You are on page 1of 10

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air merupakan zat kimia yang penting bagi semua makhluk hidup yang
ada di bumi. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H 2O, satu molekul
air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi
standar. Air merupakan salah satu kebutuhan terpenting manusia. Air merupakan
penyusun mineral terpenting dalam tubuh manusia karena dalam air terdapat
berbagai macam mineral salah satunya adalah besi.
Besi adalah metal berwarna putih keperakan, liat, dan dapat dibentuk,
biasanya di alam di dapat sebagai hematit (Fe2O3). Besi merupakan elemen
kimiawi yang dapat dipenuhi hampir di semua tempat di muka bumi, pada semua
bagian lapisan geologis dan semua badan air. Besi (Fe) adalah salah satu dari lebih
unsur-unsur penting yang terkandung dalam air. Besi (Fe) merupakan salah satu
mikroelemen yang dibutuhkan oleh tubuh, besi (Fe) banyak berperan dalam
proses metabolisme tubuh. Namun, kelebihan kadar besi (Fe) dalam tubuh dapat
mengakibatkan rusaknya organ-organ penting, seperti pankreas, otot jantung dan
ginjal.
Kadar

besi

(Fe)

dalam

air

dapat

ditentukan

dengan

metode

spektrofotometer UV-Vis yang didasarkan pada cahaya yang diabsorbsi atau
ditransmisikan oleh sampel. Larutan besi (Fe) yang tidak berwarna harus
dikomplekskan terlebih dahulu sehingga larutan menjadi berwarna agar dapat
dianalisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Spektrofotometri adalah suatu
metode analisis kimia untuk mengetahui daya serap atau absorbansi suatu larutan
berwarna pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan alat

II. . Rumusan Masalah Rumusan masalah dari percobaan penentuan kadar besi secara spektrofotometri adalah bagaimana cara menentukan kadar besi pada sampel air secara spektrofotometri ? CTujuan Tujuan yang akan dicapai dari percobaan penentuan kadar besi secara spektrofotometri adalah untuk menentukan kadar besi pada suatu sampel secara spektrofotometri. penurunan kemampuan berpikir. terutama dalam proses pembentukan darah yaitu sintesa hemoglobin. gangguan susunan syaraf pusat. Zat besi (II) juga berfungsi untuk mengangkut oksigen dan zat-zat makanan ke seluruh tubuh serta membantu proses metabolisme untuk menghasilkan energi. dan penurunan kekebalan tubuh terhadap infeksi (Kurniawati. D Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari percobaan penentuan kadar besi secara spektrofotometri adalah mengetahui penentuan kadar besi secara spektrofotometri. maka dilakukanlah percobaan untuk menentukan kadar besi (Fe) secara spektrofotometri. B. TINJAUAN PUSTAKA Zat besi (II) merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh. Kekurangan zat besi (II) dapat menyebabkan penyakit anemia. mengurangi produktivitas kerja. Berdasarkan latar belakang ini. 2016).spektrosfotometer.

Fenantrolin termasuk salah satu ligan tipe feroin yang mengandung dua cincin piridin yang mengapit cincin benzen. Alat yang digunakan adalah spektrofotometer. umumnya menghasilkan eksitasi ikatan energi. Pereduksi yang umum digunakan adalah hidroksilamin hidroklorida. yaitu suatu alat yang digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan . Suatu metode analisis yang berdasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dan detector vacum phototube atau tabung foton hampa disebut spektrofotometri. Sebelum dikomplekskan dengan 1.10-fenantrolin. Untuk penentuan Fe 2+ menggunakan pengompleks yang berbeda yaitu 1. Fenantrolin akan memberikan puncak serapan yang berbeda di daerah sinar tampak ultra ungu. fraksi penyerapan sinar tidak tergantung pada I (intensitas cahaya). Namun hidroksilamin hidroklorida memiliki beberapa kelemahan yaitu harus diberi perlakuan khusus yaitu harus dibuat fresh dan dibutuhkan pemanasan sebelum pengkompleksan. Selain itu dibutuhkan konsentrasi yang besar untuk mereduksi besi (Rifki. Kompleks besi dengan fenantrolin akan menghasilkan perubahan energi eksitasi.10 fenantrolin. 1994).Pengabsorbsian sinar ultraviolet atau sinar tampak oleh suatu molekul. Sedangkan Beer menyatakan bahwa serapan sebanding dengan jumlah molekul yang menyerap (Hendayana. akibatnya panjang gelombang absorbsi maksimum dapat dikorelasikan dengan jenis ikatan yag ada di dalam molekul yang sedang dianalisis. 2013). Menurut Lambert. Fe3+ direduksi terlebih dahulu menjadi Fe2+.

