You are on page 1of 2

Cara menulis tulisan Populer

Menulis populer sebenarnya mudah. Menulis populer nampak sulit karena kita sering terjebak
cara berpikir dan kebiasaan yang keliru. Kita sering keliru menganggap bahwa tulisan yang
bagus adalah tulisan yang bisa menunjukkan kepintaran penulisnya. Biar kelihatan pintar, kita
memasukkan banyak istilah teknis, istilah asing atau kosakata sulit yang ironisnya sering kita
sendiri tidak memahaminya. Melihat target pembacanya yang adalah khalayak umum, kita
perlu mencermati bahasa yang kita gunakan dalam menulis artikel ilmiah populer ini.
Meskipun bersifat ilmiah (karena memakai metode ilmiah), bukan berarti tulisan yang kita
hasilkan ditujukan untuk kalangan akademisi. Sebaliknya, artikel ilmiah populer ditujukan
kepada para pembaca umum.
Mengingat kondisi tersebut, kita perlu membedakan antara kosakata ilmiah dan kosakata
populer. Kata-kata populer merupakan kata-kata yang selalu akan dipakai dalam komunikasi
sehari-hari, baik antara mereka yang berada di lapisan atas maupun di lapisan bawah,
demikian sebaliknya. Sedangkan kata-kata yang biasa dipakai oleh kaum terpelajar, terutama
dalam tulisan-tulisan ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi, diskusi-diskusi khusus disebut
kata-kata ilmiah (Keraf 2004). Berikut daftar beberapa contoh kata ilmiah dan populer.
Kata Ilmiah
Analogi
Anarki
Bibliografi
Biodata
Definisi
Diskriminasi
Eksentrik
Final
Formasi

Kata Populer
Kiasan
Kekacauan
Daftar Pustaka
Biografi Singkat
Batasan
Perbedaan Perlakuan
Aneh
Akhir
Susunan

Terdapat beberapa tips atau cara untuk menulis tulisan populer, antara lain adalah:
a. Menulis populer adalah menulis untuk pembaca ‘awam’. Karena itu, berempatilah
terhadap pembaca. Mudahkan urusan mereka dalam memahami tulisan kita, jangan
mempersulit atau bahkan menyiksa pembaca.
b. Hindari istilah teknis dan jargon.
Istilah teknis adalah istilah yang hanya dikenal dalam disiplin ilmu tertentu
Contoh:
“Tiga Primata Endemik Indonesia Lahir di TSI Cisarua Bogor”
Jargon adalah istilah yang hanya berlaku di lingkungan tertentu (instansi pemerintah,
militer, atau LSM tertentu )
Contoh:
“Jakarta Memasuki Status Kejadian Luar Biasa Deman Berdarah”

predikat dan obyek dalam kalimat itu. militer. Contoh: “Bali pada tahun 2004 memiliki lahan sawah produktif 142. Jika tidak. “saksi sudah diperiksa“ atau “bukti sedang dicari dan diuji di laboratorium forensik”?” Salah satu cara menyajikan tulisan spesifik adalah dengan meniadakan kata sifat. Pakailah Kalimat Sederhana a.800 km2 = sekitar separo Provinsi Jawa Tengah”. Pecah kalimat panjang menjadi dua b.” f. Kata Asing. Contoh : “Pernyataan pejabat polisi: “Kasus ini sedang kami kembangkan”.000 hektare. Apakah yang dimaksud adalah “tersangka sudah ditahan”. Seberapa kaya: punya sedan Jaguar lima biji?” “Luas. Seberapa tinggi: dua meter. dalam paragraf singkat. setinggi menara Monas?” “Kaya. Tahun 2000 areal sawah Bali seluruh seluas 153. seukuran lapangan sepakbola?” e.” Sederhanakan: “Lima tahun terakhir Bali kehilangan lahan sawah sekitar 10. dan polisi. Seberapa luas: 10 meter persegi. Tapi.306 hektar dari tahun sebelumnya (2003) yang total arealnya 144. Kabupaten seluas 17. terlalu banyak detil bisa mengganggu pemahaman atau kelancaran membaca. Contoh: “Tersangka Kasus Korupsi Sisminbakum Ditjen AHU diperiksa” “Jumlah Kasus Curat dan Curas Tahun Ini Meningkat” Kata asing/serapan Contoh : “Inflasi harga-harga melambung” “Restrukturisasi dan pemecatan buruh besar-besaran. Pecahkan tulisan c. Kalimat Jangan terlalu panjang. Contoh: “Pekarangan seluas tiga hektare = seluas tiga kali lapangan sepakbola.277 hektare. menyusut sekitar 1. Dengan pola S-P-O. Sajikan Secara Konkret dan Spesifik Jangan memakai pernyataan umum yang tidak jelas artinya. Satu kalimat maksimal 13 kata. jangan beranak-cucu. Makin panjang kalimat. Akronim banyak diciptakan instansi pemerintah. d. Permudah dengan Analogi Konsep dan angka yang abstrak dan ruwet bisa disederhanakan dalam analogi yang mudah dicerna pembaca.” . Maksimal lima baris dalam format Word. Hindari Akronim. “Tinggi. makin mudah pembaca tersesat. atau Serapan.971 hektare. sederhanakan kalimat.c. Hanya Detil yang Relevan Menulis populer = menulis jelas = (kadang) rinci atau mendetil. penjualan saham perusahaan negara kepada swasta” “Infrastruktur jembatan dan jalan raya” d. atau mungkin tiga.228 hektare. mengetahui dimana subyek.