You are on page 1of 10

1143 Prospek pengembangan teknologi pengolahan rumput ...

(Bagus Sediadi Bandol Utomo)

PROSPEK PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGOL AHAN RUMPUT L AUT
DI INDONESIA
Bagus Sediadi Bandol Utomo
Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
Jl. K.S. Tubun, Petamburan VI, Slipi, Jakarta

ABSTRAK
Besarnya potensi sumberdaya rumput laut di Indonesia mempermudah dalam peningkatan produksinya.
Hasil panen rumput laut dari alam terutama terdiri atas jenis Gracilaria, Gelidium, dan Sargassum sedangkan
hasil budidaya terutama jenis Gracilaria dan Eucheuma. Berdasarkan data yang ada, Indonesia saat ini
sudah menempati urutan pertama di dunia dalam produksi rumput laut. Produksi rumput laut Indonesia
pada tahun 2009 sudah sebesar 2.963.556 ton. Usaha rumput laut telah berkembang dengan pesat sebagai
akibat semakin meningkatnya permintaan pasar baik domestik maupun luar negeri. Namun demikian,
permasalahan baik yang merupakan masalah teknis maupun non teknis masih terus akan muncul di dunia
industri rumput laut apabila upaya pengembangannya tidak didukung oleh teknologi yang memadai baik
dalam budidaya, penanganan, dan pengolahan pasca panen, serta sistem pemasaran yang memadai. Di
Indonesia, rumput laut telah banyak diolah menjadi berbagai produk pangan siap saji baik dalam skala
industri rumah tangga maupun industri besar, sedangkan pengolahan menjadi bahan setengah jadi
kebanyakan hanya dilakukan oleh industri besar karena alasan teknis dan ekonomis. Pengembangan teknologi
pengolahan ini sangat prospektif untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk rumput laut.
Belum diterapkannya standar mutu rumput laut budidaya terutama di tingkat petani sebagai bahan baku
industri, menjadi kendala utama bagi pengembangan industri sekunder. Di samping itu, industri sekunder
masih juga menghadapi masalah tidak adanya jaminan pasokan bahan baku yang tepat jumlah, mutu dan
waktunya.

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumberdaya perikanan yang sangat besar
termasuk di dalamnya rumput laut. Budidaya rumput laut jenis Gracilaria dan Eucheuma telah banyak
dilakukan. Potensi pengembangan rumput laut di Indonesia mencapai 1,11 juta ha. Produksi rumput
laut Indonesia pada tahun 2009 sudah sebesar 2.963.556 ton (DJPB, 2010).
Saat ini, usaha rumput laut telah berkembang dengan pesat sebagai akibat semakin meningkatnya
permintaan pasar baik domestik maupun luar negeri. Namun demikian, permasalahan teknis maupun
non teknis masih terus akan muncul di dunia industri rumput laut apabila upaya pengembangannya
tidak didukung oleh teknologi baik dalam budidaya, penanganan, dan pengolahan pasca panen,
serta sistem pemasaran yang memadai.
Pada ekspedisi Laut Siboga tahun 1899-1900 telah diinventarisir sebanyak 555 jenis rumput laut
yang ditemukan di perairan Indonesia. Namun jenis rumput laut yang mempunyai nilai ekonomis
penting saat ini belum banyak di antaranya adalah Eucheuma spp., Gracilaria spp., Gelidium spp.,
Hypnea, Sargassum spp., dan Turbinaria spp. Di antara rumput laut tersebut, Eucheuma dan Gracilaria
telah dibudidayakan secara komersial, Eucheuma spp. dibudidayakan di laut/pantai sedangkan
Gracilaria spp. banyak dibudidayakan di tambak. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan
garis pantai 81.000 km, merupakan potensi yang sangat besar untuk budidaya rumput laut.
Sebelum tahun 2000 rumput laut Indonesia umumnya dihasilkan dari panen di alam dan jenis
yang mendominasi adalah rumput laut Gracilaria dan Gelidium sebagai sumber agar-agar. Karena
terbatasnya lahan panen dan potensi lahan untuk budidaya yang besar kegiatan budidaya terutama
Eucheuma dan Gracillaria terus berkembang karena umur tanam rumput laut yang relatif pendek,
mudah dibudidayakan dengan investasi yang relatif kecil dan memberikan penghasilan yang memadai.

