You are on page 1of 10

MAKALAH KIMIA PEMISAHAN

“ Destilasi Bertingkat “

DISUSUN OLEH :
Nama

:1. Shinta Lestari

( A1F014011)

2. Liis Panggabean

( A1F014018)

3. Dapot Parulian M ( A1F014021)
4. Wemiy Putri Yuli ( A1F014022)
5. Epo Gita Lestari

( A1F014029)

6. Ririn Trinanda

( A1F013032)

8. Eka Radanti P S

(A1F014040)

7. Rangga Putra

( A1F014045)

Kelompok

: 3 ( Tiga)

Dosen Pengampu

:1. Elvinawati, M.Si
2. Dr. M. Lutfi Firdaus, M.T

Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Bengkulu
2016

3. 6. 1. Apa saja aplikasi distilasi bertingkat dalam kehidupan ? 1.BAB I PENDAHULUAN 1. baik dalam skala labolatorium maupun skala industri. Bagaimana rangkaian alat pada distilasi bertingkat ? 3. Proses atau mekanisme destilasi bertingkat 6. Uap tersebut akan masuk ke dalam pipa pada kondensor (terjadi proses pendinginan) sehingga terjadi tetesan yang turun ke Erlenmeyer yang disebut juga destilat. Destilasi bertingkat atau destilasi fraksinasi merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. 4. Indonesia adalah merupakan Negara penghasil minyak didunia. Apa fungsi alat pada distilasi bertingkat ? 4. Bagaimana prinsip kerja dari distilasi bertingkat ? 5. 5. Destilasi ini bertujuan untuk memisahkan cairan dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil. 1. 2. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari campuran .2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud distilasi bertingkat ? 2. yang paling dahulu menguap merupakan yang bersifat volatil atau mudah menguap.3 Tujuan Mengetahui pengertian destilasi Bertingkat Mengetahui rangkaian alat pada distilasi bertingkat Mengetahui fungsi alat-alat pada distilasi bertingkat Mengetahui prinsip kerja dari distilasi bertingkat skala laboratorium dan skala industri Mengetahui proses atau mekanisme destilasi bertingkat Mengetahui berbagai aplikasi dari distilasi bertingkat dalam kehidupan . Dalam mengelolah minyak mentah atau crude oil menjadi minyak jadi berbagai macam langka telah dilakukan termasuk didalamnya dengan metode pemisahan dengan destilasi Bertingkat. Destilasi merupakan salah satu suatu metode pemisahan campuran yang menggunakan prinsip perbedaan titik didih untuk pemisahannya. Destilasi memiliki prinsip kerja utama dimana terjadi pemanasan dan salah satu komponen campurannya akan menguap setelah mencapai titik didihnya.1 Latar Belakang Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan.

Pada proses destilasi bertingkat digunakan kolom fraksinasi yang dipasang pada labu destilasi. Dengan perkataan lain. Destilasi bertingkat merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. dll. karbon tetra klorida‐toluen. . destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawa‐senyawa dari suatu campuran yang komponen‐komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil.BAB II PEMBAHASAN 2. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton‐metanol.1 Destilasi Bertingkat Distilasi bertingkat atau fraksinasi adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian‐bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang.

mengembun dan turun/menetes sebagai destilat. Sebab dengan adanya penghalang dalam kolom fraksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan sama‐sama menguap atau senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga akhirnya mengembun dan turun sebagai destilat. yang akhirnya jika pemanasan dilanjutkan terus akan mencapai harga titik didihnya. kerena melewati kondensor yang banyak. sedangkan senyawa yang titik didihnya lebih tinggi. jika belum mencapai harga titik didihnya maka senyawa tersebut akan menetes kembali ke dalam labu destilasi. 2.3 Fungsi alat 1. Labu distilasi/flask berfungsi sebagai wadah atau tempat sampel yang akan didestilasi . hanya saja memiliki kondensor yang lebih banyak sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memliki perbedaan titik didih yang bertekanan. Pada proses ini akan didapatkan substan kimia yang lebih murni.2 Rangkaian alat 2. Senyawa tersebut akan menguap. Proses ini digunakan untuk komponen yang memilikil titik didih yang berdekatan.Tujuan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa cair yang titik didihnya hampir sama/tidak begitu berbeda. Pada dasarnya sama dengan destilasi ksederhana.

skala termometer meningkat menunjukkan bahwa komponen B yang kurang mudah menguap juga ikut terbawa. (kondensor). termometer digunakan untuk mengukur suhu fraksi pertama yang kaya dengan komponen yang lebih mudah menguap A.2. Bila perbedaan titik didih A dan B kecil. 9. Statif dan klem berfungsi untuk menyangga bagian-bagian dari peralatan destilasi sehingga tidak jatuh atau goyang. Dengan berjalannya distilasi. . Pemisahan campuran cairan menjadi komponen dicapai dengan distilasi bertingkat. Di puncak kolom. sedangkan destilasi bertingkat perbedaan titik didih <30 derajat Celsius. dimana untuk destilasi sederhana perbedaan titik didih lebih besar dari 30 derajat Celsius. 8. Steel Head berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat pendingin. Wadah penerima harus diubah pada selang waktu tertentu. dan biasanya labu destilasinya sudah dilengkapi dengan leher yang berfungsi sebagai steel head. 3. 6. distilasi bertingkat harus diulangulang untuk mendapatkan pemisahan yang lebih baik. 2. 7. keadaan ini karena pada destilasi bertingkat adanya kolom fraksinasi. 5. Adaptor/pipa penghubung berfungsi untuk menghubungkan antara kondensor dan wadah penampung destilat. Kondensor atau pendingi berfungsi untuk mendinginkan uap destilat yang melewati kondensor sehingga menjadi cair. Batu didih berfungsi untuk mempercepat proses pendidihan sampel dengan menahan tekanan atau menekan gelembung panas pada sampel serta menyebarkan panas yang ada ke seluruh bagian sampel. Pemanas berfungsi untuk memanaskan sampel yang terdapat pada labu alas bulat atau labu destilat. Thermometer berfungsi untuk mengamati suhu dalam proses destilasi sehingga suhu dapat dikontrol sesuai dengan suhu yang diinginkan. perbedaan ada pada perbedaan titik didih antar komponen. Kolom distilasi bertingkat bertujuan untuk memisahkan uap campuran senyawa cair yang titik didihnya sama/tidak begitu berbeda. 4. Kolom distilasi yang panjang dari alat distilasi digunakan di laboratorium memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan.4 Prinsip Kerja Distilasi Bertingkat Secara prinsip destilasi bertingkat sama dengan destilasi sederhana.

