You are on page 1of 28

MAKALAH

PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA
AMAN DAN NYAMAN

Dosen Mata Kuliah : Ns . Esther Hutugaol S.Kep, M.Kes

A3 KEPERAWATAN
(KELOMPOK 4)
Chrisya Karuh
Graciela N Kolondam
Jeklin Papia
Marlisa Talungke
Ranny Ambitan
Silvana Nangley

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Keamanan atau Keselamatan
Keamanan adalah keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis atau bisa juga
keadaan aman dan tentram (Potter& Perry, 2006).
Perubahan kenyamanan adalah keadaan dimana individu mengalami sensasi
yang tidak menyenangkan dan berespons terhadap suatu rangsangan yang berbahaya
(Carpenito, Linda Jual, 2000).
Kebutuhan akan keselamatan atau keamanan adalah kebutuhan untuk
melindungi diri dari bahaya fisik. Ancaman terhadap keselamatan seseorang dapat
dikategorikan sebagai ancaman mekanis,, kimiawi, retmal dan bakteriologis.
Kebutuhan akan keaman terkait dengan konteks fisiologis dan hubungan
interpersonal. Keamanan fisiologis berkaitan dengan sesuatu yang mengancam tubuh
dan kehidupan seseorang. Ancaman itu bisa nyata atau hanya imajinasi (mis, penyakit,
nyeri, cemas, dan sebaginya). Dalam konteks hubungan interpersonal bergantung pada
banyak faktor, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengontrol masalah,
kemampuan memahami, tingkah laku yang konsisten dengan orang lain, serta
kemampuan memahami orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya. Ketidaktahuan
akan sesuatu kadang membuat perasaan cemas dan tidak aman. (Asmadi, 2005)
Faktor –faktor yang mempengaruhi kebutuhan keamanan dan keselamatan.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Usia
Tingkat kesadaran
Emosi
Status mobilisasi
Gangguan persepsi sensori
Informasi/komunikasi
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional
Keadaan imunitas.
Status nutrisi
Tingkat pengetahuan

B.
Klasifikasi Kebutuhan Keselamatan atau Keamanan
Keselamatan Fisik

(Potter&Perry. Ancaman tersebut mungkin penyakit. kelembaban yang optimum.bahaya.seorang perawat mungkin perlu melindungiklien disointasi dari kemungkinan jatuh dari tempat tidur sebelum memberikan perawatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. pengalaman yang baru.atau pemajanan pada lingkungan. (Potter&Perry. Kelembaban Kelembaban akan mempengaruhi kesehatan dan keamanan klien. seorang klien mungkin rentan terhadap komplikasi seperti infiksi. Orang dewasa yang sehat secara umum mampu memenuhi kebutuhan keselamatan fisik dan psikologis merekat tanpa bantuan dari profsional pemberi perawatan kesehatan. Setiap orang merasakan beberapa ancaman keselamatan psikologis pada pengalaman yang baru dan yang tidak dikenal. Memenuhi kebutuhan keselamatan fisik kadang mengambil prioritas lebih dahulu di atas pemenuhankebutuhan fisiologis. Nutrisi .sehingga intervensi yang dilakukan perawat adalah untuk membantu melindungi mereka dari bahaya. Kebutuhan Fisiologis Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen. (Potter&Perry. Oksigen Bahaya umum yang ditemukan dirumah adalah sistem pemanasan yang tidak berfungsi dengan baik dan pembakaran yang tidak mempunyai sistem pembuangan akan menyebabkan penumpukan karbondioksida. termasuk anggota keluarga dan profesionl pemberi perawatan kesehatan. dan suhu yang optimum akan mempengauhi kemampuan seseorang.2005). Keselamatan Psikologis Untuk selamat dan aman secara psikologi.Bagaimanapun. Pada saat sakit.orang yang sakit atau acat lebih renta untukterncam kesejahteraan fisik dan emosinya. olehkarena itu bergantung padaprofesional dalam sistempelayann kesehatan untuk perlindungan. kecelakaan. nutrisi. 2005). 2. Misalnya.Mempertahankan keselamatan fisik melibatkan keadaan mengurangi atau mengelurkan ancaman pada tubuh atau kehidupan.. Lingkup Kebutuhan Keamanan atau keselamatan Lingkungan Klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. 2005). 1. seorang manusia harus memahami apa yang diharapkan dari orang lain. jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan lambat 3. dan hal-hal yang dijumpai dalam lingkungan. Seseorang harus mengethuai apa yang diharapkan dari prosedur.

Meja yang mudah dijangkau 7. warna. dan unsur alamiah lainnya. Penghalang sisi tempat tidur 5. . Cahaya 4. Lingkungan. temperatur. bunyi. Di RS : Mikroorganisme 3. d. b. berhubungan dengan hubungan interpersonal. keluarga. dan makna kehidupan). dll Cara Meningkatkan keamanan: 1. Kesalahan prosedur 7. Sosial. Bel yg mudah dijangkau 6. Di rumah 2. dalam Potter & Perry. berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal manusia seperti cahaya. Kebersihan lantau 9. C. berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri yang meliputi harga diri. Kenyamanan mesti dipandang secara holistik yang mencakup empat aspek yaitu: a. Mengunci roda kereta dorong saat berhenti 4. Kereta dorong ada penghalangnya 8. Cedera 6. Macam-macam bahaya/kecelakaan: 1. Menjaga keselamatan pasien yang gelisah 3. berhubungan dengan sensasi tubuh. dan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah dan nyeri). Psikospiritual. Definisi Kenyamanan Kolcaba (1992. Kebisingan 5. kelegaan (kebutuhan telah terpenuhi). 2005) megungkapkan kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu kepuasan yang meningkatkan penampilan seharihari). seksualitas. Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri 2. c.Makanan yang tidak disimpan atau disiapkan dengan tepat atau benda yang dapat menyebabkan kondisi kondisi yang tidak bersih akan meningkatkan resiko infeksi dan keracunan makanan. Prosedur tindakan. Fisik. dan sosial. Peralatan medik.