agarofit ini berwarna kuning-coklat. merah ungu. Gracilaria foliifera. Jawa Tengah. Jawa Barat. Gracilaria coronopifolia. merupakan kelompok rumput laut penghasil agar-agar yaitu hidrokoloid polisakarida yang memiliki kemampuan membentuk gel yang terutama berasal dari 2 jenis rumput laut merah Gelidium/Gelidiella dan Gracilaria. NTT.5-2 mm dan panjang mencapai 30 cm. Upaya-upaya untuk mengolahnya menjadi bahan lain yang bernilai lebih tinggi belum banyak dilakukan sehingga nilai tambah yang dimiliki rumput laut belum dapat dinikmati sepenuhnya di dalam negeri. Agarofit yang potensial di Indonesia di antaranya adalah Gracilaria spp. Gracilaria arcuata. Potensi sumberdaya yang sangat besar tersebut. Sumatera Utara. Jenis agarofit yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Gracilaria spp. dan alginofit (penghasil alginat). agak kasar. Daerah penyebarannya sangat luas. Jawa Timur. yang banyak dibudidayakan di tambak pada beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan. Sedangkan Gelidium spp. 2005). Sistem produksi yang masih tergolong baru di beberapa daerah yang belum menekankan pentingnya mutu telah menjadi salah satu penyebab belum berkembangnya industri rumput laut yang bermutu di Indonesia. dan Gelidium spp. jenis-jenis rumput laut dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu rumput laut agarofit (penghasil agar-agar). Jenis agarofit lain di antaranya adalah Gracilaria salicornia. Gracilaria biasanya menghasilkan agar dengan kekuatan gel rendah. dan kadang-kadang berwarna hijau kelabu (Anonim.. dan Maluku (Anonim. Gracilaria gigas. Bali. 2011). Karaginofit yang potensial adalah Eucheuma. Sedangkan jenis alginofit yang potensial di antaranya adalah Sargassum spp. memiliki thallus silindris seperti G. Agarofit dan karaginofit merupakan rumput laut merah (Rhodophyceae) sedangkan alginofit termasuk jenis rumput laut coklat (Phaeophyceae). Masih dipanen dari alam di pantai barat Sumatera. nilai tambah yang dimiliki oleh rumput laut lebih banyak dirasakan oleh negara importir atau pengolahnya. 1978). untuk meningkatkan kekuatan gel dapat dilakukan dengan perlakuan alkali sebelum ekstraksi. Jawa Barat. Lombok Barat. Sulawesi Tenggara.Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2011 1144 Beberapa ahli rumput laut dunia berpendapat bahwa target Indonesia menjadi penghasil rumput laut terbesar dunia dengan total produksi sepuluh juta ton pada tahun 2015 adalah merupakan citacita yang dapat dicapai (Antaranews. Seluruh produksi Gelidium diperoleh dari alam. Tulisan ini merupakan salah satu upaya untuk mendiseminasikan teknologi penanganan dan pengolahan rumput laut menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi dan diversifikasi produk yang bernilai lebih tinggi sehingga rumput laut dan produknya akan mempunyai nilai tambah yang dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia. . 2005. berdiameter 0. Riau. Jenis-jenis Gracilaria yang telah banyak dibudidayakan sebagai sumber agar-agar adalah Gracilaria verrucosa. verrucosa tetapi agak besar./Gelidiella spp. Gelidium masih harus dipanen dari alam karena belum dapat dibudidayakan. dan Gracilaria eucheumioides. Perlakuan alkali ini dimaksudkan untuk mengurangi kandungan sulfat yang menghambat pembentukan gel. Madura. dan kaku. NTB. Akibatnya. Soegiarto et al. Warnanya hijau-kuning atau hijau. Kebanyakan rumput laut Indonesia di ekspor ke luar negeri dalam bentuk rumput laut kering sebagai bahan baku industri. JENIS RUMPUT L AUT POTENSIAL Berdasarkan kemampuannya menghasilkan senyawa fikokoloid. menempatkan rumput laut sebagai salah satu komoditi andalan bagi pembangunan nasional. Dengan demikian pembangunan akan lebih berdaya guna dengan meningkatkan nilai tambah dengan cara pengolahan dan diversifikasi produk. yaitu hampir di seluruh perairan Indonesia. dan Turbinaria spp. karaginofit (penghasil karagenan). Rumput Laut Agarofit Rumput laut agarofit termasuk dalam rumput laut merah (Rhodophyceae).

