You are on page 1of 21

LAPORAN PRAKTIKUM

MATA KULIAH TEKNOLOGI PANGAN FUNGSIONAL

MATERI
PENGUJIAN TOTAL POLIFENOL

Disusun Oleh:
Dwi Tari Wulandari / 141710101107
Kelompok 5 / THP-B

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
OKTOBER, 2016

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini, berbagai macam produk bahan pangan mulai bermunculan berbagai
macam klaim mengenai adanya manfaat untuk kesehatan. Salah satu contoh klaim
yang paling sering dijumpai dalam bahan pangan adalah mengenai bahan pangan
sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa pemberi elektron (elektron
donor) atau reduktan (Winarsi, 2007). Antioksidan dapat dijumpai pada bahan pangan
seperti teh. Antioksidan yang terdapat pada teh salah satunya adalah polifenol.
Polifenol merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap aktivitas
antioksidan dalam buah dan sayuran (Hattenschwiler dan Vitousek, 2000). Polifenol
dapat menangkal radikal bebas yang terdapat pada tubuh manusia. Adanya polifenol
pada teh mengindikasikan bahwa teh dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan
yang digunakan dalam proses pencegahan radikal bebas.
Polifenol terdapat pada semua jenis teh yaitu teh hitam, teh olong, dan teh hijau.
Hal yang membedakan kandungan polifenol pada ketiga jenis teh tersebut adalah
jumlah komponen polifenol akibat dari adanya perbedaan proses perlakuan dari ketiga
jenis produk teh. Ketiga jenis produk teh tersebut saat ini diolah menjadi produk yang
dipermudah untuk konsumen seperti teh kemasan dalam bentuk cair dan serbuk teh
dalam bentuk kantong kertas saring. Selain itu, juga terdapat produk teh yang
ditambahkan dengan bahan – bahan pewangi dan bahan tambahan lainnya seperti
penambahan bunga melati untuk meningkatkan aroma. Pengaruh adanya perbedaan
produk teh dan adanya penambahan zat – zat lain pada produk kemasan teh
dimungkinkan adanya perubahan polifenol yang terdapat pada produk teh tersebut.
Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana kadar polifenol yang terdapat pada
berbagai macam produk teh maka dilakukan kegiatan praktikum mengenai polifenol
yang terdapat pada 24 jenis produk teh.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang terdapat pada kegiatan ini adalah untuk mengetahui total
polifenol pada berbagai macam produk teh dengan metode Follin-Ciocealteau.

Prinsip dari metode folin ciocalteau adalah terbentuknya senyawa kompleks berwarna biru yang dapat diukur pada panjang gelombang 765 nm (Pourmorad dkk. Hal ini disebabkan oleh gugus hidroksil pada senyawa tersebut yang dimiliki berbeda jumlah dan posisinya. 2000). dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas. Polifenol memiliki spektrum luas dengan sifat kelarutan pada suatu pelarut yang berbeda-beda. Struktur Polifenol 2.2. Senyawa fenolik bereaksi dengan reagen Folin Ciocalteau hanya dalam suasana basa agar terjadi disosiasi proton pada senyawa fenolik menjadi ion fenolat. Pereaksi ini mengoksidasi fenolat (garam alkali) atau gugus fenolik-hidroksi mereduksi asam heteropoli (fosfomolibdat-fosfotungstat) yang terdapat dalam pereaksi Folin Ciocalteau menjadi suatu kompleks molibdenum-tungsten. Reagen Folin Ciocalteau digunakan karena senyawa fenolik dapat bereaksi dengan Folin membentuk larutan berwarna yang dapat diukur absorbansinya. Untuk .BAB II. Senyawa fenol dapat di definisikan secara kimiawi oleh adanya satu cincin aromatik yang membawa satu (fenol) atau lebih (polifenol) substitusi hydroksil. Polifenol merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan dalam buah dan sayuran (Hattenschwiler dan Vitousek. Gambar 1. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. TINJAUAN PUSTAKA 2. Turunan polifenol sebagai antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas. termasuk derivat fungsionalnya. 2006). Metode Follin-Ciocealteau Penetapan kadar fenolik total dilakukan dengan menggunakan reagen FolinCiocalteau. Pengertian Polifenol Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Struktur polifenol dapat ditunjukkan pada gambar 1.1.

Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hijau dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri perusak dan juga bakteri yang menyebabkan penyakit di rongga mulut (penyakit periodontal) (Kushiyama et al.C. Bahan yang Digunakan 2. karbohidrat seperti selulosa.1 Teh Hijau Teh hijau merupakan teh yang tidak mengalami proses fermentasi dan banyak dikonsumsi orang karena nilai medisnya. glisin. Perhitungan kandungan fenolik total menggunakan rumus berikut : Sumber : Nurhannan (2012) Ket. pektin.dan E.3. Gugus hidroksil pada senyawa fenolik bereaksi dengan reagen Folin Ciocalteau membentuk kompleks molibdenumtungsten berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer. sterol dalam bentuk stigmasterol. leusin. triptofan. valin.. 2012). lemak dalam bentuk asam linoleat dan asam linolenat.membuat kondisi basa digunakan Na2CO3 7. senyawa volatile seperti aldehida. GAE merupakan acuan umum untuk mengukur sejumlah senyawa fenolik yang terdapat dalam suatu bahan (Mongkolsilp dkk. serin. alkohol. 2004). vitamin B. tirosin. Kandungan fenolik total pada suatu ekstrak bahan pangan dinyatakan sebagai ekuivalen asam galat atau Gallic Acid Equivalent (GAE). : c = konsetrasi Fenolik (nilai x) v = volume ekstrak yang digunakan (ml) fp = Faktor pengenceran g = Berat sampel yang digunakan (g) 2.. fruktosa. Komposisi senyawa-senyawa dalam teh hijau sangatlah kompleks yaitu protein (15-20%). sukrosa (5-7%). dan hidrokarbon. arginin (1-4%). lakton. kafein dan teofilin. asam aspartat. Semakin besar konsentrasi senyawa fenolik maka semakin banyak ion fenolat yang akan mereduksi asam heteropoli (fosfomolibdat-fosfotungstat) menjadi kompleks molibdenum-tungsten sehingga warna biru yang dihasilkan semakin pekat (Susanti dkk. 2009).5%. . Teh hijau kerap digunakan untuk membantu proses pencernaan dan juga karena kemampuannya dalam membunuh bakteri.3. glukosa. ester. asam amino seperti teanine. pigmen seperti karotenoid dan klorofil.

Selain komposisi kimia yang terdapat pada teh hijau.. Kandungan Komponen Bioaktif pada Teh Olong Komponen Total polifenol Jumlah (% b/b) 17. Jumlah kandungan komponen bioaktif pada teh hijau dapat dilihat pada tabel 1. Kandungan Komponen Bioaktif pada Teh Hijau Komponen Total polifenol Total katekin Kafein Asam galat Theaflavin Sumber : Rohdiana (2015) 2.09 Tidak terdeteksi Teh Olong Teh oolong adalah daun teh yang diolah dengan fermentasi (oksidasi enzimatis) secara parsial. Meskipun lipid dibutuhkan oleh tubuh. katekin. Mo. Ni.18 12. Co. kafein. Se.1993). fermentasinya tidak terlalu lama seperti pada pembuatan teh hitam.6 .3. kemudian berkondensasi menjadi teaflavin dan tearubigin (Michelle et al. Oksidasi enzimatis adalah reaksi oksidasi senyawa-senyawa polifenol dengan enzim polifenol oksdase dengan bantuan oksigen (O2) dari udara menjadi ortokuinon. Zn. Teh olong memiliki komponen bioaktif yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. sehingga hanya sebagian cairan sel yang mengalami proses fermentasi. Artinya. 2006). Tabel 2. Kandungan komponen bioaktif yang terdapat pada teh olong dapat ditunjukkan pada tabel 2. Antilipase merupakan suatu senyawa yang dapat menginhibisi kerja enzim lipase baik secara irreversible maupun reversible.2 Jumlah (% b/b) 19. teh hijau juga memiliki kandungan komponen bioaktif yang terdiri dari polifenol. Prinsipnya. F. Mg. Cu. Teh oolong memiliki senyawa antilipase. tubuh juga dapat mensintesis lipid dari metabolisme karbohidrat (Michelle et al. Tabel 1. Enzim lipase merupakan enzim yang berperan dalam proses hidrolisis lemak. dan Al (5%) (Cabrera et al. Namun hasil penyerapan lipid akan langsung digunakan sebagai sumber energi atau disimpan oleh tubuh di dalam jaringan adipose sebagai cadangan energi.95 3.mineral dan elemen-elemen lain seperti Ca. K. konsumsi lipid yang berlebihan dapat merugikan tubuh karena selain asupan-asupan lipid esensial.4 0. enzim lipase menghidrolisis lemak dari makanan menjadi lipid yang lebih polar dan dapat berinteraksi dengan air sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. 1993). Enzim lipase mampu menghidrolisis lemak makanan yang dikonsumsi hingga 50-70%. Fe. asam galat dan theaflavin. Mn. P. Sr. Na.

