You are on page 1of 16

BAB VIII

PROGRAM KONTROL MUTU

A. GARIS BESAR PROGRAM KONTROL MUTU
Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan bagian integral
yang

tidak dapat dipisahkan

dari

pelayanan

kesehatan secara

keseluruhan. Tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu
semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan
dan kesejahteraan masyarakat. Semakin pesat laju pembangunan,
semakin besar pula tuntutan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan
kesehatan yang lebih baik. Dengan demikian, pelayanan rumah sakit
yang memadai baik di bidang diagnostik maupun pengobatan semakin
dibutuhkan.
Pemeriksaan radiologi merupakan salah satu pemeriksaan
penunjang yang sangat penting dalam mendukung pelayanan di bidang
diagnostik dan juga pengobatan. Oleh karena itu pelayanan radiologi
yang

bermutu

sangat

dibutuhkan.

Pelayanan

radiologi

sebagai

pelayanan penunjang diagnostik jika bermutu tinggi akan sangat
mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit secara keseluruhan.
Dalam tatanan organisasi pelayanan radiologi penjaminan mutu
diterapkan melalui program yang diorganisasikan untuk meningkatkan
pelayanan pasien melalui penilaian objektif pelayanan pasien dan
koreksi terhadap masalah-masalah yang dapat diidentifikasi. Hal tersebut
merupakan suatu sistem menyeluruh yang memantau permintaan
pemeriksaan radiologi oleh dokter pengirim, pengelolaan terhadap
permintaan pemeriksaan dan hasil akhir interprestasi radiologi dari
pemeriksaan.
Oleh karena itu, perlu disusun rencana untuk memberikan
pelayanan radiologi yang bermutu secara komprehensif.
Penerapan Jaminan Mutu (Quality Assurance/QA) dalam setiap
prosedur radiografi diharapkan mampu memberi manfaat dalam

66

Menurut BAPETEN tentang pedoman dosis pasien radiodiagnostik (2003). bab V terkait Jaminan Kualitas Radiodiagnostik. Tujuan utama dari program QA adalah untuk menghasilkan radiograf yang memiliki kualitas tinggi sehingga memaksimalkan hasil bacaan radiolog dalam rangka penegakan diagnosis pasien. bahwa setiap generator dan sistem radiografi harus dikalibrasi dan menjalani program QC paling sedikit setiap 1 tahun sekali. tujuan program QA adalah akurasi dan ketepatan waktu diagnosis pasien.penanganan pasien. Sebagaimana contoh yang ditemukan oleh Gray (1983) dan Jeffrey (2006). Sedangkan penerapan program Kontrol Mutu (Quality Control/QC) sebagai bagian dari program QA radiologi dilakukan dengan tujuan untuk mendukung program QA yakni dalam aspek pengendalian parameter performa (kinerja) fisis pesawat atau peralatan pendukung lainnya melalui pengujian-pengujian dan pendokumentasian data secara rutin dan periodik oleh internal bagian radiologi yaitu 3 bulan.01-P/Ka-BAPETEN/I-03 tahun 2003. dan mengantisipasi akan diberlakukannya Peraturan Kepala (Perka) BAPETEN terkait bab IV bagian keempat pasal 30 Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X (Compliance test) untuk diagnostik dan intervensional di tahun 2012 yang akan datang. Pengujian dilakukan 6 bulan sekali untuk upaya preventif manjaga mutu atau juga harus dilakukan secepatnya pada alat yang baru dipasang dan setelah alat diservis karena dapat mempengaruhi kualitas radiograf dan keluaran radiasi dari peralatan radiografi tersebut Dalam menghadapi millenium kesehatan 2025 dan mempersiapkan penyajian data kuantitatif uji hasil kinerja peralatan sinar X merujuk Keputusan Kepala BAPETEN No. 6 bulan atau 1 tahun sekali. setiap unit pelayanan atau bagian radiologi Rumah Sakit di Indonesia perlu mempersiapkan data awal 67 . memastikan agar setiap radiograf yang dihasilkan mempunyai nilai informasi diagnostik yang akurat serta memberi kemungkinan minimal terhadap dosis radiasi dan efisiensi biaya pemeriksaan.

