You are on page 1of 7

BAB IV

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KASUS SEMU PASIEN DENGAN CYSTIC FIBROSIS
4.1 Kasus
Anak Ayu (11 tahun) masuk rumah sakit Dr. Soetomo dengan keluhan utama batuk.
Anak Ayu mengeluhkan bahwa dia kesulitan bernafas dan terdapat nyeri saat dia
bernafas. Orang tua anak Ayu mengatakan bahwa Anak Ayu susah jika disuruh makan,
dan BB menurun 3 kg selama 4 hari. Setiap malam anak Ayu selalu menangis dan
badannya panas. Saat dilakukan auskultasi, didapatkan bunyi suara ronki pada paru
bagian bawahnya, RR 24 x/menit, N 80 x/menit, Suhu 37,7oC. Setelah wawancara dengan
keluarga pasien, ibu anak Ayu mengatakan bahwa anak Ayu mempunyai penyakit cystic
fibrosis dan pernah masuk rumah sakit sebelumnya dengan penyakit yang sama.
4.2 Pengkajian
Anamnesa
1) Identitas Pasien
Nama
: An. Ayu
Usia
: 11 tahun
JK
: Perempuan
Alamat
: Surabaya
Suku
: Jawa
2) Keluhan Utama
Klien mengatakan bahwa dia mengalami batuk, sesak napas, dan nyeri saat bernafas.
Sedangkan ibu dari klien mengatakan bahwa anaknya sulit makan dan BB menurun,
klien juga selalu menangis saat malam hari dan badannya panas.
3) Riwayat Penyakit Sekarang
Klien positif menderita cystic fibrosis.
4) Riwayat Penyakit dahulu
Klien pernah MRS karena cystic fibrosis
5) Riwayat Penyakit Keluarga
6) Riwayat Psikososial
Klien sering menangis karena sesak napas, nyeri dan penyakit yang dialaminya.
Pemeriksaan Fisik
B1 (Breath)
Berdasarkan keluhan utama yang didapatkan, klien mengalami sesak napas, batuk, ada
suara ronki pada saluran pernafasan bawah, RR 24 x/menit.
B2 (Blood)

Depresi cairan perisiliar ↓ Adhesi mucus ↓ Sistim Imun tidak dapat mengidentifikasi bakteri ↓ Gagal membersihkan mucus (batuk) ↓ Inflamasi paru ↓ Produksi mucus meningkat ↓ Mucus tidak bisa dikeluarkan ↓ Ronkhi Kelainan gen CFTR ↓ Cystic fibrosis ↓ Kelainan paru ↓ Volume cairan pada permukaan Masalah Keperawatan Ketidakefektifan bersihan jalan napas Nutrisi kurang dari kebutuhan . B6 (Bone) (tidak ada keluhan) 4.3 Analisis Data Data DS :    Batuk Nyeri saat batuk Sesak napas DO :   Ronchi RR 24 x/menit DS:  DO:    Nyeri perut karena gas dalam usus Nafsu makan menurun Pasien terlihat lemas BB menurun Etiologi Kelainan gen CFTR ↓ Cystic fibrosis ↓ Kelainan paru ↓ Volume cairan pada permukaan saluran napas berkurang ↓ Penebalan Mucus.(tidak ada keluhan) B3 (Brain) (tidak ada keluhan) B4 (Bladder) (tidak ada keluhan) B5 (Bowel) Klien tidak mau makan dan BB menurun 3 kg selama 4 hari.

Depresi cairan perisiliar ↓ Adhesi mucus ↓ Sistim Imun tidak dapat mengidentifikasi bakteri ↓ Gagal membersihkan mucus (batuk) ↓ Inflamasi paru ↓ Timbul nyeri ↓ Nafsu makan menurun ↓ BB menurun ↓ Nutrisi kurang dari kebutuhan Kelainan gen CFTR Sesak napas Nyeri Batuk Suka menangis pada waktu malam hari ↓ Cystic fibrosis ↓ Kelainan paru ↓ Volume cairan pada permukaan saluran napas berkurang ↓ Penebalan Mucus. Depresi cairan perisiliar ↓ Adhesi mucus ↓ Sistim Imun tidak dapat mengidentifikasi bakteri ↓ Gagal membersihkan mucus (batuk) ↓ Inflamasi paru ↓ Timbul nyeri ↓ Klien menangis ↓ Susah untuk tidur ↓ Ansietas .DS:    DO:  saluran napas berkurang ↓ Penebalan Mucus.

