You are on page 1of 11

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM
DI PT RIGSPEK PERKASA

BIDANG MEKANIK, PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKANAN

OLEH:

KELOMPOK I
1. MEGA ANTA SARI
2. HARI WIRJA
3. FAJAR ARIF BUDIMAN
4. LEO ANGGRA SAPUTRA
5. PERDI SIAHAAN

PENYELENGGARA
KEMENAKERTRANS RI DAN PT. RIGSPEK PERKASA
BATAM 27 OKTOBER – 11 NOVEMBER 2016

Definisi E. Temuan 1. Negatif BAB III ANALISA TEMUAN BAB IV PENUTUP A. Maksud dan Tujuan C.DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum BAB II KONDISI A. Gambaran Umum Tempat Kerja B. Latar Belakang B. Kesimpulan B. Saran . Positif 2. Ruang Lingkup D.

C.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. pembinaan dan pengawasan. Oleh karena itu perlu di tetapkan syarat-syarat keselamatan kerja sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang no. pesawat uap dan bejana tekan maka diperlukan pengendalian. langsung atau tidak langsung berhubungan (atau tersambung) dengan suatu ketel uap dan diperuntukkan bekerja dengan tekanan yang lebih besar (tinggi) dari pada tekanan udara. B. pesawat uap dan peralatan angkat dan angkut. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk menerapkan pemahaman terhadap materi yang telah didapatkan selama pelatihan terutama dalam hal mencari kesesuaian dan penilaian kelayakan peralatan mekanik. RUANG LINGKUP Objek pesawat uap meliputi: Ketel uap dan alat-alat lainnya yang dengan peraturan pemerintah ditetapkan demikian.BAB I PENDAHULUAN A. Selain itu ditemukannya penggunaan peralatan dengan kondisi yang semakin tua dan tidak layak di operasikan lagi. Undang-Undang no.1 tahun 1970 sebagai peraturan pelaksanaannya yang mengatur secara teknis ilmiah dan administratif ditentukan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan. LATAR BELAKANG Perkembangan industri dan penggunaan peralatan mekanik yang semakin meningkat dari sisi jenis dan jumlahnya diiringi juga dengan semakin meningkatnya potensi bahaya dari penggunaan peralatan tersebut. . Guna mencegah dan menanggulangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang disebabkan penggunaan peralatan mekanik. Peralatan tersebut merupakan sumber bahaya bila dioperasikan. Berdasarkan pasal 2 ayat (2). pada umumnya kegiatan produksi menggunakan peralatan mekanik.

Bejana Tekanan ialah bejana selain pesawat uap didalamnya terdapat tekanan yang melibihi tekanan udara luar dan dipakai untuk menampung gas atau campuran gas termasuk udara. Permenakertrans No. Permen. Pesawat uap adalah ketel uap dan alat-alat lainnya yang dengan peraturan pemerintah ditetapkan demikian. UU No. mengangkat muatan baik bahan atau barang atau orang secara vertical dan atau horizontal dalam jarak yang ditentukan. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 2. langsung atau tidak langsung berhubungan (atau tersambung) dengan suatu ketel uap dan diperuntukkan bekerja dengan tekanan yang lebih besar (tinggi) dari pada tekanan udara.5 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut 5. jalan rel atau alat pembantu lainnya.7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan. Tabung oksigen Ruang Lingkup Mekanik meliputi: 1. Pesawat angkat (gantry crane) adalah setiap peralatan mesin atau alat yang digerakkan tenaga mekanis. Permenakertrans No. DASAR HUKUM 1. Permenaker No. Kebersihan serta Penerangan di Tempat Kerja 4. Tabung acetylene 2. 01/MEN/1982 tentang Bejana Tekanan . baik dikempa menjadi cair dalam keadaan larut atau beku. Perburuhan No. tenaga listrik atau tenaga hidrolis yang dapat digunakan sebagai mesin pengangkat termasuk rel. Pesawat Angkat Dan Angkut D. Pesawat Tenaga dan Produksi 2. DEFINISI Pesawat Angkat dan Angkut ialah suatu pesawat atau alat yang digunakan untuk memindahkan.Ruang Lingkup Bejana Tekanan meliputi: 1. E.09 Tahun 2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut 3. tetapi tidak termasuk pemajat lubang naik (raise climber) yang dipasang pada sumuran tambang.