Tujuan umum : Agar terwujud pelayanan Instalasi Radiologi yang bermutu tinggi untuk menunjang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. proses persiapan Perka BAPETEN terkait uji kepatuhan yang akan dikeluarkan pada bulan Juni 2012. Dipilihnya standar Internasional SA 1975:2000 karena menyangkut dua hal. Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi sebagai salah satu rumah sakit khusus se-Propinsi Jambi perlu melakukan peningkatan mutu salah satunya yaitu dengan melakukan kegiatan penjaminan mutu dan pengontrolan mutu di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Jiwa Daerah provinsi Jambi. Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan hal ini adalah kepuasan pelanggan. keselamatan pasien dan petugas radiologi dan kualitas hasil pemeriksaan radiologi. 68 baik untuk mengedepankan . Tujuan khusus : 1) Menciptakan pelayanan radiologi yang keselamatan pasien. TUJUAN a. 1250/MENKES/SK/XII/2009 dapat diterapkan dan bila ingin melakukan audit internal secara mandiri. Jiwa Daerah Provinsi Jambi secara keseluruhan kepentingan diagnostik maupun pengobatan. Pedoman kendali Mutu (Quality Control) peralatan diagnostik menurut KMK No. 1. dan yang kedua.(baseline data) uji QC melalui survei awal performa bagi setiap fasilitas pesawat sinar-X termasuk aksesoris pendukung lainnya. Untuk mengawalinya. diantaranya mengacu pada Regulasi SA 1975:2000 Mengacu kepada hal diatas. Pertama. b. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) akan memberlakukan regulasi uji kepatuhan pada awal 2012 di Indonesia. untuk sementara dapat diujicobakan tingkat kepatuhan hasil implementasi QC programnya dengan mengacu pada standar pengujian kepatuhan (Compliance test) Internasional (Safety Act nomor 1975 tahun 2000).

Melakukan rapat untuk evaluasi program setiap 3 bulan sekali dan dilakukan rapat insidentil apabila diperlukan. b. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN a. 3. Menyusun panduan dan kerangka acuan dari setiap program. 2) Pelaksanaan expertise dilakukan oleh Dokter Spesialis Radiologi di dalam dan di luar jam kerja. 2. c.2) Menciptakan pelayanan radiologi yang memperhatikan kepuasan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang cepat dan hasil yang tepat. b. 3) Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan mempertahankan kinerja peralatan radiologi pada kondisi optimal di Instalasi Radiologi. 69 . Menetapkan dan menjalankan kegiatan Proteksi Radiasi untuk c. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN a. 2) Dokumentasi hasil expertise yang baik dan dapat menyediakan kembali dengan cepat bila ada permintaan sesuai dengan pedoman yang ada. Kepuasan pelanggan 1) Penetapan waktu tunggu pelayanan dan pemberian informasi kepada pelanggan mengenai waktu tunggu pelayanan. Membentuk tim untuk melaksanakan program kerja dan menunjuk penanggung jawab untuk masing-masing kegiatan dalam program kerja. Keamanan dan Antisipasi Bahaya Radiasi. Kualitas hasil (Image Quality) 1) Menetapkan dan menjalankan kegiatan pengelolaan peralatan radiologi dan diagnostic imajing. 3) Survei kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Instalasi Radiologi melalui survei yang dilakukan oleh Rumah Sakit secara keseluruhan. Keselamatan pasien (Patient Safety) dan petugas Instalasi Radiologi.

