You are on page 1of 111

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG

2013

BAB V
RENCANA PENGEMBANGAN

5.1. Rencana Zoning
Pengembangan kawasan PIP Semarang Tahun 2014-2034 direncanakan
dengan pengembangan zoning sebagai berikut:
1) Zona Administrasi, Akademik dan Ketarunaan
2) Zona Fasilitas Utama
3) Zona Hunian
4) Zona Fasilitas Penunjang
5) Zona RTH

Zona
Servis

Zona Hunian

Zona
Servis

Zona Hunian

Fas
Utama

Zona Administrasi,
Akademik &
Ketarunaan

Zona RTH
Zona
Hunian

Fas
Utama
Fas
Utama

Gambar 5.1. Rencana Sub-Zona PIP Semarang 2014-2034
A. Zona Administrasi, Akademik dan Ketarunaan
Zona Administrasi, Akademik dan Ketarunaan terdiri dari bangunan Gedung
Direktorat, Gedung Auditorium, Gedung Betelgeuse dan Gedung Pollux. Antar
bangunan-bangunan gedung tersebut dihubungkan dengan koridor untuk
memudahkan hubungan aktivitas administrasi, akademik dan ketarunaan.
Bangunan-bangunan pada zona ini mempunyai ketinggian antara 6 - 8 lantai.
Zona ini dilengkapi dengan RTNH berupa Plaza Upacara dan RTH di depan
Plaza Upacara dan di depan masing-masing Gedung Direktorat, Auditorium
dan Betelgeuse. Untuk melayani mobilitas pada zona ini ke luar disediakan
tempat parkir yang berada pada lantai dasar Gedung Betelgeuse.

V-1

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG
2013
B. Zona Fasilitas Utama
Zona Fasilitas Utama terdiri dari bangunan-bangunan Gedung METI, Gedung
INS, Gedung Agum Gumelar dan Gedung Pasis dan kelompok Lab-lab
Bengkel, Bengkel Ship Analitic dan Engine Hall. Zona Fasilitas Utama ini
menyebar disebabkan ada 2 bangunan laboratorium utama yang baru saja
selesai dibangun dengan anggaran Negara dan tidak dapat dihapus, dan telah
memiliki fasilitas modern lengkap yaitu Lab. METI dan Lab. INS (lihat
Gambar 6.1).
Untuk menunjang kemudahan zona-zona tersebut sebagai fasilitas utama dan
memperbaiki hubungan fungsi zona lama, maka fungsi laboratorium eksisting
yang semula berada di bagian timur dipindahkan ke bagian barat. Pemindahan
lokasi ini mendekatkan kelompok Lab-lab Bengkel, Bengkel SHP Analitic dan
Engine Hall dengan Lab METI dan Lab Sekoci menjadi satu zona sekalian
dengan Gedung Pasis sebagai tempat Diklat dan Lab Multimedia untuk
peserta Diklat Lanjutan.
Pada zona fasilitas utama di bagian utara ini dilengkapi dengan fasilitas parkir
mobil yang berada di bagian Lantai Dasar Gedung Pasis. Di antara Zona
fasilitas utama di sisi utara dengan zona hunian Gedung Asrama Kompi D dan
E diberikan barrier berupa tanaman merambat pada pagar kawat, yang
sekaligus berfungsi sebagai RTH Antara kedua kelompok zona berbeda fungsi.
Lahan RTH yang mengelilingi Lab. METI yang ada pada saat ini tetap
dipertahankan.
C. Zona Hunian
Zona hunian terbagi pula menjadi 3 lokasi, yaitu zona hunian di utara, zona
hunian di timur dan zona hunian di selatan kawasan PIP Semarang. Zona
hunian di utara terdiri dari Asrama Kompi D, E dan F (yang terletak di luar
lahan PIP Semarang). Untuk memudahkan hubungan antara Asrama Kompi
D,E dengan F dusediakan jembatan penyeberangan tertutup.
Pada bagian timur zona hunian terdiri dari Gedung Asrama Kompi A, Asrama
Kompi B dan C, dan Asrama Taruni. Asrama Kompi B dan C terhubung
dengan koridor beratap dari sisi timur ke gedung PMMK, Jurusan Nautika,
Jurusan Teknika dan Jurusan KALK. Asrama Kompi A dihubungkan dengan

V-2

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG
2013
koridor beratap ke Jurusan Teknika, dari sisi barat ke PMMK, Jurusan
Nautika dan Jurusan KALK.
Zona hunian di bagian seatan diperuntukkan bangunan-bangunan Gedung
Rusun Karyawan, Apartemen Pejabat dan Dosen, dan Guest House. Zona ini
dilengkapi dengan parkir mobil dan motor yang disediakan di Lantai Dasar.
Dengan KDB yang lebih kecil dibandingkan dengan eksisting Tahun 2013,
diperoleh luasan RTH yang lebih besar.
D. Zona Fasilitas Penunjang
Zona Fasilitas Penunjang terdiri dari 3 sub zona yang terpisah-pisah pula.
Zona paling utara yaitu Gedung Poliklinik untuk melayani fungsi kesehatan
taruna dan peserta Diklat Pelaut Lanjutan, serta para dosen dan karyawan.
Lokasi yang direncanakan sudah tepat karena berada di antara ketiga fungsi
tersebut dengan jarak yang relative sama.
Zona tengah yaitu Gedung Dapur untuk melayani kebutuhan makan para
taruna D-IV, dan Gedung Menza yaitu pada Lantai 1 untuk ruang makan dan
Lantai Dua untuk Masjid.
Zona ketiga adalah Gedung Garasi kendaraan kantor dan Musholla, selain
ruang-ruang terbuka untuk olah raga.
E. Zona RTH
Zona RTH yang paling luas adalah Lapangan Sepak Bola, selain RTH tamantaman kecil yang tersebar di sekitar gedung kelompok laboratorium dan
disekitar asrama. Zona RTH ini harus dipertahankan luasannya seluas 28,5%
dan bila memungkinkan ditambah lagi menjadi sesuai dengan target RTH
Kawasan Perkotaan.
Rencana peningkatan kualitas RTH meliputi pemanfaatan tanaman yang
berfungsi sebagai pelindung/peneduh, barrier/peredam terhadap kebisingan,
penyerap polusi udara, barrier untuk zona yang harus dipisahkan, pengarah
sirkulasi, dan estetika taman. Rencana pengembangan RTH PIP Semarang
mengacu pada Permen PU Nomor 05/PRT/M/2008 yang diuraikan pada Sub
bab Rencana Pengembangan RTH.

V-3

Pintu keluar utama berada di bagian utara dan selatan daripada pintu masuk utama yang juga mempertahankan sirkulasi eksisting. Gambar 5. dan Aksesibilitas Penataan sirkulasi pada rencana Master PIP Semarang Tahun 2014-2034.2. pintu masuk utama berada pada sisi barat-tengah Jl.2. Tatanan Massa Bangunan Gedung PIP Semarang 2014-2034 5. Singosari persis di tengah depan Plaza Upacara (membuka pintu baru). dan Gedung PMMK.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. Gedung Jurusan Nautika pada Pollux Baru. Disamping itu posisi pintu masuk-keluar ini memungkinkan untuk menghindari sebagai penyebab kemacetan lalu-lintas umum. Kedua akses pintu masuk dan keluar ini memudahkan pengunjung agar tidak terlewat untuk mencari akses masuk dan keluar kompleks PIP Semarang.1. V-4 . Rencana Arsitektur Secara keseluruhan tatanan massa bangunan yang direncanakan pada Kawasan PIP Semarang hingga 20 tahun perencanaan antara Tahun 2014-2034 telah melalui tahapan diskusi dan pemecahan beberapa masalah terkait dengan keterbatasan lahan dan eksisting bangunan yang tidak dapat ditata ulang. Gedung Auditorium.2. Dari pintu masuk utama ini langsung nampak bagian Plaza Upacara yang dikelilingi Gedung Direktorat. Rencana Sirkulasi Horizontal dan Vertikal.

Gerbang Utama PIP Semarang 2014-2034 Pada bagian utara terdapat 1 pintu masuk dan keluar untuk peserta Diklat Lanjutan PASIS yang membedakan pintu masuknya dengan peserta Diklat Pembentukan (D-IV) ataupun para tamu lainnya. Rencana Sirkulasi Kendaraan Sirkulasi kendaraan mobil dan sepeda motor peserta Diklat. mobil bus. taxi dan mobil dan motor dosen. digambarkan sebagai berikut: V-5 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.3. Sedangkan untuk ke area servis melalui pintu keluar-masuk selatan yang menjadi satu dengan akses pintu masuk ke kompleks perumahan Apartemen dan Rusun. Pintu masuk selatan inijuga menjadi akses untuk kendaraan bus masuk-keluar ke garasinya. menuju ke tempat parkir di bawah Gedung Betelgeuse. A. dan karyawan melalui pintu masuk dan keluar bagian selatan.

8 meter Zona bebas = 6. Untuk dosen dan karyawan menuju tempat parkir melalui pintu gerbang terpendek dari selatan. Sedangkan untuk keperluan PMK disediakan jalur keliling kawasan dengan mengambil rute ke arah Urata memutar mengelilingi lahan menuju ke selatan dan berbelok ke barat menuju pintu keluar. Karyawan PMK Gambar 5.1 meter Tinggi min. Untuk kendaraan servis dapat mengambil rute sebaliknya daripada kendaraan PMK. Sirkulasi Kendaraan pada Pintu Masuk-Keluar Utama PIP Semarang 2014-2034 Untuk peserta Diklat di Gedung PASIS sirkulasi kendaraan ke tempat parkir mengambil jalur terpendek yaitu melalui pintu utara.5.4 meter Panjang = 4. = 2 meter Gambar 5. 1) Rencana Penataan Parkir Kendaraan di Lantai Dasar Bangunan Berikut ini adalah beberapa gambar untuk standar acuan yang dipakai untuk ukuran luasan dan tatanan parkir kendaraan di lantai dasar bangunan. Standar luasan parkir mobil V-6 . Lebar = 2. Ukuran Min.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 PASIS Dosen.4.

7. Dimensi dan ukuran mobil unit pemadam kebakaran sedang Gambar 5.8. Denah lantai dasar bangunan betelgeuse 2) Standar Belokan Kendaraan Pemadam Kebakaran dan Bus Kampus Gambar 5.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.6. Bentuk dan Luasan jalan untuk manuver kendaraan V-7 .

V-8 . menuju gedung laboratorium lainnya di sebelah selatan yaitu Gedung Agum Gumelar dan Gedung INS. sementara lebar jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran yang direncanakan adalah minimal 350 sampai 400cm sehingga ukuran ini sudah sangat layak untuk diterapkan. Untuk sirkulasi bagi peserta Diklat Pasis sirkulasi dari Lantai Dasar parkir Gedung Pasis. Demikian pula dari Asrama Kompi A ke Menza dank e bagian Ramp. Pada Lantai 3. Hubungan setiap lantai bangunan dapat ditunjukkan pada Gambar 5. dapat melalui Lantai Dasar Gedung Auditorium lalu melalui Plaza Upacara apabila tidak hujan. 4 dan 5 dan seterusya untuk hubungan horizontal antar bangunan harus melalui tangga atau lif. Bagian sirkulasi ini difungsikan terutama untuk jalur evakuasi bagi Taruna yang sakit atau dalam keadaan darurat. B. Pada Lantai 2 terdapat koridor yang menghubungkan secara horizontal antara Asrama Kompi C ke Asrama Kompi B ke Menza yang terhubung ke bagian Ramp.7 dibawah ini.8 diatas dapat dilihat luasan lebar belokan kendaraan pemadam kebakaran/fire appliance adalah sebesar 315 cm. Sirkulasi bagi Taruna/Taruni di Lantai 1 (Dasar) menghubungkan antara Bangunan Asrama Taruna/Taruni dengan Gedung Kuliah dan Laboratorium. Sedangkan pada saat hujan dapat melalui koridor beratap yang telah direncanakan. Untuk kegiatan administrasi akademik dan ketarunaan yang terpisah pada Gedung Direktorat dan Gedung Auditorium dihubungkan dapat melalui Plaza Upacara ataupun koridor beratap khususnya pada saat musim hujan.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Pada gambar 5. peserta Diklat melalui koridor yang menghubungkan dengan Gedung METI dan Laboratorium Terpadu. Rencana Sirkulasi Pejalan Kaki Untuk menggambarkan hubungan ruang pada setiap lantai bangunan dan dari satu bangunan ke bangunan lainnya dilalui dari koridor pedestrian pada Lantai Dasar lalu menuju ke tangga atau lift di setiap blok bangunan.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Peserta Diklat PASIS Taruna Dosen. Karyawan Tangga/Lif (Lantai Dasar/Lantai I) V-9 .

10 . Hubungan Horizontal Sirkulasi Pejalan Kaki V .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.9.

Pengguna kursi roda adalah salah satu pokok perhatian terhadap penyediaan fasilitas untuk para difabel dalam bangunan. Aksesibilitas bagi penyandang cacat sesuai dengan Permen PU 30/PRT/M/2006.11. Ukuran dan dimensi kursi roda umunya Gambar 5.11 . terdiri dari: 1) Ukuran dasar ruang.10. Ukuran luasan rotasi satu kursi roda dengan 3 ukuran yang berbeda V . Rencana Aksesibilitas bagi Penyandang Cacat Bagi penyandang cacat.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 C. Berikut ini adalah standar ukuran kursi roda dan kebutuhan luasan ruang dasar untuk para difabel atau pengguna kursi roda berdasarkan data yang didapatkan dari Metric Handbook Architecture. Gambar 5. aksesibilitas direncanakan pada bangunanbangunan umum lainnya di dalam kawasan selain fungsi hunian Asrama Taruna. oleh karena itu untuk menyediakan ruang yang sesuai dengan kebutuhan parang pengguna kursi roda maka perlu mengetahui terlebih dahulu ukuran dan dimensi kursi roda.

Kebutuhan ruang berpapasan minimum sama dengan lebar pedestrian yang direncanakan.12. Luasan putaran kursi roda sebesar 90 dan 180◦ 2) Jalur pedestrian. Gambar 5. V .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. untuk kendaraan bermotor bagi penyandang cacat disediakan sebanyak 5% dari kapasitas yang disediakan untuk setiap lahan parkir. Jalur pedestrian ini menjadi satu dengan jalur pedestrian pengguna biasa. bagi penyandang cacat yang dimaksud adalah kecuali Taruna atau peserta Diklat.12 . Dari lahan parkir menuju ke Gedung lainnya melalui koridor yang dihubungkan dengan ramp. Kebutuhan luasan ruang untuk 2 pengguna kursi roda bila berpapasan 3) Area parkir.13.

Luasan kebutuhan parkir mobil dan kursi roda 4) Pintu.14. Gambar 5.13 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Lebar pintu keluar dari koridor bagi penyandang cacat harus lebih lebar daripada koridornya itu sendiri. Ukuran lebar pintu terhadap luas koridor untuk pindu di koridor/doorway. V .15.

17. Tinggi ram terhadap panjangnya dan lebar untuk dua kursi roda secara pas-pasan V . Berbagai macam bentuk putaran kursi roda di pintu koridor dan kebutuhan luasannya 5) Ram.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. lebar untuk 1 arah=900mm. Kriteria dimensi ram ukuran 2 arah/jalan.18. disediakan pada area yang mempunyai perbedaan ketinggian lebih dari 1 trap. Gambar 5.16. Untuk ram yang tingginya lebih dari 3 trap diberikan pegangan/railing pada kedua sisinya.14 . Gambar 5.

19.21. Beberapa luasan minimal lift standar V .20.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Profil ukuran dan dimensi handrail yang nyaman Gambar 5.15 . Bentuk Handrail yang salah dan ketinggiannya 6) Lif. Gambar 5.

