You are on page 1of 21

ASUHAN KEPERAWATAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

DOSEN MATA KULIAH : Ns . Christiane Sarayar S,Kep

NAMA

: GRACIELA NICITA KOLONDAM

NIM

: 1614201094

KELAS

: A3 KEPERAWATAN

A. Pengertian
Oksigen adalah salah satu kebutuhan yang paling vital bagi tubuh. Otak masih mampu
mentoleransi kekurangan oksigen antara 3-5 menit. Apabila kekurangan oksigen berlangsung
lebih dari 5 menit, maka terjadi kerusakan sel otak secara permanen.. Selain itu oksigen
digunakan oleh sel tubuh untuk mempertahankan kelangsungan metabolisme sel. Oksigen akan
digunakan dalam metabolisme sel membentuk ATP (Adenosin Trifosfat) yang merupakan
sumber energi bagi sel tubuh agar berfungsi secara optimal.
Oksigenasi adalah memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh dengan cara melancarkan
saluran masuknya oksigen atau memberikan aliran gas oksigen (O2) sehingga konsentrasi
oksigen meningkat dalam tubuh.
Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1
atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh.
B. Tujuan pemberian oksigenasi
Prosedur pemenuhan kebutuhan oksigen dapat dilakukan dengan pemberian oksigen dengan
menggunakan kanula dan masker, fisioterapi dada, dan cara penghisapan lendir (suction)
Tujuan :
1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan
2. Untuk menurunkan kerja paru-paru
3. Untuk menurunkan kerja jantung
Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi, kardiovaskuler, dan
keadaan hematologi.
C. Anatomi Sistem Pernapasan
1. Saluran Nafas Atas
a. Hidung
 Terdiri atas bagian eksternal dan internal
 Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago
 Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung
kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum
 Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung
vaskular yang disebut mukosa hidung
 Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara
terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia
 Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru
 Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta
menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru
 Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghirup) karena reseptor olfaktori
terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalandengan pertambahan usia.
b. Faring

dan laring (laringofaring)  Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif c. Bronkiolus o Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus o Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas . Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea. Epiglotis Adalah daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan 2. Bronkus o Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri o Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) o Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental o Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri. Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid 6. sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam's apple) 4. Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring)  Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi  Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu d. Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring  Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring). Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) 5. oral (orofaring). Glotis adalah ostium antara pita suara dalam laring 3. Saluran Nafas Bawah a. limfatik dan saraf b. Laring  Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea  Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas: 1. Trakea o Disebut juga batang tenggorok o Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina 2.

Paru-paru o Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut o Terletak dalam rongga dada atau toraks o Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar o Setiap paru mempunyai apeks dan basis o Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris o Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus o Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya h. Bronkiolus respiratori o Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori o Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas e.c. Duktus alveolar dan Sakus alveolar o Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar o Dan kemudian menjadi alveoli f. Pleura o Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis o Terbagi mejadi 2 : 1) Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada 2) Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru o Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru . Bronkiolus Terminalis o Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) d. Alveoli o Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 o Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 o Terdiri atas 3 tipe : 1) Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli 2) Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) 3) Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan g.

Pengembangan paru yang adekuat 2. diafragma. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya. isi abdomen. Jumlah darah d. membran ini kadang disebut membran respirasi. dan pusat pernapasan di otak. Keadaan/jumlah kapiler dara e. Pada keadaan istirahat frekuensi pernapasan antara 1215 kali per menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi : a. Tekanan udara atmosfir b. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. dada .o Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir.mengembang. Waktu adanya udara di alveoli 3. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Tebal membran respirasi c. otot-otot pernapasan. Proses bernafas terdiri dari 3 bagian. Fisiologi Sistem Pernapasan Bernafas/pernapasan merupakan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru. Sistem pernapasan terdiri atas organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Afinitas f. diafragma turun dan volume paru bertambah. Luas permukaan paru b. yaitu : 1. Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat. Pada inspirasi. Secara normal 97 % oksigen akan . Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. dinding abdomen. Jalan nafas yang bersih c. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru D.

