You are on page 1of 6

ANALISIS DATA

1. Folikel primordial
Folikel primordial banyak dijumpai sebelum kelahiran. Secara histologis, folikel
primordial mengandung satu oosit primer berukuran kecil (diameter ~ 25µm).
Berdasarkan dari hasil pengamatan maka dapat diketahui bahwa folikel primordial yang
diamati memiliki selapis sel folikel pipih. Hal ini sesuai dengan pendapat Toilehere
(1985), bahwa folikel primordial terdiri dari satu bakal sel telur yang fase ini disebut
Oogonium selapis tebal folikel ini berkumpul dibawah tunica albugenae. Dengan adanya
lamina basalis, maka akan tercipta suatu lingkungan mikro yang mendukung
pertumbuhan dari sel granulosa dan oosit, yang mana lamina basalis ini berfungsi agar
kontak langsung dengan sel-sel lain tidak terjadi.
2. Folikel primer
Folikel primer ditandai dengan adanya selapis sel granulosa kuboid yang tersusun
dalam satu lapis sel yang mengelilingi oosit. Proses perkembangan utama yang terjadi
pada folikel primer termasuk ekspresi reseptor FSH dan pertumbuhan serta diferensiasi
oosit. Perkembangan folikel primer juga diikuti dengan perubahan yang nyata pada oosit.
Pada saat periode preantral, diameter oosit akan meningkat dari ~ 25µm menjadi ~
120µm. Pertumbuhan pesat ini terjadi oleh karena adanya reaktivasi dari genom oosit.
Faktor-faktor pertumbuhan yang dihasilkan oleh oosit memiliki peranan yang penting
dalam mengatur folikulogenesis preantral termasuk dalam merangsang proliferasi sel
granulosa dan perkembangan sel theca.
Pada tahap ini oosit telah dikelilingi oleh suatu lapisan yang disebut zona pelusida
namun sangat tipis. Zona pelusida merupakan suatu glikoprotein yang disekresikan oleh
oosit dan sel granulosa (Wu et al, 2004). Zona pelusida sangat berperan penting pada
proses fertilisasi terutama pada proses binding spermatozoa pada oosit.
3. Folikel sekunder
Perkembangan folikel sekunder dimulai dengan bertambahnya sel
granulosa lapisan kedua. Tahapan ini disebut sebagai transisi folikel primer
menjadi sekunder. Hal ini diikuti dengan perubahan sel granulosa dari epitel
selapis kuboid menjadi epitel berlapis kolumner. Folikel Sekunder normal
terdiri dari oosit yang tumbuh sempurna dikelilingi oleh zona pelusida Zona

membawa nutrien dan gonadotropin ke dalam. theca eksterna dan jalinan kapiler dalam jaringan theca. Folikel Tersier Perkembangan folikel sekunder juga ditandai dengan perkembangan theca. Folikel Graff Folikel Graaf ditandai dengan munculnya suatu ruang (kavitas) atau antrum yang mengandung cairan yang disebut cairan folikuler atau liquor folliculi. Pada saat transisi folikel primer menjadi sekunder. Dengan berlanjutnya perkembangan folikel sekunder. Pada folikel tipe ini mulai terbentuk antrum folikuli.02 sampai 7 ml. serta sisa dan hasil sekresi dari folikel yang sedang berkembang. sel-sel granulosa dan theca akan berproliferasi dengan sangat cepat diikuti oleh berkembangnya antrum yang dipenuhi oleh cairan folikuler. Folikel Graaf dapat juga disebut sebagai folikel antral. Proliferasi dari sel-sel folikel juga berperan dalam menentukan ukuran folikel. lamina basalis.pelusida yang terbentuk semakin menebal. Pada folikel yang dominan. Perkembangan theca juga diikuti dengan neoformasi dari sejumlah pembuluh-pembuluh darah kecil. Cairan tersebut merupakan medium yang mana residu sel granulosa dan oosit serta molekul-molekul regulator harus melewatinya untuk keluar dari dan melalui membran folikel. folikel primer yang telah tumbuh sempurna akan mengandung lima struktur utama yang terdiri dari oosit yang tumbuh sempurna dikelilingi oleh zona pelusida. Ukuran dari folikel Graaf ditentukan dari besarnya antrum yang juga dipengaruhi oleh volume cairan folikuler yang berkisar antara 0. Saat fase preantral dari folikulogenesis hampir selesai. yaitu folikel tersier maka akan terbentuk dua lapisan sel theca yaitu lapisan dalam theca interna yang berdifferensiasi di dalam sel theca interstitial dan lapisan luar theca eksterna yang berdifferensiasi menjadi sel otot polos. beberapa lapisan dari sel-sel yang menyerupai jaringan ikat dibentuk di sekitar lamina basalis yang nantinya disebut sebagai lapisan theca. theca interna. sekitar 9 lapis sel granulosa. lamina basalis. Peningkatan akumulasi cairan folikuler dan proliferasi sel bertanggung jawab . 5. yang diduga melalui proses angiogenesis. Cairan folikuler adalah eksudat dari plasma yang merupakan hasil sekresi dari oosit dan sel granulosa. Darah akan bersirkulasi mengelilingi folikel. 4. Banyaknya folikel Graaf dan ukurannya bervariasi menurut usia dan siklus menstruasi. 5 sampai 8 lapis sel granulosa.

