You are on page 1of 12

PROSEDUR SELEKSI OBAT YANG HARUS DIWASPADAI

Nomor Dokumen :

Nomor Revisi :

Halaman :

Jl. Dr. Setiabudi
No. 8 Pegagan Palimanan Kab.
Cirebon
Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh :
Direktur RSIA Khalishah PALIMANAN

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dr. Jenny Hendrajani K.
Menyeleksi obat-obat yang memiliki resiko lebih tinggi yg dapat
PENGERTIAN

menimbulkan

adanya

komplikasi/membahayakan

pasien

secara

signifikan jika terdapat kesalahan penggunaan di RSIA Khalishah.
Untuk memilih obat-obat yang memiliki resiko tinggi dalam pemakaian
TUJUAN

pengobatan di RSIA Khalishah menurut resiko yg dimiliki, LASA,
NORUM, oleh Panitia Farmasi dan Terapi serta Komite Medik.
Keputusan Direktur NO: 004/AK.4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan

KEBIJAKAN

Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah
Palimanan.
Panitia Farmasi dan Terapi serta Komite Medik membuat kesepakatan

PROSEDUR

tentang macam obat high alert yg dipakai di RSIA Khalishah yg disetujui

UNIT TERKAIT

oleh direktur RSIA Khalishah.
Petugas Instalasi Farmasi dan Terapi serta Komite Medik.

PROSEDUR PENGADAAN OBAT YANG HARUS DIWASPADAI

4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan KEBIJAKAN Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah Palimanan. Proses pengadaan terdiri dari perkiraan kebutuhan. fax atau secara langsung melalui sales PBF. mendukung/meningkatkan penggunaan perbekalan farmasi yang efektif dan efisien. Pengadaan dilakukan secara optimal sehingga perbekalan farmasi dapat digunakan secara efektif dan efisien. 2. PROSEDUR 3. tanggung jawab dan sumber yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Keputusan Direktur NO: 004/AK. mencegah terjadinya kekosongan/kekurangan barang farmasi. Pemesanan obat menggunakan Surat Pesanan (SP) rangkap 2. . 8 Pegagan Palimanan Kab. Pemesanan dilakukan via telepon. Untuk menyusun kebutuhan perbekalan farmasi yang tepat sesuai TUJUAN kebutuhan. Dr. SP ditandatangani oleh Apoteker dan diberi stempel Instalasi Farmasi. Pemesanan obat dilakukan pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang resmi. Petugas Instalasi Farmasi dan Pedagang Besar Farmasi (PBF). UNIT TERKAIT 4. Melakukan pengadaan dengan merencanakan jumlah obat high alert yang akan dipesan berdasarkan metode konsumtif. Cirebon Suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat yang berkaitan dengan suatu pedoman atas dasar konsep kegiatan yang sistematis dengan urutan yang logis dalam mencapai sasaran atau PENGERTIAN tujuan yang telah ditetapkan. Setiabudi No. 5. menetapkan sasaran danmenentukan strategi. 1. lembar yang asli diberikan kepada sales sedang salinannya disimpan sebagai arsip.Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman : Jl.

PROSEDUR PENYIMPANAN OBAT YANG HARUS DIWASPADAI .

Menuliskan jumlah obat pada masing-masing kartu stok a. Jumlah masuk. Periksa apakah obat tersebut look alike atau sound alike 2. 1. Menyusun obat-obat high alert menggunakan sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out) Obat LASA 1. Cirebon PENGERTIAN TUJUAN Adalah suatu kegiatan menyimpan obat-obat high alert di farmasi dan unit-unit terkait.4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan KEBIJAKAN Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah PROSEDUR Palimanan. 5. sisa c. 8 Pegagan Palimanan Kab. Tempel stiker high alert pada setiap kemasan obat (kecuali insulin untuk rawat jalan) 3. Setiabudi No. 2. Tanggal b. Pisahkan dan diberi jarak (dengan wadah obat lain) dengan obat . Memasukkan obat-obat high alert ke dalam lemari penyimpanan yang telah diberi tanda merah. Menjamin pengawasan terhadap obat-obat high alert di RSIA Khalishah. Simpan pada wadah yang sudah diberi stiker lasa untuk yang look alike. 3. Dr. Sebagai acuan dalam penerapan penyimpanan obat high alert. Memisahkan obat-obat high alert sesuai dengan Daftar Obat-obat High Alert (terlampir). Menjaga mutu dan kualitas obat-obat high alert di RSIA Khalishah. Obat High Alert 1.Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman : Jl. Keputusan Direktur NO: 004/AK. paraf 4. 2. 3.

