You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul
ketika suatu masyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya
sendiri. Pertanian memaksa suatu kelompok orang untuk menetap dan dengan
demikian mendorong kemunculan peradaban. Terjadi perubahan dalam sistem
kepercayaan, pengembangan alat-alat pendukung kehidupan, dan juga kesenian
akibat diadopsinya teknologi pertanian.
Observasi adalah Proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai
gejala-gejala yang diteliti. Observasi ini menjadi salah satu dari teknik
pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan
dicatat secara sistematis, serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas) dan
kesahihannya (validitasnya). Observasi merupakan proses yang kompleks, yang
tersusun dari proses proses psikologis dan biologis. Dalam menggunakan teknik
observasi, hal terpenting yang harus diperhatikan ialah mengandalkan pengamatan
dan ingatan si peneliti. Tujuan observasi adalah menggambarkan segala sesuatu
yang berhubungan dengan objek penelitian , mengambil kesimpulan yang disusun
menjari laporann yang relevan dan dapat bermanfaat sebagai buah pembelajaran
atau studi.
Input adalah nilai (biasanya dalam rupiah) dari semua yang dipergunakan
produsen dalam proses produksi. Ada 3 jenis input : Input Bruto (Gross Input) :
meliputi input primer dan input antara. Input Primer (Primary Input, disebut juga
sebagai Nilai Tambah Bruto (NTB)): terdiri dari balas jasa tenaga kerja, surplus
usaha, penyusutan dan pajak tak langsung neto. Input Antara (Intermediate
Input) : Input yang dipakai habis dalam proses produksi, terdiri dari barangbarang tidak tahan lamaOutput adalah nilai (biasanya dalam Rupiah) dari hasil
proses produksi.Dari segi proses produksi, output juga terbagi 3 : Output Utama :
Output yang paling banyak dihasilkan (tujuan utama produksi). Output Ikutan :
Output yang dihasilkan bersamaan dengan output utama dengan menggunakan
teknologi yang sama. (misalnya : pabrik beras, output ikutannya adalah dedak).

1

3 Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan tugas observasi ini adalah mahasiswa mampu mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi tanaman padi pada daerah pontang banten. 2 . 1. 1.2. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan tugas observasi ini adalah agar mahasiswa mampu mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi tanaman padi pada daerah pontang banten.Output Sampingan : Output yang dihasilkan bersamaan dengan output utama namun menggunakan teknologi yang beda.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. obat-obatan dan tenaga kerja dan aspek manajemen adalah faktor produksi yang terpenting.1 Teori Produksi  Definisi Produksi Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. output (hasil poduksi) Teori produksi diharapkan : Menerangkan terjadinya suatu proses produksi dapat meramalkan apa yang akan terjadi. usaha pembuatan tepung menjadi roti merupakan kegiatan produksi. Tepung merupakan bahan baku yang manfaatnya baru terasa bila telah diubah menjadi roti. 2. Kita ambil contoh sekarung tepung. tidaklah mudah mengubah bahan baku mejadi barang siap konsumsi untuk dapat melakukan kegiatan produksi seorang produsen membutuhkan faktor-faktor produksi. Teori Produksi : Untuk melihat hubungan antar input (faktor produksi) dan. dan modal yang dikelola seefektif dan seefisien mungkin sehingga memberikan manfaat sebaik-baiknya. Faktor produksi memang sangat menentukan besar-kecilnya produksi yang diperoleh. modal untuk membeli bibit. mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan faktor produksi adalah semua korbanan yang diberikan pada tanaman agar tanaman tersebut mampu tumbuh dan menghasilkan dengan baik.2 Faktor Produksi Dalam kegiatan usahatani selalu diperlukan faktor-faktor produksi berupa lahan. Tapi. Atau proses mengubah input menjadi output dan produksi meliputi semua kegiatan untuk menciptakan/menambah nilai/guna suatu barang/jasa. pupuk. Faktor produksi yang diperlukan dalam usahatani : 3 . Soekartawi (2001). tenaga kerja. Faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan korbanan produksi. Faktor produksi lahan.

