You are on page 1of 19

\

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN
NOMOR : KM 52 Tahun 2004 TENTANG
PENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGAN
Rencana peruntukan lahan daratan antara lain
a. Fasilitas pokok,
1) terminal penumpang;
2) penimbangan kendaraan bermuatan;
3) jalan penumpang keluar/masuk kapal (gang way);
4) perkantoran untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan jasa;
5) fasilitas penyimpanan bahan bakar (bunker);
6) instalasi air, listrik dan telekomunikasi;
7) akses jalan dan/atau jalur kereta api;
8) fasilitas pemadam kebakaran;
9) tempat tunggu kendaraan bermotor sebelum naik ke kapal.
b. Fasilitas penunjang, antara lain:
1) kawasan perkantoran untuk menunjang kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan;
2) tempat penampungan limbah;
3) fasilitas usaha yang menunjang kegiatan pelabuhan penyeberangan;
4) areal pengembangan pelabuhan;
5) fasilitas umum lainnya (peribadatan, taman, jalur hijau dan kesehatan).
Rencana peruntukan perairan antara lain :
a. fasilitas pokok
1) alur pelayaran;
2) fasilitas sandar kapal;
3) perairan tempat labuh;
4) kolam pelabuhan untuk kebutuhan sandar dan olah gerak kapal.
b. fasilitas penunjang, antara lain :
1) perairan untuk pengembangan pelabuhan jangka panjang;
2) perairan untuk fasilitas pembangunan dan pemeliharaan kapal;
3) perairan tempat uji coba kapal (percobaan berlayar);
4) perairan untuk keperluan darurat;
5) perairan untuk kapal pemerintah.
Pengawasan fasilitas pokok pelabuhan, yang meliputi :
1) perairan tempat labuh termasuk alur pelayaran;
2) kolam pelabuhan;
3) penimbangan kendaraan;
4) fasilitas sandar kapal;
5) terminal penumpang;
6) jalan penumpang keluar/masuk kapal (gang way);
7) perkantoran untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan jasa;
8) fasilitas penyimpanan bahan bakar (bunker);

 Fasilitas pengatur suhu.9) fasilitas air. b. 4)Kenyamanan paling sedikit terdapat jenis pelayanan :  Ruang tunggu/publik. listrik dan telekomunikasi. dan 5)Kemudahan/keterjangkauan. 2) tempat penampungan limbah. yang meliputi : 1) kawasan perkantoran untuk menunjang kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan.  Informasi gangguan keamanan. 12) tempat tunggu kendaraan bermotor sebelum naik ke kapal atau setelah turun dari kapal. Standar Pelayanan Minimum Penumpang Angkutan Penyeberangan meliputi: 1)Keselamatan yang meliputi :  Informasi dan fasilitas keselamatan.  Toilet. 10) akses jalan dan/atau rel kereta api.  Lampu penerangan. 3) fasilitas usaha yang menunjang kegiatan pelabuhan penyeberangan. dan Pelayanan bagasi penumpang. fasilitas penunjang pelabuhan.  Kantin/kafetaria. dan  Informasi dan fasilitas kesehatan 2)Keamanan yang meliputi :  Fasilitas keamanan. di pelabuhan penyeberangan paling sedikit terdapat jenis pelayanan:        Informasi pelayanan/perjalanan.  Musholla.  Fasilitas kebersihan. 11) fasilitas pemadam kebakaran. Informasi angkutan lanjutan. Fasilitas kemudahan naik/turun penumpang. 4) area pengembangan pelabuhan. 5) jasa pelayanan penumpang di pelabuhan penyeberangan tertentu.  Tingkat kebisingan. dan  Lampu penerangan 3)Kehandalan/keteraturan *) di pelabuhan penyeberangan paling sedikit terdapat jenis pelayanan penjualan tiket. . Tempat parkir. Informasi gangguan perjalanan kapal.  Petugas keamanan. Fasilitas layanan penumpang.

di pelabuhan penyeberangan paling sedikit terdapat jenis pelayanan :   Fasilitas bagi penumpang difable (kursi roda). dan Ruang ibu menyusui.6)Kesetaraan. .