Pelaksanaan expertise oleh Dokter Spesialis Radiologi di dalam dan di luar jam kerja sebesar 100 %. Dilaksanakan bulan April 2015 3) Survei kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Instalasi Radiologi Dilaksanakan bulan April 2015 b. Kepuasan pelanggan 1) Penetapan waktu tunggu pelayanan dan pemberian informasi kepada pelanggan mengenai waktu tunggu pelayanan serta melakukan dokumentasi dan evaluasi. Waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto dibawah 2 hari sebesar 99 %. Pemberian informasi kepada pasien mengenai waktu tunggu pelayanan radiologi sebesar 100% c. SASARAN a. b. Menjalankan Program kegiatan proteksi radiasi untuk Keamanan dan Antisipasi Bahaya Radiasi sebesar 100% f. Keselamatan pasien dan petugas Instalasi Radiologi Menetapkan dan menjalankan kegiatan keamanan dan antisipasi bahaya radiasi sesuai kerangka yang ada. Dokumentasi hasil ekspertise sebesar 100% d. Dilaksanakan bulan April 2015 c. Dilaksanakan bulan April 2015 2) Dokumentasi hasil expertise yang baik dan dapat menyediakan kembali dengan cepat bila ada permintaan sesuai dengan pedoman yang ada. Dilaksanakan April 2015 70 . Menjalankan Program kegiatan pengelolaan peralatan radiologi dan diagnostik imaging sebesar 100% g. 5. Kualitas hasil 1) Menetapkan dan menjalankan kegiatan pengelolaan peralatan radiologi dan diagnostic imajing sesuai dengan kerangka yang ada.4. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN a. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan radiologi sebesar 80 % e.

Pemberian angket survei kepada pasien yang dilakukan oleh bagian petugas radiologi RS Jiwa daerah propinsi Jambi tercakup di dalamnya survei kepuasan terhadap pelayanan di Instalasi Radiologi. b. Dokumentasi hasil expertise dan penyediaan kembali hasil expertise. dilakukan setiap hari. Penetapan Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi dan pemberian informasi mengenai waktu tunggu pelayanan dilakukan setiap hari. Instalasi Radiologi menetapkan waktu tunggu pelayanan untuk masing-masing pemeriksaan yang ada. 8. 2) Survei kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Instalasi Radiologi. 71 . PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pencatatan. 1) Menyediakan kembali hasil expertise bila ada permintaan. 2). pelaporan dan evaluasi kegiatan akan dilakukan secara terpusat dalam kerangka acuan dan laporan pelaksanaan masing-masing program yang telah dibuat. PENCATATAN. Dilaksanakan April 2015 6. b.2) Pelaksanaan expertise dilakukan oleh Dokter Spesialis Radiologi di dalam dan di luar jam kerja. 7. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Pelaksanaan kegiatan akan dievaluasi pada rapat bulanan untuk mengindentifikasi dan membahas jadwal pelaksanaan kegiatan dan masalah-masalah pelayanan yang terjadi. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN a. 1). dilakukan setiap hari. Pelaporan akan dibuat sesuai dengan notulen rapat yang ada dan dilakukan tindak lanjut untuk mengatasi masalah yang ada. Memberikan informasi mengenai perkiraan waktu tunggu pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan ketetapan waktu tunggu yang telah dibuat.

Keselamatan Operasional 72 . prosedur dan susunan rencana organisasi yang sesuai dengan sifat dan tingkat resiko yang dapat ditimbulkan dalam pemanfaatan sumber radiasi pengion. EVALUASI a. b. kebijakan. Tujuan umum : Menunjukkan tanggung jawab manajemen. KERANGKA ACUAN KEGIATAN KESELAMATAN PASIEN DAN PETUGAS RADIOLOGI 1. pekerja radiasi dan staff karyawan lain serendah mungkin. Laporan hasil angket survei kepuasan pasien terhadap Instalasi Radiologi mengikuti laporan dari hasil survei secara keseluruhan mengenai pelayanan RS Jiwa daerah propinsi jambi dari bagian Mutu pelayanan Evaluasi dilakukan paling lama sebulan sekali. sehingga selalu berupaya untuk berpikir dan bekerja lebih baik serta sadar untuk meningkatkan kualitas. b. Laporan waktu tunggu akan dibuat harian dan ditetapkan 10 waktu tunggu terlama dengan keterangan mengenai alasannya. B. keluarga pasien. TUJUAN a. Tujuan khusus : 1) Menjamin paparan radiasi yang diterima oleh pasien. 2.9. 2) Meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya proteksi dan keselamatan radiasi di kalangan pekerja radiasi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi . Evaluasi dilakukan paling lama 1 bulan sekali. CARA PELAKSANAAN a.

