BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ada beberapa sistem penunjang hidup manusia, diantaranya adalah
sistem pernapasan.Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam
udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Sistem pernafasan adalah proses masuknya oksigen ke dalam
tubuh. Sistem ini sangat penting karena tanpa oksigen yang masuk ke
bagian tubuh manusia dari proses yang dihasilkan pada sistem pernafasan.
Maka aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.
Sistem pernafasan merupakan sistem utama sehingga apabila sistem ini
tidak berfungsi maka sistem yang lain juga tidak akan berfungsi.
Untuk menghasilkan sistem pernapasan manusia yang sempurna
maka diperlukan organ-organ penunjang yang dikenal dengan alat-alat
pernapasan pada manusia.Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik
maka alat-alat pernapasan juga harus dalam keadaan baik. Namun
biasanya penunjang sistem pernapasan manusia ini kadang mengalami
malfungsi, baik karena faktor ketidaksengajaan ataupun faktor yang kita
tahu dapat membahayakan fungsi alat-alat pernapasan,tetapi tetap
dilakukan. Penyebab rusaknya sistem pernapasan manusia, pada intinya
adalah rusaknya alat-alat pernapasan yang mengganggu proses berjalannya
sistem pernapasan.
Untuk itu, dalam makalah ini kami akan membahas tentang sistem
respirasi (pernapasan) serta beberapa penyakit yang dapat mengganggu
sistem pernapasan pada tubuh manusia.Gangguan pada sistem pernapasan
biasanya disebabkan oleh kelainan dan penyakit yang menyerang alat-alat
pernapasan. Beberapa jenis kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan
akan kami bahas dalam makalah ini.

Patofisiologi | 1

B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana struktur respiratory?
b. Apa saja fungsi dari respiratory?
c. Apa yang dimaksud dengan embriogenesis dan congenital?
d. Apa yang dimaksud dengan gangguan ventilasi?
e. Apa yang dimaksud dengan gangguan pertukaran gas?
f. Apa yang dimaksud dengan penyakit paru obstruktif dan restriktif?
C. Tujuam
1. Tujuan Umum
Untuk dapat mengetahui mengenai Sistem Respiratory.
2. Tujuan Khusus
a. Agar dapat mengetahui mengenai struktur respiratory
b. Agar dapat mengetahui mengenai fungsi respiratory
c. Agar dapat mengetahui mengenai embriogenesis dan congenital
d. Agar dapat mengetahui mengenai gangguan ventilasi
e. Agar dapat mengetahui mengenai gangguan pertukaran gas
f. Agar dapat mengetahui megenai penyakit paru obstruktif dan
restriktif.
D. Metode Penulisan
Metode penulisan yang kelompok kami gunakan adalah metode
studi kepustakaan yaitu dengan membaca, mempelajari dan memahami
materi kepustakaan baik dari buku maupun sumber lain yang berhubungan
dengan makalah ini.
E. Manfaat
Agar dapat memberikan informasi yang benar dan tepat mengenai
Sistem Respiratory.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. STRUKTUR SISTEM RESPIRASI
Saluran penghantar udara yang membawa udara kedalam paru adalah
hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Ketika masuk
Patofisiologi | 2

medius. Laring terdiri dari rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot-otot yang mengandung pita suara. Dari sini partikel halus akan tertelan atau dibatukkan keluar. Brochus kiri terdiri dari: lobus superior dan inferior 5. udara disaring. tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. lebar dan lebih dekat dengan trachea. sedangkan partikel yang halus akan terjerat dalam lapisan mukus. Ruang berbentuk segitiga diantara pita suara (yaitu glotis) bermuara kedalam trakea dan membentuk bagian antara pernafasan atas dan bawah. Permukaan epitel diliputi oleh lapisan mukus yang disekresi oleh sel globet dan kelenjar mukosa. dan oelh karena itu dinamakan pohon trakeobronkial. 4. Faring Gerakan silia mendorong lapisan mukus ke posterior didalam rongga hidung dan ke superior didalam sistem pernafasan bagian bawah menuju ke faring. Laring Udara mengalir dari faring menuju laring atau kotak suara. Lapisan mukus memberikan air untuk kelembapan. dan banyaknya jaringan pembuluh darah dibawahnya akan menyuplai panas ke udara inspirasi. dihangatkan dan dilembabkan. 3. Brochus kanan lebih pendek. Patofisiologi | 3 . Bronkiolus Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tempat percabangan ini disebut carina. 2.rongga hidung. Partikel debu yang kasar disaring oleh rambut-rambut yang terdapat dalam lubang hidung. inferior. Struktur trakea dan bronkus dianalogkan dengan sebuah pohon. 1. Ketiga proses ini merupakan fungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiri dari epitel thoraks bertingkat. Bronkus Merupakan percabangan 5lastic kanan dan kiri. Bronchus kanan bercabang menjadi: lobus superior. bersilia dan bersel goblet.5cm. Trakea Trakea disongkong oleh cincin tulang rawan berbentuk seperti sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 12.

