You are on page 1of 4

E.

ANALISIS DATA
1. SUARA JANTUNG DAN DENYUT NADI
a. Mendengarkan suara jantung
Pada pengamatan ini dilakukan beberapa perlakuan pada tiga subyek yang berbeda. Langkah
pertama yaitu dengan cara membersihkan bagian stetoskop yang akan dipasang di telinga dengan
alkohol 70%, ditunggu hingga kering kemudian memasangnya dengan benar. Langkah kedua,
menempelkan bel stetoskop pada subyek yaitu tepat di daerah dada bagian kiri. Pada percobaan
pertama tentang suara jantung dup lup yaitu pada semua subyek diberikan tiga kali perlakuan:
Subyek I pada perlakuan pertama yaitu diperoleh 0,34 detik, perlakuan kedua 0,54 detik dan
perlakuan ketiga 0,31 detik sehingga didapat rata-rata 0,4 detik. Pada subyek II diperlakuan
pertama diperoleh 0,42 detik, perlakuan kedua 0,41 detik dan perlakuan ketiga 0,31 detik
sehingga didapat rata-rata yaitu 0,38 dertik. Sedangkan subyek III pada perlakuan pertama yaitu
diperoleh 0,40 detik, perlakuan kedua 0,45 detik dan perlakuan ketiga 0,43 detik sehingga
didapat rata-rata 0,43 detik. Percobaan kedua tentang suara jantung lup dup yaitu pada semua
subyek diberikan tiga kali perlakuan: Pada subyek I pada perlakuan pertama yaitu diperoleh 0,45
detik, perlakuan kedua 0,62 detik sedangkan pada perlakuan ketiga 0,47 detik sehingga didapat
rata-rata 0,51 detik. Pada subyek II diperlakuan pertama diperoleh data yaitu 0,30 detik,
perlakuan kedua 0,41 detik dan perlakuan ketiga 0,32 detik sehingga didapat rata-rata yaitu 0,34
detik. Sedangkan subyek III pada perlakuan pertama yaitu diperoleh 0,34 detik, perlakuan kedua
0,38 detik dan perlakuan ketiga 0,39 detik sehingga didapat rata-rata yaitu 0,37 detik.
b. Palpasi denyut nadi radialis
Pengamatan tentang palpasi denyut nadi radialis dilakukan pada tiga subyek yang berbeda. Pada
percobaan palpasi disini yaitu langkah pertama meminta subyek untuk duduk dengan tenang dan
pengamat bertugas mencari posisi arteri radial di permukaan pergelangan tangan, persis pada
pangkal ibu jari pada subyek. Langkah selanjutnya yaitu melakukan percobaan palpasi ini,
dimana mula-mula dengan menekan arteri radial dengan ujung jari ke 2 dan ke 3 dari pengamat.
Kemudian mengendorkan tekanan pelan-pelan sampai merasakan adanya denyut nadi. Pada
subyek I diperoleh data yaitu pada perlakuan pertama 84 kali/menit, perlakuan kedua 74
kali/menit sedangkan pada perlakuan ketiga 81 kali/menit, sehingga didapat rata-rata sebesar 80

sedangkan pada perlakuan ketiga kecepatan denyut jantung yaitu 92 kali/menit dan kecepatan denyut nadi 86 kali/menit. sehingga didapat rata-rata yaitu 74 kali/menit. Pada subyek II perlakuan pertama pada kecepatan denyut jantung diperoleh data yaitu 72 kali/menit dan kecepatan denyut nadi 71 kali/menit. c. perlakuan kedua didapat kecepatan denyut jantung 64 kali/menit dan kecepatan denyut nadi 70 kali/menit. Pada perlakuan pertama didapat kecepatan denyut jantung 64 kali/menit dan kecepatan denyut nadi 85 kali/menit.3 kali/menit sedangkan kecepatan denyut nadi 81.3 kali/menit. selanjutnya pada perlakuan ketiga kecepatan denyut jantung yaitu 89 kali/menit dan kecepatan denyut nadi 70 kali/menit. Percobaan disini subyek duduk dengan keadaan tenang dan di bagian dada sebelah kiri ditempelkan stetoskop oleh pengamat I untuk menghitung kecepatan denyut jantung apikal sementara pengamat II secara simultan menghitung denyut nadi radial. Pada subyek I diperoleh data kecepatan denyut jantung dan denyut nadi dalam tiga kali perlakuan. 2.7 kali/menit. perlakuan kedua 83 kali/menit dan perlakuan ketiga 65 kali/menit. Sehingga diperoleh ratarata kecepatan denyut jantung subyek I yaitu 72 kali/menit dan rata-rata kecepatan denyut nadi yaitu 83 kali/menit.kali/menit. perlakuan kedua yaitu 73 kali/menit sedangkan perlakuan ketiga yaitu 79 kali/menit. sehingga didapat rata-rata pada kecepatan denyut jantung subyek III yaitu 89. perlakuan kedua pada kecepatan denyut jantung 79 kali/menit sedangkan kecepatan denyut nadi 68 kali/menit. Subyek terakhir pada percobaan ini yaitu subyek III pada perlakuan pertama diperoleh data kecepatan denyut jantung adalah 97 kali/menit sedangkan kecepatan denyut nadi diperoleh 79 kali/menit. sehingga didapat rata-rata sebesar 74 kali/menit. Rata-rata dari kecepatan denyut jantung pada subyek II yaitu 82 kali/menit sedangkan rata-rata kecepatan denyut nadi yaitu 70. Subyek II diperoleh pada perlakuan pertama yaitu 73 kali/menit. Perbandingan kecepatan denyut jantung dan denyut nadi Pada pengamatan tentang perbandingan kecepatan denyut jantung dan denyut nadi dilakukan pada tiga subyek yang berbeda pula. Pada subyek III yaitu pada perlakuan pertama didapat 69 kali/menit. sedangkan perlakuan ketiga didapat kecepatan denyut jantung 87 kali/menit dan denyut nadi 94 kali/menit. MENGUKUR TEKANAN DARAH . pada perlakuan kedua diperoleh keceptan denyut jantung 93 kali/menit sedangkan kecepatan denyut nadi 71 kali/menit.

