You are on page 1of 17

LAPORAN PENDAHULUAN

HEMOROID
A.DEFENISI HEMOROID
Hemoroid adalah pembengkakan atau distensi vena di daerah anorektal. Sering terjadi
namun kurang diperhatikan kecuali kalau sudah menimbulkan nyeri dan perdarahan. Istilah
hemoroid lebih dikenal sebagai ambeien atau wasir oleh masyarakat awam. Sudah pasti
kehadirannya akan mengundang segelintir rasa tidak nyaman. Hemoroid bukan saja mengganggu
aspek kesehatan, tetapi juga aspek kosmetik bahkan sampai aspek sosial.
Secara sederhana, kita bisa menganggap hemoroid sebagai pelebaran pembuluh darah,
walaupun sebenarnya juga melibatkan jaringan lunak di sana. Hemoroid hampir mirip dengan
varises. Hanya saja, pada varises pembuluh darah yang melebar adalah pembuluh darah kaki,
sedangkan pada hemoroid pembuluh darah yang bermasalah adalah vena hemoroidalis di daerah
anorektal.
B.ANATOMI FISIOLOGI
Kolon merupakan sambungan dari usus halus, dengan panjang kira – kira satu setengah
meter. Dimulai pada katup ileosekal. Sekum terletak di daerah iliaka kanan dan menempel pada
otot iliopsoas, kemudian kolon naik sebelah kanan lumbal yang disebut ; kolon asendens, lalu
dibawah hati berbeluk pada tempat yang disebut fleksura hepatika.
Selanjutnya kolon berjalan melalui tepi daerah epigastrium dan umbilikal sebagai kolon
transversal kemudian membelok sebagai fleksura lienalis dan berjalan melalui daerah kiri lumbal
sebagai kolon desendens. Di daerah kanan iliaka terdapat belokan yang disebut fleksura sigmoid
dan dibentuk kolon sigmoideus dan kemudian masuk ke dalam pervis besar dan menjadi rektum.
Rektum kira – kira sepuluh sentimeter terbawah dari usus besar. Dimulai dari kolon sigmoid dan
berakhir pada saluran anal yang kira – kira 3 cm panjangnya. Saluran ini berakhir pada anus
yang diapit oleh otot internus dan otot eksternus.
Usus besar menunjukkan empat morfologi lapisan seperti apa yang ditemukan juga pada usus
halus yaitu :

sehingga memungkinkan usus bergerak lebih leluasa.1) Lapisan serosa. kontraksi dan perangsangan sfingter rektum sedangkan perangsangan parasimpatis mempunyai efek – efek berlawanan. Suplai saraf usus besar. Fungsi dari peritoneum adalah mencegah pergesekan antara organ – organ yang berdekatan. 2) Lapisan otot longitudinal Meliputi usus besar tidak sempurna. yang disebut taenia koli. Suplai darah lain pada rektum diselenggarakan oleh arterial haemoroidalis yang berasal dari aorta abdominalis dan arteri iliaka interna. Vena haemorhoidalis medial dan inferior mengalirkan darah ke vena iliaka dan merupakan bagian dari sirkulasi sistemik. Serabut parasimpatis berjalan melalui nervus vagus. Merupakan lapisan paling luar. yaitu sekum. pembuluh limfe dan saraf mensuplai usus. 3) Lapisan otot sirkuler Diantara kedua lapisan otot tersebut. taenia bersatu pada sigmoid distal sehingga rektum mempunyai selubung otot yang lengkap. 4) Lapisan mukosa Lapisan paling dalam tidak mempunyai vili atau rugae dan merupakan salah satu perbedaan dengan usus halus. Venous rektum dari kolon dan rektum superior melalui vena mesenterika superior dan inferior. dibagi dalam separuh bagian kanan dan kiri. Arteri mesenterika inferior mensuplai separuh bagian kiri yaitu sepertiga distal kolon mendatar (transversum). kebagian tengah kolon transversum dan nervus pervikus. yang berfungsi sebagai pelumas. dibentuk oleh peritoneum. tetapi terkumpul dalam tiga pita. dilakukan oleh sistem saraf dengan mengecualikan sfingter eksterna yang diatur oleh sistem volunter. yang mensuplai usus. kolon asendens dan dua pertiga proksimal kolon transversal. Usus besar secara klinis. dan vena haemorhoidalis superior yang menjadi bagian dari sistem porta yang mengalirkan darah ke hati. menurut suplai darahnya. Mesenterium merupakan lipatan peritoneum yang lebar. Mesenterium menyokong pembuluh darah. terdapat pembuluh darah dan pembuluh limfe. yang berasal dari daerah sakral mensuplai bagian distal Perangsangan simpatis menyebabkan penghambatan sekresi. . dengan mengekskresikan cairan serosa. Arteri mesenterika superior memperdarahi separuh bagian kanan.

