LAPORAN PENDAHULUAN

STROKE NON HOEMORAGIK
I.

LANDASAN TEORI MEDIS
A. PENGERTIAN
Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan
oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit
serebrovaskuler selama beberapa tahun. (Smeltzer C. Suzanne, 2002 dalam ekspresikublogspot 2008).
Gangguan peredaran darah di otak (GPDO) atau dikenal dengan CVA ( Cerebro
Vaskuar Accident) adalah gangguan fungsi syaraf yang disebabkan oleh gangguan aliran
darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak ( dalam beberapa detik) atau secara
cepat ( dalam beberapa jam ) dengan gejala atau tanda yang sesuai dengan daerah yang
terganggu.(Harsono, 1996).
Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun
menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau
berakhir dengan maut, tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vascular.
B. ETIOLOGI
Penyebab-penyebabnya antara lain:
1. Trombosis (bekuan cairan di dalam pembuluh darah otak).
2. Embolisme cerebral (bekuan darah atau material lain).
3. Iskemia (Penurunan aliran darah ke area otak).(Smeltzer C. Suzanne, 2002).

C. FAKTOR RESIKO
1. Hipertensi

1

2. Penyakit kardiovaskuler: arteria koronaria, gagal jantung kongestif, fibrilasi atrium,
penyakit jantung kongestif)
3. Kolesterol tinggi
4. Obesitas
5. Peningkatan hematokrit ( resiko infark serebral)
6. Diabetes Melitus (berkaitan dengan aterogenesis terakselerasi)
7. Kontrasepasi oral( khususnya dengan disertai hipertensi, merkok, dan kadar estrogen
tinggi)
D. KLASIFIKASI
Klasifikasi berdasarkan keadaan Patologis ;
1. STROKE ISKEMIA (NON HEMORARGIK)
Akibat suplay darah ke jaringan otak berkurang karena obstruksi total/sebagian
pembuluh darah otak. Penyebabnya : trombosis, emboli, hypoperfusi global.
2. STROKE HAEMORAGIK
Terjadi karena perdarahan subarachnoid yang disebabkan oleh pecahnya
pembuluh darah otak tetapi biasanya terjadi pd saat pasien melakukan aktivitas / pada
kondisi istirahat.
a. Klasifikasi Stroke berdasarkan Perjalanan Penyakit ;
1. Transient Iskemic Attack (TIA)
Gangguan neurologi fokal yangg timbul secara tiba-tiba & menghilang dalam
beberapa menit – beberapa jam. Gejala yg muncul akan/ hilang secara spontan dlm
waktu < 24 jam

2

2. Progresif (Stroke In Evolution)
Perkembangan stroke terjadi perlahan2 suatu akut, munculnya gejala makin buruk
(beberapa jam – hari)
3. Stroke Complete
Gangguan neurologi yang timbul sudah menetap atau permanen, maksimal sejak
awal serangan & sedikit memperlihatkan perbaikan.
E. MANIFESTASI KLINIS
Gejala – gejala CVA muncul akibat daerah tertentu tak berfungsi yang disebabkan
oleh terganggunya aliran darah ke tempat tersebut. Gejala itu muncul bervariasi,
bergantung bagian otak yang terganggu.
Gejala-gejala itu antara lain bersifat::
1. Sementara Timbul hanya sebentar selama beberapa menit sampai beberapa jam dan
hilang sendiri dengan atau tanpa pengobatan. Hal ini disebut Transient ischemic attack
(TIA). Serangan bisa muncul lagi dalam wujud sama, memperberat atau malah
menetap.
2. Sementara,namun lebih dari 24 jam, Gejala timbul lebih dari 24 jam dan ini dissebut
reversible ischemic neurologic defisit (RIND).
3. Gejala makin lama makin berat (progresif) Hal ini desebabkan gangguan aliran darah
makin lama makin berat yang disebut progressing stroke atau stroke inevolution.
4. Sudah menetap/permanen (Harsono,1996, hal 67)

F. PATOFISIOLOGI
Untuk melindungi otak ada 2 mekanisme tubuh yang berperan, yaitu :
1. Mekanisme Anastomosis
suplay darah ke otak untuk pemenuhan kebutuhan Oksigen & glukosa.