Artinya. Fungsi lain teh hitam selain sebagai minuman yang biasanya disajikan dalam bentuk seduhan. daun teh mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga semua kandungan katekin terfermentasi menjadi tea flavin dan tearubugin.3.Total katekin Kafein Asam galat Theaflavin Sumber : Rohdiana (2015) 2. Teh hitam didapat dari hasil penggilingan yang menyebabkan daun terluka dan mengeluarkan getah. .3 10. diikuti teh hijau 20% kemudian sisanya adalah teh oolong dan teh putih yaitu 2%. 2008). Teh hitam paling dikenal luas dan banyak dikonsumsi (Sujayanto. Perbedaan komponen bioaktif teh hitam dengan teh – teh lainnya seperti teh hijau dan teh olong terdapat pada jumlah komponennya.3 3. Teh hitam ini juga merupakan teh dengan proses pengolahan yang cukup rumit. Jumlah komponen bioaktif teh hitam dapat dilihat pada tabel 3. 2015). teh hitam juga memiliki aspek kesehatan tubuh yang disebabkan oleh adanya kandungan komponen bioaktif yang terdapat pada daun teh hitam.7 Tidak Terdeteksi Tidak terdeteksi Teh Hitam Dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Warna hijau bakal berubah menjadi kecoklatan dan selama proses pengeringan menjadi hitam. teh hitam adalah teh yang paling banyak diproduksi yaitu sekira 78%. Berdasarkan prosesnya teh hitam dibedakan menjadi teh hitam ortodoks dan crushing-tearing-curling (CTC) (Rohdiana. Getah itu bersentuhan dengan udara sehingga menghasilkan senyawa tea flavin dan tearubugin.

5 0.Tabel 3. Kandungan Komponen Bioaktif pada Teh Hitam Komponen Total polifenol Total katekin Kafein Asam galat Theaflavin Sumber : Rohdiana (2015) Jumlah (% b/b) 16.94 .2 3.5 4.26 0.

. Teh cap Gardoe 3. Teh Pucuk Harum 5. Teh Rollas black tea 17.1. Teh Gopek jasmine tea 16. Pokka green tea jasmine 3. Cap Djenggot teh hijau melati 9.2. Na2CO3 2. BAHAN DAN METODE 3. My Tea Suntory oolong tea 7. Teh cap Dandang jasmine tea 22. Tong Tji teh wangi premium 10.3. Teh cap Kepala Djenggot 8. Teh Sariwangi jasmine tea 20. Teh Sariwangi Asli 19. Teh Tong Tji jasmine tea 14. Teh Tong Tji green tea jasmine 13. Teh celup Tong Tji 12. Teh Rollas jasmine tea 18.1 Bahan Pangan yang Digunakan 1. Teh Gopek hitam melati 15.3 Bahan 3. Bahan Kimia yang Digunakan Larutan Follin 1.BAB III. Teh cap Dandang black tea 21. Teh Super Tong Tji 11. Frestea low calorie 4. Teh Javana 2. Teh cap Bandulan 24. Teh wangi cap Dandang 23. Kiyora green tea with jasmine 6.