Sebaliknya dengan modal tidak tetap atau modal variabel adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan habis dalam satu kali dalam proses produksi tersebut. Faktor produksi seperti tanah. 2. pupuk. Pengolahan tanah secara sempurna sangat diperlukan agar dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah. bangunan. Besar kecilnya modal dalam usaha pertanian tergantung dari :  Skala usaha. 4 . Peristiwa ini terjadi dalam waktu yang relative pendek dan tidak berlaku untuk jangka panjang (Soekartawi. Dengan demikian modal tetap didefinisikan sebagai biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang tidak habis dalam sekali proses produksi tersebut. atau yang dibayarkan untuk pembayaran tenaga kerja. maka modal dibedakan menjadi dua macam yaitu modal tetap dan tidak tetap. Penyiapan lahan untuk tanaman jagung dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tanpa olah tanah (TOT) atau disebut zero tillage. memberantas gulma dan hama dalam tanah. 1995). memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Lahan Pertanaman Tanah sebagai salah satu faktor produksi merupakan pabrik hasil-hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi berjalan dan darimana hasil produksi ke luar. dan mesin-mesin sering dimasukkan dalam kategori modal tetap. Modal (sarana produksi) Dalam kegiatan proses produksi pertanian. Rukmana (1997). Faktor produksi tanah mempunyai kedudukan paling penting. obat-obatan. Hal ini terbukti dari besarnya balas jasa yang diterima oleh tanah dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya ( Mubyarto. besar kecilnya skala usaha sangat menentukan besar-kecilnya modal yang dipakai makin besar skala usaha makin besar pula modal yang dipakai. mendorong aktivitas mikroorganisme tanah serta membuang gas-gas beracun dari dalam tanah.1. Perbedaan tersebut disebabkan karena ciri yang dimiliki oleh model tersebut. 2003). 1997). misalnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk membeli benih. pengolahan tanah minimum (minimum tillage) dan pengolahan tanah maksimum (maximum tillage) (Rukmana.

Sering dijumpai alat-alat teknologi canggih tidak dioperasikan karena belum tersedianya tenaga kerja yang mempunyai klasifikasi untuk mengoperasikan alat tersebut. dan tenaga kerja wanita mengerjakan tanam. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan ini memang masih banyak dipengaruhi dan dikaitkan dengan kualitas tenaga kerja. 3.) Jenis kelamin Kualitas tenaga kerja juga dipengaruhi oleh jenis kelamin. merupakan faktor produksi yang penting dan perlu diperhitungkan dalam proses produksi dalam jumlah yang cukup bukan saja dilihat dari tersedianya tenaga kerja tetapi juga kualitas dan macam tenaga kerja perlu pula diperhatikan. maka akan terjadi kemacetan dalam proses produksi.) Kualitas tenaga kerja Dalam proses produksi. apalagi dalam proses produksi pertanian. 2. 5 . komoditas tertentu dalam proses produksi pertanian juga menentukan besar-kecilnya modal yang dipakai. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sampai tingkat tertentu sehingga jumlahnya optimal. Tenaga Kerja Faktor produksi tenaga kerja. selalu diperlukan spesialisasi. musim dan upah tenaga kerja. Tenaga kerja pria mempunyai spesialisasi dalam bidang pekerjaan tertentu seperti mengolah tanah. jenis kelamin. dan ini tersedianya adalah dalam jumlah yang terbatas. 3. Bila masalah kualitas tenaga kerja ini tidak diperhatikan.) Tersedianya tenaga kerja Setiap proses produksi diperlukan tenaga kerja yang cukup memadai.2003). apakah itu proses produksi barang-barang pertanian atau bukan. Macam komoditas. Tersedianya kredit sangat menentukan keberhasilan suatu usahatani  (Soekartawi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada faktor produksi tenaga kerja adalah : 1. Persediaan tenaga kerja spesialisasi ini diperlukan sejumlah tenaga kerja yang mempunyai spesialisasi pekerjaan tertentu.

