You are on page 1of 6

1. Untuk memproduksi biodiesel dapat menggunakan enzim lipase.

Lipase dapat
berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi hidrolisis, esterifikasi,
alkoholisis, asidolisis, dan aminolisis. Salah satu mikroba yang dapat
mengkatalis enzim lipase yaitu Aspergillus niger. Mikroba jenis fungi atau
jamur ini mampu menghasilkan enzim lipase dan memiliki cici-ciri, yaitu
memiliki warna konidia hitam, tumbuh pada suhu kamar dan tidak tahan
terhadap suhu tinggi ataupun suhu rendah. Suhu tinggi akan menyebabkan
jamur ini tidak tumbuh dan akan dekat dengan fase kematian, sedangkan pada
suhu rendah dapat memperlambat pertumbuhannya. Aspergillus niger bersifat
aerobic, yang artinya pada pertumbuhannya

membutuhkan oksigen.

Aspergillus niger tumbuh pada pH optimum 6-7 serta dapat tumbuh pada suhu
kamar. Untuk memproduksi enzim lipase, Aspergillus niger pertama-tama
dibiakkan terlebih dahulu selama 5 hari dalam media pertumbuhun PDA
(Potato Dextrose Agar). Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan media yang
sangat umum digunakan untuk mengembangbiakkan dan menumbuhkan
jamur dan khamir. Komposisi Potato Dextrose Agar ini terdiri dari bubuk
kentang, dextrose dan juga agar. Bubuk kentang dan juga dextrose merupakan
sumber makanan untuk jamur dan khamir. Ekstrak potato (kentang)
merupakan

sumber

karbohidrat,

dextrose

(gugusan

gula,

baik

itu

monosakarida atau polysakarida) sebagai tambahan nutrisi bagi biakan,
sedangkan agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi biakan yang baik
karena mengandung cukup air.
2. Produksi biodiesel menggunakan aspergillus niger menghasillkan metabolit
sekunder. Metabolit sekunder dapat ditunjukkan dengan melihat aktifitas yang
dihasilan oleh mikroba. Pada waktu fermentasi 6 jam aktivitas enzim lipase
yang diperoleh masih berada pada fase adaptasi, yang kemudian dilanjutkan
dengan adanya fase log sampai pada waktu 12 jam. Kemudian turunnya
aktivitas enzim lipase setelah waktu fermentasi 12 jam hingga mencapai
waktu 18 jam disebabkan karena Aspergillus niger sudah memasuki fase
stationer, fase untuk menghasilkan metabolit sekunder, dimana nutrisi dalam
medium sudah habis sehingga produksi enzimnya berkurang. Metabolit

sekunder tersebut menghasilkan produk berupa enzim lipase. hal tersebut dapat dilihat pada gambar 5. Dari berbagai jenis mikroorganisme. 3. jamur Aspergillus niger dikenal secara luas sebagai sumber enzim lipase yang baik karena umumnya jamur . suhu yang tidak optimal akan dapat menyebabkan terjadinya denaturasi. Protein sangat sensitive terhadap suhu tinggi. pada suhu tinggi yaitu 35°C-45°C produksi enzim mengalami fase penurunan. Pengaruh suhu terhadap aktivitas pertumbuhan enzim lipase dapat dilihat pada Gambar 4 berikut. Suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan enzim dikarenakan sifatnya yang berupa protein. Aktivitas enzim lipase dapat dilihat pada Gambar 2 berikut. Enzim merupakan komponen protein dan pada pertumbuhannya dalam menghasilkan enzim lipase hal yang perlu diperhatikan yaitu suhu.

dalam peremajaannya jamur tersebut membutuhkan oksigen. 4. karena dapat memperlambat jamur untuk tumbuh. Beberapa pengaruh factor pertumbuhan Aspergillus niger. Selain itu. dimana pada fase tersebut akan dihasilkan metabolit sekunder. Pada bagian atas dari media miring PDA ditutupi dengan menggunakan kapas yang dibalut dengan kain kasa. d. karena dalam pertumbuhan enzim lipase dilakukan didalam fermentor berpengaduk. yaitu berupa karbohidrat serta nutria-nutrisi lainnya yang telah ada didalam media PDA. Untuk Suhu peremajaan yang dilakukan yaitu pada suhu kamar. karena Aspergillus niger bersifat aerobic dalam pertumbuhannya.104 U/ml lebih besar daripada variasi pH lain yang diuji. b. Untuk jenis substrat yang digunaakan dalam peremajaan atau perkembangbiakan Aspergillus niger. maka akan menyebabkan jamur ini tidak tumbuh dan akan semakin dekat dengan fasa kematian sedangkan apabila terlalu rendah juga tidak baik untuk pertumbuhan jamur. Karena enzim merupakan protein. Pada pH tinggi atau rendah memungkinkan terjadinya denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktifitas enzim. c. Beberapa pengaruh factor produksi enzim lipase antara lain. Jika Aspergillus niger diberi pH yang sangat asam ataupun basa (tidak sesuai dengan pH pada kondisi pertumbuhannya). maka akan menghambat kinerja atau metabolit yang dihasilkan oleh Aspergillus niger itu sendiri. yaitu dapat tumbuh optimal pada pH 6-7. yaitu enzim lipase dapat tumbuh optimal pada pH 6. sehingga mikroba akan tetap melewati fase stasioner. hal ini disebabkan karena apabila suhu terlalu tinggi untuk inkubasinya. Aspergillus niger dalam menghasilkan enzim lipase tidak menambahkan substrat pada fase lognya. yang memudahkan recovery enzim dari media fermentasi.memproduksi enzim ekstraseluler. dimana aktivitas pada pH 6 mencapai 1. Faktor-faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan mikroba dan produksi metabolit/enzim: a. hal ini dilakukan bertujuan agar oksigen tetap dapat masuk kedalam tabung reaksi untuk membantu pertumbuhan Aspergillus niger. Mekanisme kerja enzim yaitu dengan menggunakan CSTR. perubahan pH akan menyebabkan ionisasi pada molekul protein .