Pasang pada labu dasar bulat 250 mL kolom fraksinasi Vigreux atau kolom lain yang sesuai. minyak diesel (solar). minyak tanah. Masukan zat sampel dan batu didih ke dalam labu dasar bulat. Setelah siap panaskan labu dengan melalui penangas sampai campuran mendidih. Atur pemanasan sehingga destilat yang keluar mendekati 2 mL (60 tetes) per menit.2. Hal ini harus dihindari karena hidrokarbon jenuh yang terbentuk akan menurun kualitasnya. dll. etilbenzena. pembangkit listrik.6 Aplikasi dalam kehidupan Distilasi fraksinasi berfungsi untuk memisahkan komponen-komponen cair. xilena. Tutup ujung atas kolom dengan termometer sedemikian rupa sehingga ujung termometer berada 5-10 mm di bawah pipa pengalir pada kolom fraksinasi. 2. (Anonime. propilena. Berikut prosesnya pemisahan dalam minyak : Mula-mula minyak bumi disestilasi di bawah tekanan atmosfer dan kemudian pada kondisi vakum. Hubungkan pipa pengalir pada kolom dengan pendingin (panjangnya 6070 cm) dan pasang seperti untuk melakukan destilasi sederhana. Destilasi pada tekanan atmosfer akan menghasilkan fraksi dengan titik didih sekitar 30° hingga 350°-360°C. dan butadiene. Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi bertingkat adalah pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi.5 Proses Atau Mekanisme Destilasi Bertingkat Susun/set alat destilasi bertingkat. Siapkan 5 labu erlenmeyer yang bersih dan kering untuk menampung destilat. Pada saat menggunakan tekanan atmosfer. etilena. 2014) . Selain itu juga menghasilkan bahan baku sintesis petrokimia seperti benzene. dua atau lebih. dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. yaitu bensin. minyak bumi dipanaskan pada suhu tidak lebih dari 370°C karena suhu yang lebih tinggi akan menyebabkan pemecahan (cracking) atau dekomposisi hidrokarbon. pemanas. Fraksi ini terdiri dari senyawa yang berguna bagi manusia. dan bahan bakar jet (aftur).

IX = fraksi oli. Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85C Peruntukan : Bahan bakar motor. Keterangan : 1 = kolom fraksinasi atmosferik. 6 = penukar panas I = minyak bumi. bahan bakar penerbangan bermesin jet. VII = mazut. 5 = kondenser pendingin. VI = uap air. 3 = kolom fraksinasi atmosferik. bahan bakar industri. Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 . 4 = kolom fraksinasi vakum. Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105C Peruntukan : Bahan bakar motor. 2 = tungku untuk pemanasan minyak bumi dan mazut. bahan bakar penerbangan bermesin piston. Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50C Peruntukan : Gas tabung. bahan bakar rumah tangga. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai berikut : a. IV = bensin berat.Skema Sistem Fraksinasi Minyak Bumi. umpan proses petrokomia c. VIII = dekomposisi gas dan uap air. b. umpan proses petrokomia. V = minyak tanah. X = residu aspal Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. umpan proses petrokimia c. BBG. II = bensin ringan. III = bensin atas.

lilin. aspal. bahan pelapis anti bocor.Trayek didih diatas 300C Peruntukan : Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas). (Pramana. bahan bakar industry d. Minyak Berat Rentang rantai karbon dari C31 sampai C40 Trayek didih dari 130 sampai 300C Peruntukan : Minyak pelumas. ) .Trayek didih : 105 sampai 135C Peruntukan : Bahan bakar motor. Residu Rentang rantai karbon diatas C40. umpan proses petrokimia e.

karbon tetra klorida-toluen. Kolom fraksionasi digunakan untuk memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan. sedangkan komponen yang lebih besar akan kembali kedalam labu destilasi. keadaan ini karena pada destilasi bertingkat adanya kolom fraksinasi. dll. . Secara prinsip destilasi bertingkat sama dengan destilasi sederhana. Semakin ke atas.BAB III PENUTUP 3. Sehingga komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang lebih rendah akan terus menguap dan masuk ke kondensor. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Aplikasi dari distilasi bertingkat digunakan pada industri minyak mentah untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah dan pada skala laboratorium untuk memisahkan campuran aseton-metanol.1 Kesimpulan Destilasi bertingkat atau destilasi fraksinasi merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. dimana untuk destilasi sederhana perbedaan titik didih lebih besar dari 30 derajat Celsius. sedangkan destilasi bertingkat perbedaan titik didih <30 derajat Celsius. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Destilasi ini bertujuan untuk memisahkan cairan dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil. semakin tidak volatif cairannya. Kolom fraksionasi berfungsi agar kontak antara cairan dengan uap terjadi lebih lama. perbedaan ada pada perbedaan titik didih antar komponen.