You are on page 1of 6

Ghina Fauziyah

240210130054
TRANSFORMASI DATA
Transformasi data adalah merubah skala data kedalam bentuk lain
sehingga data memiliki distribusi yang diharapkan. Setiap data dilakukan operasi
matematika yang sama pada data aslinya. Berarti kita merubah semua data untuk
menjaga perbedaan antar data relatif tetap. Jika data kita memiliki lebih dari satu
variabel, maka kita mentransformasikan semua variabel agar hubungan antar data
tidak berubah.
Tujuan: untuk mengubah skala pengukuran data asli menjadi bentuk lain sehingga
data

dapat

memenuhi

asumsi-asumsi

yang

mendasari

analisis

ragam.

Jenis Transformasi Data

Transformasi akar
Transformasi jenis ini disebut juga dengan istilah transformasi akar

kuadrat (square root). Transformasi akar digunakan apabila data anda tidak
memenuhi asumsi kehomogenen ragam. Dengan kata lain transformasi akar
berfungsi untuk membuat ragam menjadi homogen.
Kalau X adalah data asli anda, maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi
anda. Jadi X = X’.
Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 0 – 10, maka
anda gunakan transfromasi akar X + 0,5. Dan apabila nilai ragam data anda lebih
kecil gunakan transformasi akar X + 1.
Transformasi akar ini dapat juga anda gunakan untuk data persentase
apabila nilainya antara 0 – 30%. Jika kebanyakan nilainya adalah kecil, khususnya
jika ada nilai 0, maka gunakan transformasi akar X + 0,5 daripada akar X. Rumus
Excel Transformasi Akar adalah: =SQRT(Data Asli + 0,5). Apabila data asli ada di
Cell A4 maka rumusnya =SQRT(A4 + 0,5).
Cara Compute Transformasi Akar Pada SPSS adalah: Klik Menu,
Transform, Compute Variabel, Pada Target Variabel Beri Nama Misal "Transform"
dan Pada Kotak Numeric Expression isi dengan: SQRT(Variabel Asli + 0,5).
Apabila Variabel Asli memiliki nama (name) "Var1" maka: SQRT(Var1 + 0,5).

581.407 menjadi 17. Cara Compute Transformasi Logaritma Pada SPSS adalah: Klik Menu.5 = 1. Jadi X’ = log (10X).12 setelah di taransformasikan X’ akan menjadi X’ = log (10 x 0. Misalnya untuk data perlakuan A kelompok I.407. Perhatikan ternyata setelah data memenuhi asumsi analisis ragam.Ghina Fauziyah 240210130054 Contoh penggunaan transformasi akar ini dengan menggunakan data hasil pengamatan dari percobaan pengobatan Bakteri Salmonella dengan 4 Jenis Antibiotik. maka hasil transformasinya adalah akar 2 + 0. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam penggunaan transformasi logaritma ini yaitu : a) Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai kurang dari 10 atau nilai mendekati nol. Compute Variabel. c) Apabila data anda banyak mendekati nol (misalnya bilangan desimal). Misalnya X = 0. maka anda gunakan transfromasi log X + 1.5 = 3. maka semua data dikalikan 10 sebelum dijadikan ke logaritma. maka sebaiknya gunakan transformasi yang lain. . manakah nilai p value atau signifikansi yang akan dipakai? Tentu saja anda harus menggunakan hasil pada data transformasi karena hasil itulah yang memberikan keadaan sesungguhnya dari percobaan anda. Transformasi Logaritma digunakan apabila data anda tidak memenuhi asumsi pengaruh aditif. X = 2. Apabila Variabel Asli memiliki nama (name) "Var1" maka: Lg10(Var1). Dari 2 hasil analisis di atas. maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi anda dimana X’ = Log X. Rumus Excel Transformasi Logaritma adalah: =Log(Data Asli). Hasil pengujian terhadap data asli di atas menunjukkan nilai F Hitung 19.079.  Transformasi Logaritma Beberapa buku ada yang menyebutnya dengan transformasi Log X.5. terdapat perubahan nilai F hitung dari 19. Kalau X adalah data asli anda. misalnya transformasi akar.12) = 0.654. Jadi X = X’. Kemudian lakukan transformasi akar dengan rumus akar X + 0. Apabila data asli ada di Cell A4 maka rumusnya =Log(A4). Pada Target Variabel Beri Nama Misal "Transform" dan Pada Kotak Numeric Expression isi dengan: Lg10(Variabel Asli). Transform. Hasil pengujian terhadap data transformasi di atas menunjukkan nilai F Hitung 17. b) Apabila data anda banyak mengandung nilai nol.654. Hal ini karena sebaran data tersebut kurang dari 10.