2) Idiopatik. Hepar sirosis hepatis Fibrosis jaringan hepar akan meningkatkan resistensi aliran vena ke hepar sehingga terjadi hipertensi portal. Maka akan terbentuk kolateral antara lain ke esopagus dan pleksus hemoroidalis. 75 % diantaranya berupa air dan sisanya terdiri dari residua makanan yang tidak diabsorbsi.2) Berat akhir faeces yang dikeluarkan perhari sekitar 2. bila jumlah ini dilampaui oleh pengiriman cairan yang berlebihan dari ileum mengakibatkan diare. c. Bendungan vena porta.Fisiologi kolon dan rektum Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. bakteri. Mukus bekerja sebagai pelumas dan pelindung mukosa pada peradangan usus. dan fungsi kolon sigmoid sebagai reservoir untuk dehidrasi massa faeces. tidak jelas adanya kelaianan organik. Fungsi kolon yang paling penting adalah absorbsi air dan elektrolit yang sebagian besar dilangsungkan pada kolon bagian kanan.ETIOLOGI Penyebab pelebaran pleksus hemoroidalis di bagi menjadi dua : 1) Karena bendungan sirkulasi portal akibat kelainan organik yang menyebabkan gangguan adalah : a.faktor penyebab timbulnya hemoroid Faktor faktor yang mungkin berperan : a. Tumor intra abdomen. terutama didaerah pelvis. Akan tetapi kapasitas absorbsi usus besar sekitar 2. Kolon mengabsorpsi air.000 ml air yang diabsorbsi oleh usus halus. sekitar 600 ml/hari dibandingkan dengan 8. b. Sangat sedikit pencernaan berlangsung dalam usus besar. C. Sekresi usus besar mengandung banyak mukus. menunjukkan sekresi alkali yang tidak mengandung enzim. sel epitel yang mengelupas dan mineral yang tidak diabsorpsi. misalnya karena thrombosis.000 ml/hari. tumor rektal dan lain lain. sampai defekasi berlangsung. Misalnya uterus grapida . yang menekan vena sehingga aliranya terganggu.000 gram. Keturunan atau heriditer . hanya ada faktor . uterus tomur ovarium.