Paru kiri dibagi menjadi 2 lobus. Keseimbangan suhu tubuh 5. Sel-sel alveolar tipe dua. bakteri) dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan yang penting.Seluruh saluran udara kebawah sampai tingkat bronkeolus terminalis disebut saluran penghantar udara. bronkus. Lobus-lobus tersebut dibagi lagi menjadi beberapa sigmen sesuai dengan sigmen bronkusnya. FUNGSI RESPIRASI 1. Paru kanan dibagi menjadi 10 sigmen sedangakan paru kiri dibagi menjadi 9 sigmen. setiap paru mempunyai apeks (bagian atas paru) dan dasar. Sel alveoli tipe tiga adalah mukrofag yang merupakan sel-sel fagositis yang besar yang memakan benda asing (mis. Membantu venous return darah ke atrium kanan selama fase inspirasi Patofisiologi | 4 . Paru kanan lebih besar dari pada paru kiri dan dibagi menjadi tiga lobus oleh fisura interlobaris. Keseimbangan cairan 4. Pembuluh darah paru dan bronkeal. 6. Sel-sel alveolar tipe satu adalah sel epitel yang membentuk dinding alveolar. Rongga thoraks Pru merupakan organ yang elastis. suatu fosfo lipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps. berbentuk kerucut dan berada dalam rongga dada atau thoraks. saraf dan pembuluh limfe memasuki tiap paru dalam bagian hilus dan membentuk akar paru. Alveolus Alveolus hanya mempunyai 1 lapis sel yang diameternya lebih kecil dibandingkan dengan sel darah merah. mensekresi surfactant. Terdapat 3jenis sel-sel alveolar. lender. Mediastiunum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar memisahkan paru tersebut. Dalam setiap paru terdapat sekitar 300juta alveolus dengan luas permukaan seluas sebuah lapangan tennis. Respirasi : pertukaran gas O² dan CO² 2. B. 7. sel-sel yang aktif secara metabolic. Keseimbangan asam basa 3.

yang mencakup aspek fisis. serotonin. C. Terjadi diferensiasi jaringan dan pembentukan organ 5lastic5y5. Patofisiologi | 5 . intelektual dan kepribadian. Embriogenesis normal merupakan proses yang sangat kompleks. pengertian lain tentang kelainan sejak lahir adalah defek lahir.6. c. ECF dan angiotensin 7. Perlindungan terhadap infeksi: makrofag yang akan membunuh bakteri. Tahap implantasi (implantation stage). dimulai pada saat fertilisasi/pembuahan sampai akhir minggu ketiga kehamilan. 2. Perkembangan 5lastic5 terdiri dari 3 tahap yaitu: 1. awal minggu keempat sampai minggu ketujuh kehamilan: a. yang dapat berwujud dalam bentuk berbagai gangguan tumbuh-kembang bayi baru lahir. histamine. sehingga darah dapat bersirkulasi melalui 5lasti 5lastic5 yang baru terbentuk meskipun struktur jantung belum terbentuk sempurna. Jaringan saraf berproliferasi sangat cepat dengan menutupnya tabung saraf (neural tube) dan fleksi dari segmen anterior membentuk bagian-bagian otak. KONGENITAL DAN EMBRIOGENESIS Kelainan 5 lastic 5 atau bawaan adalah kelainan yang sudah ada sejak lahir yang dapat disebabkan oleh 5lasti 5lastic maupun non 5lastic. Selain itu. Jantung mulai berdenyut. b. Tahap embrio (embryonic stage). Embriogenesis adalah proses pembentukan organ dari tahap embrio sampai menjadi organ yang dapat berfungsi. tetapi baru ditemukan beberapa saat setelah kelahiran bayi. Kadang-kadang suatu kelainan 5lastic5y5 belum ditemukan atau belum terlihat pada waktu bayi lahir. Endokrin : keseimbangan bahan vaso aktif.

dimulai minggu kedelapan sampai lahir. Seluruh proses perkembangan normal terjadi dengan urutan yang spesifik. mekanisme perkembangan. Diperkirakan 15% dari seluruh konsepsi akan berakhir pada periode ini. Kegagalan atau ketidak sempurnaan dalam proses 5lastic5y55a5 dapat menyebabkan terjadinya malformasi pada jaringan atau organ. Sifat dari kelainan yang timbul tergantung pada jaringan yang terkena. penyimpangan. Oleh sebab itu meskipun terjadinya perlambatan proses diferensiasi sangat singkat. bertambah dalam ukuran. Terlihat primordial dari struktur wajah dan ekstremitas. Penyimpangan pada tahap implantasi dapat merusak embrio dan menyebabkan abortus spontan. Bila proliferasi sel tidak adekuat dapat mengakibatkan terjadinya defisiensi struktur.d. Setiap proses yang menggangu janin dapat berakibat pertumbuhan organ yang salah misalnya otak. dan waktu pada saat terjadinya. Pada tahap ini diferensiasi seluruh organ telah sempurna. Tahap fetus (fetal stage). dirusak atau dihancurkan oleh tekanan mekanik atau infeksi. Sekali sebuah struktur sudah selesai terbentuk pada titik tertentu. dapat berkisar dari tidak terdapatnya ekstremitas Patofisiologi | 6 . pertumbuhan progresif struktur skeletal dan muskulus. 3. 1. maka 5lastic5y5 tidak dapat mundur kembali meskipun struktur tersebut dapat saja mengalami penyimpangan. dapat menyebabkan pembentukan yang abnormal tidak hanya pada struktur tertentu. khas untuk setiap jaringan atau struktur dan waktunya mungkin sangat singkat. Embriogenesis Abnormal Setiap proses yang mengganggu embrio dapat menyebabkan gangguan bentuk atau kematian. tetapi juga pada berbagai jaringan di sekitarnya. jantung atau seluruh janin.