2003) 5. Begitu pula halnya tenaga kerja ternak. (Soekartawi.) Tenaga kerja musiman Pertanian ditentukan oleh musim.4. Umur tenaga kerja di pedesaan juga sering menjadi penentu besar kecilnya upah. Dalam usahatani sebagian besar tenaga kerja berasal dari keluarga petani sendiri. mengorganisasikan dan melaksanakan serta mengevalusi suatu proses produksi. karena kemampuan traktor tersebut dalam mengolah tanah yang relatif lebih tinggi. 1995). maka konsekuensinya juga terjadi migrasi atau urbanisasi musiman (Soekartawi. maka 6 . Tenaga kerja bukan manusia seperti mesin dan ternak juga menentukan basar kecilnya upah tenaga kerja. nilainya lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai tenaga kerja traktor karena kemampuan yang lebih tinggi daripada tenaga kerja tersebut. Upah tenaga kerja ternak umumnya lebih tinggi daripada upah tenaga kerja manusia ( Mubyarto. Soekartawi (2003). maka terjadilah penyediaan tenaga kerja musiman dan pengangguran tenaga kerja musiman. Tenaga kerja keluarga ini merupakan sumbangan keluarga pada produksi pertanian secara keseluruhan dan tidak perlu dinilai dengan uang tetapi terkadang juga membutuhkan tenaga kerja tambahan misalnya dalam penggarapan tanah baik dalam bentuk pekerjaan ternak maupun tenaga kerja langsung sehingga besar kecilnya upah tenaga kerja ditentukan oleh jenis kelamin. 2003). Nilai tenaga kerja traktor mini akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan nilai tenaga kerja orang. Mereka yang tergolong dibawah usia dewasa akan menerima upah yang juga lebih rendah bila dibandingkan dengan tenaga kerja yang dewasa. Lama waktu bekerja juga menentukan besar kecilnya tenaga kerja makin lama jam kerja. Manajemen Manajemen terdiri dari merencanakan. Karena proses produksi ini melibatkan sejumlah orang (tenaga kerja) dari berbagai tingkatan. Upah tenaga kerja pria umumnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan upah tenaga kerja wanita. Bila terjadi pengangguran semacam ini. makin tinggi upah yang mereka terima dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu penilaian terhadap upah perlu distandarisasi menjadi hari kerja orang (HKO) atau hari kerja setara pria (HKSP).

4) besar kecilnya kredit dan 5) macam komoditas. membantu petani dalam memperincikan secara jelas kebutuhan sarana produksi yang diperlukan seperti bibit unggul. Ketiga. mendidik para petani agar mampu mangambil sikap atau suatu keputusan yang tegas dan tepat serta harus didasarkan pada pertimbangan yang ada. Dalam usahatani pengorganisasian input-input dan fasilitas produksi menjadi penentu dalam pencapaian optimalitas alokasi sumber-sumber produksi (Soekartawi.) Constant return to scale artinya bahwa penambahan faktor produksi akan proporsional dengan penambahan produksi yang diperoleh 7 . membantu dalam meramalkan jumlah produksi dan pendapatan yang diharapkan. Diantaranya pertama. Kelima. 2003).manajemen berarti pula bagaimana mengelola orang-orang tersebut dalam tingkatan atau dalam tahapan proses produksi (Soekartawi. Menurut Entang dalam Tahir Marzuki (2005). pupuk dan obat-obatan. mendidik para petani agar mampu berpikir dalam menciptakan suatu gagasan yang dapat menguntungkan usahataninya. Pencapaian efisiensi dalam pengorganisasian input-input dan fasilitas produksi lebih mengarah kepada optimasi penggunaan berbagai sumberdaya tersebut sehingga dapat dihasilkan output maksimum dengan biaya minimum. Pengaruh penggunaan faktor produksi dapat dinyatakan dalam tiga alternatif sebagai berikut : 1. perencanaan usahatani akan menolong keluarga tani di pedesaan. membantu petani dalam mendapatkan kredit utang yang akan dipinjamnya sekaligus juga dengan cara-cara pengembaliannya. 2001). Kedua.) Decreasing return to scale artinya bahwa proporsi dari penambahan faktor produksi melebihi proporsi pertambahan produksi 2. Faktor manajemen dipengaruhi oleh: 1) tingkat pendidikan 2) Pengalaman berusahatani 3) skala usaha. Keempat.

