You are on page 1of 3

dakwatuna.

com - Syahadah atau syahadat berasal dari kata syahida, yang berarti
“memberi tahu dengan berita yang pasti” atau “mengakui apa yang diketahui” (AlMu’jam Al-Wasith). Dari makna bahasa ini, kita mendapati beberapa makna yang
diisyaratkan Al-Qur’an tentang kata ini.
1. Ikrar (Al-Iqrar)
Syahadat merupakan sebuah pernyataan (ikrar), yaitu suatu statement seorang
muslim mengenai keyakinannya. Ini adalah pernyataan yang sangat kuat karena
didukung oleh Allah SWT, malaikat, dan orang-orang yang berilmu (para nabi dan
orang yang beriman). Hal ini sebagaimana dalam firman Allah SWT,
١٨﴿ ‫﴾حشكهحد اللم أحلنمه حل إكل لحه إكلل مهحو حواللحمحلكئحكمة حومأوملو اللكعللكم حقاكئمما كباللكقلسكط حل إكل لحه إكلل مهحو اللحعكزيمز اللححككيم‬
”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak
disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang
berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan dia (yang
berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 18)
Dalam ayat lain disebutkan bahwa sesungguhnya sebelum manusia dilahirkan,
manusia telah berikrar atau memberikan kesaksian bahwa Allah SWT adalah Tuhan
para manusia (Tauhid Rububiyatullah). Hal ini diingatkan Allah SWT dalam ayat
berikut ini,
‫حوإكلذ أححخحذ حربحك كمن حبكني آحدحم كمن مظمهوكركهلم مذبرليحتمهلم حوأحلشحهحدمهلم حعحللى حأنمفكسكهلم أححللسمت كبحربمكلم حقاملوا حبحللى حشكهلدحنا حأن حتمقوملوا حيلوحم اللكقحياحمممكة‬
١٧٢﴿‫﴾إكلنا مكلنا حعلن لهحذا حغاكفكليحن‬
”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari
sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan
kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat
kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang
yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”. (Al-A’raf: 172).
Selain itu, para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, seluruhnya telah berikrar
mengakui kerasulan Muhammad SAW meskipun mereka hidup sebelum kedatangan
Rasulullah SAW. Allah SWT mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,
‫صمرلنمه حقاحل أحأحلقحرلرمتمملم‬
‫صبدقق لبحما حمحعمكلم حلمتلؤكممنلن كبكه حوحلحتن م‬
‫حوإكلذ أححخحذ اللم كميحثاحق اللنكببييحن حلحما آحتليمتمكم بمن ككحتاةب حوكحلكحمة مثلم حجاحءمكلم حرمسوقل بم ح‬
‫ح‬
‫ح‬
‫م‬
‫ل‬
‫ح‬
‫ل‬
‫ل‬
٨١﴿‫صكري حقاملوا أقحرلرحنا حقال حفاشحهمدوا حوأحنا حمحعكم بمحن الشاكهكديحن‬
‫﴾حوأححخلذمتلم حعحللى لذكلمكلم إك ل‬
”Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa
saja yang Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan hikmah Kemudian datang
kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu
akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman:
“Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?”
mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai
para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.” (QS. Ali Imran: 81).
2. Sumpah (Qosam)
Syahadat juga bermakna sumpah. Sumpah ini merupakan hasil dari ikrar yang telah
dijelaskan di atas. Dibalik ikrar, wajib bagi kita untuk menegakkan dan
memperjuangkan apa yang diikrarkan. Oleh karena itu pada hakikatnya sumpah
(qosam) adalah pernyataan kesediaan menerima akibat dan risiko apapun dalam
mengamalkan syahadah. Artinya, muslim yang menyebut asyhadu berarti siap dan
bertanggung-jawab terhadap tegaknya Islam. Pelanggaran terhadap sumpah ini
adalah kemunafikan dan tempat orang munafik adalah neraka Jahanam.
Jika ditadabburi dalam Al-Qur’an, sesungguhnya orang-orang munafik berlebihan
dalam pernyataan syahadahnya, padahal mereka tidak lebih sebagai pendusta.
Lihat ayat berikut ini,

