You are on page 1of 9

JURNAL NOMINAL / VOLUME III NOMOR 1 / TAHUN 2014

PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR, ETIKA PROFESI DAN
PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT
MATERIALITAS DENGAN KREDIBILITAS KLIEN SEBAGAI PEMODERASI
Galeh Utami
Alumni Prodi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta
galeh.candrakirana@gmail.com
Mahendra Adhi Nugroho
Jurusan Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta
Abstrak: Pengaruh Profesionalisma Auditor, Etika Profesi, dan Pengalaman Auditor
terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas dengan Kredibilitas Klien sebagai
Pemoderasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai
pengaruh profesionalisme auditor, etika profesi dan pengalaman auditor pada pertimbangan
tingkat materialitas. Selain itu, juga memberikan bukti empiris mengenai efek moderasi dari
kredibilitas klien dalam pengaruh ketiga variabel independen pada pertimbangan tingkat
materialitas. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan
Publik wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh
auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik tersebut. Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dan explanatory research. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis jalur dengan partical least square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:
(1) Profesionalisme auditor berpengaruh signifikan dan negatif pada pertimbangan tingkat
materialitas, yang ditunjukkan oleh nilai t-ststistik ≥1,96, yakni sebesar 4,112, dengan
koefisiennya menunjukkan angka -0,419. (2) Tidak terdapat pengaruh signifikan etika profesi
pada pertimbangan tingkat materialitas, yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik <1,96 yakni
1,691, sedangkan koefisiennya menunjukkan angka 0,231. (3) Pengalaman auditor tidak
berpengaruh pada pertimbangan tingkat materialitas, yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik
<1,96 yakni 1,727, sedangkan koefisiennya menunjukkan angka 0,119. (4) Krediblitas klien
secara signifikan memoderasi pengaruh antara profesionalisme auditor pada pertimbangan
tingkat materialitas yang ditunjukkan dengan nilai t-statistik ≥1,96 yakni 4,209, sedangkan
koefisiennya menunjukkan angka 0,415. (5) Kredibilitas klien secara signifikan memoderasi
pengaruh etika profesi terhadap pertimbangan tingkat materialitas, yang ditunjukkan dengan
nilai t-statistik ≥1,96 yakni 2,456, sedangkan koefisiennya menunjukkan angka -0,314. (6)
Kredibilitas klien tidak memoderasi pengaruh pengalaman auditor terhadap pertimbangan
tingkat materialitas, yang ditunjukkan oleh nilai t-statistik <1,96 yakni 1,580, sedangkan
koefisiennya menunjukkan angka 0,121.
Kata kunci: Profesionalisme, Etika Profesi, Pengalaman, Pertimbangan Tingkat Materialitas,
Kredibilitas Klien.

Abstract: The Influence of Profesionalism, Professional Ethics, and Auditor Experience to
Materiality Judgment with Client Credibility as Moderating Variable. The aim of this
research is to find empirical proof about the influence of auditor profesionalism, professional
ethics, and auditor experience to materiality judgement. Another aim is to give empirical
proof about the influence of client credibility as moderating variable in the influence of those
75