Temuan Negatif a. TEMUAN Berikut adalah temuan yang di peroleh saat melakukan Praktek Kerja Lapangan di PT Rigspek Perkasa area workshop : 1. Fasilitas di Batam. Aliran listrik dekat dengan jalur dari rel crane b. Pemasangan label dalam penggunaan APD telah dilaksanakan di lokasi kerja d. Tidak dapat menunjukkan SIO Operator Gantry Crane c. pelatihan. Pesawat alat angkut sudah sesuai dengan SWL 10 ton b.BAB II KONDISI A. perusahaan bertujuan untuk mendukung bisnis di seluruh Asia Tenggara dan layanan lokal untuk perusahaan-perusahaan berbasis lokal yang sebelumnya harus bergantung pada dukungan internasional. terdiri dari 15. GAMBARAN UMUM TEMPAT KERJA PT Rigspek Perkasa didirikan pada Januari 2007 dan merupakan bagian dari Stahl Grup Carl yang terdiri dari jaringan global perusahaan dengan lebih dari 125 tahun pengalaman dan tim manajemen dengan rata-rata 30 tahun pengalaman dalam mengangkat operasi. lingkungan operasional yang aman legal dan biaya yang efektif melalui penyediaan pengujian. konsultasi dan penjualan distribusi produk alat angkat penting.000 meter persegi pergudangan.000 meter persegi industri real-estate termasuk 4. kantor. Tanda pengenal tabung acetylene lengkap 2. Housekeeping material kurang baik d. Temuan Positif a. Pencahayaan di area kerja cukup c. pelatihan. PT Rigspek dapat membantu untuk mempertahankan. sertifikasi. inspeksi dan pengujian beban fasilitas. inspeksi. B. APD bagi pekerja telah disediakan oleh perusahaan e. Meskipun berbasis di Batam Indonesia. Laporan perawatan berkala tidak diperbaharui .

Gantry crane tidak beroperasi tapi hook mengangkat beban f. Percikan api dari aktifitas las bisa menyebabkan kebakaran pada plastic canvas g. Riger tidak ada saat dilakukan operasional granty crane .e.

1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Pasal 14 huruf b) APD bagi pekerja telah 4 disediakan oleh N/A perusahaan Dilanjutkan UU No.03/MEN/1982 tentang Bejana Tekanan (Pasal 22) 2 Tanda pengenal tabung 5 N/A acetylene lengkap GAMBAR .7 Tahun 1964 (Pasal 2 huruf d) Pemasangan label dalam penggunaan APD 3 N/A telah dilaksanakan di lokasi kerja Dilanjutkan UU No.5 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut (Pasal 3) Pencahayaan di area kerja cukup N/A Dilanjutkan Permen Perburuhan No. pesawat uap dan bejana tekan. 1. No. Temuan Positif NO TEMUAN POSITIF ANALISA POTENSI BAHAYA SARAN/ PENGENDALIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Pesawat alat angkut 1 sudah sesuai dengan SWL 10 ton N/A Dilanjutkan Permen No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Pasal 3 huruf f) Dilanjutkan Permenakertrans.BAB III ANALISA TEMUAN Berikut ini merupakan analisa dari beberapa hal yang menjadi temuan terkait dengan mekanik.