22.100 1.100 900 1.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Ketentuan umum untuk luasan area tunggu sebelum masuk lift tidak kurang dari 150 cmx150cm. 7) Door position Clearance width of door (mm) Width in the interior of lift cabin (mm) Dimensions of depth between hind wall and fore wall (mm) Middle arranged 900 2.500 Toilet.300ttt Any where 900 1.500 1. Pintu lift dilengkapi dengan sistem buka tutup otomatis interval waktu untuk tutup/buka harus lebih dari 20 detik.300 Side arranged 900 1.800 1. Gambar 5.16 . Berbagai macam cara perpindahan pengguna kursi roda pada toilet Gambar 5.400 2.23. Luasan ruang toilet V .

24. Beberapa contoh ukuran satandar luasan ruang toilet untuk difabel V .25.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Ketinggian peralatan di toilet Gambar 5.17 .

18 . Contoh Perbandingan besaran toilet berkebutuhan khusus (bagian paling kiri) dengan ruang toilet lainnya 8) Pancuran.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. c. Bilik pancuran (showe cubicles) harus memiliki tempat duduk yang lebar dengan ketinggian disesuaikan dengan cara-cara perilaku memindahkan badan pengguna kursi roda. d. Kunci bilik pancuran dirancang dengan menggunakan tipe yang bisa dibuka dari luar pada kondisi darurat (emergency). Bilik pancuran harus memiliki pegangan rambat (handrail) pada posisi yang memudahkan pengguna kursi roda bertumpu. Persyaratan a. Bilik pancuran dilengkapi dengan tombol alarm atau alat pemberi tanda lain yang bisa dijangkau pada waktu keadaan darurat. V . b.26.

Bilik pancuran dengan tempat duduk dan bak bak penampung V . Gambar 5. Pegangan rambat dan setiap permukaan atau dinding yang berdekatan dengannya harus bebas dari elemen-elemen yang runcing atau membahayakan g. Pintu bilik pancuran sebaiknya menggunakan pintu bukaan keluar. f.19 .27. Menggunakan kran dengan sistem pengungkit.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 e.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. berkumur atau gosok gigi yang bisa digunakan untuk semua orang. c. Ruang gerak bebas yang cukup harus disediakan di depan wastafel. Bilik pancuran tanpa tempat duduk 9) Wastafel.20 . Esensi Fasilitas cuci tangan. Pemasangan ketinggian cermin diperhitungkan terhadap pengguna kursi roda. Menggunakan kran dengan sistem pengungkit.28. b. d. e. cuci muka. V . Persyaratan a. Wastafel harus dipasang sedemikian sehingga tinggi permukaannya dan lebar depannya dapat dimanfaatkan oleh pengguna kursi roda dengan baik. Wastafel harus memiliki ruang gerak di bawahnya sehingga tidak menghalangi lutut dan kaki pengguna kursi roda.

30. Tipe wastafel dengan penutup bawah Gambar 5.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.21 .29. Ketinggian wastafel V .

Ketinggian telepon dipertimbangkan terhadap keterjangkauan gagang telpon terhadap pengguna kursi roda 80-100 cm. Telepon umum disarankan menggunakan tombol tekan. orang sakit. Penempatan kran wastafel Gambar 5. Esensi Peralatan komunikasi yang disediakan untuk semua orang yang sedang mengunjungi suatu bangunan atau fasilitas umum.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.32. Luasan yang dibutuhkan pengguna kursi roda 10) Telepon.22 .31. b. c. V . balita dan ibu-ibu hamil. Ruang gerak yang cukup harus disediakan di depan telpon umum sehingga memudahkan penyandang cacat untuk mendekati dan menggunakan telpon. orang tua. Persyaratan a. harus terletak pada lantai yang aksesibel bagi semua orang termasuk penyandang cacat.

f. khususnya untuk di kantor pos. Bagi tuna netra sebaiknya disediakan petunjuk telpon dalam huruf Braille dan dilengkapi juga dengan isyarat bersuara (talking sign) yang terpasang di dekat telpon umum. h. Telepon pada dinding dan Telepon dalam bilik V .33. perlu disediakan alat kontrol volume suara yang terlihat dan mudah terjangkau.23 .34. Telepon dengan gagang di atas Gambar 5. dengan ketinggian ± 75 cm.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 d. Bilik telepon dapat dilengkapi dengan kursi yang disesuaikan dengan gerak pengguna dan site yang tersedia. Gambar 5. g. Bagi tuna rungu sebaiknya disediakan "telepon text". bangunan komersial. e. Bagi pengguna yang memiliki pendengaran kurang. dan fasilitas publik lainnya. Panjang kabel gagang telpon harus memungkinkan pengguna kursi roda untuk menggunakan telpon dengan posisi yang nyaman.

• Semua pengontrol peralatan listrik harus dapat dioperasikan dengan satu tangan dan tidak memerlukan pegangan yang sangat kencang atau sampai dengan memutar lengan. orang sakit. • Stop kontak harus dipasang dekat tempat tidur untuk mempermudah pengoperasian sistem alarm. Perlengkapan dan Peralatan Kontrol. Gambar 5. seperti sistem alarm.24 . Sistem alarm/ peringatan • Harus tersedia peralatan peringatan yang terdiri dari sistem peringatan suara (vocal alarms).Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 i. Persyaratan-persyaratan a. orang tua. termasuk peralatan bergetar (vibraing devices) di bawah bantal. dan pencahayaan. tombol/stop kontak. b. sistem peringatan bergetar vibrating alarms) dan berbagai petunjuk serta penandaan untuk melarikan diri pada situasi darurat . balita dan ibu-ibu hamil) untuk melakukan kontrol peralatan tertentu. Tombol dan stop kontak Tombol dan stop kontak dipasang pada tempat yang posisi dan tingginya sesuai dan mudah dijangkau oleh penyandang cacat. Perletakan pintu dan jendela V .35. Esensi Merupakan perlengkapan dan peralatan pada bangunan yang bisa mempermudah semua orang (tanpa terkecuali penyandang cacat.

Perletakan elektronik penunjang V .37.25 . Perletakan peralatan listrik Gambar 5.36.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.

39. Perletakan peralatan penunjang lainnya Gambar 5.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Alternatif peralatan untuk penyandang cacat V .38.26 .

Perabot. Sebagian dari perabot yang tersedia dalam bangunan gedung harus dapat digunakan oleh penyandang cacat.27 . Persyaratan a. Esensi Perletakan/penataan lay-out barang-barang perabot bangunan dan furniture harus menyisakan/memberikan ruang gerak dan sirkulasi yang cukup bagi penyandang cacat. Dalam suatu bangunan yang digunakan oleh masyarakat banyak. termasuk dalam keadaan darurat. konperensi pertunjukan dan kegiatan yang sejenis maka jumlah tempat duduk aksesibel yang harus disediakan adalah: V . seperti bangunan pertemuan. b.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 c.

Meja persegi panjang V .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Meja bujur sangkar Gambar 5.42.41. Tinggi meja counter untuk penyandang cacat Gambar 5.40.28 .

29 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Tempat tidur tunggal V .44. Gambar potongan A-A Gambar 5. Gambar potongan B-B Gambar 5.45.43.

30 .47.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Tempat tidur ganda Gambar 5. Potongan A V .46.

Potongan B Gambar 5.50. Kotak obat-obatan V .49.48.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.31 . Potongan C Gambar 5.

apakah karakter terang di atas gelap. serta ketebalan huruf antara 1: 5 dan 1:10. telpon umum. • Nama fasilitas dan tempat. • Proporsi huruf atau karakter pada rambu harus mempunyai rasio lebar dan tinggi antara 3: 5 dan 1:1. Persyaratan Rambu yang digunakan: • Rambu huruf timbul atau huruf Braille yang dapat dibaca oleh tuna netra dan penyandang cacat lain. dll). • Rambu yang berupa tanda dan simbol internasional. penanda atau petunjuk. Persyaratan a. • Karakter dan latar belakang rambu harus dibuat dari bahan yang tidak silau. warna kontras. arah. Penggunaan rambu terutama dibutuhkan pada: • Arah dan tujuan jalur pedestrian. • Telepon dan ATM. • Rambu yang menerapkan metode khusus (misal: pembedaan perkerasan tanah.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 d. V . termasuk di dalamnya perangkat multimedia informasi dan komunikasi bagi penyandang cacat. Rambu dan Marka Esensi Fasilitas dan elemen bangunan yang digunakan untuk memberikan informasi. • Parkir khusus penyandang cacat. Karakter dan simbul harus kontras dengan latar belakangnya. • Rambu yang berupa gambar dan simbol sebaiknya dengan sistem cetak timbul. b.32 . • KM/WC umum. sehingga yang mudah dan cepat ditafsirkan artinya. atau sebaliknya.

dll. atau pada sepanjang koridor yang dilewati penumpang. V . • Fasilitas TV Text Bagi Tunarungu. • Satu kesatuan sistem dengan lingkungannya. KA. c. Jenis-jenis Rambu dan Marka Jenis-jenis Rambu dan Marka yang dapat digunakan antara lain: • Alarm Lampu Darurat Tuna Rungu. • Fasilitas Bahasa Isyarat (sign language).Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 • Tinggi karakter huruf dan angka pada rambu harus diukur sesuai dengan jarak pandang dari tempat rambu itu dibaca. bioskop. d. • Fasilitas Teletext Tunarungu. seminar. Diletakkan di dinding utara-barattimur-selatan pada ruangan pertemuan. Diletakkan di atas loket/informasi pada ruang lobby. • Cukup mendapat pencahayaan. Diletakkan di loket/informasi. ruang loket/informasi dan di atas pintu keberangkatan pada ruang tunggu airport bandara.33 . termasuk penambahan lampu pada kondisi gelap. Lokasi penempatan rambu: • Penempatan yang sesuai dan tepat serta bebas pandang tanpa penghalang. diletakkan/digantung pada pusat informasi di ruang lobby • Light Sign (papan informasi). • Tidak mengganggu arus (pejalan kaki dll) dan sirkulasi (buka/tutup pintu. dll). Diletakkan/digantung di atas loket/informasi pada ruang lobby. Diletakkan pada dinding diatas pintu dan lif. dan terminal. • Audio Untuk Tuna Rungu . pelabuhan. pos satuan pengaman yang menyediakan komunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Simbol penunjuk arah V .56. Simbol ram 2 arah dan telepon untuk penyandang cacat Gambar 5.55.54.51. Simbol tuna rungu dan tuna daksa Gambar 5. Simbol tuna netra Gambar 5. Simbol telepon dan ramp untuk penyandang cacat Gambar 5.53.52.34 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. Simbol aksesibilitas Gambar 5.

Fasilitas teletext tuna rungu V .58.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.59.57.35 . Perletakan lampu sesuai jarak dan sudut pandang Gambar 5. Alarm lampu darurat tuna rungu Gambar 5.

Perletakan rambu sesuai jarak dan sudut pandang 5.62.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.36 .2. Rencana Pengembangan Bangunan Asrama Taruna Susunan lay out pengembangan bangunan Asrama Taruna direncanakan sebagai berikut: V . Fasilitas tv text tuna rungu Gambar 5. Light sing (papan informasi) Gambar 5.60.61.2.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .37 .

38 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .

39 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .40 .

41 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .

42 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .

2.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5.3.43 . Rencana Pengembangan Bangunan Direktorat Susunan lay out pengembangan bangunan Gedung Direktorat direncanakan sebagai berikut: V .

2.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. Rencana Pengembangan Bangunan Auditorium Susunan lay out pengembangan bangunan Auditorium direncanakan sebagai berikut: V .44 .4.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .45 .

Gedung Pollux Baru dan Gedung untuk kuliah KALK yang ada di dalam Auditorium Lanyai 2 dan Lantai 3. Rencana Pengembangan Bangunan Gedung Perkuliahan Gedung perkuliahan yang direncanakan meliputi Gedung Pasis.46 .2. Gedung Betelgeuse.5.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. Adapun rencana penataan ruangruangnya adalah sebagai berikut: V .

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .47 .

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .48 .

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .49 .

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .50 .

51 .2. dan Laboratirium SHP Analitik di dalam satu gedung Lantai 3 dengan ketinggian dari lantai ke lantai + 5. Adapun rencana penataan ruang-ruangnya adalah sebagai berikut: V .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5.6. Rencana Pengembangan Bangunan Gedung Laboratorium Gedung laboratorium yang direncanakan akan menyatukan Laboratorium Navigasi. Laboratorium Engine Hall.00 meter.

Unsur-unsur ciri khas kapal dimasukkan melalui elemen bangunan seperti bentuk bukaan/jendela dan lain-lain. secara umum disesuaikan dengan konsep bangunan tropis. Langgam arsitektur yang digunakan adalah postmodern dengan pemasukan unsur-unsur ciri khas kapal dan arsitektur tropis indonesia. Secara umum sistem AC yang digunakan adalah sistem split karena lebih mudah dari sisi aplikasi dan perawatan Penghawaan pasif pada bangunan diantaranya diusahakan dengan menciptakan bukaan-bukaan pada bangunan sebagai jalan untuk keluar V . Estetika Bangunan (tampilan. penggunaan sorsoran sangat terlihat jelas pada tiap lantai bangunan (terutama asrama) sebagai salah satu perwujudan atau ciri dari arsitektur tropis.63. Penghawaan aktif pada banguanan adalah dengan penggunaan Air Condisioner (AC). Gambar 5. langgam arsitektur) Bangunan yang dihadirkan.2. penghawaan dan Kelembaban Penghawaan pada bangunan secara umum terbagi atas dua jenis yaitu penghawaan aktif dan penghawaan pasif.52 . Rencana Pengembangan Arsitektural Bangunan Gedung A. Bangunan asrama kompi D dan E Skala bangunan disesuaikan dengan peraturan tataguna lahan.7. kebutuhan ruang dan proporsi bangunan sekitar dalam site. skala bangunan.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. Kenyamanan Bangunan 1) Thermal. B.

Aliran udara merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan dalam perencanaan penghawaan bangunan karena aliran udara yang baik dapat memberikan kenyamanan yang optimal pada bangunan.53 . Eco Resort-Planning and Design for The Tropics V . Beberapa usaha dalam perencanaan aliran udara untuk bangunan seperti gambar berikut ini . Gambar 5. Sumber . Mengharirkan vegetasi sekitar bangunan dan neyediakan bukaan serta void pada bangunan Penggunaan void dalam bangunan berlantai juga dapat mengurangi panas didalam bangunan karena hawa dingin yang ada di lantai bawah akan menyebar naik ke lantai atas yang memiliki hawa lebih panas.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 masuk udara serta menhadirkan vegetasi disekitar bangunan untuk meredam panas dari lingkunga sekitar.64.

Berikut ini beberapa gambar acuan sebagai standar penghawaan pada bangunan. Eco Resort-Planning and Design for The Tropics Gambar 5.67. Penggunaan vegetasi yang dapat meneruskan aliran angin bada kondisi bagian bangunan tertentu Sumber . V .54 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.66. Geding PASIS dan NSC dan vegetasi disekitarnya Mengurangi panas/thermal di dalam bangunan direncanakan dengan penggunaan sorsoran atau overhang karena dapat membayangi bagian badan bangunan dari paparan panas matahari sehingga meminimalisir panas yang masuk ke dalam bangunan. Vegetasi sebagai pengatur aliran udara Gambar 5. Penggunaan sorsoran di rencanakan pada semua bangunan.65.

seperti contohnya laminated glass dan lain sebagainya. efektif untuk membayang dinding dari paparan panas matahari yang besar Sumber . namun dengan jenis kaca V . Ukuran overhang. Kaca biasa pada umumnya meneruskan panas kedalam bangunan sebesar 83% dari total panas yang diterimanya.55 . Eco Resort-Planning and Design for The Tropics Gambar 5.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Sumber .68. sedikit sekali yang di redam atau dipantulkan kembali. Selanjutnya panas pada bangunan yang masuk melalui bukaan dapat di minimalisir dengan penggunaan jenis material kaca tertentu yang dapat menghambat panas. Eco Resort-Planning and Design for The Tropics Gambar 5. Tenaman perdu untuk mengurangi panas yang dipantulkan dari permukaan tanah didepan bukaan bangunan.69.