Hematokrit darah d. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. dan keadaan hematologi. Dengan demikian besarnya Hb dan jumlah eritrosit akan memengaruhi transport gas. Darah dari atrium kanan masuk dalam ventrikel kanan melalui katup pulmonalis untuk kemudian dialirkan ke paruparu kanan dan kiri untuk berdifusi. Menurunnya kapasitas pengingatan O2 seperti pada anemia.  Sistem kardiovaskuler Kemampuan oksigenasi pada jaringan sangat dipengaruhi oleh fungsi jantung untuk memompa darah sebagai transport oksigen. Darah mengalir di dalam vena pulmonalis kembali ke atrium kiri dan bersikulasi secara sistemik berdampak pada kemampuan transport gas oksigen dan karbon dioksida. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. konsentrasi 2. ph. E. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigenasi membentuk oksihemoglobin (HbO 2).berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Faktor Fisiologi a. dan kapiler serta menyatu kembali membentuk vena yang kemudian dialirkan ke jantung melalui atrium kanan. Jumlah sel darah merah c. Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan oksigen. Latihan (exercise) e. otot-otot pernapasan. . perfusi paru dan difusi. kardiovaskuler. isi abdomen. Kemudian dari aorta darah disalurkan ke seluruh sirkulasi sistemik melalui arteri. arteriol. diafragma.  Sistem Respirasi Sistem pernapasan terdiri atas organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonaris. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3 % oksigen larut dalam plasma. Aliran darah keluar dari ventrikel kiri menuju aorta melalui katup aorta.  Hematologi Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbon dioksia dari jaringan ke paru-paru. Ada tiga langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. Keadaan pembuluh darah Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh system respirasi. 1. Bernafas adalah pergerakan udara dari atmosfer ke sel tubuh dan pengeluaran CO2 dari sel tubuh sampai ke luar tubuh. Afinitas atau ikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu. dinding abdomen dan pusat pernapasan di otak. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel.3 difosfogliserat dalam darah merah.

diet yang tinggi lemak menimbulkan arterioklerosis. menyebabkan depresi pusat pernapasan. Bayi prematur yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan. Bayi dan toddler adanya risiko infeksi saluran pernapasan akut. obesitas. regurgitasi darah yang mengakibatkan ventrikel bekerja lebih keras. penyalit kronik seperti TBC paru. ibu hamil. luka. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. Anak usia sekolah dan remaja. Merokok : nikotin menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah perifer dan koroner. Dewasa muda dan pertengahan : diet yang tidak sehat. Suhu lingkungan c. F. 3. muskulus skeleton yang abnormal. Perubahan cardiac output. e.b. Kondisi yang memengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang. elastisitas menurun. Ketinggian tempat dan permukaan laut. b. Perubahan-perubahan fungsi jantung yang memengaruhi kebutuhan oksigenasi : Gangguan kondiksi seperti distritmia (takikardia/bradikardia). d. e. menurunnya cardiac output seoerti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia jaringan. Substansi abuse (alcohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi/Fe menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. dan lain-lain. d. Kecemasan b. Keracunan obat-obatan . c. 1. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas. Myocardial iskhemial infark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. c. 2. 4. Kerusakan fungsi katup seperti pada stenosis. obstruksi. Kecemasan : menyebabkan metabolism meningkat 4. b. 3. ekspansi paru menurun. d. alcohol. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transport O2 terganggu. kurang aktivitas. Tempat kerja b. stress yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru. e. Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen. c. demam. Faktor Perilaku a. risiko infeksi saluran pernapasan dan merokok. Faktor Perkembangan a. Infeksi/sepsis c. 2. Perubahan Fungsi pernapasan 1. Faktor Lingkungan a. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi.

Kerusakan/gangguan ventilasi. Menurunnya hemoglobin b. e. gangguan respirasi dikelompokkan menjadi tiga. Gangguan tersebu akan menyebabkan kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak terpenuhi secara adekuat. degeneratif. napas pendek. Biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). disorientasi . Ketidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolic. Hipoventilasi Hivoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O 2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatkan penggunaan O2 pada tingkat seluler. obstruksi. . nyeri dada (chest pain). Gangguan irama pernafasan antara lain : a. G. d. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti pada keracunan sianida. Gangguan Oksigenasi Permasalahan dalam hal pemenuhan kebutuhan oksigen tidak terlepas dari adanya gangguan yang terjadi pada sistem respirasi baik pada anatomi maupun fisiologi dari organ-organ respirasi. ketidakseimbangan elektrolit.000 kaki diatas permukaan laut dan pada bayi saat tidur. jenis pernafasan ini terutama terdapat pada orang di ketinggian 12.d. Namun secara fisiologis. Jenis pernafasan ini biasanya terjadi pada klien gagal jantung kongesti. dan lain-lain. kanker.000-15. Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelahan. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pneumonia. menurunkan konsentrasi. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. sianosis. 2. menurunnya kemampuan konsentrasi. kardiakdistritmia. dan clubbing. f. Pernafasan 'cheyne-stokes' yaitu siklus pernafasan yang amplitudonya mula-mula dangkal. sesak napas. Menurunnya perfusi jaringan seperti pada syok. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung. trauma. peningkatan tekanan intrakranial. makin naik kemudian makin menurun dan berhenti. 3. nadi meningkat. Gangguan pada sistem respirasi dapat disebabkan diantaranya oleh karena peradangan. kejang dan kardiak arrest. pernapasan cepat dan dalam. Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. c. tinnitus. Secara garis besar. kecemasan. Lalu pernafasan dimulai lagi dengan siklus baru. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a. overdosis obat. penurunan kesadaran. disorientasi. Yaitu: a) Gangguan irama/frekuensi pernapasan 1.