2.1. Sampel Kasar Serbuk teh Penimbangan 1.5 gr Pelarutan dengan 50 ml aquades hangat Penyaringan Residu Filtrat Peneraan hingga 50 ml Pengambilan 0. Diagram Alir Pengujian Total Polifenol Serbuk Teh Pengukuran nilai absorban .1 ml cuplikan Pemasukkan ke dalam tabung reaksi Pengenceran hingga 5 ml Aquades Penambahan 0.2. Ekstraksi Senyawa Polifenol 3.3.5 ml reagen follin Vortex Pendiaman selama 5 menit Penambahan 1 ml Na2CO3 Pendiaman selama 30 menit di tempat gelap Gambar 2.

Hasil dari proses penyaringan tersebut adalah filtrat. Filtrat ini kemudian ditera sebanyak 50 ml dengan cara penambahan aquades hingga volume labu ukur mencapai batas 50 ml dan fungsi dari peneraan ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi pengenceran teh agar pada saat pengukuran nilai absorbansi polifenol dapat terdeteksi nilainya dan tidak terlalu tinggi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses reaksi polifenol dengan ion larutan follin yang dapat bereaksi pada kondisi atau suasana gelap.1 ml cuplikan dari filtrat tersebut untuk dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 5 ml aquades untuk meningkatkan konsentrasi pengenceran dan 0. Campuran larutan yang telah homogen dilanjutkan pada proses pendiaman selama 5 menit bertujuan untuk mereaksikan ion yang terdapat pada larutan follin dengan kandungan polifenol.Pengujian serbuk teh dari terhadap kandungan polifenol yang terdapat pada bahan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai macam tahapan. Kemudian dilanjutkan pendiaman kembali selama 30 menit dengan keadaan tertutup atau tabung reaksi telah dibungkus dengan aluminium foil. Tahap terakhir setelah 30 menit adalah pengukuran nilai absorban polifenol yang terdapat pada berbagai macam jenis teh dalam keadaan serbuk. Proses penyaringan ini bertujuan untuk mengambil filtrat teh berupa cairan yang berwarna hijau atau kecoklatan sesuai dengan jenis teh atau dalam artian menyaring beberapa senyawa polifenol yang ikut terlarut dalam air dari ampas teh tersebut. Proses penambahan aquades hangat dilanjutkan dengan pengadukan selama 10 menit yang bertujuan untuk melarutkan senyawa polifenol secara merata ke dalam aquades hangat tersebut.5 gram yang akan dilarutkan kedalam 50 ml aquades hangat dengan tujuan untuk melarutkan serbuk teh dan senyawa yang terdapat pada serbuk teh tersebut khususnya polifenol yang larut dalam air. Adanya penambahan aquades dan larutan follin maka perlu dilakukan vortex untuk homogenisasi pada sampel teh yang akan diukur niali absorbansinya. Tahap pertama adalah penimbangan serbuk teh kasar sebesar 1. Kemudian dilakukan penggojokan yang bertujuan untuk mencampurkan semua cairan yang terdapat pada filtrat tersebut hinggan homogen. . Setelah homogen. Selanjutnya adalah proses penyaringan yang menggunakan kertas saring. Setelah 5 menit dilakukan pendiaman kemudian dilanjutkan penambahan Na2CO3 sebanyak 1 ml untuk mengondisikan suasane asam agar reaksi antara follin dengan polifenol dapat bereaks karena polifenol dan larutan follin dapat bereaksi sempurna jika ditambahkan asam melalui larutan Na2CO3.5 ml reagen follin sebagai indikasi adanya polifenol dan untuk mengetahui seberapa besar aktivitas polifenol dalam menangkal radikal bebas. maka dilanjutkan pada proses pengambilan 0.