Proses “kematian sel” yang tidak adekuat dapat menyebabkan kelainan. atresia. Pengelompokkan Kelainan Kongenital a. Fungsi jaringan yang tidak sempurna akan menyebabkan celah bibir dan langit-langit. Menurut Gejala Klinis Kelainan 5lastic5y5 dikelompokkan berdasarkan hal-hal berikut: 1) Kelainan tunggal (single-system defects) Porsi terbesar dari kelainan 5lastic5y5 terdiri dari kelainan yang hanya mengenai satu 5lasti dari satu organ (isolated). 2) Asosiasi (Association) Asosiasi adalah kombinasi kelainan 5lastic5y5 yang sering terjadi bersama-sama. malformation. stenosis 5lastic. Kelainan induksi sel dapat menyebabkan beberapa kelainan seperti atresia bilier. sedangkan penyimpangan imigrasi sel dapat menyebabkan kelainan seperti pigmentasi kulit. limbs defects). Abnormal atau tidak sempurnanya diferensiasi sel menjadi jaringan yang matang mungkin akan menyebabkan lesi hamartoma 5last seperti hemangioma atau kelainan yang lebih luas dari suatu organ. Istilah asosiasi untuk menekankan kurangnya keseragaman dalam gejala klinik antara satu kasus dengan kasus yang lain. Patofisiologi | 7 . Contoh kelainan ini yang juga merupakan kelainan 5lastic5y5 yang tersering adalah celah bibir. antara lain sindaktili dan atresia ani. Sebagian besar kelainan pada kelompok ini penyebabnya adalah multifaktorial. club foot. tetapi efeknya sangat dipengaruhi oleh waktu pada saat aktivitas teratogen berlangsung selama tahap embrio. tracheoesophageal anal fistula.sampai ukuran daun telinga yang kecil. 2. dislokasi sendi panggul 5lastic5y5 dan penyakit jantung bawaan. Beberapa zat teratogen dapat mengganggu perkembangan. Sebagai contoh “Asosiasi VACTERL” (vertebral anomalies. renal cardiac anomalies.

Sebagian besar anak dengan diagnosis ini tidak mempunyai keseluruhan 5lastic tersebut. absennya sebuah arteri secara total dapat menyebabkan tidak terbentuknya sebagian atau seluruh tungkai yang sedang berkembang. yang mengakibatkan kelainan pada berbagai struktur berdekatan yang mungkin sangat berbeda asal embriologinya tetapi mempunyai letak yang sama pada titik tertentu saat perkembangan embrio. Penyimpangan pembentukan pembuluh darah pada saat 5lastic5y55a5 awal. tetapi lebih sering mempunyai variasi dari kelainan di atas. Sebagai contoh. 4) Kompleks (Complexes) Istilah ini menggambarkan adanya pengaruh berbahaya yang mengenai bagian utama dari suatu regio perkembangan embrio. Oligoamnion juga berefek pada pematangan paru sehingga pematangan paru terhambat. Penyimpangan arteri pada masa embrio mungkin akan mengakibatkan hipoplasia dari tulang dan otot yang Patofisiologi | 8 . dapat menyebabkan kelainan pembentukan struktur yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut. pada “Potter Sequence” kelainan utamanya adalah aplasia ginjal. Oleh sebab itu bayi baru lahir dengan “Potter Sequence” biasanya lebih banyak meninggal karena distress respirasi dibandingkan karena gagal ginjal. Beberapa kompleks disebabkan oleh kelainan vaskuler. 3) Sekuensial (Sequences) Sekuensial adalah suatu pola dari kelainan multiple dimana kelainan utamanya diketahui. Sebagai contoh. Tidak adanya produksi urin mengakibatkan jumlah cairan amnion setelah kehamilan pertengahan akan berkurang dan menyebabkan tekanan intrauterine dan akan menimbulkan deformitas seperti tungkai bengkok dan kontraktur pada sendi serta menekan wajah (Potter Facies).