risiko. (4) client credibility as moderating variable can moderate significantly in the influence of auditor profesionalism to materiality judgement it is showed by value t-statistic (4. Hal tersebut membuat sehingga harus di laksanakan dengan penuh masyarakat meragukan independensi dan hati-hati dan kecermatan. kredibilitas Berkenaan dengan lingkup pengujian.415. Professional Ethics. (3) auditor experience has no significant to materiality judgement it is showed by value of tstatistic (1. Berkaitan dengan pertimbangan tingkat akan diuji. akan sangat mempengaruhi.231. It is showed by value of t-Statistic (4112) ≥ 1. SA Seksi 312: 10).three independent variables to materiality judgement. Pertimbangan materialitas merupakan Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertimbangan profesional yang dipengaruhi pertimbangan persepsi auditor atas kebutuhan orang yang diantaranya adalah profesionalisme auditor. PENDAHULUAN manfaat.691) ≤ 1. its coefficient is 0.727) <1.314. dan karakteristik populasi. dalam hal ini berpengaruh.209)≥1. It is showed by value of statistic (1. karena semua berawal dari mencakup masing-masing individu dalam bersikap materialitas.96. memiliki pengetahuan memadahi dan yang meletakkan kepercayaan pada tingkat materialitas Munculnya pandangan skeptis terhadap laporan profesi akuntan publik memang beralasan keuangan (SPAP 2001.121. Client Credibility. The population of the research is auditor who works in public accounting firm in Daerah Istimewa Yogyakarta. The results show that: (1) profesionalism has significant influence and negative in materiality judgement.96. penentuan ukuran sampel dan item yang kebangkrutan auditor setelah sebagai opini seorang profesional.96. This research belong to deskriptive research and explanatory research.96. Keywords: Profesionalism. its coefficient is 0. its coefficient is -0. tetapi justru ini berkaitan dengan hasil akhir audit yang mengalami akan digunakan oleh pemakai informasi. hal wajar tanpa pengecualian. (2) Professional ethics has no significant influence to materiality judgement. etika profesi sangat .456)≥1. pertimbangan (judgment) auditor materialitas. (6) client credibility as moderating variable can’t moderate in the influence of auditor experience to materiality judgement it is showed by value t-statistic (1. its coefficient is -0.119. karena cukup banyak laporan keuangan Pertimbangan tingkat materialitas sangat suatu perusahaan yang mendapatkan opini penting dalam pengambilan keputusan. biaya.580) <1. Experience. The analysis metod of this research use path analysis with partial leas square. Sample of research is all auditors who work in that public accounting firm.96. its coefficient is 0.419. its path coefficient is -0. ukuran. Materiality Judgement.96. (5) client credibility as moderating variable can moderate significantly in the influence of professional ethics to materiality judgement it is showed by value t-statistic (2. tersebut dikeluarkan.

Jenkins menerangkan dalam melakukan suatu Pengalaman auditor juga sangat penting dan bahwa Heynes pengaruh (2003) dari terkait dengan materialitas. mendapatkan unqualified opinion sehingga dalam hal ini adalah dalam melakukan kinerja dari perusahaannya dapat dikatakan pertimbangan materialitas. penelitian berpengalaman bertambah ini akan lebih fokus untuk meneliti tentang pengetahuannya dalam melakukan proses profesionalisme auditor. sikap profesionalisme yang tinggi oleh klien yang diaudit adalah untuk akan menunjukkan kinerja yang bagus. Akuntan yang lebih pertimbangan tingkat materialitas. seorang auditor tersebut dapat berkomitmen klien tidak jarang menyatakan keinginan dengan baik dalam menjalankan tugasnya. atas suatu hasil tertentu atau perlakuan Perilaku etis merupakan hal yang paling akuntansi tertentu agar laporan keuangan mendasar terlihat baik. seorang akan khususnya dalam dapat auditor mempengaruhi dalam melaksanakan Biasanya hasil tertentu yang diinginkan tugasnya. Segala sesuatu yang berawal dari mempengaruhi auditor agar mau menuruti kesadaran dan ketulusan dalam bekerja keinginannya dengan membayar sejumlah maka hasilnya juga akan lebih baik. klien yang berupa tingkat materialitas waktu materialitas dalam bukan tugas dalam tugas Haynes (1998) dalam Susetyo (2009) pengukuran. Ada juga klien yang berusaha pekerjaan. sedangkan kredibilitas klien mengemukakan bahwa banyak faktor yang akan mempengaruhi pertimbangan tingkat dapat mempengaruhi pertimbangan auditor materialitas dalam kondisi preferensi awal. khususnya dalam mengevaluasi bukti audit.sesuai etika profesinya. preferensi akuntan juga dituntut kemampuannya terkait penyampaian dan kredibilitas klien terhadap pengetahuan atau pengalamannya dalam pertimbangan melakukan audit sehingga pertimbangan menunjukkan bahwa waktu penyampaian tingkat materialitas dalam proses audit akan berpengaruh terhadap pertimbangan laporan keuangan diberikan sewajarnya tingkat sesuai dengan kondisi sebenarnya. profesionalisme dipilih pertimbangan tingkat materialitas dalam karena berkaitan dengan tanggung jawab proses audit laporan keuangan. pertimbangan karena tingkat pengalaman ini . baik dan bagi perusahaan yang go public Berperilaku etis sesuai dengan etika dapat meningkatkan nilai sahamnya di pasar profesi yang dianut menunjukkan bahwa modal. etika profesi dan audit memberikan pengalaman auditor. pengungkapan. uang. Berdasarkan beberapa faktor yang diantaranya adalah preferensi klien dan mungkin pengalaman audit. Selain etika profesi. Untuk mencapai tujuan tersebut.

