You are on page 1of 9

Bahasa Indonesia

Membandingkan Teks Drama dan Teks Negosiasi

Kelompok 1
1. Lengking Fajar A.
2. Mas Windaru A.
3. Nurul Hidayati
4. Viererra Audhi G.

(
(
(
(

14
17
21
29

Pengertian Teks/Naskah Drama

)
)
)
)

bereaksi. setting. alur (plot atau kerangka cerita). Naskah drama juga sebagai ungkapan pernyataan penulis (play wright) yang berisi nilai-nilai pengalaman umum juga merupakan ide dasar bagi actor. tokoh (penokohan atau perwatakan). 3. Pengertian Drama • Drama berasal dari kata Yunani. dialog. tema atau nada dasar cerita. 5. Unsur-Unsur Drama Secara garis besar unsur naskah drama ada enam bagian penting yaitu : 1. • Menurut Sendarasik naskah drama merupakan bahan dasar sebuah pementasan dan belum sempurna betuknya apabila belum dipentaskan. bertindak. 2. kata drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan. pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. draomai yang berarti berbuat. • Berdasarkan pengertian diatas naskah drama dapat diartikan suatu karangan atau cerita yang berupa tindakan atau perbuatan yang masih berbentuk teks atau tulisan yang belum duterbitkan (pentaskan). dan 6. 4. Secara umum. Jadi. amanat atau pesan pengarang .• Menurut KBBI naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan yang belum diterbitkan. dan sebagainya.

dan kelogisan haruslah dirajut dalam suatu cerita yang memiliki konflik dan mempunyai titik klimaks yang akan membawa pembaca atau penonton pada kedinamisan cerita bukan kemonotonan cerita. (5) catastrophe atau denoument atau keputusan • Robert Stanton mengatakan bahwa dua elemen dasar yang membangun alur adalah ‘konflik’ dan ‘klimaks’ (2007 : 27). 2004 : 27). (4) resolusi atau penyelesaian atau falling action. yakni pengenalan tokoh.(Herman J. Penokohan • Mengkaji sebuah cerita tentu tidak akan lepas dari tokoh. Plot atau Alur • Alur merupakan unsur drama yang dapat mengungkapkan peristiwa-peristiwa melalui jalinan cerita yang berupa elemenelemen yang dapat membangun satu rangkaian cerita. yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan (Burhan Nurgiyantoro. Waluyo. • Perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama (Asul Wiyanto. (3) klimaks atau titik puncak cerita. Ketegangan. 2002 : 165). Watak para tokoh . Tokoh cerita menurut Abrams adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama. kejutan. karena tokoh merupakan unsur yang penting dalam sebuah cerita. jenis dan warna dialog akan menggambarkan watak tokoh itu (Herman J. (2) komplikasi atau pertikaian awal. 2002 : 6-28). 2002 : 14). • Watak tokoh itu akan menjadi nyata terbaca dalam dialog dan catatan samping. Waluyo. • Gustaf Freytag memberikan unsur-unsur plot lebih lengkap meliputi hal-hal berikut ini: (1) exposition atau pelukisan awal.

2002 : 20). dan sosial (fisiologis. dan sosiologis) (Herman J. dan penggambaran itu berdasarkan keadaan fisik. Hudson menyatakan bahwa setting adalah keseluruhan lingkungan cerita yang meliputi adat istiadat. dan pandangan hidup (Herman J. • W. Latar (Setting) • Robert Stanton berpendapat bahwa latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita. Tema . Dialog • Kekhasan dari gerne sastra ini adalah media dialog atau percakapan yang digunakan dalam penyampaiannya. Waluyo. Lebih lanjut lagi Herman J. Waluyo. • Abrams (Burhan Nurgiyantoro. kebiasaan. hubungan waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Atar Semi juga berpendapat bahwa dalam drama. semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang sedang belangsung (2007 : 35). 2002 : 17).H. Waluyo berpendapat bahwa ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh drama adalah bahasa yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis (2002 : 20).digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional). Ciri khas suatu drama adalah naskah itu berbentuk cakapan atau dialog (Herman J. 2002 : 216) mengatakan bahwa latar merupakan tumpuan yang menyaran pada pengertian tempat. Senada dengan Herman J. psikologis. 2002 : 198). Waluyo. ujaran mestilah lebih manarik dan ekonomis dibandingkan dengan kenyataan seharihari (1993 : 164). Waluyo. psikis.