.

N =Jumlah Kapal Datang / Berangkat Pada Saat Yang Bersamaan.0 – 1.2 mt / orang).0). a2=Luas Areal Ruang Kantin/Kios (15% * a1). N =Jumlah Kapal Datang / Berangkat Pada Saat Bersamaan. a5=Luas Areal Ruang Publik (Publik Hall). dimana : A=Luas Total Areal Parkir Untuk Kendaraan Menyeberang.0 – 1. x =Rata-Rata Pemanfaatan (1. . y =Rasio Konsentrasi (1. a4=Luas Areal Ruang Utilitas (25% * (a1 + a2 + a3)). Truk 8 Ton= 60 m2 Truk 4 Ton = 45 m2 Truk 2 Ton = 25 m2 Kendaraan Penumpang = 25 m2 n =Jumlah Kendaraan Dalam Satu Kapal. n =Jumlah Penumpang Dalam Satu Kapal. a=Luas Areal yang Dibutuhkan Untuk Satu Orang (diambil1. dimana : A =Luas Total Areal Gedung Terminal (mt ) a1=Luas Areal Ruang Tunggu (a * n * N * x * y). x=Rasio Konsentrasi (1.2). 2 2 2 AREAL PARKIR KENDARAAN PENYEBERANG A =a * n * N * x * y.LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR 52 Tahun 2004 TANGGAL 21 Mei 2004 PENETAPAN KEBUTUHAN LAHAN DARATAN DAN PERAIRAN DALAM RENCANA INDUK PELABUHAN PENYEBERANGAN A. (10% * (a1 + a2 + a3 + a4)). a3=Luas Areal Ruang administrasi ((15% * a1). y =Rata-Rata Fluktuasi (1.6). a =Luas Areal Yang Dibutuhkan Untuk Satu Unit Kendaraan (m 2). DASAR PERHITUNGAN KEBUTUHAN DARATAN UNTUK KEGIATAN PELAYANAN JASA / OPERASIONAL LANGSUNG No 1 Nama Area Formula Pendekatan AREAL GEDUNG TERMINAL A=a1 + a2 + a3 + a4 + a5.6).

3 AREAL PARKIR KENDARAAN ANTAR/JEMPUT A =a * n1 * N * x * y * z *1/n2. n1=Jumlah Penumpang Dalam Satu Kapal. y=Rasio Konsentrasi (1. a =Luas Areal Yang Dibutuhkan Untuk Satu Unit Kendaraan. z =Rata-Rata Pemanfaatan (1. n2=Jumlah Penumpang Dalam Satu Kendaraan. 4 AREAL FASILITAS BAHAN BAKAR Kebutuhan Areal untuk Tempat Penampungan BBM dihitung berdasarka n Jumlah Kebutuhan BBM per hari. N =Jumlah Kapal Datang / Berangkat Pada Saat Bersamaan. Kebutuhan Areal untuk Terminal Angkutan Umum dan Parkir akan dihitung berdasarkan Daya Tampung Mobil yang Masuk dan Berhenti di Terminal.6). 5 AREAL FASILITAS AIR BERSIH Kebutuhan Areal untuk Fasilitas Air Bersih dihitung berdasarkan Jumlah Kebutuhan Air Bersih per hari.0 – 1. 6 AREAL GENERATOR 7 AREAL TERMINAL ANGKUTAN UMUM DAN PARKIR Kebutuhan Areal untuk Generator didasarkan pada Standar Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas Listirk seluas 150 m2 . 8 AREAL FASILITAS PERIBADATAN Kebutuhan Ruang Fasilitas Peribadatan didasarkan pada Kebut uhan Ruang untuk Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial untuk 250 penduduk Pendukung yaitu seluas 60 m2 .0 : Seluruh Penumpang Meninggalkan Terminal Dengan Kendaraan). x =Rata-Rata Pemanfaatan (1. (Rata-Rata 8 Orang / Unit).0). dimana : A=Luas Total Areal Parkir Untuk Kendaraan Antar/Jemput.

