumlah pemasukan ditegaskan dalam Pasal 19 ayat (1) KUHD. Sekutu Komanditer mendapat bagian keuntungan sesuai dengan ketentuan AD CV. Dengan kata lain 7 . Sekutu Komanditer dilarang melakukan pengurusan meskipun dengan surat kuasa. maka sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 KUHD memberi sanksi bahwa tanggung jawab Sekutu Komanditer disamakan dengan tanggung jawab Sekutu Komplementer secara pribadi untuk keseluruhan. Pihak ketiga hanya dapat menagih kepada Sekutu Komplementer sebab sekutu inilah yang bertanggung jawab penuh. hal ini dipertegas dalam Pasal 20 ayat (3) KUHD. Sekutu Komanditer hanya bertanggung jawab sampai pada banyaknya jumlah pemasukannya itu saja. Hubungan hukum ke luar Hanya Sekutu Komplementer yang dapat mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga (pihak luar). CV dapat menempatkan sejumlah modal atau barang sebagai harta kekayaan CV dan ini dianggap sebagai harta kekayaan yang dipisahkan dari harta kekayaan pribadi Sekutu Komplementer.

tidak ada lagi tanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan. Jika pelanggaran itu sudah berhenti. Soekardono berpendapat bahwa. adalah adil apabila sekutu yang melanggar Pasal 20 KUHD itu dibebani tanggung jawab hanya mengenai utang-utang yang berjalan dan yang akan timbul selama keadaan pelanggaran itu masih berlangsung. maka menurut ketentuan Pasal 21 KUHD ditegaskan bahwa Sekutu Komanditer harus bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan. Dalam Pasal 20 ayat (1) KUHD ditentukan bahwa Sekutu Komplementer tidak boleh memakai namanya sebagai nama Firma. Mengenai hal ini. BAB III PENUTUP 3. Hal ini berarti tanggung jawabnya sama dengan Sekutu Komplementer.1 Simpulan 8 .Sekutu Komplementer bertanggung jawab ke luar dan ke dalam dari pada CV yang bersangkutan. Apabila Sekutu Komanditer melanggar pasal 20 KUHD. Sedangkan dalam ayat (2) ditentukan bahwa Sekutu Komanditer tidak boleh melakukan pengurusan walaupun dengan suart kuasa.

com/cv-persekutuan-komanditer http://www. sedangkan anggota pasif merupakan anggota yang hanya menyetorkan modalnya saja dan tidak ikut mengelola perusahaan. dan tidak bersedia memimpin perusahaan. dan memiliki tanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya. serta memiliki bertanggung tanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut. Dengan perkataan lain Commanditaire Vennootschap (CV) adalah sebuah perusahaan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. sehingga dalam CV.html 9 . Anggota aktif merupakan anggota yang mengelola usahanya serta bertanggung jawab penuh terhadap utang perusahaan. bertanggung jawab sebatas pada modal yang disetorkan saja. mengatur perusahaan.Persekutuan Komanditer (CV) merupakan suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin. dengan orang-orang yang memberikan pinjaman.net/2015/12/pengertian-cv-atau-persekutuankomanditer-dan-ciri-cirinya.pengertianku. ada dua macam anggota. Ketentuan-ketentuan tentang Persekutuan Komanditer (CV) diatur dalam Pasal 19 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang bunyinya “Persekutuan secara melepas uang yang dinamakan persekutuan komanditer didirikan antara satu orang atau beberapa sekutu yang secara tanggung-menanggung bertanggung jawab untuk seluruhnya pada pihak satu dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain”. yaitu: anggota aktif dan anggota pasif. Referensi http://badanusaha.

10 .