71. V . Penggunaan shading atau bidang pantul cahaya matahari di bagian bukaan bangunan. Pencahayaan/Penerangan Cahaya matahari merupakan sumber cahaya alami untuk bangunan. Sumber . Jumlah panas yang diteruskan. Sumber .56 . Eco Resort-Planning and Design for The Tropics Gambar 5.70. diserap dan di pantulkan oleh kaca biasa C.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 tertentu panas yang diteruskan masuk kedalam bangunan dapat di hambat sampai kurang dari 60%. akan tetapi cahaya matahari yang berlebihan/cahaya matahari langsung akan menimbulkan panas pada bangunan sehingga dibutuhkan suatu usaha untuk menghambat cahaya langsung seperti dengan memanfaatkan cahaya pantulan langit atau bidang bangunan. Eco Resort-Planning and Design for The Tropics Gambar 5.

hemat tempat. gampang dirubah dan diatur sesuai fungsi tertentu. o optimalisasi vegetasi yang dapat meredam kebisingan di sekitar pagar bangunan yang berbatasan langsung dengan jalan surber kebisingan.57 . Fleksibilitas Ruang Fleksibelitas ruang yang dimaksud adalah penggunaan ruang yang multifungsi. Berikut ini adalah beberapa hal lain yang bisa dilakukakan. Kebisingan Kebisingan utama pada banguna di perkotaan adalah jalan raya sehingga perlu suatu usaha perencanaan yang dapat meredam kebisingan yang berasal dari jalan raya. V . jadi pembatas ruang. kebisingan juga bisa berasal dari dalam sistem mekanikal elektrikal pada bangunan atau didalam site bangunan selain itu juga bisa berasal dari bangunan itu sendiri yang geteran ataupun gesekan pada elemen bangunan tertentu akibat tiupan angin dan sebagainnya. o Pemilihan jenis meterial yang digunakan untuk bangunan adalah material yang baik untuk meredam suara o Desain bangunan yang tepat (memperhatikan posisi dan kondisional untuk masin2 tertentu pada bangunan yang mengeluarkan getaran dan bunyi bising) o Pemasangan bahan/elemen bangunan yang kuat dan tepat sehingga dapat menghindari terjadi kebisingan dari getaran yang ditimbulkan bangunan di kondisi tertentu E. perabotan multifungsi yang bisa digesar.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 D. misalnya seperti penggunaan dinding yang tidak permanen dengan menggunakan partisi gypsum (estetika ruang tetap terkaga). mudah diatur dan sebagainya. Jalan raya di kampus PIP berada di sebelah selatan lahan yang merupakan area pintu masuk utama kmapus sehingga pada area ini diperlukan banyak vegetasi sebagai salah satu alternatif meredam kebisingan dari jalan raya.

58 . h) Tinggi maksimum tidak membahayakan jaringan listrik dan lalu-lintas disekitarnya. Dinding partisi 5. goole search engine Gambar 5.72. g) Tinggi minimum saat baru tanam 3. f) Jarak minimum antar pohon 5. d) Tidak mudah tumbang.00 meter. dan sekeliling taman aktif (lapangan olah raga). V . Rencana Pengembangan RTH 1) Tanaman sebagai pelindung dan peneduh Diterapkan pada sekeliling luar site. b) Percabangan minimum 2. di tepi trotoar yang tidak beratap. Jenis tanaman yang dapat dipergunakan sebagai tanaman peneduh antara lain dengan kriteria: a) Ditempatkan pada jalur hijau dengan lebar minimum 2. e) Berdaun rapat sepanjang musim. sebagai peneduh pada tamantaman pasif.50 meter.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Sumber .00 meter diatas tanah.00 meter. ruang belajar di luar.3. c) Ditanam secara berbaris. sebagai peneduh untuk jalur jogging track.

Angsana (Pterocarpus indicus).59 . Bungur (Lagerstroemia floribunda). a) Bungur b) Angsana c) Flamboyan d) Tanjung 2) Tanaman sebagai peredam kebisingan Diterapkan pada area depan Gedung Betelgeuse. b) Membentuk massa. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis). V . dan Oleander (Nerium oleander). c) Berdaun rapat. Teh-tehan pangkas (Acalypha sp). Tanjung (Mimusops elengi). Jenis tanaman ini yaitu: Tanjung (Mimusops elengi). Kiara payung (Filicium decipiens). Flamboyan (Delonix regia). d) Berbagai bentuk tajuk. dan depan Asrama Kompi serta depan perumahan Rusun dan Apartemen. Jenis tanaman yang berfungsi sebagai peredam kebisingan mempunyai kriteria: a) Terdiri dari pohon dan dikombinasi dengan perdu/semak. Gedung Pasis. Bugenvil (Bogenvillea sp).Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Jenis tanaman ini yaitu: Kiara Payung (Filicium decipiens).

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 a)Kiara Payung b) Tanjung c) Teh-tehan d) Bugenvil 3) Tanaman sebagai penyerap polusi udara Diterapkan di sekeliling site PIP Semarang yang dikelilingi jalan lokal. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata}. Jalur ini yang dimaksud diprioritaskan pada sisi barat. Areca Palm (Chrysalidocarpus lutescens).60 . Pohon Karet Hias (Ficus Robusta). dan disekeliling tempat parkir mobil diluar lantai dasar bangunan gedung. b) Jarak tanaman rapat. dan Peace Lily (Spathiphyllum cochlearispathum). Tanaman yang dimaksud dengan ciri-ciri yang dibutuhkan mempunyai kriteria: a) Berdaun tebal dan lebat. Pohon Kelengkeng (Dimocarpus longan). Raya Singosari. yaitu Jl. Prioritas penanaman pada jalur jalan yang paling padat kendaraan dan pejalan kaki. c) Terdiri dari pohon dan perdu/semak. V . Jenis tanaman untuk fungsi ini antara lain: Sawo Kecik (Manilkara kauki).

Clematis. c) Berbagai bentuk tajuk atau rambatan. Yang dimaksud yaitu tanaman ini ditanam diantara Gedung Pasis dengan Asrama Taruna Kompi D dan E. Tanaman jenis ini antara lain: tanaman Bambu Jepang (Arandinari Japonica). perdu ataupun semak. tanaman merambat seperti Sangga Langit (Ipomea quamoclit). Tanaman jenis ini mempunyai kriteria Antara lain: a) Terdiri dari pohon.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 a) Sawo Kecik b) Pohon Lengkeng c) Karet Hias d) Areca Palm 4) Tanaman sebagai barrier/pemisah zona Tanaman sebagai penghalang diterapkan pada khususnya zona privat dan zona publik. b) Ditanam sangat rapat sebagai penghalang pandangan. a) Bambu Jepang b) Sangga Langit c) Morning Glory d) Tunbergia 5) Tanaman sebagai pengarah sirkulasi V . Pasiflora ataupun Tunbergia (Thunbergia grandiflora). atau tanaman yang ditanam sangat rapat. Morning Glory (Ipomoea purpurea). Sebagai tanaman pemisah dapat berupa tanaman merambat di bidang ram kawat loket.61 .

5. dll). Tanjung (Mimosups Elengi). tanaman merambat yang dapat mengikuti bentuk wadahnya (untuk peneduh. dan Glodogan Tiang (Polyathea longifolia).62 . Keselamatan (Safety) b. Keamanan (Security) V . Lontar (siwalan) (Borassus flabellifer). lurus dan ramping.00 meter sd 5. Bentuk tanaman untuk fungsi pengarah biasanya mempunyai kriteria Antara lain: a) Berbatang tunggal. d) Ditanam dengan jarak tertentu sekitar 3. b) Berdaun sedikit. a) Palem Raja b) Pinang Jambe c) Lontar d) Glodogan Tiang 6) Tanaman sebagai fungsi estetika Tanaman yang berfungsi sebagai estetika adalah tanaman yang pada umumnya berjenis perdu yang berwarna warni. c) Batang tunggal atau tidak bercabang. Rencana Struktur Dalam upaya melakukan perancangan struktur diperlukan konsep rancangan yang mampu menjawab permasalahan dengan memahami syarat utama kekuatan bangunan. Persyaratan tersebut adalah bahwa rancangan bangunan dengan pemanfaatannya harus memenuhi 3 aspek penting yaitu: a.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Tanaman pengarah sirkulasi digunakan untuk mengarahkan orang ke tempat-tempat yang dianggap paling penting.00 meter.4. Tanaman untuk jenis yang dimaksud meliputi: Palem Raja (Oreodoxa regia). Keberlanjutan (Sustainability) c. Pinang jambe (Areca catechu).

maka diperlukan adanya penanganan khusus karena lahan dengan jenis tanah tersebut kurang stabil untuk didirikan bangunan diatasnya dan titik pencapaian ke tanah keras cukup dalam.63 . Biaya lebih murah dibandingkan dengan jenis pondasi dalam lainnya 3. Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi. Rancangan Struktur Pondasi Dari kondisi tanah yang ada di lokasi maka disarankan untuk pondasi bangunan menggunakan pondasi dalam dengan jenis tiang pancang. Penggunaan alat pancang yang berupa hidrolis atau injeksi dapat mengurangi getaran akibat pukulan saat pemancangan dilaksanakan. karena dapat langsung diarahkan ke tanah keras.4. Kualitas lebih terjamin karena merupakan produk fabrikasi yang mudah dalam kontrol kualitasnya 4. dimana dapat dicapai daya dukung yang lebih baik. Pengerjaan relatif cepat dan pelaksanaannya lebih mudah 2. penentuan bahan tiang pancang tergantung dari hasil tes yang lebih detail pada saat proses perencanaan dan konstruksi akan dilakukan.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Dilihat dari kondisi tanah di lahan Kampus PIP yang merupakan tanah lunak sehingga menyebabkan lahan tidak padat. Sebagai tambahan. Alasan penggunaan pondasi tiang pancang adalah sebagai berikut: 1. Untuk pelaksanaan pemancangan diperlukan penggunaan alat pancang yang berupa hidrolis atau injeksi. Dapat diketahui langsung daya dukungnya. Pondasi tiang pancang ini juga berguna untuk menahan gaya angkat akibat tingginya muka air tanah dan gaya dinamis akibat gempa. Tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya vertikal yang diakibatkan oleh beban mati dan beban hidup dari bangunan serta gaya lateral yang diakibatkan oleh beban angin dan gempa. V .1. Penggunaan alat pemancang yang berupa hammer tidak diperkenanakan. Hal ini akan dapat mengakibatkan kerusakan yang berupa retak-retak pada bangunan yang sudah ada. Pondasi tiang pancang digunakan untuk mentransfer beban yang dipikul pondasi (struktur serta penggunanya) ke lapisan tanah yang dalam. 5.

• Alternatif solusi 3: Metode pemancangan yang bergerak dari tepi perimeter bangunan menuju ke bagian pusat bangunan. Tiang pancang V . • Alternatif solusi 2: Membuat galian (parit) di sekeliling bangunan yang pondasinya menggunakan tiang pancang. Parit ini berfungsi untuk melokalisasi tanah yang terdesak akibat tiang pancang. Bentuk Pondasi Tiang Pancang.64 . Lebar parit bervariasi antara 1-2 m dengan kedalaman yang juga bervariasi antara 2-3 m.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5. dengan cara menggunakan tiang pancang dengan diameter yang relatif besar (diameter 50 – 60 cm).73. Dimensi parit bisa bervariasi tergantung kebutuhan jumlah tiang pancang pada bangunan. Ada beberapa solusi untuk masalah tersebut: • Alternatif solusi 1: Meminimalisir jumlah tiang pancang. sehingga menghasilkan daya dukung per tiang yang cukup besar. Penggunaan tiang pancang yang cukup banyak memang dapat membuat tanah terdesak dan dapat mengganggu lingkungan di sekitarnya.

Adapun ketentuan-ketentuan/perturan yang digunakan untuk sistem struktur ini adalah sebagai berikut: 1. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan SNI 03. Rancangan Struktur Kolom-Balok Kolom sebagai elemen tekan juga merupakan elemen penting pada konstruksi.2. secara sederhana balok dan kolom digunakan sebagai elemen penting dalam konstruksi.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 yang berada pada perimeter bangunan dapat berfungsi sebagai cerucuk yang sedikit banyak mampu menahan desakan tanah akibat tiang pancang yang berada pada bagian pusat bangunan. Pada sistem ini.I18 Tahun 1983. baja atau gabungan keduanya. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPI) N. Dengan ukuran kolom menyesuaikan hasil perhitungan pada saat proses perencanaan begitu pula dengan struktur baloknya. Tata Cara Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Tata cara Pengadukan dan Pengecoran Beton SNI 03-3976-1995 6.65 . Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. 7. Bahan struktur kolom-balok dapat berupa beton. V . SNI 032847-2002. 2.17262002 4. Peraturan-peraturan lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat yang berkaitan dengan permasalahan bangunan.4. SNI 031729-2002. 5. 5. Sistem post and beam terdiri dari elemen struktur horisontal (balok) diletakkan sederhana di atas dua elemen struktur vertikal (kolom) yang merupakan konstruksi dasar yang digunakan sejak dulu. 3. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.

Adapun estimasi kebutuhan beban listrik untuk PIP adalah sebagai berikut: 1) Gedung Kelas Pasis.822 11.60 558.788 3.466 7.644 3.032 201.2 3.110 V .60 558.516 16.60 4.822 57.172 33. 5.1.5.172 33.676 307.220 114.172 33.990 2.6 KEBUTUHAN DAYA (Kva) Lampu Stop Kontak AC 30W/m2 20W/m2 60W/m2 16.758 11.540 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) 67.758 11.822 11.516 16. Rencana Kebutuhan Elektrikal Perhitungan beban listrik dilakukan untuk setiap blok bangunan dengan pendekatan kebutuhan penerangan dengan luas per m2 yang dilengkapi dengan kebutuhan daya untuk sambungan listrik dan daya untuk pengkondisian udara dengan AC.5.2 382.000 350.466 7.644 3.644 3.660 97.466 7.644 3.644 3.516 16.758 11.758 11. Rencana Mekanikal dan Elektrikal 5.822 11.351.758 11.516 16.172 33.330 38.66 . Ilustrasi Bentuk Sambungan Kolom Balok.516 100.60 558.000 2) Asrama Kompi D dan E Lantai 1 2 3 4 5 P L Luas m2 39 39 39 39 39 14 14 14 14 14 546 546 546 546 546 Luas m2 Asumsi 70% 382. Lantai 1 2 3 4 5 6 P L Luas m2 42 42 42 42 42 42 19 19 19 19 19 19 798 798 798 798 798 798 Luas m2 Asumsi 70% 558.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gambar 5.096 368.461 19.172 33.758 11.466 7.60 558.172 33.2 382.60 558.516 16.793 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Lampu Stop Kontak Fan 30W/m2 20W/m2 10W/m2 11.466 7.230 400.2 382.822 11.74.2 382.