3

4. Suzanne. CT Scan Memperlihatkan adanya edema .2. 2. Tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan. H. MRI : Menunjukan daerah yang mengalami infark. Mekanisme Autoregulasi Bgmn otak melakukan mekanisme/usaha sendiri dalam menjaga keseimbangan à terjadi hipoksemia – pembuluh darah akan mengalami vasodilatasi. KOMPLIKASI 4 . Ultrasonografi Dopler : Mengidentifikasi penyakit arteriovena. G. hal 2131). 5. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Anti koagulan: Mencegah memberatnya trombosis dan embolisasi. 2002. 6. I. Pungsi Lumbal a. hematoma. (DoengesE. b. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal.2000). (Smeltzer C. 3. hemoragik. Marilynn. 2. Menunjukan adanya tekanan normal. PENATALAKSANAAN 1. Angiografi serebral membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri. Diuretika : untuk menurunkan edema serebral. iskemia dan adanya infark.

sianosis pada tahap lanjut.1. Trombosis vena 7. Tonus otot abnormal 6. o Circulation. Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas. Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek batuk. Aspirasi II. kulit dan membran mukosa pucat. Kejang 3. takikardi. hipotensi terjadi pada tahap lanjut. dingin. Pengkajian 1. TD dapat normal atau meningkat . Hipertensi / Hipotensi 2. Data Subyektif: 5 . suara nafas terdengar ronchi /aspirasi. Pengkajian Sekunder o Aktivitas dan istirahat. LANDASAN TEORI KEPERAWATAN A. o Breathing. 2. disritmia. bunyi jantung normal pada tahap dini. Pengkajian Primer o Airway. timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur. Kontraktur 5. Malnutrisi 8. Peningkatan Tekanan Intra Kranial (TIK) 4.

 Mudah lelah. kesulitan istirahat (nyeri atau kejang otot). kelemahan umum. kelemahan. paraliysis (hemiplegia). gagal jantung .  Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic). o Sirkulasi Data Subyektif:  Riwayat penyakit jantung (penyakit katup jantung. Data obyektif:  Perubahan tingkat kesadaran. Data Obyektif:  Hipertensi arterial  Disritmia. kesulitan dalam beraktivitas . kehilangan sensasi atau paralysis. endokarditis bacterial). disritmia. perubahan EKG  Pulsasi : kemungkinan bervariasi  Denyut karotis. 6 . polisitemia. femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal.  Gangguan penglihatan.

7 . o Eliminasi Data Subyektif:  Inkontinensia. Peningkatan lemak dalam darah. tenggorokan.  Riwayat DM. tidak adanya suara usus(ileus paralitik) o Makan/ minum Data Subyektif:  Nafsu makan hilang.o Integritas ego Data Subyektif:  Perasaan tidak berdaya. hilang harapan. anuria  Distensi abdomen (kandung kemih sangat penuh). kesediahan . pipi . Data obyektif:  Problem dalam mengunyah (menurunnya reflek palatum dan faring)  Obesitas (faktor resiko).  Kehilangan sensasi lidah . disfagia. Data obyektif:  Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat.  Kesulitan berekspresi diri.  Nausea / vomitus menandakan adanya PTIK. kegembiraan.

 Nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid.  Wajah: paralisis / parese (ipsilateral). apatis. kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata. sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati. menyerang) dan gangguan fungsi kognitif.  Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral (sisi yang sama).  Ekstremitas : kelemahan / paraliysis (kontralateral) pada semua jenis stroke. Data Obyektif:  Status mental : koma biasanya menandai stadium perdarahan.  Kelemahan. kesemutan/kebas.  Penglihatan berkurang. gangguan tingkah laku (seperti: letergi. global / kombinasi dari keduanya. 8 . reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif.  Afasia (kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa).  Gangguan rasa pengecapan dan penciuman. genggaman tangan tidak imbang. berkurangnya reflek tendon dalam (kontralateral).o Sensori Neural Data Subyektif:  Pusing / syncope (sebelum CVA / sementara selama TIA).

 Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral.  Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik. hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit. kesulitan untuk melihat objek.  Gangguan berespon terhadap panas. o Keamanan Data obyektif:  Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan.  Perubahan persepsi terhadap tubuh. o Nyeri / kenyamanan Data Subyektif:  Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya. ketegangan otot / fasial. dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh. gelisah. pendengaran. o Respirasi Data Subyektif:  Perokok (factor resiko). 9 . kata. warna. Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat. Data obyektif:  Tingkah laku yang tidak stabil.  Tidak mampu mengenali objek. stimuli taktil. dan wajah yang pernah dikenali.