Keselamatan Petugas Semua usaha harus dilakukan dalam melaksanakan penyinaran sinar-x.Untuk menjamin terciptanya suatu pelayanan radiasi diagnostik yang aman untuk petugas radiasi. baik untuk kegiatan radiologi diagnostik. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari. pasien. sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang baik dengan paparan minimum pada petugas radiasi. maka kegiatan keselamatan operasional perlu diperhatikan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari. 3) Pembatasan Arah Sinar Arah berkas utama dari pesawat sinar-x tidak boleh diarahkan ke panel kontrol atau daerah lain yang tidak cukup penahan radiasi atau yang hanya dipersiapkan untuk radiasi hambur. perlengkapan proteksi radiasi dan hal yang menyangkut keselamatan atau penahan radiasi ruangan pesawat sinar-x harus dilakukan untuk perbaikan dalam hal adanya komponen yang rusak atau hal yang berhubungan dengan keselamatan radiasi. Kegiatan dilakukan setiap ada penambahan alat baru. Kegiatan itu antara lain : 1) Bekerja di Ruang Operator 73 . Kegiatan itu antara lain : 1) Komisioning Untuk memastikan pesawat sinar-x bekerja dengan andal. dan memenuhi peraturan perundang undangan maka pesawat sinar-x harus dilakukan uji kesesuaian. 2) Inspeksi Periodik Inspeksi secara periodik terhadap peralatan sinar –x. b. keluarga pasien dan staf yang lain.

4) Pengawasan Kesehatan Pekerja Radiasi Pengawasan kesehatan di Bagian Radiologi Rumah Sakit. Proteksi Pasien Selain menjamin amannya bahaya radiasi untuk pekerja radiasi. Kegiatan ini dilakukan setiap hari. Kegiatan ini antara lain : 1) Validasi Persyaratan Pemeriksaan 2) Pengurangan Dosis Radiasi Pasien 3) Penggunaan alat proteksi radiasi pada pengantar atau keluarga pasien 4) Kegiatan ini dilakukan setiap hari d. proteksi terhadap pasien juga perlu diperhatikan. Di instalasi Radiologi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi personal monitoringnya adalahTLD. Jiwa Daerah Provinsi Jambi bagi pekerja radiasi dilakukan sekurangkurangnya sekali setahun dan apabila diperlukan dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan jika pekerja radiasi mengalami penyinaran radiasi berlebih. dan digunakan dengan baik dan benar. Kegiatan ini dilakukan setiap hari.Ruang operator biasanya terpisah dengan ruang penyinaran atau jika berada dalam ruangan penyinaran harus disediakan tabir Pb dan dilengkapi dengan kaca Pb. 2) Pemakaian Alat Proteksi Radiasi Keselamatan terhadap radiasi memerlukan perlengkapan peralatan radiasi yang memadai dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. 3) Pemakaian Monitor Perorangan Untuk mencatat dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi maka diperlukan adanya personal monitoring. c. Kegiatan ini dilakukan setiap hari. Perbaiki Alat 74 .

khususnya Instalasi Radiologi. 2) Pelatihan prosedur baru dan bahan berbahaya Orientasi ini berisi tentang prosedur baru dan bahan berbahaya yang ada di Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Jambi. Kalibrasi alat dilakukan setahun sekali oleh BPFK. dan pada saat rapat setiap 75 . 3) Perbaikan peralatan sinar-x dilakukan oleh teknisi yang telah diberi mandat oleh Kabag Penunjang Medis Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Jambi. Orientasi ini dilakukan pada saat orientasi pekerja radiasi yang baru.Terciptanya pelayanan radiologi diagnostik yang aman dari bahaya radiasi ditentukan juga dengan alat yang dapat beroperasi dengan baik. e. sehingga semua pekerja radiasi ikut serta dalam kegiatan ini. Orientasi ini dilakukan pada saat orientasi pekerja radiasi yang baru. Pengembangan Staf Radiologi Pengembangan staf diperlukan untuk menjamin terciptanya pekerja radiasi yang berorientasi pada pasien safety maupun staff safety. 2) Petugas radiasi melaporkan kerusakan kepada Kabag Penunjang Medis Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. dan pada saat rapat setiap bulannya. Program kerja : 1) Orientasi staf tentang prosedur dan praktek keselamatan Orientasi ini berisi tentang prosedur dan praktek-praktek keselamatan dalam pelayanan radiologi diagnostik dengan mengacu pada undang-undang dan peraturan yang berlaku. Prosedur kerja : 1) Petugas radiasi mencatat dan menginventaris setiap masalah yang ada ketika ditemukan kerusakan. Untuk itu perlu adanya perbaikan alat oleh teknisi yang berkompeten bila ditemukan masalah.