9 AREAL FASILITAS KESEHATAN Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas Kesehatan didasarkan pada Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas umum dan Fasilitas Sosial untuk 250 Penduduk pendukung yaitu seluas 60 m2 10 AREAL FASILITAS PERDAGANGAN Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas Perdagangan didasarkan pada Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial untuk 250 Penduduk pendukung yaitu seluas 60m2 . 11 AREA FASILITAS POS dan TELEKOMUNIKAS I Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas Pos dan Telekomunikasi didasarkan pada Kebutuhan Ruang untuk Fasilitas umum dan Fasilitas Sosial untuk 250 Penduduk pendukung yaitu seluas 60m2 .

A =1. N =Jumlah Kolam Putar. DASAR DASAR KEBUTUHAN LAHAN PERAIRAN UNTUK KEGIATAN PELAYANAN JASA / OPERASIONAL LANGSUNG. N =Jumlah Kolam Putar. L =Panjang Kapal A =Luas Perairan Tempat Sandar untuk 1(satu) Kapal. B =Lebar Kapal Maksimum Kedalaman air kolam pelabuhan ditentukan dengan menambahkan minimal sebesar 1. D =Diameter Areal Kolam Putar. A =Panjang Dermaga/Tempat Sandar Kapal. A =N x πx R2 A =Luas Areal Berlabuh. Kebakaran Kapal.0 m sebagai kelonggaran kedalaman ke beban muatan penuh (full load draft).8 L x 1. W=Lebar Alur.3L.5L.B. R =Jari-jari Areal untuk Berlabuh Per Kapal. Kapal Kandas dan lainlain. D =Kedalaman Faktor yang perlu diperhatikan adalah Kecelakaan Kapal. L =Panjang Kapal Maksimum W=9B + 30 meter. L =Panjang Kapal A=N xπx D2/4. No 1 NAMA AREA PANJANG DERMAGA 2 AREAL UNTUK SANDAR KAPAL 3 AREAL KOLAM PUTAR (dalam hal diperlukan kolam putar) 4 LEBAR ALUR PELAYARAN 5 KEDALAMAN AIR KOLAM PELABUHAN AREAL TEMPAT LABUH KAPAL 6 7 AREAL KEPERLUAN KEADAAN DARURAT FORMULA PENDEKATAN A ≥1. Area Salvage diperkirakan Luasnya 50% dari Luas Areal Pindah Labuh Kapal. . L =Panjang Kapal yang Berlabuh. A =Luas Areal Kolam Putar. D >3L. R =L + 6D + 30 Meter.

8 9 AREAL PERCOBAAN BERLAYAR AREAL FASILITAS PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN KAPAL Faktor yang perlu diperhatikan adalah Ukuran Kapal Rencana. Faktor yang perlu diperhatikan adalah Ukuran Kapal Maksimum yang dibangun atau diperbaiki .

b. c. d. menangani pelayanan barang-barang berbahaya dan Beracun (B3). b. melayani kegiatan pelayanan lintas Propinsi dan Internasional. panjang dermaga 70 M atau lebih. .TATANAN KEPELABUHAN NASIONAL KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 53 TAHUN 2002 Pelabuhan khusus nasional/internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf a. (3) Pelabuhan khusus lokal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf c.4 M LWS. melayani kegiatan pelayanan lintas Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi.5 M LWS. d. bobot kapal yang dilayani lebih clan 1000 DWT dan kurang dan 3000 DWT. c. e.5 M LWS atau lebih. b. panjang dermaga kurang clan 50 M' dengan konstruksi kayu. dan melayani kegiatan pelayanan lintas Kota dalam satu Kabupaten/Kota. konstruksi beton/baja. kedalaman di depan dermaga kurang clan . panjang dermaga kurang dari 70 M'. ditetapkan dengan kriteria: a. kedalaman di depan dermaga kurang clan . bobot kapal kurang dari 1000 DWT. d. bobot kapal yang dilayani 3000 DWT atau lebih. e. ditetapkan dengan kriteria: a. kedalaman di depan dermaga . (2) Pelabuhan khusus regional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf b. tidak menangani pelayanan barang berbahaya dan beracun (B3). c. tidak menangani pelayanan barang-barang berbahaya dan beracun (B3). konstruksi beton/baja. ditetapkan dengan kriteria: a.

