You are on page 1of 3

A.

Kerusakan motor kebanyakan disebabkan oleh al 5 factor :


1.
2.
3.
4.
5.

panas,
kotor,
lembab,
vibrasi.
Kualitas supply listrik

Dengan fokus pada faktor tsb. dapatlah di eliminir : jumlah kerusakan, kerugian,
ongkos maintenance.
Dibagi menurut asal sebab kerusakan :
1. Kerusakan dari luar motor : kwalitas masukan tenaga listrik,
misalignment, kondisi lingkugan panas/lembab/tidak ada ventilasi, kondisi
beban
2. Kerusan dari dalam motor : aging/penuaan, degradasi.
Atau
1. Kerusakan karena listrik :
2. Kerusakan mekanis.
1 Panas /over-heating:
Penyebab terbesar kerusakan motor sehingga motor tidak dapat mencapai
umur pakai yang seharusnya ialah over-heating atau panas berlebihan, Setiap
mengalami Kenaikan temperature 10 derajat, dari temperature normalnya,
berakibat memotong umur motor 50% , meskipun kenaikan terjadi hanya
sementara.
Sebab over-heating antara lain :

Memilih motor terlalu kecil, sehingga motor harus menderita over-current,


berarti kondisi operasinya lebih panas. Tetapi jika memilh motor terlalu
besar berakibat pemakaian listrik tidak efisien berarti pemborosan.
Sistem starting, kebanyakan motor dipasang dengan direct starting .
sistem ini menimbulkan arus Starting-current terlampau besar (5 kali
lebih), sehingga menimbulkan panas yang besar, lebih2 jika sering startstop. Untuk itu perlu dipasang sistem start al: star-delta, fluid-couplig,
pengubah-frequensi, dll
Start-stop terlalu sering tanpa memperhartikan jedah antar waktu start
sangat menimbulkan kerusakan. (lihat tabel minmum jedah waktu)
Environment ambient temperature tinggi,, mengakibatkan operating
temperture motor lebih tinggi dari seharusnya.

Ventilasi ruang kurang bagus menimbulkan symtem pendinginan motor


tidak baik. Mengakibatkan operating temperature motor naik.
Kondisi motor: fan rusak, body motor kotor, saluran pendingin buntu/kotor
dll. Mengganggu pendinginan.
Kondisi beban : kopling misaligment, beban terlalu besar, beban tidak
normal,

2 Kotor
Debu / Kotoran yg terakumulasi akan merusak komponen listrk maupun
mekanical. Umumnya terakumulasi pada permukaan badan motor , saluran
pendinginan, fin, fan mengakibatkan pendinginan terganngu dan panasan motor
berlebih. Motor type ODP , kotoran debu masuk dan terkumpul kedalam winding
menimbulkan kerusakan isolasi / winding.
3. Moisture / lembab
Lembab atau embun juga merusak komponen listrik dan mekanikal, yang
mengakibatkan pengkaratan pada poros, bearing, rotor, stator, laminasi. Jika
penetrasi ke isolasi mengkaibatkan degradasi isolasi dan rusak.
4. Vibrasi
Vibrasi merupakan indikasi bahwa kondisi motor sedang mengalami masalah.
Besar Vibrasi yang melebih harga yang diijinkan dapat menyebabka kerusakan
yang lebih parah. Sumber vibrasi dpat dari motor atau dari mesin yang digerakan
(load) bahkan mungki juga dari kedua2nya.
Sebab vibrasi antara lain dari kondisi :

Misalignment motor terhadap load (mesin yang digerakan),


Kendor pada fondasi nya Motor atau load
Kondisi Soft-foot pada fondasi nya Motor atau load
Rotor unbalance ( Motor atau load)
Bearing aus atau rusak, meyebabkan poros berputar tidak sentris.
Akumulasi karat atau kotoran pada komponen putar (rotor)
Sewaktu memasang rotor/bearing motor sehabis overhaul/rewinding tidak
aligment.

5. Kwalitas Listrik
Kwalitas suply tenaga sangat menentukan umur motor listrik, hal2 yang harus
dihindari. al:

Voltage sering naik -turun melebihi harga toleransi, under/over voltage


dapat menimbulakan overheating didalam winding, berakibat umur motor
menjadi pendek.
Voltage spike akibat power swicthing atau serangan halilintar (lightning
strikes) juga menyebabkan kerusakan isolasi winding.
Voltage 3 phase tidak balance melebihi harga toleransi, sering terjadi
sebagai sebab kerusakan winding.

Beberapa sebab lain antara lain:

Pemilihan pelumas harus sesuai specifikasi, penggantian/penambahan


dilakukan dan terjadwal dengan baik.
Pemilihan dan pemeliharaan kopling sama pentingnya dengan komponen
lain.
Seting bearing dan komponen lain harus sesuai dengan standard.