D. Hal ini disebabkan karena kondisi nyeri dan hipo/hipertermia merupakan kondisi yang mempengaruhi perasaan tidak nyaman pasien yang ditunjukan dengan timbulnya gejala dan tanda pada pasien. disorientasi. dan kesadaran menurun memudahkan terjadinya resiko injury. Emosi Kecemasan. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Keamanan dan Kenyamanan 1. Keadaan Imunits Gangguan ini akan menimbulkan daya tahan tubuh kurang sehingga mudah terserang penyakit. Gangguan Persepsi Sensory Mempengaruhi adaptasi terhadaprangsangan yang berbahayaseperti gangguan penciuman dan penglihatan. 10. dan bantuan. depresi. Status Mobilisasi Keterbatasan aktivitas. 2. demikian sebaliknya dapat beresiko terhadap penyakit tertentu. dan hipo/hipertermia. paralisis. dan marah akan mudah terjadi dan mempengaruhi keamanan dan kenyamanan. hiburan. respon akan enurun terhadap rangsangan. Usia Pembedaan perkembangan yang ditemukan diantara kelompok usia anak-anak dan lansia mempengaruhi reaksi terhadap nyeri 11. 4. dorongan. Status nutrisi Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan mudah menimbulkan penyakit. Tingkat Kesadaran Pada pasien koma. 3. 5. kelemahan otot. 8. harapan. Gangguan Tingkat Pengetahuan Kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan keamanan dapat diprediksi sebelumnya. Jenis Kelamin .Meningkatkan kebutuhan rasa nyaman diartikan perawat telah memberikan kekuatan. Informasi atau Komunikasi Gangguan komunikasi seperti aphasia atau tidak dapat membaca dapat menimbulkan kecelakaan. dukungan. dan kurang tidur. 6. 7. paralisis. Secara umum dalam aplikasinya pemenuhan kebutuhan rasa nyaman adalah kebutuhan rasa nyaman bebas dari rasa nyeri. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional Antibiotik dapat menimbulkan resisten dan anafilaktik syok 9.

hipotensi postural. pagar tempat tidur dan bel pemanggil beberapa bentuk keamanan yang ditemukan dalam pelayanan kesehatan Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah jatuh : Orientasikan klien terhadap lingkungan fisik sekitarnya Jelaskan penggunaan system bel pemanggil Kaji resiko klien untuk jatuh Tempatkan klien yang beresiko jatuh dekat dengan ruangan perawat Ingatkan seluruh petugas terhadap resiko klien jatuh Instruksikan klien dan keluarga untuk mencari bantuan bila klien bangun dari tempat tidur . meningkatkan atau mempertahankan status fungsi klien dan meningkatkan kesejahteraan klien.Secara umum pria dan wanita tidak berbeda secara bermakna dalam merespon nyeri dan tingkat kenyamanannya. memperpendek lama tindakan dan hospitalisasi. disfungsi saluran dan kandung kemih. perubahan sensorik. Jenis dasar resiko terhadap keamanan klien di dalam lingkungan pelayanan kesehatan adalah jatuh. (Potter&Perry. 1. penyakit kardiovaskuler. Resiko jatuh lebih besar dialami oleh klien lansia. Definisi yang luas tentang lingkungan ini menggabungkan seluruh tempat terjadinya interaksi antara perawat dan klien. neurologi. Keamanan yang ada dalam lingkungan ini akan mengurangi insiden terjadinya penyakit dan cedera. kecelakaan yang disebabkan oleh klien. dan penggunaan obat-obatan dan interaksi obat juga dapat menyebabkan jatuh modifikasi dalam lingkungan pelayanan kesehatan dengan mudah mengurangi resiko jatuh. 2005). riwayat jatuh terdahulu. Pegangan yang aman ditoilet. 12. Jatuh Jatuh merupakan 90% jenis kecelakaan yang dilaporkan dari seluruh kecelakaan yang terjadi di rumah sakit. BAB III PEMBAHASAN Lingkungan klien mencakup semua factor fisik dan psikososial yang memepengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. kecelakaan yang disebabkan oleh prosedur. Lingkungan yang aman juga akan memberikan perlindungan kepada staffnya dan memungkinkan mereka dapata bekerja secara optimal. Lingkungan yang aman adalah salah satu kebutuhan dasar yang terpenuhi (Potter&Perry. dan beberapa kategori diagnose tertentu seperti kanker. dan kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan alat. 2005). masalah pasa sikap berjalan dan mobilisasi. Selain usia. Kebudayaan Keyakinan dan nilai-nilai kebudayaan mempengaruhi cara individu mengatasi nyeri dan tingkat kenyaman yang mereka punyai. kunci pada tempat tidur.

Untuk rumah sakit yang menggunakan silinder individual. system gas medic harus diatur seperti berikut : . .Apabila aktifitas atau mungkin penyimpanan melibatkan bahaya ledakan. . . penyimpanan minimum untuk 3 (tiga) hari. . .Keselamatan sistem distribusi gas medik (katup. .Sambungan pipa tidak boleh dipertukarkan. Menurut jurnal Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit yang aman dalam situasi darurat dan bencana.Tangki cadangan oksigen tersedia dalam kasus evakuasi pasien darurat.Gas industri diletakkan di luar bangunan dan dilengkapi dengan pengaman penutup otomatis (contoh LPG).Dengan katup penutup zona dalam kasus kebocoran (contoh di dalam kasus kebakaran pada kompleks ruang operasi.Alat ukur fungsional dan fiting.- Jawablah panggilan bel klien dengan cepat Jaga agar tempat tidur klien tetap berada pada posisi rendah dengan sisi pembatas tempat tidur yang terpasang jika diperlukan Jaga barang-barang pribasi tetap berada dalam jangkuan klien Kurangi keributan Kunci seluruh temapt tidur. .Angkur dilengkapi untuk tangki. dan peralatan terkait.Menggunakan pipa standar (kedap api.Tangki mempunyai segel (seal) utuh dan aman dari pemasok.Lokasi yang benar dan aman untuk penyimpanan gas medik. . . 2005). kedap air) . katup zona dapat menutup). 2. ventilasi ledakan ke luar bangunan harus dilengkapi dengan kaca tipis atau ventilasi lain yang disetujui. Oksigen Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen akan mempengaruhi keamanan pasien. kursi roda atau brankar Observasi klien secara teratur Anjurkan keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan klien (Potter&Perry. . . . .Semua konstruksi yang secara aktif terlibat pengoperasian yang berbahaya harus mempunyai tingkat ketahanan api 1 (satu) jam dan bukaan antara setiap bangunan dan ruangan-ruangan atau ruang tertutup untuk pengoperasian yang berbahaya harus diproteksi dengan pintu kebakaran yang menutup sendiri atau otomatik. .Untuk penggunaan di rumah sakit gas medik harus dalam pipa.Pipa gas medik yang dipasang di dinding dilengkapi dengan penyangga pipa. . pipa dan sambungan) terjamin.Melakukan prosedur pengujian secara regular. . minimum penyimpanan selama minimum 7 (tujuh) hari.Gas medik disimpan dengan benar dan dipasang dalam area berventilasi cukup area penyimpanan dengan kompartemen. silinder.

