You are on page 1of 22

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Kebututuhan teknologi material belakangan ini mengarah kepada pengembangan material
ringan dan kuat, dengan mampu bentuk yang tinggi, dan komposisi kimia yang sederhana.
Hal in dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar dan keterbatasan persedian logam.
Keterbatasan persediaan logam memicu penghematan penggunaan logam, sehingga cara
pemaduan logam untuk meningkatkan kekuatannya pada saat ini menjadi kurang efektif.
Salah satu dari sekian banyak bahan non ferrous yang mempunyai banyak penggunaan
adalah aluminum. Aluminum sudah banyak dipergunakan dalam bidang industri dan
transportasi karena memiliki banyak sifat yang menguntungkan serta teknologi pengolahan
yang ekonomis, hal tersebut menyebabkan aluminum memiliki penggunaan yang semakin
luas. Penggunaan aluminum yang sering dijumpai di pasaran adalah dalam bentuk paduan.
Sebagai tambahan terhadap kekuatan mekaniknya, aluminum dapat dipadukan dengan Cu,
Mg, Si, Mn, Ni dan sebagainya, secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Hal ini dapat
memberikan sifat-sifat

yang menguntungkan

sebagai contoh diantaranya, yaitu :

meningkatkan kekerasan, benda bertambah ringan, ketahanan terhadap beban impak, tahan
aus, koefisien muai yang rendah dan sebagainya.
Kekuatan paduan aluminum yang berkisar antara 83-310 Mpa dapat ditingkatkan melalui
beberapa cara, yaitu : menambahkan unsur paduan, pengerjaan dingin dan heat treatment
sehingga dapat diperoleh paduan aluminum dengan kekuatan melebihi 700 Mpa (B.H.
Amstead : 1995). Di pasaran dapat diperoleh dengan mudah paduan aluminum dalam
berbagai bentuk, antara lain bentuk pelat dan lembaran. Hampir semua paduan aluminum
adalah mampu bentuk (wrought alloys) sehingga dapat ditempa, dibentuk sambil dirol,
diregang dan dicetak-tekan.
Pada proses industri aluminum hasil pengerjaan dingin memberikan dampak berkurangnya
deformasi plastis karena mengalami pengerasan regangan (strain hardening).

Sehingga

pada pengerjaan berikutnya aluminum menjadi keras, kurang ulet sehingga memerlukan
lebih banyak daya untuk pembentukan selanjutnya dan besar kemungkinan terjadi retak.
Oleh karena itu,
rekristalisasi

1 | Page

si klus pengerjaan dingin

(cold working)

dilanjutkan

banyak digunakan untuk membantu proses produksi.

Dengan

annealing
annealing

rekristalisasi maka pengerasan regangan dapat hilang seiring terbentuknya butir-butir baru
sekaligus menaikkan keliatan bahan (Van Vlack : 1992).
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini penulis memilih material paduan
aluminium (Al -Fe) bentuk pelat hasil proses pembentukan yang banyak beredar di pasaran
dan dengan cara perlakuan panas annealing untuk 3 mengetahui sejauh mana pengaruh
sebelum dan sesudah mengalami annealing pada sifat fisis dan mekanisnya.

1.2 Tujuan
Mahasiswa manpu menganalisa hasil uji tarik beberapa jenis logam sebagia respon
mekanis terhadap deformasi dari luar dan manpu menganalisis karakteristik perpatahan yang
dihasilkan.