9 ml dan larutan follin 0.2.2 Sampel Cair Sampel cair Pengambilan 0.9 ml dan penambahan larutan follin 0. Diagram Alir Pengujian Total Polifenol Teh Cair Metode pengujian polifenol pada sampel teh cair memiliki metode yang hampir sama pada sampel teh dalam keadaan serbuk.1 ml Pemasukan dalam tabung reaksi Aquadest 4. 5’ Penambahan 1 ml Na2CO3 Pendiaman di tempat gelap 30 menit Absorbansi 765 nm Gambar 3. Sampel teh cair 0.3.5 ml Pengenceran hingga 5 ml Vortex Pendiaman.1 ml tersebut selanjutnya diencerkan dengan aquades sebanyak 4.5 ml. Fungsi aquades untuk meningkatkan konsentrasi . Namun perbedaannya adalah tidak adanya proses pengekstrakan dan peneraan 50 ml sampel tetapi sampel teh cair dilakukan pengambilan cuplikan sebanyak 0.1 ml kedalam tabung reaksi.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses reaksi polifenol dengan ion larutan follin yang dapat bereaksi pada kondisi atau suasana gelap. Kemudian dilanjutkan pendiaman kembali selama 30 menit dengan keadaan tertutup atau tabung reaksi telah dibungkus dengan aluminium foil. Tahap terakhir setelah 30 menit adalah pengukuran nilai absorban polifenol yang terdapat pada berbagai macam jenis merk teh dalam keadaan cair. Campuran larutan yang telah homogen dilanjutkan pada proses pendiaman selama 5 menit bertujuan untuk mereaksikan ion yang terdapat pada larutan follin dengan kandungan polifenol.5 ml reagen follin sebagai indikasi adanya polifenol dan untuk mengetahui seberapa besar aktivitas polifenol dalam menangkal radikal bebas. . Adanya penambahan aquades dan larutan follin maka perlu dilakukan vortex untuk homogenisasi pada sampel teh yang akan diukur nilai absorbansinya.pengenceran dan 0. Setelah 5 menit dilakukan pendiaman kemudian dilanjutkan penambahan Na2CO3 sebanyak 1 ml untuk mengondisikan suasane asam agar reaksi antara follin dengan polifenol dapat bereaks karena polifenol dan larutan follin dapat bereaksi sempurna jika ditambahkan asam melalui larutan Na2CO3.

400. 400. 450. 200. Setelah pengambilan asam galat dengan berbagai macam volume.3. 50. 250. 450. 100. 300. 100. 350. Diagram Alir Pembuatan Kurva Standar Pembuatan kurva standar pada pengujian total polifenol mengginakan asam galat dengan konsentrasi sebesar 5 mg/ml dengan berbagai macam variasi volume yang akan dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebesar 0.3 Hasil 3.1 Kurva Standar Asam galat konsentrasi 5 mg/ml 0. maka asam galat tersebut ditambahkan aquades untuk dilakukan peneraan hingga 5 ml dengan tujuan untuk mengencerkan . 250. 50.3. Perbedaan volume asam galat bertujuan untuk mendapatkan nilai kurva standar asam galat terhadap nilai absorbansi. 150. 500 μl Pemasukkan dalam tabung reaksi + aquadest Tera hingga 5 ml + 0. 300.5ml Folin Ciocalteau Vortex Pendiaman 5 menit + 1 ml Na2CO3 Pendiaman 30 menit dalam tempat gelap Pengukuran nilai absorbansi λ = 765 nm Pembuatan kurva dan persamaan kurva standar Gambar 4. 200. 500 µl. 150. 350.

Selanjutnya ditambahkan 1 ml Na2CO3 yang digunakan untuk mengondisikan suasan basa agar terciptanya reaksi reagen follin dengan asam galat. campuran tersebut didiamkan selama 5 menit untuk memberikan kesempatan pada asam galat dengan larutan follin bereaksi. Gambar 5. Kurva Standar Nilai Absorbansi 3.asam galat.0125  Sampel 1 : Teh Pucuk (cair) Teh pucuk 1 : X = 0. Kemudian dilanjutkan pendiaman lagi selama 30 menit dengan tujuan yang untuk mereaksikan asam galat dengan larutan follin dan diletakkan ditempat gelap karena terjadinya reaksi tersebut terjadi dalam kondisi tanpa cahaya. maka dilakukan pengukuran nilai absorbansi dengan panjang gelombang sebesar 765 nm. Kemudian dilakukan vortex untuk membuat larutan menjadi homogen.508 .612 + 0. Hasil kurva standar dan persamannya dapat dilihat pada gambar 5.2 Contoh Perhitungan a. Setelah 30 menit.3. larutan asam galat tersebut ditambahkan 0.5 ml larutan follin ciaocalteau sebagai indikator adanya polifenol pada asam galat tersebut. Dengan didapatkannya nilai absorbansi pada masing – masing volume asam galat maka dibuat kurva dan persamaan kurva standa yang nantinya kurva standar ini dapat dijadikan sebagai perhitungan total polifenol pada teh. Setelah homogen. Nilai X Persamaan kurva standar : Y = 12.558 X – 0.0497 12.0125 = 0. Setelah dilakukan peneraan.