fasilitas usaha yang menunjang kegiatan pelabuhan. Klasifikasi pelabuhan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 Ayat (1) dibagi kedalam 3 (tiga) kelas. listrik dan komunikasi. pelabuhan penyeberangan kelas I . d. j. fasilitas pelabuhan yang terdiri dan fasilitas pokok dan fasilitas penunjang. b. fasilitas sandar kapal. akses penumpang dan barang ke dermaga. area pengembangan pelabuhan. fasilitas pemadam kebakaran. g. i. akses jalan dan atau rel kereta api. yaitu: a. f. d. k. fasilitas penyimpanan bahan bakar (Bunker). l. e. penimbangan muatan. b. (3) Fasilitas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a meliputi: a. b. c. perkantoran untuk kegiatan perkantoran pemerintahan dan pelayanan jasa. kawasan perkantoran untuk menunjang kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan. h. instalasi air. perairan tempat labuh termasuk alur pelayaran.Klasifikasi pelabuhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan memperhatikan: a. peran dan fungsi pelabuhan. tempat penampungan limbah. tempat tunggu kendaran bermotor sebelum naik ke kapal. (4) Fasilitas penunjang sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a meliputi: a. c. volume operasional pelabuhan. kolam pelabuhan. terminal penumpang. c.

3) fasilitas sandar kapal. c. c.2000 orang/hari. 6) akses penumpang dan barang ke dermaga. b. e.1000 GRT. waktu operasi > 12jam/hari. b.b. 8) fasilitas penyimpanan bahan bakar (bunker). waktu operasi 6 -12 jam/hari. > 500 unit/hari. volume angkutan: 1) penumpang : 1000 . pelabuhan penyeberangan kelas II c. fasilitas pokok sekurang-kurangnya meliputi: 1) perairan tempat labuh termasuk alur pelayaran. frekuensi 6 -12 trip/hari. dengan memperhatikan: a. 11) fasilitas pemadam kebakaran. e. 12) tempat tunggu kendaraan bermotor sebelum naik ke kapal. dengan memperhatikan: a. fasilitas pokok sekurang-kurangnya meliputi: 1) perairan tempat labuh termasuk alur pelayaran. dermaga > 1000 GRT. volume angkutan: 1) penumpang > 2000 orang/hari. pelabuhan penyeberangan kelas III. 4) fasilitas penimbangan muatan. (3) Penetapan pelabuhan penyeberangan kelas II sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 10) akses jalan dan/atau rel kereta api. 2) kendaraan. dermaga 500 . listrik dan komunikasi.500 unit/hari. 9) instalasi air. 2) kolam pelabuhan. 7) perkantoran untuk kegiatan perkantoran pemerintahan dan pelayanan jasa. frekuensi > 12 trip/hari. 2) kendaraan : 250 . d. . (2) Penetapan pelabuhan penyeberangan kelas I sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. 5) terminal penumpang. d.

6) akses penumpang dan barang ke dermaga. dengan memperhatikan: a. 5) terminal penumpang. c. frekuensi < 6 trip/hari. 6) akses penumpang dan barang ke dermaga. 5) terminal penumpang. 2) Kolam pelabuhan. 4) fasilitas penimbangan muatan. 8) fasilitas penyimpanan bahan bakar (bunker). (4) Penetapan pelabuhan penyeberangan kelas III sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c. 2) kendaraan < 250 unit/hari. . 7) perkantoran untuk kegiatan perkantoran pemerintahan dan pelayanan jasa. 7) perkantoran untuk kegiatan perkantoran pemerintahan dan pelayanan jasa. dermaga < 500 GRT. 3) fasilitas sandar kapal. b. e. fasilitas pokok sekurang-kurangnya meliputi: 1) perairan tempat labuh termasuk alur pelayanan. 3) fasilitas sandar kapal.2) kolam pelabuhan. d. waktu operasi < 6 jam/hari. volume angkutan: 1) penumpang < 1000 orang/hari. 4) fasilitas penimbangan muatan.