Bradipnea. Gangguan pertukaran gas Gangguan pertukaran gas merupakan suatu keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara oksigen yang dihirup dengan karbondioksida yang dikeluarkan pada pertukaran gas antara alveoli dan kapiler. kondisi anemia. yaitu frekuensi pernafasan yang jumlah nya meningkat diatas frekuensi pernafasan normal. Hipoksia adalah kekuranga oksigen dijaringan. Hipoksia dapat dibagi kedalam kelompok yaitu : 1. 3. yaitu inspirasi dan ekspirasi. Hipoksia histotoksik H. Penyebab biasanya karena kelemahan neuromuskular. Pernafasan 'biot' yaitu pernafasan yang mirip dengan pernafasan cheyne-stokes. Jenis pernafasan ini dapat ditemukan pada klien dengan asidosis metabolik dan gagal ginjal. Hipoksemia 2. c) Hipoksia. istilah ini lebih tepat daripada anoksia. Overventilasi hipoksia 4. Kelainan yang menurunkan kapasitas difusi paru. c. proses penyakit. Gangguan frekuensi pernafasan a. 2. menunjukkan tidak normal. Tidak Efektifnya Jalan Napas Masalah keperawatan ini menggambarkan kondisi jalan napas yang tidak bersih. Takipnea/ hipernea. adanya sumbatan ditrakeobronkhinal. penumpukan sekret. Hipoksia hipokinetik (stagnant anoksia/anoksia bendunga) 3. antara lain : 1. Tidak efektifnya Pola Napas Tidak efektifnya pola napas ini merupakan suatu kondisi dimana pola napas. Penyebabnya bisa karena perubahan membran alveoli. b. kecemasan dan lain lain. Pernafasan 'kussmaul' yaitu pernafasan yang jumlah dan kedalaman meningkat sering melebihi 20 kali/menit. Kondisi yang menyebabkan hipoventilasi alveolus 2. b) Insufisiensi pernafasan Penyebab insufisiensi pernafasan dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: 1.b. yaitu kebalikan dari takipnea dimana frekuensi pernafasan yang jumlahnya menurun dibawah frekuensi pernafasan normal . Masalah Keperawatan Berkaitan dengan Kebutuhan Oksigen Masalah keperawatan yang umum terjadi terkait dengan kebutuhan oksigen ini. misalnya karna adanya sumbatan. dan lain-lain 4. Kondisi yang menyebabkan terganggunya pengangkutan oksigen dari paru-paru kejaringan. Sebab jarang terjadi tidak ada oksigen sama sekali dalam jaringan. tetapi amplitudonya rata dan disertai apnea. dan lain lain. 2. Penurunan perfusi jaringan . penyempitan jalan napas oleh karena spasme bronkus. 3. keadaan pernafasan ini kadang ditemukan pada penyakit radang selaput otak.