MRI . ukuran. . 10 . o Interaksi social Data obyektif:  Problem berbicara. Data Pendukung . Gangguan dalam memutuskan. nyeri kepala . Kaji Pupil. edema serebral. sensorik & motorik .Penurunan fungsi memori. kejang. RASIONAL Menentukan perubahan defisit neurologik lebih lanjut. oklusi.Perubahan TTV.Penggunaan th/ diuretik Kriteria Hasil . Mengetahui fungsi N. Kaji tingkat kesadaran dgn GCS Tingkat kesadaran merupakan indikator terbaik adanya perubahan neurologi.2000). Marilynn. perubahan pupil . perhatian sedikit terhadap keamanan. respon terhadap cahaya. peningkatan Tekanan Intra Kranial. ketidakmampuan berkomunikasi. II & N. (Doenges E.Gangguan lebih lanjut tdk terjadi RENCANA TINDAKAN Kaji status neurologik. . berkurang kesadaran diri.Perubahan pola napas .Nilai AGD. Gangguan Perfusi jaringan serebral b/d gg aliran darah.Muntah.Tanda-tanda vital stabil. III gerakan mata. perdarahan. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Pasien dpt mempertahankan tingkat kesadaran.Penurunan kesadaran/GCS . . fungsi kognitif. vasospasme serebral. hasil CT Scan. . sensorik & mototrik.

otak. mur-mur dpr t’jadi pd gg jantung. mengedan. Lakukan aktivitas keperawatan & aktvts px Meminimalkan stimulus shg seminimal mungkin. waktu istirahat & aktivitas. derajat dgn posisi leher tdk menekuk. berikan Istirahat cukup & lingk ug tenang m’cgh lingkungan tenang. Suhu tbh yg meningkat akan meningkatkan aliran darah ke otak --TIK meningkat. batuk. edema otak. Kejang dpt t’jadi akibat iritasi serebral & keadaan kejang memerlukan bnyk oksigen. 11 . Pertahankan kepala tempat tidur 30-45 M’fasilitasi drainasi vena dr otak. Monitor TTV Adanya perubahan TTV seperti respirasi menunjukkan kerusakan pd batang otak. Monitor kejang. auskultasi Bradikardi dpt diakibatkan adanya gg adanya mur-mur. Hitung irama denyut nadi. Pertahankan px bedrest. atur p’darahan kembali. batasi pengunjung. menurunkan TIK. lututnya/fleksi. bersin.Kaji reflek kornea & reflek gag Menurunnya reflek kornea & reflek gag indikasi kerusakan pd batang otak. Anjurkan px utk tdk menekuk Dpt meningkatkan tekanan intra kranial. Evaluasi keadaan motorik & sensorik Gg motorik & sensorik dpr terjadi akibat pasien. Pertahankan suhu normal.

perestesia.M’pertahankan kekuatan/fungsi tubuh scr optimal. . Px mengatakan tdk mampu m’gerskkan tangan & kaki sebelah.Pertahankan kepatenan jalan napas. tdk adanya kontraktur. . . kelemahan. . Hambatan Mobilisasi fisik b/d gangguan neuromuskuler. ambulasi dibantu. . N RASIONAL 12 . .Tonus otot & kekuatan otot kurang. . .kebutuhan ADL t’penuhi.M’demonstrasikan tekhnik perilaku melakukan aktivitas. Kriteria Hasil . 45mmHg) & PaO2 adequatnya O2 sangat penting dlm ( > 80mmHg) m’pertahankan metabolisme otak. suction M’pertahankan adequatnya oksigen. Berikan suction yg lama dpt meningkatkan TIK. paralisis.Kebutuhan ADL dibantu. EMG.Px tdk mampu memenuhi kebutuhan ADL. .M’pertahankan integritas kulit.P’gerakkan. PaCO2 (antara 35- CO2 menimbulkan vasodilatasi. . .M’pertahankan keutuhan tubuh scr optimal spt . Oksigen 100% Monitor AGD. kontraktur. 2.Atropi.Adanya hemiplegi/hemiparese. bila perlu (tdk lbh dr 15 dtk).

Observasi daerah yg t’tekan. edema. t’tekan. sirkulasi. kelemahan motorik. beri bantalan lunak Lakukan massage pd daerah t’tekan. t’masuk Daerah yg tertekan mudah sekali terjadi warna. atau tanda lain gg trauma. Inspeksi kulit t’utama pd daerah Membantu mencegah kerusakan kulit. Sanggah tangan & p’gelangan pd kelurusan alamiah.Kaji kemampuan motorik M’identifikasi kekuatan otot. tindakan utk meluruskan postur M’cgh edema & kontraktur fleksi pd tubuh : p’gelangan - Ubah posisi sendi bahu tiap - 2-4jam. Ajarkan px utk melakukan ROM Latihan ROM meningkatkan massa tonus. Bila px ditempat tidur. minimal 4x/hr (bila mungkin) kekuatan otot. p’baikan fungsi jantung & p’napasan. Membantu m’perlancar sirkulasi darah. 3. lakukan M’cgh kontraktur fleksi bahu. Perubahan pola istirahat dan tidur b/d peningkatan TIK Data pendukung Data subyektif Pasien mengatakan o Susah tidur 13 .