b. (3) Penetapan klasifikasi pelabuhan daratan kelas II sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b.000 TEU’s e. gedung perkantoran > 400 m2 i.000 TEU’s/tahun. panjang landasan pacu gantry crane: 200 – 250 m2 k.000 TEU’s e. dengan memperhatikan: a. kapasitas penumpukan > 1. panjang jalan rel untuk bongkar muat. panjang jalan rel untuk bongkar muat Penetapan klasifikasi pelabuhan daratan kelas III sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c. pelabuhan daratan kelas I.000 m2 j. area penumpukan > 8. pelabuhan daratan kelas III. gudang ekspor: 300 – 450 m2 f.Klasifikasi pelabuhan daratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. hangar mekanik > 350 m2 h. gudang ekspor >450 m2 f. c. dengan memperhatikan: a. panjang landasan pacu gantry crane > 250 m2 k. volume angkutan barang/peti kemas > 20. (2) Penetapan klasifikasi pelabuhan daratan kelas I sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. gudang impor > 450 m2 g. hangar mekanik: 250 – 350 m2 h. area penumpukan : 5. area bonkar muat dan lalu lintas trailer/alat berat > 6. kapasitas penumpukan 750 – 1. volume angkutan barang/peti kemas < 12. dengan memperhatikan: . b. gudang impor: 300 – 450 m2 g. pelabuhan daratan kelas II. luas terminal < 2 Ha c.000 TEU’s/tahun b.000 – 8.000 m2 d. gedung perkantoran: 250 – 400 m2 i. ditetapkan sebagai berikut: a. luas terminal > 3 Ha c. area bongkar muat dan lalu lintas trailer/alat berat > 6.000 m2 d.000 m2 j.

area penumpukan < 5. luas terminal < 2 Ha c. volume angkutan barang/peti kemas < 12. b. panjang jalan rel untuk bongkar muat.a. gudang ekspor < 300 m2 f. kapasitas penumpukan < 750 TEU’s e. panjang landasan pacu gantry crane < 200 m2 k. . area bonkar muat dan lalu lintas trailer/alat berat < 3.000 m2 d.000 TEU’s/tahun. hangar mekanik < 250 m2 h.000 m2 j. gudang impor < 300 m2 g. gedung perkantoran < 250 m2 i.

Areal parkir kendaraan penyeberang (A) = a * n * N * x * y 3.Areal fasilitas pembangunan dan pemeliharaan kapal .Areal fasilitas air bersih (berdasarkan jumlah kebutuhan air bersih per hari) 6.FASILITAS PELABUHAN Keputusan Menteri Perhubungan nomor 52 tahun 2004 tentang penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan menetapkan fasilitas-fasilitas pelabuhan berdasarkan kebutuhan lahan daratan dan perairan dalam rencana induk pelabuhan penyeberangan.8L * 1.Areal generator (didasarkan pada standar kebutuhan ruang untuk fasilitas listrik seluas 150m2) 7.Fasilitas perairan dan dasar kebutuhan lahan perairan untuk kegiatan pelayanan jasa/operasional langsung 1.Areal untuk sandar kapal A = 1.Areal fasilitas kesehatan (berdasarkan kebutuhan ruang untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk fasilitas 250 penduduk pendukung yaitu seluas 60m2) b.Areal keperluan darurat 7.Fasilitas darat dan dasar perhitungan kebutuhan daratan untuk kegiatan pelayanan jasa/operasional langsung 1Areal gedung terminal A = a1 + a2 + a3 + a4 + a5 2. a.Lebar alur pelayaran W = 9B + 30 meter 5.Areal percobaan berlayar 8.Areal terminal angkutan umum dan parkir (berdasarkan daya tampung mobil yang masuk dan berhenti di terminal) 8.Areal kolam pelabuhan 4.3L 2.5L 3.Areal parkir kendaraan antar– jemput ( A ) = a * n1 * N * x * y * z *⅟n2 4.Areal tempal labuh kapal A = N ** R2 6.Areal fasilitas bahan bakar (berdasarkan jumlah kebutuhan BBM per hari) 5.Areal fasilitas peribadatan (berdasarkan kebutuhan ruang untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial untuk fasilitas 250 penduduk pendukung yaitu seluas 60m2 ) 9.Panjang dermaga A ≥ 1.