648 + 0.0125 = 0.0500 12.508 Teh Pucuk 3 : X = 0.508 b.0526 12.616 + 0. Total Polifenol  Sampel 1 : Teh pucuk (cair) Teh Pucuk 1 : Teh Pucuk 2 : Teh Pucuk 3 : Rata – rata : .Teh Pucuk 2 : X = 0.0125 = 0.

422 0.642 0.4964 27.2549 1.706 1.658 0.723 0.02 34.652 0.16 1.811 0.0131 3.1157 56.329 1.83 34.3 103.076 2.338 106.581 0.068 6.534 0.612 0.8058 0.394 0.05 56.479 1.8012 0. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.26 1.2877 3.7505 8.023 5.5 16.79 53.599 1.1291 1.079 12.87 53.521 0.627 0.1.853 2.7186 0.648 0.517 0.78 0.0223 1.421 0.649 0.081 2.3735 .387 0.2821 1.548 1.0375 1.394 5.52 42.686 0.457 0.5079 0.519 0.10 27.803 0.349 51.596 0.494 3.497 0.479 2.623 0.2315 4.8856 51.5 8.04 27.876 3.556 0.58 1.0399 6.228 1.83 44.849 0.28 1. Kandungan Polifenol No Bahan 1 Teh javana Pokka green tea jasmine Freshtea low chalorie Teh pucuk harum Kiyora green tea with jasmine My tea suntory oolong tea Teh cap kepala djenggot Cap Djenggot teh hijau melati Tong tji teh wangi premium Teh super tong tji Teh celup tong tji Teh tong tji green tea jasmine Teh tong tji jasmie tea 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nilai Absorbansi Ulangan 1 2 3 1 Kandungan Total Polifenol (mg GAE/g) Ulangan RataSD RSD rata 2 3 0.BAB IV.0899 17.2382 0.019 2.686 0.0157 3. Hasil Tabel 4.2313 2.9401 2.501 0.39 3.48 0.096 0.8214 1.648 0.516 55.48 50.3124 1.38 1.24 3.378 0.34 40.678 1.9851 2.604 44.9 99.79 45.428 3.038 7.526 0.048 22.217 1.473 0.727 116.0038 1.3604 0.616 0.342 3.02 1.574 1.

737 23.532 1.77 1.89 60.50 37.54 52.92 33.08 .92 40.24 43.59 28.3607 2.1003 7.43 2.2819 54.882 39.3793 1.14 2.37 5.349 32.024 0.9731 1.093 2.7998 2.1067 26.56 50.35 40.0539 1.1136 1.2496 34.98 11.342 40.5221 1.47 54.0819 1.6277 1.06 2.79 55.0885 54.14 15 16 17 18 19 Teh gopek hitam melati Teh gopek jasmine tea Teh rollas black tea Teh rolas jasmine tea Teh sariwangi asli Teh sariwangi jasmine tea 2.83 41.0522 1.5134 2.2746 1.7688 8.4882 1.39 35.9868 2.512 1.77 7.01 28.6597 39.27 1.76 29.04 29.