BAB II

2 | Page

daya hantar listrik yang cukup tinggi. aluminum ditemukan oleh Sir Humphrey Davy padaoleh H. Ketahanan korosi berubah menurut kemurniannya. reflektor yang baik dan juga dapat dilakukan hampir semua perlakuan permukaan. Bahan baku pengolahan aluminum adalah bauksit. Dengan dielektrolisa kembali dapat dicapai kemurnian 99. Sampai sekarang proses Heroult Hall masih dipakai untuk mereduksi aluminum.TEORI DASAR 2. di bagian dalam dilapisi dengan arangmurni. Aluminum diproduksi dengan cara mereduksi aluminum klorida. Hantaran listrik aluminum kira–kira 65 % dari hantaran listrik tembaga. C.Arus listrik yang mengalir akan mengangkat kriolit menjadi cairoleh panas yang terjadi karena arus listrik yang mengangkat dalam cairan kriolit tersebut adalah sebagai bahan pelarut untuk oksida aluminum. proses cair oksida aluminum yang terjadi dalam sebuah dapur listrik yang terdiri atas sebuah bak baja plat.1.2 % Asam Keizel – Anhydriet ( SiO2 ) Bijih bauksit didapat dalam bentuk batu kecil dengan warna merah tua dan mengandung air sampai 30 %. pada umumnya untuk kemurnian 99. Pengolahan Al2O3 menjadi aluminum menggunakan oven elektrolis yaitu proses dimana tanah aluminum bersama soda dicairkan dibawah tekanan pada suhu 160 °C dan terjadi persenyawaan aluminum dan sodanya ditarik sehingga berubah menjadi oksida aluminum yang masih mempunyai titik cair tinggi (2200 °C). antara lain karena ringan dan kuat. 3 | Page .0 % atau di atasnya dapat dipergunakan di udara dan tahan dalam waktu bertahun– tahun. Paul heroult dierancis dan C. Oleh karena itu aluminum dapat digunakan untuk kabel tenaga. Secara industri tahun 1886. titik cair turun menjadi sebesar 1000 °C jika dicampur kriolit. konduktifitas yang baik.batang arang yang dicelupkan kedalam campuran tersebut.99 %.85 % berat. M. tetapi massa jenisnya kira – kira sepertiganya sehingga memungkinkan untuk memperluas penampangnya. 34 % Oksida besi ( FeO3 ) 2. dan diatasnya terdapat batang . Hall di Amerika Serikat secara terpisah telahmemperoleh logam aluminum dari alumina dengan cara elektrolisa dari garamnya yang terfusi. yang terdiri dari :     60 % Alumina / Aluminum Oksida ( Al2O3 ).Pemakaian aluminum semakin meluas akhir–akhir ini karena beberapa faktor yang menguntungkan baik produsen maupun konsumen.5 % Oksida Titan ( TiO2 ) 3. tidak bersifat magnetik. Al didapat dalam keadaan cair dengan elektrolisa.Oersted tahun 1825. umumnya mencapai kemurnian 99.1 Landasan Teori Landasan teori Surdia (2009). tidak memercik dan tidak bersifat racun.Aluminum mempunyai sifat fisik hantaran listrik yang tinggi sepertiterlihat pada tabel 2.

1. 660.35 Kekerasan skala Mohs 2.2Sifat mekanik aluminium 4 | Page .375 gram/cm3 Titik lebur 933. pada umumnya untuk kemurnian 99. Al. Oleh karenaitu aluminum dapat digunakan untuk kabel tenaga. Tabel 2. 4566 oF Kalor jenis (25 oC) 24.1 sifat-sifat fisik aluminium Nama. 13 Sifat Fisik Wujud Padat Massa jenis 2.75 Kekerasan skala Vickers 167 Mpa Kekerasan skala Brinnel 245 Mpa 2.47 K. Ketahanan korosiberubah menurut kemurniannya. Simbol.1 µm/m K Modulus Young 70 Gpa Modulus geser 26 Gpa Poisson ratio 0.2 J/mol K Resistansi listrik (20 oC) 28.32 oC.0 %atau di atasnya dapat dipergunakan di udara dan tahan dalam waktubertahun–tahun.2 sifat fisik dan mekanik pada aluminium 2. 1220. dan Nomor Aluminium.2.58 oF Titik didih 2792 K. Hantaran listrik aluminum kira–kira 65 % darihantaran listrik tembaga.2 nΩ m Konduktivitas termal (300 K) 237 W/m K Pemuaian termal (25 oC) 23.70 gram/cm3 Massa jenis pada wujud cair 2. 2519 oC.1 Sifat fisik aluminium Aluminum mempunyai sifat fisik hantaran listrik yang tinggi sepertiterlihat pada tabel 2. tetapi massa jenisnya kira – kira sepertiganyasehingga memungkinkan untuk memperluas penampangnya.