Simpan pada wadah yang sudah diberi stiker lasa dan penulisan tallman letter untuk obat yang sound alike.yang look alike-nya. 4. 5. Catat jumlah pemasukan pada kartu stock dan tanggal kadaluarsa PROSEDUR PEMESANAN/PERESEPAN OBAT YANG PERLU DIWASPADAI .

4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan KEBIJAKAN Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah PROSEDUR Palimanan. 8 Pegagan Palimanan Kab. interaksi obat dan reaksi alergi. 4.Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman : Jl. Semua pemakaian obat high alert untuk pasien baik rawat jalan maupun rawat inap harus menggunakan resep dokter. Cirebon Tanggal Terbit STANDAR Ditetapkan Oleh : Direktur RSIA Khalishah PALIMANAN PROSEDUR OPERASIONAL Dr. Penyelarasan obat adalah membandingkan antara daftar obat yang sedang digunakan pasien dan obat yang akan diresepkan agar tidak terjadi duplikasi atau terhentinya terapi suatu obat (omission). Setiap obat high alert yang diresepkan harus sesuai dengan yang tercantum dalam rekam medis. Resep yang tidak memenuhi kelengkapan yang ditetapkan. Dr. Setiabudi No. tidak akan dilayani oleh Instalasi Farmasi. Penulisan resep harus melakukan penyelarasan obat (medication reconciliation) sebelum menulis resep. Jenny Hendrajani K. 6. 3. Pengaturan penulisan resep obat high alert oleh dokter dengan PENGERTIAN memverifikasi ulang kesesuaiandiagnosa dengan jenis dan jumlah obat high alert yang akan diresepkan untuk mencegah terjadinya medication TUJUAN error dan terwujudnya penggunaan obat secara rasional. Penulis resep harus memperhatikan kemungkinan adanya kontra indikasi. 2. 1. Kelanjutan terapi obat hugh alert yang sempat dihentikan karena operasi atau sebab lain harus dituliskan kembali dalam bentuk resep . 5. Keputusan Direktur NO: 004/AK. Mencegah terjadinya medication error.

9. 2. Tulisan harus jelas dan dapat dibaca. 3.4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan KEBIJAKAN Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah PROSEDUR Palimanan. Ruangan atau bangsal pasien dirawat (tempat dimana resep berasal). Setiap lembar resep harus memuat identitas : pasien meliputi Nama. 8.atau informasi pengobatan baru. Umur. Dr. Menjamin keamanan dan efisiensi penggunaan obat dalam rangka meningkatkan penggunaan obat yang rasional. penulis resep harus menuliskan berat UNIT TERKAIT 1. Setiabudi No. Keputusan Direktur NO: 004/AK. 5. 1. Dokter pembuat resep. 4. Dokter IGD (Instalasi Gawat Darurat) Instalasi Rawat jalan Instalasi Rawat inap Kamar Operasi PROSEDUR PENCATATAN (TRANSCRIBE) OBAT YANG PERLU Nomor Dokumen : DIWASPADAI Nomor Revisi : Halaman : Jl. Obat high alert yang tersedia dalam lemari penyimpanan bertanda . Nomor Rekam Medis. 8 Pegagan Palimanan Kab. Cirebon PENGERTIAN TUJUAN Merupakan rangkaian kegiatan dalam pencatatan data pasien mengenai penggunaan obat-obat high alert di RS. Jika pasien masih tergolong balita. 7. badannya. Menggunakan istilah singkatan yang lazim sehingga tidak disalahartikan.