2.3.4 Produksi padi di Indonesia Produksi padi tahun 2014 (ASEM) sebanyak 70. yang menunjukkan pola hubungan penggunaan berbagai tingkat input untuk menghasilkan tingkat output tertentu (dieksposisikan dalam konsep fungsi produksi) 2. dsb.) Increasing return to scale artinya bahwa proporsi dari penambahan faktor produksi akan menghasilkan pertambahan produksi yang lebih besar (Soekartawi. kepuasan konsumsi 4. yaitu variasi penggunaan kombinasi dua atau lebih input untuk menghasilkan output tertentu (direpresentasikan pada konsep isokuan dan isocost) 3.39 juta ton.83 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan sebesar 0. status sosial.83 juta ton. Penurunan produksi padi tahun 2014 terjadi di Pulau Jawa sebesar 0.63 persen) dibandingkan tahun 2013. hubungan antara input-output.45 juta ton (0.2001). sedangkan produksi padi di luar Pulau Jawa mengalami kenaikan sebanyak 0. hubungan antara output-output. hubungan antara input-input. Terdapat tiga pola hubungan antara input dan output yang umum digunakan dalam pendekatan pengambilan keputusan usahatani yaitu: 1. 2. stabilisasi keamanan pangan 3.3 Hubungan Input-Output Hubungan antara faktor produksi (input) dan produksi (output) biasanya disebut dengan fungsi produksi atau faktor relationship. menjamin pendapatan keluarga jangka panjang 2. yaitu variasi output yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah input tertentu (dijelaskan dalam konsep kurva kemungkinan produksi dan isorevenue) Ketiga pendekatan di atas digunakan untuk mengambil berbagai keputusan usahatani guna mencapai tujuan usahatani yaitu: 1. Penurunan produksi diperkirakan 8 .

Secara matematis hubungan produksi ini dituliskan sebagai: Y = f (Xt) dengan formulasi persamaan kuadratik: Y= 2200 + 25 X1 – 0.61 ribu hektar (0.56 persen) dan 0.terjadi karena penurunan luas panen seluas 41. dll) 9 .94 persen). Produksi akan turun apabila pupuk ditambah di atas 125 kg. Gorontalo.5 Fungsi Produksi Produksi 2200 kg padi dapat diperoleh tanpa penggunaan pupuk. Sumatera Selatan. irigasi. produksi ini akan meningkat hingga mencapai maksimum (3760 kg) pada tingkat penggunaan pupuk sebanyak 125 kg. Dalam contoh gambar 2.30 persen) dan penurunan produktivitas sebesar 0.74 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2013 (year-on-year). 2. Terdapat sejumlah output (2200 kg) pada tingkat penggunaan input nol.83 juta ton (2.33 persen).71 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1.60 juta ton (3.55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 4.1. sementara pada subround September Desember produksi padi mengalami kenaikan sebanyak 0.64 persen) dibandingkan tahun 2014.45 kuintal per hektar (2.51 juta hektar (3.17 kuintal/hektar (0.63 persen) terjadi pada subround Januari–April dan subround Mei–Agustus masing-masing sebanyak 0.88 juta ton. Produksi padi tahun 2015 diperkirakan sebanyak 75.45 juta ton (0. dan DKI Jakarta.Perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2015 yang relatif besar terdapat di Provinsi JawaTengah. Hal ini menunjukkan bahwa output tersebut diperoleh atas penggunaan input lainnya (bibit.10 X2 Pada umumnya fungsi produksi menggambarkan hubungan teknik atau fisik antara output dengan satu atau lebih input.82 persen).22 juta ton (0.83 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2.70 juta ton (6. Penurunan produksi padi tahun 2014 sebanyak 0.Jawa Timur dan Jawa Barat.Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0. Lampung. fungsi produksi memberikan beberapa informasi mengenai respon produksi padi terhadap penggunaan pupuk di antaranya: 1. Kenaikan produksi padi tahun 2015 diperkirakan terjadi di Pulau Jawa sebanyak 1. Sementara itu perkiraan penurunan produksi padi tahun 2015 yang relatif besar terdapat di Provinsi DI Yogyakarta.