2005). abu-abu atau merah. Iota Karagenan dapat membantu dalam ekstraksi agarosa dari agar-agar Menggunakan Cetyl Piridinium Klorida (Subaryono et al. rumput laut merah karaginofit ini adalah penghasil karagenan. Kappa karagenan biasanya memiliki struktur gel keras dan kaku. Maluku. Sedangkan lamba karagenan tidak dapat membentuk gel. dan lamda karagenan. 2003). Sulawesi. sedangkan iota karagenan dari E. Jenis ini telah dibudidayakan secara meluas hampir di seluruh perairan potensial di Indonesia. sayuran dan lalapan seperti yang dijumpai di Nusa Tenggara Barat. Berdasar sumbernya. yaitu kappa. Tabel 1. Pada thallus terdapat duri yang tumbuh melingkari thallus dengan interval bervariasi sehingga membentuk ruas-ruas thallus di antara lingkaran duri. Kappa karagenan dihasilkan dari rumput laut Eucheuma cottonii. dikenal 3 macam karagenan. Sebagian besar kebutuhan rumput laut untuk karagenan dipenuhi dari hasil budidaya. hijau kuning. lunak atau fleksibel. Nusa Tenggara Timur. (Bagus Sediadi Bandol Utomo) Rumput Laut Karaginofit Rumput laut karaginofit juga termasuk dalam rumput laut merah (Rhodophyceae). terutama di Jawa.. Jenis rumput laut ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. berbeda dengan agarofit yang menghasilkan agar-agar. iota.. Eucheuma cottonii merupakan karaginofit yang dikenal dengan nama cottonii. Rumput laut karaginofit dan karagenan yang dihasilkan Karag inofit Furcellaria fastigiata Agardhiella tenera Eucheuma cottonii Eucheuma spinosum Anatheca montagnei Hypnea musciformis Hypnea nidifica Hypnea setosa Chondrus crispus Chondrus spp. Gigartina stellata Gigartina acicularis Gigartina pistillata Iridea radula Phyllophora nervosa Tichocarpus crinitus J enis karag enan Kap p a I o ta L am b d a v v v v v v v v v v v v v v v v v v Sumber: Chapman & Chapman (1980) v v v v v v v . dan Irian. Iota karagenan menghasilkan gel yang lembut. Jenis ini mempunyai thallus licin silindris. spinosum. Nusa Tenggara Barat. jenis yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Eucheuma cottonii (Kappaphycus alvarezii) dan E. Bali.1145 Prospek pengembangan teknologi pengolahan rumput . Jenis rumput laut penghasil karagenan dapat dilihat pada Tabel 1. warna hijau.. spinosum. Karagenan merupakan senyawa polisakarida yang juga memiliki kemampuan membentuk gel seperti agar dengan struktur kimia yang berbeda. Eucheuma spinosum mempunyai thallus licin silindris. Eucheuma cottonii yang paling banyak dibudidayakan karena pemintaan pasar yang sangat besar (Anonim. kartilagenus. hijau kuning atau merah ungu. namun membentuk larutan yang kental (viscous). kartilagenus. warna coklat tua.