4. Tepat pasien: mengecek program terapi pengobatan dari dokter.( Adi Santosa) Depkes RI (1992) mendefinisikan pencahayaan sebagai jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. antara lain : Enam benar pemberian obat : a. Tepat obat: mengecek program terapi pengobatan dari dokter. Ruang rawat inap merupakan salah satu wujud fasilitas fisik yang penting keberadaannya bagi pelayanan pasien. Kualitas pelayanan dalam rumah sakit dapat ditingkatkan apabila didukung oleh peningkatan kualitas fasilitas fisik. memberikan obat dalam rentang 30 menit. b. mencampur/mengoplos obat . mengetahui efek samping obat. d. . mengecek cara pemberian pada label/kemasan obat. . disamping juga berpengaruh bagi kelancaran paramedis dalam menjalankan aktivitasnya untuk melayani pasien.Pada saat tidur maksimum 50 lux. Tepat cara pemberian: mengecek program terapi pengobatan dari dokter. Menurut jurnal PENGEMBANGAN BUDAYA PATIENT SAFETY DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN oleh Lia Mulyati dan Asep Sufyan ada enam (6) cara pemberian obat. Tata pencahayaan dalam ruang rawat inap dapat mempengaruh kenyamanan pasien selama menjalani rawat inap. mengecek label obat. . c. . menanyakan ada tidaknya alergi obat. hanya memberikan obat yang didiapkan diri sendiri. Pencahayaan alam maupun buatan diupayakan agar tidak menimbulkan silau dan intensitasnya sesuai dengan peruntukannya.3.Tangga minimal 100 lux.Toilet minimal 100 lux. Pencahayaan Rumah sakit merupakan sarana pelayanan public yang penting. Kecelakaan yang disebabkan oleh prosedur Kecelakaan yang disebabkan oleh prodesur terjadi selama terapi. menanyakan keluhan pasien sebelum dan setelah memberikan obat. Tepat waktu: mengecek program terapi pengobatan dari dokter. memanggil nama pasien yang akan diberikan obat. mengecek identitas pasien pada papan/kardeks di tempat tidur pasien e. Tepat dosis: mengecek program terapi pengobatan dari dokter. mengecek hasil hitungan dosis dengan dengan perawat lain.Untuk ruang pasien saat tidak tidur sebesar 100-200 lux dengan warna cahaya sedang. Perawat dapat melaksanakan sesuai prosedur agar tidak terjadi kecelakaan. mengetahui reaksi obat. mengecek tanggal kadarluarsa obat. Pada rumah sakit intensitas pencahayaan antara lain sebagai berikut: .Koridor minimal 60 lux. Hal ini meliputi kesalahan pemberian medikasi dan cairan. dan .

4 kawat dipertimbangkan terhadap biaya awal rendah dan nilai tambah yang lebih besar untuk effisiensi jangka panjang. 5. agar tidak terjadi infeksi pada pasien dan terciptalah rasa aman dan nyaman. menggosokan sabun tersebut sampai berbusa banyak. d. perawatan intensif dan lorong). dan ujungujung jari tangan secara bergantian. g. seperti dalam perawatan luka operasi (mengganti balutan). sebanyak 3 (tiga) kali. Dimulai cuci tangan dengan menggunakan air mengalir dan bersih. Kecelakaan yang disebabkan peralatan Kecelakaan yang disebabkan peralatan terjadi karena alat yang digunakan tidak berfungsi. Memutar-mutar ibu jari tangan dengan salah satu tangan yang dilakukan secara bergantian. c. dan waktu pemberian obat Potensial terjadinya infeksi akan berkurang bila ternik aseptic digunakan. nama obat. Salah satu nya adalah dengan cuci tangan yang benar. a. kuku tangan. cara. f. Membilas tangan dengan air mengalir mulai dari permukaan tangan sampai dengan sikut tangan. Sistem kelistrikan: (1) Generator darurat mempunyai kapasitas memenuhi kebutuhan prioritas rumah sakit (ketentuan untuk sistem cadangan kelistrikan. mencatat nama pasien. Mengepalkan salah satu tangan dan menggosokan ke permukaan tangan lainnya dimulai dengan menggosokan buku-buku jari tangan. . Tepat dokumentasi: mengecek program terapi pengobatan dari dokter. Tujuan mencuci tangan menurut DEPKES 2007 adalah merupakan salah satu unsur pencegahan penularan infeksi. termasuk untuk ruang operasi. b. seperti sistem 380/220V-3 phase. sebanyak 3 (tiga) kali e. Mengeringkan tangan. mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air. dosis.f. rusak atau salah digunakan. Hal-hal yang dapat terjadi antara lain kebakaran. Adapun teknik cuci tangan yang efektif sesuai prosedur cuci tangan menurut WHO (2007) yaitu sebagai berikut . sebanyak 3 (tiga) kali. Teknik aseptic juga sering dilakukan dalam berbagai tindakan keperawatan di ruang keperawatan. Kebakaran dapat terjadi karena listrik atau anestetik. (2) Voltase distribusi yang lebih tinggi. Menggunakan sabun cair atau sabun batangan. Menurut DEPKES 2007. Menggosokan ke bagian punggung tangan dengan jari tangan menjalin secara bergantian. Menurut kemenkes Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit yang aman dalam situasi darurat dan bencana dalam hal system listrik adalah sebagai berikut : 1.