adalah seluruh auditor yang bekerja di KAP jadi baik secara langsung maupun tidak wilayah DIY. 2010:160). program Partial Least Square. apa yang dilakukan. kapan dilakukan. baik itu entitas bekerja pada KAP tersebut. organisasi maupun lainnya. deskriptif berisi mengenai bahasan secara deskriptif terkait tanggapan METODE PENELITIAN yang diberikan oleh responden terhadap Jenis Penelitian kuesioner. Uji validitas diskriminan dilakukan dengan melihat nilai cross loading setiap 78 . Partial Least dan bagaimana melakukannya. validitas secara diskriminan maupun siapa yang terlibat. Sampelnya adalah seluruh aduitor yang kewajaran dari entitas klien. faktor (konfirmatori) dan atau analisis komponen utama (Solimun. tersebut langsung tidak terlepas kredibilitas mempengaruhi dari klien auditor akan Teknik Analisis Data dalam Analisis mempertimbangkan tingkat materialitas. dalam proses audit Pengumpulan juga membutuhkan yang dapat pemeriksaan. merupakan ini dilakukan dengan 2 (dua) tahapan. Penelitian Square (PLS) merupakan gabungan dari eksplanatori merupakan penelitian yang analisis regresi analisis jalur dengan analisis mencoba menjelaskan fenomena yang ada. Jenis informasi-informasi membantu data yang dan Teknik digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu jalannya Preferensi-preferensi Instrumen. Uji yang bertujuan menggambarkan suatu peristiwa. bisnis.berkaitan dengan keahlian dan pengetahuan Target/Subjek Penelitian seorang auditor dalam menangani suatu Subjek dari penelitian ini adalah Auditor kasus. hal tingkat auditor dan sampel dalam penelitian ini keakuratan informasi yang disampaikan. bukti-bukti yang relevan. yang auditor bekerja untuk memeriksa Bekerja di KAP wilayah DIY. dan semuanya berkaitan dengan klien. konvergen dilakukan dengan menggunakan kapan dilakukan. Data primer yang diperoleh dari jawaban dari auditor dengan menggunakan kuesioner. klien inilah yang nantinya akan menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah bahan pertimbangan auditor namun. Pengukuran validitas dalam penelitian Penelitian ini merupakan Descriptive dan Explanatory deskriptif Research. Selain Data. yakni Penelitian penelitian validitas diskriminan dan konvergen. di mana.

