You are on page 1of 25

TRAKTUS PIRAMIDALIS

= traktus yg lewat di piramida medulla
oblongata
Menyalurkan impuls langsung ke
medulla spinalis atau batang otak
kontrol gerakan cepat di bawah
kemauan
Bekerja pada motoneuron alpha
terutama neuron intercalatus
Pengaruh fasilitasi Lesi flacid
Contoh: tr.corticobulbar dan
tr.corticospinal (UMN)

TRAKTUS EXTRAPIRAMIDALIS
Traktus yang diluar piramida medulla
oblongata
Jalur saraf descenden multisinaptik
Kendali gerakan pelan, sikap tubuh,
tonus otot, gerakan asosiasi, dan
integrasi otonom
Bekerja pada motoneuron
gamma(“gamma loop”)
Pengaruh bersifat inhibisi Lesi spastik
Contoh: tr.reticospinalis,
tr.rubrospinalis,tr. Vestibulospinalis, tr.
tectospinalis

f
yp
lsin
R
eA
atrd
oca
ieb
s.A
k
ad
n
sS
cvtrep
n
m
2
txorp
b
iescu
sd
ou
ctrin
e
vslp
iocrad
u
g
ev-rtn
cm
ap
su
lib
ar
etch
iosd
lp
u
f
sratield
on
p
fou
ilvc-b
rsap
ke,rh
au
b
n
lim
op
rc
salu
in
p
sru
iald
lisrb
(iscevaklLp
e,(rai
tsn
its
vg
n
rd
sa
.etorm
sratekcl
in
s
tlraiu
tir
esaln
reklais)
/f
n
su
,
G
en
op
d
m
g
erl
/o
n
p
ts&
ai
o
lstcu
s
en
ep
s)m
rat
i
eu
tsf
i/,
B
cu
lrki
n
ed
rae
s
ach
s)t
ce
ti
en
k
d
e
n
s
m
u
l
ti
s
i
a
n
p
s

J. Hipertensif c. Clinical symptoms of ACUTE developing FOCAL or GLOBAL cerebral dysfunction lasting 24 hours or longer. perdarahan otak b.or lasting to death. Lokasi: a. Subarachnoid hemorrhage Gambara n Klinis Permulaa Stroke ischemic Trombotik Embolik Subakut Subakut ICH Stroke hemorrhagik SAH Akut Hiperakut . Stroke ischemic/non-hemorhagik a. Kelainan pembuluh darah: a. berlangsung lebih dari 24 jam (atau kadang2 berakhir dengan kematiansebelum 24 jam).dsb 4. intracerebral hemorrhage b. Stroke in evolution c. Klasifikasi Stroke: A. Nuartha (1992): 1. Stroke hemorhagik a. ischemic otak B. 3. Completed stroke 2. System vertebra-basiler 2. yg disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Lain2: arteriritis. TIA (Transient Ischemic Attack): gejala dan deficit hilang/sembuh <24jam b. Taraf perkembangan: a. infark otak c. Stroke in resolution d. Sistem Karotis b. Lesi cerebral: a.RIND(Reversible Ischemic Neurological Deficit) b.Marshall (1976) 1. c. Stroke in evolution: deficit muncul berangsur-angsur.TIA (Transient Ischemic Attack) . Emboli d. Reversible ischemic attack: .STROKE WHO (1986). Ateroma b. Completed stroke: deficit neurologis maksimal saat serangan. without any apparent cause other than vascular origin (gangguan fungsi otak FOKAL atau GLOBAL timbul MENDADAK.