Apabila penyebab dari suatu sindrom diketahui.diperdarahinya. Contoh dari kompleks. Bila kombinasi tertentu dari berbagai kelainan ini terjadi berulang-ulang dalam pola yang tetap.000 sindrom dan 5lasti 100 diantaranya merupakan kelainan 5lastic5y5 kromosom. termasuk hemifacial microsomia. seperti “Hurler syndrome” menjadi “Mucopolysaccharidosis type I”. Sampai tahun 1992 dikenal lebih dari 1. Kelainan 5lastic pada ayah atau ibu kemungkinan besar akan berpengaruh atas kelainan 5lastic5y5 pada anaknya. pola ini disebut dengan sindrom. 2008). sindrom bukanlah suatu diagnosis. sacral agenesis. Istilah “syndrome” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berjalan bersama”. 5) Sindrom Kelainan 5lastic5y5 dapat timbul secara tunggal (single). Pada pengertian yang lebih sempit. sebaiknya dinyatakan dengan nama yang lebih pasti. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Kelainan Kongenital Pertumbuhan embrional dan fetal dipengaruhi oleh berbagai 5lasti seperti 5lasti 5lastic. Sedangkan 50% kelainan 5lastic5y5 5lastic5 belum dapat digolongkan ke dalam sindrom tertentu (Anonim. dan Moebius Syndrome. Beberapa 5lasti yang diduga dapat memengaruhi terjadinya kelainan 5lastic5y5 antara lain: a. atau dalam kombinasi tertentu. 3. Di antara kelainan-kelainan ini ada yang mengikuti 5last Mendel biasa. tetapi hanya sebuah label yang tepat. sirenomelia. Penyelidikan daIam hal Patofisiologi | 9 . 5lasti lingkungan atau kedua 5lasti secara bersamaan. tetapi dapat pula diwarisi oleh bayi yang bersangkutan sebagai 5lasti dominan (dominant traits) atau kadang-kadang sebagai 5lasti resesif. Kelainan Genetik dan Kromosom. Sindrom biasanya dikenal setelah laporan oleh beberapa penulis tentang berbagai kasus yang mempunyai banyak persamaan. Poland Anomaly.

Infeksi pada trimester pertama di samping dapat menimbulkan kelainan 5lastic5y5 dapat pula meningkatkan kemungkinan terjadinya abortus. Sebagai contoh deformitas organ tubuh ialah kelainan talipes pada kaki seperti talipes varus.ini sering sukar. Sebagai contoh infeksi virus ialah : 1) Infeksi oleh virus Rubella. Infeksi Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan 5lastic5y5 ialah infeksi yang terjadi pada periode organogenesis yakni dalam trimester pertama kehamilan. Adanya infeksi tertentu dalam periode organogenesis ini dapat menimbulkan gangguan dalam pertumbuhan suatu organ tubuh. Mekanik Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan dapat menyebabkan kelainan bentuk organ tubuh hingga menimbulkan deformitas organ tersebut. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita infeksi Rubella pada trimester pertama dapat menderita kelainan 5lastic5y5 Patofisiologi | 10 . c. Dengan adanya kemajuan dalam bidang teknologi kedokteran. maka telah dapat diperiksa kemungkinan adanya kelainan kromosom selama kehidupan fetal serta telah dapat dipertimbangkan tindakan-tindakan selanjutnya. b. talipes valgus. kelainan pada kromosom kelamin sebagai sindrom. tetapi adanya kelainan 5lastic5y5 yang sama dalam satu keturunan dapat membantu langkah-langkah selanjutnya. Beberapa contoh kelainan kromosom autosomal trisomi 21 sebagai sindrom Down (mongolisme). talipes 5lastic dan talipes equinovarus (club foot). Faktor predisposisi dalam pertumbuhan organ itu sendiri akan mempermudah terjadinya deformitas suatu organ.

cerebral palsy. kelainan- kelainan kongenital yang mungkin dijumpai ialah adanya gangguan pertumbuhan pada sistem saraf pusat seperti hidrosefalus. mikrosefalus. jika ditularkan kepada bayinya sebelum atau selama proses persalinan berlangsung. Obat Beberapa jenis obat tertentu yang diminum wanita hamil pada trimester pertama kehamilan diduga sangat erat hubungannya dengan terjadinya kelainan 5lastic5y5 pada bayinya. d. gangguan penglihatan atau pendengaran serta kematian bayi. kelainan pada 5lasti pendengaran sebagai tuli dan ditemukannya kelainan jantung bawaan. mikrosefalus. 2) Infeksi virus sitomegalovirus (bulan ketiga atau keempat).pada mata sebagai katarak. kejang dan keterbelakangan mental. kebutaan. 5las menyebabkan kerusakan otak. retardasi mental. kelainan-kelainan 5lastic5y5 yang mungkin dijumpai ialah hidrosefalus. atau mikroftalmia pada 5-10%. retardasi mental. 5) Sindroma varicella 5lastic5y5 disebabkan oleh cacar air dan 5las menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada otot dan tulang. korioretinitis. 3) Infeksi virus toksoplasmosis. 4) Infeksi virus herpes genitalis pada ibu hamil. Salah satu jenis obat yang telah diketahui dapat menimbulkan kelainan 5lastic5y5 ialah thalidomide yang dapat mengakibatkan terjadinya fokomelia atau mikromelia. kelainan bentuk dan kelumpuhan pada anggota gerak. Beberapa jenis jamu-jamuan yang diminum wanita hamil muda dengan tujuan yang kurang baik diduga erat pula hubungannya Patofisiologi | 11 . Ibu yang menderita infeksi toksoplasmosis berisiko 12% pada usia kehamilan 6-17 minggu dan 60% pada usia kehamilan 17-18 minggu. atau mikroftalmia. kepala yang berukuran lebih kecil dari normal.

