You are on page 1of 16

Arthrophoda

Arthropoda yang sudah punah dan yang


masih ada

Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Upakerajaan:
Superfilum:
Filum:

Eukaryota
Animalia
Eumetazoa
Ecdysozoa
Arthropoda
Latreille, 1829

Upafilum dan kelas

Upafilum Trilobitomorpha
o Trilobita

Upafilum Chelicerata

o Arachnida
o Xiphosura
o Pycnogonida
o Eurypterida

Upafilum Myriapoda
o Chilopoda
o Diplopoda
o Pauropoda
o Symphyla

Upafilum Hexapoda
o Insecta
o Entognatha

Upafilum Crustacea
o Branchiopoda
o Remipedia
o Cephalocarida
o Maxillopoda
o Ostracoda
o Malacostraca

Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan
mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya.
Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa
ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai

bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang
diketahui orang adalah Arthropoda.
Karakteristik yang membedakan artropoda dengan filum yang lain yaitu :
Tubuh bersegmen, segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah
yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan
Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin. Secara berkala mengalir
dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari seperti pipa
dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah
yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal
alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah
rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi.
Sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi
di atas kanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak
ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah
kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi. Tabung kosong
yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar
lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia
atau nefridia.
Sistem saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral
tubuh berbentuk seperti tangga tali.

Arthropoda memiliki empat kelas, diantaranya yaitu :


1. Kelas Myriapoda.
2. Kelas Crustacea.
3. Kelas Arachnida.
4. Kelas Insecta.
Empat dari lima bagian spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di
atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai
awal Cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan
lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.
Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah
Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida,
contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.

Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia.


Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi.
Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang.
Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua
permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini.
Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liangliang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini
mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin.
Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah
ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal
dari tubuhnya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Artropoda

Phylum Arthropoda
Filed
under:
Klasifikasi

gurungeblog
@
5:52
Tags: Arachnoidea, Arthropoda, Crustacea, Insecta., Myriapoda

am

arthropoda
Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos =
kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau
bersegmen.Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya.Tubuh Arthropoda
merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata.
Ciri
tubuh
Ciri tubuh Arthropoda meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran
dan
bentuk
tubuh
Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki
panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula
dengan
bentuk
Arthropoda
pun
beragam.
Struktur
tubuh
Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasi.Pada
tiap segmen tubuh tersebut terdapat sepasang kaki yang beruas.Segmen
bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu Kaput (kepala), toraks (dada),
dan
abdomen
(perut).
Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentuk
rangka luar (eksoskeleton).Eksoskeleton tersusun dari kitin yang di
sekresikan oleh sel kulit.Eksoskeleton melekat pada kulit membentuk
perlindungan
tubuh
yang
kuat.
Eksoskeleton terdiri dari lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh
ligamen yang fleksibel dan lunak.Eksoskeleton tidak dapat membesar
mengikuti pertumbuhan tubuh.Oleh karena itu, tahap pertumbuhan
Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan
pembentukan eksoskeleton baru.Tahap pelepasan eksoskeleton disebut
dengan molting atau ekdisis.Hewan yang biasanya melakukan ekdisis

misalnya
kepiting,
udang,
dan
laba-laba.
Sistem saraf Arthropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang
yang
berada
di
sepanjang
sisi
ventral
tubuhnya.
Pada berbagai tempat di segmen tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali
yang disebut ganglia.Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan
pengendalian berbagai kegiatan.Ganglia bagian anterior yang lebih besar
berfungsi
sebagai
otak.
Sistem pencernaan Arthropoda terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus,
dan anus.Mulutnya dilangkapi dengan berbagai alat tambahan yang
beragam,
misalnya
mandibula
dan
maksila
pada
belalang.
Arthropoda bernapas dengan insang, trakea, atau paru-paru buku.Sisa
metabolisme berupa cairan dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut
saluran/tubula Malpighi, kelenjar ekskresi, atau keduanya.Sistem sirkulasi
Arthropoda bersifat terbuka.Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh
darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau
hemosol.Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa.
Cara
hidup
dan
habitat
Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit,
komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan
ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah.
Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar,
gurun pasir, dan padang rumput.
Reproduksi
Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada
juga
yang
secara
aseksual,
yaitu
dengan
partenogenesis.
Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi
(pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan
dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet
pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua).Hasil
fertilisasi berupa telur.
Klasifikasi
Arthropoda diklasifikasikan menjadi 20 kelas berdasarkan struktur tubuh dan
kaki.Berikut ini akan diuraikan empat kelas diantaranya yang paling umum,
yaitu Kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta.
Arachnoidea