2014. . untuk menentukan dalam menolak atau Setiap indikator pengukur variabel dinilai menerima hipotesis yang diajukan.. analisis jalur dengan partial least square Uji goodness of fit inner model dalam penelitian dapat dilihat dari nilai R-square hipotesis dengan dalam penelitian menggunakan ini teknik untuk menentukan dalam menolak atau menerima hipotesis yang diajukan. Pengujian dilakukan dengan t- dibandingkan dengan cross loading variabel test.456 Signifikan Mendukung H5 0.70 maka variabel Uji yang diuji telah memenuhi syarat reliabilitas dilakukan (Solimun..415 4. Uji hipotesis dilakukan dengan dalam penelitian menggunakan ini teknik analisis jalur dengan partial least square Tabel 1. 2010)..209 Signifikan Mendukung H4 -0. Selain itu.314 2. Sedangkan nilai yang menunjukkan kondisi aktual setiap indikator menurut persepsi responden dilihat dari nilai mean dari setiap indikator.2010). pemeriksaan goodness of fit inner model 2 juga dapat dilihat dari nilai Q predictive 2 2 relevance. Besarnya nilai Q = 1 – (1 – R 1) 2 2 (1 – R 2).691 Tidak Tidak Mendukung H2 Signifikan Pengalaman Pertimbangan Tingkat Materialitas -0.. apabila memiliki nilai t-statistik ≥1.96. Nilai composite reliability dari PEMBAHASAN PENELITIAN DAN setiap variabel minimal 0. melihat dapat nilai indikator masing-masing outer dalam variabel.indikator dari variabel. untuk masing-masing variabel endogen pada persamaan struktural. Uji masing-masing reliabilitas instrumen hipotesis yang diajukan diterima dalam penelitian ini dilakukan dengan composite HASIL reliability. (1 – R p). Koefisien Uji Hipotesis Pengaruh Koefisien T-Statistik Signifikansi Jalur Keterangan Profesional Auditor  Pertimbangan Tingkat Materialitas -0.58 Tidak Tidak Mendukung H6 Signifikan Kredibilitas Klien * Profesional Auditor  Pertimbangan Tingkat Materialitas Kredibilitas Klien * Etika Profesi Pertimbangan Tingkat Materialitas Kredibilitas Klien * Pengalaman Pertimbangan Tingkat Materialitas Sumber: Data Primer Diolah. Dalam rangka mengidentifikasi tingkat kepentingan dari setiap indikator dalam mengestimasi variabel dilakukan dengan loading setiap mengestimasi laten.231 1. Analisis memenuhi validitas diskriminan apabila jalur dilakukan dengan metode resampling nilai cross loading setiap indikator dari Bootstrap yang dikembangkan oleh Geisser variabel yang bersangkutan lebih besar dan Stone.121 1.419 4.119 1.112 Signifikan Tidak Mendukung H1 Etika Profesi Pertimbangan Tingkat Materialitas 0. lain (Solimun.727 Tidak Tidak Mendukung H3 Signifikan 0.

Dalam konteks auditor materialitas. Hal tersebut ditunjukkan oleh pada Kantor Akuntan Publik di wilayah nilai t-statistik <1. Hasil Uji Statistik dengan Analisis Jalur. 727 dengan Yogyakarta. profesionalisme seorang auditor.691 4. bukan 0. tingkat koefisien jalur menunjukkan angka -0.112. yang maka memutuskan dimiliki seorang pertimbangan dalam pemenuhan keinginan- keinginan klien akan semakin ketat. menjadikan dalam mengambil rangka memenuhi Kondisi inilah hubungan yang antara yang signifikan pada pertimbangan tingkat profesionalisme auditor dan pertimbangan materialitas. Dengan demikian etika profesi tidak berarti menggugurkan konsep yang sudah mempengaruhi mapan yakni profesionalisme berpengaruh materialitas.419 hubungan yang negatif. namun terdapat kondisi khusus dalam dalam terhadap pertimbangan tingkat materialitas. maka akan Pengalaman auditor dalam memberikan semakin tinggi pertimbangan bukan tingkat suatu pertimbangan tentang materialitas . Hasil pengaruh antara profesional auditor dan analisis menggunakan PLS menunjukkan pertimbangan nilai t-statistik <1. Hal ini menunjukkan tingkat materialitas dan sedangkan nilai koefisien jalurnya sebesar pengaruhnya bersifat negatif. karena etika profesi lebih positif cenderung ke arah perilaku seorang auditor pada pertimbangan tingkat pertimbangan materialitas. Seorang auditor yang profesional tidak akan terlalu Gambar 1. konteks penelitian serta sangat dipengaruhi oleh instrumen yang digunakan menjalankan Pengalaman tugasnya.96 yakni sebesar Etika profesi tidak berhubungan dengan terdapat pertimbangan tingkat materialitas. Hasil analisis menggunakan tingkat materialitas berbanding terbalik atau PLS diperoleh koefisien jalur sebesar -0. Hal ini berarti. semakin tinggi tingkat profesionalisme auditor.semakin tidak mudah dalam memberikan keputusan-keputusan dalam rangka memenuhi harapan/keinginan klien.96 yakni 1. tingkat tidak berpengaruh dalam menggali mengenai pertimbangan signifikan tingkat materialitas. Sumber Data : Hasil Olah mudah dan keputusan Data dengan PLS V2 M3 keinginan Profesional auditor memiliki pengaruh murah dalam klien. Hasil negatif secara statistik.231. dengan nilai t-statistik ≥ 1.119.96 yakni sebesar 1.