2 sifat mekanik aluminium Sifat Mekanik Aluminium Sifat teknik bahan aluminium murni dan aluminium paduan dipengaruhi oleh konsentrasi bahan dan perlakuan yang diberikan terhadap bahan tersebut.Untuk sifat mekanik sendiri seperti terlihat pada tabel 2. 2. Mn. karena dapat mencegah oksidasi aluminium. karenauntuk mendapatkan aluminum dengan kekuatan mekanik yang baik.Zn. Mg. Namun. yaitu proses pembentukan lapisan aluminium oksida di permukaan logam aluminium segera setelah logam terpapar oleh udara bebas.2 tergantung dari seberapa besar kemurnian aluminum itu sendiri. Lapisan aluminium oksida ini mencegah terjadinya oksidasi lebih jauh. Si. dapat menambahkan unsur logam lain sebagai paduannya.3 Paduan Aluminum 5 | Page . pasivasi dapat terjadi lebih lambat jika dipadukan dengan logam yang bersifat lebih katodik. antara lain : Cu. Table 2. Hal ini disebabkan oleh fenomena pasivasi. Aluminium terkenal sebagai bahan yang tahan terhadap korosi. Ni dan sebagainya baik secara satu persatu maupunersama–sama. Berikut adalah tabel sifat – sifat mekanis dan fisisaluminum.

Operasi ini dinamakan perlakuan pelarutan. Bagipaduan yang mempunyai diagram fasa seperti itu kalau paduan padakomposisi tertentu misalnya 4 % Cu-Al.1perlakuan panas dan pengerasan paduan alumunium dapat dilakukandi sistem antara Al dan CuAl2. yaitu dengan pencelupandingin. Ternyata dari fasanya paduan ini mempunyai daerah pembekuan yang luas. yang kelarutannya menurun kalau temperatur diturunkan.Paduan aluminum diklasifikasikan dalam berbagai standar olehberbagai negara di dunia. larutan padat alfa di daerah sisi Al padatemperatur tinggi merupakan larutan padat dari berbagai komponenkedua. penyusutan yang besar. Al – Cu dan Al – Cu – Mg Dalam diagram fasa Al-Cu yang ditunjukkan pada gambar 2.Kalau material didinginkan dengan cepat dari larutan padatyang homogen pada temperatur tinggi. Gambar 2. Presipitasi tersebut memerlukan keadaantransisi dari atom yaitu difusi. dan padatemperatur biasa merupakan suatu campuran antara larutan padat yang jenuh dan fasa kedua. Konsentrasi darilarutan dapat berubah tergantung pada kurva kelarutan. Selanjutnyadengan pendinginan yang lebih jauh pada keadaan mendekatikeseimbangan. keadaan pada temperatur tinggi itu dapat dibawa ketemperatur yang biasa.Cu Sebagai paduan coran dipergunakan paduan yang mengandung 4 – 5 % Cu. didinginkan dari larutan padatyang homogen sampai pada temperatur memotong kurva kelarutan unsur kedua dimana konsentrasinya mencapai jenuh.1 Diagram fasa Al . Saat ini klasifikasi yang sangat terkenal dansempurna adalah standar Aluminum Association di Amerika (AA) yangdidasarkan atas standar terdahulu dari Alcoa (Aluminum Company ofAmerica) antara lain sebagai berikut: 1. fasa kedua akan terpresipitasikan. yang memerlukan pula waktu yangcukup.resiko besar 6 | Page .

paduan ini ditemukan oleh A. 2. Adanya Si sangat berguna untuk mengurangi keadaan itu dan penambahan Ti sangat efektif untuk memperhalus butir.2 yangada dalam keseimbangan dengan larutan padat Al adalah Al6Mn. Paduan yang mengandung Cu mempunyai ketahanan korosi yang rendah. Al – 1.0%Mg. Wilm dalam usaha mengembangkan paduan Al yang kuat yang dinamakan duralumin. Paduan Al – Mn Mn adalah unsur yang memperkuat Al tanpa mengurangiketahanan korosi dan dipakai untuk membuat paduan yang tahankorosi. jadi apabila ketahanan korosi yang khusus diperlukan permukaannya dilapisi dengan Al murni atau paduan Al yang tahan korosi yang disebut plat alklad.2 diagram fasa Al-Mn 3.2% Mn – 1. Gambar 2.5 % Mg dapat mengeras dengan baik dalam beberapa hari oleh penuaan pada temperatur biasa setelah pelarutan.pada kegetasan panas dan mudah terjadi retakan pada coran.2% Mn. Dalam diagram fasa Al – Mn yang terdapat pada gambar 2. Contoh paduan ini adalah Al – 1. Sebagai paduan Al – Cu – Mg paduan yang mengandung 4 % Cu dan 0. Paduan Al–Si 7 | Page . Aplikasi paduan ini adalah pada bahan pesawat terbang.