Mengkaji perlunya dan mengidentifikasi intervensi yang tepat 5. Berikan tempat tidur yang nyaman dan beberapa milik pribadi. .hipnotik sesuai indikasi Rasional 1. kerusakan pd area broca.berikan sedatif. .Kelemahan otot lidah. Dapat meningkatkan frekuensi istirahat dan tidur pasien 3.Disartria. Data Pendukung . . kelemahan umum.o Tidur sering terbangun Data obyektif o Konjungtiva pucat o Sering menguap o KU lemah 1. 2. 4.Px tdk mampu b’komunikasi. .misalnya: bantal guling 6. kerusakan pd area wernick. Meningkatkan kenyamanan tidur serta dukungan fisiologis/psikologis 6. 3. Gangguan Komunikasi Verbal/Non Verbal b/d gg sirkulasi. Kolaborasi. 14 . Intervensi Kaji kebiasaan tidur pasien Ciptakan suasana ruangan yang tenang Batasi pengunjung Tentukan kebiasaan tidur biasanya dan perubahan yang terjadi 5. Menentukan rencana tindakan keperawatan selanjutnya 2. Mungkin diberikan untuk membantu pasien tidur/istirahat selama periode transisi dari rimah ke lingkungan baru 4. gg neuromusculer. Memaksimalkan waktu istirahat pasien 4.Kelemahan otot wajah. aphasia.

Kurangi bising lingkungan. .Dari hasil CT-Scan. • • Jangan terburu-buru Bicara dgn perlahan & • • intonasi normal. jangan paksa pasien untuk b’komunikasi. bicara atau gg bahasa.Mampu m’ekspresikan diri & memahami orang lain. . Ciptakan lingkungan penerimaan & Membantu m’ciptakan komunikasi yang privasi : efektif. Kriteria Hasil . b’tahap & dgn bahasa tubuh 15 . Kaji kemampuan komunikasi adanya M’identifikasi masalah komunikasi karena gg gg bahasa & bicara. . Pertahankan kontak mata dgn pasien Px dpt m’perhatikan ekspresi & gerakan bibir saat berkomunikasi.Mampu m’gunakan metode komunikasi yg efektif baik verbal maupun non verbal..Mampu m’komunikasix kebutuhan dasar. MRI à adanya infark pd area Bicara. Gunakan kata2 sederhana scr Memudahkan penerimaan pasien. lawan bicara shg dpt mdh m’interpretasikan.

BAB. Data Pendukung . kemandirian. Dorong px utk b’bagi perasaan & keprihatinannya. kelemahan fisik (hemiparese). BAK. atropi otot. Anjurkan px utk melakukan sendiri Menumbuhkan kemandirian dalam perawatan dirinya jika mampu. mandi. Kriteria Hasil .M’demonstrasix perubahan dlm merawat diri . percaya diri akan bicara : meningkat dan dpt meningkatkan motivasi utk • Instruksikan px utk bicara m’perbaiki bicara. makan. b’pakaian. . . Adanya penurunan tk.Ajarkan tehnik utk m’perbaiki Dengan membaiknya bicara. gangguan kognitif. bicara pasien. 16 . Kaji kemampuan px ADL px. Berikan umpan balik positif atas Meningkatkan harga diri pasien.manampilx aktvts perawatan scr mandiri. kehilangan kontrol otot. Kesadaran. Berikan respon thd prilaku non Menunjukkan adanya respon rasa empati thd gg verbal. Memenuhi kebutuhan ADL dan melatih ADL px jika tdk mampu. 5. perawatan. usaha pasien Bantu pasien dlm pemenuhan keb. kontraktur otot. ketdkmampuan melakukan ADL sndr. lambat & dlm kalimat • pendek. Pd awal pertanyaan gunakan pertanyaan dgn • jawaban “ya” atau “tdk”. Membantu merencanakan intervensi. Gangguan Perawatan Diri : ADL b/d defisit neuromuscular. menurunnya kekuatan otot dan daya tahan.

