You are on page 1of 35

Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014

BAB II
ARAH PENGEMBANGAN SEKTOR SANITASI
KABUPATEN PURWOREJO

2.4.1 Gambaran Umum Kabupaten Purworejo
2.1.1 Gambaran Kabupaten Purworejo
Secara geografis Kabupaten Purworejo merupakan wilayah yang terletak di
pesisir Samudera Hindia di bagian selatan Pulau Jawa pada koordinat 7°32’ LS
sampai dengan 7°54’ LS dan 109°47’28” BT sampai dengan 110°8’20”BT. Posisi
astronomis tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Purworejo terletak pada daerah
beriklim tropis basah, yang dicirikan dengan curah hujan dan suhu yang tinggi.
Kisaran suhu pada daerah ini berkisar antara 16,67°C-30,87°C dengan kelembaban
yang tinggi pula berkisar antara 70% hingga 90%.
Bersama dengan beberapa Kabupaten lainnya, Kabupaten Purworejo
mempunyai posisi di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah sebagai mata rantai jalur
transportasi selatan Pulau Jawa. Lokasi tersebut mempunyai pengaruh yang sangat
strategis karena proyeksi ke depan perkembangan transportasi akan bergeser ke
selatan mengimbangi jalur utara yang mulai jenuh. Disamping itu lokasi Kabupaten
Purworejo juga menghubungkan dua node perekonomian Pulau Jawa yaitu
Yogyakarta di bagian timur dan Cilacap di bagian barat. Jalur tengah yang
menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa melalui jalur Purworejo-MagelangSemarang juga mendukung posisi Kabupaten Purworejo makin berpotensi untuk
berkembang. Letak Kabupaten Purworejo didalam provinsi Jawa Tengah

dapat

dilihat pada Peta Orientasi pada Gambar 1.3. dibawah ini
Luas wilayah Kabupaten Purworejo adalah 1.034,82 km2 dan dapat dibedakan
menjadi daerah dataran di bagian selatan dan daerah perbukitan hingga pegunungan di
bagian utara dan timur wilayah Kabupaten. Adapun untuk daerah dataran dengan
range ketinggian 0-25m dpal mempunyai proporsi mencapai 40% sedangkan daerah
perbukitan hingga pegunungan dengan range ketinggian 25m – 1064m dengan
proporsi mencapai 60%.

Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo

II-1

Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014

Kabupaten Purworejo berbatasan langsung dengan Propinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta di bagian timur dan secara rinci batas-batas wilayah administratif adalah
sebagai berikut :

Sebelah utara

:

Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang

Sebelah timur

:

Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah

Istimewa

Yogyakarta

Sebelah selatan :

Samudera Hindia

Sebelah barat

Kabupaten Kebumen

:

Secara administratif Kabupaten Purworejo terdiri menjadi 16 Kecamatan yang
selanjutnya terinci menjadi 469 desa dan 25 kelurahan sebagaimana tertera pada tabel
2.1. di bawah.

Tabel 2.1. Luas Wilayah Kabupaten Purworejo dirinci per Kecamatan Tahun
2007
No Kecamatan

Jumlah
Desa

Jumlah
Kelurahan

Luas wilayah
(km2)

%

1

Grabag

32

-

64,92

6,27

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Ngombol
Purwodadi
Bagelen
Kaligesing
Purworejo
Banyuurip
Bayan
Kutoarjo
Butuh
Pituruh
Kemiri
Bruno
Gebang
Loano
Bener
Jumlah

57
40
17
21
25
27
26
27
41
49
40
18
25
21
28
469

14
3
1
6
1
25

55,27
53,96
63,76
74,73
52,72
45,08
43,21
37,59
46,08
77,42
92,05
108,43
71,86
53,65
94,08
1034,81

5,34
5,21
6,16
7,22
5,09
4,36
4,18
3,63
4,45
7,48
8,89
10,49
6,94
5,18
9,09
100

Sumber : Kabupaten Purworejo Dalam Angka, 2007

Orbitase terdekat dari ibukota Kabupaten Purworejo adalah Kecamatan
Purworejo yaitu sejauh 3 km sedangkan yang terjauh adalah Kecamatan Bruno yaitu
sejauh 36 km. Selanjutnya ditinjau dari ketinggian lokasi ibukota kecamatan, maka
Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo

II-2

Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014

kecamatan terendah adalah Kecamatan Butuh setinggi 10 m dpal, sedangkan yang
tertinggi adalah Kecamatan Bruno dengan ketinggian 325 m dpal.
370 000 mT

380 000 mT

390 000 mT

400 000 mT

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO
BADAN PERENC ANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
(BAPPED A)

KAB. WONOSOBO

9 16 000 0 m U

KAB. MAGELANG

#
Y

0

91 600 00

Kec. Bruno

PETA ADMINISTRASI
KABUPATEN PURWOREJO

#
Y

Kec. Bener

4

8

12

Kilom eter

Legenda

Kec. Gebang

U
%

Ibukota Kabupaten

Rel Kereta Api

Y
#

Ibukota Kec amatan

Jalan Arteri

Batas Provinsi

Jalan Kolektor

Batas Kabupaten

Jalan Lokal

Batas Kecamatan

Sungai

#
Y

Kec. Loano

Kec. Kemiri

#
Y

#
Y

91 500 00

9 15 000 0 m U

#
Y

Kec. Pituruh

KAB. PURWOREJO
U
%

Kec. Bayan
#
Y

#
Y

Kec. Purworejo
#

#
Y

Y

#
Y

Kec. Kaligesing

Kec. Butuh
Kec. Banyuurip

Kec. Kutoarjo

#
Y

91 400 00

9 14 000 0 m U

KAB. KEBUMEN

IND

ON

ES

PROVIN SI J AWA TENGAH
PR OVIN SI
JAWA TIMUR

IA

9 09 00 00 m U

9 13 000 0 m U

RA

LAUT JAW A

PROVINSI
JAWA BARAT

S AM

270 00 0

PROVINSI D. I.
YOGYAK ARTA
UD

ER
A

IND

ON
ES
I

360 00 0

909 00 00

DE

540 00 0 mT

Kabu paten
P urworej o

91 300 00

MU

9 18 00 00 m U

KAB. KULON PROGO
PROPINSI D. I. YOGYAKARTA

450 00 0 mT

A

450 00 0

540 00 0

Sum ber
1. Pe ta Rup a B um i Ind one sia (RB I) Ta hun 20 00 Ska la 1 : 25 .00 0

370 000

380 000

390 000

2. Ka nto r BA P PE DA K ab up ate n P urwo rejo Ta hun 20 09

400 000

Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Purworejo
Sumber Peta : RTRW Kabupaten Purworejo Tahun 2009-2029