e. Buddha. abnormalitas uterus seperti uterus bikornus. panggul sempit. Perkawinan pariban dapat disebut sebagai perkawinan hubungan darah atau incest. dimana insiden pada orang asia lebih besar daripada pada orang kulit putih dan kulit hitam. walaupun hal ini secara laboratorik belum banyak diketahui secara pasti. 3) Agama Agama berkaitan secara tidak langsung dengan kejadian kelainan 5lastic5y5. beberapa suku ada yang memperbolehkan perkawinan kerabat dekat (sedarah) seperti suku Batak Toba (pariban) dan Batak Karo (impal). misalnya celah bibir dengan atau tanpa celah langit-langit bervariasi tergantung dari etnis. Beberapa agama menerapkan pola hidup vegetarian seperti agama Hindu.38 Di Indonesia.dengan terjadinya kelainan 5lastic5y5. Beberapa 5lasti ibu yang dapat menyebabkan deformasi adalah primigravida. Faktor Ibu 1) Umur Usia ibu yang makin tua (> 35 tahun) dalam waktu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan 5lastic5y5 pada bayinya. 2) Ras/ Etnis Angka kejadian dan jenis kelainan kongenital dapat berbeda-beda untuk berbagai ras dan etnis. Perkawinan incest membawa akibat pada kesehatan fisik yang sangat berat dan memperbesar kemungkinan anak cacat. dan kehamilan kembar. Contohnya yaitu bayi sindrom down lebih sering ditemukan pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mendekati masa menopause. dan Kristen Advent. Pada Patofisiologi | 12 .

Wanita yang mungkin menjadi hamil atau yang sedang hamil disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Khususnya pada ibu hamil. infeksi. telur.pemenuhan pangan yang bergizi berpengaruh terhadap perkembangan kehamilannya. Kekurangan gizi saat hamil berdampak kurang baik pada ibu maupun bayi yang dikandung. keguguran. 5) Pekerjaan Masyarakat dengan derajat sosio ekonomi akan menunjukkan tingkat kesejahteraannya dan kesempatannya dalam menggunakan dan menerima pelayanan kesehatan.saat hamil. Pendidikan ibu yang rendah menyulitkan berlangsungnya suatu penyuluhan kesehatan terhadap ibu karena mereka kurang menyadari pentingnya informasiinformasi tentang kesehatan ibu hamil.41 Penelitian yang dilakukan di Irlandia menemukan bahwa wanita dengan tingkat vitamin B12 (dapat ditemukan dalam daging. perdarahan saat dan sesudah hamil. sedang pada bayi Patofisiologi | 13 . persalinan macet. Terbatasnya pengetahuan ibu tentang bahaya kehamilan risiko tinggi dan kurangnya kesadaran ibu unt uk mendapatkan pelayanan antenatal menyebabkan angka kematian perinatal meningkat. 4) Pendidikan Tingkat pendidikan ibu berkaitan secara tidak langsung dengan kelainan 5lastic5y5. ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan janinnya. Berdasarkan jenis pekerjaan tersebut dapat dilihat kemampuan mereka terutama dalam menemukan makanan bergizi. dan susu) yang rendah ketika hamil berisiko lebih besar untuk memiliki anak dengan cacat tabung saraf. Pekerjaan ibu maupun suaminya akan mencerminkan keadaan sosio ekonomi keluarga.40 Ibu yang vegetarian selama kehamilan memiliki risiko lima kali yang lebih besar melahirkan anak lakilaki dengan hipospadia atau kelainan pada penis. pada ibu dapat terjadi anemia.

c) Partus postmaturus (serotinus) Partus postmaturus (serotinus)adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus cukup bulan. riwayat komplikasi. d) Riwayat Kehamilan Terdahulu Riwayat kehamilan yang berhubungan dengan risiko adalah persalinan lastic5y.5% bayi kelainan 5lastic5yang5 lahir pada umur kehamilan <36 minggu (kurang bulan). Penelitian Prabawa (1998) menunjukkan bahwa sekitar 26. lahir mati. abortus. 5lastic5y55a. dan riwayat kehamilan terdahulu.45 Dengan memperoleh informasi yang lengkap tentang riwayat kehamilan ibu pada masa lalu diharapkan risiko kehamilan yang dapat memperberat keadaan ibu dan Patofisiologi | 14 . berat badan di atas 2. b) Partus matures atau aterm (cukup bulan) Partus matures atau aterm (cukup bulan) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu. 1) Umur Kehamilan a) Partus prematurus Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-36 minggu. Berat janin antara 1. perdarahan.500 gram. janin matur. f.000-2.500 gram.dapat menyebabkan terjadi berat badan lahir rendah bahkan kelainan bawaan lahir. eklampsia. dan lain-lain. Medik Obstetrik Hal-hal yang perlu diperhatikan pada 5lasti 5lasti 5lastic5y adalah umur kehamilan. dimana hal ini akan 5lasti gambaran atau prognosa pada kehamilan pada kehamilan berikutnya. janin dapat hidup tetapi 5lastic5y.