Kebersihan serta Penerangan di Tempat Kerja (Pasal 2) Permen No. 1 Tahun 1970 dan Listrik dapat mengenai ada jarak antara tentang Keselamatan alat atau orang sekitar kabel dan jalur rel.2.09/MEN/VII/2010 kegagalan.7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan. Kerja (Pasal12) Kegagalan pada pengoperasian alat kerja Operator harus mempunyai lisensi yang diakui Menjalankan Housekeeping material Operasi kerja gantry crane housekeeping di area kerja tidak baik terganggu dengan baik Sertifikasi berkala alat Sertifikasi berkala angkat dan angkut Kegagalan fungsi alat pada 4 dilakukan sesuai tahun 2015 tidak pengoperasian tanggal kadaluarsa dilakukan Permen No.: bisa mengalami Rigger harus Per.merusak standby saat gantry tentang Operator dan peralatan dan crane beroperasi Petugas Pesawat Angkat membahayankan orang dan Angkut (Pasal 1) yang berada di workshop GAMBAR . 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Pasal 1 ayat 1 huruf b) Operasi kerja gantry crane Permenakertrans No.5 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut (Pasal 138) Gantry crane tidak 5 beroperasi tapi hook mengangkat beban Beban di hook bisa terjatuh Pada saat tidak dioperasikan Permen No. Temuan Negatif NO 1 TEMUAN NEGATIF Aliran listrik dekat dengan rel crane Tidak dapat 2 menunjukkan SIO operator 3 ANALISA POTENSI BAHAYA SARAN/ PENGENDALIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN Isolator kabel terkelupas Memindahkan agar UU No.09 Tahun 2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan angkut (Pasal 5) Permen No.5 Tahun seharusnya hook 1985 Pesawat Angkat berada diatas (posisi dan Angkut (Pasal 26) standby ) Percikan api dari 6 aktifitas las Aktifitas las bisa menyebabkan kebakaran pada plastic canvas pelindung Pelindung diganti dengan bahan yang tidak bisa terbakar 7 Tidak ada personel Rigger di granty crane Undang-Undang No.

Pengaturan instalasi kabel listrik agar tidak berada dekat jalur crane 2. . Ringkas) juga hendaknya konsisten dilaksanakan agar tercipta kondisi aman di lokasi kerja. Pemberian tanda identifkasi pada peralatan-peralatan yang telah diuji. tugas dan tanggung jawab personel dalam kegiatan operasi serta penggunaan APD di lokasi kerja. perlu dilakukan pengawasan terhadap pelaksanaan operasi pekerjaan yaitu dengan memastikan setiap standar operasional prosedur peralatan kerja telah dipahami dan dilakukan oleh tenaga kerja. Hal ini salah satu nya dapat dilihat dari beberapa temuan positif yang ditemukan. Selain itu. beberapa hal yang disarankan yaitu : 1. rawat. Setiap operator yang wajib memiliki Surat Ijin Operasi/ SIO harus telah memiliki dan dapat menunjukkan surat ijin operasinya 3. Pemasangan rambu-rambu peringatan dan himbauan untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di lokasi-lokasi kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja telah dilaksanakan. KESIMPULAN Secara umum perusahaan telah melaksanakan dan menjelaskan bahaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang ditimbulkan dari peralatan mekanik. Sosialisasi yang berkelanjutan bagi para pekerja mengenai pentingnya menjaga kondisi aman. resik. serta menjalankan prosedur pemeriksaan dan pengujian berkala seperti yang telah ditetapkan pada peraturan perundangan 5. SARAN Dari hasil peninjauan ke lokasi kerja. Namun begitu. Resik. Rawat.BAB IV PENUTUP A. setiap alat produksi. Pelaksanaan prinsip housekeeping 5R (Rajin. B. pesawat uap dan bejana tekan yang digunakan juga harus tetap dilaksanakan pemeriksaan serta pengujian berkala agar kondisinya tetap termonitor sehingga aman untuk digunakan. Rapi. ringkas) di area kerjanya 4. penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh perusahaan untuk pekerja juga telah mencukupi. Menjalankan prinsip 5R (rajin. rapi.

Sertifikasi berkala alat kerja terakhir tahun 2014 . Housekeeping area kerja tidak dilaksanakan dengan baik Gambar c. LAMPIRAN Gambar a. Aliran listrik berada di jalur REL Gambar b.C.

Hook pada gantry crane pada saat tidak beroperasi masih mengangkut beban .Gambar d.