2.1.2 Gambaran Perkembangan Kabupaten Purworejo
Perubahan paradigma pembangunan pada era otonomi daerah telah
mengalihkan perhatian pembangunan pada unit-unit otonomi terkecil yaitu desa. Oleh
karena itu kawasan perdesaan menjadi titik perhatian untuk dikembangkan dengan
membentuk pusat-pusat pertumbuhan di desa-desa yang mampu mengangkat
pertumbuhan di desa-desa sekitarnya yang kurang atau sulit berkembang. Dengan
konsep tersebut kawasan perdesaan dapat mecapai perkembangan, kemajuan dan
keterbukaan pada desa dan wilayah-wilayah yang terisolir.
Seiring dengan potensi pertanian di Kabupaten Purworejo, maka kawasan
perdesaan

tetap

diproyeksikan

Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo

sebagai

kawasan

918 00 00

#
Y

Kec. Ngombol

SA

9 27 00 00 m U

Kec. Begelen

#
Y

Kec. Grabag

360 00 0 mT

927 00 00

#
Y

Kec. Purwodadi

#
Y

270 00 0 mT

dengan

kegiatan

utama
II-3

Sidorejo Purworejo Sidomulyo 6. Hargorejo 4. 2. Tunggulrejo Grabag Terdapat pasar 1. 2. Tangkisan 8. Wonotulus 3. Desa-desa pusat pertumbuhan yang terpilih berdasar hasil revisi identifikasi KTP2D Kabupaten Purworejo sebagaimana tercantum pada tabel 2. Purbowono permanen. Kecamatan Pusat Keunggulan Desa Desa-Desa Pertumbuhan Hinterland Grabag 1. 2. Pejagran 1. Banyuyoso makan dan industri makanan 1. Keunggulan Desa dan Desa-Desa Hinterlandnya No. Kumpulsari industri makanan 4. Nampurejo kayu dan makanan 4. 2. Tunjungan Ngombol Wonoroto Terdapat pasar desa. Tlogoguwo kerajinan kayu 1. industri 3. Sudimoro Banyuurip Kedungsari Industri kayu dan 7. Tawangsari Kaligesing Pandanrejo Terdapat pasar 5. Keponggok Purwodadi Geparang Terdapat pasar 3. makanan Bayan Krandegan Kerajinan logam dan 1. 2. 2. Percepatan dalam penyediaan prasarana dan sarana dasar khususnya untuk mendukung sektor pertanian pada desa-desa terpilih akan mampu mendorong perkembangan dan pertumbuhan perekonomian secara simultan dan mampu memacu desa-desa di wilayah belakangnya untuk dapat tumbuh dan berkembang. industri 3. 2. Ringgit rumah makan dan 3. Tabel 2. Gasing permanen. Jatimalang 5. Bapangsari 3.2 di bawah ini. Somorejo Bagelen Krendetan Terdapat pasar 4. rumah 3. Kesidan 6.Desa-desa KTP2D. Jatikontal 1. Bagelen 1. 2. Banjarejo Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-4 .2. Kaliwungu Kidul 5.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 masyarakatnya pada sektor pertanian secara luas termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Wonoenggal permanen.

Wironatan 2. Butuh Klepu Ada pasar permanen. sedangkan desa-desa hinterland KTP2D akan berkedudukan sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL). maka perlu dilakukan penentuan pusat-pusat pelayanan permukiman. Turus 1. sedangkan desa-desa dengan status PPL merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa. kerajinan kayu dan makanan Industri makanan 11. Tepuswetan 1. Kedungpoh 2. Winonglor 5. Giyombong 2. Tegalgondo 1. Winongkidul 1. 16. Loning 4. Kedungloteng Dalam konteks integrasi kawasan perdesaan dan perkabupatenan dalam struktur ruang wilayah menjadi wilayah fungsional. industri makanan Kedungpucang Pasar permanen. Pogung kalangan 1. Sendangsari 2. Bruno Cepedak 14. Kaligesing 3. Kalisemo 1. Gintungan 3. kerajinan kayu dan makan Pasar permanen. Kemranggen 3. Jatiwangsan 3. Kutoarjo Wirun 10. Tursino 2. Kaliwader 3. Kesawen 2. Gebang Seren Pasar permanen. Desa-desa sebagai PPK dikembangkan sebagai kawasan perkabupatenan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa hinterlandnya. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-5 . Bener kerajinan anyaman dan makanan Sumber : Revisi Identifikasi KTP2D Kabupaten Purworejo. 3. Lugosobo 4. Kroyo 2. Untuk keperluan tersebut maka desa-desa KTP2D diposisikan sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK). Brondong 1. Sutoragan 2. Prapag lor 3. Prapag Kidul 1. 2006 15. Kemiri Winong Kerajinan kayu dan makan 13. industri makanan Loano Maron Pasar permanen.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 makanan 9. Pituruh Kalikotes Industri makanan 12.

Konsep Pengembangan Wilayah Fungsional Perdesaan Sumber: RTRW Kabupaten Purworejo Tahun 2009-2029 Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-6 .2. Pelestarian warisan budaya lokal 5. Pusat pertumbuhan (PPK) Batas wilayah fungsional Hinterland (PPL) Gambar 2. Konsep pengembangan PPK dan PPL sebagai growthpole yang terdispersi secara spasial di Kabupaten Purworejo akan mampu mengimbangi konsentrasi aglomerasi pertumbuhan di koridor Purworejo-Kutoarjo. yaitu: 1. Konservasi sumber daya alam 4. Pertahanan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan untuk ketahanan pangan 6. Pertahanan kualitas lingkungan setempat dan wilayah yang didukungnya 3. Pemberdayaan masyarakat perdesaan 2. maka pengembangan kawasan perdesaan di Kabupaten Purworejo akan diarahkan untuk beberapa poin utama. Penjagaan keseimbangan pembangunan perdesaan-perkabupaten Penempatan desa-desa PPK dan PPL untuk pengembangan kawasan perdesaan dalam struktur ruang wilayah serta mengintegrasikannya dalam pengembangan sistem perkabupatenan diharapkan mampu mengintegrasikan desa dan kabupaten sebagai sebuah wilayah fungsional. Optimalisasi akan lebih cepat tercapai dengan mengembangkan kabupaten-kabupaten sekunder atau rural town tersebut melalui jaringan sistem perkabupatenan yang dibentuk melalui struktur ruang dan infrastruktur.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Berbeda halnya dengan pengembangan kawasan perkabupatenan.

Tanah Kosong Tanah kosong yang dimaksud adalah lahan terbuka yang di atasnya tidak didirikan bangunan atau merupakan lahan yang tidak di usahakan. 2. Gebang. Sebaran areal perkebunan antara lain di Kecamatan Loano.95 Ha atau hanya mencapai 1. Rawa di Kabupaten Purworejo berada di tepi pantai memanjang dari timur ke barat. Pada umumnya di atas lahan kosong ini ditumbuhi tanaman liar seperti alang-alang dan semak. Kemiri.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 2. Bentuk penggunaan lahan untuk perkebunan ini adalah paling luas dibandingkan dengan bentuk penggunaan lahan lainnya. Bener. Pituruh.337%. Sebaran pemukiman yang cukup padat terdapat di Kecamatan Purworejo. 5. Bener.3. Gambaran Tata Guna Lahan Penggunaan lahan di Kabupaten Purworejo berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2006-2010 adalah sebagai berikut : 1. Pemukiman Kawasan permukiman adalah lahan yang di atasnya terdapat bangunan berupa rumah tempat tinggal beserta pekarangan dan bangunan lainnya. Kutoarjo dan ibukabupaten kecamatan lainnya. seperti perkebunan kelapa. Bruno. 4. Luasan areal perkebunan di wilayah Kabupaten Purworejo mencapai kurang lebih 37% dari total luas wilayah. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-7 .1. Kaligesing dan Loano. Pituruh dan Gebang. Rawa Rawa merupakan kategori penggunaan lahan air yang ditumbuhi tumbuhan air. Perkebunan Perkebunan di Kabupaten Purworejo terdiri dari kebun campuran dan perkebunan komoditi tertentu. 3. Kemiri.448. Kaligesing. Sebaran hutan terutama terdapat pada bagian utara wilayah Kabupaten Purworejo seperti di Kecamatan Bruno. Hutan Di Kabupaten Purworejo luasan lahan hutan hanya mencapai 1.