letak makin menjauhi membrane basalis (mendekati lumen). Theca eksterna terdiri dari sel otot polos yang tersusun secara konsentris. Spermatosit primer yang mempunyai ciri sel berukuran besar. Setiap tubulus seminiferus dikelilingi oleh lapisan pembatas yaitu tunika propria. namun setiap grup dari sel granulosa dipengaruhi oleh posisinya masing-masing untuk mengekspresikan stadium spesifk yang berlainan sebagai respon terhadap stimulasi FSH. 6. . spermatosit dan spermatid serta lumen terisi penuh dengan spermatozoa. cumulus oophorus dan sel granulosa corona radiata. Theca interna banyak menerima vaskularisasi yang berasal dari jalinan kapiler longgar yang mengelilingi folikel Graaf saat proses pertumbuhan. Testis Histologis tubulus seminiferus yang normal akan menunjukkan sel spermatogenik tersusun berlapis sesuai dengan tingkat perkembangannya lamina basalis menuju ke arah lumen tubulus seminiferus yaitu spermatogonium. sel granulosa dan oosit didistribusikan sebagai suatu massa dengan bentuk dan posisi yang tertentu yang tepat.atas pertumbuhan yang pesat dari folikel dominan saat fase folikuler dari siklus. Spermatogonium memiliki ciri ukurannya relative kecil. dengan inti besar ditengahnya. yang mana dipersaraf oleh saraf otonom. bentuk bulat. bentuk agak oval. bentuknya bulat. sel tersebut akan menghasilkan kadar androgen tinggi. area periantral. inti terwarna kuat dan letak agak menjauh dari membran basalis. terletak berderet di dekat/melekat pada membrane basalis. Theca interna mengandung kumpulan dari sel-sel epitel besar yang disebut sel theca interstitial. Sebagai respon terhadap stimulasi LH dan insulin. inti terwarna kurang terang. Kemudian spermatosit primer akan berkembang menjadi spermatid dengan ukuran kecil. Sel theca interstitial memiliki reseptor sel untuk LH dan insulin. Ukuran dari folikel atretik dipengaruhi oleh terbatasnya pembentukan cairan folikuler dan mitosis sel granulosa dan theca. bentuk agk oval. Spermatosit sekunder memiliki ciri ukuran agak kecil yaitu setengah dari spermatosit primer. Sel granulosa dibagi menjadi empat subtipe yaitu membran. warna inti lebih kuat. warna inti kuat dan letaknya di dekat lumen. umumnya androstenedion. terdiri dari sel pipih. Seluruh sel granulosa ini akan mengekspresikan reseptor FSH saat perkembangan folikel Graaf. Di dalam folikel Graaf.

Badan (corpus). banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.med. Para spermatid awalnya memiliki inti agak oval. Ekor (cauda). Morphology and Physiology of the Ovary.Semua sel-sel yang lebih kecil di bagian atas epitel (dekat delan lumen tubulus) adalah spermatid dalam berbagai tahap diferensiasi untuk menjadi spermatozoa. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Dikutip dari http://www-obgyn. terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma.org/female/female1/femaleframe1. Erickson GF. Principles of Human Physiology: Male and Female Reproduction.htm pada tanggal 27 April 2006 Danforth DR. Dikutip dari http://www. Bandung:1983 The Follicular Phase of the Estrous Cycle. berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas deferen dan ductus ejakulotoris.doc pada tanggal 27 April 2006 Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.ohiostate. Leher (cervix).html pada tanggal 27 April 2006 . Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. menghubungkan kepala dengan badan. Dikutip dari http://www. lebih padat dan menyerupai bentuk kepala sperma Spermatozoa masak terdiri dari kepala (caput). mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya. tetapi secara bertahap menjadi lebih kecil. Obstetri Fisiologi.edu/Physiology%20312%20Handouts %202004.edu/ansci_repro/lec/lec_10/lec10out. Percetakan Eleman.wisc.endotext.

Perbesaran 10x10 2 Folikel sekunder. Gambar Folikel Primer.No . Perbesaran 10x10 3 Keterangan . Perbesaran 10x10 1 Folikel Primordial.

Perbesaran 10x10 5 Preparat testis kelinci. Perbesaran 10x10 4 Folikel graff.Folikel tersier. Perbesaran 6 .