Gambar 2.7 % Si. tanpa kegetasan panas dan sangat baik untuk paduan coran. yang mempunyai permukaan bagus sekali. fenomena iniditemukan oleh A. koefesien pemuaian yang kecil dan sebagai 8 | Page . 11.Dalam diagram fasa dari sistem paduan Al – Si terlihat padagambar 2. Diagram fasa Al – Si Paduan Al–Si sangat baik kecairannya. Sebagai tambahan ia mempunyai ketahanan korosi yang tinggi. dankomposisi eutektik bergeser ke daerah kaya Si kira – kira pada 14 %. larutan padat terjadi pada sisi Al.1 %. sangat ringan.Hal ini biasa terjadi pada paduan hipereuektik seperti 11.1. tetapi karena perlakuan yangdisebut di atas Al mengkristal sebagai kristal primer dan struktureutektiknya menjadi sangat halus. Pacs tahun 1921 dan paduan yang telah diadakanperlakuan tersebut dinamakan silium.karena batas kelarutan padat sangat kecil maka pengerasan penuaansukar diharapkan. Sifat – sifat mekaniknya sangat diperbaiki.tampaknya temperatur eutektik meningkat kira – kira 15 0 C.3.05 .setelah cairan logam diberi natrium flourida kira – kira 0. Kalau paduan ini didinginkan pada cetakan logam.7 – 14 % Si.Si mengkristal sebagai kristal primer. Ini dinamakan struktur yangdimodifikasi.3 ini adalah tipe eutektik yang sederhana yang mempunyai titik eutektik pada 577 0C.

penghantar yang baik untuk listrik dan panas.Paduan Al – Si juga banyak dipakai sebagai elektroda untuk pengelasan yaitu terutama yang mengandung 5 % Si. pengerasan penuaan yang berarti tidakdiharapkan.Sel satuannyamerupakan hexagonal susunan rapat tetapi juga ada sel satuannyamerupakan kubus berpusat muka rumit.4 %Mg.Paduan Al–12 % Si sangat banyak dipakai untuk cor cetak.4. sebagai contoh 0. Secara praktis penambahanMg tidaklah banyak. Senyawa beta mempunyai massa jenis yang rendah danmudah teroksidasi. paduan ini sangat banyak dipakai. oleh karena itu biasanya ditambahkan sedikit fluxdari Be.9 % Mg.Sifat – sifat silumin sangat diperbaiki oleh perlakuan panas dan sedikit diperbaikioleh unsur paduan.diagram Al-Mg untuk titik eutektiknya adalah 450 oC.Tetapi dalam hal ini modifikasi tidak perlu dilakukan. Paduan Al – Mg Dalam paduan biner Al – Mg satu fasa yang ada dalamkeseimbangan dengan larutan padat Al adalah larutan padat yangmerupakan senyawa antar logam yaitu Al3Mg2. 4. jadikemampuan penuaan dapat diharapkan.Dapat dilihat pada gambar2. yang menurun pada temperatur biasa kira – kira 1.004 %. 35 % Mg dan batas kelarutan padatnya pada temperatur eutektik adalah 17. Karena mempunyai kelebihan tersebut. 5. Paduan Al–Si–Mg 9 | Page .

ekstrusi dan sebagainya dan sangat baik untuk mampu bentuk yang tinggipada temperatur biasa. Pada gambar 2. tetapisangat liat. maka dapat dikeraskan dengan penuaan perlakuan panas setelah perlakuan pelarutan. maka banyak digunakan untuk kabel tenaga. Fe dan Mn perlu dihindari karena unsur – unsur itu menyebabkan ketahanan listrik menjadi tinggi. sangat baik mampu bentuknya untuk penempaan.Karena paduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan yang cukup baik tanpa mengurangi hantaran listrik. Gambar 2. 6. Diagram fasa biner semu dari paduan Al–Mg2Si Paduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan kurang sebagai bahan tempaan dibandingkan dengan paduan–paduan lainnya. tetapi apabila secara simultan mengandung Si.5.Dalam hal ini pencampuran Cu.5 menunjukkan diagram fasa paduan Al-Mg2Si yang berasal dari kelarutan yang menurun dari Mg2Si terhadap larutan padat Al dari temperatur tinggi ke temperatur yang lebih rendah. Paduan Al–Mg–Zn 10 | P a g e . Mempunyai mampu bentuk yang baik padaekstrusi dan tahan korosi.Pada paduan ini kalau sedikit Mg ditambahkan kepada Alpengerasan sangat jarang terjadi.