outlet) dilengkapi dengan kutup pembumian. (10) Dalam kamar mandi dan dalam area basah atau lembab. kabel TV. kontaktor magnetic. kotak kontak harus dilengkapi dengan pemutus kegagalan sirkit pembumian (GPAS = Gawai Proteksi Arus Sisa). intekom. (16) Menggunakan pencahayaan fluorecent kompak hemat energi dan tabung merkuri tanpa merkuri. termasuk penutup elektrikal. (6) Generator dilengkapi dengan sakelar pemindah otomatis. (13) Panel kontrol diproteksi. (19) Listrik fungsional dan lampu darurat dengan batere cadangan dalam seluruh area ktiris. (18) Sistem listrik ekterior dipasang dibawah tanah. duct dan tray. Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan diproteksi dengan electrical surge suppressor. (11) Kotak kontak (stop kontak. dibuat dari beton yang diperkuat. konduit baja kaku atau konduit metal menengah untuk sistem deteksi dan alarm. lebih disukai dengan insulasi thermoplastik nilon tahan panas tinggi dan kabel dipasang erat dan dikencangkan pada pemutus arus (CB) atau sakelar atau pengaman kawat. (14) Semua sistem elektrikal dan ruangan-ruangan diproteksi dengan unit pemadam api kimia ringan. kawat mempunyai sertifikat standar. sistem buangan harus dibuat dalam bentuk silencer jenis kritis. (4) Generator dan peralatan lainnya yang bergetar harus dipasang dengan pengikat (bracket) khusus yang memungkinkan gerakan tetapi mencegahnya dari terjungkir. resin epoxy atau minyak silikon atau minyak temperatur tinggi) (8) Menggunakan sistem proteksi bio (BPS).polyvinyl chloride (PVC) untuk daya dan pencahayaan. termasuk halaman. pengaman lebur. selokan. atau sakelar tanpa pengaman lebur yang terpasang dalam panel control harus terproteksi. CCTV. ketinggian lantainya lebih tinggi dari tanah. jaringan data komputer. (17) Pencahayaan yang cukup dalam seluruh area rumah sakit. (5) Mempunyai generator yang tidak berisik dan tidak bergetar. (15) Sistem ducting .(3) Rumah generator atau rumah sumber daya (Power House) di proteksi dari bencana alam dan bencana yang dibuat manusia. PVC untuk telepon. (9) Pemutus beban. atau kualitas rumah sakit dan unit dilengkapi dengan isolator getaran jika generator berada di dalam bangunan. kotak. (12) Bagian-bagian metalik dari sistem elektrikal yang bukan konduit arus. . (20 Luminus (armatur) lampu eksit dengan batere cadangan. (7) Menggunakan sistem pendingin transformer yang tidak mudah terbakar (yaitu jenis kering. dibumikan dengan benar. sakelar pemutus arus dan kabel mengikuti standar SNI 0225-2000.

(5) Detektor asap harus tidak dipasang terlalu jauh dari 9 (sembilan) meter dari titik pusatnya dan lebih dari 4 (empat) dan 6 (enam) sampai 10 meter dari setiap dinding. (6) Menggunakan zat pemadaman yang ramah lingkungan. Melakukan penanggulangan kebakaran. (9) Dengan pipa tegak basah lengkap dengan perlengkapannya. d. pelatihan pada saat terjadinya gempa bumi. untuk peralatan elektrikal dan elektronik menggunakan carbon dioksida. Di organisasi oleh dinas kebakaran yang melakukan seminar. Menurut kemenkes Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit yang aman dalam situasi darurat dan bencana dalam hal system pemadam kebakaran adalah : 2. bordes tangga dan pintu eksit dengan lampu yang mempunyai lumen minimal 0. pelatihan evakuasi dalam situasi kebakaran. (10)Mempunyai program keselamatan terhadap kebakaran dengan mengutamakan sebagai berikut : a. effektif dan kerusakan yang diakibatkannya kecil. (2) Sistem alarm kebakaran dapat dioperasikan secara manual dan otomatis. Pemeliharaan pencegahan dari peralatan pemadam kebakaran. sistem deteksi panas dan/atau sistem pemadam kebakaran otomatik. (3) Sistem alarm kebakaran di monitor oleh pos pemadam kebakaran atau agen monitor yang terakreditasi. Melakukan pelatihan pemadaman api dan evakuasi pada situasi kebakaran c. (7) Setiap ruangan dilengkapi dengan alat pemadam api ringan. 3.001 lumen per cm2 (2) Sumber pencahayaan mudah diakses dan andal. dan fasilitas penyandang cacat. Sistem Eksit Darurat (1) Lantai balok dari jalan keluar diterangi pada semua titik termasuk sudut dan persimpangan dari koridor dan lorong.Intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan melengkapi system alarm. seperti layanan listrik PLN. b. e. Tersedia gambar eksit kebakaran dan gambar ketentuan evakuasi melalui eksit kebakaran di tempat yang menyolok pada setiap tingkat lantai. deteksi dan pemadaman harus dihubungkan dengan sistem alarm kebakaran otomatis. Tersedia peralatan pemadam kebakaran. pelatihan pemadaman api. (4) Deteksi panas dan asap dipasang di koridor rumah sakit. untuk layanan umum menggunakan alat pemadam api ringan jenis ABC. panti jompo. latihan pencegahan dan pemadaman kebakaran. . f. Sistem Pemadam Kebakaran (1) Sistem alarm. (8) Direkomendasikan alat pemadam api ringan.

berada dalam resiko dan haruus dipindahkan ke area lain. Alarm.  Klien yang bisa berjalan dapat diarahakan untuk berjalan sendiri kearah yang aman dan pada beberapa kasus mungkin dapat dibantu denga kursi roda  Klien yang berbaring di tempat tidur umunya dipindahkan dengan menggunakan brankar. maka petugas harus mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran atau memadamkan kbakaran (misalnya menutup pintu dan jendela. Penyelamatan dan pemindahan seluruh klien dari berbahaya yang mengancam. BAB IV . Dengan menggunakan prosedur peringatan berbahaya untuk melaporkan lokasi kebakaran. maka perawat harus melindungi klien dari cedera. dengan sumber yang andal. temapat tidur atau kursi roda  Jika tidak ada satupun metode yang dapat digunakan. maka perawat dapat melepaskan oksigen tersebut  Jika klien menggunakan oksigen sebagai pendukung kehidupannya maka perawat harus mempertahannkan status pernapasan klien secara manual dengan menggunakan ambubag sampai klien terlepas dari ancaman kebakaran. berapapun besarnya kebakaran tersebut. mematikan oksigen dan alat-alat listrik dan menggunakan alat pemadan kebakaran).005 lumen per cm2. Jika terjadi kebakaran. (5) Tinggi huruf dari tanda arah 15 cm dengan huruf yang menonjol dengan lebar tidak kurang dari 19 mm. (4) Tanda arah “EKSIT” diterangi. maka klien harus diangkat dari ares tersebut. Confine. 0. Salah satu tingkatan yang sangat membantu untuk membuat prioritas saat terjadi kebakaran adalah RACE: Rescue. (6) Lengkapi luminous (armature) penunjuk arah eksit pada dinding dan diletakkan 30 cm atau lebih lebih rendah dari permukaan lantai.  Jika klien menggunakan oksigen tetapi tidak menjadi pendukung kehidupannya.(3) Fasilitas pencahayaan darurat dijaga dengan tingkat iluminasi tertentu pada kejadian kegagalan pencahayaan normal untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 1 jam. dengan warna khusus. dan membatasi lokasi penyebaran api. melaporkan lokasi kebakaran. Klien yang terjebak dalam kebakaran. dan Extinguish.