h. Bayi yang dilahirkan oleh ibu hipotiroidisme atau ibu penderita diabetes mellitus kemungkinan untuk mengalami gangguan pertumbuhan lebih besar bila dibandingkan dengan bayi yang normal. Adanya riwayat radiasi yang cukup besar pada orang tua dikhawatirkan akan dapat mengakibatkan mutasi pada gen yang mungkin sekali dapat menyebabkan kelainan 5lastic5y5 pada bayi yang dilahirkannya. Faktor Radiasi Radiasi pada permulaan kehamiIan mungkin sekali akan dapat menimbulkan kelainan 5lastic5y5 pada janin. Penyakit ibu lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan 5lastic5y5 adalah 5lastic5. yang empat kali lebih sering daripada bayi dengan ibu yang bukan penderita diabetes 5lastic5. e) Riwayat Komplikasi Risiko terjadinya kelainan 5lastic5y5 terjadi pada bayi dengan ibu penderita diabetes 5lastic5 adalah 6% sampai 12%. Pada Patofisiologi | 15 . Faktor Hormonal Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan pula dengan kejadian kelainan lastic5y5. kekurangan gizi berat dalam masa kehamilan dapat menimbulkan kelainan 5lastic5y5. i. Keturunan dari ibu dengan insulin-dependent diabetes mellitus mempunyai risiko 5-15% untuk menderita kelainan 5lastic5y5 terutama PJB. Risiko meningkat sekitar 6% untuk timbulnya celah bibir dan PJB dari ibu penderita 5lastic5. Faktor Gizi Pada binatang percobaan. g. defek tabung saraf (neural tube defect) dan agenesis sacral..janin dapat diatasi dengan pengawasan lastic5y yang baik.

ventrikel. D. Faktor-faktor Lain Banyak kelainan 5lastic5y5 yang tidak diketahui penyebabnya. GANGGUAN VENTILASI Ventilasi udara bergerak keluar masuk paru karena ada selisih tekanan yang terdapatt antara atmosfir dan alveolus akibat kerja mekanik dan otototot. Seringkali penyebab kelainan 5lastic5y5 tidak diketahui (Anonim. Peningkatan volume ini menyebabkan penurunan tekanan intra pleura. Patofisiologi | 16 . atau hipertermia diduga dapat menjadi 5lasti penyebabnya. Selama pernafasan tenang ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada dan paru. Pada binatang percobaan. adanya defisiensi protein. pada penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa frekuensi kelainan 5lastic5y5 pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kurang gizi lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang baik gizinya. rangka iga turun dan lengkung diagfragma naik keatas kedalam rongga thoraks. Pada saat yang sama tekanan intrapulmonal atau tekanan jalan nafas menurun sampai sekitar -2mmHg(relative terhadap tekanan atmosfer). Selama inspirasi. hipoksia. Thoraks membesar ketiga arah anteroposterior. folic acid. Dari 0 mmHg pada waktu mulai inspirasi. Selisih tekanan antara jalan nafas dan atmosfir menyebabkan udara mengalir kedalam paru sampai tekanan jalan nafas pada akhir inspirasi sama dengan tekanan atmosfir. vitamin A ribofIavin. j. lateral. Faktor janinnya sendiri dan 5lasti lingkungan hidup janin diduga dapat menjadi 5lasti penyebabnya. Pada waktu otot interkostalis eksternus relaksasi. thiamin dan lain-Iain dapat menaikkan kejadian & kelainan 5lastic5y5.manusia. hipotermia. 2008). Masalah 5lasti. volume thoraks bertambah besar karena diagfragma turun dan iga terangkat akibat kontraksi beberapa otot. dari sekita -4mmHg (relative terhadap tekanan atmosfer) menjadi sekitar -8mmHg bila perlu mengembang pada waktu inspirasi.

1. 2. 2010). Batasan karakteristik a. Hiperkapnia menyebabkan peningkatan produksi asam karbonat dan menyebabkan peningkatan pembentukan H+ yang akan menimbulkan keadaan asam yang disebut asidosis respiratorik (NANDA. Iritabilitas Patofisiologi | 17 . Gas darah arteri abnormal e.menyebabkan volume thoraks berkurang. muntah. Hipoksemia h. Dispnea c. Pada hipokapnia jumlah H+ yang dihasilkan melalu pembentukan asam karbonat berkurang. GANGGUAN PERTUKARAN GAS Gangguan pertukaran gas adalah kelebihan atau defisit oksigenasi dan atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolar-kapiler. atau defekasi. demam dan keracunan aspirin. Hipoventilasi Keadaan ini terjadi apabila CO2 yang dikeluarkan oleh paru lebih kecil dari CO2 yang dihasilkan oleh jaringan sehingga terjadi peningkatan kadar CO2 dalam darah (hiperkapnia). Hiperkapnia g. Gangguan penglihatan d. Gelisah f. Hiperventilasi menyebabkan hipokapnia (PCO2 arteri di bawah normal karena PCO2 dipengaruhi oleh jumlah CO2 yang larut dalam darah). 1. Diaforesis b. Otot interkostalis internus dapat menekan iga kebawah dan kedalam pada waktu ekspirasi kuat dan aktif. 2010) 3. Hiperventilasi dapat dipicu oleh keadaan cemas. Hiperventilasi Keadaan ini terjadi apabila CO2 yang dikeluarkan oleh paru lebih besar dari CO2 yang dihasilkan oleh jaringan sehingga akan terjadi penurunan kadar CO2 dalam darah. Keadaan ini sering disebut dengan alkalosis respiratorik (NANDA. batuk.