Anatomi. Makanan. c. * Pekerjaan yang mengangkat benda .hal yang memungkinkan tekanan intra abdomen meningkat antara lain : * Orang yang pekerjaannya banyak berdiri atau duduk dimana gaya gravitasi akan mempengaruhi timbulnya hemoroid. E. Sehingga darah mudah kembali menyebabkan bertambahnya tekanan di pleksus hemoroidalis. dan bukan hemoroidnya. konstipasi dan kehamilan. fisiologis dan radang. Umumnya faktor etiologi tersebut tidak berdiri sendiri tetapi salling berkaitan.benda berat. Hal . Gejala lain yang mengikuti :  Nyeri sebagai akibat adanya infeksi sekunder atau trombus. * Tonus spingter ani yang kaku atau lemah. trombus dan infeksi Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Kantung-kantung vena yang melebar menonjol ke dalam saluran anus dan rektum . 4) Faktor presipitasi adalah faktor mekanisme (kelainan sirkulasi parsial dan peningkatan tekanan intraabdominal).PATOFISOLOGIS Pada permulaan terjadi varises hemoroidalis. D. * Gangguan defekasi dan miksi.  Anemia yang menyertai perdarahan kronis yang terjadi.  Iritasi kronis sekitar anus oleh karena anus selalu basah. Akan timbul bila ada penyulit seperti perdarahan . belum timbul keluhan keluhan.  Prolaps yang berasal dari tonjolan hemoroid sesuai gradasinya. b. Anatomi Vena di daerah masentrorium tidak mempunyai katup.Dalam hal ini yang menurun dalah kelemahan dinding pembuluh darah. Psikis dan Senilis. 3) Faktor predisposisi yaitu : Herediter. Pekerjaan.MANIFESTASI KLINIS Gejala utama berupa :  Perdarahan melalui anus yanng berupa darah segar tanpa rasa nyeri.

2. 2. Darah yang keluar berwarna merah segar meskipun berasal dari vena karena kaya akan asam.Derajat III Keadaan dimana varises yang keluar tidak dapat masuk lagi dengan sendirinya tetapi harus di dorong. merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media. inkaserata maka setelah beberapa saat akan timbul nekrosis tapi tidak demikiaan halnya. pada hal pendapat ini salah karena muskulus spingter ani eksternus mempunyai tonus yang tidak berbeda banyak pada saat membuka dan menutup. Lebih tepat bila di sebut dengan perolaps hemoroid. Pada dasarnya hemoroid di bagi menjadi dua klasifikasi. ulserasi. . Nyeri yang timbul akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosis. perdarahan dan nyeri. HEMOROID INTERNA Gejala .gejala dari hemoroid interna adalah pendarahan tanpa rasa sakit karena tidak adanya serabut serabut rasa sakit di daerah ini. Hemoroid interna. Hemoriud interna terbagi menjadi 4 derajat : .merupakan varises vena hemoroidalis inferior.Derajat II Terdapat trombus di dalam varises sehingga varises selalu keluar pada saat depikasi. yaitu : 1. tonjolan tersebut dapat masuk dengan sendirinya. . sering di sebut dengan Hemoral Inkaresata karena seakan . Hemoroid eksterna. 1. Biasanya pada derajat ini timbul thrombus yang di ikuti infeksi dan kadang kadang timbul perlingkaran anus.akan ada yang menyempit hemoriod yang keluar itu. Tapi bila benar terjadi.Derajat I Timbul pendarahan varises. tapi setelah defekasi selesai. Perdarahan umumnya terjadi akibat trauma oleh feses yang keras. Trombosis ini akan mengakibatkan iskemi pada daerah tersebut dan nekrosis. prolapsi atau tonjolan mokosa tidak melalui anus dan hanya dapat di temukan dengan proktoskopi. Trombosis adalah pembekuan darah dalam hemoroid.Derajat IV Suatu saat ada timbul keaadan akut dimana varises yang keluar pada saat defekasi tidak dapat di masukan lagi. . HEMOROID EKSTERNA.terjadi trombosis. .