00 508.00 1.40 1.344.00 21.00 21.016.736 26.00 1.512.182 215.058.000 730.504.736 26.310 Luas m2 KEBUTUHAN DAYA (Kva) Lampu Stop Kontak AC 30W/m2 20W/m2 60W/m2 13.752.00 31.058.058.8 1.504.00 21.910 23.00 31.640 790.910 23.40 1.504.940 71.058.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) 160.460 143.40 1.512.710 1.00 63.820 7.168.096.67 .168.00 63.00 31.504.00 31.00 63.00 JUMLAH BEBAN 12.504.940 71.910 23.00 63.00 21.736 26.40 1.752.97 1.752.910 23.512.97 1.752.97 1.512.208 13.940 71.512.104 8.00 31.104 8.920 5) Gedung Direktorat KEBUTUHAN DAYA (KVA) LOKASI LUAS M2 ARSITEK LUAS M2 ASUMSI 70% LAMPU 30W/M2 STOP KONTAK 20W/M2 AC 60W/M2 LANTAI 8 LANTAI 7 LANTAI 6 LANTAI 5 LANTAI 4 LANTAI 3 LANTAI 2 LANTAI 1 1.00 21.40 1.00 169.168.40 1.208 78.208 39.000 4) Gedung Auditorium P L Luas m2 57 57 57 57 57 57 30 30 30 30 30 30 1.504.058.512.260 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) Luas m2 Asumsi 70% 1.710 1.910 23.512.820 35.020 658.710 1.168.312 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) 26.00 21.40 31.00 1.00 63.208 13.350 800.8 436.00 21.058.504.144 120.058.00 63.752.00 63.624 144.000 160.00 1.512.872 1.8 436.710 Lantai 1 2 3 4 5 6 10.00 1.710 1.00 63.168.752.168.40 1.000 160.00 8.00 1.104 8.820 35.00 V .752.940 71.00 1.032.820 35.058.820 35.820 35.97 1.910 23.000 3) Laboratorium Terpadu Lantai 1 2 3 P L 39 39 39 16 16 16 624 624 624 Luas m2 Asumsi 70% 436.120 160.20 254.168.00 31.97 1.00 1.00 21.940 71.710 1.168.467.752.97 KEBUTUHAN DAYA (Kva) Lampu Stop Kontak AC 30W/m2 20W/m2 60W/m2 35.940 71.000 430.504.00 31.

F (tanpa AC) A.000 200.260 100.144 12. Gedung Asrama Kompi A Lantai P L 1 2 3 4 5 54 54 54 54 54 16 16 16 16 16 Luas m2 Luas m2 Asumsi 70% 864 864 864 864 864 4.300 3.720 60.600 184.000 100.160 18.450 6.8 604.150 37.160.080 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 10W/m2 18.800 25.300 3.800 157.8 604.400 616 616 616 616 616 3.480 12.68 .048 18.096 6.300 3.024 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 10W/m2 18.800 315 315 315 315 1.000 200.048 18.000 12.400 61.160 18.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 (kVA) TOTAL BEBAN ( kVA) TOTAL KEBUTUHAN DAYA (kVA) KAPASITAS TRAFO (kva) KAPASITAS GENSET (kVA) 931. Gedung Asrama Kompi B dan C Lantai P L 1 2 3 4 5 55 55 55 55 55 16 16 16 16 16 Luas m2 Luas m2 Asumsi 70% 880 880 880 880 880 4.160 18. B dan C.080 200.320 6.048 18.160 92.144 12.300 3.144 12.8 604.320 6.480 12.096 6.096 6.480 181.320 6.450 6.144 12.096 6.480 12.240 B.800 C.480 12.144 12.096 6.200 75.00 776.8 604.00 1000 Kva 1000 Kva 6) Gedung Asrama Kompi A.600 V .8 3.450 6. Gedung Asrama Kompi F Lantai P L 1 2 3 4 45 45 45 45 10 10 10 10 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) Luas m2 Luas m2 Asumsi 70% 450 450 450 450 1.320 6.260 KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 10W/m2 9.320 6.600 64.440 154.048 18.000 30.320 604.000 30.150 9.392.150 9.150 9.450 6.160 18.048 90.480 12.224 200.

696 8) Gedung Poliklinik Luas m2 Asumsi 70% Lantai P L Luas m2 1 2 3 19 19 19 16 16 16 304 304 304 212.60 1293.768 70.8 212.616 232.848 1.60 1293.872 77.776 725.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 7) Gedung Betelgeuse Baru (Jurusan Teknika).808 25.848 1.232 853.69 . dan Gedung Pollux Baru (Jurusan Nautika).872 77.384 4.848 155.000 900.808 25.768 6.690 100.152 12.848 1293.872 77.256 12. masing-masing membutuhkan: Luas m2 Asumsi 70% Lantai P L Luas m2 1 2 3 4 5 6 84 84 84 84 84 84 22 22 22 22 22 22 1.60 11.8 212.000 100.616 38.60 1293.088 7.616 38.616 38.872 77.710 900.872 77.384 V .000 6.60 1293.616 38.616 38.256 12.808 25.000 465.848 1.384 4.224 59.808 25.762 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 60W/m2 38.808 25.60 1293.384 4.872 77.768 6.848 1.808 25.8 912 638 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 60W/m2 6.848 1.768 19.256 12.

203 51.000 250.304 114.04 383.610 25.6 1.203 51.229 1.6 25.852 38.928 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 60W/m2 19.830 11.491 7.6 2.4 11.04 383.805 17.556 19.661 3.754 1.219 567.829 103.830 11.852 38.805 17.912 97.805 17.229 1.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 9) Apartemen Dosen Luas m2 Asumsi 70% Lantai P L Luas m2 1 2 3 4 5 6 48 48 48 48 48 48 25.661 3.229 1.491 7.4 11.556 212.278 12.16 860.830 11.830 11.805 17.152 11) Guest House Luas m2 Asumsi 70% Lantai P L Luas m2 1 2 3 34 34 34 27 27 27 918 918 918 642.706 482.70 .161 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu AC Kontak 30W/m2 20W/m2 60W/m2 25.661 3.610 25.556 19.04 2.16 860.373 5.203 51.830 57.4 547 547 547 547 547 383.491 7.04 383.000 600.229 1.6 25.4 11.610 25.000 150.456 38.203 51.278 12.203 51.610 25.278 12.000 115.658 10) Rusun Karyawan (asumsi penghuni menggunakan penyejuk udara Fan) Luas m2 Asumsi 70% Lantai P L Luas m2 1 2 3 4 5 48 48 48 48 48 11.6 642.4 11.675 150.805 17.16 860.661 3.058 180.6 25.556 57.04 383.661 3.16 860.229 1.203 51.610 25.16 7.834 38.491 7.000 19.6 25.852 38.915 Jumlah beban (Kva) Total Beban (Kva) Total Kebutuhan Daya (Kva) Kapasitas Trafo (Kva) Kapasitas Genset (Kva) KEBUTUHAN DAYA (Kva) Stop Lampu Fan Kontak 30W/m2 20W/m2 10W/m2 11.736 1.610 154.550 600.249 250.229 860.491 7.668 Dapat disimpulkan bahwa penempatan Genset dengan Rumahnya dan sebagainya harus dibagi menjadi 4 lokasi dengan luas minmum Rumah V .6 642.805 17.000 309.6 25.16 860.

75.71 . pada gedung-gedung tertentu direncanakan menggunakan energi alternatif dengan menggunakan sel surya yang dipasang pada satu sisi bidang atap. V . dan Asrama Taruna. Bangunan Gedung yang direncanakan menggunakan sel surya yaitu Gedung Auditorium. Direncanakan penempatan Genset pada Site adalah sebagai berikut: Gambar 5. Gedung Direktorat.76. 1 2 Gambar 5. Rencana Jaringan Listrik. Lay Out Perletakan Genset. Dalam upaya mengatasi keterbatasan suplai energi listrik dari PLN.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Genset adalah 216 m2 (12 x 18) m2.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. maka standar penggunaan air bersih per-orang per-hari adalah sebagai berikut: NO 1 2 3 PENGGUNAAN GEDUNG Rumah Tinggal Rumah Susun Asrama PEMAKAIAN AIR SATUAN 120 100 120 Liter/orang/hari Liter/orang/hari Liter/orang/hari V . 5. Sesuai dengan standar SNI 037065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing. Meskipun yang akan diterapkan menggunakan sistem indoor namun penempatan outdoor unit harus diperhitungkan penempatan ruang penyokongnya agar secara estetika tidak mengganggu dari tampak luarnya.5.72 . Kebutuhan air bersih dihitung untuk setiap bangunan dengan fungsi tertentu dengan memperhitungkan kebutuhan per-orang per-hari. Rencana Kebutuhan Mekanikal Rencana Mekanikal terdiri dari rencana suplai air bersih dan rencana penyediaan air bersih dan hidran untuk pemadaman kebakaran.5.5. Rencana kebutuhan energi untuk pendinginan AC telah dihitung pada table kebutuhan listrik pada Sub-bab 5.1 diatas.2. Rencana Kebutuhan Tata Udara Sistem tata udara yang akan diterapkan pada setiap bangunan gedung harus diperhitungkan dengan beban pendinginan maksimum agar tidak melebihi beban tetap struktural.3.

40 2 x 2 x 4 x 8 9 Gedung Betelgeuse 1540 80 123.60 1.5 x 3 x 5 1.00 20 50 1.000 70.5 x 3 x 5 5 Asrama Kompi E 168 120 20.12 2 x 4 x 10 2 Asrama Kompi B 280 120 33.160 20.360 15.00 13 Gedung Direktorat 1720 50 86.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO PENGGUNAAN GEDUNG PEMAKAIAN AIR SATUAN 4 Poliklinik 500 Liter/tempat tidur/hari 5 Kantor 50 Liter/orang/hari 6 Auditorium 25 Liter/orang/hari 7 Masjid 15 Liter/orang/hari 8 Ruang Kelas/Laboratorium 80 Liter/siswa/hari 9 Kantin 15 Liter/orang/hari Sumber: SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing Maka kebutuhan air bersih untuk setiap bangunan gedung adalah dan ukuran tendon air bawah yang perlu disediakan adalah sebagai berikut: No GEDUNG Jumlah Pemakaian Penghuni Air (Org) (L/org/hari) Jumlah Air (L/hari) Jumlah Air (M3/hari) Ukuran Tandon Bawah (M3) 1 Asrama Kompi A 576 120 69.44 Rencana penempatan tandon air bawah pada setiap bangunan dikaitkan dengan penempatan tandon air atas yang tersedia pada bagian atap bangunan.5 x 4 x 6 4 Asrama Kompi D 168 120 20.16 1.5 x 7 (menjadi 8.000 16.5 x 2.440 2 x 4 x 10 1.200 86.400 122.5 x 2 x 3 (menjadi 1.600 33. Untuk tandon air bawah sebagaimana telah dihitung untuk cadangan kebutuhan pemadaman kebakaran dan kebutuhan air bersih di setiap bangunannya.73 .00 satu dengan Auditorium) 19.5 x 2.5 x 4 x 6 3 Asrama Kompi C 280 120 33. maka untuk kebutuhan air hidran V .5 x 3 x 5 16 Rusun Karyawan 160 100 16.5 x 5 7 Asrama Taruni 152 120 18.20 1.160 20.16 1.24 8 Gedung Pasis 1530 80 122.240 18.5 x 5 10 Gedung Pollux 1.000 7.5 x 3 x 5 11 Gedung Lab Terpadu 12 Gedung Auditorium 2800 25 70.600 33.000 18 Garasi JUMLAH TOTAL Sumber: Hasil Perhitungan.36 1.60 1.5 x 3 x 5 6 Asrama Kompi F 128 120 15.000 15 Apartemen Dosen 160 120 19.800 16.00 17 Guest House 28 250 7.80 1.20 2 x 2 x 4 x 8 2020 80 161.600 161.200 123. Kebutuhan tandon air atas pada setiap bagian tandon air bawah adalah sebesar 1/3 dari volume setiap tandon air bawah.120 69. 2013 11956 841.60 2 x 2 x 4 x 10 210 80 16.00 satu dengan Musholla) 841.000 14 Gedung Poliklinik 16 500 8.00 2 x 2 x 3.

2. 5.00 x 7. Penataan Jalur Drainase Dengan dibangunnya gedung baru.00 m3.74 .00 x 3.1. dengan metoda daur ulang.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 membutuhkan ruang tandon air bawah (GWT) berukuran 8. Rencana Penempatan Tandon Air Bawah dan STP.6. Pengaliran aliran limpasan air hujan dilakukan secara gravitasi dengan melihat elevasi tanah yang ada. Untuk mencegah mengalirnya genangan dari luar kawasan pada saat curah hujan tertinggi dan genangan di dalam kawasan PIP V .6.77. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Rencana Pengolahan Air Limbah Untuk kebutuhan instalasi biotank berupa STP membutuhkan ruang sebesar 80% dari setiap tandon air bawah. kawasan terbuka hijau yang ada pada saat ini berfungsi sebagai lapangan sepak bola difungsikan sebagai polder penampungan air hujan.6. 5. Rencana Penataan Drainase Kawasan 5. Saluran drainase yang lama tidak dapat digunakan lagi karena dimensinya sangat kecil. Rencana Kebutuhan Utilitas 5.2. Penataan jalur dan daerah layanan disesuaikan dengan konstruksi dan perangcangan desain pengembangan kawasan PIP Semarang.1. Rencana penempatan tandon air bawah dan STP pada setiap blok bangunan adalah sebagai berikut: Tandon Air Bawah STP Gambar 5. maka diperlukan juga pembangunan saluran drainase baru dengan membongkar dan menata kembali saluran drainase eksisting yang ada saat ini. GWT ini disediakan pada setiap cluster kelompok bangunan.6.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 telah melebihi 30 cm. Sebaiknya saluran drainase dibuat tertutup untuk menghindari air hujan menjadi media pengembangan penyakit. 5. Pembuatan Sumur Resapan dan Biopori Pada pipa penyalur air hujan dari atap bangunan disalurkan menuju sumur resapan.6. Drainase Kota Drainase Lingkungan Polder Pintu Air Gambar 5.78. Sedangkan pada ruang-ruang RTH yang ada dibuatkan biopori setiap jarak 5 m ke arah panjang dan lebar bidang RTH atau setiap lubang biopori melayani luas bidang RTH 20 m2. Pembuatan sumur resapan dan biopori dimaksudkan agar air hujan yang dialirkan menuju saluran kota tidak berlebihan.2. genangan di dalam polder melebihi ketinggian 60 cm.3. Pada saat terjadi genangan di dalam kawasan PIP yang lebih tinggi dari 30 cm.75 . Hal ini dimaksudkan agar terjadi peresapan maksimum air hujan sebelum terbuang ke saluran drainase kota.2. Rencana Jaringan Drainase Kawasan PIP Semarang. Saluran Drainase Dimensi saluran drainase di dalam lingkungan adalah 50 x 50 cm dari beton pracetak yang dasarnya berlubang untuk meresapkan air hujan.2. maka pintu-pintu masuk kawasan dan semua saluran keluar kawasan yang ada ditutup dengan pintu air. V . maka air di dalam polder dipompa keluar kawasan ke drainase sekunder kota. 5. Pada setiap jarak 100 m dibuat bak kontrol untuk memudahkan perawatan saluran. mereduksi terjadinya banjir dan menambah tersedianya air tanah.6.