7) Lakukan dekontaminasi apabila perlu 8) Susun rencana pengamanan sumber radiasi sesuai prosedur. 6) Kelompokkan penderita menurut dosis yang diterima.bulannya. organisasi kawasan dan Nasional (BAPETEN) 10)Pelaporan dilakukan setiap bulan. atau pelatihan yang dilakukan oleh tim Diklat Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi ( In house Training ) f. kerugian harta benda atau kerusakan lingkungan yang timbul sebagai akibat adanya kecelakaan nuklir dan atau kecelakaan radiasi yang terjadi diwilayah tertentu Prosedur kerja : 1) Hentikan operasi instalasi. Keadaan darurat adalah keadaan bahaya sedemikian yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan manusia. keluarkan penderita dari medan radiasi 2) Amankan daerah di sekitar kecelakaan dan tidak seorangpun boleh memasuki daerah tersebut apabila dikawatirkan adanya ledakan yang dapat segera timbul atau keadaan darurat lainnya. 9 EVALUASI 76 . dengan memperhatikan keselamatan manuasia harus diutamakan. 4) Segera meminta bantuan ke instansi terkait bila diperlukan 5) Ukur tingkat/ besarnya radioaktivitas yang mungkin melekat pada tubuh penderita. 3) Perkirakan dosis radiasi dan tentukan tingkat kecelakaan. Penanggulangan Keadaan Darurat Dan Pelaporan. ada atau tidaknya kejadian ke bagian Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Jambi. 9) Laporkan ke bagian Manajemen Fasilitas dan Keselamatan.

sehingga selalu berupaya untuk berpikir dan bekerja lebih baik serta sadar untuk meningkatkan kualitas. C. b. 2) Menjamin tersedianya fasilitas radiodiagnostik baik fisik maupun fungsinya tetap dalam keadaan prima. Tujuan Khusus 1) Meningkatkan pemahaman terhadap jaminan kualitas tentang proteksi dan keselamatan radiasi di kalangan pekerja radiasi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi . Evaluasi akan dilakukan kasus per kasus yang terjadi paling lama 1 minggu setelah kejadian. 3) Menjamin paparan radiasi yang diterima oleh pasien dan pekerja radiasi serendah mungkin. sehingga dalam penggunaannya dapat memenuhi persyaratan. 4) Menjadi tingkat keakurasian diagnosa yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai produk pelayanan medik radiodiagnostik 77 . TUJUAN a. KERANGKA ACUAN KEGIATAN KUALITAS HASIL (IMAGE QUALITY) INSTALASI RADIOLOGI 1. Tujuan Umum Menjamin peralatan radiologi dengan sistem pemeliharaan secara rutin dan terus menerus sehingga tercapai kondisi operasional peralatan radiologi yang aman digunakan sesuai dengan jaminan kualitas keselamatan radiasi dan pemeliharaan peralatan radiologi dengan baik demi menunjang kelancaran pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. b. ada kerusakan yang terjadi dan laporan periodik tahunan dari BPFK.a. Laporan akan dibuat setiap ada alat baru yang dibeli.

serta kalibrasi alat setiap tahunnya. c) Perawatan Peralatan Harian Perawatan peralatan Radiologi dan Radiodiagnostik dilakukan setiap hari oleh petugas radiologi yang dinas pagi pada keesokan harinya. Monitoring dan Tindak Lanjut Penjadwalan pemeliharaan peralatan radiologi yang terdapat di Bagian Radiologi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi dilaksanakan berdasarkan kegiatan rutin harian. dan tahunan oleh petugas radiografer serta kontrak servis dengan pihak vendor dengan melaksanakan program pemeliharaan pesawat rontgen secara berkala dan perbaikan/maintenant yang dilakukan oleh teknisi/service engineer. Program Pengelolaan Peralatan Radiologi dan Diagnostik Imajing 1) Pemilihan dan Pembelian Peralatan : Dilakukan setiap ada rencana penambahan alat baru 2) Inventarisasi Peralatan : dilakukan secara berkala atau pada saat penambahan alat baru 3) Asesmen Keadaan Peralatan a) Inspeksi dan Testing Peralatan (1) Inspeksi Jadwal kegiatan : Setiap hari (2) Testing Jadwal kegiatan : Setiap hari b) Kalibrasi dan Perawatan Peralatan (1) Kalibrasi : Kalibrasi alat radiologi dilakukan sekali dalam satu tahun oleh BPFK.2. Pemeriksaan rutin pada pesawat roentgen dapat dilaksanakan setiap hari dalam keadaan pesawat rontgen OFF 78 . CARA PELAKSANAAN a. b.