Jenis ini tumbuh menempel pada batu di perairan hamparan terumbu karang.. Jenis Rumput Laut Potensial yang Lain Selain ketiga kelompok di atas. polycystum atau S. Atmadja et al. bahan tersebut banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri.5-8 juta ton rumput laut basah per tahun. Meskipun jenis ini merupakan komoditas ekspor. 1996).. Jenis-jenis tersebut adalah Caulerpa lentillifera. pembentuk gel. MANFAAT RUMPUT LAUT Sebagai Sumber Pangan Rumput laut terutama digunakan sebagai sumber bahan pangan yang menghasilkan berbagai macam produk makanan yang berbasis hidrokoloid. karagenan. 2005). farmasi. Jenis alginofit yang lain di antaranya adalah S. dan alginat yang jumlahnya mencapai 55. C. microphyllum dan Turbinaria conides banyak ditemukan tumbuh pada batu atau benda keras lain dengan daerah penyebaran yang luas di perairan Indonesia. kulit.000 ton/tahun. Perkembangan penggunaan ekstrak rumput laut untuk industri menurut data dari FAO (2005) pada awalnya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan karena sulitnya mendapatkan bahan baku. Sargassum cinereum dan S. dan industri kimia (Tabel 2). kosmetik. karagenan. . Sedangkan jenis rumput lain seperti Eucheuma dan Chondrus menghasilkan karagenan yang populer sebagai bahan pengental dan rumput laut coklat seperti Sargassum dan Turbinaria menghasilkan alginat yang terkenal sebagai bahan untuk campuran cat tekstil. seperti industri makanan. Indonesia juga memiliki jenis rumput laut lain yang mengandung senyawa bioaktif yang sangat diperlukan dalam industri farmasi sehingga potensial untuk dikembangkan di masa mendatang. Racemosa var occidentalis. plagyophyllum merupakan alginofit yang banyak ditemukan di perairan Pulau Pari dan Kepulauan Seribu dan di pantai Selatan Jawa. C. Sargassum duplicatum atau S. rumput laut juga digunakan sebagai bahan untuk produk-produk lain seperti pupuk dan pakan ternak. terutama di pantai Selatan Jawa dan Selat Sunda. Di samping itu. 1996). Laminaria spp. namun belum dibudidayakan secara komersial (Anonim. masih banyak ditemukan berbagai jenis rumput laut yang tumbuh secara alami di Indonesia. cat. Karena sifatnya tersebut. tekstil. Tidak kurang dari 1 juta ton rumput laut basah dipanen setiap tahunnya dan diekstrak menghasilkan agar. dan pengemulsi.. Di antaranya adalah Caulerpa (Chlorophyceae) yang secara tradisional di beberapa daerah dikonsumsi sebagai sayuran atau lalap.. baik berasal dari alam maupun budidaya (FAO. Agar yang diekstrak dari rumput laut merah dari jenis Gracilaria atau Gelidium memiliki kemampuan membentuk gel yang sangat berguna sebagai bahan tambahan untuk makanan. Hidrokoloid yang dihasilkan rumput laut (agar-agar. Rumput Laut Alginofit Rumput laut alginofit digolongkan ke dalam rumput laut coklat (Phaeophyceae) yang merupakan rumput laut penghasil alginat. pasta gigi. Baru setelah budidaya berkembang.. 2005. racemosa var macrophysa.. recemosa var ufivera (Anonim. hasil produksinya berhasil memasok sebagian besar kebutuhan rumput laut dunia sebagai bahan baku industri hidrokoloid. pengental. edule yang dapat ditemukan di perairan kepulauan dan dikenal dengan nama agar-agar besar. sedangkan Sargassum crassifolium daerah penyebaran luas di perairan Indonesia. Jenis rumput laut alginofit di antaranya adalah Sargassum spp.Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2011 1146 Jenis karaginofit yang lain di antaranya adalah Eucheuma serra dan E. dan alginat) berfungsi di antaranya sebagai stabilisator. Aschophyllum spp. dan C. Produksi dunia rumput laut berkisar antara 7. dan Macrocystis spp. Saat ini usaha budidaya rumput laut sudah banyak berkembang karena sumberdaya alam yang terbatas dan tidak dapat lagi mencukupi permintaan dunia. Turbinaria spp. 2005). cristaefolium merupakan alginofit yang banyak ditemukan di pantai Selatan Jawa dan Maluku (Atmadja et al.