kedalaman) n. Meskipun dahulu istilah ini digunakan untuk menyatakan gambaran klinis nafas pendek tanpa memandang sebabnya. Agaknya ada hubungan etiologi dan sekuensial antara bronchitis kronis dan emfisema. m. Warna kulit abnormal (misal: pucat. 2. emfisema paru-paru dan asthma bronchiale. Sianosis p. atau alergik dapat ditemukan pada sejumlah kecil pasien Patofisiologi | 18 . j. Faktor yang berhubungan a. k. tetapi tampaknya tak ada hubungan antara kedua penyakit ini. Asma dapat dibagi dalam tiga kategori. Asma ekstrinsik. Somnolen q. Asma Istilah asma berasal dari kata yunani yang artinya terengah-engah dan berarti serangan nafas pendek. Sakit kepala saat bangun o. 2010). Ketidakseimbangan ventilasi-perfusi b. Konfusi Nafas cuping hidung Penurunan CO2 Ph arteri abnormal Pola pernafasan abnormal (misalnya: kecepatan. Takikardia r. 4. 1. Perubahan membran alveolar-kapiler (NANDA. sekarang istilah ini hanya digunakan untuk keadaan-keadaan yang menunjukkan respon abnormal seluruh nafas terhadap rangsangan yang menyebabkan penyempitan jalan nafas yang meluas. Ketiga penyakit yang membentuk satu kesatuan yang dikenal dengan COPD adalah : Bronchitis kronis.i. kehitaman). PENYAKIT OBSTRUKSI DAN RESTRIKSI Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD) merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai gambaran patofisiologi utamanya. l. irama.

Emfisema dibagi menurut asinus ang terserang. secara selektif hanya menyerang bagian bronkiulus respiratorius dan duktus alveolaris. alveolus yang terletak distal dari bronkeolus terminalis mengalami pembesaran dan kerusakan secara merata. Temuan patologis utama pada bronchitis kronik adalah hipertrofi kelenjar mukosa bronkus danpeningkatan jumlah dan ukuran sel-sel globet. spora jamur. ditandai dengan sering tidak ditemukannya factor-faktor pencetus yang jelas. Bronchitis kronis dan emfisema Meskipun bronkritis kronik dan emfisema merupakan 2 proses yang berbeda.dewasa dan disebabkan oleh kepekaan individu terhadap allergen dalam bentuk serbuk sari yang dihirup. PENYAKIT RESTRIKSI Patofisiologi | 19 . Sebaliknya. serat kain. 2. Meskipun beberapa bentuk morfologik telah diperkenalkan. Factor nonspesifik seperti flu biasa. ada 2 bentuk yang paling penting sehubungan dengan COPD. Pembentukan mokus yang meingkat menimbulkan gejala khas yaitu batuk produktif. bulu halus binatang. tapi kedua penyakit ini sering ditemukan bersamasama pada penderita COPD. dengan infeltrasi sel-sel radang dan mukosa edema bronkus. Sebagian besar pasien asma instrinsik akan berlanjut menjadi bentuk campuran. pada asma intriksi/idiopatik. Emfisema sentrilobular. debu. Asma campuran yang terdiri dari komponen-komponen asma ekstrinsik dan intrinsic. 5. Anak yang menderita asma ekstrinsik sering sembuh ketika dewasa muda. atau emosi dapat memicu serangan asma. atau yang lebih jarang terhadap makanan susu atau coklat. Emfisema panlobular merupakan bentukm morfologik yang lebih jarang. latihan fisik.