Penyebabnya antara lain karena ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. sedang volume tidal pada tiap orang sangat bervariasi tergantung pada saat pengukurannya. Perubahan pola tidur juga dapat terjadi karena kecemasan dengan penyakit yang dideritanya 7. dan lain-lain. sehingga volume tidal totalnya sebesar 3600 ml. akan tetapi sesungguhnya paru-paru masih memiliki udara sisa yang disebut dengan volume residu yang . gangguan perfusi jaringan otak.Penurunan perfusi jaringan adalah suatu keadaan dimana sel kekurangan suplai nutrisi dan oksigen. sedang hasil rekamannya disebut dengan spirogram. otak kekurangan oksigen sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak. hipervolemia. retensi karbon diogsida. Intoleransi aktivitas Intoleransi aktivitas adalah keadaan dimana seseorang mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan aktivirtasnya. Perubahan pola tidur Gangguan kebutuhan oksigen dapat mengakibatkan pola tidur terganggu. Volume pernapasan yang melebihi volume tidal 500 ml dapat diperoleh dengan mengambil nafas lebih dalam lagi. 5. Resiko terjadinya iskemik otak Gangguan oksigenasi mengakibatkan suplai darah keotak berkurang. Penambahan udara ini biasa disebut volume cadangan inspirasi (Inspiratory reserve volume) sebesar 3100 ml dari volume tidal sebelumnya. Rata-rata orang dewasa 70% (350 ml) dari volume tidal secara nyata dapat masuk sampai ke bronkiolus.16 kali permenit yang mengangkut kurang lebih 5 liter udara masuk dan keluar paru. dan lain-lain 6. I. aliran darah keotak berkurang. kantong alveoli dan alveoli yang aktif dalam proses pertukaran gas. Hal tersebut disebabkan oleh cardiac output yangmenurun. MVR ini didapatkan dari hasil kali antara volume tidal dan frekuensi pernapasan normal permenit. Penyebabnya dapat terjadi karena kondisi hipovelemia. Udara yang keluar dan masuk saluran pernapasan saat inspirasi dan ekspirasi sebanyak 500 ml disebut dengan volume tidal. Volume total udara yang ditukarkan dalam satu menit disebut dengan minute volume of respiration (MVR) atau juga biasa disebut menit vantilasi. produksi yang dihasilkan menurun. Sedang sisanya sebanyak 30% (150 ml) menetap di ruang rugi (anatomic dead space). Meskipun paru dalam keadaan kosong setelah fase ekspirasi maksimal. Pemeriksaan Fungsi Paru Dengan Alat Spirometri Respirasi (Pernapasan atau ventilasi) sebagai suatu siklus inspirasi dan ekspirasi. Volume yang lebih rendah dari kisaran normal seringkali menunjukkan malfungsi sistem paru. Frekuensi pernapasan orang dewasa normal berkisar 12 . Volume dan kapasitas paru diukur dengan alat berupa spirometer atau spirometri. duktus alveolus. Kesulitan bernafas (sesak nafas) menyebabkan seseorang tidak bisa tidur. Rata-rata MVR dari 500 ml volume tidal sebanyak 12 kali pernapasan permenit adalah 6000 ml/menit. Akibatnya.

TB .60 x/mnt b. jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit. Masukkan data seperti umur Seks . pekerjaan. Dewasa : 15 . bernapaslah terlebih dahulu dengan tenang sebelum melakukan pemeriksaan. Kemudian ulangi pengukuran dengan melanjutkan inspirasi dalam dan ekspirasi maksimal. dan Time) 3. Riwayat kesehatan keluarga Dalam hal ini perlu dikaji apakah ada anggota keluarga yang mengalami masalah / penyakit Yang sama . 8. Pengkajian Keperawatan Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. 6. Riwayat sosial .20 x/mnt e. Regio. Nyalakan alat terlebih dahulu dengan memencet tombol ON. BB . Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji. Dewasa tua : volume residu meningkat. 5. Untuk mengatur pernapasan. Riwayat perkembangan a. 4. 7. sex. 3. Quality. periksa data dan kurva kemudian dilanjutkan dengan mencetak hasil rekaman (tekan tombol print pada alat spirometri) ASUHAN KEPERAWATAN A. Anak : 20 .25 x/mnt d. Bayi : 44 x/mnt c. 5. Siapkan alat spirometri 2. kapasitas vital menurun 4. Skala. Biodata pasien (umur.mempertahankan paru-paru dari keadaan kollaps. Tekan tombol start jika sudah siap untuk memulai pengukuran. Mulai dengan pernapasan tenang sampai timbul perintah dari alat untuk ekspirasi maksimal (tidak terputus). pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis. besarnya volume residu sekitar 1200 ml. Kemudian masukkan mouthpiece yang ada dalam alat spirometri kedalam mulutnya dan tutuplah hidung dengan penjepit hidung. 2. Bila dilakukan dengan benar maka akan keluar data dan kurva pada layar monitor spirometri. dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. Neonatus : 30 . Berikut cara pemeriksaan vital paru dengan alat spirometri : 1. dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif. Setelah selesai lepaskan mouthpiece.

