You are on page 1of 8

BAB III

METODELOGI
3.1.

Alat dan Bahan
Rangkaian pipa
Penyangga
Tandon input

: sebagai wadah mengalirnya fluida.
: untuk menyangga seluruh rangkaian pipa.
: untuk menampung sementara air yang akan masuk
kedalam rangkaian perpipaan
Tandon output
: untuk menampung sementara air yang akan keluar dari
rangkaian perpipaan.
Air
: sebagai bahan perlakuan.
Stop kontak
: untuk menyambungkan dengan sumber listrik.
Selang
: untuk mengalirkan air dari tandon.
Pompa
: untuk memompa air masuk ke dalam perpipaan.
Pipa input
: untuk mengalirkan air masuk ke dalam rangkaian.
Pipa output
: untuk mengalirkan air keluar dari dalam rangkaian.
Kran input
: untuk mengatur jumlah air yang akan masuk ke dalam
rangkaian.
Kran control
: untuk mengatur tekanan air yang masuk ke dalam
rangkaian.
Kran output
: untuk mengatur jumlah air yang akan keluar dari dalam
rangkaian.
Piezometer
: untuk mengukur tekanan pada seluruh rangkaian.
Sambungan pengecil lurus : untuk mengalirkan air dari pipa besar ke pipa kecil
dengan sambungan lurus.
Sambungan pembesar lurus : untuk mengalirkan air dari pipa kecil ke pipa besar
dengan sambungan lurus.
Sprinkle besar : sebagai indikator tekanan pada pipa besar.
Sambungan pengecil menyudut
: untuk mengalirkan air dari pipa besar ke
kecil dengan sambungan penyudut.
Sprinkle kecil
: sebagai indikator tekanan pada pipa kecil.
Belokan 90
: sebagai pembelok rangkaian fluida.
Tussen klep
: untuk menyaring air yang masuk dalam pipa.
Papan
: untuk menyangga manometer, piezometer serta mistar.
Air raksa
: sebagai indikator beda tinggi tekanan.
Mistar
: sebagai indikator beda tinggi air raksa.

003 11.007 0.5 .003 0.002 0.2 II 0.001 0.001 0.005 0.001 0.006 10 III 0.006 0.002 0.1. Data Hasil Praktikum No Perlakuan 1 Sambungan mengecil lurus 2 Sambungan Membesar Lurus 3 Sambungan mengecil menyudut 4 Sambungan membesar menyudut 5 Sprinkle Besar 6 Sprinkle Kecil 7 Belokan 90o 8 Seluruh sambungan (Piezometer) *)Satuan dalam bentuk meter (m).3.01 0.75 V 0.002 0. 4. Output dan Kontrol Tunggu Hingga aliran Konstan Ukur beda tinggi air raksa Lakukan Diplo sebanyak 5 kali Hitung kehilangan energinya Hasil BAB IV Hasil Dan Pembahasan 4.025 0.001 0.004 0.02 0.75 IV 0.005 8.026 0.004 0.003 0.001 0.004 8.026 0001 0.004 0.005 9.004 0.004 0.01 0.02 0.004 0.002 0.003 0.2 DIAGRAM ALIR Alat dan Bahan Pompa dipancing hingga air meluber Sambungkan ke Stop kontak Mebuka Kran Input.2 Analisa Data Hasil Praktikum I 0.003 0.

