You are on page 1of 5

PENYERAPAN PROTEIN PADA ATLET

ANGGOTA KELOMPOK 6 :
Fatma Nur Adiati
101511535004
Jeacquelyne Panorama P. 101511535011
Siti Mufaidah
101511535017
Eko Wahyu Widodo
101511535023
Ary Kusmita
101511535026
Gayatri Ayodhya
101511535036
Maulida Rachmadiyawati 101511535043

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
BANYUWANGI
2016

enzim. lipid. Nama protein berasal dari bahasa Yunani (Greek) yaitu proteus yang berarti yang utama atau yang terpenting. Molekul Protein mengandung karbon (C). protein berguna untuk melindungi supaya keseimbangan asam dan basa di dalam darah dan jaringan terpelihara. selain itu juga mengatur keseimbangan air di dalam tubuh. protein termasuk dalam salah satu molekul yang banyak diteliti dalam bidang biokimia. yang mana merupakan penyusun utama makhluk hidup. Protein dalam makanan diperlukan untuk menyediakan asam amino yang akan digunakan untuk memproduksi senyawa nitrogen (N) yang lain. menurut Joko Pekik (2006: 15) protein juga berfungsi sebagai: a. d. rambut. nitrogen (N)dan kadang kala sulfur (S) serta fosfor (P). Disamping itu. Selain fungsi tersebut.Penyerapan Protein pada tubuh Atlet Protein merupakan salah satu dari biomolekul terbesar. Membangun sel tubuh Mengganti sel tubuh Membuat air susu. oksigen (O). hormon. b. kulit. hidrogen (H). f. dan kuku. mengisolasi susunan tubuh yang mengandung nitrogen dan menamakannya protein. enzim dan hormone Membuat protein darah Menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh Pemberi kalori . Selain itu. dan polinukleotida. Adapun enzim yang berperan dalam penguraian protein adalah: intrasel berperan dalam menghidrolisis ikatan peptida internal Enzim protein Protease sehingga terjadi pelepasan peptide yang kemudian akan diuraikan menjadi asam amino bebas oleh enzim peptidase. e. 1992). Enzim-enzim lain yang bertugas menguraikan asam amino menjadi unit-unit asam amino adalah enzim endopeptidase. untuk mengganti N yang telah dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urea. Seorang ahli kimia Belanda yang bernama Geraldus Mulder (1802-1880). selain dari polisakarida. aminopeptidase dan karboksipeptidase. c. perkembangan seks dan metabolisme. Protein pembentukan hormon untuk pertumbuhan dan mengganti jaringan yang aus. terdiri dari satuan dasarnya yaitu asam amino atau biasa disebut sebagai unit pembangun protein (Suhardjo dan Clara. Diperlukan untuk pembentukan dan perbaikan semua jaringan di dalam tubuh termasuk darah.

ketoglutarat → piruvat + glutamat b. Topik akan pemasukan protein bagi para atlet telah menjadi suatu hal dengan penuh kebingungan dan perdebatan. khususnya protein otot. namun kelebihan protein dalam tubuh bisa diubah menjadi energi melalui proses deaminasi dalam hati saat proses biosintesis. Jika jumlah protein terus meningkat maka protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak. manusia melakukan pergantian protein tubuh sebanyak 1-2 % dari total protein tubuh. Amonia (NH3) merupakan racun bagi tubuh yang dapat meracuni otak sehingga menjadi coma. Kebanyakan dari kontroversi yang meliputi rekomendasi protein dapat dikontribusikan kepada realisasi bahwa persyaratan untuk beragam asam amino pada . tetapi tidak dapat dibuang oleh ginjal. agar dapat dibuang oleh ginjal. sehingga harus diubah dahulu jadi urea (di hati). Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein. Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah. Dari total asam amino yang dihasilkan melalui proses tersebut sebanyak 75-80% digunakan kembali untuk sintesis protein baru. Proses metabolisme protein dalam tubuh atlet sama halnya dengan penyerapan protein pada tubuh manusia lainnya. Deaminasi maupun transaminasi merupakan proses perubahan protein → zat yang dapat masuk kedalam siklus Krebs. Penguraian protein dalam tubuh manusia. Namun jika hati ada kelainan (sakit) maka proses perubahan NH3 menjadi urea terganggu dan akan menimbulkan penumpukan NH3 dalam darah yang disebut uremia. Deaminasi yaitu proses pembuangan gugus amino dari asam amino dalam bentuk urea.Proses metabolisme protein dimulai dari proses pencernaan di mulut sampai di usus halus. Sedangkan Transaminasi yaitu proses perubahan asamamino menjadi asam keto. Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses deaminasi atau transaminasi. Yaitu sebagian besar zat makanan yang mengandung protein dipecahkan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil terlebih dahulu sebelum diabsorpsi dari saluran pencernaan. dilanjutkan dengan proses metabolisme asam amino. Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim). Pemecahan protein dalam tubuh yaitu sebagai berikut : a. namun kebutuhan protein bagi individu Atlet lebih banyak dari pada tubuh manusia lainnya. Transaminasi : alanin + alfa. Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan. sedangkan 20-25% sisanya akan membentuk Urea. Deaminasi: asam amino + NAD+ → asam keto + NH3.