klien tenang. Barrel chest ditandai dengan diameter antero-posterior dan tranversal sama atau perbandingannya 1 : 1. pada bayi berbeda dengan orang dewasa. letakkan jari tengah pada bagian bawah trakhea dan raba trakhea ke atas. 8. rekreasi. Perlu dikaji kebiasaan-kebiasaan klien dan keluarganya. Kiposis atau bungkuk dimana punggung melengkung/cembung ke belakang. yaitu sternum menyempit ke dalam dan diameter antero-posterior mengecil. Perilaku / tanggapan klien terhadap masalahnya/penyakitnya b. simetris. 3) Pola napas o eupnea yaitu pernapasan normal dimana kecepatan 16 . misalnya : merokok. Pengaruh sakit terhadap cara hidup c. bengkak. Thoraks Inspeksi :  Postur. c. faktor-faktor alergen dll. pekerjaan. Funnel chest merupakan kelainan bawaan dengan ciri-ciri berlawanan dengan pigeon chest. mukosa (warna. bengkak Trakhea Palpasi : dengan cara berdiri disamping kanan pasien. bervariasi misalnya pasien dengan masalah pernapasan kronis klavikulanya menjadi elevasi ke atas. Dada bayi berbentuk bulat/melingkar dengan diameter antero-posterior sama dengan diameter tranversal (1:1). perforasi. 7. Riwayat psikologis Disini perawat perlu mengetahui tentang : a. keadaan lingkungan. Skoliosis yaitu tergeliatnya tulang belakang ke salah satu sisi. Faring Inspeksi : warna. Perilaku / tanggapan keluarga terhadap masalah/penyakit dan therapi Riwayat spiritual Pemeriksaan fisik a. b. diameter antero-posterior membesar dan sternum sangat menonjol ke depan. diam dan tidak butuh tenaga untuk melakukannya. darah). e. deviasi septum. Palpasi : sinus frontalis. Pada orang dewasa perbandingan diameter antero-posterior dan tranversal adalah (1 : 2) Beberapa kelainan bentuk dada diantaranya : a. c. sinus maksilaris b. Lordosis yaitu dada membusung ke depan atau punggung berbentuk cekung. ke bawah dan ke samping sehingga kedudukan trakhea dapat diketahui. Kelainan tulang belakang diantaranya : a.6. Hidung dan sinus Inspeksi : cuping hidung. Perasaan klien terhadap sakit dan therapi d.24 x/mnt. eksudat ulserasi. Pigeon chest yaitu bentuk dada yang ditandai dengan diameter tranversal sempit. eksudat. b. kesimetrisan hidung. . Bentuk dada.

cheyne stokes yaitu pernapasan yang cepat kemudian menjadi lambat dan kadang diselingi apnea. apakah klien mengalami o batuk produktif yaitu batuk yang diikuti oleh sekresi. ataukah ortopnea yaitu kemampuan bernapas hanya bila dalam posisi duduk atau berdiri 8) Perlu juga dikaji bunyi napas o stertor/mendengkur yang terjadi karena adanya obstruksi jalan napas bagian atas o stidor yaitu bunyi yang kering dan nyaring dan didengar saat inspirasi o wheezing yaitu bunyi napas seperti orang bersiul. kusmaul yaitu pernapasan yang cepat dan dalam. dalam hal ini perlu dikaji heart rate/denyut nadi o takhikardi yaitu denyut nadi lebih dari 100 x/mnt. frekuensinya lebih dari 24 x/mnt. o rales yaitu bunyi yang mendesak atau bergelembung dan didengar saat inspirasi o ronchi yaitu bunyi napas yang kasar dan kering serta di dengar saat ekspirasi. 6) Kaji ritme/irama pernapasan yang secara normal adalah reguler atau irreguler. o non produktif yaitu batuk kering dan keras tanpa sekresi o hemoptue yaitu batuk yang mengeluarkan darah 10) Status sirkulasi.o tachipnea yaitu pernapasan yang cepat.  4) Kaji volume pernapasan o hiperventilasi yaitu bertambahnya jumlah udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang dalam dan panjang o hipoventilasi yaitu berkurangnya udara dalam paru-paru yang ditandai dengan pernapasan yang lambat. 7) Perlu juga dikaji kesulitan bernapas klien. frekuensinya kurang dari 16 x/mnt o apnea yaitu keadaan terhentinya pernapasan. 9) Perlu juga dikaji batuk dan sekresinya. atau bradipnea yaitu pernapasan yang lambat. ataukah obradikhardi yaitu denyut nadi kurang dari 60 x/mnt. 11) Juga perlu dikaji tentang oksigenasi pasien apakah o anoxia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam jaringan kurang . . 5) Kaji sifat pernapasan apakah klien menggunakan pernapasan dada yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan dada. atau pernapasan biot yaitu pernapasan yang ritme maupun amplitodunya tidak teratur dan diselingi periode apnea.Juga perlu dikaji tekanan darah o hipertensi yaitu tekanan darah arteri yang tinggi o hipotensi yaitu tekanan darah arteri yang rendah. apakah dispnea yaitu sesak napas yang dan kebutuhan oksigen tidak terpenuhi. ataukah pernapasan perut yaitu pernapasan yang ditandai dengan pengembangan perut.