 Ijeksi skloretika ( Dilakukan antara mokosa dan varises dengan harapan timbul fibrosis dan hemoroid lalu mengecil ).Rasa gatal pada daerah hemorid Kedua tanda dan gejala tersebut disebabkan karena ujung .PENATALAKSANAAN MEDIS 1 ) Operasi Herniadectomy 2 ) Non operatif  Untuk derajat I dan II  Diet tinggi serat untuk melancarkan BAB. Akut Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya adalah hematom.Sering rasa sakit dan nyeri . b. diharapkan terjadi nekrosis. Kronik Hemoroid eksterna kronik atau “Skin Tag” terdiri atas satu lipatan atau lebih dari kulit anus yang berupa jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah. . walaupun disebut sebagai trombus eksterna akut. Tanda dan gejala yang sering timbul adalah: .ujung saraf pada kulit merupakan reseptor rasa sakit. Tapi hemoroid eksterna dapat di klasifikasikan menjadi 2 yaitu : a.  Untuk derajat III dan IV Dapat dilakuakan  Pembedahan  Dapat dilakukan pengikatan atau ligation. E.  Dapat dilakukan rendam duduk.  Anti biotik bila terjadi infeksi.  “ Rubber Band Ligation “ yaitu mengikat hemoroid dengan karet elastic kira – kira I minggu.Hemoroid eksrterna jarang sekali berdiri sendiri. biasanya perluasan hemoroid interna.  Obat – obat suposituria untuk membantu pengeluaran BAB dan untuk melunakan feces.

Pada wanita hamil. Penting untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus. maka mukosa dan kulit anus ditutup secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. 2. Teknik Milligan – Morgan Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemoroid di 3 tempat utama. Dengan cara duduk berendam dengan cairan PK 1/10. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan. Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. Suatu incisi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemoroidalis internus dan eksternus. 3. Kemudian dipasang jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. Bila diseksi mencapai jahitan transfiksi cat gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi. 3) Terapi Bedah  Bedah Konvensional Saat ini ada tiga teknik yang biasa digunakan yaitu: 1. setelah partus baru di adakan tindakan defenitif. Hemoroid dieksisi secara keseluruhan. Dengan jalan suntikan”Sklerotika” ujntuk mengontrol pendarahan dan kolaps (keluar) hemoroid interna yang kecil sampai sedang. maka tidak perlu di adakan oprasi karena akan membahayakan janin dan varisesnya pun juga akan hilang. yang dibebaskan dari jaringan yang mendasarinya. Bila seorang datang dengan derajat IV tidak boleh langsung di lakukan oprasi.000 selama 15 menit. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu banyak. Bila ada perdarahan lakukan pengikatan sementara. Biasanya setelah dua minggu akan menjadi derajat III. Teknik Whitehead Teknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa daerah itu. Setelah mengamankan hemostasis. karena akan sembuh setelah kehamilan berakhir. Biasanya tidak lebih dari tiga kelompok hemoroid yang dibuang pada satu waktu. harus di usahakan menjadi derajat III dulu. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan dicekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. kemudian di kompres dengan larutan garam hipertonik sehingga edema keluar dan kotoran keluar. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. Teknik Langenbeck .

Bentuk alat ini seperti senter. Fungsinya adalah sebagai bantalan saat buang air besar. Sedangkan pada bedah laser. Dari stapler dikeluarkan sebuah gelang dari titanium diselipkan dalam jahitan . Sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat.Pada teknik Langenbeck. Pada bedah konvensional. kemudian dijahitkan ke tunika mukosa dinding anus. luka bekas operasi direndam cairan antiseptik. luka akan mengering. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut chromic no 2/0. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Kerjasama jaringan hemoroid dan m. terdiri dari lingkaran di depan dan pendorong di belakangnya.  Bedah Stapler Alat yang digunakan sesuai dengan prinsip kerja stapler. hanya alat pemotongnya menggunakan laser. Mula-mula jaringan hemoroid yang prolaps didorong ke atas dengan alat yang dinamakan dilator. seperti terpatri sehingga serabut syaraf tidak terbuka.Pada dasarnya hemoroid merupakan jaringan alami yang terdapat di saluran anus. nyeri berkurang karena saraf rasa nyeri ikut terpatri. pembuluh jaringan terpatri sehingga tidak banyak mengeluarkan darah.  Bedah Laser Pada prinsipnya. saat post operasi akan terasa nyeri sekali karena pada saat memotong jaringan. terdapat banyak saraf. Dalam waktu 4 – 6 minggu. Kemudian alat stapler dimasukkan ke dalam dilator. serabut saraf terbuka akibat serabut saraf tidak mengerut sedangkan selubungnya mengerut. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan. Saat laser memotong. dibutuhkan daya laser 12 – 14 watt. sehingga tidak perlu dibuang semua. Dalam melakukan operasi diperlukan narkose yang dalam karena sfingter ini harus benar-benar lumpuh. Untuk hemoroidektomi.sfingter ini untuk melebar dan mengerut menjamin kontrol keluarnya cairan dan kotoran dari dubur. hemoroid internus dijepit radier dengan klem. Di anus. Pada bedah dengan laser. serabut saraf dan selubung saraf menempel jadi satu. tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal. Teknik PPH ini mengurangi prolaps jaringan hemoroid dengan mendorongnya ke atas garis mukokutan dan mengembalikan jaringan hemoroid ini ke posisi anatominya semula karena jaringan hemoroid ini masih diperlukan sebagai bantalan saat BAB. Teknik ini lebih sering digunakan karena caranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis. pembedahan ini sama dengan pembedahan konvensional. Setelah jaringan diangkat.