aluminum menyebabkan keseimbangan biner semu dengansenyawa antar logam MgZn2.6. Gambar 2. Tetapi sudah sejak lama tidak dipakai karena mempunyai sifat getas terhadap retak korosi tegangan.6tersebut. Diagram fasa biner semu dari paduan Al-MgZn2 Paduan ini dapat dibuat keras sekali dengan penuaan setelah perlakuan pelarutan. dan kelarutannya menurun apabilatemperatur turun.Dalam digram fasa paduan ini yang terdapat pada gambar 2. BAB III 11 | P a g e .

5. Paduan 2024 diperkuat dengan solid solution and precipitation strengthening.Al-Cu dan Al-Cu-Mg Mempunyai kandungan 4% Cu dan 0.1Paduan Aluminium 2024 T3(paduan Al-Cu) Paduan Seri 2XXX. Mampu menahan kekuatan tarik yang tinggi. Paduan ini banyak dipakai pada struktur pesawat terbang terutama untuk skin dan rivet. Fatigue life baik.Pembahasan 3.5% sering dinamakan paduan 2024 yang nama lama disebut duralumin super. quenching dan arifticial aging. 6. sedangkan pada kondisi T6 sekitar 440 MPa.5% dan Mg menjadi 1. silikon dan mangan juga ditambahkan pada paduan ini. Salah satu paduan yang penting pada kelompok ini adalah Al 2024. Memiliki sifat-sifat: 1. Paduan 2024-T3 memiliki kekuatan tarik sekitar 400 MPa. tetapi magnesium. Unsur pemadu utama adalah copper (Cu).5% Mg untuk menambah kekuatan paduan mampu mesin yang baik serta dipakai pada bahan pesawat terbang. dalam hal ini material dipanaskan antara 900-10500F tergantung dari paduannya dan kekuatan paduannya tergantung pada pemanasan. Sedangkan paduan dengan kadar Cu dinaikkan menjadi 4. 3. 2. manpu las yang kurang Gambar specimen paduan aluminium tipe 2024 T3 sebelum ditarik 12 | P a g e . 4. Memiliki fracture toughness yang baik. Paduan aluminium 2024 yang ada berasal dari proses pengerjaan yang dilakukan dengan mengkondisikan T3 sehingga menjadi paduan Al 2024-T3. Aplikasi untuk struktur pesawat. Memiliki perambatan retak yang lambat.

1uji tarik pada aluminium 2024 T3 Width (mm) Thickness (mm) Laod at Max Load (kgf) 12.993 % strain at Auto Break (%) 18.Gambar specimen paduan tipe 2024 T3 sesudah ditarik 3.1.540 834.891 .897 3.660 1.285 Stress at offset Yieldi (kgf/mm2) 26.2 Diagram aluminium paduan 2024 T3 13 | P a g e Stress at Max Load (kgf/mm2) 43.1.

yang berwarna putih = Alfa 3.3.1.3 Struktur mikro Aluminium paduan 2024 T3 2024 T3 ETSA H3PO4 10% Yang warna hitam = presipitat.4 Aplikasi Aluminiun 2024 T3 14 | P a g e .1.