Faal hemostasis e. eritrositpeningkatan viskositas darah. tidak nyeri kepala = 0. retinopathy HT. BS: DM? c. Perdarahan subhialoid/prereti nal. HT. mengantuk/sopor = 1. semikoma/ koma= 2 MT:muntah. nyeri kepala= 1 TD: tanda ateroma.n serangan Waktu Serangan Defisit neurologi s TIK Iritasi meninge n Tensi Istirahat aktivitas aktivitas aktivitas Fokal +/. tidak ada=0. bloody likuor Hiperdens intracerebral/intraventr icular ++ Hiperdens sisterna basalis Penyakit khusus Cardiovascular. tanda ateroma (DM.global Fokal Fokal Jarang - - + - + + Hipertensi Hipertensi kronis hipertensi PJK.1XTD) – (3 XTA).muntah =1 NK:nyeri kepala .HCT. DM.vascular problem) = 1 Skor total > 1 = stroke hemorrhagik Skor total <-1 = stroke ischemic PENUNJANG Dx: 1. Lipid profil f. DL: Hb.12 DK: derajat kesadaran: sadar = 0.Angina. Elektrolit d. tidak muntah = 0. tanda emboli lainnya Hipodens + + Sakit kepala +++ Skor diagnosis Stroke SIRIRAJ: (2. arteriosklerotik CT scan Hipodense Normote nsi Aritmia. polisitemia vera? b. Fungsi hati . Lab: a. AF. bruit. Fungsi ginjal g.5 x DK)+ (2 X MT)+ (2 X NK) + (0.

HINDARI: posis telungkup. ok. Blood: a. Bersihkan jalan napas b.2. EKG CT scan MRI LPbleeding = SAH (bedakan dgn perdarahan artificial akibat traumatic LP) SAH Ketiganya tetap merah Likuor dlm 3 tabung Hasil sentrifuse Sel eritrosit Xantokrom Mengkerut. (krenasi) star-like Artificial Tabung 1s/d 3 semakin jernih Merah normal PENATALAKSANAAN: 1. 5. 6. Toksikologi: kokain. mencegah edema otak. pasang pipa orofaring (gudel) c. 3. Letakkan os terlentang atau miring bergantian dengan posisi kepala LEBIH TINGGI 20-30⁰. dpt meningkatkan TIK e.drug abuse Ro/thorax: HHD. fleksi sendi panggul. llt A i a H k lr a a n k ra g r e7 0 d e a av c r a e h r a e b n r a l u l g g ai n - u a n e n d . Tekanan Darah Ossonp sAtaeoi otoHOgsa rko ioag 1io >p<8>khto 2a102eki 3r821f 0e3 amn0 kmmt mHu HeHg tgar g la l i be sr n ts t i r . Suction dilakukan SESUDAH pemberian anti-edema otak (manitol). h. Jika perlu. fleksi kepala/rotasi. menurunkan TIK. 4. tujuannya: memperlancar pengosongan vena otak. d. Breathing: a. Pertahankan Pa O2 60-100 mmHg dan Pa CO2 25-30 mmHg 2.

mual KETERANGAN Hipertensi emergency.bolus @ 10menit atau 2mg/menit. vomiting. vasodilatasi perifer tanpa menurunkan aktivitas pompa jantung Krisis hipertensi OBAT HT ORAL (SINGLE) JENIS OBAT Nifedipi n CARA PEMBERIA N Oral Bucchal MULA KERJA LAMA KERJA DOSI S FREKUEN SI EFEK SAMPING 1520menit 5-10 3-6 jam 3-6 10 mg 10 6 jam Hipotensi. drip 515menit Sepanja ng infuse berjalan Diltiaze m 5-40 mg/kg/menit. nyerikepala. pusing.Obat : OBAT PARENTERAL OBAT DOSIS MULA KERJA 5-10 menit LAMA KERJA 3-6jam labetolo l 20-80 mg (iv).Turunkan sedini mungkin pada ICB dengan MAP>145mmHg untuk mencegah rebleeding. takikardi. heart failure. penurunan TIK. drip 510menit 4jam Esmolol 200500ug/kg/menit untuk 4 mnit. liver failure. wanita hamil Hipotensi.dan kerusakan end organ. bronkospasm Takikardi Blok AV node. . denyut Prematur atrium usia lanjut. Selanjutnya 50300 ug/kg/menit (IV) 1-2 menit 10-20 menit EFEK SAMPING Nausea. odem otak. 20-30 . AV block. kontinyu Nicardip in 5-15mg/jam. tidak sensitif thd cahaya. hipotensi. .kec uali pd gagal jantung akut Larut dlm air.- Pertahankan MAP 120-140 mmHg atau turunkan TD jangan melebihi 20% pada os dgn TD > 200 mmHg.