Setelah itu memasang stetoskop pada telinga pengamat dan disisi lain pengamat memompa manset sampai tekanan mencapai kurang lebih 140 mmHg. subyek berdiri di dekat pappan tulis dengan sisi tubuh sebelah kanan menghadap ke papan tulis.376 mmHg. Langkah selanjutnya dengan meraba titik denyut nadi brakhial pada subyek kemudian meletakkan diafragma stetoskop di atas titik denyut nadi tersebut. Pada subyek I menghilangnya vena tepat pada ketinggian dengan jarak 95 mm sehingga didapat tekanan vena (Pv) pada subyek I adalah 7. Langkah ketiga yaitu bebatkan manset pada lengan atas subyek persisi di atas siku. Setelah itu. Apabila suara denyutan menghilang yaitu dengan ditandai terdapatnya suara denyutan akhir yang terdengar. tandai pada papan tulis pada ketinggian berapa vena tepat menghilang. Pada langkah pertama. Langkah pertama dari percobaan ini adalah membersihkan bagian stetoskop yang akan dipasang di telinga dengan alkohol 70% selain itu memastikan manset tidak berisi udara. Mengukur tekanan arteri Pengamatan tentang mengukur tekanan arteri disini yaitu dilakukan pada tiga subyek yang berbeda. dengan suara berikutnya lebih keras. Langkah kedua yaitu meminta subyek dengan pelanpelan menaikkan dan menurunkan lengan kanannya sambil diamati oleh pengamat vena superfisisal pada bagian dorsal lengan pada subyek. pengamat meneruskan menurunkan tekanan tekanan pada manset sambil tetap mendengarkan suara denyutan. disini manset harus berada di atas arteri brakhialis.a. dengan bagian untuk dipompa berada ditengah-tengah permukaan lengan. Pada subyek I diperoleh data yaitu tekanan sistole 110 mmHg dan tekanan diastole 80 mmHg. Memperkirakan tekanan vena Pada pengamatan ini dilakukan pula pada tiga orang subyek yang berhbeda. lengan tergantung pada sisi tubuh dengan menandai di papan tulis perkiraan ketinggian posisi jantung pada subyek. Langkah kedua yaitu subyek harus duduk dengan posisi tenang dengan merentangkan satu lengan di atas meja. dan subyek III pada tekanan sistole 100 mmHg sedangkan tekanan diastole yaitu 80 mmHg. Pada tekanan yang terdengar suara halus pertama ini dikenal sebagai tekanan sistole. Kemudian mendengarkan suara denyutan halus pertama yang muncul. Disini vena akan muncul dan menghilang disaat subyek menaikkan dan menurunkan lengan. subyek II . b. tekanan ini menunjukkan tekan diastole. pada subyek II didapat tekanan sistole yaitu 100 mmHg dan pada tekanan diastole 60 mmHg. kemudian secara perlahan-lahan menurunkan tekanan dengan membuka katup pembebas tekanan.

658 mmHg.vena menghilang pada ketinggian dengan jarak 65 mm didapat tekanan vena (Pv) pada subyek II yaitu 5. . sedangkan pada subyek III pada ketinggian dengan jarak 60 mm vena tepat menghilang sehingga diperoleh tekanan vena (Pv) pada subyek III adalah 4.047 mmHg.