You are on page 1of 2

Interpretasi hasil pemeriksaan lab

Dalam urine orang normal terdapat nitrat sebagai hasil metabolism protein.
Jika terdapat infeksi saluran kemih (urinary tract infection) oleh kuman dari spesies
Enterobacter, Citrobacter, Escherichia, Proteus dan Klebsiela yang mengandung
enzim reduktase, maka nitrat akan diubah menjadi nitrit.
Seiring dengan proses penuaan, semakin banyak lansiayang berisiko terhadap
terjadinya DM, sehingga sekarangdikenal istilah prediabetes. Prediabetes
merupakan kondisitingginya gula darah puasa (gula darah puasa 100-125mg/dL)
atau gangguan toleransi glukosa (kadar gula darah 140- 199mg/dL, 2 jam setelah
pembebanan 75 g glukosa). Modifikasigaya hidup mencakup menjaga pola makan
yang baik,olah raga dan penurunan berat badan dapat memperlambatperkembangan
prediabetes menjadi DM. Bila kadar gula darahmencapai >200 mg/dL maka pasien
ini masuk dalam kelas Diabetes Melitus (DM). Gangguan metabolisme
karbohidratpada lansia meliputi tiga hal yaitu resistensi insulin, hilangnyapelepasan
insulin fase pertama sehingga lonjakan awal insulinpostprandial tidak terjadi pada
lansia dengan DM,peningkatan kadar glukosa postprandial dengan kadar gula
glukosa puasa normal (Kurniawan, 2010).
Pemeriksaan kreatinin dilakukan untuk mengetahui keadaan ginjal seseorang,
apakah ada kerusakan ginjal. Nilai rujukan untuk kreatinin urin untuk Laki-laki
dewasa : 0,7-1,2 mg/dL; Perempuan dewasa : 0,5-0,9 mg/dL; Sampel Urine Lakilaki : 1.000-2.000 mg/24 jam; Sampel Urine Perempuan : 800-1.800 mg/24 jam;
Sampel Urin pagi pertama Laki-laki : 39-259 mg/dL; Sampel Urin pagi Perempuan
: 28-217 mg/dL. Pada pasien di skenario terdapat kenaikan kadar kreatinin urin
yang menandakan adanya kerusakan ginjal pada pasien.
Setidaknya tiga sampel urin harus diperiksa dengan stick testing untuk
mengkonfirmasi adanya proteinuria persisten. Ini memberikan estimasi kasar
konsentrasi protein sebagai berikut (Kallen, 2008) :
Trace = 5-20 mg / dL.
1 + = 30 mg / dL.
2 + = 100 mg / dL.
3 + = 300 mg / dL.
4 + = lebih besar dari 2.000 mg / dL
Proteinuria ringan :
- Gagal jantung ringan
- Demam tinggi
- Aktifitas fisik berat
- Ginjal polikistik

Proteinuria sedang - nefritis aktif multiple myeloma nefro sklerosis ringan gagal jantung berat proteinuria berat - nefrotik sindrom nefritis amyloidosis .