You are on page 1of 3

a.

Toksisitas Asam Sianida


Racun Sianida Sianida (CN) adalah zat beracun yang sangat mematikan .Secara
spesifik, sianida adalah anion CN-. Senyawa ini ada dalam bentuk gas, liquid dan
solid, setiap senyawa tersebut dapat melepaskan anion CN- yang sangat beracun.
Sianida memiliki sifat racun yang sangat kuat dan bekerja dengan cepat. Senyawa
sianida yang biasanya digunakan untuk meracuni adalah asam sianida (HCN), yang
berwujud gas atau kalium sianida (KCN) dan natrium sianida (HCN), yang berwujud
padatan. Hidrogen sianida disebut juga formonitrile, sedang dalam bentuk cairan
dikenal sebagai asam prussit dan asam hidrosianik. Dalam bentuk cairan, HCN tidak
berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat pada suhu kamar. HCN bersifat volatile
dan mudah terbakar serta dapat berdifusi baik dengan udara dan bahan peledak juga
sangat mudah bercampur dengan air sehingga sering digunakan. Natrium sianida dan
kalium sianida berbentuk bubuk putih dengan bau yang menyerupai almond.
Adanya hidrolisis dari KCN dan NaCN, HCN dapat terbentuk dengan reaksi
sebagai berikut: NaCN + H2O HCN + NaOH KCN + H2O HCN + KOH
Sianida memasuki udara, air, dan tanah baik dengan proses alami maupun karena
proses industri. Keberadaan sianida di udara jauh di bawah ambang batas yang dapat
berbahaya. Sianida di udara berbentuk partikel kecil yang halus. Adanya hujan atau
salju mengurangi jumlah partikel sianida di dalam udara, namun tidak begitu dengan
gas HCN. Waktu paruhnya untuh menghilang dari udara adalah 1-3 tahun.
Kebanyakan sianida di air permukaan akan membentuk HCN dan kemudian akan
terevaporasi. Meskipun demikian, jumlahnya tetap tidak mencukupi untuk
memberikan pengaruh negative terhadap manusia.
Kita dapat terpapar sianida saat bernapas, minum air, menyentuh tanah atau air
yang terkontaminasi, dan makan makanan yang sudah mengandung sianida.
Konsentrasi HCN di udara yang tidak tercemar adalah kurang dari 0,2 ppm. Di USA
dan Kanada, konsentrasi sianida di dalam air minum berkisar antara 0,001-0,011 ppm.
Sisa pembakaran produk sintesis yang mengandung karbon dan nitrogen seperti
plastik juga akan melepaskan sianida, begitu pula dengan rokok. Pada perokok pasif
dapat ditemukan sekitar 0.06g/mL sianida dalam darahnya, sementara pada perokok
aktif ditemukan sekitar 0.17 g/mL sianida dalam darahnya. Hidrogen sianida sangat
mudah diabsorbsi oleh paru, gejala keracunan dapat timbul dalam hitungan detik

sampai menit. Ambang batas minimal hydrogen sianida di udara adalah 2-10 ppm,
tetapi angka ini belum dapat memastikan konsentrasi sianida yang berbahaya bagi
orang disekitarnya. Selain itu, saraf-saraf sensoris pernafasan juga sangat terganggu.
Berat jenis hidrogen sianida lebih ringan dari udara sehingga lebih cepat terbang ke
angkasa. Anak-anak yang terpapar hidrogen sianida dengan tingkat yang sama pada
orang dewasa akan terpapar hidrogen sianida yang jauh lebih tinggi. Selain itu, orang
yang tinggal di dekat pembuangan limbah berbahaya akan terpapar lebih banyak
dibanding dengan orang umum lainnya.
Paparan hidrogen sianida dapat menimbulkan iritasi pada mata dan kulit. Muncul
segera setelah paparan atau paling lambat 30 sampai 60 menit. Kebanyakan kasus
disebabkan kecelakaan pada saat bekerja sehingga cairan sianida kontak dengan kulit
dan meninggalkan luka bakar. Sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran
pencernaan. Tidak perlu melakukan atau merangsang korban untuk muntah, karena
sianida sangat cepat berdifusi dengan jaringan dalam saluran pencernaan. Sianida juga
dapat dengan mudah masuk ke dalam aliran darah. Walaupun sianida dapat mengikat
dan menginaktifkan beberapa enzim, tetapi yang mengakibatkan timbulnya kematian
atau timbulnya histotoxic anoxia adalah karena sianida mengikat bagian aktif dari
enzim sitokrom oksidase sehingga akan mengakibatkan terhentinya metabolisme sel
secara aerobik. Sebagai akibatnya hanya dalam waktu beberapa menit akan
mengganggu transmisi neuronal. Tidak perlu paparan sianida dalam jumlah banyak
untuk mengakibatkan gangguan kesehatan yang merugikan. Kehebatan efek yang
ditimbulkan sianida bergantung pada bentuknya, apakah itu HCN atau dalam bentuk
garam dan lainnya. Paparan sianida dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan
kerusakan otak, hati, bahkan koma dan kematian dalam jangka waktu yang pendek.
Apabila terpapar dalam konsentrasi yang sangat tinggi, hanya dalam jangka waktu 15
detik tubuh akan merespon dengan hiperpnea, 15 detik setelah itu sesorang akan
kehilangan kesadarannya, 3 menit kemudian akan mengalami apnea yang dalam
jangka waktu 5-8 menit akan mengakibatkan aktifitas otot jantung terhambat karena
hipoksia dan berakhir dengan kematian.
Tidak perlu paparan sianida dalam jumlah banyak untuk mengakibatkan gangguan
kesehatan yang merugikan. Kehebatan efek yang ditimbulkan sianida bergantung
pada bentuknya, apakah itu HCN atau dalam bentuk garam dan lainnya. Paparan
sianida dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak, hati, bahkan

koma dan kematian dalam jangka waktu yang pendek. Apabila terpapar dalam
konsentrasi yang sangat tinggi, hanya dalam jangka waktu 15 detik tubuh akan
merespon dengan hiperpnea, 15 detik setelah itu sesorang akan kehilangan
kesadarannya, 3 menit kemudian akan mengalami apnea yang dalam jangka waktu 58 menit akan mengakibatkan aktifitas otot jantung terhambat karena hipoksia dan
berakhir dengan kematian.
Indikasi pertama keracunan sianida adalah napas cepat dan pendek, sakit kepala,
hiperpnea sementara, gelisah dan lainnya. Tanda akhir sebagai ciri adanya penekanan
terhadap CNS adalah koma dan dilatasi pupil, tremor, aritmia, kejang-kejang, koma
penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai henti jantung, tetapi gejala ini
tidak spesifik bagi mereka yang keracunan sianida sehingga menyulitkan
penyelidikan apabila penderita tidak mempunyai riwayat terpapar sianida. Karena
efek racun dari sianida adalah memblok pengambilan dan penggunaan dari oksigen,
maka akan didapatkan rendahnya kadar oksigen dalam jaringan. Pada pemeriksaan
funduskopi akan terlihat warna merah terang pada arteri dan vena retina karena
rendahnya penghantaran oksigen untuk jaringan.
Tingkat toksisitas dari sianida bermacam-macam. Dosis letal dari sianida adalah:
a. Asam hidrosianik sekitar 2,5005,000 mg min/m3
b. Sianogen klorida sekitar 11,000 mg min/m3
c. Perkiraan dosis intravena 1.0 mg/kg
d. Perkiraan dalam bentuk cairan yang mengiritasi kulit 100 mg/kg