dan thorakoplasti yang sudah sembuh.Gangguan ventilasi restriktif ditandai dengan peningkatan kekuatan paru. sehingga nafas menjadi cepat dan dangkal. meskipus ini tak sepenuhnya benar pada kasus kifoskoliosis. Efusi pleura dalah istilah yang digunakan untuk penimbunan dalam rongga pleura. b) Gangguan rangka thoraks Ada 4 jenis utama defornitas dinding dada yang membatasi ventilasi akibat keterlibatan mekanisme kivoskoliosis. 1. thorak atau keduannya akibat penurunan keregangan dan penurunan semua volume paru. pektus ekskavatum. 2. istilah ekstrapulmonal menyatakan bahwa jaringan paru itu sendiri mungkin normal. ankilosis spondilitis. Akibat fisiologis ventilasi yang terbatas ini adalah hipoventilasi alveolar dan ketidak mampuan mempertahankan tekanan gas darah normal.  Efusi pleura Pleura parietalis dan viseralis letaknya berhadapan satu sama lain dan hanya dipisahkan oleh selapis tipis cairan serosa. Gangguan patofisiologis yang sering terjadi pada keadaan-keadaan ini adal hipoventilasi alveolar. Efusi pleura dapat berupa transudat atau exsudat. termasuk kapasitas vital. Penyakit ekstrapulmonal a) Gangguan neurologic dan neuromuscular Sehubungan dengan gangguan ekstrapulmunal. cairan atau darah dalam rongga pleura. Reaksi ini dapat disebabkan oleh penekanan pada paru akibat penimbunan udara. Transudat terjadi pada peningkatan tekanan vena Patofisiologi | 20 . Kerja pernafasan meningkatan untuk mengatasi daya elastic alat pernafasan. Penyakit pleura dan parenkim paru a. Gangguan pleura Dapat menjadi sejumlah gangguan yang menghambat pengembangan paru atau alveolus atau keduannya.

Infeksi pneumonia Peradangan akut parenkim paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi. atau sel-sel ganas serta inhalasi debu dan asap yang merangsang.  Atelektasis Meskipun atelektasis bukan merupakan penyakit teatapi ada kaitanya dengan penyakit parenkim paru. virus. baik local maupus difus. protozoa. fungus. Penimbunann exsudat disebabkan oleh peradangan atau keganasan pleura. yang dapat mengakibatkan gangguan pernafasan. pneumothoraks juga dapat dklasifikasikan sesuai dengan urutan peristiwa yang merupakan kelanjutan dari adanya robekan pleura yaitu terbuka.pulmonalis. Pneumothoraks dapat diklasifikasikan sesuia dengan penyebabnya yaitu traumatic atau spontan. Patofisiologi | 21 . dan akibat peningkatan permeabilitas kapiler atau gangguan absorpsi getah  bening. tertutup atau pneumothoraks tekanan. b. Gangguan parenkim paru Terdapat banyak penyakit yang menyerang alveolus dan atau interstisial paru. disebut pneumonia. misalnya pada gagal jantung kongestif. Atelektasis adalah istilah yang berarti pengembangan paru yang tidak sempurna dan menyiratkan arti bahwa alveolus pada bagian paru  yang terserang tidak mengandung udara dan kolaps. Pneumotoraks Adanya udara dalam rongga pleura akibat robeknya pleura disebut pneumothoraks. Jaringan paru yang masih sehat dapat mengalami kerusakan akibat serangan bakteri.

saluran nafas bagian atas. faktor yang memperngaruhi kongetial yaitu kelainan genetik. rongga dan dinding dada. medik obstertik. B. Patofisiologi | 22 .BAB III PENUTUPAN A. Penyakit obstruksi merupakan gangguan saluran pernafasan struktural maupun fungsional yang menyebabkan perlambatan aliran udara respirasi. daya tarik ke dalam lebih kuat. mekanik. suhu tubuh. Sedangkan gangguan pertukaran gas yaitu kelebihan atau defisit oksigenasi karbondioksida pada membran alveolar kapiler. Fungsi respirasi yaitu untuk menjaga keseimbangan asam basa. radiasi. membantus proses venous return. kelainan kromosom. iga menyempit dan volume paru mengecil. dan gizi. hormonal. ibu. KESIMPULAN Struktur sistem respirasi terdiri dari saluran nafas bagian atas. paru. SARAN Semoga dengan adanya makalah ini para pembaca dapat lebih mengerti dan memahami kembali tentang “Tamda dan Gejala Proses Terjadinya Gangguan Sistem Pernafasan”. diharapkan mahasiswa keperawatan dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien guna mempercepat proses penyembuhan bagi pasien dengan kasus respirasi. Sedangkan penyakit Restriksi yaitu gangguan pengembangan paru yang menyebabkan paru menjadi kaku. cairan. Kongetial merupakan kelainan yang belum ditemukan atau belum terlihat pada waktu bayi baru lahir (kelainan sejak lahir). infeksi. endokrin dan perlindungan terhadap infeksi makrofag. obat. Sedangkan Embriogenesis yaitu tahap pembentukan organ dari tahap embrio hingga sampai menjadi organ yang berfungsi. Gangguan ventilasi terdiri dari hiperventilasi dan hipoventilasi.

sehingga pelayanan keperawatan semakin ke depan semakin membaik.tidak hanya terpacu kepada makalah kami saja. namun diharapkan bisa mencari dari referensi lainnya. Patofisiologi | 23 .

Edisi 8. Brunner. Price. Jakarta: EGC. Patofiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 2006. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2015-2017. Vol 2. Keperawatan Medikal Bedah. Patofisiologi | 24 . M. 2010. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC. NANDA Internasional. Wilson. 2002. Suddarth.DAFTAR PUSTAKA A.