You are on page 1of 6

LAPORAN KASUS

TINEA PEDIS

Disusun Oleh :
AFRIZAL HAMZAH
11310012
Pembimbing:
Dr. Hj.Mahfuzah. Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RSUD Dr. R.M. DJOELHAM KOTA BINJAI
UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2016

STATUS ORANG SAKIT

I.

IDENTIFIKASI
Nama

: Sandri

Umur

: 54 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

II.

Status

: Menikah

Suku

: Minang

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Pekerja Bangunan

Alamat

: Kuala Gebang

Tgl Masuk

: 02-11-2016

ANAMNESIS
-

Keluhan Utama

: Tampak kulit menebal dan bersisik
kasar terbelah-belah pada daerah
punggung kaki, jari-jari kaki dan

-

Keluhan Tambahan
Riwayat Perjalanan Penyakit

telapak kaki.
::Awalnya muncul bintil berisi cairan
disertai rasa gatal dan panas pada
daerah punggung kaki kemudian
meluas ke daerah jari-jari kaki dan
telapak kaki. Lama kelamaan bintil
berisi

cairan

menjadi
kemudian

tersebut

bercak
lama

berubah
kemerahan

kelamaan

kulit

menebal, bersisik kasar terbelahbelah dan berbau sejak ± 5 bulan
-

Riwayat Pemakaian Obat
Riwayat Penyakit Terdahulu

yang lalu.
::-

III.

Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat Alergi

::-

PEMERIKSAAN / STATUS DERMATOLOGI
A. Lokasi
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

IV.

: Regio dorsum pedis, regio digiti dan regio
pedis.
Distribusi
:Bentuk
:Susunan
:Batas
:Ukuran
:Ruam
: Hiperkeratosis dan skuama
Pemeriksaan Penunjang : Tidak dilakukan

RESUME
Tn. S usia 54 tahun datang ke poli klinik kulit dan kelamin RSUD Dr.

R.M. Djoelham Kota Binjai dengan keluhan tampak kulit menebal dan bersisik
kasar terbelah-belah pada daerah punggung kaki, jari-jari kaki dan telapak kaki.
Awalnya muncul bintil berisi cairan disertai rasa gatal dan panas pada daerah
punggung kaki kemudian meluas ke daerah jari-jari kaki dan telapak kaki. Lama
kelamaan bintil berisi cairan tersebut berubah menjadi bercak kemerahan
kemudian lama kelamaan kulit menebal, bersisik kasar terbelah-belah dan berbau
sejak ± 5 bulan yang lalu.
V.

DIAGNOSIS BANDING
1.
2.
3.
4.

VI.

Tinea pedis
Kandidiasis
Akrodermatitis perstans
‘Pustular-bacterid’

DIAGNOSIS SEMENTARA
Tinea Pedis

VII.

PENATALAKSANAAN
-

Profilaksis sangat penting, mengeringkan kaki dengan baik setiap

-

habis mandi, kaus kaki yang selalu bersih dan bentuk sepatu yang baik.
Griseofulvin 500 mg sehari selama 1-2 bulan.

-

Salep Whitfield I atau II, tolnaftat dan toksiklat berkhasiat baik.
Obar-obat golongan Azol (Ketokonazole 200 mg 1 x sehari, pada pagi
hari setelah makan selama 15 hari) dan Terbinafin memberi hasil yang
baik dan preparat triazol baik dalam bentuk tablet, krim, atau larutan
memberi hasil yang baik.

VIII. PROGNOSIS
Pencegahan dan pengobatan yang adekuat memberikan prognosis yang
baik.

TINEA PEDIS
I.

DEFINISI
Adalah infeksi jamur superfisial pada pergelangan kaki, telapak dan sela-

sela jari kaki.
II.

PENYEBAB DAN EPIDEMIOLOGI
-

-

Penyebab

Umur
Jenis kelamin
Bangsa / ras
Daerah
Musim / iklim

: Epidermophyton, Trichophyton, Microsporum dan
C. Albicans, yang ditularkan secara kontak
langsung atau tidak langsung.
: Semua umur.
: Dapat menyerang pria dan wanita.
: Bangsa yang hidup di daerah tropis.
: Lebih banyak di daerah tropis.
: Iklim panas memperburuk penyakit.