dressing bedah. V . Sampah medis yang mungkin ada adalah limbah radioaktif. Sampah klinis jenis ini sangat infeksius. Kontainer ini dapat meleleh dan menyelimuti sampah tajam tersebut berbentuk padat. limbah farmasi.76 .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. poliklinik. swab dan semua limbah terkontaminasi dari daerah ini. Sampah dari laboratorium yang bersifat sitotoksis dimasukkan dalam kontainer plastik yang kuat dan anti bocor. limbah infeksius. limbah benda tajam. Sampah secara umum terbagi atas sampah kering dan sampah basah. Kontainer harus kuat dan anti bocor. Sampah kategori ini diberi wadah kantong plastik kuning yang kuat dan anti bocor. Sumber sampah kering dan basah yang merupakan sampah domestik berasal dari ruang kerja. Sampah klinis didominasi oleh kapas yang terkontaminasi darah maupun obat. Jika sampah bahan kimia dan farmasi tersebut belum digunakan tetapi tanggal kedaluarsa telah dilalui. Sampah bahan kimia dan farmasi dimasukkan dalam kantong plastik coklat. laboratorium. sedapat mungkin dikembalikan ke distributor. Sampah padat yang terdiri dari syringe bekas. Perletakan tempat sampah di tempat terbuka dengan jarak maksimal 20 m. cartridge. Sampah jenis ini juga bersifat infeksius. pecahan gelas dan benda tajam lainnya harus ditampung pada satu kontainer berwarna kuning. Rencana Pengelolaan Persampahan Penanganan sampah kawasan PIP Semarang dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI. jarum suntik. asrama taruna maupun dari dapur. ruang operasi dikumpulkan dan dikelolakan pembuangannya melalui Pihak Ketiga yang ditunjuk dan mempunyai ijin pengangkutan limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup.3. Sampah domestik tidak dibuang ataupun dibakar di tempat terbuka.6. agar pengguna kawasan mudah membuang sampah. selan sampah medis dari poliklinik. limbah patologi. tetapi dikumpulkan di TPS dan dibuang ke TPA oleh Dinas Kebersihan. limbah sitotoksis. Sampah klinis yang berasal dari Poliklinik yang ditingkatkan statusnya menkadi Poliklinik Utama mempunyai ruang perawatan. Kantong plastik harus distrerilisasi terlebih dahulu sebelum dibawa ke luar ruangan. limbah kimiawi.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Sampah yang bersifat radiokatif dikemas dan diangkut sesuai dengan peraturan yang berlaku dan diserahkan ke BATAN untuk penanganan lebih lanjut. Pemgumpulan dan pengangkutan sampah klinis. Semua sampah jenis ini tidak boleh dibakar atau dibuang ke TPA. Rencana Pentahapan Pembangunan 5.79. Lokasi juga harus mudah diakses oleh truk sampah.77 . Proses pengumpulan dilakukan menggunakan peralatan pembantu. sebelum diserahkan ke pihak ketiga. Lokasi TPS dibuat di area yang jauh dari area sensitif namun harus mudah diakses oleh proses pengumpulan dan proses pembuangan ke TPA.7. Jadi pada Tahap I dilakukan pembangunan V . TPS Rute Pengangkutan Gambar 5. Hal ini disebabkan sampah klinis mempunyai resiko yang tinggi terhadap kesehatan. Untuk sampah domestik basah tidak boleh lebih dari 1 x 24 jam.7. Rencana Pengelolaan Sampah Kawasan PIP Semarang.1. Di kawasan PIP Semarang pengumpulan sampah umum dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Rencana Tahap I Rencana Tahap I dimulai pada Tahun 2014 dengan melaksanakan kegiatan pembangunan bangunan gedung yang sudah tidak berfungsi optimal atau sangat jarng dipergunakan. 5. Hal ini untuk menghindari terbentuknya lindi sampah yang berbau busuk dan menemari lingkungan. misalnya kereta troli. Proses pengumpulan dan pengangkutan sampah padat ke lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) dilakukan dengan waktu berkala. Ada dua gedung yaitu Gedung Auditorium dan bekas Laboratorium Navigasi di sisi utara. dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 1 x 12 jam.

Tahap I dilaksanakan untuk Gedung Auditorium dan Gedung Laboratorium Navigasi disebabkan Gedung Auditorium pada saat ini elemen-elemen bangunannya mengalami kerusakan. Diperkirakan rencana pembangunan akan memakan waktu 2 (dua) tahun anggaran Negara dari Tahun 2014-Tahun 2015.80. ruang-ruang yang tersedia akan difungsikan untuk mengalihkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada Tahap II berikutnya.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Gedung Auditorium setinggi 6 (enam) lantai pada lokasi eksisting dan Gedung Kuliah PASIS setinggi 6 (enam) lantai termasuk lantai dasar untuk parkir pada lokasi Laboratorium Navigasi. yaitu relokasi perkuliahan Gedung Betelgeuse ke Gedung Pasis baru dan Asrama Kompi B dan C pada Gedung Auditorium baru. dan Gedung Laboratorium Navigasi peralatannya tidak berfungsi beberapa bagian. Dengan demikian kegiatan konstruksi pada dua lokasi ini diharapkan tidak akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar yang rutin dilaksanakan. Setelah selesainya konstruksi dan difungsikannya Gedung Auditorium dan Gedung Pasis ini pada Tahun 2015. EKSISTING Tahun 0 2013 Gambar 5.78 . Adaptasi ruangan sementara dari Asrama Kompi B dan C ke Gedung Auditorium baru dilakukan dengan melakukan penyekatan ruang sementara sesuai dengan ukuran ruang tidur taruna pada Kompi B dan Kompi C.Kondisi eksisting sebelum dimulainya Tahap I pembangunan V .

2015 Gambar 5. Agar proses pembangunan tidak mengganggu kegiatan yang ada. Bersamaan dengan ini juga dilaksanakan pembangunan untuk Gedung Betelgeuse dengan memindahkan ruang perkuliahan yang ada pada Gedung Pasis baru.2015 2014 .79 . Rencana Pembangunan Tahap I untuk Gedung Auditorium dan Gedung Pasis Tahun 2014-2015 5. ketentuan-ketentuan pelaksanaan termasuk di V . Sedangkan para karyawan disosialisasikan satu tahun sebelumnya untuk berpindah tempat tinggal diluar lokasi kawasan PIP Semarang. maka relokasi taruna dari Asrama Kompi B dan Asrama Kompi C ditempatkan pada Gedung Auditorium pada Lantai 2. Pada saat konstruksi dimulai. Rencana Tahap II Rencana Pembangunan PIP Semarang pada Tahap II dilaksanakan untuk Gedung Asrama Kompi B Baru dan Asrama Kompi C Baru dengan membongkar seluruh bangunan Rumah Susun karyawan.81. Untuk pembangunan Asrama Kompi B dan C baru direncanakan dapat diselesaikan satu blok dalam satu tahun. Asrama Kompi B dan C baru dan Asrama Taruni dari Tahun 2016 sampai Tahun 2017.7. yang dilanjutkan dengan pembangunan Asrama Taruni dengan membongkar bangunan Gedung Asrama Kompi C lama.2. Ilustrasi rencana pembangunan pada Tahap II dapat dilihat pada gambar dibawah ini.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 AUDITORIUM Tahap PASIS Tahap 1 1 2014 . 3 dan 4. Direncanakan pembangunan bangunan baru Gedung Betelgeuse.

dan Asrama Taruni Tahun 20162017 5.C Tahap 2 2016 . Gedung Pollux lama dapat dibongkar pada saat Gedung Betelgeuse baru (6 lantai) selesai masa konstruksi dan finishing.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 dalamnya kegiatan persiapan. Gedung Asrama Kompi B juga dapat dibongkar.2017 2 BETELGEUSE Tahap 2016 . Rencana Tahap III Pembangunan yang direncanakan pada Tahap III akan dilaksanakan untuk Gedung Direktorat dan Gedung Pollux Baru.82.80 . sementara Taruna dari Asrama Kompi B dapat berpindah ke bangunan Asrama Kompi B dan C yang baru.2017 2 2016 .7. ASRAMA TARUNI Tahap ASRAMA B. Diperkirakan pembangunan Gedung Direktorat dan Gedung Pollux Baru dapat selesai dalam masa 2 tahun anggaran sejak Tahun 2018 – 2019.2017 Gambar 5. pembongkaran dan seterusnya akan dijelaskan lebih lanjut di dalam dokumen DED yang akan disusun pada Tahap Perencanaan DED. Rencana Pembangunan Tahap II untuk Gedung Betelgeuse dan Gedung Asrama Kompi B dan C. V .3. Ilustrasi rencana pembangunan pada Tahap III dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

4.2019 DIREKTORAT Tahap 3 2018 . dilakukan relokasi taruna dari Asrama Kompi A ke Asrama Kompi C Baru. Estimasi waktu pembangunan dari Tahun 2020-2021. dikarenakan Asrama Kompi yang baru terbangun masih dimanfaatkan untuk relokasi ruang tinggal taruna.2019 Gambar 5. V . Rencana Pembangunan Tahap III untuk Gedung Direktorat dan Gedung Pollux Baru Tahun 2018-2019 5. sementara Taruna Semester III dan IV memenpati Asrama Kompi B yang baru. Sementara itu untuk taruna yang menempati Asrama Kompi D direlokasi ke Auditorium Lantai 5 dan 6 untuk pembongkaran dan pembangunan Asrama Kompi D baru dengan ketinggian 5 lantai. Sebagai catatan untuk pembangunan hingga Tahap IV ini PIP Semarang belum dapat meningkatkan kapasitas daya tampungnya untuk Peserta Diklat Pembentukan sebagaimana pada Tahun 2013. Untuk membongkar Asrama Kompi A yang lama.7.81 . Asrama Kompi D dan Gedung Laboratorium Terpadu. Rencana Tahap IV Rencana pembangunan pada Tahap IV dilaksanakan untuk Gedung Asrama Kompi A.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 POLLUX BARU Tahap 3 2018 .83.

APARTEMEN Tahap 5 2022 ASRAMA E Tahap 4 2022 Gambar 5.85.7. RUSUN.84.5.2021 4 2020 . Rencana Pembangunan Tahap V untuk Gedung Asrama Kompi E dan Gedung Apartemen Dosen dan Rusun Karyawan Tahun 2022 V . Rencana Tahap V Rencana pembangunan Tahap V untuk Asrama Kompi E dan Rusun Karyawan dan Apartemen Dosen. Rencana Pembangunan Tahap IV untuk Gedung Asrama Kompi A dan Gedung Asrama Kompi D dan Lab Terpadu Tahun 2020-2021 5. dengan membongkar rumah-rumah dosen yang lama. Rencana pembangunan ketiga bangunan gedung ini dapat diestimasi selesai dalam waktu satu tahun.82 .2021 Gambar 5.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 ASRAMA A Tahap 4 ASRAMA D & LAB-2 Tahap 2020 .

Rencana Pembangunan Tahap VI untuk Gedung Asrama Kompi F dan Gedung Apartemen Dosen dan Rusun Karyawan Tahun 2023 5. Rencana Tahap VI Rencana kegiatan pada Tahun 2023 disiapkan untuk pembangunan Tahap VI untuk Gedung Asrama Kompi F dan Guest House. untuk menangani aspek pemanfaatan dan pemeliharaan fisik bangunan gedung dan lansekap/pertamanan.83 . b) Elektrikal dan Mekanikal. CCTV.86. untuk menangani aspek pemanfaatan dan pemeliharaan listrik.6. V .Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 5. Kedua fasilitas ini diestimasikan dapat selesai pada Tahun 2023. Rencana Pengembangan Organisasi Untuk mengelola fasilitas sarana dan prasarana baru yang akan disediakan nantinya. instalasi air bersih.8. telekomunikasi dan internet/IT. struktur organisasi baru yang akan menangani yaitu Urusan Rumah Tangga sekurang-kurangnya harus memiliki sumber daya yang menguasai kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang akan disediakan.7. Tenaga sumber daya yang dibutuhkan sekurang-kurangnya mempunyai penguasaan di bidang: a) Arsitektur atau Teknik Sipil. instalasi pengolahan air limbah dalam bangunan. GUEST HOUSE Tahap 6 2023 ASRAMA F Tahap 6 2023 Gambar 5. peralatan bantu perkuliahan berupa multimedia.

Rencana pembiayaan pembangunan ini menggunakan pendekatan pembiayaan komponen biaya standar dan non-standar. 2) Struktur. 7) Utilitas. Selanjutnya dilakukan estimasi dengan asumsi inflasi setiap tahun sebesar 6% sesuai laju pertumbuhan inflasi ekonomi nasional. Artinya biaya pembagunan standar hanya meliputi biaya: 1) Pondasi. drainase. Rekaman pendataan juga dilakukan terhadap penurunan nilai asset dan kerusakan pada barang-barang terkait sarana dan prasarana. peningkatan kualitas.84 . Rencana Pembiayaan Pembangunan Rencana pembiayaan pembangunan PIP Semarang hingga Tahun 2034 didasarkan pada perhitungan HPS pada saat ini di Kota Semarang. 3) Lantai. V . Setiap bidang sumber daya tersebut diatas akan melakukan pendataan rutin setiap tahunnya untuk kebutuhan kelayakan kondisi. 6) Atap. 5) Plafond. 4) Dinding. sarana pemadaman kebakaran dan masalah lainnya terkait dengan gangguan lingkungan.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 c) Utilitas lingkungan untuk menangani aspek persampahan. 5. Data kondisi ini sangat diperlukan bagi peningkatan pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.9. perubahan. Dengan adanya bidang sumber daya teknis ini diharapkan perencanaan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga dapat mengantisipasi kondisi agat ridak terjadi penurunan kualitas pelayanan. dan 8) Finishing. perawatan dan pemeliharaan.

1 1710 1 0.000.00 1.004.00 698.132.000.000.625.00 587.000. tentang Uraian Pedoman Estimasi Teknis Pembiayaan Pembangunan Bangunan Gedung PIP Semarang untuk Biaya Standar adalah sebagai berikut: ESTIMASI RENCANA ANGGARAN BIAYA PERWUJUDAN MASTER PLAN PIP SEMARANG TAHUN 2014-2034 A.00 5.000.00 76.00 675.00 315.000.35 0.750.350.00 1.288.00 3.07 0. Sat (M2) Lantai (%) 0.000.500.600.800.07 0.000.107.15 1710 1.000.250.09 0.000.760.000.472.00 2.00 587.00 1.1 0.000.00 450.08 0.250.500.85 .154.00 538.000.750.000.787.693.00 360.000.500.00 403.15 1710 1.000.00 538.000. TAHAP I (Tahun 2014-2015) A.08 0.00 4.00 1.935.000.00 615.00 343.1.472.35 0.08 0.755.764.706.716.288.07 0.1 0. GEDUNG AUDITORIUM (6 Lantai) NO NAMA GEDUNG Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.000.07 0.07 0.00 1.00 315.00 403.000.200.00 5.500.950.35 0.056.500.00 756.00 769.440.000.00 4.08 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp./m2) 450.838.00 735.750.07 0.00 45.000.642.00 603.08 0.800.35 0.500.000.650.00 838.1.128.12 0.000.258.01 0.600.00 352.000.016.00 392.15 1710 1.00 603.000. KOMPONEN BIAYA STANDAR A.135 0.004.00 671.840.500.000.00 352.040.00 392.00 769.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 Setap kenaikan satu lantai besaran biaya konstruksi dikalikan faktor pengali menurut acuan Pembangunan dari Peraturan Bangunan Gedung Pemerintah Negara.1 0.00 3.000.400.575.00 504.1.) (Rp.00 1.00 689.00 343.00 V .905.08 0.00 490.200.500.00 2.350.650.00 671.000.00 1.000.292.400.00 689.500.000.000.00 861.00 408.000.128.

00 391.00 315.200.00 1.500.1 798 1 0.100.238.300.00 366.1 0.00 313.00 736.07 0.00 784.00 807.1 0.00 313.15 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.000.08 0.162 0.07 0.07 0. TAHAP I (Tahun 2014-2015) A.15 1710 1./m2) 408.00 359.369.00 3.1.00 251.00 392.00 360.00 490.05 0.200.00 1.200. GEDUNG PASIS (6 Lantai) Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.030.00 766.00 5.050.197 0.000.525.00 343.000.820.073.350.35 0.00 715.000.1.750.08 0.256.2.750.367.382.000.07 0.1 0.000.320.00 611.550.310.000.100.00 1.00 1.00 698.07 0.00 675.00 V .280.00 1.07 0.050.300.000.35 0.350.135.09 0.00 377.00 921.00 418.000.419.000.35 0.07 0.) (Rp.200.055.00 1.000.383.640.750.000.545.200.00 450.04 0.764.000.00 894.1 0.325.00 359.367.386.400.250.00 587.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 6 Lantai 6 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.00 315.000.223.229.00 287.000.150.00 357.000.00 343.07 0.08 0.00 644.400.00 538.00 392.00 269.500.00 418.525.370.15 0.320.128.08 0.600.00 625.00 1.00 873.091.00 460.341.650.07 0.873. Sat (M2) Lantai (%) 0.00 644.030.275.327.300.00 251.750.000.000.86 .000.637.500.15 798 1.00 366.00 357.500.00 4.1 0.00 377.381.966.055.750.370.000.000.706.129.08 0.159.00 4.556.750.00 611.08 0.750.00 273.920.905.00 5.00 273.00 3.00 143.00 625.15 1710 1.00 1.125.850.900.00 522.716.500.07 0.911.00 180.35 0.000.764.300.00 46.575.993.00 715.830.911.250.135.00 735.500.993.00 430.975.00 450.00 1.350.650.327.500.00 538.500.885.00 510.08 0.074.500.