Pola penggunaan lahan ini untuk persawahan paling banyak terdapat pada dataran alluvial dan lereng kaki perbukitan.560 jiwa (50. 2. Bapeda Kabupaten Purworejo.4.1.394 jiwa. Purwodadi. 2006). Keberadaan persawahan tersebar pada bagian tengah dan selatan wilayah Kabupaten Purworejo seperti di Kecamatan Ngombol.942 jiwa. Sedangkan untuk sawah tadah hujan kebanyakan berada di bagian utara wilayah Kabupaten Purworejo. Namun demikian sebagian besar adalah merupakan sawah irigasi. 7. Tegalan dan Ladang Tanah tegalan di Kabupaten Purworejo tersebar terutama pada wilayah bagian utara dari Kabupaten Purworejo (Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah 2006-2010. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Purworejo tahun 2008 adalah 780.3 jumlah penduduk Kabupaten Purworejo mengalami peningkatan dari tahun 2006 ke tahun 2008 sebesar 3. Bayan.834 jiwa (49. Sawah Sawah yang terdapat di wilayah Kabupaten Purworejo meliputi sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Banyuurip. Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2008 sebanyak 383.Kutoarjo. Pituruh dan Grabag. 8. Gambaran Demografi Kabupaten A.18 %) dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 396. Butuh. Semak dan Belukar Semak dan belukar sebagian besar berada di Kecamatan Kaligesing dan Bagelen. Berdasarkan tabel 2.82%) Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-8 .Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 6.

205 394.512 752 Tahun 2006 1. 3. 2008 Konsentrasi jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Purworejo yaitu sebanyak 90.08 43. kepadatan terbesar di Kecamatan Purworejo sebesar 1.708 994 692 607 410 585 681 1.582 18. 14. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Purworejo Tahun 2008 No. 11.207 45.110 21. 9.405 42.012 23.834 27. 2.76 74.711 916 1.034 36.230 395.529 800 675 770 565 481 1. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-9 .824 53.034.08 77.577 32. 8.771 27.916 23.300 18.208 20. Grabag Ngombol Purwodadi Bagelen Kaligesing Purworejo Banyuurip Bayan Kutoarjo Butuh Pituruh Kemiri Bruno Gebang Loano 16.72 45.247 776.96 63.301 47.305 51.224 26.86 53.394 594 754 Tahun 2007 1. Luas Wilayah.217 jiwa dan terkecil terdapat di Kecamatan Kaligesing yaitu sebanyak 35.73 52.891 780.105 1.839 44.613 55.92 55. 13.926 21.034.21 37.720 18. Bener Total 94.59 46. 6.560 55.81 27.291 22.426 17. 7. 4.289 24.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Tabel 2.608 20. 12.949 383.282 778.087 21.314 18. Kepadatan penduduk di Kabupaten Purworejo rata-rata sebesar 831 jiwa/Km2. 15.05 108.096 19.43 71.81 383.08 1.571 36.797 21. Kecamatan Luas Wilayah (Ha) Laki-laki Perempuan Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk per Km2 64. 5.217 41.865 18.318 41.936 90.711 jiwa/Km2 dan terkecil di Kecamatan Bruno sebesar 410 jiwa/Km2.880 45.942 396.27 53.3.752 22.936 jiwa.65 25.163 31.271 17.961 37.452 750 Sumber Data :Purworejo Dalam Angka.736 26.056 44. 10.42 92.740 64.008 35.034.291 20.842 28.81 382.088 26.

Peta Kepadatan Penduduk Kabupaten Purworejo Sumber Peta : Album Peta RTRW Kabupaten Purworejo B.4 jumlah penduduk Kabupaten Purworejo tahun 2008 yang termasuk usia produktif (15-64 tahun) adalah sebanyak 518.730 jiwa. Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur dan Gender Berdasarkan kelompok umur dan gender. jumlah penduduk Kabupaten Purworejo pada tahun 2008 didominasi oleh penduduk berjenis kelamin perempuan usia 65 tahun ke atas yaitu sebanyak 57. Berdasarkan tabel 2.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Gambar 2. Perbandingan jumlah penduduk usia produktif dan non produktif hampir mencapai dua kali lipatnya.431 jiwa.783 jiwa dan yang terendah adalah jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki usia 60-64 tahun yaitu sebanyak 11. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-10 .963 jiwa dan yang termasuk usia non produktif (0-14 tahun dan >65 tahun) adalah sebanyak 261.3.

2.260 jiwa penduduk usia 10 tahun ke atas. 39.462 29.070 22.781 27.523 Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-11 . sebanyak 60.394 Jumlah Sumber Data : Purworejo Dalam Angka.834 396.19 36. Jumlah Penduduk Menurut Usia dan Gender di Kabupaten Purworejo Tahun 2008 TOTAL NO.5.269 27.34 24.482 3.913 56. sedangkan sisanya.03 % adalah penduduk yang berpendidikan SLTP ke atas.625 4. tidak/belum pernah sekolah.017 6. dan tidak/belum tamat SD.4.653 11 50 .694 3 10-14 34.778 45.524 58.229 35.498 7 30 .523 17.447 67.5.004 24.323 33.49 27. 2008 C. 1 2 3 4 Tabel 2.24 38.165 12 55 .Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Tabel.59 16.39 25.944 14 65 + 47.340 52.64 11. No.54 22.783 105.44 27.527 383.205 24.208 4.143 48.494 51.796 35.609 9 40 .961 72.440 2 9-5 28.191 56. Hal ini terlihat pada Tahun 2008 dari 692.738 6 24 .744 57.899 30.482 15. sebagaimana terinci pada tabel 2.642 D I/II 1.270 3.690 SMK 37. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Purworejo masih termasuk kategori rendah.560 780.305 33.348 8 35 .214 25.047 D III/Sarjana Muda 2.777 12.97 % adalah tamatan SD.770 4 15 .453 59.509 73.423 10 45 . USIA (TAHUN) L P 1 0-4 15.29 27.387 22.730 14.757 5 20 .958 31.828 13 60 . Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Purworejo Tahun 2008 LakiJenis Pendidikan laki Perempuan Jumlah D IV/Universitas 8.

Jumlah penderita malaria secara klinis tahun 2007 sebesar 10.2.660 71. Gambaran Umum Situasi Sanitasi Kabupaten Purworejo Kualitas pelayanan kesehatan menjadi tolok ukur yang wajib untuk selalu diupayakan ke arah perbaikan sehingga akan meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.003 Tidak/Belum tamat SD 71.689 59. Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat Permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada kita umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku.2.466 61.581 SD 108. Kesehatan Lingkungan Kabupaten Purworejo merupakan salah satu wilayah endemis malaria di Jawa Tengah. Hal ini karena rona lingkungan wilayah Kabupaten Purworejo yang merupakan perbukitan dan pegunungan di bagian utara dan timur yang merupakan daerah endemik bagi nyamuk Anopheles (penyebab penyakit malaria). memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajad kesehatan setinggi-tingginya menuju Purworejo sehat. Jumlah kasus malaria pada tahun 1999-2001 mengalami peningkatan. namun mulai tahun 2003-2006 mengalami penurunan dan meningkat lagi pada tahun 2007.1.705 53.2. 2.2.663 142.458 127.052 Tidak/Belum sekolah 11.128 orang dengan malaria positif sebesar 438 orang.571 Sumber Data : Purworejo Dalam Angka 2008 26.261 117. Lingkungan yang kotor dan perilaku tidak sehat Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-12 .653 42.496 Jumlah 339.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 5 6 7 8 9 SMU 32. Kondisi perbukitan dan pegunungan dengan tutupan vegetasi yang relatif tinggi menjadi salah satu pemicu berkembang biaknya nyamuk tersebut. Secara umum kondisi sanitasi Kabupaten Purworejo dapat diuraikan sebagai berikut : 2.842 225.194 352.992 SLTP 66.260 2.690 692. Pemerintah Kabupaten Purworejo telah berupaya khususnya dalam meningkatkan sanitasi lingkungan baik dalam bentuk pembangunan sarana fisik maupun dalam bentuk pemberdayaan masyrakat yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku hidup sehat.

