You are on page 1of 5

Cerdas dalam menggunakan kartu kredit

“Kartu Kredit adalah Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu yang dapat digunakan untuk
melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk
transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai dimana kewajiban
pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang
kartu berkewajiban melakukan pelunasan kewajiban pembayaran tersebut pada waktu yang
disepakati baik secara sekaligus (charge card) ataupun secara angsuran.”
Dibandingkan dengan jenis-jenis kredit yang ditawarkan dunia perbankan, kartu kredit
merupakan jenis kredit yang paling mudah dan cepat disetujui. Syaratnya sederhana yaitu
fotocopi KTP, slip gaji atau surat keterangan penghasilan, foto dan surat keterangan lain yang
dianggap perlu. Bahkan pada perkembangan saat ini, apabila calon pemegang kartu kredit yang
mengajukan permohonan kartu kredit telah memiliki kartu kredit sebelumnya, maka calon
pemegang kartu kredit yang bersangkutan hanya perlu menyerahkan fotokopi tagihan kartu
kredit tersebut.
selain kemudahan dalam mengajukan permohonan, kelebihan lain dari penggunaan kartu kredit
adalah lingkup penggunaannya yang sangat luas, dari transaksi kecil sampai transaksi bervolume
besar. Hal ini sangat berguna bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sering melakukan
perjalanan, baik untuk bisnis maupun wisata karena kartu kredit juga dapat digunakan untuk
melakukan transaksi diberbagai negara yang menerima pembayaran dengan kartu kredit.
Semakin lama penggunaan kartu kredit di Indonesia semakin luas. Perkembangan penggunaan
kartu kredit terjadi dengan cepat karena ada banyak kemudahan yang diperoleh dari penggunaan
kartu kredit. Kartu kredit dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan alat pembayaran
lain, sehingga lebih dikenal pula di tengah masyarakat.
Sehingga Pertumbuhan kepemilikan kartu kredit di Indonesia naik setiap tahunnya. Berdasarkan
data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, pada tahun 2011 ada 14,79 juta pemilik kartu kredit dan
pada April 2015 posisinya sudah mencapai 15,21 juta atau bertambah 420 ribu pemilik dalam
selang waktu tiga tahun. Sedangkan untuk KPR dan KKB berdasarkan Bapepam-LK

contohnya dicareffour jika menggunakan kartu kredit mega akan mendapat potongan sebesar 10%. Memberikan kesadaran dampak negative dari kartu kredit bagi Masyarakat c. sedangkan waktu bisa jadi sedang masa liburan atau bukan jam kerja. pada umumnya masyarakat menggunakan kartu kredit karena tergoda oleh banyaknya penawaran discount atau potongan harga jika menggunakan kartu kredit. Kadang-kadang ada keperluan di Rumah Sakit yang mendadak dan perlu penanganan segera. Tetapi pada kenyataanya masyarakat kita menggunakan kartu kredit sebagai sarana untuk bergaya hidup yang konsumtif terutama dikota kota besar seperti Jakarta.pertumbuhannya sekitar 33% pada tahun 2011 dan trennya terus meningkat melebihi pertumbuhan kredit secara keseluruhan. Nah. Mengubah perilaku masyarakat agar tidak konsumtif dengan menggunakan kartu kredit gagasan A ) menurut saya orang yang mempunyai kartu kredit seharusnya orang yang mampu mengendalikan dirinya dengan baik. seperti perlu operasi mendadak. jadi sebenarnya penggunaan limit ini sangat baik agar kita bisa lebih cermat dalam menggunakan kartu kredit. Pada dasarnya fungis utama kartu kredit ada sebagai dana emergency beda dengan dana cadangan atau dana tambahan. bandung dan Surabaya. sedangkan asuransi butuh verifikasi atau proses klaim. Dana emergency maksudnya adalah untuk keperluan-keperluan yang sifatnya memang gawat darurat. selain itu . dsb. jika masyarakat tidak mampu mengendalikan dirinya maka mereka akan terjerumus dalam gaya hidup yang konsumtif yang pada akhirnya kartu kredit yang akan membuat mereka merugi Tujuan Penulisan a. mau melahirkan belum ada dana. Mengetahui kegunaan kartu kredit bagi masyrakat b. karena dengan penggunaan kartu kredit dengan baik maka kita akan merasakan manfaatnya tetapi jika kita tidak mampu mengendalikan diri kita maka kita bisa terjerumus kedalam gaya hidup yang konsumtif. saat-saat seperti inilah kartu kredit bertindak. oleh karena itu jika memang kita tidak mampu untuk mengendalikan kartu kredit jangan pernah menggunakan kartu kredit atau jika memang sudah terpaksa kita bisa menggunakan limit yang sesuai dengan kemampuan kita agar kita melunasi tagihan kartu kredit kita.