laba-laba
Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga
kelompok
laba-laba,
meskipun
anggotanya
bukan
laba-laba
saja.Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang
jumlahnya sekitar 32 spesies.Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang
panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm.Arachnoidea merupakan
hewan
terestrial
(darat)
yang
hidup
secara
bebas
maupun
parasit.Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora.Arachnoidea
dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan
Acarina.Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen
abdomen terakhir, contoh hewan ini adalah kalajengking (Uroctonus mordax)
dan ketunggeng ( Buthus after).Pada Arachnida, abdomen tidak bersegmen
dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat), contoh hewan
ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba kemlandingan
(Nephila maculata).Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya
adalah
caplak
atau
tungau
(Acarina
sp.).
Berikut adalah ciri-ciri dari salah satu hewan Arachnoidea yang sering kita
jumpai, yaitu laba-laba.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu sefalotoraks
(kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian
posterior.Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput
(kepala) dan bagian toraks (dada).Pada sefalotoraks terdapat sepasang
kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki
untuk berjalan.Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada
mulut.
Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan
metasoma.Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang
merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas.Didalam
spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran
kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen.Kelenjar benang halus
mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik.Protein elastik
tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan
untuk
menjebak
mangsa.
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea.Paru-paru buku

adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian
abdomen.Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula ( tunggal = tubulus )
Malpighi.Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan
organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus.Selain
Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar koksal.Kelenjar
koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang bermuara pada daerah
koksa (segmen pada kaki insecta).
Myriapoda
Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki) merupakan
hewan berkaki banyak.Hewan kaki seribu adalah salah satunya yang
terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita.Myriapoda hidup di darat pada
tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu.Bagian
tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks dan abdomen.Tubuhnya
memanjang
seperti
cacing.
Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang
bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli
(mata tunggal).Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota
badan pada tiap segmennya.Setiap segmen terdapat lubang respirasi yang
disebut spirakel yang menuju ke trakea.Ekskresinya dengan tubula
malpighi.Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan repsroduksi seksual
secara internal.Myriapoda dibedakan menjadi dua ordo, yaitu Chilopoda dan
Diplopoda.
Chilopoda

kelabang
Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang.Tubuhnya memanjang dan
agak pipih.Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan sepasang
mandibula dan dua pasang maksila.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat
kaki dan sepasang spirakel.Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alt
beracun.Alat penyengat digunakan unutk menyengat musuh atau

pengganggunya.Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.Contoh


hewan ini adalah kelabang (scutigera sp.).
Diplopoda
Hewan pada ordo ini dikenal dengan kaki seribu, meskipun jumlah kakinya
bukan berjumlah seribu.Ada yang menyebutkan nama lain seperti
keluwing.Tubuhnya bulat panjang.Mulutnya terdiri dari dua pasang maksila
dan bibir bawah.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki dan
dua pasang spirakel.Diplopoda tidak memiliki cakar beracun karenanya
hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme.Gerakkan hewan
ini lambat dengan kaki yang bergerak seperti gelombang.Bila terganggu
hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati.Contoh hewan
ini adalah kaki seribu(lulus sp.).
Crustacea
Crustacea (dalam bahasa latinnya, crusta = kulit) memiliki kulit yang
keras.Udang, lobster, dan kepiting adalah contoh kelompok ini.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang
hidup di darat.Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan
ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
Entomostraca
Entomostraca adalah crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup sebagai
zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai
parasit.Contoh hewan ini adalah Daphnia, Cypris virens, dan Cyclops sp.
Malacostraca