Kejang: Lebih sering terjadi pada lesi kortikal >> subkortikal. REBLEEDING Khususnya pada kasus SAH.3unit/kgBB/hari. motorik pulih: NPH(insulin basal) @12jam.2525mg menit 30 menit muka merah Hiperkalemia.SL menit 1530menit 5 menit Clonidi ne Oral 30menit Prazosi n Oral 1530menit 8 jam Minoxid il Labetol ol Oral 2 menit Oral 2 menit 12 jam 12 jam Captop ril Oral jam 4-6 jam 2-3 jam 8-12 jam mg 6.2-0. dapat diberikan asam tranexamat 4-14 gram/hari dlm dosis terbagi @ 6 jam. c. hipotensi pd dosis awal 0.weakness Hirsuitisme. Penurunan Kesadaran b.ejakulasi. Insulin regular tambahan sebelum makan disesuaikan dgn BS. ginjal. gg. INSULIN REGULER PD FASE AKUT STROKE Glukosa insulin@ (mg/dL) 6jam SC 150-200 2 unit 201-250 4 unit 251-300 6 unit 301-350 8 unit 351-400 10 unit >400 12 unit Setelah pasien stabil. effuse perikardium Hipotensi ortosratik.2 mg 12mg 12 jam sedasi 8 jam 510mg 20-80 mg 12 jam Sakit kepala.stroke embolik >> trombotik.10.fungsi hati 12 jam b. GULA DARAH Indikasi dan syarat2 pemberian insulin: - Stroke hemorrhagic dan ischemik dengan IDDM atau NIDDM Bukan stroke lakunar dengan DM. Brain a. makan biasa. bronkospasme. . masih kontraversial 3. drowsy. gg. IV pelan.3-4x/hari . Bila tercapai BS < 200 mg/dLganti dgn oral. dosis awal 0.insuff.(kecepatan ≤ 50mg/menit) Dilanjutkan 5-10mg/kgbb/hari Oral: 100 mg.Phenytoin: IV: 750-1000 mg (10 mg/kgBB). fatigue.

dan gangguan kesadaran. TIK: Hiperventilasi dgn ventilator sehinggaPaCO@ 30-35 mmHg Osmoterapi : Infusgliserol 10% 250ml dlm 1 jam. Konstipasienema b.max. diulangi @ 515menit. .Stasis vena .Pneumonia . hipotensi. protein 1. 4X/hari Infus manitol 20% 100 ml. Phenobarbital: Iv: 90-120 mg. fibrinolitik. atau 0.5gr/kgBB/hari d.Penurunan kapasitas vital . 50-60mg. Kalori pada fase akut (ebb phase) 25 kkal/kgBB/hari dgn lemak 30-35%. Berikan antasida atau H2 antagonis reseptor sebagai perlindungan dari perdarahan GIT akibat efek samping pemberian obat2 asetosal. Bone and body skin Pasien stroke bed rest lama sehingga beresiko: . atau NSAIDs. Bowel a.4x/hari Larutan gliserol 50% 50 perenteral (NGT). 5. Bladder Penggunaan Dower catheter dianjurkan intermitten. 500 mg. antikoagulan. memanjangnya interval PR atau QRS. hipotensi Diazepam: IV: 5-10 mg.Dekubitus . Puasa 24-48 jam pertama untuk mencegah aspirasi c.Penurunan aktivitas GIT .25-0. 4-6x/hari 4. Efek samping: depresinapas.kecepatan 2-5 mg/menit. kecepatan 25-50 mg/menit IM:30-60 mg sampai dosis max.2-1.5 gram/kgBB/kali dlm waktu 1530 mnit.dpt diulangi @ 1020menit c.- - Pemberian cepat: bradikardia.DVT 6.

