You are on page 1of 6

PERENCANAAN KEPERAWATAN

No
Dx
1.

Tujuan

NOC :
 Circulation Status
Setelah diberikan
asuhan keperawatan
selama 1 x 2 jam
diharapkan perfusi
jaringan perifer efektif
dengan
Kritria hasil :
Mendemonstrasikan
status sirkulasi yang
ditandai dengan:
a Tekanan systole dan
diastole dalam
rentang yang
diharapkan.
b Pasien tidak
mengeluh sakit
kepala dan
kesemutan.
2. NOC :
- Blood Glucose, Risk for
Unstable
- Diabetes Self
Management
Setelah diberikan

Intervensi
NIC :
Peripheral Sensation Management
1. Instruksikan keluarga untuk mengobservasi kulit jika ada lesi atau
laserasi.
2. Kolaborasi pemberian analgetik.

NIC :
Hyperglikemia Management
1. Pantau kadar glukosa darah, seperti yang ditunjukkan.

2. Pantau tanda-tanda dan gejala hiperglikemia : poliuria, polidipsia,

Rasional

1. Mengetahui luas tubuh yang terkena
dampak dari ketidakefektifan perfusi
jaringan perifer (aliran darah ke
perifer tidak adekuat).
2. Mengurangi rasa nyeri karena aliran
darah ke perifer yang tidak adekuat.

1. Mengetahui perubahan glukosa darah,
apakah stabil, hipoglikemia, ataukah
hiperglikemia.
2. Mengetahui apakah pasien mengalami

Untuk mengetahui kadar elektrolit yang memiliki rantai hubungan dengan hiperglikemia.Pemahaman manjemen diabetes. 5. . 7. 3.asuhan keperawatan selama 1 x 2 jam diharapkan kadar glukosa darah pasien stabil dengan  Kriteria Hasil : . 3. dan tingkat betahydroxybutyrate. Pantau abg. NIC : Infection Control (Kontrol Infeksi) 1. Kelola insulin.Dapat mengontrol kadar glukosa darah. 6. Tgl/Jam No Implementasi Respon Paraf . polifagia. Kelola kalium. mengaburkan pandangan atau sakit kepala. seperti yang ditunjukkan. seperti yang ditunjukkan. Menambah pengetahuan pasien tentang pencegahan dan manajemen hiperglikemia. elektrolit. Infection Protection (Proteksi terhadap Infeksi) 2. Meminimalisir pemberian cairan yang tidak adekuat ataupun sebaliknya. 3. 4. Menurunkan kadar glukosa darah. PELAKSANAAN KEPERAWATAN No. D. Berikan cairan IV sesuai kebutuhan. hiperglikemia atau tidak. 7. Jumlah leukosit dalam batas normal. Instruksikan tentang pencegahan dan pengenalan manajemen hiperglikemia. Pertahankan teknik asepesis pada pasien yang berisiko. 5. lemah. 6. Mempertahankan perlindungan pasien terhadap infeksi. Berikan terapi antibiotik bila perlu. malaise. 2 Terapi antibiotik berguna untuk membunuh zat biotik yang patogen bagi tubuh. Meningkatkan kadar kalium dalam tubuh. kelesuan. - - NOC : Immune Status Risk Control Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1 x 2 jam diharapkan tidak terjadi infeksi dengan Kriteria Hasil : Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi. 1 4.

09. II Pk.3% 500 ml 12 tpm. seperti yang ditunjukkan. 12 Februari 2016 Pk. yaitu :  Pasien diharapkan rutin untuk memeriksakan kadar glukosa darahnya untuk mengetahui apakah sedang berada dalam fase hipoglikemia atau hiperglikemia. polifagia. lemah.5 mmol/L (rendah) Memberikan cairan IV sesuai kebutuhan.Natrium : 101 mmol/L (rendah) betahydroxybutyrate. lemas semakin lama semakin berat hingga sulit berativitas sehari-hari. mual muntah sejak 3 hari yang lalu. Jumat.05 WITA Pk.3% 500 ml 12 tpm. 09. Poliuria (-). kelesuan.15 WITA II Pk. Pasien diberikan KCl 25 meq dengan dimasukkan dalam NaCl 0. Tetesan lancar. Tetesan lancar (+). seperti yang ditunjukkan. elektrolit.25 WITA Pk. Mengelola kalium. 09. Pasien diberikan insulin (Actrapid) drip 1 unit/jam melalui syringe pump. Insulin masuk (+). polidipsia (-). penjelasan perawat mengenai manajemen hiperglikemia. sehingga ketika sudah tahu berada dalam kondisi hiperglikemia bisa segera pergi ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan . Pasien diberikan cairan intravena NaCl 0.Kalium : 2.1. Dx . polidipsia. Memantau abg.00 WITA . 09. 09. malaise. seperti yang ditunjukkan. rasa kesemutan pada kedua kaki/tungkai bawah (+). mengaburkan pandangan atau sakit kepala. sakit kepala (+). 09. Hasil pemeriksaan BS acak/glukosa acak = 256 mg/dL.30 WITA Pk. Pasien mengeluh lemas sejak 3 hari sebelum MRS. . dan tingkat Hasil pemeriksaan laboratorium klinik : . dan polifagia (-). Menginstruksikan tentang pencegahan dan pengenalan Pasien dan keluarga mengatakan mengerti tentang manajemen hiperglikemia. Memantau kadar glukosa darah. 09. kembung (+).45 WITA II II II II II Memantau tanda-tanda dan gejala hiperglikemia : poliuria.40 WITA Pk. Mengelola insulin.