Cirebon Tanggal Terbit STANDAR Ditetapkan Oleh : Direktur RSIA Khalishah PALIMANAN PROSEDUR OPERASIONAL Dr. Dr. Paraf petugas yang mengambil d. PENGERTIAN . Jenny Hendrajani K. 1. Petugas Instalasi Farmasi 3. Tanggal pengambilan b.khusus sebagai persediaan stok buku (dalam jumlah terbatas). Jumlah yang diambil c. 8 Pegagan Palimanan Kab. Jumlah sisa stok akhir obat 2. Setiabudi No. dilakukan pencatatan pada stok obat secara benar dan lengkap pada kolom isian kartu stok : a. Dokter UNIT TERKAIT 2. Mencatat obat-obat high alert yang digunakan pada rekam medik pasien. Keperawatan PROSEDUR PENDISTRIBUSIAN OBAT YANG PERLU Nomor Dokumen : DIWASPADAI Nomor Revisi : Halaman : Jl.

Cirebon UNIT TERKAIT . Setiabudi No. PROSEDUR UNIT TERKAIT PROSEDUR PERSIAPAN OBAT YANG PERLU DIWASPADAI Nomor Dokumen : Jl.TUJUAN Keputusan Direktur NO: 004/AK. 8 Pegagan Palimanan Kab.4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan KEBIJAKAN Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah Palimanan. Dr.

2.4/DIR/V/2016 tentang Kebijakan Sasaran Keselamatan Pasien di RSIA Khalishah Palimanan. Cirebon Tanggal Terbit STANDAR PROSEDUR Ditetapkan Oleh : Direktur RSIA Khalishah PALIMANAN 02 Mei 2016 OPERASIONAL PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR Dr. Menjaga keamanan dan keselamatan pasien.PROSEDUR PENYIMPANAN OBAT YANG PERLU DIWASPADAI Jl. Terpantaunya obat-obatan yang perlu diwaspadai. 1. 8 Pegagan - Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman : SKP. Jenny Hendrajani K. penempatan dan cara penyimpanan obat yang perlu diwaspadai. Obat LASA 6. karyawan serta semua orang yang berada di lingkungan rumah sakit. Membatasi akses dan mencegah kesalahan pemberian yang tidak disengaja atau kurang hati-hati.V. Simpan pada wadah yang sudah diberi stiker lasa untuk yang look .08. Suatu tata cara mengidentifikasi jenis obat. Keputusan Direktur NO: 004/AK.2016 00 1/2 Palimanan Kab. Dr. 3. Periksa apakah obat tersebut look alike atau sound alike 7. Setiabudi No.

8. Setiabudi No. 4. PROSEDUR PENYIMPANAN OBAT YANG PERLU DIWASPADAI Jl.V. Catat jumlah pemasukan pada kartu stock dan tanggal kadaluarsa. Pisahkan dan diberi jarak (dengan wadah obat lain) dengan obat yang look alike-nya.2016 00 I 2/2 Palimanan Kab. kadaluarsanya. 9.alike. Obat High Alert PROSEDUR 1. Masukkan dalam wadah yang telah ditempeli stiker High Alert 3. 5. . 8 Pegagan - Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Terbit Ke : Halaman : SKP. Simpan pada wadah yang sudah diberi stiker lasa dan penulisan tallman letter untuk obat yang sound alike. Cirebon 5. 3. Dr. 2. Stok ruangan IGD Stok ruangan bedah Stok ruangan ICU. Catat jumlah pemasukan pada kartu stock dan tanggal UNIT TERKAIT 1. Tempel stiker High Alert pada setiap kemasan obat (kecuali insulin untuk rawat jalan).08. 2. Instalasi Farmasi Stok ruangan rawat inap.

Kondisi fisik obat 3. Kondisi label/etiket 2.VERIFIKASI OBAT HIGH ALERT/LASA Yang Menyiapkan : Verifikasi Benar Pasien Benar Obat 1. Benar Dosis Benar waktu dan cara pemberian Yang Memeriksa : Ceklis .