d g n le s i y g t e r ja n g k a u p a s ie n u s ia m u d a d g n p e r d a r a h a n lo b a r > 5 0 c m P e r d a r a h a n s e r e b e la r > 3 c m . ICB besar(> 60ml) Mengantuk. hidrosefalus(+/-). ICB sedang (30-60ml) Sadar atau mengantuk dgn perdarahan ventrikel dan hidrosefalus Mengantuk atau letargi dgn darah di ventrikel 3 dan hidrosefalus Mengantuk atau letargi dgn ICB sedang (20-60ml) dgn penurunan kesadaran progresif - terapi Non bedah Non bedah Evakuasi Pertimbangan ventrikulostomi ICB >3cm. medulla serebellum Klinis atau CT scan Sadar. k o Gm C pS r e s i b a t a n g o t a k . effacement quadrigeminal Evakuasi. A V M .INTERVENSI BEDAH pada STROKE I N D I K A S I B E D A H T I D I C B d g n a n e u r is m a . h id r o s e f a lu s Rekomendasi terapi bedah atau non bedah ICB Putamen Kaudatus Thalamus Lobar Pons. midbrain. ventrikulostomi bila memburuk Pertimbangan ventrikulostomi Evakuasi Non bedah . p e r b u r u k a n k lin is ( + A K I N D I K A S I B E D A H d e fi s i t n e u r o l o g i s m i n i m a l p e r d a r a h a n m in im a l ( < 1 0 c m ) . ICB kecil(<30ml) Koma.

Penderita stroke ischemic dgn tombus vena dalam.diseksi karotis . Prevensi: a.Hipertensi berat tidak terkontrol.infark miokard baru .Gangguan hemostasis .trombus lumen arteri karotis . Thrombosis vena serebral b. Kontra indikasi relative .hiperkoagulasi . Kontraindikasi mutlak .Ulkus peptikum aktif .Ulkus peptikum tidak aktif . bed rest 2.PEDOMAN ANTIKOAGULAN PADA STROKE ISKEMIC A. sistolik > 200 mmHg.Gangguan fungsi ginjal dan hati 2. emboli paru. Indikasi: 1. Terapi: a. diastolic > 120 mmHg .sindrom fosfolipid b. Kontra Indikasi 1. Stroke trombo emboli B. Post TIA atau post stroke ischemic yg berisiko emboli berulang bersumber dari jantung: .Infark luas dgn pergeseran garis tengah . Thrombosis vena post stroke c.Perdarahan intracranial .fibrilasi atrium non valvuler .katup jantung buatan .thrombus mural dlm ventrikel kiri .

Fibrinogen. Echocardiography 5. Heparin i n a i n i a m r b a n k o a i g . homosistein 3. PT/INR. tanda2 insufisiensi koroner. Atas indikasi: AT III. Tata Cara Terapi 1. DL.Protein C & S. Ct Scan iusp7haC fngrleaT afCrkpt rashenid kr4muagc n t lea a o ri k ie T c eg n 8l af 1 gl a k7hoanuir ejrd6Cna mlaoTgh ouiena ra-mgsln( hsbca) aon( gin- r 2gl a a h i m a g gi k g ( ) r+ u n 0 i r t a k a t- l k h i k) D. EKG: fibrilasi atrium. Prevensi stroke berulang a. D dimer 2.C.dan infarkmiokard 4. APTT. Riwayat perdarahan karena pemberian antikoagulan Riwayat idiosinkrasi dan hipersensitif thd antikoagulan Varises esophagus Baru dilakukan tindakan operasi/biopsy Pemeriksaan Penunjang 1.

. w aa ll . 0 0 ia 432s1k 19 .Monitoring trombosit hari ke1 dan 3 (jika < 100.a 0 . P oo T o t 0 o t u tl t ll to i lo i jo i t 21 s s l ii k 4 a ll 0 sm s s i r r r r .4CC subkutan selama 5-7 hari . Kumarin Idtdhws i t a d a o r r i p f k a e a r i n3 n t i k o a Nopa(moa d e k i o r b i n ek i s r t i a o k a r I N R RsIrnpsa N d a m R s a i ( e j l a a n m m k n t r o i01 97 . Heparin berat molekul rendah (LMWH) . 0 0 ) sp. / j ) o b.hek e r hu01a4e b a-r2 i h ra53k1 n id. .e o s ki0934 s e 3 g u l a n s a m p l t i a p . tidak diberikan) c. 0 r i .1><c d 5.000.2X0.k a 2Aakak 5Tkiki (nk kn eon aonedo idohs ksd6 osa nm r l 5 0 1 s 2 a e o. a i h 3 a .