Berikan minum yg cukup 1. Anjurkan pasien untuk makan / minum makanan dan minuman dalam keadaan Evaluasi 1. Gangguan Eliminasi Urine : inkontinensia fungsional b/d menurunnya sensasi. Diet yang diindikasikan pada pasien dengan gangguan eliminasi bowel dapat membantu dalam proses defikasi 17 . Data Pendukung . . ada kontraindikasi Lakukan pwtn kateter setiap hari. Palpasi bladder terhadap adanya Obstruksi sal. disfungsi kognitif. Kaji pola diet dan cairan yang masuk 2. Buatkan jadwal untuk BAK Melatih BAK secara teratur.Pola BAK normal. polanya. Kemih kemungkinan dpt distensi.Kolaborasi dgn ahli fisiotherapi. 6.5-2L jika tdk Mencegah batu saluran kemih. Menghindari terjadinya infeksi. Kaji kembali type inkontinensia & Menentukan rencana lebih lanjut. Gangguan eliminasi bowel b/d hipoperistaltik usus Intervensi 1. Bladder penuh. Inkontinensia. . Kriteria Hasil . Jaga privasi Px BAK Memberikan rasa nyaman Hindari px minum sblm tidur Menghindari BAK saat tidur 7. Px mengatakan tdk mampu mengontrol BAK. Mengembangkan rencana terapi. terjadi.Terhindar dari infeksi saluran kemih.Px dpt b’komunikasi sebelum BAK. kerusakan komunikasi.Kulit bersih dan kering . . distensi bledder.

Membantu meningkatkan kerja usus dalam proses defikasi. 15. 18. Riwayat Keperawatan 1. Keluhan yang menyertai : Tn. Hubungan dengan pasien 14. Umur 3. E. A. E. Rekam Medik 9.00 WIT : 011398 : Stroke Non Hoemoragic : Wira Sakti : Ny. Diagnosa Medis 10. Pekerjaan 15. Kebun Cengkeh : 06 . Ruangan 11.2012 Pkl.08 . Tanggal Masuk RS 7. Alamat 6. Pekerjaan 5. Tanggal pengkajian 8. Makanan dalam keadaan hangat dapat membantu dalam peningkatan kerja usus membantu dalam proses defikasi 3. No.08 – 2012 Pkl. Jenis Kelamin 4. Identitas Pasien 1.00 WIT : 09 . dan kadang tidak mampu melakukan aktivitas sendiri 18 . Nama Penangguang Jawab 12. : 40 Tahun : Istri : Ibu Rumah Tangga : BTN. P. Kebun Cengkeh : Pusing : Pasien mengatakan kaki kiri dan tangan kirinya terasa berat dan kram : Badan lemas. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN “TN . C. L” DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN “ STROKE NON HOEMORAGIC ” DI RUANGAN WIRA SAKTI RUMKIT TK III AMBON A. pusing. Umur 13. nyeri kepala. Kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi dalam pemberian obat untuk memperlancar BAB. Keluhan saat pengkajian 3. : 51 Tahun : Laki-laki : Pegawai PLN : BTN. 2. Nama 2. PENGKAJIAN DATA I. Keluhan utama masuk RS 2. Alamat II.hangat 3.

Kemudian pasien menelpon salah seorang kerabat yang berprofesi sebagai perawat (Suster “F”) untuk datang ke rumahnya. Riwayat Kesehatan Keluarga 19 . pasien masuk RS dan langsung dibawa ke Ruang IGD. 6 Agustus 2012.Catatan Kronologis : Pada hari Jumat. III. pasien diarahkan ke Ruangan Wira Sakti. Suster “F” langsung memasang infus pada pasien. ternyata tekanan darah pasien yaitu 180/130 mmHg. jadi untuk sementara pasien dirawat di rumah. Terapi yang diberikan pada saat pasien masuk IGD adalah:     Pemberian IVFD RL 20 tts/mnt Beclov 250 Ranitidin amp 12/IV Drip Neurobion ap/cairan/menit Setelah itu. Pasien tidak langsung dibawa ke RS karena pada hari itu seluruh kamar di Ruangan Wira Sakti sedang penuh. Setelah Suster “F” memeriksa tekanan darah pasien. tetapi tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan sakit sekali. Pada hari Senin. karena pada hari itu ada salah satu kamar yang kosong. IV. akhirnya pasien tidak jadi pergi ke kantor. Riwayat Penyakit Sekarang  Penyebab / factor Pencetus : Hipertensi  Sifat keluhan : Menetap  Lokasi dan penyebaran : kaki kiri dan tangan kiri  Hal – hal yang : o Memberatkan : Pada saat pasien beraktivitas o Meringankan : Tidak beraktivitas ( istirahat ) Riwayat Kesehatan Masa Lalu  Penyakit yang pernah dialami : asam urat  Riwayat perawatan : Pasien mengatakan tidak pernah Dirawat di RS  Riwayat operasi  Riwayat alergi : Pasien mengatakan tidak pernah dioperasi : Pasien mengatakan tidak pernah mengalami alergi baik obat-obatan ataupun makanan V. 3 Agustus 2012. pasien hendak pergi ke kantor.

