You are on page 1of 5

Keperawatan Sebagai Profesi

DEFINISI PROFESI

Florence Nightingale (1895)


Keperawatan adalah menempatkan pasien dalam kondisi paling baik bagi alam dan isinya
untuk bertindak. Sumber yang lain menyebutkan keperawatan menurut Florence
Nightingale adalah tindakan pemanfaatan lingkungan pasien untuk membantunya pulih
(Nightingale, 1860)

Marta Roger (1970)


Keperawatan adalah pengetahuan yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan terhadap
pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, perawatan dan
rehabilitasi penderita sakit serta penyandang cacat.

King (1971)
Keperawatan ialah proses aksi dan interaksi, untuk membantu individu dari berbagai
kelompok umur dalam memenuhi kebutuhannya dan menangani status kesehatan mereka
pada saat tertentu dalam suatu siklus kehidupan

Calista Roy (1976)


Keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan
yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.

Dorothea Orem (1976)


Perawatan ialah pelayanan yang bersifat manusiawi yang berfokus pada pemenuhan
kebutuhan manusia untuk merawat diri, kesembuhan dari penyakit atau cedera, dan
penanggulangan komplikasinya sehingga dapat menunjang kehidupan.

V. Henderson (1978)
Perawatan adalah upaya membantu individu baik yang sehat maupun yang sakit untuk
menggunakan kekuatan, keinginan dan pengetahuan yang dimilikinya sehingga individu
tersebut mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari, sembuh dari penyakit, atau
meninggal dunia dengan tenang. Tenaga perawat berperan menolong individu agar tidak
menggantungkan diri pada bantuan orang lain dalam waktu secepat mungkin.

Lokakarya Nasional (1983)


Keperawatan adalah pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, meliputi aspek biologi,
psikologi, sosial dan spiritual yang bersifat komprehensif, ditujukan kepada individu,
keluarga dan masyarakat yang sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia untuk
mencapai derajat kesehatan optimal.

Prinsip asuhan/pelayanan keperawatan yang profesional:


Berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan

Ilmu keperawatan: sintesa dari ilmu keperawatan dasar, ilmu keperawatan klinik, ilmu
biomedik, ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu sosial.

Kiat Keperawatan (Nursing Arts) lebih difokuskan pada kemampuan perawat untuk
memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan sentuhan seni
(menggunakan kiat-kiat tertentu) dalam upaya memberikan kepuasan dan kenyamanan
pada klien.

Bersifat komprehensif

Pelayanan keperawatan bersifat komprehensif jika asuhan keperawatan yang diberikan


bersifat menyeluruh meliputi aspek biologi, psikologi, sosial dan spiritual.

Ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat sehat maupun sakit.

Asuhan keperawatan diberikan kepada individu pada institusi pelayanan kesehatan


seperti puskesmas, poliklinik, klinik keperawatan mandiri dan rumah sakit.

Merupakan bagian integral pelayanan kesehatan.

Pelayanan kesehatan meliputi pelayanan medis (kedokteran), pelayanan keperawatan dan


pelayanan penunjang kesehatan (gizi, farmasi, laboratorium, dsb). Pelayanan
keperawatan merupakan subsistem dari pelayanan kesehatan dan tidak dapat dipisahkan
dari pelayanan kesehatan.

Mencakup siklus hidup manusia

Asuhan keperawatan dapat diberikan pada klien sejak dalam kandungan sampai sakaratul
maut. Atas dasar ini dikenal spesialisasi pelayanan keperawatan.

Kesimpulan:
keperawatan adalah upaya pemberian pelayanan/asuhan yang bersifat humanistik dan
profesional, holistic berdasarkan ilmu dan kiat, memiliki standar asuhan dan
menggunakan kode etik, serta dilandasi oleh profesionalisme yang mandiri dan/atau
kolaborasi.

HAKEKAT KEPERAWATAN

Sebagai ilmu dan seni

Sebagai profesi yang berorientasi kepada pelayanan

Mempunyai tiga sasaran dalam pelayanan keperawatan (individu, keluarga dan


masyarakat)

Pelayanan keperawatan mencakup seluruh rentang pelayanan kesehatan

PROFESI
Profesi berasal dari bahasa latin yakni Proffesio yang mempunyai dua arti yaitu janji/ikrar dan
pekerjaan.

Wilensky (1964)
Profesi berasal dari kata proffesion yang berarti suatu pekerjaan yang membutuhkan
dukungan badan ilmu (body of knowledge) sebagai dasar untuk pengembangan teori yang
sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan
pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan
(altruism).

Schein EH (1962)
Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set tertentu
dan berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.

Hughes EC (1963)
Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik
dibanding orang lain (klien).

Abraham Flexner (1915)


o Suatu pekerjaan dapat dikatakan suatu profesi apabila memenuhi syarat seperti:
o Adanya aktivitas intelektual
o Pekerjaan berdasarkan ilmu dan belajar untuk tujuan praktek dan pelayanan
o Dapat diajarkan
o Terorganisir secara internal serta altruistic (untuk kepentingan masyarakat)

Greenwood E (1957)
Ciri suatu pekerjaan sebagai profesi adalah :

Adanya teori yang sistematik

Otoritas

Wibawa (martabat)

Kode Etik

Budaya profesional

Hall (1968)
Profesi adalah suatu pekerjaan yang harus melalui 4 tahapan diantaranya:
o

Telah memperoleh badan pengetahuan dari institusi pendidikan tinggi

Menjadi pekerjaan utama

Adanya organisasi profesi

Terdapat Kode Etik

Miller (1985)
Ciri suatu profesi adalah:
o Adanya badan pengetahuan yang diperoleh di Universitas
o Orientasi pada ilmu pengetahuan, kompetensi dengan landasan teoritik yang jelas

Shortridge (1985)
Ciri profesi yang utama:
o

Adanya Kode Etik (sebagai dasar dalam pelaksanaan standar tanggungjawab


tugas

Berorientasi pada pelayanan dan berdasarkan ilmu pengetahuan

Mempunyai otonomi dalam kewenangan dan tanggungjawab dalam bidang


keprofesian

Ciri ciri profesi menurut H. Zaidin Ali (2001):


o Didukung oleh badan ilmu yang sesuai dengan bidangnya (antologi), jelas
wilayah kerja keilmuannya (epistemologi), dan aplikasinya (axiology).

o Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana, terus


menerus, dan bertahap.
o Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui
perundang undangan.
o Peraturan dan ketentuan yang mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar
pendidikan dan pelatihan, standar pelayanan, kode etik) serta pengawasan
terhadap pelaksanaan peraturan peraturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga
profesi (Winsley, 1964)

Moore dan Rosenblum (1970)


Kriteria pekerjaan sebagai profesi adalah apabila dasar pekerjaan itu:
o Memiliki teori yang sistematik

Mempunyai otoritas, wibawa dan prestige

Mempunyai Kode etik, budaya professional

Menjadi sumber utama dalam penghasilan

H. Zaidin Ali (2001)


Kriteria profesi:
o Memberi pelayanan untuk kesejahteraan manusia
o Mempunyai pengetahuan dan keterampilan khusus dan dikembangkan secara
terus menerus.
o Memiliki ketelitian, kemampuan intelektual, dan rasa tanggungjawab.
o Lulus dari pendidikan tinggi.
o Mandiri dalam penampilan, aktivitas dan fungsi.
o Memiliki kode etik sebagai penuntun praktik.
o Memiliki ikatan/organisasi untuk menjamin mutu pelayanan.