Sedangkan orang-orang mukmin yang sumpahnya teguh tidak akan bersifat seperti tersebut. Kitab-kitab. mereka berkata: “Kami mengakui. . sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. tentulah kamu serupa dengan mereka. Dan sungguh Allah Telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir). Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Hai orang-orang yang beriman. dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi temanteman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.‫﴾التحخمممذوا أحليحممماحنمهلم‬١﴿‫إكحذا حجاحءحك اللمحناكفمقوحن حقاملوا حنلشحهمد إكلنحك حلحرمسومل اللك حواللم حيلعحلم إكلنحك حلحرمسوملمه حواللم حيلشممحهمد إكلن اللمحنمماكفكقيحن حلحكمماكذمبوحن‬ ٢﴿‫صبدوا حعن حسكبيكل اللك إكلنمهلم حساحء حما حكامنوا حيلعحمملوحن‬ ‫﴾مجلنمة حف ح‬ ”Apabila orang-orang munafik datang kepadamu. Perjanjian yang Teguh (Mitsaq) Syahadah juga merupakan perjanjian yang teguh (mitsaq) yang harus diterima dengan sikap sam’an wa tho’atan (kami dengar dan kami taat) didasari dengan iman yang sebenarnya terhadap Allah. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan Ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian). Malaikat. Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu. An-Nisa’: 138-145). malas dalam shalat dan tidak punya pendirian. janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi Keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya amat buruklah apa yang Telah mereka kerjakan. memperolok-olok ayat Allah. lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orangorang kafir di dalam Jahannam. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. ”Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. Rasul-rasul. Allah SWT berfirman. 3. Dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya. Maka janganlah kamu duduk beserta mereka. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Al-Munafiqun: 1-2) Beberapa ciri orang yang melanggar sumpahnya yaitu memberikan wala kepada orang-orang kafir. Hari Akhir dan Qadar baik maupun buruk. Allah SWT mengingatkan kita tentang hal ini. mencari kesempatan dalam kesempitan kaum muslimin. bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. menunggu-nunggu kesalahan kaum muslimin.

kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Sesungguhnya Allah mengetahui isi hati(mu).’ dan bertakwalah kepada Allah.’” (QS. Al-Baqarah: 93) Sumber: http://www. ketika kamu mengatakan.” (AlMaidah: 7) Rasul telah mencontohkan hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. ’Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat). Al-Baqarah: 285). (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasulrasul-Nya”. dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat. ’Kami mendengar tetapi tidak mentaati.dakwatuna. Pelanggaran terhadap mitsaq akan berakibat laknat Allah seperti yang pernah terjadi pada orang-orang Yahudi. Katakanlah. demikian pula orang-orang yang beriman. ’Peganglah teguh-teguh apa yang kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!’ mereka menjawab. ‫آحمحن اللرمسومل كبحما مأنكزحل إكحلليكه كمن لربكه حواللملؤكممنوحن مكلل آحمحن كباللك حوحمحلكئحككتكه حومكمتكبكه حومرمسكلكه حل منحفممبرمق حبليممحن أحححممةد بمممن برمسممكلكه حوحقمماملوا‬ ٢٨٥﴿ ‫صيمر‬ ‫﴾حسكملعحنا حوأححطلعحنا مغلفحراحنحك حرلبحنا حوإكحلليحك اللحم ك‬ ”Rasul Telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya.’ Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. ketika kami mengambil janji dari kamu dan kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman). malaikat-malaikat-Nya.٧﴿‫صمدوكر‬ ‫﴾حوالذمكمروا كنلعحمحة اللك حعحلليمكلم حوكميحثاحقمه اللكذي حواحثحقمكم كبكه إكلذ مقللمتلم حسكملعحنا حوأححطلعحنا حوالتمقوا اللح إكلن اللح حعكليقم كبحذاكت ال ب‬ ”Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang Telah diikat-Nya dengan kamu.com/2012/06/20/21156/madlul-syahadahkandungan-kalimat-syahadah-bagian-ke-1/#ixzz2hQMAauio Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook .” (QS. ‫صمليحنا حوأملشمكرمبوا كفممي مقملموكبكهم اللكعلجمحل‬ ‫حوإكلذ أححخلذحنا كميحثاحقمكلم حوحرحفلعحنا حفلوحقمكم البطوحر مخمذوا حما آحتليحنامكم كبمقلوة حوالسممحممعوا حقماملوا حسمكملعحنا حوحع ح‬ ٩٣﴿ ‫﴾كبمكلفكركهلم مقلل كبلئحسحما حيلأممرمكم كبكه كإيحمامنمكلم كإن مكنمتم بملؤكمكنيحن‬ ”Dan (ingatlah). ’Kami dengar dan kami taati. Semuanya beriman kepada Allah.