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) merupakan kunci utama kesehatan. yaitu: A. Demam Berdarah. Gaya Hidup Sehat 1. untuk itu diperlukan dana isapan yang memadai karena perubahan perilaku hanya bisa dilakukan secara terus menerus/periodik. malaria. TBC. Aktifitas fisik/OR (Olah Raga) 2. serta Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) dalam rangka mewujudkan sanitasi yang bersih. PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga sehat. Tidak minum minuman keras dan Narkoba Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-13 . Jamban Sehat 3. Timbang balita 4. Gosok gigi 5. Lantai di plester. Cuci tangan yang benar 4. Terdapat 16 hal yang merupakan indikator PHBS. Tidak ada yang merokok 3. Dalam pemberdayaan masyarakat perlu dikembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ruangan minimal 9 m2 5. Pembuangan sampah 4. Konsumsi aneka ragam makanan/gizi seimbang B. menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. hepatitis. ASI Eklusif 3. seperti diare. Kesehatan Lingkungan 1. KIA dan Gizi 1.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 mendorong timbulnya penyakit menular. Air bersih 2. chikunguya dan penyakit kulit. pencahayaan C. Persalinan Nakes 2. Untuk itu perlu adanya dukungan pemerintah dalam hal pendanaan.

tidak memungkinkan PDAM melayani masyarakat hingga kepelosok desa.858 712 830 4 9. Gebang. Air Bersih Sumber air bersih yang banyak digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Purworejo adalah sumur dan atau mata air. Purwodadi 28 1.929 842 1. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo memiliki 6 (enam) cabang wilayah pelayanan yang meliputi 9 wilayah kecamatan yaitu Purworejo (kabupaten). PSN (pemberantasan sarang nyamuk) 2.566 2. Purwodadi dan Banyuurip. Bener.209 Sumber : PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 D. Loano. Bayan. serta air ledeng PDAM.199 6. Cabang Sosial RT Instansi Niaga Industri Jumlah 1. Jaminan pemeliharaan kesehatan 2. Purworejo 162 7.862 58 218 - 2. Bener 30 750 23 9 - 812 4.2. Kutoarjo 49 1. Perkembangan cakupan pelayanan PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo sampai dengan bulan Desember 2008 adalah sebagaimana tersebut dalam tabel 2. Upaya Kesehatan Masyarakat 1.086 22 62 1 1.136 5 15.187 3. 2009 Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-14 .176 16 14 - 1.6. Banyuurip 23 1.6.3.229 JUMLAH 297 12. Butuh. Masih rendahnya cakupan pelayanan dengan sistem perpipaan ini disebabkan oleh terbatasnya sumber air baku dan tingginya tingkat kehilangan air. Kondisi Geografis serta keterbatasan dana untuk saat ini. Tabel 2. Jumlah Pelanggan PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo No. Loano 5 197 11 3 - 216 5. Kutoarjo.

71 6. PDPSB-AB. Loano Mudalrejo. Hal ini terkait dengan pengelolaan daerah tangkapan air yang masih kurang sementara tuntutan pemanfaat sangat besar.7. Kabupaten B.55 3.Cab. Kapasitas Terpasang dan Debit Air Baku Masing-masing Sumber Air Baku NAMA SUMBER AIR A. Kabupaten Purworejo 1 Mudal 2 Simbarjoyo 3 Tuksongo 4 Kedungkebo 5 Pangenjurutengah 6 Sibak NO 7 8 Bendung Boro Suplai dari Banyuurip 9 Suplai dari Kutoarjo Jumlah Cab.90 11. Kutoarjo 22.48 Bandung. Kutoarjo 0 165 3. Untuk mengatasi kesulitan air bersih di pedesaan khususnya yang tidak terjangkau oleh PDAM telah dilaksanakan beberapa program mulai tahun 2005.27 0.Cab.14 40. dan lain-lain. penyuluhan dan pemicuan perilaku hidup bersih dan sehat dan bahkan 2 (dua) desa telah dinyatakan Bebas Buang Air Bersih Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free. Penanganan yang dilakukan meliputi pembangunan sarana air bersih/minum antara lain : broncaptering.00 Bandung. Loano Purworejo Pangenrejo Pangenjurutengah Doplang 60 40 15 10 10 10 49. Pelayanan air minum di kawasan pedesaan diarahkan untuk mengatasi permasalahan desa rawan air bersih. Pengeboran oleh Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Jawa Tengah. hidran umum. Khusus untuk program pemberdayaan masyarakat (Pamsimas) selain pembangunan sarana air minum juga dilakukan pembangunan sarana sanitasi di sekolah. Dangkal Mata Air Smr.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo memanfaatkan beberapa sumber air baku yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo. pengeboran.96 138. pembangunan reservoir. Dalam Smr. Solar Cell. Kutoarjo 1 Bendung Sudagaran I JENIS SUMBER Mata Air Mata Air Smr. Beberapa program tersebut diantaranya adalah bantuan stimulant. DAK Bidang Air Bersih. jaringan pipa dan lain-lain. Pemanfaatan sumber air baku oleh PDAM mengalami penurunan kualitas dan kuantitas (debit) pada setiap tahunnya. Dalam Air Permukaan Smr.69 II-15 .89 3. Dalam Air Permukaan Air Permukaan Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo ALAMAT SUMBER KAPASITAS (Ltr/dtk) TERPASANG DEBIT Kalinongko.06 Pangenrejo Condongsari 20 0 19. pengadaan pompa.7. Kapasitas terpasang dan debit air baku masing-masing sumber per 31 Desember 2008 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. swadaya masyarakat.

Air Limbah Sistem penanganan air limbah yang ada pada saat sekarang ini merupakan sistem setempat yang dikelola sendiri oleh masyarakat/rumah tangga sendiri.Cab.69 22. Banyuurip Condongsari.1 2.71 17.2. hal ini karena sistem Pada kawasan tertentu hanya beberapa yang mendapat program jamban yang terpadu yaitu Sanimas yang kondisinya saat ini cukup baik karena pengelolanya melalui KSM.01 125 15 41 76. Banyuurip Kledung Kradenan Smr. Dalam 2 3 Condongsari Smr.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 2 Bendung Sudagaran II Jumlah Cab. Adanya sebagian masyarakat yang masih membuang limbah dari toilet (sarana MCK) langsung dialiran ke sungai (perairan terbuka) sehingga apabila hal ini dibiarkan akan mencemari lingkungan yang ada. Bener 10 9.81 10.17 193. 2. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-16 .5 Mata Air Sedayu.12 9. Jumlah Total H. Loano 1 Ngrau E. 3. 2009 5 6 10 5 buah 1 buah 5 buah 4 buah 21 257.81 Condongsari.Cab. Purworejo 14.81 257.36 11. Dalam Jumlah Cab.81 108. Bener 1 Umbul D.21 55. Purwodadi 1 Bendung Boro II F.82 193.Cab. Kutoarjo C. Banyuurip G.4. Kutoarjo 20 42. Rekapitulasi 1 Mata Air 2 Sumur Dangkal 3 Sumur Dalam 4 Instalasi Penjernihan Air (IPA) JUMLAH TOTAL Sumber : PDAM Tirta Perwitasari. Jamban komunal yang ada di beberapa titik di Kabupaten Purworejo kondisinya kurang terawat pengelolaannya tidak ada. dengan baik. Dalam Pelahan Smr.78 Mata Air Medono. Dalam pembuangan air limbah di Kabupaten Purworejo ada beberapa masalah yaitu: 1.27 Air Permukaan Pangenre. Pengawasan/pengendalian air limbah di Kabupaten Purworejo belum berjalan bahkan mungkin belum ada. Loano 5 2. Banyuurip 1 Demangan Air Permukaan Bandung.Cab.