lobster

Malacostraca adalah crustacea yang berukuran lebih besar dari pada


entomostraca.Hewan yang termasuk kelompok ini adalah Udang, lobster,
dan kepiting.Berikut akan dibahas sedikit mengenai urain hewan kelompok
satu
ini.
Udang
memiliki
ekssoskeleton
yang
keras
untuk
melindungi
tubuhnya.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu kaput dan toraks yang
menyatu membentuk sefalotoraks, serta abdomen.Dibagian sefalotoraks
dilindungi oleh eksoskeleton yang keras berupa karapaks.Karapaks memiliki
duri di ujung anterior yang disebut rostrum.Di dekat rostrum terdapar mata
faset ( majemuk) yang bertangkai.Pada kaput sefalotoraks merupakan
penyatuan lima segmen.Dibagian kaput terdapat sepasang antenula,
sepasang antena, dan tiga pasang bagian mulut.Antenula berfungsi sebagai
alat peraba, sedangkan antena sebagai alat keseimbangan tubuh.Tiga
pasang mulut terdiri dari sepasang mandibula dan dua pasang maksila.Pada
bagian toraks terdiri dari delapan segmen, terdapat tiga pasang maksiliped,
sepasang
seliped,
dan
empat
pasang
kaki
jalan(periopod).
Maksiliped tersebut berfungsi sebgai penyaring makanan.Seliped berfungsi
untuk mencari makanan dan melindungi diri dari musuh.Pada bagian
abdomen terdapat lima pasang kaki renang (pleopod).Pada ujung posterior
terdapat telson dan sepasang alat kemudi untuk berenang (urupod).Pada
udang jantan, pasangan pleopod 1 dan 2 bersatu menjadi gonopod.Gonopod
berfungsi sebagai penyalur sperma saat kopulasi.Sedangkan pada wanita
berfungsi untuk melekatkan telur dan membawa anaknya.Saluran
pencernaan udang terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan
anus.Mulut dan esofagus terletak di bagian bawah sefalotoraks.Lambung
( terletak di sefalotoraks ) dan usus ( terletak di abdomen ) berada
disepanjang bagian dorsal tubuh.Hati yang merupakan kelanjar pencernaan
terletak di bagian toraks dan abdomen.makanan udang berupa berudu,
larva, serangga, dan ikan-ikan kecil.Sisa metabolisme dikeluarkan melalui
alat kelenjar hijau yang terletak di kepalanya.Pernapasan dilakukan dengan
insang yang terdapat di bagian ventral tubuhnya dekat kaki.Sistem
peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan sinus yang
rongganya berdinding tipis.Organ kelamin bersifat dioseus.
Insecta

kupukupu
Insecta (dalam bahasa latin, insecti = serangga).Banyak anggota hewan ini
sering kita jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah,
semut, capung, jangkrik, belalang,dan lebah.Ciri khususnya adalah kakinya
yang
berjumlah
enam
buah.
Karena
itu
pula
sering
juga
disebut
hexapoda.
Insecta dapat hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan
darat.Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat
terbang.Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.
Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan
abdomen.Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya
sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal
(oseli).Insecta
memiliki
organ
perasa
disebut
palpus.
Insecta yang memiliki syap pada segmen kedua dan ketiga.Bagian abdomen
Insecta
tidak
memiliki
anggota
tubuh.Pada
abdomennya
terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung
trakea.Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta.Pada abdomen juga
terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada posterior
saluran pencernaan.Sistem sirkulasinya terbuka.Organ kelaminnya dioseus.
*Perkembangan Insecta dibedakan menjadi tiga :
Pertama Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan
ukuran saja tanpa perubahan wujud.Contohnya kutu buku (lepisma
saccharina)
Kedua Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak
sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya,
tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap.Sayap itu akan muncul
hingga
pada
saat
dewasa
hewan
tersebut.
Insecta muda disebut nimfa.Ringkasan skemanya adalah telur nimfa (larva)
dewasa (imago).Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta
americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
Ketiga Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap
menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna).
Tahapnya adalah sebagai berikut ; telur larva pupa dewasa.Larvanya
berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali.
Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk
membentuk pupa..Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena,
sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur
Insecta dewasa.Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa.Contoh Insecta
ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.
*Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi dua sub-kelas :

Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil


sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang.Umumnya berkembang secara
ametabola.Contoh
hewan
kelas
ini
adalah
kutu
buku.
Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya
berasal
dari
tonjolan
luar
dinding
tubuh
yang
disebut
Eksopterigota.Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam
dinding
tubuh
disebut
Endopterigota.
Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap,
mulut,
dan
metamorfosisnya
:
- Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang
sempit.Misalnya
kecoa,
jangkrik,
dan
gansir
- Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.Contohnya
walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus)
- Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng
coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus
humanus)
- Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung
(pantala).
Endopterigota
dibedakan
menjadi
:
- Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan
tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah
(Rhyzoperta
diminica)
- Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan
sayap
depan
lebih
besar
daripada
sayap
belakang.
Misalnya
semut
rangrang (Oecophylla
saragillina), semut hitam
(Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)
- Diptera hanya memiliki sepasang sayap.Misalnya nyamuk (culex sp.),
nyamuk malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti),
lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan
lalat
tse-tse
(Glossina
palpalis)
- Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut
mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang
(Acherontia atropos)
Peran Arthropoda bagi manusia