Sampel tersebut terdiri dari 2 jenis bentuk fisik kemasan teh yaitu cair dan padat berupa serbuk. 2015) dan komponen polifenol pada teh hijau ini merupakan komponen polifenol tertinggi dari teh hitam dan teh olong. . Hal ini dapat disebabkan oleh adanya perbedaan komposisi yang ditambahkan pada kedua jenis teh dan adanya proses pengolahan yang berbeda pada kedua jenis teh. Diagram batang total polifenol bahan pangan Berdasarkan total polifenol yang yang telah diujikan pada 24 sampel bentuk teh yang beredar dipasaran.4. Hasil total polifenol yang didapatkan dari 24 sampel dapat dilihat pada gambar 6. Pengujian total polifenol ini menggunakan metode follin ciocealteau.2. Kedua jenis teh ini merupakan salah satu jenis teh hijau dan pada teh hijau secara umum total polifenol yang terkandung didalamnya sebesar 19. Namun. didapatkan hasil bahwa jenis teh hijau cap Djenggot memiliki total polifenol tertinggi dan teh Pokka green tea jasmine memiliki total polifenol terendah jika dilihat secara keseluruhan dari 24 sampel. Gambar 6. pada kedua jenis teh hijau yang dikemas dalam bentuk berbeda yaitu teh merk Pokka dijual dalam bentuk cair dan dengan tambahan bunga melati dan dikemas dalam botol sedangkan teh cap Djenggot dikemas dalam bentuk serbuk yang ditempatkan pada kantong kertas saring menghasilkan total polifenol yang berbeda. Pembahasan Pengujian polifenol pada produk teh yang telah mengalami pengolahan untuk dijadikan beberapa produk yang dapat dinikamti dengan mudah oleh konsumen dilakukan pengambilan sampel sebanyak 24 sampel.18 % (b/b) (Rohdiana.

kandungan polifenol yang paling banyak didapatkan pada jenis teh dalam bentuk serbuk dan hal ini juga berlaku untuk teh olong dan hitam dalam bentuk serbuk lainnya seperti teh sari wangi asli. teh sariwangi jasmine.Adanya proses pengolahan seperti pemanasan pada pembuatan teh cair dalam botol akan berdampak pada pengurangan kandungan polifenol dalam teh sehingga dimungkinkan kandungan polifenol tersebut menjadi menurun. teh rollas black tea. teh cap bandulan. adanya tambahan bahan – bahan selain teh seperti gula. dan teh serbuk lainnya yang memiliki kandungan polifenol sekitar >25 mg GAE/gram. pengawet. flavor dan perisa dapat mempengaruhi kandungan pada polifenol juga. teh rollas jasmine. Selain itu. . Oleh karena itu. teh cap gardoe.

Oleh karena itu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum dan analisa yang telah dilakukan. Hal ini dipengaruhi adanya faktor jenis teh yang digunakan yaitu teh hijau dan proses pengolahan kedua jenis teh seperti pada teh pucuk harum diolah dengan adanya proses pemanasan cairan teh dan pasteurisasi.5 mg GAE/gram dan 0. dapat disimpulkan bahwa kandungan polifenol tertinngi terdapat pada produk teh cap Djenggot dan untuk polifenol terendah terdapat pada teh pucuk harum dengan nilai polifenol sebesar 106. .509 mg GAE/gram.BAB V. nilai kandungan polifenol tertinggi terdapat pada teh serbuk khususnya teh hijau jika dilihat secara keseluruhan.

No. Chil. and Rinaudo M. S. Penenetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan Variasi Tempat Tumbuh Secara Spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. 2. 2008. Vol. Pourmorad. dan Vitousek. 2000. Khasiat Teh Untuk Kesehatan dan Kecantikan. Mongkolsilp. Agustus 2015. 2006. Rohdiana. Shahabimajd.0717-9707 Hattenschwiler. Radical Scavenging activity and total phenolic content of medical plants used in primary health care. Hery. S. J. 2007. Synthesis and Characteristics of Chitosan Alkyl Phosphate.M. Susanti. Pongbupakit. 9(1) :32-35. Taboada E. I. Dr. no. N. 5(11):1142-1145. 2015. Teh : Proses. Foodreview Indonesia. Cardenas G. P.. Yogyakarta : Kanisius.. N. no 8. 2012. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. 2006. Vol. 34-38. Sae-lee. Flona Serial Oktober(I): hal. The Role of Polyphenols Interestrial Ecosystem Nutrient Cycling. Review PII : S0169 – 5347(00)01861-9 TREE. Vol :51 no : 1 p. Dadan.. Vol.. S. X. Sujayanto.. Karakteristik dan Komponen Fungsionalnya. 1 : 73 – 80. . W.DAFTAR PUSTAKA Cabrera. phenol and flavonoid contents of some selected Iranian medicial plants. 15.. G. Jurnal of Pharmacy and Science. Winarsi. G. Antioxidant activity. 6...J. Sitthithaworn. Hari dan Riza Alfian. Hossenimehr. African Journal of Biotechnology. 2004. F.