Jadi X = X’.106.  Transformasi Arcsin Transformasi ini disebut juga dengan transformasi Angular. manakah nilai p value atau signifikansi yang akan dipakai? Tentu saja anda harus menggunakan hasil pada data transformasi karena hasil itulah yang memberikan keadaan sesungguhnya dari percobaan anda.100%. tidak memerlukan transformasi.70%. Bentuk transformasi arcsin ini biasa disebut juga transformasi kebalikan sinus atau transformasi arcus sinus. Rumus Excel Transformasi Arcsin adalah: =ASIN(SQRT(Data Asli/100))*180/PI().106. Misalnya untuk data perlakuan Ha NPV-Asb kelompok I.844. Dari 2 hasil analisis di atas. maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi anda dimana X’ = Arcsin X. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam penggunaan transformasi arcsin ini yaitu : a) Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 30% . maka lakukan transformasi arcsin. Umumnya data yang demikian mempunyai sebaran binomial. Namun. b) Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 0% . maka gunakan transformasi arcsin akar (% + 0.301. Kalau X adalah data asli anda. Kemudian lakukan transformasi logaritma dengan rumus Log X. Transformasi Arcsin digunakan apabila data anda dinyatakan dalam bentuk persentase atau proporsi.30% dan 70% . X = 20. Hasil pengujian terhadap data asli di atas menunjukkan nilai F Hitung 27.Ghina Fauziyah 240210130054 Contoh penggunaan transformasi akar ini dengan menggunakan data hasil pengamatan dari percobaan pengobatan Bakteri Clostridium dengan 5 Jenis Antibiotik.844 menjadi 40. data dalam bentuk persentase tidak mesti harus menggunakan transformasi arcsin. c) Apabila data anda banyak yang bernilai nol.5). Apabila data asli ada di Cell A4 maka rumusnya . maka hasil transformasinya adalah Log 20 = 1. terdapat peningkatan nilai F hitung dari 27. Dan selanjutnya hingga data pada perlakuan Kontrol kelompok IV.Perhatikan ternyata setelah data memenuhi asumsi analisis ragam. Hasil pengujian terhadap data transformasi di atas menunjukkan nilai F Hitung 40.

537. Juga boleh menggunakan rumus: =ASIN(SQRT(A4/100))*180/(22/7). maka hasil transformasinya adalah arcsin √0.714 Apabila data anda ada nilai 0. Logaritma dan Arcsin adalah yang paling sering digunakan. Compute Variabel.Ghina Fauziyah 240210130054 =ASIN(SQRT(A4/100))*180/PI(). Misalnya untuk data perlakuan A kelompok I. Dan selanjutnya hingga data pada perlakuan El kelompok IV. Contoh penggunaan transformasi akar ini dengan menggunakan data hasil pengamatan dari percobaan pengobatan Bakteri Shigella dengan 5 Jenis Antibiotik. Perhatikan ternyata setelah data memenuhi asumsi analisis ragam. Cara Compute Transformasi Arcsin Pada SPSS adalah: Klik Menu.04. Dari 2 hasil analisis di atas. maka data ditransformasi ke arcsin √ %. misal: =1/(Var+1) . Hasil pengujian terhadap data asli di atas menunjukkan F Hitung: 39.4 = -0. Dalam excel rumusnya: =1/Var.4 maka nilai transformasi: 1/-1.29%. Karena data menyebar antara 4% . Misal Nilai asli -1. X = 4% atau 0. maka tambahkan dengan konstanta. manakah nilai p value atau signifikansi yang akan dipakai? Tentu saja anda harus menggunakan hasil pada data transformasi karena hasil itulah yang memberikan keadaan sesungguhnya dari percobaan anda. terdapat peningkatan nilai F hitung dari 35. Tetapi masih ada alternatif transformasi yang lain. Hasil pengujian terhadap data transformasi di atas menunjukkan nilai F Hitung: 59.04 = 11. Pada Target Variabel Beri Nama Misal "Transform" dan Pada Kotak Numeric Expression isi dengan: =ASIN(SQRT(Variabel Asli))*180/(22/7) Apabila Variabel Asli memiliki nama (name) "Var1" maka: =ASIN(SQRT(Var1))*180/(22/7).245 menjadi 59.245.355. Transform. yaitu dengan rumus: 1/Variabel. Ketiga Transformasi di atas: Square Root. yaitu:  Transformasi Inverse Transformasi ini dilakukan dengan membalik nilai asli.355.