maka alat akan memotong jaringan yang berlebih secara otomatis. tidak ada anal discharge. G. tindakan berlangsung cepat sekitar 20 – 45 menit. tidak mengganggu fungsi anus. nyeri minimal karena tindakan dilakukan di luar bagian sensitif. F. pasien pulih lebih cepat sehingga rawat inap di rumah sakit semakin singkat. Pendekatan konservatif harus dilakukan pada hampir setiap kasus.dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemoroid tersebut. Untuk terapi lanjutan.prognosis dengan terapi yang tepat keluhan pasien dengan hemoroid dapat dihilangkan. Bagian jaringan hemoroid yang berlebih masuk ke dalam stapler. Hasil dari hemoroidektomi cukup memuaskan. Dengan memutar sekrup yang terdapat pada ujung alat.WOC . Keuntungan teknik ini yaitu mengembalikan ke posisi anatomis. mengedan harus dikurangi untuk mencegah kekambuhan. Dengan terpotongnya jaringan hemoroid maka suplai darah ke jaringan tersebut terhenti sehingga jaringan hemoroid mengempis dengan sendirinya.

pengkajian identitas pasien   Nama : Jenis kelamin: .ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS B.Mk:intoleransi aktivitas H.

Riwayat kesehatan keluarga Riwayat keluarga dihubungkan dengan dengan kemungkinan adanya penyakit keturunan. kecenderungan alergi dalam satu keluarga. penyakit menular akibat kontak langsung maupun tak langsung antar anggota keluarga. Riwayat kesehatan sekarang Merupakan penjelasan dari permulaan klien merasakan keluhan sampai dengan dibawa kerumah sakit. .         Pekerjaan: Umur: Pendidikan: Agama: Suku/bangsa: Alamat: Tanggal masuk: Diagnose masuk: Ruangan: Penanggung jawab        Nama: Umur: Pendidikan: Pekerjaan: Hubungan dengan pasien : Agama: Alamat: Keluhan utama: Ditulis singkat dan jelas . yang merupakan keluhan yang membuat klien meminta bantuan pelayanan kesehatan. Riwayat kesehatan dahulu Merupakan penyakit yang diderita klien yang berhubungan dengan penyakit saat ini atau penyakit yang mungkin dapat dipengaruhi atau mempengaruhi penyakit yang diderita klien saat ini.

bengkak. d. e. f. Ukur tanda-tanda vital (TD meningkat/ menurun. Abdomen : Nyeri tekan pada abdomen. 789). Kaji terhadap nyeri atau mual. dingin). Auskultasi bunyi nafas. terdapat benjolan pada anus. c. b. bisa terjadi konstipasi. Kaji kulit (pucat.yang di kutip oleh abu nur . perdarahan. (Engram.Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik pada klien dengan hemoroid adalah sebagai berikut: a. tidak merespon). Anus : Pembesaran pembuluh darah balik (vena) pada anus. 1999 . g. letargi. Kaji tingkat kesadaran (kacau mental. takikardi). nyeri pada anus.

