You are on page 1of 14

EJAAN

I. Pemakaian Huruf (cukup jelas)
II. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring

1. Pemakaian Huruf Kapital, Huruf Miring, dan Huruf
Tebal

A. Huruf Kapital
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata
pada awal kalimat.

2. Penulisan Kata
3. Penulisan Unsur Serapan

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan
langsung.

4. Pemakaian Tanda Baca

1

2

Misalnya:
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam
ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan
dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

“Besok pagi,” kata Ibu, “dia akan berangkat.”
Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini!

Misalnya:
Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih

“Besok pagi dia akan berangkat,” kata Ibu.

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama
gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang
diikuti nama orang.

Pada kalimat pertama, kata dia ditulis dengan huruf
kecil karena tidak mengawali petikan langsung, tetapi
lanjutan dari frase besok pagi seperti pada kalimat
kedua.
3

Misalnya:
Haji Agus, Sultan Hasanuddin

4

Misalnya:

Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah
ini!

Wakil Presiden Adam Malik, Sekretaris Jenderal
Departemen Pertanian, Gubernur Daerah Istimewa
Yogyakarta

Tahun ini ia pergi naik haji.

Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini!

5.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang
atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang
tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi
mayor jenderal.

5

6

1

hari Galungan. jalan-jalan ke gunung. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. hari Jumat. bulan. dan bahasa Misalnya: Amir Hamzah Misalnya: bangsa Indonesia. Tahun 1972 11 menjadi sebuah republik.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Misalnya: Republik Indonesia. lembaga pemerintah. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! Soekarno dan Hatta memproklamasikan bangsanya. serta dokumen resmi. gula jawa kemerdekaan 9 10 Bandingkan dengan contoh di bawah ini! 10. suku Sunda. misalnya mesin diesel dan lima ampere) Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! mengindonesiakan. bahasa Inggris (Jika nama orang seperti Diesel dan Ampere dipakai untuk nama benda atau satuan. Majelis Permusyawaratan Rakyat. maka ditulis dengan huruf kecil. kerja sama antara pemerintah dan rakyat. Misalnya: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. garam inggris. hari. Nomor 57. hari raya. 8 9. suku bangsa. keinggris-inggrisan 7 8. Keputusan Prsiden Republik Indonesia. beberapa badan hukum. mandi di kali. dan peristiwa sejarah (yang dipakai sebagai nama).6.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur. Misalnya: Gunung Semeru. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. dan ketatanegaraan. Kali Brantas Misalnya: tahun Hijriah.unsur nama orang. (jelas) 7. Rancangan UndangUndang Kepegawaian 12 2 . menurut undang-undang yang berlaku 11.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi (yang menjadi unsur nama diri). bulan Agustus.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun.

dan judul karangan kecuali kata seperti di. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. 14. 13 Misalnya: “Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto. 3. huruf atau kata yang akan dicetak miring diberi satu garis di bawahnya. kakak. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Misalnya: majalah Bahasa dan Kesusastraan surat kabar Pikiran Rakyat 15 2. ibu. Besok Paman akan datang. Misalnya: Huruf pertama kata abad ialah a.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. dan. 12. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. dari. atau kelompok kata. pangkat.Kp. majalah.Huruf Miring 1. tetapi ditipu. “Itu apa Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. yang. Tn. Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. surat kabar. bagian kata. Misalnya: Surat Anda telah kami terima. Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! Negara itu telah mengalami empat kudeta. M.A. 17 18 3 . 14 15. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. adik. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. Misalnya Dr. Adik bertanya.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak.13. dan sapaan yang digunakan dengan nama diri. saudara. Prof. Mereka pergi ke rumah Pak Camat.Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. ke. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. S. majalah. B. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Ia bukan menipu.Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. kata. 16 Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah carnicia mangostana.