 Anggota keluarga tidak pernah menderita penyakit yang sama dengan pasien  X X 56 Genogram X 53 X 51 50 45 X 40 37 32 20 .

Hubungan pasien dengan anggota keluarga baik 7. 3. Faktor stress Pasien mengatakan bahwa pasien takut dengan penyakitnya. 4. 2. Aktivitas sosial Pasien mengatakan tidak mengikuti kegiatan di masyarakat. Hubungan pasien dengan perawat baik 8. Riwayat Psiko-Sosial-Spiritual 1. Harapan pasien dengan kondisinya Pasien mengatakan ingin cepat sembuh dan ingin cepat keluar dari RS. Pengetahuan pasien tentang penyakitnya Pasien mengatakan mengetahui penyebab penyakitnya 6. Keadaan lingkungan baik di rumah maupun di RS aman dan bersih 21 . Hubungan pasien dengan masyarakat baik 9. Konsep diri Pasien mengatakan tidak malu dengan penyakitnya. Pola Koping Pasien mengatakan bila ada masalah pasien sering membicarakan dengan istrinya. Bahasa yang sering digunakan Bahasa Indonesia dan bahasa Ambon 11.21 17 14 10 = Laki-laki = Perempuan X = Meninggal = Garis Perkawinan ----------- = Hidup Bersama = Pasien VI. 10. 5.

Keluhan Tidak Ada Kurang nafsu makan 7 – 9 gelas / hr 6-7 gelas/hr Pola Minum a. Frekuensi 3 x sehari 3x sehari b. Makanan pantang / tidak disukai Makanan berlemak Makanan berlemak e. Konsistensi d.BAK: a. malam Pagi. siang. siang. e. c. malam c.VII. teh gula disukai c. Jenis minuman yang Air putih. Frekuensi Warna Bau Kesulitan dalam berkemih Perubahan setelah sakit Komentar 2. d. Waktu makan Pagi. Air putih Minuman beralkohol Minuman beralkohol Tidak ada keluhan - >8 x/hari 8x/hari Keruh Keruh Amoniak Amoniak Tidak ada Kuning Tidak ada Pesing Tidak ada keluhan Amoniak Jenis minuman yang tidak disukai d. Frekuensi BAB dalam sehari b. Frekuensi b. Porsi makan yang dihabiskan 1 porsi 1 Porsi tidak dihabiskan d. f. Komentar 1 -2 x/hari Tidak ada Kuning Kuning Padat Belum BAB dalam 6 22 . Pola Kegiatan Sehari – Hari Kegiatan Sebelum sakit Saat sakit Pola Makan a. b. Komentar Pola eliminasi 1. Warna c.BAB : Tidak ada a.

± 2 jam Kadang-kadang. sedangkan kegiatan lainnya dibantu oleh keluarga atau perawat (seperti berjalan. Personal Hygiene Sebelum MRS : mandi 2x sehari Selama MRS : keluarga pasien mengatakan belun pernah mandi. Apakah mudah terbangun ± 6 – 7 jam d.Istirahat Dan Tidur Tidak ada keluhan hari a. Tidur siang c. Komentar Tidak Susah tidur. minum dan kegiatan ringan lainnya). berpakaian dan sebagainya). Apa yang dapat menolong untuk ± 1 – 2 jam tidur nyenyak e. hanya dilap basah B. ± 30 menit Ya Tidak ada. langsung Dalam suasana tenang tidur Tidak ada keluhan Pasien mengatakan mudah terbangun jika terdengar suara Pola Aktivitas Sebelum MRS : Pasien dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri Selama MRS : Pasien dapat melakukan sebagian aktivitas secara mandiri (seperti makan. PEMERIKSAAN FISIK 23 . Tidur malam b.