Bersihan jalan nafas tidak efektif 2. massa. Potensial/resiko infeksi 9. Penurunan kardiak output 5. nyeri tekan. Palpasi : Untuk mengkaji keadaan kulit pada dinding dada. .o hipoxemia yaitu suatu keadaan dengan jumlah oksigen dalam darah kurang o hipoxia yaitu berkurangnya persediaan oksigen dalam jaringan akibat kelainan internal atau eksternal o cianosis yaitu warna kebiru-biruan pada mukosa membran. Normalnya getaran lebih terasa pada apeks paru dan dinding dada kanan karena bronkhus kanan lebih besar. kesimetrisan ekspansi dan taktil vremitus. Pola napas tidak efektif 3. Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya Tanda-tandanya :  Bunyi napas yang abnormal  Batuk produktif atau non produktif  Cianosis  Dispnea  Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan obstruksi Kemungkinan faktor penyebab :  Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi  Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) pada saluran napas. peradangan. Intoleransi aktifitas. Perubahan rasa nyaman 8. Rasa berduka 6. kuku atau kulit akibat deoksigenasi yang berlebihan dari Hb o clubbing finger yaitu membesarnya jari-jari tangan akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang lama. Pada pria lebih mudah terasa karena suara pria besar. Taktil vremitus adalah vibrasi yang dapat dihantarkan melalui sistem bronkhopulmonal selama seseorang berbicara. Interaksi sosial terganggu 10. Gangguan pertukaran gas 4. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah : 1. Koping tidak efektif 7. dll sesuai respon klien 1. B.

trauma kepala. flail chest. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya :  Dispnea  Peningkatan kecepatan pernapasan  Napas dangkal atau lambat  Retraksi dada  Pembesaran jari (clubbing finger)  Pernapasan melalui mulut  Penambahan diameter antero-posterior  Cianosis. trauma yang menyebabkan kolaps paru  CPPO seperti : empisema. Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada  Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan  Hilangnya kesadaran akibat anasthesi  Hidrasi yang tidak adekuat. distensi alveoli  Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi  Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema  Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran  Immobilisasi Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi 2. Tanda-tandanya :  Dispnea. obesitas. obstruksi bronchial. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. ortopnea  Vomitus  Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab :  Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi. nyeri  Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia.  Abnormal gas darah arteri  Hipoksia  Gelisah  Takikardia  Sianosis  Hipoksemia . keracunan obat anasthesi  Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada.

d. Rasional : memobilisasi keluarnya sputum d. 2. sehingga mudah untuk dikeluarkan Berikan tambahan oksigen masker/ oksigen nasal sesuai indikasi Rasional : Meningkatkan pengiriman oksigen ke paru untuk kebutuhan sirkulasi. Pertahankan kaedekuatan hidrasi untuk menurunkan viskositas sekresi. f. analgesik Rasional : Untuk menurunkan spasme bronkus dengan mobilisasi sekret. Instruksikan untuk batuk efektif & teknis napas dalam untuk memudahkan keluarnya sekresi. Kolaborasi dengan berikan obat sesuai indikasi :mukolitik. Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian ekspektoran Rasional : Membantu mengencerkan secret. Rasional : memudahkan ekspansi maksimal paru atau jalan napas lebih kecil dan membantu silia untuk mempermudah jalan napas e. Kolaborasi dengan bantu mengawasi efek pengobatan nebulizer dan fisioterapi lain mis : spiromerti iasentif. Bersihan jalan napas tidak efektif Inter vensi: a. Rasional : memudahkan pengenceran dan pembuangan secret. sehingga mudah untuk dikeluarkan Gangguan pertukaran gas Berikan O2 sesuai indikasi . bronkodilator. bronkodilator. ekspektoran. Kolaborasi dengan berikan obat sesuai indikasi: mukolitik. Rasional : untuk menurunkan spasme bronkus dengan mobilisasi sekret g. ekspektoran. Pola napas tidak efektif Tinggikan kepala tempat tidur. 3. b. Rencana Keperawatan 1. letakkan pada posisi semi fowler Rasional : Merangsang fungsi pernapasan atau ekspansi paru Bantu klien untuk melakukan batuk efektif & napas dalam Rasional : Meningkatkan gerakan sekret ke jalan napas. b. a. a. c. perkusi. Tingkat kedalaman irama pernafasan abnormal       Kemungkinan penyebab : Penumpukan cairan dalam paru Gangguan pasokan oksigen Obstruksi saluran pernapasan Bronkhospasme Edema paru Pembedahan paru C. drainase postural. Lakukan pengisapan jalan napas bila diperlukan Rasional : Merangsang terjadinya batuk atau pembersihan jalan napas secara mekanik pada pasien yang tak mampu batuk secara efektif dan penurunan kesadaran c. Auskultasi dada bagian anterior dan posterior Rasional : untuk mengetahui adanya penurunan atau tidaknya ventilasi dan bunyi tambahan.