Sistem pembuangan air limbah harus dipisahkan dengan sistem pembuangan air hujan. namun sering dijumpai limbah dari rumah tangga dibuang ke dalam sistem pembuangan air hujan yang dapat mengakibatkan polusi/pencemaran lingkungan hidup.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Gambar 2. SANIMAS di Desa Pacor. Masih banyak dijumpai warga masyarakat yang belum memiliki sarana sanitasi yang baik pada setiap huniannya. seperti: Kabupaten Purworejo yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi diperlukan penataan dan pengelolaan air limbah yang baik sehingga tidak mencemari lingkungan permukimannya. tidak hanya faktor higienis yang harus diperhatikan tetapi juga masalah pencemaran terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh air limbah domestik (limbah cair) itu sendiri. Di kawasan perkabupatenan. namun sarana pendukungnya masih terbatas. Tetapi Banyak juga dijumpai di lingkungan permukiman belum tersedia sarana sanitasi yang memadai sehingga bila tidak segera ditangani dikhawatirkan akan mencemari lingkungan hidup di sekitarnya. Tetapi kondisi prasarana dan sarana sanitasi di Kabupaten Purworejo masih terbatas sehingga pengelolaannya masih belum optimal. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-17 . Kutoarjo Penanganan sanitasi di Kabupaten Purworejo. Tingkat pencemaran menunjukan angka yang signifikan pada badan air yang melalui perkabupatenan dimana terdapat kepadatan penduduk yang lebih tinggi.4. Pengelolaan air limbah rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Purworejo sebagian telah melakukan pengelolaan air limbah rumah tangganya.

Keterbatasan sumber dana dan tenaga kerja sehingga pelayanan kebersihan dengan jangkauan yang lebih luas tidak mungkin dilakukan. luas lahan terbangun masing-masing untuk Kecamatan Purworejo adalah seluas 1. Kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pengelolaan sampah secara terpusat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.52 Ha. baik untuk fasilitas pengumpulan maupun pengangkutan sehingga belum memungkinkan untuk melakukan pengembangan jangkauan daerah pelayanann yang lebih luas dan hal ini juga kurang mendukung adanya pelayanan secara optimal. Keterbatasan sarana penunjang. maka pelayanan persampahan baru mencapai angka 92. Dari hasil studi pengelolaan sampah terpadu dengan sistem recycle. maka angka pelayanan tersebut hanya 11.913. Hingga saat ini area pelayanan persampahan di Kabupaten Purworejo baru dapat dilakukan hanya untuk kawasan terbangun saja.76 Ha dari luas wilayah terbangun di Kabupaten Purworejo yang luasnya mencapai 10. 3.459 jiwa atau sekitar 60% dari wilayah pelayanan.5 Persampahan Pengelolaan persampahan di Kabupaten Purworejo dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan melayani wilayah perkotaan khususnya Kota Purworejo dan Kota Kutoarjo dengan luas wilayah mencapai 9. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-18 . Kecamatan Loano.116. telah diidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pelayanan persampahan di Kabupaten Purworejo.93 Ha sehingga total adalah 2.63% saja dari seluruh kawasan terbangunnya. sehingga porsi pelayanannya baru mampu mencapai + 23. reduce and reuse tahun 2009 di Kabupaten Purworejo. Sampah dikumpulkan dari beberapa titik pengumpulan dan dibuang ke TPA Gunung Tumpeng. antara lain : 1.50 Ha.031.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 2. Desa Jetis. Sedangkan ditinjau dari jumlah penduduk yang terlayani.83 Ha dan Kecamatan Kutoarjo seluas 476. Selanjutnya jika melihat keseluruhan penduduk di Kabupaten Purworejo.2.390.88% saja. Pada dua Kota tersebut. 2.

09 (M3/hr) 57.69 12.67 2. Kondisi topografi wilayah administrasi Kabupaten Purworejo yang bertopografi perbukitan dan pegunungan mengakibatkan sulitnya jangkauan fasilitas pengumpul maupun pengangkutan.8 %.61 74.421 47.36 16. Kecamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bagelen Banyuurip Bayan Bener Bruno Butuh Gebang Grabag Kaligesing Kemiri Jumlah Penduduk Sampah Rumah Tangga (jiwa) 36.21 44.68 53.81 47. Sedangkan tingkat pelayanan dari jumlah penduduk total di Kabupaten Purworejo adalah 11.74 62.091 59.69 64.69 73.512 jiwa.71 2.72 73. bahkan tidak mencapai separuhnya. Jumlah ini sangat kecil.71 44.79 81.75 Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo Sampah Pasar (20% sampah RT) (M3/hr) 9. Jumlah penduduk terlayani di daerah pelayanan persampahan kurang lebih 92.35 51.69 Ha dengan jarak dari permukiman terdekat 2 (dua) kilometer.83 78.459 jiwa (data tahun 2007).10 46.28 59. Lokasi TPA saat ini ada di desa Jetis Kecamatan Loano seluas 4. dari jumlah penduduk total di wilayah terlayani yaitu 778.40 91.76 Ha atau 23.390.59 4.19 Jumlah Sampah yang terangkut (60% jml sampah) (M3/hr) 34.95 12.99 3.28 2.86 11.85 74.10 66.01 38. Produksi Sampah tiap Kecamatan di Kabupaten Purworejo Tahun 2009 No .74 102.26 40.791 50.676 41. Pelayanan persampahan untuk seluruh wilayah Kabupaten Purworejo saat ini berdasarkan luas lahan yang terbangun adalah masih seluas ± 2.95 58.358 46.46 62.10.67 3. sehingga pelayanan persampahan lebih banyak menggunakan sistem on-site. 5.74 14.63 % dari luas wilayah terbangun se Kabupaten Purworejo.5 Ha.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 4.400 (M3/hr) 45. Wilayah Kabupaten Purworejo saat ini yang telah menerima pelayanan pengelolaan persampahan meliputi 2 (dua) kecamatan (Kecamatan Purworejo dan Kecamatan Kutoarjo) dengan luas wilayah kurang lebih 9.52 Ha.96 55.59 11.544 42.973 58.67 10.68 78.31 II-19 .84 61. Pola distribusi permukiman penduduk yang tersebar dan umumnya merupakan permukiman perdesaan juga menyebabkan pelayanan tidak optimal.13 3.15 2.116. dengan luas wilayah terbangun 10.04 55.769 50.431 65.26 92.94 3.35 Lain-lain (5% sampah RT) Jumlah Produksi Sampah (M3/hr) 2.031. Pada tahun 2010 status tanahnya sudah menjadi milik pemerintah.52 14. Tabel 2.14 10.

63 19.008 145.70 103.03 Ngombol 45.516 65.36 43.69 Gambar 2.87 4.31 119.76 844.01 29.62 Purwodadi 52. Terdapat sarana pengelolaan sampah di lokasi TPA untuk pembuatan kompos dari sampah organik.47 Pituruh 66.00 Total 900.121 55.54 68.34 49.494 83.94 71.25 56. Pengelolaan pembuatan kompos dan pupuk organik granul dilakukan oleh pihak ketiga yaitu LPUA2 Mitra Agro Mulia dengan memberdayakan para pemulung sebagai tenaga kerjanya.16 3.06 181. Diagram Produksi Sampah dan Jumlah Sampah yang Terangkut tahun 2009 Sumber : Laporan Periodik Volume Sampah TA 2009 Pengangkutan dari container dan transfer depo ke TPA menggunakan dump truck dan armroll.24 108.81 71. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-20 .3.90 82.78 2.12 16.26 1407. Disamping itu juga terdapat mesin granulator untuk pembuatan pupuk organik granul dari kompos.984 1126. 2009 4.13 Loano 44.25 225.13 Purworejo 116.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 11 12 13 14 15 16 Kutoarjo 76.25 Sumber : Laporan Periodik Volume Sampah.28 7.72 41.501 95.02 62.9.65 13.76 2.890 57.15 11. Namun demikian operasional pengolahan sampah organik menjadi kompos (komposing) belum berjalan secara optimal karena ada kesulitan dalam memperoleh sampah organik sebagai bahan baku akibat letak bahan baku yang agak jauh dari tempat pengolahan kompos.36 11. Daftar ketersediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Purworejo seperti yang tercantum dalam tabel 3.