Untuk menghitung kapasitas kapal yang dapat bersandar didermaga pelabuhan penyeberangan sibolga dapat menggunakan rumus : Lp = n Loa + ( n – 1 ) 15 + 50 Dimana : Lp = Panjang dermaga n = Jumlah kapal yang ditambat Loa = panjang kapal yang ditambat 15 = ketetapan (jarak antara buritan kehaluan dari satu kapal ke kapal lain) 50 = Ketetapan (jarak anatara kedua ujung dermaga ke buritan dan haluan kapal) Tingkat pemanfaatan dan Pelayanan Dermaga a.Waktu putar kapal (Turn round time) TRT =∑ ∑    Dimana : TRT = Waktu putar kapal Jb = Jam berangkat Jt = Jam mulai bertambat K = kapal f. K = Kapal H = Hari dari bulan yang bersangkutan b.Tonnage pership (jumlah tonase barang yang dikerjakan / diangkut untuk seluruh kapal) Tps =∑ ∑ Dimana : Tps = Tonase per ship Mk = Muatan kapal yang dikerjakan K = kapal e.kpl = Panjang kapal PD= Panjang dermaga HK = Hari kalender JP = Jumlah jam pemakaian dermaga 5 = Faktor pengaman PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS Waktu Rata-Rata Kedatangan Kapal Perhari AR  ∑ Dimana . P.Panjang dermaga Lp = n Loa + ( n-1 ) 15 + 50 Dimana : Lp = Panjang dermaga Loa = Panjang kapal yang ditambat n = Jumlah kapal yang ditambat 15 = Ketetapan (jarak antara buritan kehaluan dari satu kapal ke kapal lainnya) 50 = Ketetapan (jarak dari kedua ujung dermaga keburitan dan haluan kapal) c.Rasio pemakaian tambatan ( Berth occupation ratio / BOR )   ∑          BOR = ∑      Dimana .Rata-rata kedatangan kapal per hari ( arrival rate ) AR∑ Dimana .Ukuran Dermaga Pelabuhan sibolga merupakan pelabuhan kelas III dengan tipe dermaga tristel. K = Kapal H = Hari dari bulan yang bersangkutan Contoh perhitungan : Ambil untuk bulan januari AR ∑ .Waktu pelayanan ( service time ) ST = ∑ ∑    Dimana : ST = Waktu pelayanan ( service time ) Jb = Jam berangkat Jt = Jam mulai bertambat K = kapal d.

