You are on page 1of 11

BAB 1

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Makanan merupakan kebutuhan dasar dari manusia untuk menjalani
kehidupannya , yaitu tumbuh , berkembang dan bereproduksi . pada masyarakat
terdahulu makanan didapatkan dengan cara berburu dan bercocok tanam pada
lingkungan .
Dalam kehidupan manusia dan setiap makhluk hidup , makanan mempunyai
peran penting yaitu , sebagai suatu yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya ,
akan terlindung dan terjamin kesehatannya dan memiliki tenaga untuk beraktivitas .
Berkenaan dengan peran tersebut , secara alamiah makanan sudah mengandung bahan
kimia yang beracun seperti bahan pewarna .
Makanan sebagai perantara penyebaran penyakit . makanan terkontaminasi
melalui berbagai cara , sehingga penyakit yang mungkin dialami oleh seseorang dapat
tertular kepada orang lain atau beberapa penyakit pada hewan dapat terjangkit pada
manusia .
RUMUSAN MASALAH
-

Apa yang dimaksud dengan sanitasi Makanan?
Apa saja pengawetan dan apa saja yang harus dilakukan agar makanan tetap
sehat?
Apa pengaruh makanan terhadap kesehatan khususnya masyarakat?
Apa itu kontaminasi makanan?
Apa infeksi penyakit yang dapat ditemui pada makanan?

TUJUAN MAKALAH
Makalah dengan judul “ Sanitasi Makanan “ ini kiranya dapat membantu
memberikan pengetahuan agar tau bagaimana mengola makanan yang baik dan
benar yang akan menuju pada kehidupan yang sehat .

ditegaskan bahwa dalam batasan makanan tidak termasuk air . terutama kesehatan masyarakat. Pengertian Sanitasi . diolah dan disajikan tentu dengan kebersihan yang masih tetap harus dijaga . sanitasi makanan meliputi kegiatan usaha yang merujuk pada kebersihan makanan agar tidak menimbulkan penyakit pada seseorang . . Usaha-usaha sanitasi meliputi kegiatan antara lain :  Keamanan makanan . Jadi . Memberikan panas dan tenaga kepada tubuh . dengan harapan dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia . jelas bahwa sanitasi merupakan bagian dari kesehatan masyarakat . Sanitasi Makanan merupakan salah satu bagian yang penting . dijauhkan dari jangkauan penyakit  Penyediaan air  Pencucian . obat – obatan dan subtansi yang digunakan untuk tujuan pengobatan . dasar pengertian yang dianut hingga sekarang dalam penyelengaraan usaha kesehatan adalah definisi kesehatan masyarakat menurut Winslow . yaitu perilaku yang disengaja untuk mencegah manusia bersentuh langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya . disimpan . Membangun jaringan tubuh baru 3. mengingat adanya kemungkinan penyakit akibat makanan . dalam segala aktivitas kesehatan masyarakat . Menurut KBBI Sanitasi merupakan usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik dibidang kesehatan . Menurut WHO (1956) mengenai makanan . Sanitasi Makanan Sanitasi merupakan salah satu komponen dari kesehatan lingkungan . kebersihan dan penyimpanan alat/perlengkapan . usaha – usaha ini didahului sejak makanan mulai dibeli . Fungsi makanan : 1. 2. Mengatur proses kimiawi dalam tubuh Air dimaksudkan pula dalam golongan makanan karena memenuhi fungsi nomor 2 dan 3 yang juga penting dalam pencernaan .BAB II PEMBAHASAN 1.

Susu  Alami Diambil langsung dari susu sapi .Kalau dituangkan dari gelas .Cairannya konstan dan tidak mengumpal . Kemasan masih baik . 4. Tutup masih tersegel 5.Warna putih dan kental .  Bebas dari tanah atau kotoran lainnya . Belum Kadaluwarsa 4. bocor atau kembung . 3. tidak layu . kulit utuh . Sayuran  Daun dalam keadaan segar . utuh tidak rusak .  Tidak ada bekas gigitan hewan . karna biasanya pencemaran terjadi karena tangan pemerah yang tidak bersih atau bisa karna peralatan yang digunakan . serangga dan lain – lain. tidak rusak dan kotor . Makanan olahan pabrik 1. serangga . . tengik atau bau amis .  Pasteurisasi dan Sterilisasi Pasteurisasi : proses pemanasan susu secara berulang pada suhu 600cc untuk membebaskan susu dari kuman . debu . .Ciri – ciri bahan makanan yang baik : 1. susu masih menempel pada dinding gelas . 3. Mempunyai merek dan label yang jelas nama pabrik pembuatnya . Buah – buahan  Keadaan fisiknya baik .  Isi masih terbungkus kulit dengan baik  Tidak berbau busuk 2. kerbau atau kambing dan susu ini harus steril .Aroma khas susu .  Ciri – ciri susu yang baik .Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak (foam) . Terdaftar di BPOM dengan kode nomor : ML : Makanan luar negeri MD : Makanan dalam negeri 2. bulu .Bebas dari kotoran fisik seperti darah . Sterilisasi : pemanasan susu dengan suhu 1000c atau lebih untuk memusnahkan semua jenis kuman . . tidak bau asam .

Ada 4 cara menyimpan makanan yang sesuai dengan suhunya : .Penyimpanan Dingin/Chilling 40C-100C ( Bahan berprotein yang akan diolah kembali) . Persiapan tempat pengolahan Tempat pengolahan makanan harus memenuhi standard seperti kebersihan ruangan seperti lantai .Penyimpanan sejuk/Cooling 100C-150C ( Buah . sendok. wajan dan lain-lainnya jangan sampai berkarat dan rusak karna akan menjadi sarang kotoran . kuali.Penyimpanan Bahan Makanan Penyimpanan bahan makanan adalah agar makanan tidak kehilangan gizi dan tidak rusak yang semua bahan makanan diawali dengan dibersihkan/dicuci dengan air bersih terlebih dahulu sebelum disimpan dalam ruangan yang bersuhu rendah . Es Cream dan sayuran) . Hal yang harus diperhatikan saat menyimpan makanan : 1. Mangkuk serta perlengkapan lainnya harus . dapur dan tangan yang harus bebas dari penyakit yang menular .Penympanan dingin sekali/Freezing 00C-40C ( Bahan berprotein yang mudah rusak dalam 24 jam ) . dapur dan tangan yang harus bebas dari penyakit yang peralatan masak . seperti pisau. Gelas . menjaga kebersihan peralatan masak . dan lebih baik jika tempat pengolahan makanan tersedia ventilasi agar asap dan udara panas keluar dengan sempurna .. Peralatan Makanan Berupa Piring . Barang – barang harus diatur dan disusun dengan baik agar mudah untuk mengambilnya . Sendok . bebas dari serangga . meja tempat pengolahan . Penyimpanan harus bersih 2. Persiapan alat masak Perlengkapan yang diperlukan dalam proses pengolahan makanan. dengan pengolahan makanan harus memenuhi persyaratan yaitu .Penyimpanan Beku/Frozen < 00 C ( Bahan makanan berprotein yang mudah rusak >24 jam Pengolahan Makanan Proses perubahan dari bentuk mentah menjadi makanan yang siap saji .

makanan harus tetap kering . susu akan menyebabkan makanan tersebut peka dan - memudahkan organisme untuk berkembang. Makanan kering dan bahan makanan basah serta makanan matang dan makanan mentah . serangga . wadah penyimpanan perlu diperhatikan cara pemisahan yang benar dan teliti untuk setiap jenis makanan yang berada di dalam ruangan tempat penyimpanan. Berikut adalah cara – cara agar makanan tahan lama : Dimasak Makanan yang dimasak akan membunuh organisme tetapi tidak dijamin menjadi awet. jauhkan dari Tempat yang lembab . 2. menggunakan topi dan celemek . Wadah Penyimpanan Makanan Wadah penyimpanan baskom. dan suhu tempat makanan juga harus dijaga . Malahan pada pemasakan tidak sempurna. tentu dengan kebersihan seorang penyaji yang harus bersih . Jika kebersihan makanan serta perlengkapannya tetap dijaga sampai pada tahap peyajian makanan . Penyimpanan Makanan Masak Makanan yang akan disimpan harus jauh diletakkan ditempat yang tidak bisa dijangkau tikus .juga dijaga kebersihannya . panci.telur . makanan terlebih dahulu harus . Pengawetan dan Penanganan Makanan Agar Tetap Sehat Agar makanan tetap aman dan sehat . dan dilarang menggunakan kembali peralatan yang dirancang hanya untuk sekali pakai . dalam perjalanan wadah tidak boleh selalu dibuka . Pengangkutan Makanan Makanan siap santap lebih rawan terhadap pencemaran sehingga harus lebih ekstra hati – hati . harus dalam keadaan bersih. wadah yang digunakan harus utuh dan kuat yang ukurannya harus sesuai dengan banyaknya makanan Penyajian Makanan Penyajian makanan yang menarik akan menambahkan nilai yang menarik juga . Pengalengan Sebelum dilakukan pengalengan. pada daging . dan perhatikan juga kebersihan wadah tempat makanan serta suhu tempat penyimpanan makanan .

Ditinjau dari segi kesehatan. antara lain : garam. Pentingnya makanan bagi manusia. Pasteurisasi susu dilakukan dengan pemanasan 63o C selama 30 menit atau pada suhu 72o C selama 15 detik akan membunuh organisme patogen. Sumber energi.- - - - - 3. mengalami pemasakan yang cukup untuk membunuh organisme dan seterusnya dilakukan sterilisasi serta penutupan kaleng. Kantor Sensus dan Statistik DKI Jakarta). Oleh karena itu. Irradiasi Cara irradiasi dilakukan pada makanan dengan jumlah banyak dan diperkirakan mengandung mikroorganisme. Untuk mengawetkan daging/ikan dan sayuran dipakai bahan kimia. Pasteurisasi Cara pasteurisasi merupakan cara yang baik untuk mengawetkan makanan dalam jangka pendek. Pengaruh Makanan Terhadap Kesehatan Masyarakat Diawal tadi sudah dijelaskan bahwa Makanan merupakan salah satu pokok kebutuhan manusia untuk kelangsungan hidupnya. gula. selain dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari Bagi banyak golongan masyarakat 46. Makanan yang mengalami pasteurisasi dan dimasukkan ke dalam kulkas akan relatif lebih awet. Suhu Kulkas (refrigeration) Penyimpanan dalam keadaan beku akan menyebabkan bakteri tidak mampu berkembang biak. Zat makanan didalam tubuh mempunyai fungsi: 1. Penyimpanan dalam keadaan beku tidak menjamin makanan bebas kuman. Kadang-kadang ditambah dengan asam salisilat dan sodium benzoat. Pada dosis yang ditentukan irradiasi tidak dapat mensterilkan daging sehingga daging masih perlu disimpan di dalam kulkas.84% dari anggaran belanja keluarga dikeluarkan untuk makanan (survey sosial ekonomi 1977. . Pengeringan dan dehidrasi Cara sederhana dan murah untuk pengawetan adalah dengan cara pengeringan. Teknik pengeringan dapat secara alami dijemur dibawah sinar matahari dan dengan cara pemanasan memakai alat pengering Cara Pengawetan Pengawetan merupakan cara untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme. kegunaan makanan adalah sebagai sumber zat makanan. makanan merupakan hal yang penting bagi manusia. sodium nitrat dan nitrit. Untuk mengawetkan roti biasanya dipakai asam propionat dan asam sorbik.

pembusukan pada makanan biasanya terjadi karena ada kontaminasi makanan atau terjadi karna enzim dari makanan itu sendiri seperti buah yang terlewat masak akan menjadi busuk . yang tidak . yaitu : 1. yang diemprotkan untuk memberantas hama makanan (tanaman). Toksin yang diproduksi oleh bakteri-bakteri (exo-toxin) yang ada dalam makananmisalnya entero toxin dari Staphylococcus. dan yang secara ilegal atau tanpa diketahui bahayanya dengan sengaja ditambahkan kepada makanan untuk pengawetan. Taenia solium. Zat pembangun. yang dapat mengkontaminasi makanan dan masuk dalam tubuh manusia . Makanan dibagi dalam 3 Golongan . Diphylobotrium latum. sehat dan kuat. Kecukupan makanan diperlukan agar tubuh tidak menjadi sakit baik oleh sebab defisiensi atau sebab dari luar. Shigella dysentriae. 5. 4. 2. Penggunaan tanaman atau bahan lain yang beracun sebagai bahan makanan. 4. Yang dimaksud dengan makanan yang busuk adalah makanan yang sudah mengalami proses sedemikian sehingga tidak lagi dimakan oleh manusia . 3.Trichinella spiralis dan sebagainya. buah-buahan dan sebagainya. Oleh sebab itu makanan yang diperlukan agar badan mempunyai tenaga yang cukup untuk mempertahankan kehidupan. Parasit-parasit seperti Taenia saginata. atau tanpa sengaja seperti insektisida yang dikira gula atau tepung terigu dimasukkan atau dicampurkan kedalam makanan. exo toxin dari Clostridium botulinum. seperti jamur beracun. ikan. 3. Kontaminasi Makanan Kontaminasi merupakan pengotoran atau pencemaran . yang terkena infeksi dan dimakan tanpa memasaknya cukup lama agar larva-larva parasit yang ada di dalam daging mati. tempe bongkrek dan sebagainya. Dari sudut kesehatan lingkungan. babi. Nonperishable food (stable food) yaitu makanan yang stabil.2. pewarnaan atau untuk menipu. Parasit-parasit ini masuk dalam tubuh manusia melalui daging sapi. virus hepatitis dan sebagainya. Dalam kategori ini juga termasuk insektisida atau herbisida yang masih melekat pada sayuran. Mikroorganisme seperti Salmonella typhi. Zat-zat yang membahayakan kesehatan. fever. Zat pengatur. jasmani dapat tumbuh dengan baik. pengaruh makanan terhadap kesehatan yang harus diperhatikan yaitu: 1.

larva menetap dalam jaringan otot manusia. macaroni. kadang-kadang larva sampai ke mata atau otak dan menimbulkan akibat yang gawat. kentang. 2. susu . Menyebabkan anaemia. Contohnya yaitu gula.mudah rusak. Semiperishable food . Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui makanan atau keracunan makanan dapat disebabkan oleh: 1. 2. beberapa jenis sayuran .Taenia saginata 1. Infeksi Penyakit Melalui Makanan Infeksi penyakit melalui makanan (Food Borne Disease) adalah suatu gejala penyakit yang timbul akibat makan bahan makanan yang mengandung mikroorganisme atau toksinnya (termasuk tumbuh-tumbuhan. Food intoxication adalah gejala penyakit yang timbul akibat makan makanan yang mengandung bahan racun . pencegahannya dengan memasak daging babi cukup lama. bahan kimia. misalnya: roti kering dan makanan kering lainnya. makanan beku (0C) 3. Taenia solium (cacing pita babi) 1. tepung dan makanan kaleng. binatang). mie instan. 5. . ikan . b. menyebabkan anaemia dan gejala-gejala syaraf. telur . 2. kentang. yaitu makanan yang tidak stabil dan mudah membusuk . sampai masak betul . Piphyllobotrium latum 1. yaitu makanan yang semi stabil dan tidak mudah rusak . Perishable food . Parasit-parasit a. pencegahannya dengan memasak daging sapi sampai masak betul. buah – buahan . karena tekanan pada jaringan mata atau otak. 3. daging . Food infection ialah gejala penyakit yang timbul karena mikroorganisme masuk dan berkembang biak di dalam tubuh melalui bahan makanan. kecuali jika diperlakukan secara tidak baik. beberapa jenis misalnya: roti kering dan makanan kering lainnya. dan sayuran . Makanan golongan ini tahan terhadap pembusukan dalam waktu yang agak lama. sehinggalarva akan mati . c.

pusing. sakit perut. Infeksi penyakit dengan makanan sebagai media (Food Borne Infection) Disebabkan oleh mikroorganisme yang menginfeksi manusia melalui makanan sebagai media. Batas waktu timbulnya gejala-gejala keracunan makanan adalah antara 2-72 jam. misalnya: zat pewarna. 3. 4. Menimbulkan penyakit Trichinosis. Gejala-gejala keracunan makanan biasanya timbul mendadak dalam waktu 4-12 jam. Penggunaan bahan-bahan yang berbahaya terhadap kesehatan dalam ngolahan makanan. Gejala-gejala akut berupa: muntahmuntah. 3. Penggunaan tanaman atau bahan makanan yang mengandung racun. jamur.2. 4. misalnya: singkong dengan racun HCN. Keracunan makanan (Food Poisoning) Ini disebabkan oleh zat-zat yang sudah ada di dalam makanan pada waktu dimakan. zat untuk pengawetan . Misalnya:  Typhus abdominalis  Paratyphoid  Dysentri amoeba  Dysentria baciler Pencegahannya yaitu: 1. dan jengkol . Menyimpan makanan pada suhu dibawah 60 C atau diatas 600. d. Pencegahannya yaitu memasak sisa-sisa bahan makanan (garbage) 2. dapat berakibat fatal. Pencegahannya dengan memasak ikan sampai masak betul. 5. Pegawai-pegawai tempat makan umum harus tidak berpenyakit dan menjaga kebersihan . sakit kepala dan gastro enteritis. 2. Trichinella spiralis 1. Bila larva jumlahnya sangat banyak. tempe bongkrek dengan racun aflatoksin. bumbu masak/penyedap makanan. melindungi makanan terhadap kontaminasi oleh insekta dan tikus 3. . atau membekukan sampai -100 C. diare. menggigil. setelah makan makanan yang terkontaminasi. Memasak semua makanan sampai masak betul 2.

Zat-zat kimia yang ditambahkan pada makanan Keracunan makanan bisa terjadi karena tanpa disengaja/tanpa diketahui ditambahkan zat-zat beracun pada makanan. 7.6. barium karbonat yang dikira tepung terigu dan sebagainya. dalam segala aktivitas masyarakat. seperti racun tikus. waktu penyemprotan hama atau pemupukan misalnya : urea. Kebiasaan-kebiasaan tradisionil dalam mengelola makanan mesih menduduki posisi yang kuat di masyarakat kita selama belum ada cara pengganti yang berkenan. BAB III PENUTUP Kesimpulan Sanitasi makanan merupakan salah satu bagian yang penting. Pestisida dan pupuk buatan yang masih melekat pada sayur atau buahbuahan. insektisida. mengingat adanya kemungkinan penyakit-penyakit akibat makanan. natrium floride yang dikira bubuk susu. .

tetapi dapat juga terjadi oleh kegiatan enzim yang sudah terdapat dalam makanan itu sendiri secara alami. tanah. Infeksi penyakit melalui makanan (Food Borne Disease) adalah suatu gejala penyakit yang timbul akibat makan bahan makanan yang mengandung mikroorganisme atau toksinnya (termasuk tumbuh-tumbuhan. hewan ternak/piaraan. binatang). pada umumnya akan disertai dengan terjadinya proses pembusukan. binatang pengerat. manusia. .Agar makanan tetap aman dan sehat diperlukan beberapa cara yang meliputi penyimpanan. Sebagai akibat suatu kontaminasi terhadap makanan. Pembusukan tidak selalu oleh adanya kontaminasi. air kotor (sewage). pencegahan kontaminasi dan pembasmian organisme dan toksin. Beberapa faktor yang baik langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap makanan adalah: air. bahan kimia. udara.