Dikumarol . h e m a t o m e p i s t a x i s . Perdarahan mayor: . e r d a r a h a n c e r e b r a l .Hari ke 1 : 1mg . Untuk prevensi thrombosis vena dalam .5) INR 3-4 3.5) INR 2-3 2.5-2. Stop heparin b. Perdarahan minor: local.5) Fibrilasi atrium non valvuler Trombus ventrikel kiri Infark miokard baru Katup jantung buatan g o l .Heparin 2 x 5000 unit subkutan atau LMWH 2 x 0.Hari ke 2: 1mg dst .Cara pemberian sama dengan warfarin ( 1mg dikumarol = 2 mg warfarin) 2. dosis diturunkan b. Pemantauan 1. Efek samping h e p a r i n i d i o s i n k r a s p e r d a r a h a t r o m b o s i t o o s t e o p o r o s a i n p e i s n i a a k n t i k o a g u l a n o r a n e k r o s i s k u l i t d i a r e i p b e a r t d i an r d a u h k a s n i h e e k p i m a r u a m k u i t Lama pemberian 5-10 hari kali (target Seumur hidup (target 6 bulan (target 6 bulan (target Seumur hidup l r o i ns i s . Golongan Kumarin: a. Penatalaksanaan Komplikasi 1.Stop warfarin.5) INR 2-3 2.3 selama 7-10hari (tidak perlu pemantauan APTT) cc subkutan E. Perdarahan berat: protamin sufat 10-20 mg 2. 2. efek terapetik Penyakit Target terapi APTT 1. p E.5 control INR 2-3 2. Golongan heparin: a.

Eritromisin .Penisilin .Rifampisin .Cimetidin . Inhibisi: . Interaksi obat 1. Potensiasi: .Griseofulvin .Sulfa .Fluconazol .000) F.Klorfibrat .Fenilbutason .K 5-10 mg subkutan FFP bila trombositopenia (< 100. Gangguan absropsi: kolestiramin 2.- Vit.NSAIDS 3.Barbiturate .Metronidazol .Steroid anabolic .

7 ) j e h l r d a p 0 l a r . 1 1 0 m m H g t i d u r ) u m n y a .PEDOMAN TROMBOLISIS rt-PA INTRAVENA pada STROKE ISKEMIK K C 1 i s r i t e T s 8 n t r c t f r o h m k a I a a r o i e n n / u e k M R n d i s > c k l e u s I o m i k m u n i e s s k i e n r i d a e u < n a t r k 7 i u a e n 5 t k g h a s u k l u s i n t k u r 4 o s h o d r d t o k i p T t i o w n a 0 y t k e r n s s j f i e t L i b e s e j a m H d e i n n o s t s n k > a t u a r e u s r t r t o B S g u ( r a l N < n a I o 5 0 o H S l t i i m r S a g l > i a s a / a 2 d t 2 e L a u P T > 1 5 d e t i k . l d m i s e b e l ) g r d s S / b 3 n t b t a a r i s t a m e e D i y fi o n r a s a < t e a r w g n a o p e fi e t t m a r e p e a 0 b t i s a s 2 t 1 o l a r > i . r a e 0 s ( i n m m t 0 a a u a 1 k 4 a t c < ( a 1 k u s a d m o f t g n e l i a o e k a g e o p d l k r o r o o u i s i c n 0 r t g a a p m 0 i b a n i t i k i h k s d l m 3 b u l a n i a t o h o k a l i a n k r d G > b I 1 T 8 a r a 5 t o k e s e t e l a h b a n g u n m u a u m U H T g d . I N R > k a i m r s 1 . .

bs9 ca0 d% a nd r i p h a b i s d l m 1 j a m pLS eI r b u r u k a n an KI C U U DP u n Oi n v a N2 4 j 'p T e n d a n d l m p e m h i n d p e r t g s s a g p 2 a a a i a r i f .pkCD raL i st. 9 0 m g ) . 1 0 % b o l u s .d A sa Pi r T a T h . o 2 r b( me ra a x t .P bA a: n0 g. I V . jipEP an TRelk uTrVl ur. t e r i . Ua n . s u m p e u k u r u n g 4 j a s a n r i d a m a . eak rni i mg i a tr it m. 9 m g / k g B B IamOdT V a Borl iSann hie t. t i k r t a m a n v s i a r m p g a n l a m n a p a n r o s e I M d s u e r l a m e n a s e n t r a l i s t e r i d i b a t a s i e r t a m a d o w e r k a t e t e 2 4 j a m a r .