mudah.mengukur transmitan ataupun absorban dari suatu cuplikan sebagai fungsi dari konsentrasi (Khopkar. akan tetapi kelemahannya adalah perlu perlakuan awal untuk menghilangkan unsur-unsur penganggu. Dengan menggunakan pereaksi warna menjadi lebih peka. METEDOLOGI PRAKTIKUM A Waktu dan Tempat Percobaan penentuan kadar besi secara spektrofotometri dilaksanakan pada hari Selasa. pukul 07. B Alat dan Bahan . Metode ini mempunyai keuntungan sensitif. tanggal 25 Oktober 2016. 2012). dan menggunakan beberapa macam bahan kimia sebagai pereaksi (Ernawati. Metode spektrofotometri ultra violet-tampak (UV-Vis) secara umum berdasarkan pembentukan warna antara analit dengan pereaksi yang digunakan. menaikkan sensitivitas sehingga batas deteksinya menjadi rendah. 1990).00 WITA bertempat di laboratorium Kimia Analitik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. batas deteksinya rendah. III.30-10. Kendari. Universitas Halu Oleo.

1 Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan penentuan kadar besi secara spektrofotometri adalah Spektrofotometri UV-Vis.335 2. 3. 10 mL. gelas piala 250 ml dan filler. hidroksilamin klorida 10% 50 mL dan larutan baku Fe (II) 50 mg/L = 50 ppm. labu takar 50 mL.523 0. Data larutan sampel No 1. 5 0. 10 15 20 25 0. Data larutan standar No Konsentrasi (ppm) Absorban (A) 1.618 0. pipet ukur 10 mL.462 0. Konsentrasi (ppm) Sampel air sumur Absorban (A) 0. fenantrolin. HASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil Pengamatan 1 Tabel data pengamatan a. IV.722 b. 2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan penentuan kadar besi secara spektrofotometri adalah air sumur. 4. 5.115 .

.018 b = 0..3 0.253 0.02x + 0.62 0.72 f(x) = 0.253 Ditanyakan : x =.115 = 0. Diketahui : y = 0.b 0.99 0.52 0.2.115 + 0.8 Absorban 0.368 0.5 0..018 x = 20.6 0.4 ppm .25 R² = 0. Analisis data Dari kurva kalibrasi standar di dapatkan persamaan linear (y = 0.2 0...018x . Grafik 0.253 x = 0.34 0.018x = 0.? Penyelesaian: y = ax .7 0.1 0 0 10Konsentrasi 15 (ppm) 20 5 25 30 3.018x .0.4 0.253) dimana (y) menyatakan nilai pengukuran absorbansi (x) menyatakan kadar Fe dalam sampel.115 a = 0.46 0.0.