karena mayoritas masyarakat kota kota besar gaya hidupnya cenderung konsumtif dipengaruhi oleh banyak kemudahan dalam menggunakan kartu kredit dan juga banyaknya pusat perbelanjaan dikota tersebut . Pendeketan yang digunakan Pendekatan yang kami gunakan dalam kampane ini adalah melalui paradigma fungsionalisme Paradigma Fungsionalis .usahakan kita mempunyai satu kartu kredit saja pada bank dimana kita menabung. agar kita bisa membatasi diri kita dalam menggunakan kartu kredit. bahwa kartu kredit itu mempunyai kelebihan dan kekurangan tetapi jika kita menyikapi dengan bijak makan kartu kredit akan menguntungkan kita dan jika kita tidak bijak dalam menggunakan kartu kredit makan kenyataan yang akan terjadi kita menjadi masyarakat yang konsumtif oleh karena itu jika memang tidak bisa bijak dalam mengelola keuangan lebih baik jauhkan diri kita dari kartu kredit Tagline C) tagline yang akan saya gunakan dalam kampanye ini adalah #SaveyourCreditCard #Saveyourlife SEGMENTASI Segmentasi dari kampanye yang saya lakukan yaitu ses b-a yang bekerja dikota kota besar di Indonesia. karena dikota kota besar hamper semua toko menyediakan mesin debit atau kartu kredit yang membuat masyarakat dikota kota besar mayoritas menggunakan uang elektronik. ketiga hal tersebut menurut saya sangat efektif untuk menghindari bahaya kartu kredit untuk diri kita B ) dalam kampanye ini pesan yang akan diangkat adalah Cerdas dalam menggunakan kartu kredit .

ketertiban sosial. kesepakatan. Pendekatannya terhadap permasalahan berakar pada pemikiran kaum obyektivis. mereka sudah pasti sangat dekat dengan social media untuk mencari informasi atau hiburan saja Evaluasi . keterpaduan sosial. Mereka lebih mendasarkan pada “filsafat rekayasa sosial” (social engineering) sebagai dasar bagi usaha perubahan sosial. kesetiakawanan. dan hal-hal yang nyata (empirik). koran dan lain lain. deterministis dan nomotetis. Pemikiran fungsionalisme sebenarnya merupakan sosiologi kemapanan. positivis. karena kita tahu pada era saat ini social media merupakan media terbaik untuk melakukan kampanye dan karena social media merupakan media yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia saat ini dibandingan media konvensional seperti televisi. Pandangan fungsionalisme berakar kuat pada tradisi sosiologi keteraturan. kaum fungsionalis cenderung realis dalam pendekatannya. Rasionalitas lebih diutamakan dalam menjelaskan peristiwa atau realitas sosial. Paradigma ini juga lebih berorientasi pragmatis.Paradigma fungsionalisme sesungguhnya merupakan aliran pemikiran yang paling banyak dianut di dunia. mengendalikan atau mengontrol keteraturan. stabilitas sosial. selain itu factor lainya adalah karena mayoritas pengguna kartu kredit adalah masyarakat yang bekerja atau tinggal dikota kota besar. artinya berusaha melahirkan pengetahuan yang dapat diterapkan. Strategi komunikasi strategi komnikasi yang saya gunakan dalam kampanye ini menggunakan social media. Oleh karenanya. berorientasi pada pemecahan masalah yang berupa langkahlangkah praktis untuk pemecahan masalah praktis juga. serta stabilitas sosial. serta menekankan pentingnya cara-cara memelihara. harmoni. pemuasan kebutuhan.

indikator keberhasilan pada kampanye yang saya lakukan ada 3 yaitu 1. jika kita tidak mampu membayar tagihan kartu kredit makan bunganya akan semakin membengkak dan tentunya malah sangat merugikan kita. Masyarakat mengetahui bahwa kartu kredit jika tidak digunakan dengan cerdas dan bijak malah akan membuat pemilik kartu kredit akan merasa dirugikan. . oleh karena itu masyarakat harus mengetahui dampak negative tersebut agar tidak mudah tergiur dengan gaya hidup konsumtif 3. masyarakat mengetahui bahwa fungsi utama dari kartu kredit adalah sebagai dana cadangan atau dana darurat bukan sebagai dana utama untuk memuaskan kebutuhan kita tetapi lebih kepaada ketika sedang daruratlah kartu kredit dapat digunakan dengan semestinya 2. Kampanye yang saya lakukan adalah mendorong efek behavior yaitu Mengubah perilaku masyarakat agar tidak menggunakan kartu kredit demi gaya hidup yang konsumtif. karena kartu kartu kredit dapat melupakan batasan kemampuan kita. karena pada dasarnya kartu kredit jika digunakan dengan baik maka akan memberikan dampak positif. selain itu kartu kredit merupakan pendorong seseorang untuk berperilaku konsumtif oleh karena itu kampanye ini paling berfokus untuk merubah perilaku masyarakat yang konsumtif karena kartu kredit menjadi masyarakat yang cerdas dalam menggunakan kartu kredit. tetapi jika digunakan dengan tidak cermat dan bijak makan kartu kredit akan membuat kita sangat dirugikan karena kita tahu bahwa kartu kredit mengenakan bunga disetiap tagihan perbulanya.