alginat atau agar dan produk jadi seperti makanan (manisan rumput laut. dan pengeringan ini termasuk industri primer karena menghasilkan produk primer yaqng selanjutnya untuk suplai industri sekunder. . minuman. Pada masyarakat yang mengkonsumsi rumput laut Undaria ternyata infeksi HIV dapat ditekan sampai 25%.. sortasi. Pupuk esktrak rumput laut ini cukup efektif dan banyak digunakan untuk industri hortikultura.1147 Prospek pengembangan teknologi pengolahan rumput . Pemanfaatan karagenan dalam berbagai industri J enis I ndustr i Fung si Beer/Wine/Vinegar Chocolate milk drink Ice cream Sauce. dressing Kertas Tekstil dan karpet Pasta gigi Penyegar ruangan Daging dan Unggas - Mie - Lapisan pembungkus - Mempercepat dan memperbaiki kejernihan Stabilizer dan memperbaiki viskositas Mencegah pembentukan kristal es dan memperbaiki Mengentalkan dan memperbaiki viskositas Memperbaiki penyerapan tinta dan memperkuat daya Mengontrol sifat-sifat rheologi tinta dalam jet printing Stabilizer Gelling agent penstabil emulsi air/minyak selama proses preparasi. Pada industri kosmetik yang memproduksi krim dan lotion banyak yang memakai rumput laut untuk formulasi produknya. ekstrak rumput laut coklat Undaria pinnatifida juga mempunyai aktivitas anti virus dan kanker.. (Bagus Sediadi Bandol Utomo) Tabel 2. es krim. dan sebagainya). Mutu produk primer dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses produksi primer langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan oleh industri sekundernya. terutama dalam bentuk rumput laut kering. permen. Setelah melalui proses pencucian dan sortasi. karagenan juga cukup berperan dalam memerangi HIV dan mencegah berkembangnya virus herpes pada hewan. pemasakan dan penyimpanan serta mencegah meningkatkan daya tahan akibat over cooking dan dapat mengurangi jumlah pemakaian telur tanpa pengontrol kelembaban Non Pangan Rumput laut juga sering digunakan sebagai bahan tambahan pakan ternak baik dari rumput laut merah maupun rumput laut coklat. Ekstrak rumput laut ditambahkan sebagai bahan tambahan pengental ataupau stabilizer juga dapat memperbaiki daya retensi air untuk produk pelembab kulit. Industri pengolahan rumput laut sebagai industri sekunder membutuhkan produk dari industri primer. karagenan semi murni. dan sebagainya) dan produk non makanan (kosmetik. INDUSTRI PENGOL AHAN RUMPUT L AUT Budidaya rumput laut bertujuan untuk menghasilkan bahan baku rumput laut untuk industri. biasanya rumput laut tersebut dikeringkan dan kemudian dibikin tepung. dodol. Menurut FAO (2005). Tingginya kandungan serat yang ada pada rumput laut dapat memperbaiki tekstur tanah dan membantu menahan air. pasta gigi. rumput laut juga digunakan untuk bahan dasar pupuk organik. Pada industri sekunder. Kandungan mineralnya berguna sebagai sumber mikronutrien. jeli. Kegiatan penanganan yang terdiri atas pencucian. Ekstrak rumput laut juga dapat digunakan sebagai pupuk yang dapat digunakan langsung pada tanaman. Selain itu. kegiatannya adalah pengolahan rumput laut yang bertujuan menghasilkan berbagai produk setengah jadi untuk keperluan industri lain seperti Alkali Treated Cottonii (ATC). Biasanya rumput laut yang digunakan adalah rumput laut coklat. rumput laut kemudian dikeringkan untuk digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan. Di samping untuk pangan dan pakan.