055.320.00 292.534.000.135 0.07 0.055.150.00 430.00 326.920.950.00 418.107.00 408.07 0.000.200.600.160.091.900.00 343.450.920.524.500.275.030.00 21.00 417.00 408.800.800.819.07 0.00 1.062.460.87 .062.882.160.030.200.000.00 333.08 0.360.200.192.000.050.125.500.00 V .00 352.00 300.600.00 343.874.15 798 1.386.940.750.750.885.00 430.00 418.15 798 1.672.00 68.00 281.08 0.320.07 0.525.650.00 326.08 0.00 1.00 1.00 766.00 377.700.00 281.00 538.525.00 644.819.600.00 292.00 611.304.000.00 429.288.300.787.274.265.449.07 0.229.00 402.700.35 0.889.00 357.00 352.00 285.07 0.00 403.00 807.162 0.08 0.1 0.459.00 321.07 0.15 798 1.00 1.00 504.08 0.350.750.830.00 403.753.00 1.000.000.00 1.00 333.600.911.889.192.764.753.197 0.00 285.426.890.304.000.12 0.15 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.1 0.950.504.400.00 756.35 0.800.00 357.890.00 603./m2) 5.00 5.00 407.08 0.040.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 6 Lantai 6 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH JUMLAH TAHAP I dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.578.00 1.00 5.35 0.00 522.534.00 321.00 366. Sat (M2) Lantai (%) 798 1.407.091.360.600.842.08 0.975.367.35 0.00 625.625.00 784.07 0.500.) (Rp.00 377.400.150.00 366.800.117.1 0.1 0.00 510.764.00 1.08 0.00 300.00 5.874.940.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG
2013

A.2. TAHAP II (Tahun 2016-2017)
A.2.1. GEDUNG BETELGEUSE (6 Lantai)
NO

NAMA GEDUNG

Pondasi
1 Lantai 1
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
2 Lantai 2
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
3 Lantai 3
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
4 Lantai 4
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
5 Lantai 5
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond

dr
LUAS Koef
JUML
Harga
LANTAI Naik
LT.
Sat
(M2) Lantai
(%)
0,1
1881
1
0,35
0,08
0,04
0,07
0,1
0,07
0,15
1881 1,09
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15
1881 1,12
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15
1881 1,135
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15
1881 1,162
0,35
0,08
0,08
0,07

PERKIRAAN
HARGA
PERKIRAAN BIAYA
SATUAN
BANGUNAN (Rp.)
(Rp./m2)
477.000,00
897.237.000,00
4.770.000,00
1.669.500,00 3.140.329.500,00
381.600,00
717.789.600,00
190.800,00
358.894.800,00
333.900,00
628.065.900,00
477.000,00
897.237.000,00
333.900,00
628.065.900,00
715.500,00 1.345.855.500,00
5.199.300,00
1.819.755,00 3.422.959.155,00
415.944,00
782.390.664,00
415.944,00
782.390.664,00
363.951,00
684.591.831,00
519.930,00
977.988.330,00
363.951,00
684.591.831,00
779.895,00 1.466.982.495,00
5.342.400,00
1.869.840,00 3.517.169.040,00
427.392,00
803.924.352,00
427.392,00
803.924.352,00
373.968,00
703.433.808,00
534.240,00 1.004.905.440,00
373.968,00
703.433.808,00
801.360,00 1.507.358.160,00
5.413.950,00
1.894.882,50 3.564.273.982,50
433.116,00
814.691.196,00
433.116,00
814.691.196,00
378.976,50
712.854.796,50
541.395,00 1.018.363.995,00
378.976,50
712.854.796,50
812.092,50 1.527.545.992,50
5.542.740,00
1.939.959,00 3.649.062.879,00
443.419,20
834.071.515,20
443.419,20
834.071.515,20
387.991,80
729.812.575,80

V - 88

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG
2013

NO

NAMA GEDUNG

dr
PERKIRAAN
LUAS Koef
JUML
Harga
HARGA
PERKIRAAN BIAYA
LANTAI Naik
LT.
Sat
SATUAN
BANGUNAN (Rp.)
(M2) Lantai
(%)
(Rp./m2)
0,1
554.274,00 1.042.589.394,00
0,07
387.991,80
729.812.575,80
0,15
831.411,00 1.563.884.091,00
1881 1,197
5.709.690,00
0,35 1.998.391,50 3.758.974.411,50
0,08
456.775,20
859.194.151,20
0,04
228.387,60
429.597.075,60
0,07
399.678,30
751.794.882,30
0,1
570.969,00 1.073.992.689,00
0,07
399.678,30
751.794.882,30
0,15
856.453,50 1.610.989.033,50
54.244.436.756,40

Atap
Utilitas
Finishing
6 Lantai 6
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
JUMLAH
A.2. TAHAP II (Tahun 2016-2017)
A.2.2. GEDUNG ASRAMA KOMPI B, ASRAMA KOMPI C.
Pondasi
1 Lantai 1
1170
1
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
2 Lantai 2
1170 1,09
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
3 Lantai 3
1170 1,12
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
4 Lantai 4
1170 1,135
Struktur

0,1
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15
0,35

477.000,00
4.770.000,00
1.669.500,00
381.600,00
381.600,00
333.900,00
477.000,00
333.900,00
715.500,00
5.199.300,00
1.819.755,00
415.944,00
415.944,00
363.951,00
519.930,00
363.951,00
779.895,00
5.342.400,00
1.869.840,00
427.392,00
427.392,00
373.968,00
534.240,00
373.968,00
801.360,00
5.413.950,00
1.894.882,50

558.090.000,00
1.953.315.000,00
446.472.000,00
446.472.000,00
390.663.000,00
558.090.000,00
390.663.000,00
837.135.000,00
2.129.113.350,00
486.654.480,00
486.654.480,00
425.822.670,00
608.318.100,00
425.822.670,00
912.477.150,00
2.187.712.800,00
500.048.640,00
500.048.640,00
437.542.560,00
625.060.800,00
437.542.560,00
937.591.200,00
2.217.012.525,00

V - 89

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG
2013

NO

NAMA GEDUNG

Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
5 Lantai 5
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
JUMLAH
A.2. TAHAP II (Tahun 2016-2017)
A.2.3. GEDUNG ASRAMA TARUNI
Pondasi
1 Lantai 1
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
2 Lantai 2
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas
Finishing
3 Lantai 3
Struktur
Lantai
Dinding
Plafond
Atap
Utilitas

dr
PERKIRAAN
LUAS Koef
JUML
Harga
HARGA
PERKIRAAN BIAYA
LANTAI Naik
LT.
Sat
SATUAN
BANGUNAN (Rp.)
(M2) Lantai
(%)
(Rp./m2)
0,08
433.116,00
506.745.720,00
0,08
433.116,00
506.745.720,00
0,07
378.976,50
443.402.505,00
0,1
541.395,00
633.432.150,00
0,07
378.976,50
443.402.505,00
0,15
812.092,50
950.148.225,00
1170 1,162
5.542.740,00
0,35 1.939.959,00 2.269.752.030,00
0,08
443.419,20
518.800.464,00
0,04
221.709,60
259.400.232,00
0,07
387.991,80
453.950.406,00
0,1
554.274,00
648.500.580,00
0,07
387.991,80
453.950.406,00
0,15
831.411,00
972.750.870,00
27.959.304.438,00

0,1
624

1
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15

624

1,09
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07
0,15

624

1,12
0,35
0,08
0,08
0,07
0,1
0,07

477.000,00
4.770.000,00
1.669.500,00
381.600,00
381.600,00
333.900,00
477.000,00
333.900,00
715.500,00
5.199.300,00
1.819.755,00
415.944,00
415.944,00
363.951,00
519.930,00
363.951,00
779.895,00
5.342.400,00
1.869.840,00
427.392,00
427.392,00
373.968,00
534.240,00
373.968,00

297.648.000,00
1.041.768.000,00
238.118.400,00
238.118.400,00
208.353.600,00
297.648.000,00
208.353.600,00
446.472.000,00
1.135.527.120,00
259.549.056,00
259.549.056,00
227.105.424,00
324.436.320,00
227.105.424,00
486.654.480,00
1.166.780.160,00
266.692.608,00
266.692.608,00
233.356.032,00
333.365.760,00
233.356.032,00

V - 90

00 0.50 506.00 11.950.00 500.91 .336.1 541.182.50 236.00 135.) (M2) Lantai (%) (Rp.802.00 0.048.042.976.384.848.481.00 0.360.192.00 624 1.50 1.116. Sat SATUAN BANGUNAN (Rp.264.04 216.07 378.135 5.640.08 433.00 0.00 0.894./m2) 0.413.132.15 812.15 801.00 270.680.50 236.07 378.005.00 0.976.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH JUMLAH TAHAP II dr PERKIRAAN LUAS Koef JUML Harga HARGA PERKIRAAN BIAYA LANTAI Naik LT.830.092.882.406.00 0.00 337.558.395.336.00 94.782.480.35 1.720.40 V .481.745.040.

440.497.96 694.15 1512 1.209.891.00 2.163.35 0.00 2.40 401.706.934.294.48 470.916.314.00 505.746.996.12 0.45 3.704.08 860.31 621.788.497.60 1.00 764.1 1512 1 0.148.70 1.302.09 607.70 867.07 0.00 1.00 611.024.72 551.787.72 826.1 0.35 0.60 440.875.311.) (Rp.676.40 856.102.00 764.406.00 404.00 535.788.311.07 0.09 607.08 0.08 0.96 694.24 396.68 440.304.641.511.675.237.056.07 0.216.900.952.030.00 5.96 849.597.20 5.706.80 396.24 453.641.00 758.70 V .08 0.22 470.820.769.00 1.989.441.07 0.163.06 583.35 710.1 0.08 0.22 411.52 684.05 1.00 353.06 583.35 0.211.52 401.982.556.146.952.1 0.365.00 1.40 2.08 0.829.035.249.96 566.35 0.109.125.594.284.35 710.496.07 0.670.60 385.715.40 5.08 599.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 A.148.00 404.715.934.496.944.60 5.365.208.216.08 0.09 0.200.00 353.208.820.54 3.07 0.301.08 0.160.00 5.92 .393.393.40 459.80 833.056.35 0.597.575.440.546.900.008.00 1.162 0.928.64 666.80 453.52 459.738.675.964.07 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.07 0.3.08 599.258.135 0.675.15 1512 1.940.356.132.953.64 666.842.040.036.08 0.08 573.217.52 684.430.088.546.688.1 0.992.557.620.992.024.07 0.3.989.080.271. Sat (M2) Lantai (%) 0.406.741.035. TAHAP III (Tahun 2018-2019) A.355.15 1512 1.102.676.15 1512 1.08 0./m2) 505.1.662.966.00 611.818.30 2.699.68 385.878.767.08 0.00 535.767.733. GEDUNG DIREKTORAT NO NAMA GEDUNG Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.40 2.620.

00 5.749.00 760.1 1881 1 0.00 444.346.025.037.471.07 0.71 732.340.400.856.93 .70 881.934.09 0.976.572.00 404.562.05 0.250.052.00 951.628.202.372.00 61.291.00 1.197 0.07 0.530.620.435.68 423.00 444.08 0.625.779.200.875.00 5.200.00 640.295. TAHAP III (Tahun 2018-2019) A.2.655.15 1512 1.35 0.056.00 2.00 834.080.948.00 3.682.15 1512 1.854.00 284.332.012.15 0.00 556.00 688.00 1.404.227.572.00 602.976.44 888.082.3.300.071.000.00 398.07 0.974.00 569.494.00 3.564.494.940.00 404.66 1.98 907.294.261.14 915.00 853.00 588.606.00 672.126.475.682.00 1.024.07 0.15 1512 1.692.800.00 840.706.07 0.430.960.426.118.00 1.071.00 1.1 0.00 760.496.00 588.217.00 3.856.400.71 732.181.99 3.519.07 0.52 5.082.00 672.353.00 602.862.496.748.08 0.265 0.670.410.35 0. Sat (M2) Lantai (%) 0.928.840.54 423.520. GEDUNG POLLUX BARU Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.271.779.271.200.3.461.00 353.00 860.340.1 0.181.00 640.35 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.08 0.00 758.748.059.749.07 0.00 389.960.00 505.659.000.84 505.769.1 0.40 2.153.475.700.830.28 411.00 665.00 353.00 5.236 0.07 0.98 605.400.946.00 665.92 6.220.000.659.220.404.328.00 1.511.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Atap Utilitas Finishing 6 Lantai 6 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 7 Lantai 7 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 8 Lantai 8 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.08 0.15 1881 1.08 0.854.08 0.500.620.336.704.08 0.00 1.1 0.258.31 621.080.749.00 430.103.375.000.88 484.35 0.943.00 389.200.35 0.71 1.30 V .520.934.) (Rp.1 0.270.842.992.00 398.600.30 951.000.07 0.54 484.00 455./m2) 587.779.

271.136.96 863.900.06 725.) (Rp.090.662.304.035.531.84 440.876./m2) 440.86 826.629.86 455.648.601.788.15 1881 1.806.48 566.162 0.766.752.35 0.105.667.11 411.07 0.834.08 0.31 773.197 0.787.597.199.799.12 396.159.1 0.806.1 0.639.659.11 470.52 852.05 5.868.05 1.334.657.836.46 6.227.294.35 884.84 385.115.182.575.70 1.144.728.900.71 910.717.651.08 0.103.667.294.879.875.659.115.1 0.45 459.08 0.271.70 401.15 1881 1.94 .649.08 0.667.08 745.54 3.198.778.006.96 863.626.340.08 0.421.27 242.35 587.800.15 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.35 0.715.29 573.840.444.15 1881 1.738.78 V .24 907.08 745.575.199.118.09 755.14 423.76 459.745.51 57.24 605.00 796.31 773.715.982.065.34 423. Sat (M2) Lantai (%) 0.944.449.406.138.07 0.024.70 5.103.35 881.15 1881 1.48 849.40 453.340.330.1 0.902.667.667.250.375.356.07 0.619.29 860.572.788.07 0.688.40 396.40 1.19 484.084.12 0.08 0.35 0.66 1.06 725.079.74 470.601.40 2.35 884.07 0.572.902.70 1.813.181.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 6 Lantai 6 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.036.135 0.86 551.084.08 0.14 1.08 0.818.432.07 0.07 0.1 0.40 2.878.00 796.001.125.330.99 3.372.45 3.102.44 1.626.836.64 829.984.60 1.08 0.60 5.052.04 0.40 3.80 385.64 411.406.900.00 2.295.09 755.639.030.465.76 401.056.159.024.130.757.07 0.07 0.64 829.530.80 1.008.52 852.35 0.512.102.07 0.00 1.555.12 453.035.575.71 1.707.271.334.813.441.

00 20.248.00 75.224.600.00 101.00 859.496.00 0.00 202.224.056.810.829.000.) (Rp.008.449.44 0.3.04 0 0.728.17 0.350.00 85.000.00 2.800.2 0.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 A.124.95 .00 404.00 120.00 571.800.000.399.600.62 V .00 758.430.00 5. TAHAP III (Tahun 2018-2019) A.472.281.00 1.08 0.00 25.00 40.400.554.00 0.240. FIRE GROUND NO NAMA GEDUNG Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH JUMLAH TAHAP III dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.011.00 222.3.200.05 100 1 0. Sat (M2) Lantai (%) 0.3.955.15 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.843./m2) 252.