2 e 0 n m i t e s na mi t ps a m i t p o a t a i l t o 1 t 5 a 0 l 1 m 5 g 0 . d i l a n j u t k a n 2 .Nicardipine drip .2 .8 m g / m e n i t d r i p natmuo o lsi etl r toinTi kk o Dip t r 1s e 8 l aul> i k s i d 0a mue>22a 3 2 @(130j2 a 0 4 .2 m m e e n n i t i .Tatalaksana penyulit 1.Nimodipin drip Perdarahan paska trombolisis . Hipertensi npL*S@ La i a b t b re e t o t o l o l o l l 1 1 0 0 m m g g ( I ( V I V ) ) 1 1 . u a b t ao u l u bs o l u s aidpS1ns u t ei5ti s ma r t a m a . m a t g a . 5 -40mj a 1 0 10mm 5mH g mH eHg ng it *Alternative labetolol: . u u l a l a n n g g @ @ 1 1 0 0 m .Diltiazem drip . t .

menurunkan pembentukan konversi ADP menjadi ATP asam laktat. L0 m T 0 .Meningkatkan aliran darah otak Mengurangi hiperagregasi platelet . .cPTkFs RHCut PHfi@o P42jp Ps Aumt Tn2r Rijo tm b e rF a i Pk o : p 2 n B i . T N m o t i k STROKE AKUT Variable Piracetam(2-oxo-1-pyrrolidine acetamide) Citicholine (cytidine-5-diphosphocholine) Mekanisme Level .Menurunkan resistensi vascular .Mengurangi peroksidasi lipid.Merangsang pembentukan glutathione (antioksidan endogen otak) .Meningkatkan deformabilitas eritrosit . t .Memelihara asam arakhinodat terikat dengan fosfatidilcholin .Memperbaiki mikrosirkulasi .Menstimulasi adenilat siklase yang mengkatalisa .Meningkatkan konsumsi O2 vaskula .Meningkatkan pembentukan cholin dan menghambat kerja neuron . .Mengembalikan aktivitas NA+/K+ ATPase Level .Meningkatkan glikolisis.Memperbaiki fluiditas membrane sel pengrusakan phosphatidilcholine (menghambat Memperbaiki neurotransmisi al phospholipase). . b C r6 T i n .Berkaitan dgn kepala polar fosfolipid membrane . m e T lT P . . mempercepat pembentukan asetilcholin.Meningkatkan biosintesa dan mencegah hidrolisis kardiolipin.4 a a a I r e u l o s a n g g i p i g e t a i n t b 5 i l PERANAN NEUROPROTEKTAN PADA a < % . dan menghambat radikalisasi asam lemak.

fungsi hati abnormal Hari 1-4: 12 gram drip habis dlm 20 menit.max t. tremor. insomnia.Creatinin clearance <20 ml/menit Peringatan: citicholin diberikan bersama-sama dgn . malaise. .8 gram 3x1 PO 2-14 hari Minggu ke 5-12: 2. mual.iritabilitas. kejang. terbagi dlm 2-3x/hari lanjutkan 3 gram BOLUS IV @ 6jam atau 12 selama 2-14 hari gram/24 jam drip SH : 150-200 mg/hari. harus dlm dosis kecil 100-200 mg.suhu badan imunitas dijaga agar tetap rendah.minggu 4: 4.PERINGATAN: Stroke hemorrhagic dan gangguan hemostatik dan obat yg menurunkan TIK. agitasi anorexia.4 gram 2x1 PO . selama Hari ke 5.sakitkepala. pusing. IV. anxietas. SNH : 250-1000 mg/hari.Hipersensitivitas Hipersensitivitas . Ruam.Pada SH (ICB):jangan diberikan dosis > 500mg sekaligus. insomnia. IV.2-3x/hari Gelisah. terbagi dlm 2-3x/hari. diplopia. hipotensi.farmakokine tik Indikasi Kontraindikasi Efek samping Dosis r Absorp si T.half elimina si Ekskres i 100% (oral dan IV) 100% 30-40 menit 5-6 jam 6 jam Ginjal >98% Stroke iskemik akut dlm 7 pertama - Stroke ischemic <24 jam pertama SNH (ICB) .

GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PREVENSI STROKE D t k i O B s M O ' S e D h h a c k i t a a A K N u k t e n e d d h e a l t n h e i . E . b e t a k a r o t e n m k a n a n b e r s e r a t l a r u t ( b e r a s m e r a Karakteristik h . g a n a d l ku om m e r S t r e j a n g m a k n a r k t i n g m a k . D H A ) A & n A a : o G n a t n m A a d A a l R 2 a 2 a H h u m g s A a s a n n L u u O s k N a : a l m y s i a u u r 2 a n k a y a v i t . a i b u n n l b g a g u e r n r r l e e . e E d P e A . c a m i l a n . d s b ) . o a b i n d t ) h a h g i z i a n n n a a b i a u m n o g g k n a a a t n r i m u m o n o s a k a r i d a d a n d i s a k a r i d a ( g u Rekomendasi l a . k o a m c e a g n a g - m 3 . u b n j a i j i a N T ' S u k ( e a k n y a r i a . o k s h o s j l a o a g k n r . C .

0-3. merokok.0) Aspirin atau warfarin Warfarin (INR 2.0) Aspirin 75-150 mg/hari Dipiridamol SR 200mg+aspirin 25mg. emboli. DM.5. terapi bila LDL > 160 mg% PJK(+). riw.Fibrilasi atrium TIA atau stroke sebelumnya Dislipidemia Usia <65 th. modifikasi diet 6 bulan. factor resiko(+) Usia >75 th. factor resiko*(-) usia <65 th.0) Warfarin (INR 2. atau Diet selama 6-12 peny. terapi bila lainnya LDL >130 mg% *factor resiko AF: HT.0-3. terapi bila LDL >190 mg% PJK(-).TIA/stroke. HDL < 35 mg% . katup jantung buatan ** PJK: laki2 ≥45 th. HT.5.0-3.0-3. wanita ≥55 th atau menopause dini tanpa terapi hormonal.range 2. DM. 2x1 Clopidogrel 75mg/hari Dipiridamol SR 200mg+aspirin 25mg. HDL ≥ 35mg% evaluasi ulang 3-6 < 2 faktor resiko bulan PJK** Chol 200-239 mg% Analisis lipoprotein HDL< 35mg% < 2 faktor resiko PJK Chol ≥240mg% Analisis lipoprotein PJK (-)&< 2 faktor Turunkan LDL resiko PJK <160mg%.riw.0) Ticlopidine atau clopidogrel dikombinasi dengan aspirin Chol < 200mg% Ulangi pemeriksaan HDL ≥ 35 mg% dlm 6 bulan-1tahun Chol < 200mg% Analisis lipoprotein HDL <35 mg% Chol 200-239 mg% Modifikasi diet.keluarga PJK.5.range 2. 2x1 Clopidogrel 75mg/hari Warfarin (INR 2.range 2.aterosklerotik minggu.range 2. faktorresiko (-) Usia 65-75 th. 2x1 Ticlopidin 250 mg. factor resiko (+/-) Tanpa antiplatelet sebelumnya Dengan aspirin sebelumnya Dengan antiplatelet monoterapi sebelumnya Evaluasi awal (tidak ada PJK) Evaluasi LDL Aspirin Warfarin (INR 2. ≥2 faktor Turunkan LDL < 130 resiko PJK mg%.5. Rheumatoid Mitral Valve . factor resiko (+) Usia 65-75 th. 2x1 Ticlopidin 250 mg. modifikasi diet 6 bulan. LVH.