sehingga mukus (sekret) dapat dikeluarkan . Ketidakefektifan berhubungan dengan hilangnya nafsu makan 3. Lakukan fisioterapi dada untuk membantu pengeluaran secret Nebulisasi dapat membantu pengeluaran secret yang kental.4 Diagnosa Keperawatan 1. Tujuan Khusus (NOC) : 1) Sekret di saluran napas dapat dikeluarkan 2) Suara ronchi hilang 3) Sesak napas pasien hilang Kriteria Hasil (NOC): 1) Menunjukan batuk yang efektif 2) Mengeluarkan sekret secara efektif 3) Pada Pemeriksaan auskultasi. Berikan nebulisasi dengan larutan dan alat yang tepat sesuai ketentuan. missal peninggian kepala Peninggian kepala tempat tidur tempat tidur. duduk pada sandaran mempermudah fungsi pernapasan dengan tempat tidur (posisi semi fowler / menggunakan gravitasi. Diagnosa Keperawatan: Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan retensi sekret yang kental  Tujuan Umum (NOC) : Pasien menunjukkan pembersihan jalan napas yang   efektif. fowler). dari jalan napas yang kecil menuju jalan trachea. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan retensi sekret yang kental 2.5 Intervensi Keperawatan 1. karena nebulasi bertujuan untuk mengencerkan kekentalan sekret Fisioterapi dada merupakan tekhnik pemindahan mukus (sekret) yang kental.Ansietas 4. Ansietas berhubungan dengan nyeri karena inflamasi 4. memiliki suara napas yang jernih INTERVENSI NIC Berikan pasien posisi yang RASIONAL nyaman. dibuktikan dengan hilangnya suara ronchi.

Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hilangnya nafsu makan  Tujuan Umum (NOC) : kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi  Tujuan Khusus: 1) BB kembali normal (naik) 2) Nafsu makan bertambah 3) Nyeri pada perut dapat hilang  Kriteria hasil : 1) BB pasien menunjukkan kenaikan dalam waktu 1 minggu perawatan 2) Nafsu makan pasien meningkat. dengan jam waktu makan . pihak terdekat Pantau BB pasien.Berikan postural drainage (menyesuaikan area dimana terjadi penumpukan mucus) Postural drainage membantu pengeluaran mucus yang kental. Memberikan makanan sesuai jam Seseorang akan menjadi disiplin dalam hal makan. ditandai dengan teraturnya waktu makan pasien INTERVENSI NIC Manajemen nutrisi: RASIONAL Makanan yang disukai pasien akan mampu Cari tahu makanan kesukaan pasien. target. membuat pasien menjadi berselera untuk makan bisa dari pasien sendiri maupun melalui kembali. sesuai resep untuk menurunkan viskositas mukus. sehingga perawat Dengan catatan yang sistimatis dan lengkap bisa mengontrol penurunan dan akan mempermudah perawatan pada pasien kenaikan berat badan pasien Konsultasikan pada ahli gizi untuk Makanan yang sesuai dengan diet akan menentukan asupan kalori harian yang membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dibutuhkan untuk mencapai berat badan pasien. Aktivitas Kolaborasi: Pemberian espektoran dapat membantu Bantu klien untuk mengencerkan mengencerkan secret sehingga secret sputum dengan pemberian lebih mudah dikeluarkan espektoran 2. dengan makanan yang sehat dan waktu makan jika makanan dimakan sesuai bernutrisi.

Nafsu makan bisa hilang karena penyebab dari Hilangkan hal-hal yang dapat lingkungan. seringkali bermanfaat dalam penatalaksanaan stress dan ansietas. Pemberian dukungan emosi dan dorongan kepada klien untuk berbagi memungkinkan . seperti bau-bauan. terutama klien pada sehingga dibutuhkan pendekatan yang usia anak-anak mampu membangun hubungan kepercayaan antara klien dan perawat. ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan istirahat tidur pasien 2) Pasien akan menunjukkan kenyamanan pada dirinya INTERVENSI NIC RASIONAL Anak-anak akan merasa takut dengan orang Bangun hubungan saling percaya lain yang masih dianggap asing baginya. Ansietas berhubungan dengan nyeri karena inflamasi  Tujuan Umum (NOC) : Peningkatan kenyamanan pasien  Tujuan Khusus: Nyeri pasien berkurang dengan peningkatan kenyamanan diri  Kriteria hasil : 1) Kecemasan pada pasien teratasi. nafsu makan tidak hilang 3. benda. sehingga dll. udara. Terapi komplementer. seperti massase. Kebutuhan tidur seseorang sangat berpengaruh besar terhadap tingkan Bimbing dan bantu klien kesegaran tubuh. seperti mandi air hangat. dengan klien. aromaterapi dan hidroterapi. dan aromaterapi Berikan dukungan emosi dan dorongan pada klien agar klien mau Lingkungan yang mendukung akan membantu dalam proses relaksasi pada diri seseorang.Pada pasien anak-anak: Anak-anak akan merasa asing dengan perawat. mengganggu selera makan. Pengurangan / mendapatkan istirahat yang cukup penghentian konsumsi kafein dan alcohol (10 jam/hari) dapat mempercepat seseorang untuk mendapatkan kebutuhan tidur. massase punggung. Berikan lingkungan yang sunyi tanpa stimulasi yang membuat pasien merasa takut Berikan tindakan fisik yang dapat membantu relaksasi. Mintalah bantuan orangtua untuk mereka akan lebih nyaman jika yang membujuk anak tersebut agar mau memberikan makan adalah orang yang paling memakan makanannya dekat dengan mereka.

Kecemasan pasien hilang.untuk terbuka dan mengungkapkan permasalahannya klien mengungkapkan ketakutannya dan memudahkan perawat untuk memberikan umpan balik yang realistis dan penenangan 4. Suplai oksigen adekuat dan Tidak terdapat buny i ronkhi. 2. 3. .6 Evaluasi 1. Nafsu makan menigkat dan berat badan bertambah.