07 0.467.151.1 0.07 249.188.191.557.15 813 1.08 0.89 6.272.957.129.81 405.748.737.850.100.434.952.464.11 480.562.14 395.42 494.949.03 435.227.835.1 813 1 0.02 712.43 420.07 0.425. ASRAMA KOMPI A NO NAMA GEDUNG Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.959.354.88 375.34 332.81 622.26 912.44 341.083.59 354.66 2. Sat (M2) Lantai (%) 0.35 0.35 0.793.765.06 488.72 1.20 1.07 0.08 0.04 305.87 425.65 390.08 0.35 876.135 0.1 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.822.98 1.60 375.203.93 1.162 0.030.00 346.07 0.07 0.08 0.112.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 A.76 348.20 435.193.26 608.354.58 V .057.48 2.013.08 0./m2) 535.186.720.290.787.68 379.525.52 535.91 202.13 741.586.586.114.87 486.831.586.782.074.805.649.950.35 474.73 467.002.44 341.708.62 900.07 0.066.875.60 428.044.04 0.170.662.1 0.359.212.54 467.35 584.27 506.52 803.1 0.935.416.88 428.947.15 813 1.217.030.959.00 1.242.15 813 1.416.730.733.96 .08 0.07 0.831.08 0.782.676.30 486.190.10 732.423.22 1.572.933.562.4.464.765.43 480.04 305.950.408.217.190.54 408.65 390.4.772.031.08 0.92 408.614.939.645.434.748.1.12 0.599.387.07 0.35 0.614.733.841.179.09 0.818.126.528.60 5.242.311.22 2.935.190.649.80 653.353.15 813 1.1 0.982.322.34 332.13 6.957.353.935.20 435.64 2.07 0.14 395.04 498.225.203.158. TAHAP IV (Tahun 2020-2021) A.00 346.35 0.40 5.779.09 425.05 6.62 600.170.171.03 420.013.089.021.950.190.68 379.35 0.645.08 0.76 348.818.) (Rp.321.

65 420.170.08 0.190.229.245.952.467.95 280.01 341.93 498.15 934.649.474.20 375.962.367.173.827.170.146.40 313.676./m2) 0.354.225.1 585 1 0.462.22 480.22 2.97 .354.689.482.486.051.10 6.58 239.1 0.02 6.31 355.4.04 803.20 428.737.486.957.13 6.66 2.135.21 351.002.07 0.100.176.00 1.34 584.1 0.35 0.290.372.862.402.410.108.07 435.44 900.15 585 1.07 0.272.875.822.16 1.14 425.00 1.629.527.114.59 354.973.408.745.841.690.935.1 0.87 1.34 876.387.86 273.08 535.01 512.162 0.527.21 526.227.08 0.00 250.957.572.00 1.50 249.179.473.95 245.40 470. TAHAP IV (Tahun 2020-2021) A.103.04 280. Sat SATUAN BANGUNAN (Rp.08 0.64 2.08 0.07 0.159.927.12 0.06 420.935.80 5.689.2.410.135 0.86 239.100.35 0.40 759.07 0.534.14 486.662.07 0.59 0.08 0.35 0.08 0.969.09 0.217.44 600.962.738.311.765.193.083.87 249.81 0.649.35 0.129.275.302.76 428.68 467.880.359.07 0.31 533.818.00 608.736.097.227.60 219.180.474.044.98 486.35 0.811.48 2.68 408.969.08 0.402.157.15 585 1.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Utilitas Finishing JUMLAH A.176.07 0.443.196.753.65 480.00 912.217.55 284.933.00 219.935.15 585 1.793.850.636.81 1.87 21.35 408.) (M2) Lantai (%) (Rp.1 0.325.227.425.103.089.20 5.927.72 467. ASRAMA KOMPI D Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai dr PERKIRAAN LUAS Koef JUML Harga HARGA PERKIRAAN BIAYA LANTAI Naik LT.04 535.68 V .720.44 245.534.517.057.45 291.03 273.15 585 1.81 313.60 250.829.42 425.190.07 0.449.745.325.818.947.50 284.272.08 0.827.473.765.811.76 375.4.181.

00 1.30 420.720.050.725.342.756.1 622.809.06 420.08 404. GEDUNG LAB TERPADU Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.40 305.08 0.49 341.22 332.435. TAHAP IV (Tahun 2020-2021) A.40 1.491.495.408.64 2.4.935.935.769.35 1.044.200.526.72 467.31 299.4.57 299.00 V .00 0.22 480.09 0.620.084. POLIKLINIK Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding dr PERKIRAAN LUAS Koef JUML Harga HARGA PERKIRAAN BIAYA LANTAI Naik LT.877.15 934.07 435.947.35 408.98 .455.180.765.161.112.59 255.562.393.77 15.15 712 1.80 5.359.068.022.02 665.526.48 2.) (M2) Lantai (%) (Rp.605.00 0.04 803.596.04 291.44 600.36 408.20 428.029.850.964.190.731.947.40 267.1 0.707.4.35 0.48 572.327.16 0.121.08 404.02 6.00 0.70 641.04 535.354.562.100.272.452.00 418.20 375.15 712 1.121.537.709.496.27 364.00 381.495.16 0.531.07 0.173.89 119.782.04 249.625.875.952.15 0.676.1 0.663.983.08 0.48 381.52 375.601.65 683.76 857.601.07 0.823.290.056.64 623.70 427.09 0.221.161.00 95.66 1.217.07 0.496.709.4. TAHAP IV (Tahun 2020-2021) A.16 0.945.170.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.233.175.343.442.062.44 900.07 0.513.068.59 255.34 584.25 535.40 546.438.190.402.531.090.281.4.914.175.335.964.289.68 934.07 435.935.35 0.64 415.935.957.1 0.829.20 5.07 0.338.002.670.78 291.12 0.386.00 1 5.91 145.34 0.562.1 712 1 0.537.564.967.170./m2) 0.029. Sat SATUAN BANGUNAN (Rp.12 610.50 95.3.65 960.180.957.10 505.24 267.35 0.84 0.27 0.933.60 1.07 0.338.193.1 236.34 876.918.35 12.09 0.08 0.596.572.841.

330.928.875.38 5.36 205.00 1.30 455.900.63 381.08 93.680.40 566.345.203.00 1.641.620.205.52 107.254.572.80 164.51 157.029.20 375.00 453.07 0.031.258.354.68 408.35 0.02 205.40 133.361.776.295.72 467.044./m2) 353.68 467.142.564.50 5.1 0.934.982.1 0.71 179.171.907.957.80 720.290.646.676.359.420.86 221.441.35 0.162.662.452.128.50 505.08 0.17 0.08 0.08 0.104.145.32 57.936.196.00 83.84 144.80 144.700.406.) (Rp.155.25 1.035.578.04 803.032.030.08 93.48 2.1 384 1 0.70 195.354.00 83.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH XIII DAPUR MENZA Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH JUMLAH TAHAP IV dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.84 164.08 0.00 3.850.12 0.94 224.429.34 584.245.935.347.60 453.944.712.07 0.125.934.20 785.051.60 396.35 0.20 440.07 0.859.957.07 0.76 375.900.282.464.645.650.15 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.40 849.15 236.940.807.36 308.52 107.035.88 440.1 0.50 758.20 5.43 826.17 0.495.08 0.913.935.087.179.162.50 535.08 0.99 .711.936.765.616.688.933.69 876.430.00 179.196.925.64 104.40 468.07 0.07 0.06 91.64 104.065.650.294.476.051.76 428.51 179.09 0.25 936.787.1 0.35 0.305.15 236.08 0.00 1.20 385.80 130.899.065.646.20 428.616.08 0.1 0.788.470.35 993.406.60 200.029.725.45 4.807.09 0.80 5.841.170.25 1.04 535.776.765.682.052.57 336.511.378.301.15 384 1.464.00 353.368.57 V .15 0.170.641.00 119.07 0.07 0.18 551.295.907.417.193.564.326. Sat (M2) Lantai (%) 0.00 396.

060.912.) (Rp.07 0.032.17 6.213.71 297.87 260.049.357.949.738.32 1.08 264.848.491.474.80 852.46 253.87 260.228.965.877.74 515.10 509.520.08 0.08 0.295.35 0.95 362.636.1 0.806.094.782.706.15 585 1.448.214.362.12 0.35 0.302.636.474.21 1.395.07 0.15 585 1.130.030.08 0.835.647.07 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.589.267.442.88 2.51 509.58 558.51 445.23 515.09 0.09 301.08 495.1 0.35 0. TAHAP V (Tahun 2022) A.02 2.401.135 0.15 585 1.07 0.580.130.904.09 301.5.42 543.941.320.387.248.771.560.800.877.72 5.826.83 495.965.680.38 V .114.367.098.806.401.694.07 0.601.07 0.95 498.162 0.44 270.094.883.57 619.1 0.367.681.08 264.64 6.810.059. GEDUNG ASRAMA KOMPI E NO NAMA GEDUNG Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.258.848.167.38 1.95 644.08 0.647.24 232.08 0.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 A.101.1 585 1 0.401.009.71 265.491.32 1.89 445.72 264.09 433.347.04 0.21 1.492.432.80 568.642.36 462.78 451.63 332.08 433.030.58 6.171.07 0.07 0.215.82 954.95 967.471.49 2.347.146.16 565.08 0.343.709.33 6.163.72 397. Sat (M2) Lantai (%) 0.5.36 308.23 451.738.35 0.104.24 232.806.471.57 928.119.71 297.88 528.820.63 332.227.049.35 0.82 636.059.192.310./m2) 568.782.36 1.351.580.1 0.655.71 265.522.46 253.988.08 0.869.560.07 2.941.96 289.256.08 0.11 377.07 0.059.395.680.114.771.449.78 454.288.806.913.244.08 0.491.15 585 1.78 397.68 154.96 289.02 454.100 .642.331.867.39 372.1.

114.840.091.55 387.664.736.160.101.162 0.030.950.88 2.92 371.1 0.110.300.395.835.15 990.15 857.63 397.695.491.02 2.883.680.1 0.101 .43 796.935.032.1 0.325.804.49 2.325.42 6.60 1.925.46 928.74 436. Sat SATUAN BANGUNAN (Rp.146.35 0.695.38 0.455.449.32 495.043.16 6.15 857.07 0.227.149.15 857.148.098.543.401.56 341.39 0.34 436.75 1.432.310.547./m2) 0.92 487.135 0.90 371.104.5.160.810.681.227.108.848.680.811.187.300.46 397.032.705.989.48 48.96 495.800.95 6.1 857.492.24 852.776.030.256.364.848.75 1.471.36 509.276.71 56.043.74 382.07 462.33 1.148.87 954.75 1.00 1.07 0.401.091.395.64 387.354.288.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.07 2.217.357.75 1 0.08 0.27 545.08 0.810.488.730.467.21 V .108.09 515.925.09 451.16 424.114.050.192.58 6.) (M2) Lantai (%) (Rp.38 515.07 0.09 16.883.35 0.869.09 0.35 0.424.1 0.867.621.32 1.69 829.39 445.522.551.157.95 433.601.46 619.08 967.621.859.448.07 0.850.08 0.01 0.08 0.981.910.80 579.171.92 730.139.69 553.110.08 0.5.810.71 445.59 389. APARTEMEN DOSEN Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur dr PERKIRAAN LUAS Koef JUML Harga HARGA PERKIRAAN BIAYA LANTAI Naik LT.883.08 644.63 5.649.87 636.468.35 568.628.260.92 424.60 341.367.20 386.283.26 0.08 0.1 660.64 442.925.07 0.40 1.11 451.07 0.280.468.27 818.15 857.96 433.67 382.07 0.21 454.331.21 487.227.742.401.471.43 531.08 0.44 270.12 0.988.085.24 568.35 1. TAHAP V (Tahun 2022) A.2.167.35 0.71 509.362.455.75 1.367.44 442.07 0.009.244.215.223.

551.104.06 174.364.223.357.25 408.957.15 857.71 56.705.197 0.1 0.395.07 0.242.46 487.053.489.638.75 1 0.72 29.942.192.018.996./m2) 528.171.43 V .07 0.370.32 495. RUSUN KARYAWAN Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.488.92 487. TAHAP V (Tahun 2022) A.891.984.08 0.332.026.139.307.35 0.09 544.1 857.933.07 0.48 48.730.148.20 566.382.36 452.08 0.084.714.041.60 1.01 0.357.023.110.79 476.90 371.21 583.07 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.260.401.947.24 852.57 466.16 424.032.110.79 544.84 990.994.52 6.82 874.96 495.810.883.896.92 730.5.32 1.5.56 341.99 30.994.40 1.467.471.08 0.883.99 30.049.671.811.15 2.84 660.15 857.791.227.08 0.1 0.46 397.023.07 0.033.995.09 0.15 857.97 150.60 341.978.07 0.020.816.119.993.810.46 619.308.53 74.71 42.395.25 2.1 0.80 849.07 0.82 680.671.053.354.48 34.114.724.08 0.925.638.325.07 0.75 1.34 462.734.35 0.07 0.96 433.996.102 .791.370.996.49 2.95 433.) (Rp.325.08 0.084.471.18 34.308.300.742.996.56 34. Sat (M2) Lantai (%) 0.883.53 49.093.325.56 34.95 6.24 568.35 0.92 371.3.75 1.35 0.298.15 0.75 1.07 0.08 0.67 39.681.104.08 0.74 476.114.92 424.800.988.307.380.146.43 531.050.57 466.680.544.68 528.167.859.36 452.21 454.950.63 5.449.119.82 1.018.680.148.300.491.44 396.925.25 408.59 389.840.227.08 0.116.244.18 39.236 0.382.56 64.1 0.157.27 568.026.68 462.942.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 6 Lantai 6 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 7 Lantai 7 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.61 499.63 397.149.1 0.44 396.

35 6.828.68 528.82 1.009.883.00 6.35 0.84 660.116.033.25 408.298.108.09 442.621.15 857.34 509.091.242.714.542.69 644.026.628.38 1.370.1 0.455.547.27 954.023.52 6.364.82 680.020.901.08 0.75 1.364.448.79 476.800.74 445.71 436.21 1.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 5 Lantai 5 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 6 Lantai 6 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH JUMLAH TAHAP V dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.424.08 0.15 857.947.522.80 849.492.544.256.489.119.370.07 0. Sat (M2) Lantai (%) 0.308.942.468.09 442.043.736.994.850.848.800.030.49 V .401.75 1.085.131.869.160.455.09 544.382.74 476.432.041.16 829.049.75 1.74 509.20 566.160.25 408.215.08 0.084.44 396.07 0.07 0.44 396.084.310.149.57 466.08 0.15 2.848.07 0.88 2.87 382.1 0.55 451.79 544.104.21 583.39 545.468.25 2.543.) (Rp.58 818.87 382.467.942.108.08 0.15 857.638.664.994.15 857.11 553.57 466.547.601.942.367.867.791.276.02 2.08 0.023.367.030.734.44 515.695.35 0.227.07 2.64 515.978.695.135 0.223.091.043.33 6.67 445./m2) 928.288.64 451.61 29.1 0.380.362.810.935.981.21 528.08 387.27 636.34 462.08 387.08 0.401.162 0.032.07 0.119.69 967.07 0.07 0.12 0.910.36 1.776.82 874.35 0.35 0.84 990.36 452.382.101.197 0.791.638.621.026.96 76.08 0.07 0.15 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.42 796.71 436.68 462.103 .217.804.75 1.104.1 0.835.332.308.36 452.