ia juga mengemukakan bahwa premis dapat juga disebut sebagai landasan pokok yang menentukan arah tujuan yang merupakan landasan bagi pola konstruksi lakon. Budi.” Sita : “soalnya sulit sekali.” Sita : “kalau soal nomor 10. tinggal 3 soal lagi. Banu: “Din. semua murid terlihat kebingungan dan kewalahan melihat soalnya. Sedang diadakannya ujian semester. Sita dan Dini duduk sebangku di depannya.” .11 dan 15 jawabannya apa Ban? Banu: “10 A. Mengenai premis. Adi dan Banu duduk sebangku.kamu sudah selesai?” Budi : “Belum. Tema berhubungan dengan premis dari drama tersebut yang berhubungan dengan nada dasar dari sebuah drama dan sudut pandangan yang dikemukakan oleh pengarangnya (Herman J. Contoh Naskah Drama Suatu ketika disaat keadilan sudah menjadi kata yang punah. Banu: “Bud. jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar.• Tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama. Sita dan Dini. 2002 : 24). aku minta jawaban soal nomor 5 dan 6!” Dini : “A dan C. 11 D. nomor 15 aku belum. Mata pelajaran yang sedang di ujiankan adalah matematika.” Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar lainnya. Dan terjadi lah percakapan antara 5 sekawan.” Banu: “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!” Budi : “Tidak Bisa Ban. masih banyak yang belum aku kerjakan. Adi. Tapi tidak dengan Budi. Waluyo. Banu.” Adi : “Huss. ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek. sedangkan Budi duduk sendiri disamping Banu.

Urus saja dirimu sendiri Bud. Aku tidak mau mencotek karena dosa. kita harus kerjasama. mencontek terus. bantu kami. Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.” Dini : “Iya Bud. 18 B. biarkan. 16 D. kamu kan yang paling pintar di sini bud. kita lihat di buku saja. kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya.” Budi : “tetap tidak bisa. 17 D.” Sita : “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!” Budi : “Mencontek atau pun memberi contek adalah hal buruk.” (marah dan kesal) Banu: “biarkan. Budi benar.” Dini : “Aku juga tidak menyangka.” Banu: “Disaat seperti ini.” Adi : “Iya. yang dosanya sama.. 20 C.” Adi : “ya sudah. sangat mendesak Bud. dan kami urus diri kami sendiri.” Budi : “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman. Guru : “Kalian ini.” Dini : “Iya Bud.” Adi : “Iya. baru kita menyadarinya yah!” . Sita : “Bagaimana Ban? Ada tidak? Banu: “ada. Lalu Sita menanyakan hasilnya. Aku minta maaf.” Banu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam. akan dihukum. kita harus kerja sama. Keluar kalian!” Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera. 19 A.” Kareana suara Banu yang agak terdengar keras. Banu: “Aku tidak menyangka akan seperti ini.” Sita : “Tapi saat ini.” Sita : “Seharusnya kita belajar ya. 15 A.Banu: “Kenapa? Kita sahabat bud. kalian dengar ya. begitu pula memberi contek ke kalian.

Kita sahabat kan? Aku ingin kita bersama. Tema b. Dini dan Banu : “Aku juga” Setelah itu Budi keluar dari kelas dan menghampiri mereka. 1.” Lalu mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan tawa. Struktur Teks Negosiasi Teks Drama Teks negosiasi merupakan proses penetapan keputusan secara bersama Antara beberapa pihak yang memiliki keinginan berbeda.” Dini : “dan tidak kita ulangi lagi. Amanat c. Persahabatan akan mengalahkan segala keburukan. Tokoh . Teks Negosiasi Teks Drama a. Aspek 2. b. aku ingin menjalani hukuman kalian juga. Plot d. Teks drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh pemain. Membandingkan Teks Negosiasi dengan Teks Drama No.” Adi : “Kita sahabat sejati. Negosiator 1 menyampaikan maksudnya.Sita : “Aku menyesal!” Adi. Pihak mitra bicara (negosiator 2) a.” Sita : “aku berharap ini menjadi pelajaran kita semua. Aspek Pengertian No. Kemudian Budi ikut berdiri hormat seperti yang lain. Dini : “kenapa bud? Kamu di hukum juga?” Budi : “Tidak.

Terjadi persepakatan. e. maupun epilog. sikap pemain. Naskah drama dilengkapi petunjuk tertentu misalnya gerakan. No. Negosiator 1 mengemukakan argumentasi untuk mempertahankan tujan awalnya untuk disetujui negosiator 2. c. Kaidah • Penyampaian maksud oleh pihak pertama a. Negosiator 2 kembali mengemukakan penolakan dengan alasan tertentu pula. . • Penyanggahan oleh pihak kedua • Pihak pertama menyampaikan argumentasi. Aspek Teks Negosiasi Teks Drama 3. Cerita dalam drama berbentuk dialog. Penokohan g. dan keadaan. Sudut Pandang d. bujukan • Pihak kedua kembali menyatakan penolakan dengan b. Semua ucapan mereka harus ditulis. Latar f. e. ekspresi.menyanggah dengan alasan tertentu. latar. monolog. suasana. tata lampu.

Aspek 4. 4. Debat 3) Komplikasi. Kesepakatan 5) Resolusi. Proposal 2) Konflik. Penutup 6) Keputusan. Nama tokoh terletak di atas atau di samping kiri dialog para tokoh. Persiapan 1) Eksposisi 2. . 5.argumentasi • Terjadi persepakatan: saling memberikan tawaran No. Tahapan Alur c. 6. Teks Negosiasi Teks Drama 1. Tawar menawar 4) Krisis. 3.