kepiting
Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi
manusia.Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang
pangan
dan
sandang
yaitu
sebagai
berikut
:
-Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang
windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla
serrata),
dan
udang
karang
(panulirus
versicolor)
-Penghasil
madu,
yaitu
lebah
madu
(Apis
indica)
-Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)
Sementara
yang
merugikan
manusia
anatara
lain
:
-Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk
demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah
sebagai
vektor
penyakit
tifus.
-Menimbulkan gangguan pada manusia.Misalnya caplak penyebab kudis,
kutu
kepala,
dan
kutu
busuk
-Hama tanaman pangan dan industri.Contohnya wereng coklat dan kumbang
tanduk
-Perusak makanan.Contohnya kutu gabah
-Perusak produk berbahan baku alam.Contohnya rayap dan kutu buku
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/12/phylum-arthropoda/

ARTHROPODA

Arthropoda (arthros = ruas, podos = kaki) merupakan


hewan yang memiliki kaki berbuku-buku. Filum Arthropoda
memiliki jumlah species paling besar yaitu sekitar 75% dari
seluruh hewan yang ada didunia atau 3 dari 4 hewan
adalah arthropoda.

Ciri-ciri:
- Merupakan hewan triploblastik acoelomata dengan simetri
bilateral.
- Secara umum memiliki 3 kharakter utama yaitu tubuh
bersegmen (ruas), memiliki rangka luar (eksoskeleton)
yang
keras,
dan
ekor.
- Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang

terbuat
dari
protein
dan
kitin.
- Eksoskeleton bersifat kaku dan keras dan dapat
mengalami pergantian pada kurun waktu tertentu disebut
eksidisis.
Ukuran
dan
bentuk
tubuh:
- Ukuran tubuh bervariasi dari yang berukuran kecil (dalam
mm) sampai yang berukuran besar (dalam meter)
- Bentuk tubuh beruas-ruas dan tubuh dibedakan atas
daerah kepala (caput), dada (thoraks) dan perut
(abdomen).
Struktur
dan
fungsi
tubuh
- Alat indra pada hewan arthropoda berkembang dengan
baik seperti indra penglihatan, penciuman, antene untuk
peraba dan penciuman, sebagian besar terletak dibagian
anterior
tubuh.
- Sistem peredaran darah terbuka, darah berupa
hemolimphe
dan
mempunyai
jantung
pembuluh
- Sistem respirasi arthropoda yang hidup di air dengan
menggunakan insang, dan permukaan tubuh, sedangkan
yang hidup di darat menggunakan sistem trakea dan paruparu
buku.
- Sistem ekskresi dengan menggunakan pembuluh Malpighi
atau
kelenjar
hijau
Sistem
syarafnya
tangga
tali.
Reproduksi:
Reproduksi dilakukan secara seksual dengan fertilisasi
internal, sebagian mengalami metamosfosis dalam daur
hidupnya.
Klasifikasi:
Berdasarkan pembagian tubuh dan jumlah kaki filum
arthropoda dikelompokkan atas 4 kelompok yaitu:
1.
Crustacea
2.
Arachnida

3. Myriapoda
4. Insecta

terdiri

atas

Chilopoda

dan

Diplopoda

Crustacea
- crusta berarti cangkang, Crustacea disebut juga hewan
bercangkang.
- Habitat Crustacea sebagian besar di air tawar dan air laut,
hanya
sedikit
yang
hidup
di
darat
- Tubuh bersegmen, terbagi atas sefalotoraks (kepala dan
dada menyatu) serta abdomen (perut). Bagian anterior
(ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan
posterior
(ujung
belakang)nya
sempit.
- Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:
(1) 2 pasang antene, (2) 1 pasang mandibula, (3) 1 pasang
maksila, (4) 1 pasang maksiliped. Maksilla dan maksiliped
berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan
makanan ke mulut
http://prestasiherfen.blogspot.com/2010/05/arthropoda.html