mampu muncul secara aktual atau menggunakan tehnik potensial kerusakan jaringan  nonfarmakologi untuk atau menggambarkan adanya mengurangi nyeri. menyeringai)  Terfokus pada diri sendiri intervensi NIC : Pain Management Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi. kualitas dan faktor presipitasi Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kekurangan suply O2 dengan kebutuhan 3. No 1 Diagnose Nyeri b.  Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang Batasan karakteristik : Laporan secara verbal atau  Tanda vital dalam rentang  non verbal normal Fakta dari observasi Posisi antalgic untuk menghindari nyeri  Gerakan melindungi Tingkah laku berhati-hati Muka topeng Gangguan tidur (mata sayu. Resiko tinggi kekurangan volume caiaran berhubungan dengan kehilangan berlebihan melalui hemoragik 4.B. Nyeri akut berhubungan dengan gangguan pada jaringan kulit 2. frekuensi dan dengan durasi kurang  dan tanda nyeri) dari 6 bulan.diagnosa keperawatan 1.  tampak capek. Definisi :  Comfort level Sensori yang tidak Kriteria Hasil : menyenangkan dan  Mampu mengontrol nyeri (tahu pengalaman emosional yang penyebab nyeri.   Pain control. karakteristik. mencari kerusakan (Asosiasi Studi  bantuan) Nyeri Internasional): serangan mendadak atau  Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan pelan intensitasnya dari  menggunakan manajemen ringan sampai berat yang nyeri dapat diantisipasi dengan  akhir yang dapat diprediksi  Mampu mengenali nyeri (skala. sulit atau gerakan kacau. frekuensi. intensitas.d gangguan pd jaringan kulit Tujuan dan criteria hasil NOC :  Pain Level. durasi. Gangguan pola eliminasi berhubungan dengan penurunan peristaltik usus. pencahayaan dan kebisingan Kurangi faktor presipitasi nyeri Pilih dan lakukan .

merintih. non farmakologi dan inter personal)  Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi  Ajarkan tentang teknik non farmakologi  Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri  Evaluasi keefektifan kontrol nyeri  Tingkatkan istirahat  Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil  Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri Analgesic Administration Tentukan lokasi. aktivitas berulangulang) Respon autonom (seperti diaphoresis. contoh : jalan-jalan. rute pemberian. perubahan nafas. kualitas. dan dosis optimal  Pilih rute pemberian secara IV. nadi dan dilatasi pupil) Perubahan autonomic dalam tonus otot (mungkin dalam rentang dari lemah ke kaku) Tingkah laku ekspresif (contoh : gelisah. perubahan tekanan darah. fisik. nafas panjang/berkeluh kesah) Perubahan dalam nafsu makan dan minum Faktor yang berhubungan : Agen injuri (biologi. dosis. kimia. dan frekuensi  Cek riwayat alergi  Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketika pemberian lebih dari satu  Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri  Tentukan analgesik pilihan. penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) Tingkah laku distraksi. menemui orang lain dan/atau aktivitas. kerusakan proses berpikir. psikologis) penanganan nyeri (farmakologi. karakteristik. menangis. dan derajat nyeri sebelum pemberian obat  Cek instruksi dokter tentang jenis obat. waspada.Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu. iritabel. IM untuk pengobatan nyeri secara teratur  Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian  .