Tidak ada Areal fasilitas air bersih .Tidak ada Areal terminal angkutan umum .21 ( 14 jam 21 menit ) Tonnage Pership (Jumlah Tonase Barang Yang Dikerjakan / Diangkut Untuk Seluruh Kapal) Tps = ∑ ∑ Dimana : Tps = Tonase per ship Mk = Muatan kapal yang dikerjakan K = kapal Tps =      Tps = 1.=   = 4.407 dibulatkan menjadi 4 kapal/hari Ambil untuk bulan februari AR  ∑ =    = 4.5 M 3550 M Areal parkir kendaraan antar-jemput 4.458 dibulatkan menjadi 4 kapal/hari Waktu Pelayanan Kapal Selama Di Dermaga ST = ∑ ∑    Dimana : ST = Waktu pelayanan ( service time ) Jb = Jam berangkat Jt = Jam mulai bertambat K = kapal ST = ∑ ∑    ST =     ST = 14.540.36 M 304 M Areal parkir kenderaan penyeberang 4.Tidak ada Areal fasilitas peribadatan 60 M 85 M Areal fasilitas kesehatan 60 M 73.5 M 3550 M Areal fasilitas bahan bakar . Areal generator 150 M Tidak ada Dimensi Dermaga Untuk ukuran panjang dermaga dapat digunakan rumus Lp = n Loa + ( n – 1 ) 15 + 50 Dimana : Lp = Panjang dermaga n = Jumlah kapal yang ditambat Loa = panjang kapal yang ditambat 15 = ketetapan (jarak antara buritan kehaluan dari satu kapal ke kapal lain) 50 = Ketetapan (jarak anatara kedua ujung dermaga ke buritan dan haluan kapal) .278 Ton/kapal Fasilitas Darat Pelabuhan Fasilitas darat Peraturan menteri Kondisi sekarang Gedung terminal 360.540.716.35 jam/kapal  14.50M.

Dalam dimensi yang dihitung untuk pengambilan contoh perhitungan menggunakan ukuran kapal yang terbesar.5 M 3550 M Areal parkir kendaraan antar-jemput 4. Simulasi Perhitungan Berth Occupation Ratio ( BOR ) Atau Kebutuhan Dermaga Tabel 4.Dari pengolahan data. Kapal dengan panjang 45 meter. Lain halnya dengan ukuran-ukuran kapal yang terkecil.540.academia.6 Ratio Penggunaan Dermaga Jumlah Dermaga Dalam Satuan Kelompok Penggunaan Dermaga Berdasarka Nilai Maksimum BOR Yang Dianjurkan 1 2 3 4 5 6 . Areal generator 150 M Tidak ada 4. 105. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fasilitas yang sekarang sama sekali tidak mengikuti standar fasilitas darat pelabuhan yang ditetapkan menteri perhubungan untuk rencana induk pelabuhan penyeberangan.5 M 3550 M Areal fasilitas bahan bakar . tingkat pelayanan yang diberikan pihak pelabuhan terhadap pemakai jasa masih kurang memuaskan dan jauh dari yang diharapkan.Tidak ada Areal fasilitas air bersih .10 40 50 55 60 65 70 Dapat dirumuskan :   ∑          BOR =             =     = 31. Untuk ukuran kapal 190.edu/9870778/KAJIAN_BERTH_OCCUPATION_RATIO_DI_DERMAG A_PELABUHAN_PENYEBERANGAN_SIBOLGA_KAITANNYA_DENGAN_PERKEMBANGAN_P ELABUHAN .50M. seperti terlihat pada contoh perhitungan yang melakukan sandar di dermaga pelabuhan penyeberangan sibolga dapat melakukan sandar lebih dari satu kapal secara bersamaan.Tidak ada Areal fasilitas peribadatan 60 M 85 M Areal fasilitas kesehatan 60 M 73. dan 98 meter dermaga sandar pelabuhan sibolga tidak memenuhi standar sandar dermaga. untuk melakukan sandar juga tidak boleh lebih dari satu kapal untuk melakukan sandar secara bersamaan.sedang dan yang kecil mewakili ukuran kapal yang melakukan sandar dan tambat didermaga. dimensi dermaga yang tersedia adalah 103.29 % Perbandingan perhitungan berdasarkan peraturan menteri dengan kondisi fasiltas yang sekarang dipelabuhan sibolga : Fasilitas darat Peraturan menteri Kondisi sekarang Gedung terminal 360.5 meter. http://www.36 M 304 M Areal parkir kenderaan penyeberang 4.Tidak ada Areal terminal angkutan umum . Berdasarkan situasi fasilitas darat pelabuhan sibolga.540. dimensi ukuran dermaga yang tersedia saat ini tidak dapat memenuhi syarat sandar untuk melakukan sandar. Melalui perhitungan ukuran panjang kapal. ukuran kapal yang memenuhi untuk sandar didemaga adalah 45 meter kebawah.