12 Februari 2016 Pk. Terdapat abses (+) di regio hipokondrium sinistra. III Mempertahankan teknik asepesis pada pasien yang berisiko. Luka bersih (+).2. dan R : 20 x/menit. Pasien diberikan ceftriaxone 1 gr IV yang sebelumnya sudah dilakukan skin test. N : 80 x/menit. 3. Hasil pemeriksaan BS acak/glukosa acak = 160 mg/dL.00 WITA I Menginstruksikan keluarga untuk mengobservasi kulit jika ada lesi atau laserasi.2oC.9% menggunakan gaas steril dan dibalut/ditutup dengan gaas steril. Pasien diberikan Paracetamol oral 750 mg. 10. Terdapat diabetic foot/kaki diabetes pada pedis digiti I sinistra (DF grade I). 12 Februari 2016 Pk. Pasien mengatakan merasa lebih nyaman setelah diberikan obat. 10.05 WITA Pk. 12. Memantau kadar glukosa darah. tidak sampai tendon atau kapsul sendi.00 WITA II terapi penurun kadar glukosa darah seperti insulin. Jumat. Abses (+) di regio hipokondrium sinistra masih menunggu untuk dilakukan insisi oleh bedah interna. Menghentikan pemberian insulin drip.55 WITA Pk. Glukosa darah pasien sudah cukup stabil. Obat masuk (-). 09. Pk. tanda-tanda infeksi lokal di area luka di kaki (-). Nyeri kepala dan kesemutan yang dirasakan sedikit berkurang. Jumat. S : 36. 10. Tanda-tanda vital setelah diberikan analgetik : TD : 130/80 mmHg. seperti yang ditunjukkan. I Mengkolaborasi pemberian analgetik. . Luka pada pedis digiti I pasien dibersihkan dengan NaCl 0.10 WITA III Memberikan terapi antibiotik bila perlu. Alergi (-). Luka superfisial. Reaksi alergi (-).

P : Lanjutkan tindakan keperawatan untuk Dx. A : Masalah ketidakefektifan perfusi jaringan perifer teratasi sebagian. Berikan cairan IV sesuai kebutuhan. Tgl/Jam 1. sehingga ketika sudah tahu berada dalam kondisi hiperglikemia bisa segera pergi ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan terapi penurun kadar glukosa darah seperti insulin. O : Tanda-tanda vital setelah diberikan analgetik = TD : 130/80 mmHg. seperti yang ditunjukkan. dan tingkat betahydroxybutyrate. Nyeri kepala dan kesemutan yang dirasakan sedikit berkurang. Dx. 5. Jumat. 2. lemah. N : 80 x/menit. A : Masalah ketidakseimbangan kadar glukosa darah teratasi. S : Paraf . yaitu : 1. Glukosa darah pasien sudah cukup stabil. I. Pantau kadar glukosa darah. seperti yang ditunjukkan. S : Pasien dan keluarga mengatakan mengerti tentang penjelasan perawat mengenai manajemen hiperglikemia.00 WITA II 3. 4. Kelola insulin. O : Hasil pemeriksaan BS acak/glukosa acak = 160 mg/dL.00 WITA No. Kolaborasi pemberian analgetik. yaitu : 1. 12 Februari 2016 Pk. I 2. Instruksikan keluarga untuk mengobservasi kulit jika ada lesi atau laserasi.2oC. Selasa. 13 III Catatan Perkembangan S : Pasien mengatakan merasa lebih nyaman setelah diberikan obat. 12. P : Lanjutkan tindakan keperawatan untuk Dx. polidipsia. kelesuan.E. yaitu :  Pasien diharapkan rutin untuk memeriksakan kadar glukosa darahnya untuk mengetahui apakah sedang berada dalam fase hipoglikemia atau hiperglikemia. Jumat. 12 Februari 2016 Pk. Pantau tanda-tanda dan gejala hiperglikemia : poliuria. seperti yang ditunjukkan. 3. 12. Pantau abg. II. dan R : 20 x/menit. Kelola kalium. 2. 6. malaise. elektrolit. polifagia. EVALUASI KEPERAWATAN No. mengaburkan pandangan atau sakit kepala. S : 36.

1 Berikan terapi antibiotik bila perlu.Oktober 2015 Pk. P : Lanjutkan tindakan keperawatan untuk Dx. . 2 Pertahankan teknik asepesis pada pasien yang berisiko. A : Masalah risiko infeksi teratasi sebagian.  Abses (+) di regio hipokondrium sinistra masih menunggu untuk dilakukan insisi oleh bedah interna.00 WITA O:  Luka pada pedis digiti I pasien dibersihkan dengan NaCl 0.07 10^3/µl. Luka bersih (+).  Hasil pemeriksaan hematologi darah lengkap.III.9% menggunakan gaas steril dan dibalut/ditutup dengan gaas steril. 12. tanda-tanda infeksi lokal di area luka di kaki (-). yaitu : WBC = 16.