013m . sprinkle kecil. sambungan besar menyudut.005 m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.021m.001 m. Pada perlakuan sambungan membesar menyudut pada lima menit pertama didabatkan beda tingginya 0. pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0.90169976 x 10-7x 10-5 1.02 m.003 m .024m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.003 m . sprinkle besar. 4. pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.502686785 x 10-11 2.238471112 x 10-11 2. Pada perlukan Sprinkle Besar pada lima detik pertama didapatkan beda tingginya 0.026 m dan pada beda tinggi kelima didapatkan nilai sebesar 0. pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.007 m. dan pada beda tinggi kelima didapatkan sebesar 0.003 m.003m pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0.dan pada beda tinggi kelima didapatkan sebesar 0.02 m pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0. Pada Belokan 90° pada lima detik pertama didabatkan beda tingginya 0. Indikator pengukurnya menggunakan cairan air raksa diletakkan pada selang transparan dan penggaris sebagai indikator beda tinggi air raksa untuk dapat mengatahui beda tinggi selang satu dengan lainnya pada tiap-tiap perlakuan. Data Hasil Perhitungan N o Perlakuan I II III IV V 1 Sambunga n mengecil lurus 2.012m.004 m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.011m.238471112 x 10-11 2. Aliran air akan diberi perlakuan pada aliran dengan: sambungan mengecil lurus. Percobaan perlakuan diluang sebanyak lima kali dengan waktu lima detik tiap satu pengulangan agar mendapatkan hasil beda tinggi yang akurat dan didapatkan pada sambungan mengecil lurus pada lima detik pertama didapatkan beda tingginya 0.001 m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.90169976 x 10-7 .006m pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0.025 m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.2.01 m. pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.011m kemudian pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0.001m kemudian pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0. pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.552249751 x 10-11 2 Sambungan Membesar Lurus 1.004 m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.005m pada beda tinggi keempat didapatkan 0. dan pada beda tinggi kelima didapatkan sebesar 0. dan pada beda tinggi terakhir didapatkan sebesar 0.012m pada beda tinggi keempat didapatkan 0.005m.004 m.572598459 x 10-7 1.004m. Pada perlakuan sambungan membesar lurus pada lima detik pertama didabatkan beda tingginya 0.90169976 x 10-7 1. pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.00 2m. Pada perlakuan sambungan mengecil menyudut pada lima menit pertama didapatkan beda tingginya 0.002 m. dan pada beda tinggi kelima didapatkan nilai sebesar 0.021m.001 m.026 m.Pada pratikum Kehilangan Head pada berbagai Perlakuan. Pada Sprinkle kecil pada lima detik pertama didapatkan beda tingginya 0.003 m . pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.006 m.90169976 x 10-7 7.022m. dan pada beda tniggi kelima didapatkan sebesar 0.552249751 x 10-11 2. Pada perlakuan sambungan membesar lurus (Piezometer) pada lima detik pertama didapatkan beda tingginya 0.004 m.pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0. sambungan membesar lurus. sambungan mengecil menyudut. belokan 90o dan pada piezometer.004 m. pada beda tinggi ketiga didapatkan 0.01 m pada beda tinggi yang kedua didapatkan 0.011m. dan pada beda tinggi kelima didapatkan sebesar 0.

364908437 x 10-14 2.068895444 x 10-7 0.364908437 x 10-14 4.01803817855084 3 16.3 4 5 6 7 8 Sambungan mengecil menyudut Sambungan membesar menyudut Sprinkle Besar Sprinkle Kecil Belokan 90o Seluruh sambungan (Piezometer) 4.00152628822 0.45722714 17. p/ ρ ¿ √¿ Kl .0020311357 0.356976411 x 10-4 0.0020311357 2. Analisa Perhitungan Dalam Sambungan Mengecil Lurus setelah dilakukan 1 2 perhitungan pertamanya dengan dicari A1 dan A2 rumus An= 4 π ( dn) .0020311357 0.00090190892754 2 0.10−2 pengulangan perhitungan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya yaitu pada percobaan pertama 5.192068174 x 10-7 6. Pada perbedaan tinggi ketiga mendapatkan hasil Headlossnya 7.45722714 17. Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan Hasil 9.832420284 x 10-7 3.01803817855084 3 0.3. ketetapan Kl sambungan mengecil lurus Kl= A2/A1 kemudian dicari V2= d 2/d 1 ¿ ¿ ¿4 maka 1−¿ 2h.45722714 16.45722714 *)Satuan dalam bentuk meter (m).373465488 x 10-4 9. Dalam Sambungan Membesar Lurus dilakukan perhitungan dicari terlebih 1 2 dahulu A1 dan A2nya digunakan rumus An= 4 π ( dn) kemudian dengan .0020311357 0.000003483 0.00002177 0.01803817855088 1 0. pada perhitungan percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 7.065464162 x 10-4 1.56.972322904 x 10-4 1.(V 2)2 2g dilanjutkan dengan dicari HeadLoss HL= 13.00270572678262 6 0.388277286 m.00002177 0.47295968 x 10-3 m.45722714 16.472959686 x 10--3 m. 4. Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 0.000001959 0.00000087 0.341199609 x 10-3 m.766754809 x 10-4 1.01014187386 m.

48339561 x 10-6 m. Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 0.(V 2) 2g 13.726135693 x 10-5m. Dalam Sambungan mengecil menyudut dengan ketetapan Kl= 0. Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan Hasil 2. p/ ρ ¿ √¿ Kl .893149787 x 10-5m. Pada . Dalam Sambungan membesar menyudut dengan ketetapan Kl=1.01274139626 m.10−2 dan pengulangan perhitungan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya yaitu pada percobaan pertama 0.(V 2)2 2g maka dicari HeadLoss HL= 13.726135693 x 10-5m.15 dicari V2= d 2/d 1 ¿ ¿ ¿4 1−¿ 2h.56. pada perhitungan percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 1. Pada perbedaan tinggi ketiga setelah dihitung mendapatkan hasil Headlossnya 2.(V 2)2 2g dengan dicari HeadLoss HL= 13.385 dilakukan perhitungan V2= d 2/d 1 ¿ ¿ ¿4 1−¿ 2h.893149787 x 10 5 m. V 2 A1 maka dilanjutkan dan pengulangan perhitungan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya yaitu pada percobaan pertama 1.015207474296 m.56. Pada perbedaan tinggi ketiga setelah dihitug mendapatkan hasil Headlossnya 0. kemudian pada perhitungan percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 0. Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan Hasil 0.56.10−2 dilakukan perhitungan dan pengulangan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya yaitu pada percobaan pertama 3.01233038348 m. kemudian pada perhitungan percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 1.726135693 x 10-5m.0143854474 m. V 2 A1 setelah itu dicari HeadLoss HL= 2 Kl .01274139626 m. Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 2.10−2 A 2. p/ ρ ¿ √¿ kemudian V1= A 2. p/ ρ ¿ √¿ untuk V1= Kl .ketetapan Kl= 1 dan V2= d 2/ d 1 ¿ ¿ ¿4 1−¿ 2h.95941003 x 10-6 m.

2 g Headloss HL= 13. Dalam Sprinkle Kecil setelah dilakukan perhitungan dengan dicari V2= d 2/d 1 ¿ ¿ ¿4 1−¿ 2h. Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan Hasil 8. ρ .708489019 x 10-7 m.(V 1)2 D1.Dengan mendapatkan V₁ digunakan rumus Re= V 1.10−2 dan perhitungan pengulangan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya yaitu pada percobaan pertama 3.56.708489019 x 10-7 m. ρ . L . pada perhitungan percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 1.95941003 x 10-6 m. maka perhitungan μ Pada Sprinkle Besar dicari V2= F . p/ ρ ¿ √¿ dilanjutkan dicari V1= 0. L . μ maka didapatkan 2 F . Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan Hasil 8.perbedaan tinggi ketiga setelah dihitung mendapatkan hasil Headlossnya 8. d 2/d 1 ¿ ¿ ¿4 1−¿ 2h.V₂ kemudian Re= V 1. Pada perbedaan tinggi ketiga setelah dihitug mendapatkan hasil Headlossnya 8.708489019 x 10-7 m.V₂ .2 g Headlossnya HL= 13. Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 8.10−2 tidak terjadi perubahan tinggi yang ditunjukkan oleh indikator raksa yang telah diukur menggunakan mistar sehingga hasil headlossnya sama atau konstan serta bernilai 0 .25. p/ ρ ¿ √¿ serta dicari V1= 0.25.708489019 x 10-7 m.708489019 x 10-7 m.(V 1) D1. d 1. Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 8.708489019 x 10-7 m. .56. d 1.48339561 x 10-6 m.

25 dicari terlebih dahulu V2= d 2/d 1 ¿ ¿ ¿4 1−¿ 2h.45722714 m. p/ ρ ¿ √¿ 2 Kl . pada perhitungan percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 16. .45722714 m. Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 16.45722714m . Pada Perbedan tinggi kelima didapatkan hasil headlosnya sebesar 1.10−2 h ) +74 13.10−2 dilakukan perhitungan dan pengulangan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya yaitu pada percobaan pertama 16.45722714 m.56.334457087x −3 10 m. pada perhitungan yaitu pada percobaan pertama 0.601348504x 10 perbedaan tinggi 1.067565669 x 10−3 m. Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan Hasil 1. Pada perbedaan tinggi ketiga setelah dihitung mendapatkan hasil Headlossnya 17.56.10−2 dilakukan perhitungan dan pengulangan sebanyak lima kali didapatkan Headlossnya 10−3 m. Pada Headlossnya m. Dalam Piezometer dicari Headlossnya dengan Hl= ( 13.334457087 x ketiga −3 10 setelah dihitung mendapatkan hasil m. Pada Perbedaan tinggi keempat dihitung Headlossnya mendapatkan hasil 17.56.800674252 x −3 percobaan ke dua didapatkan Headlossnya 1.(V 2) 2g maka didapatkan hasil untuk perhitungan HeadLoss HL= 13.45722714 m.Dalam Belokan 90° dengan ketetapan Kl= 0.