ditiris dan dikeringkan di bawah panas matahari. diolah menjadi makanan jadi seperti manisan. dan dipisahkan dari benda asing serta karang. agar dijendalkan pada suhu kamar selama semalam. Bentuk akhirnya saja yang berbeda. Selanjutnya rumput laut dipucatkan dengan larutan kapur (0. agarofit dapat diolah menjadi produk agar-agar. batang. Sementara itu. thallus rumput laut menjadi kaku dan keras seperti kawat sehingga sering disebut kering kawat. Untuk menghasilkan agar batang. pengolahan agar kertas. Pencucian menggunakan air laut ini tidak menyebabkan terjadinya perubahan kekuatan gel. untuk menjendalkan hasil ekstraksi. kemudian dipotong-potong menjadi lembaran setebal 10 mm. yaitu lebih dari 35% dan kandungan kotoran lebih dari 5%. RC (Refined Carrageenan). Berbeda dengan rumput laut kering asin yang diperuntukkan bagi industri atau ekspor. dicuci. rumput laut kering tawar sering dibuat dengan cara mencuci dan merendam rumput laut kering asin dalam air kapur dan air tawas selama beberapa jam kemudian dikeringkan.Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2011 1148 Rumput laut karaginofit dapat diolah menjadi produk setengah jadi pada industri sekunder seperti ATC (Alkali Treated Cottonii) dalam bentuk chips atau tepung atau tepung SRC (Semi Refined Carrageenan). Rumput laut kering asin adalah rumput laut yang dikeringkan oleh petani rumput laut langsung tanpa melalui tahap pencucian dengan air tawar. Pengolahan Agar Pada dasarnya. tidak jarang ditemukan rumput laut kering tawar. Lazimnya. Rumput laut kering tawar ini diperoleh karena petani rumput laut mencuci rumput laut yang dipanennya dengan air tawar. campuran es. Air pencuci yang digunakan adalah air laut sehingga ketika dikeringkan akan terbentuk kristal-kristal putih dipermukaan thallus rumput laut. Rumput laut kering direndam dalam air bersih selama beberapa jam sambil dibersihkan. kemudian diendapkan untuk memisahkan kotoran. Hasil rebusan disaring. yaitu rumput laut kering asin atau kering petani dan rumput kering tawar. Pengolahan Selain kering asin tersebut. cairan dalam pan dimasukkan ke dalam pembeku hingga membeku. . Untuk pembuatan agar kertas. setelah dicampur cairan dituang dalam pan-pan agar menjendal. rumput laut kering asin atau rumput laut kering petani ini masih memiliki kadar air yang tinggi. kadar air 30%-35% dengan kadar kotoran tidak lebih dari 5%. Rumput laut semacam ini cocok untuk memenuhi kebutuhan industri atau diekspor. baik dalam bentuk kertas. Diagram pengolahan rumput laut dapat dilihat pada Gambar 1. Warnanya pun menjadi putih. dicuci kembali sampai bersih. Jika telah cukup tipis dan tiris. Misalnya. Tahap selanjutnya adalah ekstraksi menggunakan air 12-30 kali bobot rumput laut kering. Selain dengan cara di atas. tepung. rumput laut kering tawar ini lebih cocok untuk keperluan domestik yang tidak menuntut kekuatan gel tinggi. lembaran beserta kainnya dijemur hingga kering dan diperoleh lembaran-lembaran agar menyerupai kertas. Di beberapa daerah dikenal pula rumput laut kering kawat. atau yang murni (agarosa). Di dalam air tawar pencuci tersebut seringkali ditambahkan kapur atau tawas sehingga bau khas rumput laut tidak terasa.5%). Rumput laut direbus pada suhu 85°C-95°C. Namun. Potongan jendalan ini dibungkus kain dan dipres selama semalam dengan beban pres sekitar 400-500 kg. Proses pengolahan ini diawali dengan pencucian dan pemucatan untuk mendapatkan produk yang putih. Ekstrak dijendalkan menggunakan 2%-3% KCl atau KOH yang dilarutkan dalam air. dan sebagainya. batang atau tepung adalah sama. Rumput Laut Kering Dalam praktek di lapangan ditemukan beberapa jenis rumput laut kering. standar yang diperlukan untuk kebutuhan industri atau untuk ekspor. filtrat ditampung. Sedangkan alginofit diolah menjadi natrium atau kalium alginat dan alginat murni. atau bahkan menjadi karagenan murni. minuman. Jika pengeringan dilakukan sampai kering sekali.