314. supervisor. hal ini dimungkinkan hubungan bahwa jumlah penugasan yang di pegang pertimbangan oleh auditor hanya secara kuantitas saja dan tersebut ditunjukkan oleh nilai t-statistik bukan secara kualitas.96 yakni 2. maka manajer dan sebagai partner. menjadi signifikan. Hal ini merupakan salah satu pada kelemahan dari penelitian ini. materialitas meskipun dalam . sedangkan yang memberikan Hubungan yang positif suatu pertimbangan adalah auditor yang seorang auditor profesional yang sudah memiliki jabatan memiliki kepercayaan kepada klien. kredibilitas senior. yang ditangani tidak mencerminkan Kredibilitas pertimbangan klien juga tingkat memoderasi pengalaman auditor. yang ditunjukkan dengan pertimbangan tingkat persentase sebesar 70% dari responden yang klien menduduki jabatan sebagai junior dan profesionalisme sisanya sebesar 30% menduduki jabatan pertimbangan sebagai senior.209. auditor kredibilitas klien. Hal auditor. kepercayaan pada klien sehingga akan Artinya keputusan yang diberikan auditor sebesar profesionalisme dengan 4.456 dan koefisien jalur meneliti tentang kualitas dari penugasan menunjukkan angka -0. Hal yakni Setelah ini berarti bahwa ketika seorang auditor diinteraksikan yang memegang etika profesi yang kuat pengaruhnya serta memiliki kepercayaan kepada klien. maka akan dapat memberikan pertimbangan Artinya.tidak berpengaruh karena responden dalam berdampak pada keputusan auditor dalam penelitian ini sebagian besar adalah junior memberikan dan materialitas. Hubungan diantaranya Kredibilitas klien memoderasi hubungan antara profesionalisme auditor pada negatif pertimbangan artinya memoderasi secara tingkat materialitas kredibilitas klien negatif atau pertimbangan tingkat materialitas. karena peneliti tidak ≥1. Alasan lain memperkuat hubungan auditor antara terhadap tingkat materialitas. tingkat profesionalisme seorang tingkat auditor dapat berubah setelah memiliki tingkatan pertimbangan yang sangat ketat.96 pada pertimbangan tingkat materialitas. Dengan demikian. dapat profesi diinteraksikan dengan kredibilitas pengalaman klien. Setelah etika tersebut.415). Hal ini memperlemah hubungan antara etika profesi ditunjukkan dengan nilai t-statistik ≥1. berarti bahwa akan dapat lebih longgar atau mudah dalam pengalaman auditor tidak berpengaruh pada memberikan pertimbangan tingkat materialitas karena materialitas atau lebih akomodatif terhadap dalam konteks auditor di DIY jumlah kasus keinginan klien. berubah menjadi bernilai positif (0. menjadikan pengaruh etika profesi sehingga merepresentasikan tidak tentang antara etika tingkat profesi dengan materialitas.