Dalam excel rumusnya: =1/(Var^2) atau =1/(Power(Var.3^3=0.4 maka nilai transformasi: 1/(-1. Dalam Excel rumusnya: =Var^3 atau =Power(Var.3) .  Transformasi Inverse Square Transformasi ini dilakukan dengan membalik nilai kuadrat.4^2) = 0.4)=0. misal: =1/ (Var^2+1)  Transformasi Cubic Transformasi cubic adalah mengoperasikan pangkat tiga nilai asli. misal: =1/Sqrt(Var+1).2)) Misal Nilai asli -1.Ghina Fauziyah 240210130054  Transformasi Inverse Square Transformasi ini dilakukan dengan membalik nilai kuadrat. Misal Nilai asli -0.3^3= -0.3 maka nilai transformasi: -0. sebaiknya pilih jenis transformasi yang lain.027.2)) Misal Nilai asli -1. maka tambahkan dengan konstanta.3 maka nilai transformasi adalah 0.510 Apabila data anda ada nilai 0. Apabila data anda terdapat nilai 0. maka tambahkan dengan konstanta.4 maka nilai transformasi: 1/(-1. Apabila data anda ada nilai 0.4^2) = 0.510.845. yaitu dengan rumus: 1/Sqrt(Variabel). Dalam Excel rumusnya: =1/Sqrt(Var) Misal: nilai asli 1. Tetapi jika anda tetap ingin menggunakan transformasi ini. Misal: nilai asli 0.4 maka nilai transformasi adalah 1/Sqrt(1. anda dapat melakukan reverse score lebih dahulu.027. Dalam excel rumusnya: =1/(Var^2) atau =1/(Power(Var. Apabila data anda terdapat nilai negatif. yaitu dengan rumus: 1/Square(Variabel). misal: =1/(Var^2+1)  Transformasi Inverse Square Root Transformasi inverse square root adalah membalik akar kuadrat nilai asli. yaitu dengan rumus: 1/Square(Variabel). maka tambahkan dengan konstanta.

misal: =1/ (Var^3+1).Ghina Fauziyah 240210130054  Transformasi Inverse Cubic Transformasi ini dilakukan dengan membalik nilai pangkat tiga. maka tambahkan dengan konstanta.5 -2 + 2 = 2.5 dan data asli 2. maka rumusnya: =Max(A$1:A$20) A1 atau =Max(A$1:A$20) .5. Aturan transformasi dalam bentuk persen? data sampai 0-10 bagaimana? .3 maka nilai transformasi: 1/(-0.A1 + 1. maka tambahkan dengan konstanta. Maka nilai transformasi: 2.5-1 = 1. Dalam Excel. sedangkan data asli adalah 1. Apabila anda ingin menghindari nilai 0 oleh karena anda ingin melanjutkan dengan transformasi logaritma. maka nilai asli: 2.3)) Misal Nilai asli -0. yaitu dengan rumus: 1/Cubic(Variabel).5.5 -2 + 1 = 1. misal nilai maksimal variabel 2. Dalam excel rumusnya: =1/(Var^3) atau =1/ (Power(Var.5 atau 2. misal variabel yang akan ditransformasi berada dalam Array cell A1:A20 dan data asli berada pada cell A1.5.3^3) = -37.  Transformasi Reverse Score Transformasi ini dilakukan apabila dalam data anda terdapat nilai negatif dan anda ingin menggunakan transformasi berikutnya seperti transformasi inverse square root atau transformasi logaritma. Cara melakukan transformasi ini adalah dengan mengurangi nilai terbesar atau maksimal dalam variabel dengan data asli.037 Apabila data anda ada nilai 0. nilai tertinggi adalah 2. Misal pada variabel A.