tempat nyeri di persepsikan. Menurut PRIHARJO.dan afektif nye Ø Modulasi(sistem desenden) pada fase ini neuron di batang otak mengirim sinyalsinyal ke medula spinalis .dan hanya orng yang mengalami yang dapt mengungkapkan dan menjelaskanya perasaan tersebut. listrik) memicu pelepasan mediator biokimia yang mensensitisasi nosiseptor Ø Transmisi.1. Bagian ke tiga:sinyal dari stimulus tadi di teruskan ke korteks sensor motorik. atau kimawi. bisa tidaknya nyeri diraskan dan hingga derajat mana nyeri tersebut mengganggu di pengaruhi oleh interaksi antaras sistem algesia. sedangkan proses fisiologi terkait nyeri di sebut nosisepsi. yang mentransmisikan nyeri tumpuldan menyakitkan .reseptor nyeri tersebut dapat di rangsang oleh stimulus mekanisme. suhu.dan serabut A-delta yang mentransmisikan nyeri tajam.sehingga munculnya berbagi prilaku kognitif untuk mengurangi komponen sensorik.serabut nosiseptor yang terlibat adalah serabut C. Nosisepsi Reseptor yang bertugas merambat sensasi nyeri disebut nosiseptor.dan melepaskan subtansi (opioid.pada fase ini kita mulai menyadari adanya nyeri . perasaan tidak nyaman baik ringan maupun berat 2. nosiseptor merupakan ujung-ujung saraf perifer yang bebas. PENGERTIAN Muenurut LONG.serotonin. Bagian ke dua:transmisi nyeri dari Medula spinalis ke otak dan talamus melalui spinotalamic tract (stt) yang membawa informasi mengenai sifat dan lokasi dari stimulus ke stimulus. suhu.1996 . Ø Persepsi.akan tetapi.1992.transmisi saraf serta insiterpretasi stimulus. )yang akan menghambat impuls aseden yang membahayakan di bagian medula spinalis Teori gate kontrol . Prose tersebut Terdiri atas 4 fase: Ø Transduksi adanya rangsangan yang membahayakan(bhn kimia. FISIOLOGI NYERI Bagaiman nyeri merambat dan di persepsikan oleh individu masih belum sepenuhnya di mengerti.sngt subjektif . fase ini terdiri dari 3 bagian: Pada bagian pertama: nyeri merambat dari Seraput saraf perifer ke medula spinalis.Nyeri adalah perasaan yang tidak nyaman.

Berikut Teori Transmisi Nyeri JENIS TEORI RESPON FISIOLOGI Resepror nyeri tertentu akan menyalaurkan implus sraf PEMISAHAAN(Specifity) nyeri ke otak.namun yang paling sederhana adalah teori gate control(Melzeck dan well) Teori ini menjelaskan bahwa subtansi gelatinosa pada medula spinalis bekerja layaknya pintu gerbang yang memungkinkan atau menghalangi masuknya implus nyeri ke otak.dan jumlah implus pada ujung dorsal medula spinalis.ini tdk termasuk aspek fisiologi Teori gate control Nyeri terjadi karena efek gabungan dari intensitas stimulus.inhibisi implus nyeri menjadi efektif oleh adanya : 1)implus menuju serabut besar yang membelok implus pada searbut serabut lambat 2)sistem supresif oplat endogen 3.proses ini tdk memperhitungkan aspek fisiologi persepsi dan respon nyeri Pola(pattem) Nyeri terjadi karena efek gabungan dari intensitas stimulus.dan jumlah implus pada ujung dorsal medula spinalis.ini tdk termasuk aspek fisiologi Transmisi dan inhibisi Stimulus yang mengenal nosiseptor memulai transmisi implus saraf.Banyak teori yang menjelaskan fisiologi nyeri . MAKNA NYERI  Berbahaya atau merusak  Menunjukan adanya komplikasi (infeksi)  Memerlukan penyembuhan  Menyebabkan ketidak mampuan  Merupakan hukuman akibat dosa  Merupakan sesuatu yang harus di tolerensi .

PERSEPSI NYERI Persepsi nyeri. Toleransi yang tinggièindividu mampu menahan nyeri yang berat sebelum mencari pertolongan 6.dll Faktor reaksi nyeri Makna nyeri bagi individu Tingkat persepsi nyeri Pengalaman masa lalu Nilai budaya Harapan sosial Kesehatan fisik dan mental Sikap orang tua Lokasi nyeri Perassan takut Usia . 5. TOLERANSI NYERI Toleransi terhadap nyeri terkait dengan intensitas nyeri yang membuat seseorang mampu menahan rasa nyeri seblum minta pertolongan.4. REAKSI NYERI Setiap orang memberikan reaksi yang berbeda terhadap nyeri. tepatnya pada area korteks (fungsi evaluatif kognitif)muncul akibat stimulus menuju saraf spinnotalamikus dan talamiko kortikalis. Bersifat:  Objektif  Sangat kompleks  Persepsi nyeri bisa berkurang atau hilang pada periode stes berat atau emosi Contoh: penderita luka bakar derajat III tidak akan merasa nyeri walaupun cederanya sangat hebat. diantaranya:         Takut Gelisa Optimis Menangis Mengerang Menjerit Mondar mandir Mengepal tangan.