…. Kecenderungan produk marjinal untuk semakin kecil diformulasikan dalam hukum kenaikan hasil yang berkurang (The Lawof Diminishing Returns) 4. Produksi tertinggi ini seringkali dikaitkan dengan tingkat 3. Pada gambar 2. Fungsi produksi didefinisikan sebagai hubungan fisik antara output dengan sejumlah input sebagai berikut: Y = f (X1. MPP adalah slope dari kurva produk total pada titik tertentu dan ditunjukkan oleh turunan pertama fungsi produksi. Jika E >1 dan E<0 maka fungsi produksi berada pada daerah non ekonomis. Kurva ini memotong sumbu horisontal pada saat fungsi produksi mencapai titik maksimum. memiliki titik balik.1.2. Hal ini menunjukkan kondisi di mana meskipun output terus mengalami peningkatan akibat bertambahnya pemakaian input. Elastisitas didefinisikan sebagai persentase perubahan output sebagai akibat perubahan persentase tertentu input.1 bentuk kedua kurva tersebut linear adalah sebagai konsekuensi dari penurunan fungsi produksi yang kuadratik. peningkatan tersebut terbatas dan semakin menurun. Daerah diminishing marginal returns (DMRTS) terjadi pada saat MPP<APP tetapi tidak negatif di mana 0<E<1. Salah satu hal penting dalam formulasi elastisitas di atas adalah hubungan antara MPP dan APP. Terdapat penggunaan input tertentu yang memberikan produksi maksimum. Bentuk dari kurva MPP dan APP tidak harus linear. Hubungan fisik antara output dan input dapat diukur dengan elastisitas input yang juga diistilahkan sebagai elastisitas parsial dari produksi. 5. Pada gambar yang sama juga disajikan kurva APP yang menunjukkan ratarata produk fisik per unit input.X2. Secara matematik.Xn). APP didefinisikan sebagai total produksi dibagi total penggunaan input (Y/X1). Pada gambar 2. Penambahan output yang diperoleh akibat penambahan satu satuan input secara terus menerus disebut MPP=Marginal Physical Product (Kurva Produk Marjinal). Fungsi produksi umumnya 10 . produksi teknis maksimum Bentuk kurva produksi tidak linier. (b) Slope kurva MPP yang terus menurun menunjukkan tambahan output yang semakin kecil pada penambahan input berikutnya.

Y=f(X1.…. Artinya respon output terhadap penambahan input harus meningkat tetapi dengan laju yang semakin menurun. Kondisi ini diperoleh pada saat turunan pertama (dY/dX) sama dengan nol dan turunan kedua (d2Y/dX2)negatif.X2.hanya memasukkan beberapa variabel input sementara input lainnya dianggap konstan (ceteris paribus).Xm/Xn-m) Fungsi produksi harus memenuhi dua kondisi agar memiliki makna ekonomi yakni MPP positip dan menurun. 11 .

4 17.5 27 Tabel 1.4 17 19.87 1.2 29. Hakim H.4 29.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.9 31.5 2.4 24.8 24.45 0.5 5.3 24.4 5 2 0.3 23 20 31 37 24 29.75 3 3.5 0.1 Hasil observasi pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi padi didaerah pontang kabupaten serang No Nama Hasil Luas lahan Tenaga kerja Pupuk ( X3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Responden Umar H.5 1.4 29.000 24800 30800 12.9 24 24.100 ( X1) 1.9 1 1 2 3 1 5 4.2 25.5 25.3 8.2 Hasil observasi pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi padi didaerah pontang kabupaten serang pada perhitungan ln No Nama Ln y Ln X1 Responden 12 Ln X2 Ln X3 .3 31 24.4 2.2 38 50.5 2. Ade Suderajat Surti Kosim Titin Muhtar Suhartinah Sukenah Dartam Handi Hendra Komar Dani Munir Yeti Anah Sri Nana Joong Ari Aminah Arman Asep Ulung Pendi H.7 3 1.4 2 1 0.1 Hasil Tabel 1.4 40. Ilyas Agus Produksi ( Y) 6500 30000 12000 3100 13000 18000 6800 6000 12000 12500 7000 18000 18800 12200 12000 6000 3500 5800 3100 5000 10000 6000 6000 12000 18000 6000 30. Sahri H.9 0.5 1 2 2.8 12.1 420 1500 600 120 810 900 450 300 600 750 525 900 1050 720 600 300 135 270 150 261 570 340 340 600 900 340 1500 1350 1650 630 ( x2) 25 40.