576.996.398.297.113.429.611.76 243.128.201.563.08 0.10 2.529.98 305.201.580.90 602.72 340.21 195.27 539.34 656.576.46 2.339.55 349.399.06 365.08 0.793.74 481.31 195.620.1 0.54 655. TAHAP VI (Tahun 2023) A.465.891.201.6.07 0.578.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 A.761.651.10 2.51 390.1 0.69 437.6.08 0.35 0.742.872.015.21 481.572.158.75 297.572.07 0.742.21 312.06 903.90 903.119.604.767.643.07 0.07 0.302.201.637.643.125.541.94 V .51 421.22 602.891.398.181.74 421.181.724.479.396.46 2.128.65 425.72 340.020.1 0.541.104 .15 405 1.26 6.1.578.35 0.34 984./m2) 602.35 0.15 648 1.262.09 0.541.07 0.49 674.705.599.6.15 648 1.360.28 1.47 638.) (Rp.08 0.39 459.07 0.43 6.119.011.75 297.70 525.761.06 243.302.21 312.12 0.455.187.08 0.688. Sat (M2) Lantai (%) 0.35 0.698.51 6.744.107.346.26 585.014.277.297.73 6.28 930.640.158.226.563.604.417.84 472.15 0.629.1 405 1 0.879.656.21 421.277.497.113.705.446.837.015.879.08 0. TAHAP VI (Tahun 2023) A.611.64 6.867.1 0.28 481.6.51 390.663.761.107.52 170.724.2.43 421. ASRAMA KOMPI F Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.09 0.21 170.714.52 853.50 481.014.35 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.49 1.024.365.06 273.76 1.970.053.07 0.022.937.08 0.92 1.07 0.06 602.937.479.76 11.541. GUEST HOUSE NO NAMA GEDUNG Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.55 349.226.125.262.08 0.49 459.98 305.39 525.27 472.44 539.289.637.761.289.1 648 1 0.996.022.06 273.488.91 2.

089.40 260.705.479.015.12 0.453.583.403.50 968.498.08 0.07 0.07 0. Sat (M2) Lantai (%) 0.979.51 6./m2) 525.599. GARASI BUS Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 2 Lantai 2 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas dr LUAS Koef JUML Harga LANTAI Naik LT.98 191.28 481.08 0.35 6.75 186.26 6.227.234.234.151.1 0.24 525.403.824.72 212.35 0.434.43 674.97 221.747.465.15 405 1.479.92 956.392.07 0.604.24 459.737.117.245.043.297.478.14 2.650.06 903.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 3 Lantai 3 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing 4 Lantai 4 Struktur Lantai Dinding Plafond Atap Utilitas Finishing JUMLAH A.91 602.91 2.343.01 0. TAHAP VI (Tahun 2023) A.299.83 6.75 186.079.40 151.762.07 0.023.98 191.15 288 1.122.248.526.07 478.08 0.55 218.15 421.08 0.883.656.211.6.35 0.201.46 2.629.09 0.08 0.399.89 17.86 607.211.996.40 173.541.55 218.1 0.526.54 409.35 683.023.72 212.40 132.883.29 661.022.125.485.398.60 V .07 PERKIRAAN HARGA PERKIRAAN BIAYA SATUAN BANGUNAN (Rp.06 602.125.07 0.856.08 0.07 0.097.485.885.75 656.781.21 60.698.1 0.478.089.86 121.434.673.841.449.99 132.6.907.034.59 984.273.35 0.885.65 459.479.859.08 0.75 546.43 1.201.55 459.360.572.10 193.92 539.541.225.168.26 478.98 151.479.3.798.798.761.011.119.69 273.90 472.1 288 1 0.771.10 2.59 656.119.330.055.119.15 539.07 0.824.08 0.302.025.426.75 173.019.572.07 0.15 0.1 0.51 421.034.15 405 1.673.60 189.399.72 525.453.744.220.00 138.92 472.158.168.135 0.47 398.563.784.449.08 0.468.65 265.771.299.49 121.35 0.052.834.07 415.61 9.1 0.) (Rp.987.35 1.97 221.105 .583.07 0.330.71 276.76 525.816.72 459.10 193.107.26 546.403.119.842.

/m2) 0.406.022.21 2.685.08 481. Dengan demikian rincian estimasi rencana pembiayaan pembangunan bangunan gedung PIP Semarang Tahun 2014-2034 untuk biaya stadar dan biaya nonstandar adalah sebagai berikut: V .1 5544 602.646.106 .015.47 283.4.670.49 0. TAHAP VI (Tahun 2023) A. Sat SATUAN BANGUNAN (Rp.605.761.314.201.705.324.136.53 JUMLAH TAHAP VI Perhitungan rencana biaya non-standar menurut Permen PU Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.884.171.107.454.406.15 984.) (M2) Lantai (%) (Rp.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 NO NAMA GEDUNG Finishing JUMLAH A.35 2.99 3. PLAZA UPACARA Pondasi 1 Lantai 1 Struktur Lantai JUMLAH dr PERKIRAAN LUAS Koef JUML Harga HARGA PERKIRAAN BIAYA LANTAI Naik LT.694.118. terdiri dari: No Jenis Pekerjaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Alat Pengkondisian Udara Elevator/Escalator Tata Suara (Sound System) Telepon dan PABX Instalasi IT (Informasi & Teknologi) Elektrikal (termasuk genset) Sistem Proteksi Kebakaran Sistem Penangkal Petir Khusus Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Interior (termasuk furniture) Pencegahan Bahaya Rayap Fasilitas penyandang cacat & kebutuhan khusus Sarana/Prasarana Lingkungan Basement (per m2) 10 11 12 13 14 Prosentase 10-20% 8-12% 3-6% 3-6% 6-11% 7-12% 7-12% 2-5% 2-4% dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar dari total BKF Pek Standar 15-25% dari total BKF Pek Standar 1-3% dari total BKF Pek Standar 3-8% dari total BKF Pek Standar 3-8% 120% dari total BKF Pek Standar dari standar Harga Satuan Tertinggi/m2 Total biaya pekerjaan non-standar maksimum sebesar 150% dari total biaya pekerjaan standar bangunan gedung negara.077.599.338.80 17.12 0.6.321.00 1 6.28 11.098.607.51 3.10 0.28 42.564. dalam hal ini untuk PIP Semarang.6.

983.084.80 2.723.593.95 785.753.588.150.578.588.753.59 13.744.397.610.040.588.836.38 279.983.60 236.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 A.307.67 332.588.221.60 236.965.99 1.816.625.593.102.60 236.848.27 16.044.723.999.329.789.96 436.38 279.06 1.443.254.219.307.459.38 279.816.946.33 1.397.979.615.127.789.829.570.081.90 1.593.893.781.96 4% 10% 10% 2% 2% 20% 2% V .169.00 13.489.40 873.923.789.204.76 559.999.) tase No Jenis Pekerjaan dari Asrama Kompi A Asrama Kompi B Asrama Kompi C Asrama Kompi D Asrama Kompi E Asrama Kompi F Asrama Taruni BKF (Tahap IV) (Tahap II) (Tahap II) (Tahap IV) (Tahap V) (Tahap VI) (Tahap II) Standar BKF 100% 21.040.088.38 314.816.60 436.998.965.537.091.625.461.397.60 236.956.802.472.360.12 2.219.250.408.997.744.61 279.38 314.664.044.80 3.944.91 11.376. Bangunan Gedung Asrama: ProsenRencana Biaya Gedung (Rp.98 2.795.889.66 832.107 .67 332.06 1.593.69 391.649.044.45 1.00 1 Alat 2% Pengkondisian Udara 436.499.044.26 9.467.95 698.38 314.044.67 332.397.61 279.610.204.446.570.99 1.61 279.979.221.744.127.967.625.084.180.593.930.999.989.707.150.789.180.186.654.982.35 195.73 978.35 195.593.38 279.301.90 1.73 978.33 1.473.365.088.918.998.633.946.664.80 2.35 195.044.182.20 472.33 665.652.03 698.461.983.044.625.38 314.221.982.593.861.67 332.652.141.040.079.461.61 279.150.221.00 15.96 2 Lif 3 Tata Suara (Sound System) 4 Telepon dan PABX 5 Instalasi IT (Informasi & Teknologi) 6 Elektrikal (termasuk genset) 7 Sistem Proteksi Kebakaran 8 Sistem Penangkal Petir Khusus 9 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 10 Interior (termasuk furniture) 11 Pencegahan Bahaya Rayap 12 Fasilitas penyandang cacat 5% 1.965.22 559.443.273.92 2.449.150.182.983.76 628.040.00 590.507.918.063.180.593.90 1.744.944.044.999.96 4.461.040.35 195.233.930.65 3.90 1.177.795.186.80 436.999.816.965.36 489.042.

473.012.00 5.38 927.888.091.707.652.662. Bangunan Gedung Kelas dan Kantor: ProsenRencana Biaya Gedung (Rp.979.363.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 ProsenRencana Biaya Gedung (Rp.) tase No Jenis Pekerjaan dari PASIS Betelgeuse Pollux Auditorium Direktorat Lab Terpadu Poliklinik BKF (Tahap I) (Tahap II) (Tahap III) (Tahap I) (Tahap III) (Tahap IV) (Tahap IV) Standar BKF 100% 21.010.647.882.64 1.69 495.946.284.982.449.50 1 Alat 2% Pengkondisian Udara 437.90 26.00 1.36 489.386.389.837.044.82 698.78 25.352.845.85 (Informasi & Teknologi) V .95 785.169.760.45 19.936.36 619.498.188.00 46.95 333.26 9.998.40 JUMLAH TOTAL Biaya Standar + 162% Biaya NonStandar 35.861.467.537.781.972.76 1.610.89 3.05 3 Tata Suara (Sound 5% System) 1.41 2 Lif 10% 2.025.443.00 332.982.00 2.117.829.893.979.999.542.848.052.50 832.816.211.610.343.593.00 & kebutuhan khusus 13 Sarana/Prasarana 5% Lingkungan 1.789.234.652.180.638.654.301.108 .074.040.094.76 148.499.777.153.440.221.56 22.064.982.022.600.319.78 22.95 698.436.174.602.221.709.03 698.647.96 15.273.042.219.00 590.119.700.91 11.735.087.446.244.26 12.233.210.40 13.476.470.05 1.117.00 665.00 15.00 54.707.82 5 Instalasi IT 9% 4.652.594.376.00 16.088.105.27 16.661.855.19 185.424.642.00 1.472.594.742.058.802.578.186.649.00 13.610.473.03 4 Telepon dan 4% PABX 875.036.173.35 247.13 279.704.664.) tase No Jenis Pekerjaan dari Asrama Kompi A Asrama Kompi B Asrama Kompi C Asrama Kompi D Asrama Kompi E Asrama Kompi F Asrama Taruni BKF (Tahap IV) (Tahap II) (Tahap II) (Tahap IV) (Tahap V) (Tahap VI) (Tahap II) Standar BKF 100% 21.00 2.491.219.720.675.90 4.712.383.397.982.459.467.317.420.084.079.102.26 559.446.219.238.989.114.76 B.50 1.036.95 2.672.908.999.880.322.645.550.756.989.271.59 13.306.649.032.88 74.307.965.982.73 1.499.727.499.66 832.979.39 370.455.063.

627.00 1.73 1.642.979.499.41 Limbah (IPAL) 437.064.38 927.72 V .908.05 genset) 2.352.383.129.211.661.90 4.888.635.50 832.211.187.789.188.789.684.39 Sistem Proteksi 10% Kebakaran 2.221.857.80 9.965.117.012.790.467.234.45 2.642.00 3.998.78 740.664.756.323.492.789.044.044.00 1.40 13.908.436.468.153.084.619.602.997.35 247.188.36 619.455.69 Sarana/Prasarana 5% Lingkungan 1.00 332.473.00 94.600.661.965.102.281.13 279.887.10 Pencegahan 2% Bahaya Rayap 437.809.307.882.735.73 1.735.084.117.88 74.276.70 24.00 332.720.238.90 4.351.00 5.76 22.675.999.946.566.614.720.705.520.446.499.376.352.112.204.477.88 74.41 Fasilitas 3% penyandang cacat & kebutuhan 419.362.661.542.645.580.649.638.238.293.443.344.012.420.491.00 5.022.397.999.888.343.236.989.50 499.760.550.319.638.19 185.074.221.642.019.946.352.89 3.423.443.88 74.675.391.800.02 371.62 khusus 656.105.735.044.00 1.094.307.41 Instalasi 2% Pengolahan Air 279.795.602.888.700.610.848.386.910.301.424.35 247.593.930.491.491.00 1.00 30.760.455.329.720.084.443.95 2.652.391.13 279.26 12.221.032.424.00 16.999.908.64 1.712.39 370.064.76 6.109 .82 698.893.464.03 JUMLAH TOTAL Biaya Standar + 184% Biaya NonStandar 38.271.219.980.) tase Jenis Pekerjaan dari PASIS Betelgeuse Pollux Auditorium Direktorat Lab Terpadu Poliklinik BKF (Tahap I) (Tahap II) (Tahap III) (Tahap I) (Tahap III) (Tahap IV) (Tahap IV) Standar BKF 100% 21.727.463.25 85.38 927.542.383.446.38 927.837.573.13 Interior 20% (termasuk furniture) 4.397.00 1.234.389.664.00 2.50 Elektrikal 10% (termasuk 370.012.35 247.00 332.57 1.32 111.333.593.00 1.998.05 Sistem Penangkal 2% Petir Khusus 437.244.00 46.982.927.172.084.00 10.764.446.28 2.670.00 54.64 1.593.880.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 No 6 7 8 9 10 11 12 13 ProsenRencana Biaya Gedung (Rp.528.

00 598.689.61 9% 10% 2.12 1 Alat Pengkondisian Udara 2% 233.916.715.13 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Tata Suara (Sound System) Telepon dan PABX Instalasi IT (Informasi & Teknologi) Elektrikal (termasuk genset) Sistem Proteksi Kebakaran Sistem Penangkal Petir Khusus Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Interior (termasuk furniture) Pencegahan Bahaya Rayap Fasilitas penyandang cacat & kebutuhan khusus Sarana/Prasarana Lingkungan JUMLAH TOTAL Biaya Standar + Biaya NonStandar 5% 4% 583.09 66.22 571.277.582.905.) tase No Jenis Pekerjaan dari Apartemen Dosen Rusun Karyawan Guest House Fire Ground Dapur Menza Garasi Bus BKF (Tahap V) (Tahap V) (Tahap VI) (Tahap III) (Tahap IV) (Tahap VI) Standar BKF 100% 29.58 11.38 332.18 1. Hunian dan Fasilitas Penunjang ProsenRencana Biaya Gedung (Rp.496.242.872.663.277.068.789.166.027.448.954.43 331.22 466.00 4.47 V .96 11.389.46 215.677.381.00 179% 48.689.044.166.898.92 598.874.83 2 Lif 10% 1.725.86 233.993.74 886.389.191.448.448.993.438.573.220.530.166.88 129.041.13 2.908.625.732.83 590.72 .83 590.56 1.621.350.172.716.13 2.387.621.44 1.933.593.432.135.794.562.891.86 233.600.46 215.954.976.65 497.427.068.677.76 1.488.242.254.590.937.286.527.193.00 86.999.193.490.29 349.378.027.905.044.Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 C.567.38 85.00 2% 2% 15% 2% 3% 5% 28.17 172.124.00 645.771.689.958.702.461.60 4.137.897.533.794.13 99.937.389.694.937.58 86.31 10% 57.38 279.324.30 1.12 898.477.937.896.810.387.397.61 430.137.127.286.677.429.30 1.387.276.09 66.906.58 11.440.301.429.488.277.562.27 29.885.547.850.084.35 195.343.715.406.148.958.994.83 279.810.930.012.314.94 43.92 2.580.15 583.104.864.43 331.17 132.32 3.677.012.993.016.53 19.69 4.110 194.24 430.206.844.542.432.593.055.259.942.068.92 598.22 165.193.00 2.427.741.204.660.440.432.554.850.254.572.242.749.060.92 2.12 598.

Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP SEMARANG 2013 V .111 .