diare. sakit kepala. GIT bleeding. menghambat jalur COX Antiplatelet. inhibisi reseptor ADP Antiplatelet. IMA. dan ambilan kembali adenosin Antiplatelet. diare. rash .GIT bleeding Rash. dizziness.iritasi GIT Bleeding >> Palpitasi. neutropenia. meningkatkan c-AMPdgn menghambat fosfodiesteras e III Iritasi. ITP Sakit kepala. nausea.1x1 Ticlopidin 250mg. GIT bleeding. 2x1 Antiplatelet.OBAT2AN ANTI-TROMBOTIK UNTUK PREVENSI SEKUNDER STROKE ANTIPLATELE Aspirin dosis 50-325 1x1 Clopidogrel 75 mg. 2x1 Aspirin+clopido grel/ticlopidin Aspirin 80325mg+ clopidogrel 75mg /ticlopidin 250mg 2x1 100 mg. Antiplatelet. menghambat COX. gangguan hati. UAP. ITP Rash. iritasi GIT. 2x1 Antiplatelet.diare. fosfodiesteras e. inhibisi reseptor ADP Aspirin+dipirid amol Aspirin 25 mg+ dipiridamol SR 200mg. neutropenia. iritasi GIT. inhibisi COX & reseptor ADP T Cilostazol ANTIKOAGUL AN LAIN2 Warfarin Dikumarol Statin ACE-Inhibitor mg.

.

NIH STROKE SCALE (NIHSS) Varian Nilai Derajat kesadaran Menjawab pertanyaan Mengikuti perintah Gerakan mata horizontal konjugat Lapang pandang pada tes konfrontasi Paresis wajah Motorik lengan kanan Motorik lengan kiri Motorik tungkai kanan Motorik tungkai kiri Ataxia anggota badan Sensorik Bahasa 0 = sadar penuh 1 = somnolen 2 = stupor 3 = koma 0 = dpt menjawab 2 pertanyaan dgn benar 1 = hny menjawab 1 pertanyaan benar. tdk dpt berbicara krna terpasang pipa endotrakea 2 = tidak dapat menjawab pertanyaan/afasia/stupor 0 = dapat melakukan 2 perintah dgn benar 1 = hanya dapat melakukan 1 perintah dgn benar 2 = tidak dapat melakukan kedua perintah 0 = normal 1 = gerakan abnormal pada satu mata 2 = deviasi konjugat yg kuat atau paresis konjugat total pada kedua mata 0 = tidak ada gangguan 1 = kuadranopsia 2 = hemianopsia total 3 = hemianopsia bilateral/buta kortikal 0 = normal 1 = paresis ringan 2=paresis parsial 3 = paresis total 0 = tidak ada simpangan bila pasien disuruh mengangkat kedua lengannya selama 10 detik 1 = lengan menyimpang ke bawah sebelum 10 detik 2 = lengan terjatuh kekasur ataubadan atau tidak dapat diluruskan secara penuh 3 = tidak dapat melawan gravitasi 4 = tidakada gerakan X= tidak dapat diperiksa 0 = tidak ada simpangan bila pasien disuruh mengangkat kedua lengannya selama 10 detik 1 = lengan menyimpang ke bawah sebelum 10 detik 2 = lengan terjatuh kekasur ataubadan atau tidak dapat diluruskan secara penuh 3 = tidak dapat melawan gravitasi 4 = tidakada gerakan X= tidak dapat diperiksa 0 = tidak ada simpangan bila pasien disuruh mengangkat kedua kaki selama 10 detik 1 = kaki menyimpang ke bawah sebelum 10 detik 2 = kaki terjatuh kekasur atau badan atau tidak dapat diluruskan secara penuh 3 = tidak dapat melawan gravitasi 4 = tidak ada gerakan X= tidak dapat diperiksa 0 = tidak ada simpangan bila pasien disuruh mengangkat kedua kaki selama 10 detik 1 = kaki menyimpang ke bawah sebelum 10 detik 2 = kaki terjatuh kekasur atau badan atau tidak dapat diluruskan secara penuh 3 = tidak dapat melawan gravitasi 4 = tidakada gerakan X= tidak dapat diperiksa 0 = tidak ada 1 = pada 1 extremitas 2 = pada 2 atau lebih extremitas X = tidak dapat diperiksa 0 = normal 1 = deficit parsial 2 = deficit berat 0 = tidak ada afasia .

Disartria Neglect SKOR TOTAL (0-42) 1 = afasia ringan-sedang 2 = afasia berat X = tidak dapat diperiksa 0 = artikulasi normal 1 = disartria ringan-sedang 2 = disartria berat X = tidak dapat diperiksa 0 = tidak ada 1 = parsial 2 = total .