bagian kata. . misalnya: berjalan. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. daftar lambang.Penulisan Kata 3. terkalahkan v dapat dikalahkan . Imbuhan (awalan... menyebarluaskan 4. dan lampiran. Saya tidak mengambil bukumu Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Non-Jepang 2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar. dasawarsa. Yang Mahakuasa 24 4 . Saya tidak mengambil bukumu Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual. Yang Maha Pemurah. Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Bab : BAB 1 PENDAHULUAN Bagian bab: 1. gabungan kata itu ditulis serangkai. indeks.1 Latar Belakang Masalah 1. atau kelompok kata.Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. bagian bab. dipermainkan. di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-). Huruf Tebal 1.Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. . 2... untuk keperluan itu digunakan huruf miring. Misalnya: menggarisbawahi..2 Tujuan Daftar.. 19 20 III. demoralisasi.C. garis bawahi 21 3. 4 tidak Menyamai mengalah v mengaku kalah mengalahkan v 1 menjadikan kalah . ultramodern. narapidana. Misalnya: Non-Indonesia. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Misalnya: antarkota. Misalnya: Tuhan Yang Maha Esa. 3 tidak lulus . awalan. A. huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.. daftar pustaka. bab. sisipan. 3 menganggap kalah . mancanegara. Kata Turunan 1. daftar isi. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata.. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf.. atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. kata. 2 kehilangan atau merugi. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi. dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.. indeks. 2 menaklukkan ... akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya.. 2. gabungan itu ditulis terpisah.. Kata Dasar B. gemetar Misalnya: kalah v 1 tidak menang. Misalnya: bertepuk tangan. daftar tabel.. 23 22 Catatan: 1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata dengan huruf awal huruf kapital.

kemari. mesin hitung-tangan. Misalnya: di mana. dari mana ke luar. mu. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. 28 2. Misalnya: buku sejarah-baru. ku.C. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan. kepada. sekali pun ia belum pernah datang ke rumahku. Kata Depan di. termasuk isilah khusus. Misalnya: acapkali. terpisah dari kata yang Misalnya: Jika ayah pergi. unsur-unsurnya ditulis terpisah. lengkap dengan D. darmawisata. 2. kau. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. kepada. keluar.Gabungan kata. (cukup jelas) 26 F. mesin-hitung tangan. termasuk istilah khusus. -kah.Partikel pun ditulis mendahuluinya.Gabungan kata berikut ditulis serangkai. ke. 30 5 . H. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. dukacita. nya Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. adik pun ingin pergi. peribahasa. ke.Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Partikel –lah. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil. olahraga. sapu tangan. segitiga. mu.(cukup jelas) 29 Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! Sekalipun belum memuaskan. ibu-bapak kami Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! buku-sejarah baru. kemarikan 27 G. E. daripada. dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: duta besar. ibu bapakkami 25 3. Kata Ulang Bentuk ulang ditulis secara menggunakan tanda hubung. Gabungan Kata 1. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. mata pelajaran persegi panjang. adakalanya.Partikel 1. Jangankan dua kali. sukarela. dari Kata depan di. ke mana Bandingkan contoh di atas dengan contoh di bawah ini! daripada. Kata Ganti ku.

hlm. Misalnya: Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April.Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. badan atau organisasi. kendatipun. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. walaupun.S. misalnya adapun.n. Bpk. Mereka masuk satu per satu. singkatan satuan ukuran. gabungan suku kata. S.Lambang kimia. atau pangkat diikuti dengan tanda titik.Singkatan nama orang. sda.Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. a.Singkatan dan Akronim 1. Catatan: Kelompok yang lazim dianggap padu berikut ini ditulis serangkai. meskipun.000. takaran. 3. dan mata uang tidak tidak diikuti tanda titik.I.Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Yth. d.p. Kramawijaya Sukanto S. timbangan.Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Partikel per yang berarti mulai. sapaan. Misalnya: ABRI LAN SIM 35 36 6 .a.00 per helai. maupun. demi. ataupun. andaipun. Misalnya: dsb. jabatan. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Bandingkan dengan singkatan berikut ini! a. nama gelar. sungguhpun. Harga kain itu Rp20.H. 31 b. Misalnya: DPR GBHN PT 32 c. a. Sukanto. 33 d. Kol. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: S.b. u. Misalnya: Cu TNT cm kVA l kg Rp 34 2.S. bagaimanapun. u. dan tiap ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.

Bilangan pecahan Misalnya setengah (1/2) tiga perempat (3/4) tiga dua pertiga (3 ⅔) seperseratus (1/100) satu dua persepuluh(1. 2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara berikut ini. luas. Misalnya: Bab X. suku kata. 37 38 J.5 cm (0.000.Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut ini. (cukup jelas) 2. atau kamar pada alamat. 1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia. rumah. (ii) satuan waktu.Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan. hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut ini.Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Pasal 5.Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf.2) 3.Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Bilangan utuh Misalnya: dua puluh dua b. Misalnya: tahun ’50-an uang 5000-an 41 42 7 . Di dalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka romawi. Misalnya: Jalan Tanah Abang I no. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.00 (5. halaman 252 Surat Yasin: 9 40 6. apartemen.5 sentimeter) Rp5. a. Misalnya: 0. Misalnya: pemilu rapim Catatan: Jika dianggap perlu membentuk akronim.b. Misalnya: pada awal abad XX pada awal abad ke-20 pada awal abad kedua puluh 7.Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.Angka dan Lambang Bilangan 1. (iii) nilai uang. berat. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang. dan (iv) kuantitas. Misalnya: Akabri c.000 rupiah) US$50 (50 dolar Amerika) 39 5. dan isi. 15 4.

Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Pemakaian Tanda Baca A. ikhtisar. penulisan harus tepat. S. Tanda Titik (. Misalnya: Abidin.1 Isi Karangan 1. Misalnya: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu. Patokan Umum 1. Atau Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999. Jakarta: Balai Endah. Serapan (dijelaskan dalam Bab V. 10. dan detik yang menunjukkan jangka waktu.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Misalnya: 4.8. Tanda titik dipakai di antara nama penulis. pukul 1. Y & Tisnasari.30 (20 menit.Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik) (aturan penulisan daftar pustaka bergantung pada lembaga yang bersangkutan) 47 48 8 . Misalnya: 1. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. (cukup jelas) 12. Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo.75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah).Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. menit. Misalnya: Perusahaan itu mendapat pinjaman 250 juta rupiah. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp999.35. (2010).2 Ilustrasi 45 dalam 46 Catatan: Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. atau daftar.75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah.) 1. Jika perlu. 2. Pak Darmo mengundang 250 orang tamu. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf suatu bagan. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Penulisan Unsur penulisan istilah) 11.Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. seperti dalam perincian dan pemaparan. dan detik yang menunjukkan waktu. menit.Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan pakai secara berurutan. Bukan 15 orang tewas dalam kecelakaan itu.(cukup jelas) 9. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. 3. 30 detik) 5. 43 44 IV. Misalnya: 0. dan tempat terbit dalam daftar pustaka. susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.20. Sastra dan Bahasa Cinta.

Saya ingin datang.6a. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat. 3a.Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. 49 50 Misalnya: Misalnya: Yth.Hasan (tanpa titik) Saya membeli kertas.200 orang. tetapi hari hujan. Misalnya: Karena sibuk. dan sebagainya. 4. … tiga! Palembang (tanpa titik) 2. lagi pula. Sdr. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. meskipun begitu. Misalnya: … Oleh karena itu. Misalnya: 7. akan tetapi. 6b. 53 54 9 . B.) Misalnya: 1. dua. Jalan Arif 43 (tanpa titik) Satu. Acara Kunjungan Adam Malik Salah Asuhan 8. ia lupa akan janjinya. jadi. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24.Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. kita harus berhati-hati. Tanda Koma (. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Moh. termasuk di dalamnya oleh karena itu. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. 3b. tabel. 51 52 Misalnya: Dia tahu bahwa soal itu penting. dan tinta. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. pena. Misalnya: Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat.

Karyadi mengucapkan terima kasih. ya.5. dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri.Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat.Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Sutan Takdir. 57 11. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Misalnya: Surabaya. Misalnya: Guru saya. Poerwadaminta. 1949.S.” kata Ibu. Pak Ahmad. S. pandai sekali. 10.” Kuala Lumpur. (iii) tempat dan tanggal. hlm. Misalnya: B.Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.J. 7. 4. wah. Misalnya: Misalnya: O. Jalan Raya Salemba 6. keluarga. atau marga. 9. Misalnya: Alisjahbana. “karena kamu lulus. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Jilid 1 dan 2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. 60 10 . 56 Misalnya: W.50 Atas bantuan Agus. (ii) bagian-bagian alamat. Universitas Indonesia. kasihan. Jakarta.E. 12. Bahasa Indonesia untuk KarangMengarang (Yogyakarta: UP Indonesia. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Ratulangi. 10 Mei 1960 “Saya gembira. 59 14. Misalnya: Misalnya: Rp12. aduh. Djakarta: PT Pustaka Rakjat. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 58 13. Malaysia 55 8.Tanda koma dapat dipakai–untuk menghindari salah baca–di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. 1967). 6. begitu? Surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran.

Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.00 WIB E. Tanda Titik Dua (:) Malam makin larut. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar terpisah oleh pergantian baris. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. (jelas) 63 E. (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci. Tanda Hubung (-) 1.(jelas) (Akhiran –i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.) Misalnya: 1. 61 62 Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Misalnya: 4. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan. (jelas) 64 4. 3. C. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman. Misalnya: D. saya sendiri mendengarkan siaran radio. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. 2. Adik menghafal nama-nama pahlawan. serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Misalnya: Surah Yasin: 9 Hari : Senin Waktu : 09. Ayah mengurus tanamannya di kebun. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakang atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.Misalnya: 2. 1. dan lemari. (Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula. yang 2. “Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim. Ibu bekerja di dapur. meja. Tanda Hubung (-) 1. dan (ii) penghilang bagian kelompok lain. 66 11 .Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. pekerjaan belum selesai juga.Tanda titik koma (. dan tiak dipakai pada teks karangan 65 Misalnya : p-a-n-i-t-i-a 8-4-1973 5. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan bagian kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

F. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.dengan angka. tanggung jawab.7. dan kini juga pembelahan atom−telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat. dua puluh lima-ribuan (20x5000).Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ’sampai ke’ atau ’sampai dengan’. 69 G. perlu dipakai empat buah titik. Misalnya: Se-Indonesia. dan (v) nama jabatan rangkap.Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. 67 68 Misalnya: 2. marilah kita bergerak. 1910−1945 tanggal 5−10 April 1970 Jakarta−Bandung Misalnya: Rangkaian temuan ini−evolusi.Tanda Elipsis (…) 70 Misalnya: Catatan: Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat.(jelas) 71 72 12 . pen-tackle-an 6. Misalnya: H. 3. teori kenisbian. hadiah ke-2. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata. Kalau begitu…ya. hari-H. Misalnya: ber-evolusi. Misalnya: 1. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilanngkan.X. Tanda pisah memmbatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bagian kalimat. Catatan : Dalam pengetikan. Dalam tulisan. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu−saya yakin akan tercapai−diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputusputus. (iii) angka dengan -an. tanda baca harus digunakan dengan hati hati…. tahun 50-an.dan kesetiakawanan-sosial Misalnya: di-smash. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (i) sedengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. Menteri-Sekretaris Negara. Tanda pisah menegaskan keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. sinar. Tanda Tanya (?) Sebab-sebab kemerosotan…akan diteliti lebih lanjut. (ii) ke. Tanda Pisah (−) 1. 1. 2.

dari Suatu Tempat. Tanda kurung siku mengapit huruf. Misalnya: Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?). (b) tenaga kerja. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. "tunggu sebentar!” Pasal 36 UUD 1945 berbunyi. 77 78 13 . Tanda Petik ("…) 1. 4. Misalnya: Bacalah “Bola Lampu”dalam buku Dari Suatu Masa. Saya belum siap. Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. ”Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.J.(jelas) 73 3. 2. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku itu. I. Misalnya: Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. 74 K. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kallimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. dan (c) modal. Tanda Kurung Siku ([…]) 1.” kata Mira. atupun rasa emosi yang kuat. Tanda petik mengapit. Tanda Kurung ((…)) 1. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Tanda petik mengapit judul syair. Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam.” Misalnya: 2. petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya. Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38]) perlu dibentangkan di sini. kata. 2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli Misalnya: Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya. ketidakpercayaan. karangan. 75 76 Misalnya: 2. Misalnya: Bagian perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. L. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Budi mendapat julukan “Si Hitam”. Pasal J.3.Tanda garis miring M.”Saya juga minta satu.Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwin. dan tiap. 81 Misalnya: Dikirim lewat darat/laut Harganya Rp25. Misalnya: Misalnya: No. atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Misalnya: Karena warna kulitnya. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja. Tanda Petik Tunggal (‘…’) 1.Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ′ ) Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau. ( ′ kan = akan ) 1 Januari ′ 88 ( ′ 88 = 1988 ) 83 84 14 .) Misalnya: Feed-back ‘balikan’ 2. ”Kau dengar bunyi ’kring-kring’ tadi?” 2. Bab V.” Catatan: Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada Pasangan itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. 5. 7/PK/1973 Jalan Kramat III/10 Tahun anggaran 1985/1986 Tanya Basri. 79 80 N. terjemahan. (Lihat pemakaian tanda kurung.Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. 1. Misalnya: Kata Tono. 4. Tanda petik tunggal mengapit makna. Misalnya: Ali ′ kan kusurati. Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.00/lembar 82 Latihan Salinlah teks di bawah ini dengan menyempurnakan ejaan! Hingga saat ini global positioning system (gps) boleh dikatakan sebagai hasil teknologi terbaru dalam system penentuan lokasi system ini terdiri dari tiga segmen yaitu konstalasi satelit segmen pengontrol dan segmen penerima jika dibandingkan dengan satelit dopler satelit yang digunakan pada generasi sebelumnya satelit generasi baru ini memiliki keunggulan dalam segi ketelitian dan waktu pemakaiannya oleh sebab itu system ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan nafigasi dan survey sekarang system tersebut sudah digunakan di burlington northern nama sebuah perusahaan perkereta apian di amerika serikat O. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.