Sumur Pantau buah .Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Tabel 2. Drainase perkabupatenan merupakan sistem saluran pengeringan dan pengairan dari wilayah perkabupatenan yang meliputi : permukiman.Arm Roll Truck volume 6 m3 buah . kawasan industri dan perdagangan. pelabuhan udara. obyek wisata serta tempat lainnya yang merupakan bagian dari sarana kabupaten. lapangan olah raga. Single Purpose. pelabuhan laut/sungai.1 buah bagus 50 % 60 % 3 1 1 40% Drainase Lingkungan Drainase lingkungan di wilayah perkabupatenan pengkajiannya dikhususkan pada kawasan perkabupatenan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya yang ada di kawasan kabupaten tersebut. misalnya air hujan saja atau jenis air buangan yang lain seperti limbah domestik.Dump truck volume 6 – 8 m3 Satuan Jumla h buah buah 29 14 buah unit 2 12 buah 7 .9.Transfer Depo .Gerobak . 2 bagus 2 buah 60 %.Mini Truck volume 2 m3 buah . Drainase menurut fungsinya secara umum di Kabupaten Purworejo ada dua yaitu : 1. instalasi listrik dan telekomunikasi.Truk bak kayu buah 4 Fasilitas Perlindungan Lingkungan . Prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan di Kabupaten Purworejo Tahun 2007 N o 1 Jenis Prasarana/Sarana Pengumpulan .Buffer Zone/Penghijauan 5 Alat berat . instalasi militer. sekolah. rumah sakit dan fasilitas umum lainnya.2 buah 60 %. lapangan parkir.Sovel loader buah Sumber : Laporan Periodik Volume Sampah TA 2008 3 1 2 2 3 Kondisi 3 buah 40 %.Perpipaan gas metan . air limbah industri dan lain-lain. yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan satu jenis air buangan.Power shovel Buah .TPS Pemindahan/penampungan sementara . Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-21 .Container Pengangkutan .

Panjang saluran primer Kabupaten Purworejo adalah ± 11. dan saluran irigasi Kedung Puteri. Gambar 2. Saluran primer drainase terdapat di Pangenrejo. Saluran primer drainase terdapat di Jalan S. kawasan jasa dan perdagangan menjadi kawasan terbangun.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 2. Blimbing. Saluran drainase utama Kabupaten Purworejo masih memanfaatkan sungai yang ada dan saluran pengairan yang saat ini telah berkembang menjadi saluran drainase Kabupaten Purworejo. Pegadaian. Pada lokasi tertentu. Kantor Pos. Parman. Sanepo Krajan. Mayor drain saluran drainase di Kabupaten Kutoarjo yaitu di Sungai Jali dan saluran irigasi Sudagaran.5. Jl. Perum Sucen Juru Tengah dan Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-22 . dan sebagian Jalan MT. Sanepo Barat. WR. depan KODIM. Blimbingan. Haryono.600 meter. Jl. PKPN. sebagian Jalan Wismoaji. Diponegoro. Stasiun. Brigjend Katamso. Mayor drain yang terdapat di Kabupaten Purworejo yaitu di Sungai Bogowonto. Kondisi genangan di Kabupaten Kutoarjo terdapat di lima lokasi yaitu Jalan Tegal Tengah. Supratman. Kartini. Suronegaran. kawasan perkabupatenan masih ada genangan akibat luapan/limpasan yang disebabkan drainase perkabupatenannya kurang optimal atau tidak sesuai lagi dengan dimensi badan saluran karena tekanan terhadap ruang dan lingkungan untuk kebutuhan perumahan. Kondisi saluran drainase di Kabupaten Purworejo Penanganan drainase perkabupatenan selama ini dihubungkan dengan saluran drainase utama yang telah ada. Diponegoro. TBA. Multi Purpose. pertigaan Jalan Kliwonan I dan Jalan Tanjung Anom. Kali Dulang. Jl. yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air buangan baik secara bercampur maupun bergantian. Baledono.

serta Desa Tambakrejo.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 sekitarnya. Kondisi saluran drainase Kabupaten Purworejo banyak yang mengalami gangguan terutama aliran air yang kurang lancar pada gorong-gorong atau saluran air. Jalan A. Yani hingga selatan Posjis dan depan Puskesmas Mranti. Tugu WR. Kemiringan saluran yang ada di lapangan sangat bervariasi. Pada lokasi tertentu ada yang salurannya dari dimensi besar dan kemudian mengecil (saluran tersier). sehingga pengeringan air dari muka jalan sangat sulit selain apabila hanya dengan penguapan air pada muka jalan saja. saluran-saluran yang terletak di bawah trotoar kurang dapat terkontrol karena jumlah bak kontrol yang sedikit atau jarak bak kontrol yang terlalu jauh. Supratman. Di beberapa tempat. Jalan Sibak. Di beberapa kawasan saluran miring dengan sangat curam. Pembuangan air dari jalan ke saluran drainase pada beberapa ruas jalan kurang terpelihara dan bahkan tidak memiliki saluran drainase tepi. Perempatan Losmen Intan. Jalan Majapahit-Doplang. tetapi di beberapa kawasan saluran hampir landai. saluran drainase menjadi sempit bahkan mengalami kerusakan karena terdesak oleh akar pohon yang terdapat di sepanjang jalan. Jalan Urip Sumoharjo. Jalan Magelang. kemiringan saluran kurang cocok serta kurang serasi antara hubungan saluran yang satu dengan yang lainnya. Lokasi genangan Kabupaten Purworejo yang teridentifikasi dengan genangan yang terjadi setiap hujan yaitu Jalan Depan KPPN. sekitar pegadaian. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-23 . sekitar stasiun. sehingga pada saat hujan dengan curah hujan yang agak tinggi akan menggenangi jalan. Kawasan Pasar Suronegaran.

Peta Drainase dalam Kabupaten Purworejo Sumber : RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Purworejo Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-24 .7.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Gambar 2. Peta Drainase dalam Kabupaten Kutoarjo Sumber : RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Purworejo Gambar 2.6.

Peta Genangan dalam Kabupaten Purworejo Sumber : RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Purworejo Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-25 . Peta Genangan dalam Kabupaten Kutoarjo Sumber : RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Purworejo Gambar 2.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Gambar 2.8.9.

limbah. hanya pada kawasan industri tertentu saja yang penanganan limbahnya sudah dikelola sendiri.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Komponen Sanitasi Lainnya 1) Penanganan Limbah Industri Selama ini penanganan air limbah pada kawasan industri di Kabupaten Purworejo masih belum memenuhi syarat. 2) Penanganan Limbah Medis Limbah medis merupakan salah satu limbah B3 karena sifatnya yang infekisius. sedangkan untuk limbah cair diolah dengan IPAL sebelum di buang diperairan terbuka. sehat dan berwawasan lingkungan. seperti halnya dalam pengelolaan limbah padat medis tidak semua rumah sakit dan puskesmas mempunyai fasilitas IPAL. Di Kabupaten Purworejo penanganan limbah medis dilakukan dengan pembakaran di insenerator untuk limbah padat medis. air bersih dan drainase yang berkualitas. Misi Sanitasi Kabupaten Purworejo Misi sanitasi Kabupaten Purworejo yang disusun berdasarkan hasil kesepakatan anggota Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo adalah sebai berkut : 1. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-26 . Meningkatkan dan mewujudkan sarana prasarana persampahan. Pengelolaan limbah cair medis dilakukan dengan mengalirkan limbah cair ke IPAL sebelum dibuang ke perairan terbuka. sehingga penanganannya berbeda dengan limbah lain. Berbasis masyarakat : dari masyarakat. oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Purworejo Visi Sanitasi Kabupaten Visi sanitasi Kabupaten Purworejo yang disusun berdasarkan kesepakatan anggota Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo adalah sebagai berikut : “Terwujudnya Sanitasi Kabupaten Purworejo yang Berkualitas berbasis Masyarakat” Berkualitas : bersih.

Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 2. monitoring dan evaluasi secara partisipatif. Rumah tangga dan industri kecil masih membuang air limbah begitu saja di sungai. Prasarana dan sarana pengelolaan limbah cair seperti IPAL hanya terdapat di TPA Jetis dan belum beroperasi secara optimal. 3. karena masih banyak masyarakat yang BAB sembarangan. Perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat. Memfasilitasi peran serta masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Strategi Sektor Sanitasi th 2010-2014 Arah Strategi Sektor Sanitasi Tahun 2010-2014 Arahan pentahapan pembangunan sanitasi disesuaikan dengan arahan pentahapan pembangunan kabupaten secara menyeluruh. Berdasarkan arahan pembangunan kabupaten maka penetapan pentahapan pembangunan sanitasi tahun 2010 – 2014 merupakan pentahapan pencapaian sasaran pembangunan secara bertahap dengan perkembangan linier yang tetap mengacu pada kebijakan pengelolaan belanja daerah dengan menitik beratkan alokasi pada bidang-bidang urusan wajib dan urusan pilihan yang sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. 5. 4. Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan dan memelihara sarana dan prasarana sanitasi yang tersedia. 1) SUB SEKTOR AIR LIMBAH Pengelolaan air limbah di Kabupaten Purworejo belum berjalan optimal. antara lain dengan mengoptimalkan fungsi IPLT dengan meningkatkan dan melengkapi sarana prasarana yang dibutuhka. dan sosialisasi Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-27 . Melaksanakan pengawasan. Menetapkan regulasi yang berkaitan dengan lingkungan dan sanitasi berbasis masyarakat. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mengatasi permasalahan air limbah. Pencapaian sasaran pembangunan setiap tahun mengalami kenaikan secara bertahap atau merata sepanjang tahun dengan tetap memperhatikan kinerja sektor sanitasi pemerintah Kabupaten Purworejo.

Penentuan prioritas berdasarkan beberapa kriteria yaitu. serta resiko kesehatan lingkungan. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-28 . sungai. klasifikasi wilayah (perkotaaan atau pedesaan). karakteristik tata guna lahan/ CBD (komersial atau rumah tinggal). Di dalam SSK ini telah dilakukan penentuan wilayah prioritas pengembangan sistem pengelolaan air limbah secara umum (apakah on site maupun off site).Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 kebiasaan hidup sehat dengan pembangunan jamban keluarga ataupun MCK umum untuk mengatasi adanya pencemaran bakteri E. saluran irigasi. Peta tersebut terbagi dalam beberapa zonasi.10. coli pada sumber air bersih akibat adanya perilaku buang air besar di sembarang tempat seperti pekarangan. yang ujungnya adalah pengelolaan air limbah terpusat (off site system). Berdasarkan kriteria tersebut. Rencana pengembangan tersebut diilustrasikan dalam Gambar 2. dihasilkan suatu peta yang menggambarkan kebutuhan sistem pengelolaan air limbah untuk perencanaan sistem pengembangan. dimana zona tersebut sekaligus merupakan dasar bagi Pemerintah Kabupaten dalam merencanakan pengembangan jangka panjang pengelolaan air limbah Kabupaten Purworejo. kepadatan penduduk.

tempat pembuangan akhir (TPA) dan armada angkut serta sumber daya manusianya. Purworejo. dengan didukung ketersediaan tempat pembuangan sementara (TPS). 2010 2) SUB SEKTOR PERSAMPAHAN Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam pengelolaan persampahan diarahkan pada pengelolaan persampahan yang dapat dipergunakan untuk lintas wilayah. terminal.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Gambar 2. Berdasarkan kriteria yang ada dalam Standart Pelayanan Mimimum (SPM). wilayah tata guna lahan/klasifikasi wilayah (komersial (CBD).10 Peta Prioritas Air Limbah Kabupaten Purworejo Sumber: Bappeda Kab. wilayah pengembangan pelayanan persampahan dapat diidentifikasi. Hasil dari penentuan wilayah dan Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-29 . permukiman. fasilitas umum. dsb) dan kepadatan penduduk. Terdapat dua (2) kriteria utama dalam penetapan prioritas penanganan persampahan saat ini yaitu .

Karangt alun Aw uawu Piji   Ket awangrejo Bb a-Ad equ ate coverage -L ong te rm action Hulusobo   Roworejo Rejosari Kec. Penanganan drainase perlu memperhatikan fungsi drainase perkotaan sebagai prasarana kota yang dilandaskan pada konsep drainase yang berwawasan lingkungan.Gebang GebangKedungpoh Turus 2000 Wadas Panungkulan Pelut an Kapit eran Brengk ol Sidolaren Girim ulyo Wonos uko Wanurojo Polow angi N Bener Prum ben Dilem Kaliglagah Waru PETA WILAYAH PRIORITAS SAMPAH KABUPATEN PURWOREJO Pek acangan Bleber Girijoy o Karangluas Keburus an Medono Kert osari Kedungpomahan W et an Saw angan Kaligint ung Sam beng Kam ijoro Karangs ari Ngaglik Gunt ur Kalijering Jati # Y Kem iri   Som ogede Manguns ari Kalijam be Kec. MAGELANG Nglaris Kem ranggen Suk owuwuh Brunorejo Brunos ari Gunungcondong Wonos ido Kec. Pe ta R up a Bumi (R BI) ska la 1:25 000 Th . 2 000 2. KEBUMEN # Y Suren Sruw ahrejo Sudorogo Tlogorejo Kradenan Kunirejo Kulon Kedungsri Mudal Tridadi Rimun Mranti Bay an Bot orejo Kec.Plipiran Brono Purbayan Pus po Cacaban Lor Kaliurip Rejowinangun Puc ang Agung Pait an Kut oarjo Andong Dlangu Kunir Kec. WONOSOBO Wat uduwur Tegalsari Ngasinan Giy ombong Kaliw ungu Brondong Karanggedang Cepedak Kab. Purwodadi Ngentak Jogoresan Jatim alang Provi nsi J awa Ti mur Pur wor I ND ON ejo D. seperti: kolam tandon.11 Peta Prioritas Sampah Kabupaten Purworejo Sumber: Bappeda Kab. Bener Lim bangan Som oleter # Y Pak isarum    Pam riyan Kaligondang PE M ERINTA H KA BUP ATEN PURW OREJ O BAD AN P ERE NCA NAA N P EM BA NGUNA N DA ERA H (B AP PE DA) Sidom ukt i Blim bing II-30 . sumur resapan. Bubut an Jerukan Kent angrejo  Pagak                    Su mbe r: 1. tetapi prinsipnya agar air hujan yang jatuh ditahan dulu agar lebih banyak yang meresap ke dalam tanah melalui bangunan resapan buatan/alamiah. Kutoarjo Kendalrejo Wironat an Lugos obo Rowobayem Tunjungt ejo Tapen Loano Seren Kerep Sedayu # Y Bulus Wirun Ngampel Mudalrejo Kalis emo     Pit uruh Rendeng Tursino # Y Kroy o Lor Maron Jetis  Kec.     Kam bangan Kab. Banyuurip Tegalrejo Jono Kes e Jelok Sidorejo Popongan Tanjunganom Ba ta s D esa Ib u Kota Kabu paten Ngaran Boro Kulon # Y Sum bersari Ib u Kota Kecama ta n { x Purbowono Sidom ulyo Kedungsari Golok Saw it Y #    Purw osari Ket ug Trirejo #Cangkrep Lor Y Candisari Sidarum Krandegan Wonodadi Kab. Pituruh # Y Menggulung Lor 2000 4000 Km S Ngargosari Wonot opo Pak em Kroy o Winong 0 E Benowo Kaliw ader # Y Mlaran Loning Rebug Kalibot o Bendos ari Kedunglo Kec. 2010 SUB SEKTOR DRAINASE LINGKUNGAN Kebijakan dan strategi penanganan genangan melalui pembangunan sistem drainase perkotaan perlu diintegrasikan dengan prasarana dan sarana kota lainnya. Loano Tepansari Karangrejo { x Bringin Kec.I Yo gya karta ES IA   Jatik ontal Jogoboyo    E RA   Wero Kab . Butuh Majir Dewi Ket ijawan Kert osono Wareng Plipir Sok o Ba b-co ve ra ge>70 % -me dium-term a ctio n Sem agung Sem ono   Kec. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo   Bapangsari Wonos ri Keburuhan Malang SA M UD E RA IN DON E SIA 3)   Provi nsi J awa Bara t Purw odadi Candi Pat utrejo     Sok oagung   # Y Walik oro # Y Briy an Jatirejo Kalirejo Ket angi WunutNgombol Jenar Kidul Kec. Kemiri Sidodadi Sam ping Kes awen W Kalit apas Kec. Purworejo. penataan landscape dll. KULON PROGO Som orejo Provi nsi J awa Te ng ah Bugel Bongk ot Harjo Binangun Tlogokat es Was iat Wonos ari SAM UD Dadirejo Sidoharjo Kec. Bagelen Durensari # Y Hargorejo Bagelen             Kab. Berbeda dengan paradigma lama yang prinsipnya mengalirkan limpasan air hujan ke badan air penerima secepatnya. An alisis d ata se ku nde r Gambar 2.11. Kaligesing Tlogoguw o Kaliharjo   # Y Aglik Kec. Bayan doplang Doplang # Y Bay em Lubang I ndangan Jrakah PURWOREJO LEGENDA: Guy angan   # Y But uh Dolomart o Pek utan Pac or Kec. Grabag Su nga i Ba ta s Ke ca matan Pandanrejo Donorejo Keduren Jenar Lor Dudu Kulon # Y Kaligono Som ongs ari Plandi Grabag Bak urejo Kert ojayan Benc orejo Ja lan kereta ap i Ba ta s Ka bup aten Kedunggubah Donorati Cengkawak rejo Curug Piy ono Ja lan Kole ktor Ba ta s Provinsi Kem anuk an Wangunrejo Seboropasar Sangubanyu Bendungan Sum beragung Ukirs ari Surorejo Ja lan Arte ri Canggeng Sem awung Tiwarno Kum pulrejo Mangunjay an   Brenggong Kec. waduk.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 kebutuhan pelayanan persampahan Kabupaten Purworejo tertuang tertuang dalam Gambar 2.