auditor dalam Kredibilitas klien bukanlah variabel moderating yang dapat sebagai mempengaruhi pengalaman auditor terhadap pertimbangan menjalankan tugasnya seorang individu.96 yakni 1. Pengalaman auditor tidak berpengaruh tingkat materialitas.121. Memperluas cakupan wilayah penelitian a. dengan koefisien jalur sebesar 0.580 tentang materialitas. tidak mempengaruhi c. maka akan dapat pertimbangan tingkat yang sangat ketat. pemenuhan dalam keinginan akan semakin ketat atau akan semakin tidak mudah dalam rangka memenuhi keinginan klien. klien. b. Menambahkan faktor-faktor lain yang pertimbangan tingkat materialitas. hal dapat ini dikarenakan etika profesi lebih dependen tersebut. Menambah jumlah sampel agar tingkat keterwakilan anggota populasi semakin tinggi. SIMPULAN DAN SARAN Saran Simpulan Penelitian Penelitian ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: selanjutnya hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. Kredibilitas klien tidak memoderasi pengaruh pengalaman auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas. c. Hal ini ditunjukkan dalam memberikan suatu pertimbangan oleh nilai t-statistik <1. bukan terhadap pertimbangan auditor. f. Etika profesi dapat digunakan untuk b. Hal tersebut dimungkinkan karena lamanya d. maka rendahnya variasi responden dan hasil pertimbangan memutuskan penelitian klien generalisasi.tidaklah sangat mudah begitu saja menuruti cenderung ke arah perilaku seorang keinginan klien. Auditor yang memegang etika profesi memiliki kepercayaan terhadap klien. Hasil yang kuat serta memiliki kepercayaan penelitian ini sesuai dengan penelitian yang kepada dilakukan oleh Budi Susetyo (2009) dimana memberikan hasil materialitas meskipun dalam tingkatan penelitian kredibilitas pengaruh meskipun memperkuat hubungan antara profesionalisme auditor bekerja dan banyaknya penugasan auditor bisa klien menunjukkan klien tidak pengalaman bahwa memoderasi auditor terhadap pertimbangan tingkat materialitas. mempengaruhi dari variabel . pengalaman merepresentasikan auditor tentang pertimbangan tingkat auditor e. Semakin tinggi tingkat profesionalisme untuk meminimalisasi bias akibat yang dimiliki seorang auditor. Kredibilitas terhadap belum materialitas.

Dila Fadhilatun Nisa. Indonesia. Solimun. 83 di Indonesia. Yulius Pengaruh Pengetahuan dan dan Kurnia Jogiyanto. Indonesia. Jakarta: Susetyo. (2004). Pengalaman Pertimbangan Kredibilitas Pustaka (2009). variabel (2010). Pengetahuan dan Etika Al. T. Materialitas Jakarta: Salemba Empat. Edisi 6. Analisis Semarang: Sugiyono. Untuk Penelitian. Herawati dan Susanto. menyempurnakan instrumen penelitian Prosiding yang digunakan. Semarang: Universitas Diponegoro.d. Susilowati. Profesi Terhadap Etika Pertimbangan Tingkat Pengalaman.Haryono. Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman- Mendeteksi Kekeliruan.. Dampak Etika. Auditing. Budi (2012). Indriarto dan C. Pengaruh Materialitas Dalam Proses Pengauditan Sinar Harapan. (2010). (2010). S. Jakarta: Internal.L. Yogyakarta: Bagian penerbitan STIE Materialitas Akuntan Publik. (2002). Jurnal YKPN. Jurnal Riset Akuntansi Sinaga. Statistika Wahyudi profesi. Pendidikan Akuntansi profesionalisme Jakarta: Pustaka LP3ES. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Hastuti.8. (2001).11 No. Profesionalisme Akuntan dan Proses Komitmen Profesi dalam Meningkatkan Skripsi. (2009). Pengaruh Audit Terhadap Pemodelan Struktural metode Partial dengan Least Square-PLS. hal 1206-1220. Buku Profesi terhadap Pertimbangan Tingkat 1. Jusup. H. Standar Auditor Multivariat Malang. Citra Klien sebagai Tesis. Metode Penelitian Profesionalisme. . Bandung: Alfabeta. 1. Hubungan antara Profesionalisme (2006). hlm 13-20. Auditor Moderating. Vol. Akuntansi dan Keuangan Vol. Pengaruh DAFTAR PUSTAKA Profesionalisme. Arleen Herawaty Susanto. Aturan Terhadap Universitas Diponegoro. Buku 1.M. (2003). Mulyadi. BPFE: Yogyakarta. dengan PertimbanganTingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan. Oktober. dan Mardiyah. (2002). Simposium Nasional Akuntansi. Akuntan Publik. Kamus Umum Bahasa M. Auditing. Tingkat Laporan Keuangan. Analisis Profesionalisme Badudu dan Sutan. Tesis.D. Malang: CV.