-

III.

Lingkungan

: Panas dan udara lembap, serta sepatu yang sempit
sering mempermudah infeksi.

GEJALA SINGKAT PENYAKIT
Bentuk klinik :
1. Tipe papulo-skuamosa hiperkeratotik kronik :
Jarang didapati vesikel dan pustula, sering pada tumit dan tepi kaki dan
kadang-kadang sampai ke punggung kaki. Eritema dan plak
hiperkeratotik di atas daerah lesi yang mengalami likenifikasi.
Biasanya simetris, jarang dikeluhkan dan kadang-kadang tak begitu
dihiraukan oleh penderita.
2. Tipe intertriginosa kronik :
Manifestasi klinis berupa fisura pada jari-jari, tersering pada sela jari
kaki ke-4 dan 5, basah dan maserasi disertai bau yang tidak enak.
3. Tipe Subakut :
Lesi intertriginosa berupa vesikel atau pustula. Dapat sampai ke
punggung kaki dan tumit dengan eksudat yang jernih, kecuali jika
mengalami infeksi sekunder. Proses subakut dapat diikuti selulitis,
limfangitis, limfadenitis dan erisipelas.
4. Tipe akut :
Gambaran lesi akut, eritema, edema, berbau. Lebih sering menyerang
pria. Kondisi hiperhidrosis dan maserasi pada kaki, stasis vaskular, dan
bentuk sepatu yang kurang baik terutama merupakan predisposisi
untuk mengalami infeksi.

IV.

PEMERIKSAAN KULIT
- Lokalisasi
-

: Interdigitalis, antara jari-jari ke-3, 4 dan 5;
serta telapak kaki.
Efloresensi / sifat-sifatnya:- Fisura pada sisi kaki, beberapa milimeter
sampai 0,5 cm.
- Sisik halus putih kecoklatan.
- Vesikula miliar dan dalam.
- Vesikopustula miliar sampai lentikular
pada telapak kaki dan sela jari.
- Hiperkeratotik biasanya pada telapak kaki.

C
V.

GAMBARAN HISTOPATOLOGI

Keadaan akut, pada epidermis tampak migrasi leukosit, edema intraselular,
spongiosis dan parakeratosis. Jika terdapat vesikel intraepidermal,biasanya
superfisial, multinukleus, mengandung serum, fibrin dan neutrofil. Pada lesi yang
aktif tampak akantosis, dan pada dermis terlihat infiltrasi sel radang akut, filamen
dan spora.

VI.

PEMERIKSAAN PEMBANTU / LABORATORIUM
1. Kerokan kulit + KOH 10% : hifa positif.
2. Biakan agar Sabouraund : tumbuh koloni-koloni jamur.
3. Sinar wood : fluoresensi positif.

VII.

DIAGNOSIS BANDING
5. Kandidiasis

: Biasanya terdapat skuama yang berwarna
putih pada sela jari ke-4 dan 5, dan ada lesi-

lesi satelit.
6. Akrodermatitis perstans : Terlihat radang, vesikel-vesikel yang
dalam, steril, dan dapat dibedakan dengan
7. ‘Pustular-bacterid’

pemeriksaan histopatologi.
: secara klinis susah dibedakan, tapi dengan
biakan dapat ditemukan agen penyebab.

VIII. PENATALAKSANAAN
- Profilaksis sangat penting, mengeringkan kaki dengan baik setiap
-

habis mandi, kaus kaki yang selalu bersih dan bentuk sepatu yang baik.
Griseofulvin 500 mg sehari selama 1-2 bulan.
Salep Whitfield I atau II, tolnaftat dan toksiklat berkhasiat baik.
Obar-obat golongan Azol (Ketokonazole 200 mg 1 x sehari, pada pagi
hari setelah makan selama 15 hari) dan Terbinafin memberi hasil yang
baik dan preparat triazol baik dalam bentuk tablet, krim, atau larutan
memberi hasil yang baik.

IX.
baik.

PROGNOSIS
Pencegahan dan pengobatan yang adekuat memberikan prognosis yang