Penentuan daerah prioritas ini disusun berdasarkan lima (5) kriteria seleksi yang mengacu ke SPM.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Penentuan wilayah pengembangan saluran drainase yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah di tingkat kelurahan/ desa. yaitu. tata guna lahan (perdagangan. Dalam Gambar 2. maka disusun prioritas pengembangan sistem drainase. ataupun jangka pendek di Kabupaten Purworejo.12 Peta Prioritas Drainase Kabupaten Purworejo Sumber: Bappeda Kab. maupun permukinam). daerah genangan air hujan. jasa. serta tingkat resiko kesehatan.12 diilustrasikan kebutuhan akan sistem saluran drainase baik jangka panjang. Gambar 2. kepadatan penduduk. Purworejo. jangka menengah. 2010 Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-31 .

permukiman). Sehingga nantinya akses masyarakat terhadap air minum/air bersih dapat lebih mudah dijangkau. Ngombol dan Kaligesing). sehingga ke depan dapat menjadi acuan/pedoman dalam penyediaan air minum di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo. Wilayah prioritas pengembangan pelayanan air bersih telah disusun berdasarkan beberapa kriteria. baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan. kepadatan penduduk. khususnya bagi masyarakat di kawasan rawan kekeringan/air bersih. Diharapkan tahun berikutnya master plan air bersih untuk wilayah lainnya dapat segera dialokasikan anggarannya. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-32 . dan kemampuan membayar masyarakat. Purwodadi. Pemerintah Kabupaten Purworejo saat ini sedang menyusun Master Plan Air Bersih Kabupaten Purworejo yang lingkup wilayahnya memang baru terbatas pada kawasan agropolitan (4 kecamatan: Kecamatan Bagelen.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 4) SEKTOR AIR BERSIH Arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam pengembangan sistem penyediaan air bersih adalah dengan meningkatkan pelayanan air bersih di pedesaan maupun perkotaan. Hasil dari penyusunan prioritas ini dapat dilihat dalam Gambar 2.13. diantaranya tata guna lahan (CBD/komersial.

air bersih dan drainase yang sesuai dengan mutu dan standar yang berlaku 2. Meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana persampahan. limbah. air bersih dan drainase yang tersedia 3.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 Gambar 2.4.13 Peta Prioritas Air Bersih Kabupaten Purworejo Sumber: Bappeda Kab. Purworejo. Meningkatkan dan mewujudkan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana persampahan.1 Tujuan Umum 1. limbah.Sasaran Umum dan Arahan Pentahapan Pencapaian 2. 2010 2. Meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-33 .4 Tujuan Umum.

4. limbah. air bersih dan drainase 7. air bersih dan drainase. Mewujudkan kepastian hukum dalam pelaksanaan pengelolaan sarana prasarana persampahan. limbah. air bersih dan drainase. limbah. Penetapan perda dan pedoman teknis tentang pelaksanaan pengelolaan sarana prasarana persampahan.2 Sasaran 1. 8. Tersedianya data base/sistem informasi sanitasi melalui monitoring dan evaluasi yang terpadu dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas kelembagaan masyarakat pengelola sarana prasarana persampahan. limbah. Terciptanya mekanisme yang jelas dan terbentuknya institusi/lembaga pemerintah yang terpadu untuk melaksanakan pengaturan (regulator) tentang pengelolaan sarana prasarana persampahan. Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-34 . pengendalian dan pelaporan pelaksanaan dengan melibatkan peran serta masyarakat 2. Tercapainya peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan persampahan. Terwujudnya peningkatan lingkungan permukiman dan sekolah yang bersih dan sehat 6. air bersih dan drainase 5. 9. air bersih dan drainase dengan terwujudnya sarana prasarana sesuai standar baku mutu sampai tahun 2014 2. Terbentuknya dan terbinanya kelompok pengelola sarana prasarana persampahan. 10. Termanfaatkannya dan terpeliharanya sarana prasarana persampahan. limbah. limbah. Tercapaianya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat oleh rumah tangga (strata utama paripurna) 5. air bersih dan drainase di lingkungan permukiman dan sekolah 4. Peningkatan prosentase penanganan permasalahan sanitasi dan tanggap cepat dan tepat sanitasi. Meningkatkan pembinan dan koordinasi dalam rangka pengelolaan. limbah.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 4. air bersih dan drainase di lingkungan permukiman dan sekolah 3.

Berdasarkan arahan pembangunan Kabupaten Purworejo maka penetapan pentahapan pembangunan sanitasi tahun 2010 – 2014 merupakan pentahapan pencapaian sasaran pembangunan secara bertahap dengan perkembangan linier yang tetap mengacu pada kebijakan pengelolaan belanja daerah dengan menitik beratkan alokasi pada bidangbidang urusan wajib dan urusan pilihan yang sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.4.3 Arahan Pentahapan Pencapaian : Arahan pentahapan pembangunan sanitasi disesuaikan dengan arahan pentahapan pembangunan Kabupaten Purworejo secara menyeluruh.Strategi Sanitasi Kabupaten Purworejo 2010-2014 2. Pencapaian sasaran pembangunan setiap tahun mengalami kenaikan secara bertahap atau merata sepanjang tahun dengan tetap memperhatikan kinerja sektor sanitasi pemerintah KaBupaten Purworejo Pokja Sanitasi Kabupaten Purworejo II-35 .