kardivaskuler terhadap Respon abnormal dari aktivitas tekanan darah atau nadi  Monitor pola tidur dan terhadap aktifitas lamanya tidur/istirahat Perubahan EKG yang pasien menunjukkan aritmia atau iskemia Activity Therapy Adanya dyspneu atau  Kolaborasikan dengan ketidaknyamanan saat Tenaga Rehabilitasi Medik beraktivitas.     Intoleransi aktivitas b/d NOC : NIC : kekurangan suply O2 dengan Energy conservation Energy Management kebutuhan  Observasi adanya  Self Care : ADLs pembatasan klien dalam Kriteria Hasil : melakukan aktivitas  Berpartisipasi dalam aktivitas Definisi : Ketidakcukupan  Dorong anal untuk fisik tanpa disertai energu secara fisiologis mengungkapkan perasaan peningkatan tekanan darah. d. tanda dan gejala (efek samping) 2 a. b. psikologi suplei oksigen dengan dan social kebutuhan  Bantu untuk mengidentifikasi Gaya hidup yang dan mendapatkan sumber . Faktor factor yang  Bantu klien untuk berhubungan : mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan Tirah Baring atau  Bantu untuk memilih imobilisasi aktivitas konsisten Kelemahan menyeluruh yangsesuai dengan Ketidakseimbangan antara kemampuan fisik. dalammerencanakan progran terapi yang tepat. maupun psikologis untuk terhadap keterbatasan nadi dan RR meneruskan atau  Mampu melakukan aktivitas  Kaji adanya factor yang menyelesaikan aktifitas yang menyebabkan kelelahan sehari hari (ADLs) secara diminta atau aktifitas sehari  Monitor nutrisi dan sumber mandiri hari. c.analgesik pertama kali  Berikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat  Evaluasi efektivitas analgesik. energi tangadekuat  Monitor pasien akan adanya Batasan karakteristik : kelelahan fisik dan emosi melaporkan secara verbal secara berlebihan adanya kelelahan atau  Monitor respon kelemahan.

Hmt . tidak ada rasa haus kering  yang berlebihan Peningkatan denyut nadi.  Fluid Intake dan/atau intrasellular. krek  Bantu untu mengidentifikasi aktivitas yang disukai  Bantu klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang  Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas  Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas  Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan  Monitor respon fisik. Ini Kriteria Hasil : mengarah ke dehidrasi.   Mempertahankan urine output kehilangan cairan dengan sesuai dengan usia dan BB. tekanan darah ortostatik ). Elastisitas turgor kulit baik. penurunan volume/tekanan nadi  Pengisian vena menurun Perubahan status mental Konsentrasi urine meningkat  NIC : Fluid management Timbang popok/pembalut jika diperlukan Pertahankan catatan intake dan output yang akurat Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa. osmolalitas urin ) Monitor vital sign Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori harian Kolaborasi pemberian cairan IV Monitor status nutrisi . suhu Batasan Karakteristik : tubuh dalam batas normal Kelemahan   Tidak ada tanda tanda Haus Penurunan turgor kulit/lidah dehidrasi. nadi. 3 - - yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan  Bantu untuk mendpatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda.dipertahankan. emoi. social dan spiritual Defisit Volume Cairan b. pengeluaran sodium BJ urine normal. jika diperlukan Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi cairan (BUN .d NOC: kehilangan berlebihan  Fluid balance melalui hemoragik   Hydration Definisi : Penurunan cairan  Nutritional Status : Food and intravaskuler.  penurunan tekanan darah. nadi adekuat. membran mukosa Membran mukosa/kulit lembab. HT normal  Tekanan darah. interstisial.

Hematokrit meninggi .Temperatur tubuh meningkat .Kehilangan berat badan seketika (kecuali pada third spacing) Faktor-faktor yang berhubungan: .56 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest .Kegagalan mekanisme pengaturan           Berikan cairan Berikan diuretik sesuai interuksi Berikan cairan IV pada suhu ruangan Dorong masukan oral Berikan penggantian nesogatrik sesuai output Dorong keluarga untuk membantu pasien makan Tawarkan snack ( jus buah.Kehilangan volume cairan secara aktif . buah segar ) Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk Atur kemungkinan tranfusi Persiapan untuk tranfusi Diposkan oleh blog askep di 08..