terdapat juga pengaruh kecepatan agitasi atau kecepatan pengadukan yang dilakukan terhadap produksi enzim lipase. Pengaruh pH tersebut terhadap aktifitas enzim lipase dapat dilihat pada Gambar 5. kemudian akan diproses lebih lanjut untuk dijadikan biodiesel. gliserida parsial. akan tetapi pengadukan hanya dapat dilakukan dengan kecepatan yang rendah saja.berubah pula. Minyak nabati yang digunakan dalam fermentasi ini yaitu berupa minyak jelantah yang didapatkan dari 2x pemakaian minyak kelapa sawit komersial (Tropical). Enzim lipase yang didapatkan. . Trigliserida tersebut berada pada minyak nabati. yaitu dengan menggunakan kecepatan sebesar 150rpm didalam water batch shaker. Selanjutnya. Pengadukan berperan agar campuran fermentasi menjadi homogeny. Perubahan ini akan mengakibatkan struktur tiga dimensinya berubah sehingga fungsi katalitiknya terganggu. Enzim Lipase tersebut menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak bebas. Trigliserida sebagai substrat terdiri dari asam lemak rantai panjang yang tidak larut dalam air. dan gliserol. dikarenakan sifat enzim yang merupakan protein dapat dengan mudah terdenaturasi. 5.

Lipase Production in Solid State Fermentation Using Aspergillus niger: Response Surface Methodology. Najafpour. Food Technology.M.. 2006.. Food Technol. 3.. Kajian Kondisi Fermentasi pada Produksi Selulase dari Limbah Kelapa Sawit (Tandan Kosong dan Sabut) oleh Neurospora sitophila. No. Syamsuridzal dan Ariyanti Oetari. Hosseinpour. Younesi.DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Darwis... (2006). and Hernández. and Vaseghi. Production of Extracellular Lipase from Aspergillus niger by Solid-State Fermentation. Mendoza.C.L. Hal.. Ricardo Cancio fendrich.. H. Illah Sailah. J. 1995. Mikologi Dasar dan Terapan. M. International Journal of Engineering. Skripsi. G.. Safriani. M. Falony. Fakultas Teknik. Teknologi Industri Pertanian Vol. No. Isidoro Haminiuk. Universitas Indonesia.C. M. Hal 235-240. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia . Khorrami. Akbar.D. Luciana Porto de Souza Vandenberghe. Z. 2009.2008. Giselle Maria Maciel. Indrawati Gandjar. J. Biotechnology 46(2) 183-189. 2012. Vol. J. 5 (3) 199-207. 2. Vol. Pemanfaatan Whole Cell Candida rugosa sebagai Biokatalis Untuk Sintesis Biodiesel Melalui Rute Non-Alkohol.N. Charles Windson. Tahiana quintella da Silva Brandalize. 44. Biotechnol..M. Tun Tedja Irawadi. Xylanase Production by Aspergillus niger LPB 236 in Solid-State Fermentation Using Statistical Experimental Design.D. G. 151-159. J.. Ashok Pandey and Carlos Ricardo soccol. Bianca Elli Della Bianca. Armas. 25.

London. Budiatman.. Environmental Parameters di dalam Solid State Cultivation. Rajashekar Reddy B. D. Engineering aspects of solid-state fermentation. Sridevi A. Enzyme and Microbial Technology 7. Production of Cellulase from Oil Palm Biomass as Substrate by Solid State Bioconversion.Du Preez dan P. S. Buddolia Viswanath.. A. S. Karakterisasi. N. 2011.Lonsane. Prior. Nurdina Muhammad. Kholisoh. P. Produksi.. Narasimha. Ghildyal. Md. 1990. Elsevier. B. African Journal of Biotechnology Vol. Zahangir Alam. Subbosh Chandra M. pp. and Ramakrishna.. E. 2005. 256-265.M. dan Isolasi Lipase dari Aspergillus niger.D.. G.. V. dan Petrissia. Nutrien Effects on Production of Cellulolytic Enzymes by Aspergillus niger. . B. S. 2006. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia UPN “Veteran” Yogyakarta. 5 (5)..L. Rein. J. (1985).C. S.. and Mohd Erman Mahmat.M. American Journal of Applied Science 2 (2): 569-572. K. Tanti.W. Wahyu. 472-476.