a. ujung bibir kanan sedikit naik dan terangkat g.5 °C c. Kepala  Bentuk  Luka  Perdarahan  Rambut : o Warna o Distribusi  Palapasi kepala d. Mata  Reaksi terhadap cahaya  Konjungtiva  Fungsi penglihatan  Menggunakan alat bantu e. ada reaksi : pucat : Baik : kadang-kadang menggunakan kacamata : Tidak ada reaksi : Simetris : Baik : Tidak ada peradangan : Tidak ada perdarahan : Gigi tidak karies : Tidak ada : Tidak : Tidak : Baik : Bentuk bibir tidak simetris. Leher  Pembesaran tyroid : Tidak ada pembesaran  Pembesaran kelenjar limfe: Tidak ada pembesaran 24 . Tanda – tanda Vital  TD : 130 / 90 mmHg  Nadi : 60 x / m  Pernapasan : 18 x / m  Suhu pada aksila : 36. Pengamatan Umum  Keadaan umum : Lemah  Tingkat Kesadaran : Compos mentis  BB sebelum sakit 68 kg  BB saat sakit 65 kg  Penurunan BAB selama sakit : 3Kg b. Mulut dan gigi  Gigi  Problem menelan  Gangguan bicara  Gangguan otot lidah  Fungsi mengunyah  Komentar : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Hitam keubanan : Tidak merata : Nyeri kepala : Ya. Hidung  Reaksi alergi  Bentuk  Fungsi penciuman  Peradangan  Perdarahan f.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. tidak ada edema.Leukosit : 4-5/Lpb . Abdomen  Bentuk : Simetris  Bunyi usus : Normal  Kembung : tidak  Pemebesaran hepar : Tidak ada pembesaran  Pembesaran ginjal : Tidak ada pembesaran j.Berat jenis : 1.015  Urine (mikroskopik) : . Pemeriksaan penunjang  Pemasangan EKG Hasil : Iskemia infaseor (+)  CT Scan Hasil : Iskemia serabral di kapsula interna anterior horn kanan   25 .h. C.Silinder : . tetapi menurut pasien terasa berat dan kram jika digerakkan.Warna : kuning .Calsium : 2.5 . Bila tangan kiri ditekuk. Ekstremitas Atas : Pada saat di inspeksi tampak tangan kiri pasien terpasang infus. terasa sakit.Bakteri : . serta jika ditekuk terasa sakit. Pemeriksaan laboratorium Tgl Pemeriksaan : 06-08-2012 Hasil Nilai Normal Gula darah sewaktu 179 mg/dl <120 mg/dl Urine (makroskopik) : .Sel-sel : + . Kaki kiri dan lutut terasa berat dan kram jika digerakkan.pH : 6. Dada/ thoraks  Bentuk dada  Pergerakan pernapasan  Frekuensi pernapasan  Bunyi napas tambahan : Simetris : Sesuai dengan irama pernapasan : 18 x / menit : Tidak ada bunyi napas tambahan i. Bawah : pembuluh darah pada betis kiri lebih terlihat jelas dibandingkan dengan pembuluh darah pada betis kanan.Eritrosit : 1-2/Lpb .

serta jika digerakan dan ditekuk terasa sakit  Pusing  Nyeri kepala  Susah tidur jika nyeri kepala dan dalam keadaan yang tidak tenang  Badan lemah  Kurang nafsu makan  Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien kurang makan sayur dan buah  Belum BAB dalam 6 hari  Tidak mampu melakukan sebagian besar aktivitas sendiri  Tidur malam ± 2 jam  Tidur siang kadang-kadang ± 30 menit  Keluarga pasien mengatakan pasien dapat berakivitas jika dibantu Data Objektif         Keadaan umum Lemah TD : 130 / 90 mmHg Nadi : 60 x / m Respirasi : 18 x / m Suhu : 36.Dulcolax 002/ oral  Fisioterapi pasif : latihan gerak kaki kiri dan tangan kiri E.IVFD NaCl 500 mL 20 tetes/menit .5°C Skala nyeri : Sedang (5) Ekspresi wajah : Meringis ketika bergerak Satu porsi makanan tidak dihabiskan 26 .Vaclo 010/ oral .Ranitidin 1 amp/ IV .Libtix 001/ oral .Beclov 3 x 500 mg / oral .D. PENATALAKSANAAN MEDIS  Terapi lanjut (Jumat Tgl 10-08-2012) : .Neurobion 1 amp . KLASIFIKASI DATA Data Subjektif Pasien mengatakan :  Kaki kiri dan tangan kiri terasa berat dan kram.

