You are on page 1of 2

Titrasi Argentometri

Definisi singkat
Argentometri merupakan metode umum untuk menetapkan kadar halogenida dan senyawasenyawa lain yang membentuk endapan dengan perak nitrat (AgNO 3) pada suasana tertentu.
Metode argentometri disebut juga metode pengendapan karena pada argentometri memerlukan
pembentukan senyawa yang relatif tidak larut atau endapan. Reaksi yang mendasari titrasi
argentometri adalah:
AgNO3 + Cl-  AgCl(s) +NO3Sebagai indikator, dapat digunakan kalium kromat yang menghasilkan warna merah dengan
adanya kelebihan ion Ag+.
Jenis-jenisnya dan Prinsip
- Metode Mohr (pembentukan endapan berwarna).
Menggunakan indikator K2CrO4 dan titran AgNO3.
Kekurangan : Hanya dapat dilakukan dengan kondisi larutan berada pada pH dengan kisaran 710 disebabkan ion kromat adalah basa konjugasi dari asam kromat.
Kelebihan : Titrasi argentometri dengan metode Mohr dapat dipakai untuk menentukan
konsentrasi ion Cl-, CN-, dan Br -.
- Metode Volhard (penentu zat warna yang mudah larut).
Menggunakan indikator Fe3+ dan titran KSCN.
Kekurangan : Kation pengganggu berupa Hg
Kelebihan : Dapat dipakai untuk titrasi perak dan larutan kosianat standar.
- Metode Fajans (Indikator Absorbsi).
Menggunakan indikator adsorpsi menurut anion yang diendapkan Ag+ dan titran AgNO3.
Kekurangan : Reaksi rentan terhadap koagulasi.
Kelebihan : Titik akhir yang mudah didapat.
Perbedaan metode Mohr , Volhard, dan Fajans
Metode Mohr
Metode volhard
Pinsip dasar titrasi larutan ion Cl-oleh
Larutan sampel Cl-,
larutan baku AgNO3,
Br-, I-/SCN-diperlakuan
indicator K2CrO4
dengan larutan baku
AgNO3 berlebih.
Kelebihan dititrasi
kembali dengan KSCN
Indicator
Larutan K2CrO4,(titran ialah larutan Fe3+/larutan
AgNO3)
Fe(II), (titran ialah
KSCN atau NH4SCN)
Persamaan
reaksi

Ag++ Cl- AgCl 
Ag+ +

Ag++ X- AgX 
Ag+ +

Metode fajans
Larutan sampel Cl-,
Br-, I-/SCN dititrasai
dengan larutan baku
AgNO3

Indicator adsorbs
seperti cosin
fluorosein,
difluorosein
Ag++ X- AgX
AgX//Ag+ + cosin,

khusus penentuan I. .tak dapat ditentukan karena I-terabsorbsi kuat oleh endapan. SCN.+ H+. SCN- Penentuan Cl-. Tida ada garam lain yang menyebabkan koagulasi.atau Br-. SCN- Adsorbs harus terjadi sesudah TE. Br-. Penentuan Cl-.1 x 10-2M Terjadi sebelum TE dan sebaliknya. Dapat digunaan pada pH=4. pH=6-8 Jika pH<6 [CrO4-] berkurang. Ag2SCN ( putih) Fe3+ + SCNFe(SCN)2+ merah darah Dalam suasana asam nitrat.I-.1 x 10-2M [CrO4-] > 1.I-. sama untuk SCN. 2H+ + CrO4-2HCrO4Cr2O72. I. Endapan berupa koloidal.CrO4.mengendap semua. karena I-dapat dioksidasikan oleh Fe3+ AgX/Ag-cosinat (biru kemerahan).indicator baru diberikaan setelah ion I. Jika pH > 10 akan membentuk AgOH / Ag2O Penggunaan Penentuan Cl. Ag2CrO4  (cok lat kemerahan) Syarat [CrO4-] = 1. Br-.