Untuk memproduksi agar tepung. .1149 Prospek pengembangan teknologi pengolahan rumput . Diagram pengolahan rumput laut Setelah beku. (Bagus Sediadi Bandol Utomo) Rumput laut Produk primer Agarofit Karaginofi Rumput laut kering Rumput laut kering Agar-agar Agar-agar Alginofit Rumput laut kering Manisan rumput laut AT Na SR Produk sekunder K Agar-agar RC Alginat murni Agar murni Karaginan Senyawa bioaktif Senyawa bioaktif Senyawa bioaktif Makanan jadi Makanan jadi Makanan jadi Produk formula Produk formula Produk formula Produk formasi Produk formasi Produk formasi Produk industri Produk industri Produk industri Produk bioteknologi Produk bioteknologi Produk bioteknologi Gambar 1. agar kertas atau agar batang yang telah kering dapat digiling untuk mendapatkan agar tepung. jendalan dijemur di bawah panas matahari hingga kering dan diperoleh agar bentuk batang. Agar tepung juga dapat diproduksi dengan cara langsung mencincang agar yang telah menjendal dan mengeringkannya kemudian menggilingnya...

dipotong-potong dan dikeringkan. SRC merupakan produk hasil ekstraksi terhadap rumput laut karaginofit. Hasil ekstraksi kemudian disaring untuk memisahkan sebagian besar selulosa. ekstraksi ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan ATC sebagai bahan baku. tidak berbau. Kemudian rumput laut dicuci bersih. Filter press yang dilengkapi dengan filter aids lazim digunakan. Limbah dari proses pengolahan ATC ini masih bersifat alkali sehingga berisiko menyebabkan pencemaran lingkungan. Kadar air sekitar 8%-12%. Produk akhir dari proses ini berupa tepung SRC dengan ukuran sekitar 100 mesh. rumput laut diekstrak dengan cara dipanaskan pada suhu 90°C-95°C. Sebelum diekstrak. Karagenan murni. dicuci dan dinetralkan. Setelah itu. kadar abu 18%-23%. Untuk proses ekstraksi karagenan murni. Untuk menghasilkan produk bermutu tinggi. IPA berfungsi menarik air dalam ekstrak karagenan. Ekstraksi kemudian dilakukan dengan cara merebus rumput laut dalam larutan natrium karbonat (Na2CO3). Pengolahan SRC. Karagenan yang berupa serat kemudian dikeringkan untuk selanjutnya digiling menjadi tepung. Rumput laut kemudian dicuci bersih hingga netral dan dipotong-potong 4-5 cm dan dikeringkan sehingga menjadi bentuk chips. proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan isopropil alkohol (IPA). Karagenan ini dapat dipakai sebagai stabilizer atau bahan tambahan untuk memperbaiki tekstur pada ice cream dan jenis makanan yang lain (Utomo et al. Filtrat kemudian diasamkan dengan larutan HCl untuk menjadikannya asam alginat.. rumput laut direbus dalam larutan alkali. proses dasarnya sama seperti pengolahan SRC. rumput laut kering dapat disimpan atau langsung diekstrak. Limbah cair sisa rebusan ini dapat dinetralkan menggunakan HCl sehingga diperoleh KCl. RC. baru kemudian dicuci bersih sampai netral dan dijemur hingga kering. baik dalam kondisi dingin maupun panas. tidak berasa. Pengolahan Alginat Sebagaimana pada agarofit dan karaginofit. Filtrasi pada pengolahan RC ini dimaksudkan untuk memisahkan hampir semua selulosa. Dengan proses distilasi ini. Chips ini kemudian ditepungkan dengan ukuran 40-60 mesh sehingga diperoleh tepung ATC. sebaiknya IPA bekas didaur ulang dengan cara distilasi. diperlukan filtrasi yang dapat memisahkan karagenan dari selulosa. Selain menggunakan rumput laut kering. IPA yang cukup murni dapat diperoleh kembali dan dapat digunakan untuk ekstraksi lagi. Hasil saringan kemudian dijendalkan menggunakan KCl. Pengolahan ATC dengan proses panas dilakukan dengan merebus rumput laut dalam larutan KOH (6%-8%) pada suhu 85°C selama 2-3 jam untuk meningkatkan titik leleh karagenan di atas suhu pemanasan. Hasil perebusan disaring dan filtrat yang diperoleh sudah berupa alginat dipucatkan dengan menambahkan natrium hipokhlorit teknis (NaOCl). proses ekstraksi alginat dilakukan dengan cara memasak rumput laut alginofit dalam suasana basa pada konsentrasi tertentu dan suhu tertentu. Perbedaannya adalah pada proses penyaringan. rumput laut setelah dipanen perlu direndam dan dicuci dalam larutan KOH. dan gel strength di atas 550. Sedangkan dengan proses panas. rumput laut kering direndam NaOH. . Mengingat harga IPA cukup mahal. dan Karagenan Murni Berbeda dengan ATC. Dengan proses dingin. Untuk pengolahan RC. Oleh karena itu. 2004). berwarna putih atau sedikit kekuningan/krem. warnanya pun putih bersih.Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2011 1150 Pengolahan Karagenan Pengolahan ATC Pengolahan rumput laut menjadi ATC pada dasarnya adalah pengawetan dengan menggunakan larutan alkali. rumput laut direndam dalam larutan alkali. Dalam proses pengolahan SRC. Hasil akhir dari proses ini adalah chips. Jumlah larutan KOH yang digunakan 3-4 kali bobot rumput laut keringnya.