Seperti yang dijelaskan di atas. maka kita akan menghitung konsentrasi dengan berdasarkan interaksi antara energi dan materi. karena kita menggunakan instrumen. Percobaan kali ini. Syarat analisis menggunakan UV visible adalah cuplikan yang dianalisis bersifat stabil yag membentuk kompleks dan larutan berwarna. Dalam keadaan dasar. hal ini dikenal dengan sebutan tereksitasi singlet. Perpindahan elektron tidak diikuti oleh perubahan arah spin. larutan besi tidak . kita menentukan kadar besi (II) dalam suatu larutan sampel dengan panjang gelombang maksimumnya 480-520 nm. Keuntungan utama pemilihan metode spektrofotometri bahwa metode ini memberikan metode sangat sederhana untuk menetapkan kuantitas zat yang sangat kecil. perlu ditambahkan hidroksilamin-klorida 10% yang berfungsi untuk mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Pembahasan Spektrofotometri hanya terjadi bila terjadi perpindahan elektron dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Prinsip kerja spektrofotometer adalah dengan memancarkan sinar tampak pada panjang gelombang tertentu yang kemudian melewati suatu larutan dan diserap oleh larutan yang dilewati sehingga serapannya tersebut yang dikatakan sebagai absorbansi. Besi dalam keadaan Fe2+ akan lebih stabil dibandingkan besi Fe3+.B. Energi dalam hal ini adalah energi dari sinar UV visible yang kemudian dilewatkan pada suatu larutan sampel yang dicurigai mengandung besi (II) dengan konsentrasi tertentu. Sehingga dalam penentuan kadar besi dalam air.

Karena alasan tersebut.335 abs. Dalam penentuan kadar Fe dalam sampel menggunakan spektrofotometri visibel perlu dibuat larutan standar.523 abs. Penambahan larutan natrium asetat dilakukan sebelum penambahan fenantrolin. 15 ppm. Dari hasil yang di dapat. Hasil dari percobaan yang dilakukan pada setiap sampel dengan konsentrasi yang berbeda-beda mulai dari 5 ppm. 0. sebab kadarnya sangat jauh dari batas yang telah ditentukan. hubungan antara konsentrasi suatu larutan dengan absorbannya yaitu semakin besar konsentrasi dari suatu sampel maka semakin besar pula absorban yang dihasilkan.618 abs. Sedangkan berdasarkan grafik dan analisis data diperoleh kadar besi pada sampel yang diteliti sebesar 20. . dan 25 ppm secara berturut-turut adalah 0. maka pH larutan harus bersifat dengan cara menambahkan garam natrium asetat.722 abs. Tujuannya adalah untuk membuat kurva kalibrasi yang nantinya akan digunakan untuk menghitung kadar besi dalam sampel air. 10 ppm. 0. 0. Menurut Menkes No:416/MENKES/PER/IX/1990.462 abs. Berdasarkan hal tersebut maka kadar besi dalam sampel air sumur yang diteliti tidak layak untuk dikonsumsi. 20 ppm.3 gram per liter atau 0. Reaksi antara besi dengan fenantrolin merupakan reaksi kesetimbangan dan berlangsung pada pH 6 sampai 8. kadar besi maksimal yang dibolehkan di dalam air yang dikonsumsi adalah sebesar 0.3 ppm. dan 0.4 ppm.berwarna sehingga perlu ditambahankan larutan fenantrolin agar membentuk kompleks larutan berwarna.

115 Å adalah 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah di lakukan.V. . maka dapat disimpulkan bahwa kadar besi pada sampel air dengan absorbansi air sebesar 0.23 ppm. Hal tersebut menandakan air sumur yang diteliti tidak dapat dikonsumsi.

DAFTAR PUSTAKA Ernawati F. 1994.. dan Djarot S. Semarang. Prosiding Seminar Penelitian dan Pengelolaan Perangkat Nuklir.. Kurniawati.. Ikip Semarang Press.10Fenantrolin secara Spektrofotometri Sinar Tampak.. Rifki A. Kimia Analitik Instrumen. 5 (1). dan Purwanto A. Analisis Kuantitaif. Khopkar S. 2016. 2 (2). Hendayana S. Metode Spektrofotometri UV-Vis untuk Pengujian Kadar Silika dalam Natrium Zirkonat. S. dan R. .. 2012. S. Djarot S. Erlangga. Pengaruh Penambahan Al 3+ dalam Penentuan Analisa Fe2+ pada Ph 4. Jakarta. Perbandingan Kadar Fe (II) dalam Tablet Penambah Darah secara Spektrofotometri UV-Vis yang dipreparasi menggunakan Metode Destruksi Basah dan Destruksi.5 dengan Pengompleks 1.. 2002. Jurnal Sains dan Seni ITS. 2013. ISSN 1410 – 8178. K.. Jurnal Sains dan Seni Pomits.