perbaikan oleh teknisi rumah sakit.maupun ON yang dilakukan oleh radiografer sebelum melakukan kegiatan pemeriksaan radiografi. Pemeriksaan rutin dilakukan oleh petugas secara kontinue dan didata dalam lembar kegiatan harian. 2) Kegiatan pemeliharaan pesawat USG meliputi kegiatan membersihkan pesawat dari debu dan kotoran serta membersihkan probe dari sisa-sisa jelly. c. menarik dan lain sebagainya. 79 . menekan. Hasil dari monitoring ini akan di tindak lanjuti setelah meng inventarisasi masalah. menyentuh. menggoyang memutar. Dokumentasi Kegiatan Pencatatan kegiatan pemelihataan dan pemeriksaan rutin peralatan radiologi dilakukan oleh petugas radiologi dimasukkan ke dalam lembar kegiatan yang mencakup kegiatan rutin harian yang terdiri dari : 1) Untuk kegiatan pemeliharaan pesawat sinar-x meliputi membersihkan pesawat roentgen dari debu sebelum digunakan. Pemeriksaan rutin ini tidak saja dengan melihat tetapi juga dengan meraba. pengecekan kolimator dan pengecekan panel kontrol pada pesawat roentgen. Tindak lanjut itu bisa berupa. Pemeriksaan rutin ini dilakukan untuk menyakinkan bahwa peralatan dalam keadaan aman pada kedudukan atau posisinya. sehingga peralatan dapat digunakan secara benar. pengecekan mA. Bila dalam kegiatan terdapat laporan adanya masalah atau insiden harus dicatat dalam buku sebagai monitoring. atau dengan kalibrasi oleh BPFK. teknisi dari vendor yang bersangkutan. menggerakkan pada bagian yang memang dapat digerakkan. pengecekan kV.

2) Di luar jam kerja : a) Hasil pemeriksaan radiologi yang bersifat CITO akan diantar ke tempat Dokter Spesialis Radiologi berada saat itu b) Pemeriksaan radiologi yang bersifat CITO yang harus dilakukan langsung oleh Dokter Spesialis Radiologi maka Dokter Spesialis Radiologi yang sedang bertugas On call akan dihubungi. jenis pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan dan nama petugas teknisi/service engineer yang melakukan kegiatan. EVALUASI 80 . c) Untuk hasil-hasil tidak CITO maka pemeriksaan akan dikirim melalui email atau menunggu jam kerja berikutnya. tanggal kegiatan dilaksanakan. 3. Kegiatan pemeliharaan pada ruang radiologi dilakukan berkala yang dilakukan oleh petugas radiologi bersama dengan petugas bagian pemeliharaan rumah sakit dengan mengontrol setiap ruangan di Bagian Radiologi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi dan dicatat dalam catatan kegiatan bagian pemeliharaan rumah sakit.Pencatatan kegiatan pemeliharaan rutin dan perbaikan yang dilakukan oleh teknisi/service engineer dicatat dalam lembar kegiatan khusus yang terdiri dari : jenis pesawat rontgen. Pelaksanaan Ekspertise oleh Dokter Spesialis Radiologi di dalam dan di luar jam kerja 1) Di dalam jam kerja : seluruh hasil pemeriksaan radiologi yang telah selesai dilakukan akan dibuat expertise oleh Dokter Spesialis Radiologi secara langsung. d.

81 . Laporan asesmen keadaan peralatan dibuat harian untuk pemeriksaan rutin dan laporan kalibrasi peralatan dibuat tahunan sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPFK b.a. Evaluasi akan dilakukan paling lama 1 minggu setelah laporan diterima.