b. Atur posisi semifowler atau posisi yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien. Pemberian oksigen tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mencegah terjadinya hipoksia. setelah itu berikan lubrikan dan masukkan. Apabila menggunakan kateter./lubrikan atau pelumas ( jelly) Prosedur Kerja : 1. Cuci tangan 2. a. Persiapan Alat dan Bahan : 1. . Pemberian oksigen pada pasien dapat melalui tiga cara yaitu melalui kanula. Perkusi Disebut juga clapping adalah pukualn kuat. secara mekanik dapat melepaskan sekret yang melekat pada dinding bronkhus. Hidupkan tabung oksigen 5. Cuci tangan 2. 8. Cek flowmeter dan humidifier 4. Rasional : Meningkatkan konsentrasi oksigen alveolar dan dapat memperbaiki hipoksemia jaringan Pantau GDA Pasien Rasional : Nilai GDA yang normal menandakan pertukaran gas semakin membaik Pantau pernapasan Rasional : Untuk evaluasi distress pernapasan Beberapa Metode pemenuhan kebutuhan oksigen 1. ukur dulu jarak hidung dengan telinga. pada dinding dada dan punggung dengan tangan dibentuk seperti mangkuk. Fisioterapi dada Fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindak keperawatan yang terdiri atas perkusi. Pemberian oksigen Pemberian oksigen merupakan tindakan memberikan oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan alat bantu oksigen. Vaselin. 7. 9. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 3. Tabung oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier 2. Nasal kateter. 6. bukan berarti sekuat-kuatnya. Berikan oksigen melalui kanula atau masker. dan masker. atau masker 3. c. vibrasi dan postural drainage. nasal. Tujuannya. Catat pemberian dan lakukan observasi. kanula.

Perkusi pada tiap segmen paru selama 1-2 menit 4. Tujuannya. 2. Jika harus menghirup bronkodilator. Satu tangan diatas tangan yang lain dengan jari-jari menempel bersama dan ekstensi. telapak tangan menghadap ke bawah di area dada yang akan di drainage. anjurkan klien batuk dan keluarkan sekret ke dalam tempat sputum. tegangkan seluruh otot tangan dan lengan dan gunakan hampir semua tumit tangan. Hentikan getaran jika klien melakukan inspirasi. Selama masa ekspirasi. vibrasi digunakan setelah perkusi untuk meningkatkan turbulensi udara ekspirasi dan melepaskan mukus yang kental. Vibrasi Getaran kuat secara serial yang dihasilkan oleh tangan perawat yang diletakkan datar pada dinding dada klien. c. Minum air hangat setiap hari sekitar 2 liter. Sering dilakukan bergantian dengan perkusi. Anjurkan klien menarik napas dalam melalui hidung dan menghembuskan napas secara lambat lewat mulut atau pursed lips. sternum dan ginjal. Batuk 2 atau 3 kali berurutan setelah setiap kali berganti posisi b. Anjurkan klien tarik napas dalam dan lambat untuk meningkatkan relaksasi 3.Prosedur: 1. 2. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan postural drainage yaitu: a. Letakkan telapak tangan. Setelah tiap kali vibrasi. Postural drainage Merupakan salah satu intervensi untuk melepaskan sekresi dari berbagai segmen paruparu dengan menggunakan pengaruh gaya gravitasi. lakukanlah 15 menit sebelum melakukan postural drainage d. b. Waktu yang terbaik utnuk melakukannya yaitu sekitar 1 jam sebelum sarapan pagi dan sekitar 1 jam sebelum tidur pada malam hari. Tutup area yang akan dilakkan perkusi dengan handuk atau pakaian untuk mengurangi ketidaknyamanan. Lakukan latihan napas dan latihan lain yang dapat membantu mengencerkan lendir. c. Cara yang lain: tangan bisa diletakkan secara bersebelahan. Getarkan (kejutkan) tangan keaarh bawah. Prosedur: 1. 4. 3. Postural drainage harus lebih sering dilakukan apabila lendir klien berubah warnanya menjadi kehijauan dan kental atau ketika klien menderita demam. Perkusi tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang mudah cedera seperti : mammae. .