batang otak. nyeri ini ada tiga jenis: o Nyeri supersial. yakni nyeri yang dirasakan pada daerah yang jauh dari jaringan penyebab nyeri. dan talamus. o Nyeri viseral. yakni nyeri yang muncul akibat stimulasi pada reseptor nyeri pada abdomen. JENIS DAN BENTUK NYERI Jenis nyeri  Nyeri perifer. kranium. o Nyeri alih. . Bentuk nyeri Nyeri akut  Berlangsung tdk lebih dari 6 bulan  Gejalanya mendadak  Penyebab dan lokasi nyeri sudah di ketahui  Ditandai dengan penegangan otot dan kecemasan Nyeri kronis  Berlangsung lebih dari 6 bulan  Sumber nyeri bisa di ketahui/tidak  Hilang tmbul  Tidak dapat di sembuh  Pengindraan nyeri lebih mendalam  Sulit menunjukan lokasi Dampaknya:  Mudah tersinggung  Kurang perhatian. yakni nyeri yang muncul akibat stimulasi pada medula spinalis. rasa nyeri yang muncul akibat ranagsangan pada kulit dan mukosa. o Nyeri sentral. nyeri yang tidak di ketahui penyebab fisiknya. o Nyeri psikogenik. nyeri ini timbul akibat pikiran si penderita sendiri.7. dan toraks.

FAKTOR NYERI Bervariasi. Sumber nyeri tidak diketahui. Nyeri ini dapat hilang mengeluh mengalami keletihan. asa. status eksistensi nyeri. anokresia.kdng hllng.kdng bertmbah parah . depresi. setelah area yang mengalami insomnia. tersembunyi Beberapa bulan hingga beberapa tahun Daerah yang nyeri dan yang tidak. dan sulit mengontrol emosi Gejala krinis Pola respon khas. Klien yang evaluasi. Klien yang mengalami nyeri mengalami nyeri ini sering kali ini kerap merasa tidak aman karena Pernyataan merasa takut dan khawatir dan mereka tidak tahu apa yang mereka nyeri berharap nyeri dapat segera rasakan. Dari hari ke hari klien teratasi. klien sukar menentukan sumber nyeri karena penginderaan nyeri yang sudah lebih dalam Bisa mendadak atau bertahap. jika klien baru mngalami episode nyeri Sumber Sebab eksternal atau penyakit yang berasal dari dalam Serangan Mendadak Durasi Transien(sampai 6 bulan Nyeri kronis Suatu situasi. Daerah nyeri umumnya diketahui intensitasnya menjadi sukar di dengan pasti. Sering putus asa Perbedaan nyeri akut dan kronis Karateristik Nyeri akut Pengalaman Suatu kejadian.dengan gejala yang lebih jelas Perjalanan Biasanya melaporkan kekeurngn Berlngsung terus gejala setelah beberapa waktu 8. putus gangguan kembali pulih.

pencahayaan dan aktivitas yang tinggi. Contoh: individu yang sendiri. dan lansia lebih tinggi karena penyakit yang di derita. Ansietas dan stres Ansietas sering kali menyertai peristiwa nyeri yang terjadi. dibandingkan dengan orang dewasa. tingkat kebisingan yang tinggi. Pengalaman nyeri sebelumnya Pengalaman masa lalu memengaruhi kepekaan terhadap nyeri. tanpa keluarga atau teman-teman akan cenderung merasakan nyeri yang lebih berarti. Intensitas nyeri sifatnya subjektif dipengaruhi oleh:  Tingkat kesadaran  Konsentrasi  Jumlah distrasi  Tingkat aktivitas  Harapan keluarga . MENGUKUR INTENSITAS NYERI Hayword (1975) Alat mengukur nyeri painometer. 9.Etni dan nilai budaya Latar belakang etnik dan budaya merupakan faktor yang memengaruhi reaksi terhadap nyeri dan ekspresi nyeri. serta dukungan dari orang terdekat. Cntoh: individu dari buday tertentu cenderung mengukapkap nyeri yang mereka rasakan.ancaman yang tidak jelas asalnya dan ketidak mampuan mengontrol nyeri atau peristiwa sekililingnya dpat mempeberat persepsi nyeri.individu yang pernah merasakan atau melihat penderit nyeri merasa terancam dengan nyeri yang akan terjadi. Lingkungan dan individu pendukung Lingkungan yang bising. Tahap perkembangan Anak-anak cendrung kurang mampu mengungkapkan nyeri yang mereka rasakan.sedngkan budaya lain lebih memilih untuk menahan. mereka tidak ingin merepotkan orang lain.

untuk itu perawata perlu mengkaji semua faktor yang memengaruhi nyeri: Fisiologi Psikologi Perilaku Emosional Sosiokltural  Pengkajian nyeri terdiri dua komponen utama: 1.msh bisa di kontrol 10 Sngt nyeri tidak bisa di kontrol McGill(Mcgill’scale) Mengukur nyeri dengan menggunakan 5 angka: 0 = tidak nyeri 1 = nyeri ringan 2 = nyeri sedang 3 = nyeri berat 4 = nyeri sngt berat 5 = nyeri hebat ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN YANG MENGALAMI NYERI 1. Observasi langsung pada respon perilaku fisiologi klien . Riwayat nyeri untuk mendapatkan data dari klien 2. Pengkajian Pengkajian nyeri yang akurat sangat penting.Skala nyeri Hayward skala Keterangan 0 Tidak nyeri 1-3 Nyeri ringan 4-6 Nyeri sedang 7-9 Sangat nyeri.

lelah. konsentrsi. aktivitas di rumah. diare Pengaruh pda aktivitas sehari-hari : Tidur. depresi.        2. muntah. pekerjaaan. kekerapan. lama. pusing. nafsumakan. hubungan pernikahan. OBSERVASI RESPON PRILAKU & FISIOLOGI Respon nonverbal yang bisa dijadikan indikator nyeri : Ekspresi wajah:          Menutup mata rapat-rapat Menggigit bibir bawah Respons vokalis Erangan Manangi Berteriak Gerakan tubuh Menendang-nendang Mebolak balikan tubuh .Tujuan pengkajian untuk mendapatkan pemahaman objektif terhadap pengalaman subjektif Mnmonik pengkajian nyeri P Provoking/pemicu yang menimbulkan nyeri Q Qualiti /kualitas nyeri (TUMPUL/TAJAM) R Regio/daerah = perajalanan S Severity/keganasan = intensitas T Tme/waktu = serangan. sebab Riwayat nyeri Lokasi : Menentukan lokasi nyeri yang spesifik Intensitas nyeri : Menggunakan skala intensitas Kualitas nyeri : Rasa yang di tmbulkan Pola : waktu. kekambuhan interval nyeri Faktor presipitasi : Aktivitas tertentu dapat memicu munculnya nyeri Gejala yang menyertai : Mual. emosional  Sumber koping : Pengaruh agama atau budaya  Respon efektif : Takut. durasi.

respon fisiologi tersebut mungkin akan bekurang atau bahkan tdak ada 3. tenton.diare.Respon fisiologi Nyeri akut:     Peningkatan tekanan darah.  Nyeri akut            Trauma pada perineum slm persalinan atau kelahiran Trauma jaringan dan refleks spasme otot Inflamasi (saraf. kehidupan yang menonton)  kurangi atau hilangkan faktor yang dapat meningkatkan nyeri  Ketidak percayaan orang lain .muntah Inflamasi dan spasme otot polos Trauma jaringan dan spsme otot refleks Demam Respons alergi Iritan kimia Kriteria hasil individu akan menyampaikan kepuasan setelah tindakan peredam nyeri yang diberikan. kurang pengetahuan. keletihan.saraf simpatik telah beradaptasi.pernapasan Diaforesis Dilatasi pupil Jika nyeri belangsung lama. PENETAPAN DIAGNOSA Menurut NANDA(2003). otot) Efek kanker Kram abdomen. Intervensi umum  kaji faktor yang menurunkan toleransi nyeri (ketidak percayaan orang lain.bergantung pada diagnosis dan batasan karakteristiknya. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI  Tujuan asuhan keperawatan untuk klien yang mengalami ketidaknyaman atau nyeri bervariasi. diagnosa keperawatan untuk klien yang mengalami nyeri atau ketidak nyamanan adalah:  Nyeri akut  Nyeri kronis Saat menulis pernyataan diagnosa .nadi.perawat harus menyebutkan lokasinya(nyeri pegelangan kaki kanan) 4. sendi.

hal yang disukai.  jelaskan tentang pemeriksaan diagnosa dan prosedur yang akan dilakukan secara rinci o Keletihan  Tentuka penyebab keletihan  Jelaskan bahwa nyeri dpat mendukung terjadinya stres  Beri kesempatan klien untuk istirahat pada siang hari  Konsultasi dengan dokter untuk meningkatkan dosis obat o Kehidupan yang mononton  Diskusikan bersama klien dan keluarga mengenai manfaat terapieutik dari metode distraksi  Jelaskan bahwa distraksi biasanya akan meningkatkan intensitas nyeri  Variasika lingkungan  Ajarka beberapa metode distraksi  Kolaborasi bersama klien untuk menentukan metoda mana yang digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri  Pertimbangkan kemauan klien.dll  Jelaskanberbagai metode pereda nyer  Diskusikan metoda nyeri yang akan di pakai  Beri pereda nyeri yang optimal o Kaji respons pasien terhadap obat-obat pereda nyeri o Kurangi atau hilangi efek smping narkotika umum o Bantu keluarga merespons positif terhadap pengalaman nyeri o Kaji pengetahuan keluarga dan respons terhadap nyeri . sampaikan penerimaan anda atas respons klien terhadap nyeri  akui nyeri yang klien rasakan  jelaskan pada klien bahwa bahwa anda mengkaji nyeri karena ingin memahami nyeri yang klien rasakan dengan baik (bukan untuk memastikan bahwa nyeri benar-benar terjadi)  jelaskan tentang konsep nyeri sebagai pengalaman yang bersifat pribadi  diskusikan alasan mengapa klien dapat mengalami peningkatan atau penurunan nyeri o Kurang pengetahuan  dorong kelurga untuk memberikan perhatian .kontraindikasi.juga pada saat nyeri sedanag tidak terjadi  jelaskan mengenai mengenai penyebab nyeri kepada klien.jika dsiketahui secara pasti.jika penyebabnya diketahui  jelaskan lamanya nyeri akan berlangsung.

      Beri klien kesempatan untuk mendiskusikan ketakutan. tulang.dilakukan pada daerah superfesial atau otot. 2. Hanya untuk membantu mengurangi rangsangan nyeri akibat terganggunya sirkulasi. Pengelolaan non farmalogi a. MANAJEMEN NYERI TERDIRI DARI : 1. kecemasan akan semakin meningkat dan persepsi nyeri o Klien yang mendapatkan penjelasan tentang sensasi sesungguhnya yang akan ia rasakan sebelum menjalani prosedur yang menyakitkan o Penelitian membuktikan bahwa otak manusia akan menyekresikan endorfin yang menghilangkan rasa nyeri o Penggunaan metode pereda nyeri noninvansin o Individu dewasa dan anak-anak yang mengalami nyeri merasa tubuh dan kehidupanya kehilangan konrol o Tidur yang tdk cukup dapt menurunkan individu untk menolerin nyeri o Penataan nyeri seharusnya dilakukan secara agresif dan individual o Intervensi nonfarmakologi menjadi pendekatan tindakan utama untuk nyeri 5. kemarahan. Farmakologis (kolaborasi)-------penggunaan analgetik Mengganggu penerimaan/stimuli nyeri dan interpretasinya dengan menekan fungsi talamus & kortek serebri. Teknik masase Tidakan keperawatan dengan cara masase. Tujuan  Meningkatkan sirkulasi pada daerah yang dimasase  Meningkatkan relaksasi Alat dan bahan: - Minyak untuk massase handuk Prosedur kerja . dll Libatkan keluarga dalam prosedur untuk menurunkan nyeri Berika informasi kepada klien setelah nyeri hilang Dorrong klien untuk mendiskusikan nyeri yang dialami Beri pujian untk kesabarn pasien Lakukan penyuluhan kesehatan sesuai indikasi Rasional o Jika klien harus meyakinkan tenaga kesehatan bahwa dia merasa nyeri.

bergantian tangan) pinggang o Teknik remasan( menguap otot bahu)èbahu o Gerakan menggesek dengan ibu jari dan memutarèpunggung dan pinggang o Teknik eflurasi dengan kedua tanganèpunggung dan pinggang o Teknik petrisasi.dan kerusakan fisik TUJUAN     Memperbaiki sirkulasi Mengilangkan edema Meningkatkan drainasrpus Mengurangi rasa nyeri Kompres basah pada luka terbuka 1) Gunkan srung tangan 2) Bsahi kasa steril dengan larutan pada magkuk kecil lalu peras 3) Letakan perassan kasa pada daerah luka 4) Tutup basa basah denga kering 5) Tutup dengn balutan atau displester 6) Cuci tngan 7) Catat keadaan luka. menekan punggung secara horizontal o Tknik tekanan menyikat dengan menggunakan ujung jari daerah pinggang b.warna.1) Jelaskan prosedur yang akan dilakuakn 2) Cuci tangan 3) Lakukan mesase pada daerah yang dirasakan nyeri slma 5-10 menit 4) Lakukan dengan telapak tngan dan jari dengan tekanan halus  gerakan tangan selang seling (tekanan pendek.integritas.drainase. Kompres panas basah Tindakan ini dapat dilakukan pada pasien yang mengalani nyeri.dan respon pasien Kompres panas basah dengan buli-buli 1) Buli-buli diisi air/larutan hangang buli-buli 1/3-2/3 bagian 2) Di bungkus dengan kantong buli-buliah 3) Letakan pada deerah luka . cepat.resiko terjadi infeksi luka.

pada seluruh tubuh yng mengalmi gngguan integritas.dahi.4) Catt 5) Cuci tangan Kompres menggunakan elektrikal pad 1) Periksa tegangan listrik 2) Pasang stop kontak 3) Atur panas 4) Letakan electrical pad pada bagian yang akan di kompres 5) Catt 6) Cuci tangan c. sirkulasi. Ukur suhu tubuh o Pasang pengalas di bawah tempat yang akan di kompres o Basahi kain dengan air dingin o Letakan kainyang telah di basahi pada daerah aksila. kaki.dilakukan pada paha Tujuan  Menurunkan suhu tubuh pada penderita nyeri Alat dan bahan - Baskom berisi air dingin Pengalas Kain Termometer Cara kerja 1. Jelaskan prosedur pda pasien 2. Cuci tangan 3. Cuci tangan Rendam Digunakan cairn hangat yang dapat dilakukan pada daerah tangan. ketegangan otot. Kompres dingin basah Tidakan untuk memberikan rasa dingin dengan menggunkan lap atau kain yang di celupkan ke dalam air dingin. dan luka kotor.atau lipatan paha o d. glutea. Tujuan .

k. Contoh tindakan: sebelum klien menjalani prosedur pembedahan. distraksi intelektual (merangkai puzzle. dengan begitu klien sudah punya gambaran dan akan lebih siap menghadapi nyeri. Anticipatory guidence Memodifikasi secara langsung cemas yang berhubungan dengan nyeri.tendon. Biofeedback Terapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan individu informasi tentang respon nyeri fisiologis dan cara untuk melatih kontrol volunter terhadap respon tersebut. dengan cara memasang elektroda pada pelipis. Mengendor oto. tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan yang tenang serta konsentrasi dari klien. Akupresur Pemberian penekanan pada pusat-pusat nyeri. efektif untuk nyeri ringan sampai sedang. perawat memberikan penjelasan/informasi pada klien tentang pembedahan.ngan luar.dan ligamen Menghilangkan nyeri dan peradangan Mempercepat penyembuhan jaringan Memperbaiki sirkulasi Membersihkan luka kotor Sentuhan terapeutik Teori ini mengatakan bahwa individu yang sehat mempunyai keseimbangan energi antara tubuh dengan lingku. g. memegang mainan). Tindakan ini dilakukan pada saat klien merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut. h. f. Distraksi Mengalihkan perhatian terhadap nyeri. tindakan harus dihentikan. l. Guided imagery Meminta klien berimajinasi membayangkan hal-hal yang menyenangkan. distraksi audio (mendengar musik). main catur) i. distraksi sentuhan (massase. dengan memberikan sentuhan pada klien. Orang sakit berarti ada ketidakseimbangan energi. diharapkan ada transfer energi dari perawat ke klien.     e. Terapi ini efektif untuk mengatasi ketegangan otot dan migren. Stimulasi kutaneus . Apabila klien mengalami kegelisahan. Hipnotis Membantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif. j. Distraksi visual (melihat TV atau pertandingan bola).

Kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi rasa yang tidak nyaman atau nyeri ini. SARAN Saran-saran dari kelompok kami adalah sbb:  Agar mahasiswa lebih memahami bagaimana cara kita untuk memperlakukan pasien secara aman dan nyaman. sehingga bisa memblok stimulasi nyeri. Hanya orang yang merasakan yang bisa mengungkapkan. TENS merupakan stimulasi pada kulit dengan menggunakan arus listrik ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar. mandi air hangat. mengkaji konsep dasar nyeri pada klien yangmengalami gngguan kenyamanan. salah satu pemikiran adalah cara ini bisa melepaskan endorfin.  Mahasiswa dapat mendukung kenyamanan dan keamanan pasien selama di rumah sakit. Nyeri merupakan suatu gejala yang bersifat ojektif. Bisa dilakukan dengan massase. Lingkungan yang nyaman karena akan menunjang cepatnya kesembuhan pasien.Cara kerja dari sistem ini masih belum jelas. KESIMPULAN Selain keamanan untuk pasien yang perlu dijaga. perawat perlu memperhatiakn. kenyamanan lingkungan juga harus diperhatikan. kompres dengan kantong es dan stimulasi saraf elektrik transkutan (TENS/ transcutaneus electrical nerve stimulation). .

danPraktik. 2005. Vol.E/4. Vol. Proses.Konsep dasar Keperawatan. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep. Proses.Jakarta : EGC http://irm4chimut. Paula dan W.com/2009/10/14/kdpk .2009. Jakarta : EGC Potter&Perry. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC Carpenito& Lynda Jual.2005.Jakarta : EGC Christensen. danPraktik. 2005.E/4.Jakarta : EGC Potter&Perry.DAFTAR PUSTAKA Asmadi.Kenney.2. Aplikasi Model Konseptual.1.wordpress. Janet. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep.2006.