Bakteri : .Calsium : 4.015 o Urine (mikroskopik) : .BB saat sakit: 65 kg) Sebagian besar aktivitas pasien dibantu oleh perawat dan keluarga Persendian Kaku 27 .Silinder : .Eritrosit : 1-2/Lpb .pH : 6.Warna : kuning .Berat jenis : 1.5 .       Pola makan tidak teratur Hasil Laboraturium dan pemeriksaan penunjang 3. Pemeriksaan laboratorium Tgl Pemeriksaan : 06-08-2012 Hasil Nilai Normal o Gula darah sewaktu 179 mg/dl <120 mg/dl o Urine (makroskopik) : . Pemeriksaan penunjang o Pemasangan EKG Hasil : Iskemia infaseor (+) o CT Scan Hasil : Iskemia serabral di kapsula interna anterior horn kanan Konjungtiva : Pucat Pola istirahat tidur terganggu Pasien kurang memakan makanan yang berserat (sayur dan buah) Penurunan BB 3 kg (BB sebelum sakit: 68 kg.Leukosit : 4-5/Lpb .Sel-sel : + .

2. DS : Pasien mengatakan  Kaki kiri dan tangan kiri terasa berat. ANALISA DATA DATA 1.    DS : Pasien mengatakan Pusing sekali Nyeri kepala Susah tidur jika nyeri kepala dan dalam keadaan yang tidak tenang  Tidur malam ± 2 jam  Tidur siang. kadang-kadang ± 30 menit 28 . kram dan sakit jika digerakan    ETIOLOGI MASALAH Gangguan Hambatan Neuromuskuler Mobilitas Fisik dan ditekuk Badan lemah Pusing Keluarga pasien mengatakan pasien dapat beraktivitas jika dibantu DO :   KU Lemah Persendian Kaku  Sebagian besar  aktivitas pasien dibantu oleh perawat dan keluarga Ekspresi wajah : meringis ketika Nyeri kepala bergerak Perubahan Pola Istirahat dan Tidur 2.

5°C Skala nyeri : Sedang (5) Pola istirahat tidur terganggu 3.d gangguan neuromuskuler yang ditandai dengan : DS : Pasien mengatakan  Kaki kiri dan tangan kiri terasa berat.BB saat sakit = 65 kg) F. Hambatan mobilitas fisik b. kram dan sakit jika digerakan dan ditekuk  Badan lemah  Pusing 29 . RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.DO :         KU lemah Konjungtiva pucat TD : 130 / 80 mmHg Nadi : 60 x / m Respirasi : 18 x / m Suhu : 36.    DS : Pasien mengatakan Belum BAB dalam 6 hari Kurang nafsu makan Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien kurang makan sayur dan buah Hipoperistaltik Gangguan Usus Eliminasi BAB DO :     KU lemah Satu porsi makanan tidak dihabiskan Pola makan tidak teratur Pasien kurang memakan makanan yang berserat (sayur dan buah)  Penurunan BB 3 kg (BB sebelum Sakit = 68 kg.

d nyeri kepala yang ditandai dengan : DS : Pasien mengatakan Pusing Nyeri kepala Susah tidur jika nyeri kepala dan dalam keadaan yang tidak tenang Tidur malam ± 2 jam Tidur siang. kadang-kadang ± 30 menit DO :           KU lemah Konjungtiva pucat TD : 130 / 80 mmHg Nadi : 60 x / m Respirasi : 18 x / m Suhu : 36. Gangguan eliminasi BAB b. Perubahan pola istirahat dan tidur b.5°C Skala nyeri : Sedang (5) 3.d hipoperistaltik usus yang ditandai dengan : DS : Pasien mengatakan Belum BAB dalam 6 hari Kurang nafsu makan Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien kurang makan sayur dan buah DO :     KU lemah Satu porsi makanan tidak dihabiskan Pola makan tidak teratur Pasien kurang memakan makanan 30 . Keluarga pasien mengatakan pasien dapat beraktivitas jika dibantu DO :       KU Lemah  Persendian Kaku  Sebagian besar aktivitas pasien dibantu oleh perawat dan keluarga  Ekspresi wajah : meringis ketika bergerak 2.

Perubahan Pola Istirahat dan Tidur b. Gangguan Eliminasi BAB b.d Gangguan Neuromuskuler 3.d Hipoperistaltik Usus 31 .yang berserat (sayur dan buah) PRIORITAS MASALAH 1.d Nyeri Kepala 2. Hambatan Mobilitas Fisik b.