orang dewasa mungkin lebih sukar dari yang sebelumnya diterima. 2000). melebihkan pemasukan nitrogen (protein) dan mengurangi hilangnya nitrogen. selain juga sejarah latihan. (Lemon. Saat para atlit menentukan persyaratan protein harian mereka. Tepatnya berapa banyak protein yang dibutuhkan seorang atlit untuk mengoptimalkan hasil dari latihan tidaklah mudah untuk ditentukan. 2000) Sementara telah dibentuk bahwa individu atlit mensyaratkan pemasukan protein yang lebih tinggi daripada orang biasa (hingga dua kali dari rekomendasi diet yang diijinkan). durasi dan tipe. mereka hendaknya memikirkan beberapa fakta penting (Tome. Sampai beragam fungsi asam amino dimengerti pada level mekanistik ataupun kuantitatif. sebagai berikut : a. rekomendasi diet saat ini baik untuk yang sehat maupun yang sakit secara intelektual tidaklah memiliki nilai empiris yang memuaskan. performa fisik. Ukuran laboratorium saat ini yang digunakan untuk menilai persyaratan protein tidaklah memikirkan pengoptimalisasian kesehatan atau meningkatkan b. teknik ini c. satu pertanyaan yang lebih penting adalah apakah beberapa tipe protein dapat meningkatkan kesehatan dan meningkatkan performa atletik lebih baik daripada yang lainnya. Para ilmuwan di bagian metabolisme protein mengakui bahwa persyaratan protein untuk mengoptimalkan hasil dari latihan olahraga yang berat dapat lebih tinggi e. pertanyaan ini belum secara memadai diinvestigasi. Namun. dari yang sebelumnya diperkirakan. Ada banyak celah dalam pengertian kita tentang persyaratan protein bagi orang-orang sehat yang aktif. gender dan usia semua membentuk persyaratan d. Tapi metabolisme protein yang diakui oleh para ilmuwan saat ini. Rencana individu. bahwa metode ini tidak tepat. protein seseorang. Ketidaktahuan akan pengertian biologis telah memicu kesulitan dalam menyelesaikan kontroversi ini. Rekomendasi protein bagi populasi yang sehat didasarkan hampir secara keseluruhan pada studi keseimbangan nitrogen. (Lemon. pemasukan energi (kalori) dan intensitas olahraga. 2000) DAFTAR PUSTAKA .

ac.Harahap. Universitas Negri Yogyakarta.uny.pdf Universitas Muhammadiyah Semarang.id/1387/1/Protein%20dalam%20nutrisi %20olahraga.unimus. 2005.unimed.id/download.id/sites/default/files/tmp/MetaboProteinSMA5. Universitas Negri Medan.pdf .ac.uns. Protein dalam Nutrisi Olahraga. Novita Sari.ac.ac. Regulasi Metabolisme Protein.mcahyadi.id/files/2010/12/protein-1. Diakses pada http://www. http://staff. http://digilib. 2014.php?id=8099 Universitas Sebelas Maret.pdf Nurcahyo. Diakses pada http://digilib. Heru.staff.