Data uji tarik aluminium paduan tipr 7075 T6/ seri 7XXX 15 | P a g e . Unsur pemandu utama paduan ini adalah Zn.1. Gambar specimen paduan aluminium tipe 7075 T62 sebelum ditarik Gambar specimen paduan aluminium tipe 7075 T62 sesudah ditarik 3.1. Cu.2 Paduan Aluminium tipe 7075 T62 (paduan AL-Zn) Paduan Seri 7XXX. pada paduan ini memiliki ketahanan korosi disetai ketahanan terhadap bebantekan yang baik.2. Paduan 7075 merupakan salah satu paduan yang penting dari kelompok ini dimana kekuatan tariknya dapat mencapai 500 MPa. Mn dan Cr. front spar dibuat dari paduan aluminium type 7075.5 kekerasan Aluminium paduan 2024 T3  HRB = 64  HB = 110 Alat yang digunakan yaitu Nikkon Elviso 3.Paduan ini banyak digunakan pada struktur pesawat terbang. Pada pesawat terbang. dimana akan terbentuk senyawa metalik MgZn2yang merupakan presipitat dasar yang memperkuat paduan ini. disamping itu juga ditambahkan unsur lain seperti Mg. Pada sayap pesawat terbang  Skin pesawat terbang  Roda gigi 3.

2.947 at Break .677 (kgf/mm2) 60.540 3.2.2 Diagram aluminium paduan tipe 7075 T62/seri 7XXX 3.272 (kgf/mm2) 53.440 Thickness Load at Max Stress at Max Stress (mm) Load (kgf) Load offset 1154.456 1.Width (mm) 12.3 Struktur miko paduan aluminium tipe 7075 T62 16 | P a g e at % Stain Yield Auto (%) 11.

4 Aplikasi paduan aluminium tipe 7075 T62   Rangka pesawat Font spar 3. sehingga penambahan Magnesium diperlukan untuk memperoleh efek pengerasan dari Mg2Si.2. Tetapi sifat paduan ini 17 | P a g e .3 Paduan aluminiu 6061T4 Paduan Seri 6XXX. maka akan terbentuk Magnesium Silikat (Mg2Si).Paduan 6061 merupakan salah satu kelompok yang banyak dipakai. mampu las dan tahan korosi yang cukup (Wiryosumarto. Jika Magnesium dan Silikon dipadukan bersama Aluminium. kebanyakan paduan Aluminium mengandung Si. pada kondisi T6 paduan ini mempunyai kekuatan tarik sekitar 290 MPa. 2000).2.Paduan ini banyak dipakai untuk stuktur-stuktur umum.Unsur pemadu utama adalah magnesium dan silikon yang membentuk senyawa intermetalik Mg2Si. yang dalam bentuk presipitat memperkuat paduan ini.5 Data kekerasan dari paduan aluminium tipe 7075 T62   HRB 91 HB 190 3.7075 T6 ETSA KELLER 3. Paduan Aluminium-Magnesium-Silikon termasuk dalam jenis yang dapat diperlakupanaskan dan mempunyai sifat mampu potong.

3. 1995:320).1 data uji tarik paduan aluminium tipe 6061 T4 Width (mm) 18 | P a g e Thickness Load at Max Stress at Max Stress at % strain at .akan menjadi getas.03% . Sifat aluminium paduan Al-Mg-Si Gambar specimen paduan aluminium 6061 T4 sebelum ditarik Gambar specimen paduan aluminium 6061 T4 sesudah ditarik 3.0.1% (Heine. sehingga untuk mengurangi hal tersebut. penambahan dibatasi antara 0.

3.3 Struktur Mikro paduan aluminium tipe 6061 T4 19 | P a g e offset Auto break 2 yield(kgf/mm (%) 15.500 (mm) Load (kgf) load(kgf/mm2 1.076 22.681 3.085 .12.2 Diagram paduan aluminium tipe 6061 T4 3.500 537.776 28.3.

6061 T62 ETSA HF2% 3.5 Data kekerasan dari paduan aluminium tipe 6061 T4   HRE 75 HB 83 Alat digunakan pada proses uji tarik aluminium sebagai berikut 20 | P a g e .4 Aplikasi paduan aluminium tipe 6061 T4   Cubing hidrolik Skin bawah pesawat terbang 3.3.3.

Kesimpulan 21 | P a g e .

Kekerasan yang diperoleh dari ketiga spesime adalah sebagai berikut  Tipe 7075 T62 kekerasanya  HRB 91  HB 190  Tipe 2024 T3 kekerasanya  HRB = 64  HB = 110  Tipe 6067 T4 kekerasanya  HRE 75  HB 83 22 | P a g e .Berdasarkan hasil pengujian dan hasil dari data yang diperoleh maka disimpulkan bahwa 1.