37 3.70 0.01 5.33 9.30 10.51 2.33 1.3 3.19 3.39 8.69 3.82 8.92 3.308 9.19 8.37 3.55 1.70 7.90 5.4 5 2 0. Hakim H.84 9.31 7.63 3.87 0.69 9. Ade Suderajat Surti Kosim Titin Muhtar Suhartinah Sukenah Dartam Handi Hendra Komar Dani Munir Yeti Anah Sri Nana Joong Ari Aminah Arman Asep Ulung Pendi H.88 3.74 3.69 8.70 6.10 5.17 3.31 6.44 Tabel 1.789 10.80 6.61 1.56 6.37 3.43 8.5 13.26 6.40 0.47 9.40 6.39 8. Ilyas Agus 8.44 3.39 6.21 8.04 7.17 3.83 2.51 9.99 3.79 8.40 9.79 -0.6 0.09 0.39 6.69 0 -0.70 5.34 5.79 9.69 10.19 3.25 0.98 2.70 4.50 1.69 -0.20 7.09 0 1.62 6.43 3.61 3.13 2.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Umar H.69 6.9 420 1500 600 120 810 6500 30000 12000 3100 13000 .59 5.43 3.03 8.25 3.80 6.19 3.69 3.69 -0.37 2.7 Produksi ( Kg) Pri 1 2 3 4 5 Pupuk Hasil a 2 15 5 2 2 Wanita Hewa n - 10 15 5 3 10 13 Mesin 13 10.21 3.39 5.79 8.25 3.62 6.19 2.64 0 0 0.69 1.29 6.4 2. Ade Suderajat Surti Kosim 1.91 0.69 0.69 9.14 3.10 -0.2 19.66 8.09 1.3 Hasil observasi pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi padi didaerah pontang kabupaten serang No Nama Luas Responde lahan n (Ha) Tenaga Kerja (Kg)) Umar H.99 1.39 5.11 10.78 6.95 6.19 3.14 0.40 0 0.039 9.91 0.39 9.70 6.39 9. Sahri H.69 8.85 9.39 4.

luas lahan .9 16 16.2 10 23.9 0.3 18.4 16.4 19.6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Titin Muhtar Suhartinah Sukenah Dartam Handi Hendra Komar Dani Munir Yeti Anah Sri Nana Joong Ari Aminah Arman Asep Ulung Pendi H.5 2.4 13.4 20. Sahri H. Error of the Square Estimate 14 .5 5.8 6.3 11 16 10.5 1 2 2. All requested variables entered.5 18 900 450 300 600 750 525 900 1050 720 600 300 135 270 150 261 570 340 340 600 900 340 1500 1350 1650 630 18000 6800 6000 12000 12500 7000 18000 18800 12200 12000 6000 3500 5800 3100 5000 10000 6000 6000 12000 18000 6000 30. b.5 1. Dependent Variable: hasil produksi Model Summary Model R R Square Adjusted R Std.5 0.8 18.75 3 3. Hakim H.4 Hasil observasi pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi padi didaerah pontang kabupaten serang yang diefektikan menggunakan spss Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Variables Entered Removed Method pupuk.1 5 2 2 5 3 1 8 5 3 1 2 1 2 1 1 2 3 3 4 5 3 15 10 10 2 15 10 4 5 9 7 12 14 5 8 4 3 6 5 3 5 5 5 5 15 5 15 18 17 7 - 11.2 13. Ilyas Agus 3 1.9 1 1 2 3 1 5 4. Enter a a.3 11 12 11 18 16 20.000 24800 30800 12.87 1.5 2. tenaga kerja.45 0.100 Tabel 1.4 2 1 0.4 13 11.

246 3. Error (Constant) 10. pupuk. 258.408 26 .053 .145 -.2 Pembahasan Berdasarkan data diatas yang telah didapatkan.052 1. tenaga kerja.999 .016 12.159 3 4.567 29 Sig.964 .077 1.12521 a.327 a. tenaga kerja.334 -.322 .837 luas lahan 1.010 .665 . Dependent Variable: hasil produksi 4. luas lahan b.525 .314 -.314 tenaga kerja pupuk Coefficients Beta t 5.000a a. pupuk.144 .319 . . luas lahan ANOVAb Model 1 Sum of Squares Regression Residual Total df Mean Square F 12. Dependent Variable: hasil produksi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B Std..984a 1 .968 .000 1.001 . Predictors: (Constant).472 . Predictors: (Constant). dari setiap 15 Sig.168 .