Prosedur: 1. Batuk efektif Yaitu latihan batuk untuk mengeluarkan sekret. Anjurkan klien minum sedikit air. Tampung sputum di sputum spot. data klinis dan chest X-ray. Ulangi langkah 3-8 sampai semua area tersumbat telah ter drainage 11. 10. . Dokumentasikan 3. Sputum pol Prosedur: 1. 4. Papan pengatur posisi c. pilih area yang tersumbat yang akan di drainage berdasarkan pengkajian semua area paru. Bantal b. Tisu wajah d. Tempatkan 1 atau 2 tangan pada abdomen. Ulangi pengkajian dada pada semua bidang paru. jaga mulut tetap tertutup. Bila tidak bisa batuk. cuci tangan 2. Selama 10-15 menit drainage pada posisi tersebut. 12. Cuci tangan 13.Peralatan: a. Baringkan klien dalam posisi untuk mendrainage area yang tersumbat. Atur posisi yang nyaman 2. Napas dalam dan batuk efektif a. minta klien duduk dan batuk. 9. Tarik napas dalam melalui hidung. lakukan perkusi dan vibrasi dada diatas area yang di drainage 6. Napas dalam Yaitu bentuk latihan napas yang terdiri dari atas pernapasan abdominal (diafragma) dan purse lips breathing. Minta klien istirahat sebentar bila perlu 8. Minta klien mempertahankan posisi tersebut selama 10-15 menit. Fleksikan lutut klien untuk merelaksasikan otot abdomen 3. 3. Hembuskan udara lewat bibir seperti meniup (purse lips braething) secara perlahan-lahan b. 5. Setelah drainage pada posisi pertama. Anjurkan klien istirahat sebentar bila perlu. Hitung samapi 3 selama inspirasi 5. 7. Segelas air e. lakukan suction. tepat dibawah tulang iga 4.

Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan . Pada saat batuk tekan dada dengan bantal. Cuci tangan PENUTUP A. Tindakan tersebut dilakukan untuk membersihkan jalan napas dan memenuhi kebutuhan oksigenasi. Bilas kateter dengan akuades atau NaCl 0. Tarik napas dalam lewat hidung dan tahan napas untuk beberapa detik 2. Kertas tisu Prosedur Kerja : 1. Kesimpulan Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Atur pasien dalam posisi terlentang dan kepala miring ke arah perawat 4. Alat pengisap lendir dengan botol yang berisi larutan desinfektan 2. Persiapan Alat dan Bahan : 1. Catat respon yang terjadi 13. 3.9% untuk mencegah trauma mukosa. Kasa steril 6. Hidupkan mesin penghisap 7. Kateter pengisap lendir 3. Gunakan sarung tangan 5. 8.Prosedur: 1. Tampung sekret pada sputum pot. 4.9% dan larutan desinfektan 5. Lakukan penghisapan lendir dengan memasukan kateter pengisap ke dalam kom berisi akuades atau NaCl 0. Pinset steril 4. Hubungakan kateter penghisap dengan selang penghisap 6. Masukkan kateter pengisap dalam keadaan tidak mengisap 9. Cuci tangan 2. Hindari penggunaan waktu yang lama selama batuk karena dapat menyebabkan fatigue dan hipoksia. Tarik lendir dengan memutar kateter pengisap sekitar 3-5 detik 10. Dua kom berisi larutan akuades/NaCl 0. Suctioning (pengisapan lendir) Pengisapan lendir (suction) merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu mengeluarkan sekret atau lendir secara sendiri. Batukkan 2 kali. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan. 3. Lakukan hingga lendir bersih 12.9% 11.

perfusi paru dan difusi . dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. . diagfragma. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. kardiovaskuler dan hematology. isi abdomen. Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan). otot-otot pernafasan. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit.Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi.