You are on page 1of 4

Rangkuman Materi Kepemimpinan

Karateristik kelompok dan Desain Struktur Organisasi
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk
melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam
menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi
untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya.
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi
yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya
fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
– Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan
fasilitasnya.
– Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing,
commanding, controling, dsb.
TEORI KEPEMIMPINAN
Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana
kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang
kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan.
Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
v Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin
itu sendiri. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir
psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan
tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik,
mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan
organisasi, antara lain :
o Kecerdasan
o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
o Sikap Hubungan Kemanusiaan
v Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki
kecendrungan kearah 2 hal.
o Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang
menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan
o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan
kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas,
kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
v Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu
seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun
kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.

Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif. berkomunikasi. Keempat gaya tersebut adalah  Directing Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut  Coaching . Apabila pendekatan dalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomis maupun nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif. v Teori Kelompok Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment. dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan. dimana perbedaan itu didasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi karyawan. Otokratis Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. Diantara beberapa gaya kepemimpinan. Kendali Bebas Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan. ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten. struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.v Teori Kepemimpinan Situasi Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. · · · · Gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri. terdapat pemimpin yang positif dan negatif. berarti dia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri. dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya. Demokrasi Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama. Kekuasaan sangat dominan digunakan. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung – jawab. Partisipasif Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.

nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan. Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :   Enterpreneur : Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi. Peran pertama meliputi :  Peran Figurehead : Sebagai simbol dari organisasi  Leader : Berinteraksi dengan bawahan.Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan. Disturbance Handler : Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun . serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon. Peran pengolah informasi (information processing).  Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri.  Supporting Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkan gaya kepemimpinan situasional ini. Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :    Monitior : Memimpin rapat dengan bawahan. mendukung proses perkembangannya. mengawasi publikasi perusahaan. seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :  Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas. serta sangat tergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada. Disseminator : Menyampaikan informasi. 1996 : 314-315). Spokeman : Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luar organisasinya. atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan. memotivasi dan mengembangkannya  Liaison : Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.  Delegating Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. dan juga kesiapan dari bawahannya.  Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan.

baik bagi dirinya sendiri. . B. kecerdikan. bagi keluarga. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas sari aspek yang pertama yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin. uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan. Negotiator : Melakukan perundingan dan tawar – menawar. tetapi ketika menjadi pimpinan formal. memprogram tugas – tugas bawahan. materi. C. Karakter Kepemimpinan Hati Yang Melayani Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita.  Resources Allocator : Mengawasi alokasi sumber daya manusia. tapi juga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Contoh adalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya. KEPEMIMPINAN DAN KEARIFAN LOKAL Kearifan local yaitu spirit local genius yang disepadankan maknanya dengan pengetahuan.kepandaian. bagi lingkungan pekerjaan. justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI A. keberilmuan. Metode Kepemimpinan Kepala Yang Melayani Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata. KEPEMIMPINAN SEJATI Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan dan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang relative pelik dan rumit. dan mengesahkan setiap keputusan. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. Perilaku Kepemimpinan Tangan Yang Melayani Pemimpin yang melayani bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas. Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. tapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. serta memiliki kemampuan metode kepemimpinan.