You are on page 1of 4

METODE KERJA CONBEXTRA GP dan GP PREMIX

1. PERSIAPAN

Persiapkan bahan, alat dan man power yang akan digunakan untuk pelaksanaan grouting
dengan baik.

2. BAHAN DAN ALAT

Siapkan bahan Conbextra yang akan di aplikasikan ( Jangan sampai kurang ).

Air bersih,( air es direkomendasikan untuk menurunkan temperature pada cuaca yang
panas.)

Siapkan alat alat meliputi :
 Masker
 Kaca mata
 Sarung tangan
 Savety shoes
 Electric Slow speed drill 1 KW dengan speed 400 atau 500 rpm lengkap dengan paddle
standard untuk grouting.
 Container/Pail sebagai tempat untuk mixing.

Pemakaian alat mixing diluar yang tersebut diatas untuk pekerjaan yang sangat besar harus
dikonsultasikan dengan pihak Fosroc untuk mendapatkan campuran yang homogen

3. PEMBERSIHAN PERMUKAAN BETON.

Permukaan harus bebas dari oli, pelumas,karat dan material lunak lainnya

Apabila masih ada permukaan yang lunak maka harus di chipping sampai ketemu beton
yang keras.

Lubang angkur/baut harus di bersihkan sampai bersih.

Pembersihan dapat dibantu dengan menyemprot udara dengan menggunakan compressor

BEKISTING  Cek area yang akan di grouting dalam keadaan benar benar bersih sebelum bekisting di rekatkan. . MIXING  Gunakan container atau pail ukuran 25 ltr untuk sekali mixing dengan menggunakan 1 bag Conbextra GP/GP Premix.  Tempat terbuka ( unrestrained ) harus dibuat seminimal mungkin untuk menghindari retak.  Bekisting harus kuat sehingga tidak terjadi pergerakan pada saat grouting masih basah/lunak  Tuangkan air bersih ke seluruh pemukaan concrete beberapa jam sebelum grouting dilaksanakan sehingga permukaan menjadi jenuh ( saturated )  Bersihkan sisa sisa air dipermukaan ( bila ada ) sebelum grouting dilaksanakan 6. Disarankan max 150 mm ditempat nuang dan 50 mm disisi sebaliknya untuk control. BASE PLATE  Permukaan base plate bagian bawah harus bersih dari oli.4.  Untuk memudahkan penuangan bisa dibuatkan semacam hoper dengan posisi mulut hoper 150 mm lebih tinggi dari base plat untuk membantu daya dorong grouting.  Bekisting harus benar benar rapat sehingga tidak terjadi kebocoran saat pelaksanaan grouting  Bekisting harus menutup bagian samping dan atas area yang akan di grouting dengan menyisakan bagian terbuka untuk menuang bahan grouting serta sebagian terbuka disisi lain sebagai tempat pembuangan udara dan tempat control  Tinggi bekesting minimum 2. pelumas. karat dan material lunak lainnya 5.5 cm lbh tinggi dari base plat bagian bawah.

 Tinggi penuangan harus dijaga supaya bahan mempunyai daya dorong/flowability yang seragam . POURING ( PENUANGAN )  Material alat dan man power harus disediakan dalam jumlah yang mencukupi untuk pelaksanaan grouting karena pelaksanaan grouting akan dilakukan secara menerus ( continue )  Tuangkan mixed grouting dalam waktu 10 menit supaya mendapatkan efek expansion yang optimum  Conbextra GP dapat dituang untuk ketebalan 100 mm sekali tuang  Untuk ketebalan lebih dari 100 mm dapat menggunakan Conbextra GP Premix dimana ada tambahan aggregate di dalamnya untuk mengurangi panas dan menghindari keretakan  Lubang angkur/baut. 7. harus di isi grouting terlebih dahulu sebelum mengisi celah antara permukaan beton dengan base plate.8 ltr per sak  Campuran Mixing dilakukan selama 3 sampai 5 menit hingga homogen.  Dosis air yang digunakan dalam 1 sak Conbextra GP :  Pourable : 4 ltr per sak  Flowable : 4.3 ltr per sak  Flowable : 3.5 ltr per sak  Dosis air yang digunakan dalam 1 sak Conbextra GP Premix adalah :  Pourable : 3. Tuangkan air terlebih dahulu ke dalam pail. kemudian tuangkan conbextra GP/GP Premix dari saknya kedalam pail dengan cara perlahan lahan sambil dilakukan mixing/pengadukan pada waktu yang bersamaan.  Pada saat grouting dituang pada saat itu pula dilakukan mixing bahan untuk penuangan berikutnya karena pelaksanaan grouting harus menerus ( tidak boleh berhenti )  Penuangan dilakukan dengan satu arah supaya menghindari adanya udara terjebak ataupun sisa air yang masih ada dipermukaan.

 Ketika bahan grouting sudah penuh ( terlihat dari sisi ujung penuangan dimana tinggi bahan grouting sudah melewati sisi bawah base plate ) penuangan perlahan lahan dihentikan sampai area benar benar sudah penuh dengan bahan grouting  Setelah penuangan tidak diperbolehkan ada pergerakan yang menyebabkan proses setting dan curing grouting terganggu. 8. CURING  Curing dilakukan sesegera setelah permukaan grouting mempunyai kekerasan yang cukup sehingga apabila dilakukan curing dengan chemical maupun perendaman air. perendaman dengan air. .  Bagian atas plat sebaiknya juga di lindungi terhadap terik matahari pada saat curing.  Curing time sangat kritikal pada 7 hari pertama. proses setting tidak tergangu oleh adanya air curing  Curing dapat dilakukan dengan curing compound Fosroc.  Curing dengan karung goni bisa dilakukan namun harus dijaga kelembabannya dengan cara menyirami dengan air secara berkala supaya karung tetap basah. baik dengan karung goni ataupun media lainnya. maka harus dilakukan sebaik baiknya pada masa itu.