menjadi kendala utama bagi pengembangan industri sekunder. D.. Pengaruh Penambahan iota Karagenan pada Ekstraksi Agarosa dari Agar-Agar Menggunakan Cetyl Piridinium Klorida. Chapman. 2003. Industri pengolahan menawarkan peluang yang menguntungkan. Irianto. Part 3: Highlights of special FAO studies. 2011. Selain nilai tambah yang besar. & Rahmaniar. FAO. dan sekaligus memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. Utomo...1151 Prospek pengembangan teknologi pengolahan rumput . Scope of the seaweed industry. Bagian Proyek Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 2005. Natrium alginat kemudian diendapkan dengan IPA dan serat Na alginat dipisahkan dengan penyaringan. January 29 2011.B. Jakarta. N.S. A. B. Kemampuan industri sekunder dan tersier yang ada saat ini masih jauh dari peluang yang ada sehingga masih terbuka peluang untuk dikembangkan. Perik. Utomo. Indonesia. Lestari. Laporan Teknis Riset Pikokoloid Sebagai Subtitusi Pengganti Gelatin. peluang pasarnya pun masih terbuka lebar. Statistik Produksi Perikanan Budidaya tahun 2009.B. 2010. 3rd ed. V. akses: 5 Desember 2005) Subaryono.. http:// www. Ltd... peningkatan pendapatan. Kadi. Seaweeds and their uses. 40-82. Chapman and Hall. Pen.E. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.. S. & Sinurat. (Bagus Sediadi Bandol Utomo) Natrium alginat dapat diperoleh dengan cara menambahkan NaOH sampai pH menjadi 9-10. Sat. 2004. Antaranews. Serat alginat kemudian dikeringkan dan digiling halus menjadi tepung. Wikanta. RI’s seaweed production target achievable. Rome (http:\FAO Document Repository. Subaryono. Pengenalan jenis-jenis rumput laut di Indonesia. J.J. The state of world fisheries and Aquaculture (SOFIA) 2004. pemerataan kesempatan kerja dan usaha. Jakarta. Murdinah. E. DKP. Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan.. D. dan waktunya. Jakarta. belum adanya lembaga yang mampu menangani standar mutu rumput laut kering akan mengakibatkan terhambatnya pengembangan industri pengolahan rumput laut. 1980. MASAL AH YANG DIHADAPI DAL AM PENGOL AHAN Belum adanya standar mutu rumput laut kering sebagai bahan baku. pengurangan pengangguran. Sulistijo.S. 9(5): 1-9. T.antaranews. DAFTAR ACUAN Anonim. hlm.com/en/news/67467/ris-seaweed-production-target-achievable. London. & Satriyana. Dengan demikian.W. industri sekunder masih juga menghadapi masalah tidak adanya jaminan pasokan bahan baku yang tepat jumlah. Atmadja.htm. S.J. Profil rumput laut Indonesia. PENUTUP Industri primer rumput laut dapat diharapkan menjadi salah satu upaya yang cepat untuk pengentasan kemiskinan. B. & Chapman.. Fisheries Department. Di samping itu. Edisi Pasca Panen. H. 2005. 1996. mutu. . FAO. DJPB.

Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2011 1152 .